{"content_id":"3dwjdjwgdd","slug":"hokburi-yeonggam-story-origins-and-endings","locale":"id","schema_type":"Article","category":"story","category_name":"Cerita","title":"Hokburi Yeonggam: Asal Usul dan Beda Nasib Dua Kakek","summary":"Menceritakan kembali kisah seorang kakek yang menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi dan kakek lain yang menirunya, tetapi justru mendapat satu benjolan lagi. Membedakan catatan tradisi lisan dari Dangjin dengan riwayat pemuatannya dalam literatur, serta menjelaskan perdebatan asal usul dan struktur kisah peniruan.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Kakek pertama menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi, tetapi kakek yang menirunya justru mendapat satu benjolan lagi.","Kisah sejenis dicatat pada 10 November 1979 di Songsan-myeon, Dangjin-gun.","Tanggal pencatatan adalah hari ketika kisah itu dicatat, bukan hari ketika cerita rakyat itu pertama kali muncul.","Kontras antara kedua kakek lebih mencerminkan perbedaan antara orang yang bertindak lebih dulu dan orang yang meniru daripada pembedaan antara baik dan jahat.","Fakta bahwa kisah ini dituturkan secara lisan di Korea saja tidak cukup untuk memastikan teori bahwa kisah ini asli Korea ataupun teori bahwa kisah ini diadopsi dari Jepang."],"content_markdown":"혹부리영감 adalah kisah seorang lelaki tua yang menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi yang mendengar nyanyiannya. Lelaki tua lain yang menirunya justru mendapat satu benjolan lagi. Cerita rakyat ini ditulis ulang dengan merujuk pada versi yang dicatat di 당진 pada 1979.\n\nArtikel ini disusun pada November 2026 berdasarkan cerita yang diwariskan dalam 『한국 구비문학대계』.\n\n## Ringkasan cerita 혹부리영감\n\nSeorang lelaki tua menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi, sedangkan lelaki tua yang menirunya justru mendapat benjolan tambahan. Cerita di bawah ini merupakan penuturan ulang kerangka alur yang diwariskan dengan kalimat baru. Ini bukan catatan yang menyalin persis ucapan seorang penutur tertentu.\n\nSeorang lelaki tua tanpa sengaja bertemu dengan sekumpulan dokkaebi. Ketika ia bernyanyi, para dokkaebi menyimak. Selama nyanyian itu berlangsung, pandangan mereka tertuju pada benjolan lelaki tua tersebut.\n\nPara dokkaebi penasaran dari mana suara itu berasal. Lelaki tua itu menunjuk benjolannya dan berdalih bahwa nyanyian tersebut berasal dari dalamnya. Para dokkaebi mengira bahwa dengan memiliki benjolan itu, mereka juga akan memperoleh nyanyian tersebut.\n\nPara dokkaebi memberikan harta kepada lelaki tua itu dan mengambil benjolannya. Ketika meraba wajahnya, lelaki tua itu mendapati bahwa benjolan yang semula ada di sana telah hilang. Setelah menyelesaikan transaksi tak terduga itu, ia membawa hartanya dan pulang.\n\nTetangganya, seorang lelaki tua yang mendengar kabar tersebut, juga memiliki benjolan. Ia berniat menghilangkan benjolannya dengan cara yang sama. Lelaki tua itu mendatangi para dokkaebi dan mulai bernyanyi.\n\nKetika para dokkaebi menanyakan sumber suara itu, ia pun menunjuk benjolannya. Namun, kali ini tanggapan mereka berbeda. Para dokkaebi marah dan menyebut perkataannya sebagai kebohongan.\n\nPara dokkaebi menempelkan benjolan yang sebelumnya mereka ambil kepada lelaki tua kedua. Lelaki tua yang hendak menghilangkan benjolan itu justru pulang dengan satu benjolan tambahan. Ia mengulangi perkataan yang sama, tetapi tidak memperoleh keberuntungan yang sama.\n\n## Sumber dan asal-usul\n\nDasar cerita ini bukan naskah ciptaan seorang pengarang, melainkan catatan tradisi lisan. Tradisi lisan berarti penyampaian cerita dari mulut ke mulut. Pencatatan adalah pekerjaan mendengarkan penuturan tersebut lalu mengabadikannya dalam tulisan atau rekaman.\n\n### Catatan tradisi lisan dari 당진\n\n『한국 구비문학대계』 memuat 「혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기」. Daftar pada portal hasil penelitian memuat catatan penelitian dari 당진군 송산면. Penutur adalah orang yang menyampaikan cerita, bukan pencipta cerita rakyat tersebut.\n\n| Aspek | Informasi yang tercatat |\n| --- | --- |\n| Judul materi | 혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기 |\n| Tanggal penelitian | 10 November 1979 |\n| Lokasi penelitian | 충청남도 당진군 송산면 pada saat itu |\n| Narasumber | 김봉한 |\n| Jenis materi | Materi lisan yang mencatat cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut |\n\nCatatan tersebut dapat ditemukan dalam [daftar materi lisan di 한국학진흥사업성과포털](https://waks.aks.ac.kr/dir/searchAchieve.aspx?curPage=657\u0026pageSize=20\u0026sType=\u0026sWord=\u0026secType=%EA%B5%AC%EC%88%A0%EC%9E%90%EB%A3%8C\u0026sort=). Jika ada judul yang sama, cocokkan juga tanggal dan lokasi penelitiannya. Tahun 1979 adalah tahun pencatatan, bukan tahun lahirnya cerita.\n\n### Riwayat penerbitan dan perdebatan asal-usul\n\nWaktu ketika cerita dimuat dalam sumber tertulis harus dibedakan dari waktu ketika cerita itu pertama kali muncul. 『한국민족문화대백과사전』 memperkenalkan riwayat pemuatan berikut. Catatan-catatan ini menjadi dasar untuk menelusuri proses penyebarannya.\n\n| Sumber tertulis | Tahun pemuatan | Arti catatan tersebut |\n| --- | --- | --- |\n| 『조선물어집』 | 1910 | Cerita terkait diperkenalkan dalam sumber tercetak |\n| 『조선어독본』 | 1915 | Cerita terkait dimuat dalam buku pelajaran |\n\nMengenai asal-usulnya, terdapat teori bahwa cerita ini berasal dari Korea dan teori bahwa cerita ini diadopsi dari Jepang. Teori asal Korea berpandangan bahwa cerita rakyat yang sudah ada digunakan dalam buku pelajaran pada masa kolonial. Teori adopsi dari Jepang menyoroti proses masuk dan mengakarnya cerita tersebut, antara lain melalui pemuatannya dalam buku pelajaran.\n\nFakta bahwa cerita ini dituturkan secara lisan di Korea mendukung adanya pewarisan cerita di dalam negeri. Namun, fakta itu saja tidak dapat menentukan negara tempat cerita tersebut pertama kali tercipta. Gambaran umum perdebatan ini dirangkum dalam [entri 「혹부리 영감 설화」 di 한국민족문화대백과사전](https://encykorea.aks.ac.kr/Article/E0063887).\n\n## Versi lain dan cerita serupa\n\nMeskipun nama atau adegannya berbeda dalam setiap versi yang diwariskan, struktur yang memperlihatkan hasil berlawanan bagi dua orang tetap bertahan. Dalam kajian cerita rakyat lisan, cerita yang diwariskan secara tersendiri disebut “varian”. Bahkan dengan judul yang sama, perinciannya dapat berbeda.\n\n| Aspek perbandingan | Perbedaan yang ditemukan | Hal yang perlu dibedakan saat membaca |\n| --- | --- | --- |\n| Nama tokoh utama | Ada varian yang menyebutnya 김첨지 atau 최영감 | Satu nama tidak dapat dianggap sebagai nama dalam semua versi yang diwariskan |\n| Adegan penyerahan benjolan | Bagian tawar-menawar dengan dokkaebi terkadang lebih panjang | Perincian proses transaksi dapat berbeda pada setiap varian |\n| Cerita rakyat serupa | Kegagalan peniru juga muncul dalam 「도깨비방망이설화」 | Meskipun strukturnya serupa, watak tokoh dan penekanannya berbeda |\n\n『한국민족문화대백과사전』 menyoroti perbedaannya dengan 「도깨비방망이설화」. Dalam cerita tersebut, watak tokoh utama sebagai anak yang baik dan berbakti ditekankan. Sebaliknya, watak seperti itu tidak tampak jelas pada lelaki tua yang menyerahkan benjolannya.\n\nKarena itu, langsung menetapkan lelaki tua pertama sebagai orang baik akan mempersempit penjelasan. Ia pun menipu dokkaebi dengan mengatakan bahwa nyanyiannya berasal dari benjolan. Perbedaan peristiwa lebih tampak dari urutan pertemuan dan tanggapan pihak yang ditemui daripada dari watak pribadi.\n\n## Mengapa akhir kedua lelaki tua berbeda\n\nHasil yang diperoleh kedua lelaki tua berbeda karena dokkaebi menerima penjelasan yang sama dengan cara berbeda. Pada awalnya, mereka percaya bahwa benjolan adalah sumber nyanyian. Berikutnya, mereka menilai perkataan yang sama sebagai kebohongan.\n\n| Dasar perbandingan | Lelaki tua yang bertemu lebih dahulu | Lelaki tua yang meniru |\n| --- | --- | --- |\n| Awal pertemuan | Bertemu dokkaebi secara kebetulan | Mendatangi mereka setelah mendengar kabar tentang lelaki tua pertama |\n| Penjelasan | Mengatakan bahwa nyanyian berasal dari benjolan | Mengulangi penjelasan yang sama |\n| Tanggapan dokkaebi | Memercayai perkataannya dan mengambil benjolan | Menyebutnya berbohong dan menambahkan benjolan |\n| Hasil | Benjolan hilang dan mendapat harta | Mendapat satu benjolan tambahan |\n\nSusunan seperti ini disebut “cerita peniruan”. Ini adalah cerita tentang seseorang yang meniru tindakan orang lain, tetapi memperoleh hasil berbeda. Di sini, upaya mengulangi keberhasilan sebelumnya justru berujung pada kegagalan.\n\nLelaki tua yang meniru mengulangi perkataan yang berhasil pada pertemuan pertama. Namun, para dokkaebi sudah memiliki pengalaman bertransaksi sekali sebelumnya. Dengan mempertimbangkan hal ini, tindakannya dapat dibaca sebagai peniruan yang luput memperhatikan perubahan keadaan.\n\nPenafsiran ini tidak berarti bahwa segala bentuk peniruan itu buruk. Cerita rakyat mengulang adegan serupa untuk menonjolkan perbedaan hasilnya. Daya tarik cerita terletak pada melesetnya harapan untuk menggandakan keberuntungan secara persis.\n\n## Unsur folklor dalam cerita\n\nDokkaebi dalam cerita rakyat ini memiliki kekuatan ajaib sekaligus sifat lugu. Mereka mampu memindahkan benjolan manusia sesuka hati. Sebaliknya, mereka tidak benar-benar memahami dari mana suara nyanyian berasal.\n\n- Nyanyian menjadi awal percakapan antara manusia dan dokkaebi.\n- Benjolan menjadi barang yang diperdagangkan karena kesalahpahaman dokkaebi.\n- Harta menunjukkan bagaimana pertemuan dengan makhluk asing berubah menjadi keberuntungan.\n- Pertemuan yang berulang memperlihatkan perbedaan antara keberuntungan dan kemalangan.\n\nAdegan melepas dan menempelkan benjolan merupakan unsur rekaan yang tidak realistis dalam cerita rakyat. Adegan ini tidak dapat dibaca sebagai catatan perubahan fisik atau pengobatan yang benar-benar terjadi. Hasil dalam cerita juga tidak boleh diterapkan untuk menilai penampilan atau kepribadian orang dalam kehidupan nyata.\n\nAdegan memperoleh harta memuat angan-angan tentang keberuntungan yang tak terduga. Dokkaebi tidak hanya tampil sebagai makhluk yang menakutkan. Gambaran mereka yang juga bisa tertipu manusia menciptakan kelucuan dalam cerita.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Apakah ini peristiwa yang benar-benar terjadi?\n\nIni adalah cerita rakyat yang diwariskan, bukan kisah yang telah dipastikan sebagai peristiwa nyata. Catatan penuturannya menjadi bukti bahwa seseorang pernah menceritakan kisah ini secara lisan. Catatan itu tidak membuktikan bahwa peristiwa berpindahnya benjolan benar-benar terjadi.\n\n### Di mana teks aslinya dapat ditemukan?\n\nCarilah 「혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기」 di 한국학진흥사업성과포털. Tanggal penelitian untuk catatan dari 당진 adalah 10 November 1979. Catatan tersebut dapat dibedakan dari catatan lain yang berjudul sama melalui lokasi penelitiannya.\n\n### Apa makna cerita ini?\n\nCerita ini dapat dibaca sebagai cerita peniruan tentang kegagalan seseorang yang berusaha memperoleh keberuntungan dengan mengikuti orang sebelumnya. Salah satu penafsirannya adalah bahwa tindakan yang sama dapat menghasilkan akibat berbeda ketika keadaannya berubah. Cerita ini sulit dijelaskan hanya sebagai pertentangan antara orang baik dan orang jahat.\n\n### Apakah lelaki tua pertama mendapat imbalan karena ia baik?\n\nDalam alur yang ditelaah, perbuatan baik lelaki tua pertama tidak disebut sebagai syarat untuk memperoleh imbalan. Ia mengatakan kepada dokkaebi bahwa nyanyiannya berasal dari benjolan. Karena itu, wataknya sulit dinilai hanya dari akhir cerita.\n\n### Apakah cerita ini pertama kali muncul di Korea?\n\nTerdapat catatan yang memastikan bahwa cerita ini dituturkan secara lisan di Korea. Namun, mengenai asal-usulnya, ada teori asal Korea dan teori adopsi dari Jepang. Fakta pencatatan di dalam negeri dan tempat kemunculan pertamanya tidak boleh diperlakukan sebagai persoalan yang sama.\n\n### Apakah 1915 merupakan tahun lahirnya cerita ini?\n\nTahun 1915 adalah tahun cerita ini dimuat dalam 『조선어독본』. Cerita terkait juga sudah diperkenalkan dalam 『조선물어집』 pada 1910. Tidak satu pun tahun pemuatan itu dengan sendirinya berarti tahun lahirnya cerita rakyat tersebut.\n\n### Mana nama yang benar, 김첨지 atau 최영감?\n\nKeduanya diperkenalkan sebagai nama yang digunakan dalam sejumlah varian. Dalam proses pewarisan lisan, nama tokoh dan adegan dapat berubah. Nama dalam satu buku tertentu tidak perlu diterapkan pada semua versi yang diwariskan.","content_html":"\u003cp\u003e혹부리영감 adalah kisah seorang lelaki tua yang menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi yang mendengar nyanyiannya. Lelaki tua lain yang menirunya justru mendapat satu benjolan lagi. Cerita rakyat ini ditulis ulang dengan merujuk pada versi yang dicatat di 당진 pada 1979.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eArtikel ini disusun pada November 2026 berdasarkan cerita yang diwariskan dalam 『한국 구비문학대계』.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#ringkasan-cerita-%ED%98%B9%EB%B6%80%EB%A6%AC%EC%98%81%EA%B0%90\" class=\"anchor\" id=\"ringkasan-cerita-혹부리영감\"\u003e\u003c/a\u003eRingkasan cerita 혹부리영감\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSeorang lelaki tua menyerahkan benjolannya kepada dokkaebi, sedangkan lelaki tua yang menirunya justru mendapat benjolan tambahan. Cerita di bawah ini merupakan penuturan ulang kerangka alur yang diwariskan dengan kalimat baru. Ini bukan catatan yang menyalin persis ucapan seorang penutur tertentu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSeorang lelaki tua tanpa sengaja bertemu dengan sekumpulan dokkaebi. Ketika ia bernyanyi, para dokkaebi menyimak. Selama nyanyian itu berlangsung, pandangan mereka tertuju pada benjolan lelaki tua tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePara dokkaebi penasaran dari mana suara itu berasal. Lelaki tua itu menunjuk benjolannya dan berdalih bahwa nyanyian tersebut berasal dari dalamnya. Para dokkaebi mengira bahwa dengan memiliki benjolan itu, mereka juga akan memperoleh nyanyian tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePara dokkaebi memberikan harta kepada lelaki tua itu dan mengambil benjolannya. Ketika meraba wajahnya, lelaki tua itu mendapati bahwa benjolan yang semula ada di sana telah hilang. Setelah menyelesaikan transaksi tak terduga itu, ia membawa hartanya dan pulang.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTetangganya, seorang lelaki tua yang mendengar kabar tersebut, juga memiliki benjolan. Ia berniat menghilangkan benjolannya dengan cara yang sama. Lelaki tua itu mendatangi para dokkaebi dan mulai bernyanyi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKetika para dokkaebi menanyakan sumber suara itu, ia pun menunjuk benjolannya. Namun, kali ini tanggapan mereka berbeda. Para dokkaebi marah dan menyebut perkataannya sebagai kebohongan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePara dokkaebi menempelkan benjolan yang sebelumnya mereka ambil kepada lelaki tua kedua. Lelaki tua yang hendak menghilangkan benjolan itu justru pulang dengan satu benjolan tambahan. Ia mengulangi perkataan yang sama, tetapi tidak memperoleh keberuntungan yang sama.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#sumber-dan-asal-usul\" class=\"anchor\" id=\"sumber-dan-asal-usul\"\u003e\u003c/a\u003eSumber dan asal-usul\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDasar cerita ini bukan naskah ciptaan seorang pengarang, melainkan catatan tradisi lisan. Tradisi lisan berarti penyampaian cerita dari mulut ke mulut. Pencatatan adalah pekerjaan mendengarkan penuturan tersebut lalu mengabadikannya dalam tulisan atau rekaman.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#catatan-tradisi-lisan-dari-%EB%8B%B9%EC%A7%84\" class=\"anchor\" id=\"catatan-tradisi-lisan-dari-당진\"\u003e\u003c/a\u003eCatatan tradisi lisan dari 당진\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e『한국 구비문학대계』 memuat 「혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기」. Daftar pada portal hasil penelitian memuat catatan penelitian dari 당진군 송산면. Penutur adalah orang yang menyampaikan cerita, bukan pencipta cerita rakyat tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eAspek\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eInformasi yang tercatat\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eJudul materi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang tercatat\"\u003e혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eTanggal penelitian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang tercatat\"\u003e10 November 1979\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eLokasi penelitian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang tercatat\"\u003e충청남도 당진군 송산면 pada saat itu\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eNarasumber\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang tercatat\"\u003e김봉한\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eJenis materi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang tercatat\"\u003eMateri lisan yang mencatat cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eCatatan tersebut dapat ditemukan dalam \u003ca href=\"https://waks.aks.ac.kr/dir/searchAchieve.aspx?curPage=657\u0026amp;pageSize=20\u0026amp;sType=\u0026amp;sWord=\u0026amp;secType=%EA%B5%AC%EC%88%A0%EC%9E%90%EB%A3%8C\u0026amp;sort=\"\u003edaftar materi lisan di 한국학진흥사업성과포털\u003c/a\u003e. Jika ada judul yang sama, cocokkan juga tanggal dan lokasi penelitiannya. Tahun 1979 adalah tahun pencatatan, bukan tahun lahirnya cerita.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#riwayat-penerbitan-dan-perdebatan-asal-usul\" class=\"anchor\" id=\"riwayat-penerbitan-dan-perdebatan-asal-usul\"\u003e\u003c/a\u003eRiwayat penerbitan dan perdebatan asal-usul\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eWaktu ketika cerita dimuat dalam sumber tertulis harus dibedakan dari waktu ketika cerita itu pertama kali muncul. 『한국민족문화대백과사전』 memperkenalkan riwayat pemuatan berikut. Catatan-catatan ini menjadi dasar untuk menelusuri proses penyebarannya.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eSumber tertulis\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eTahun pemuatan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eArti catatan tersebut\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber tertulis\"\u003e『조선물어집』\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun pemuatan\"\u003e1910\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti catatan tersebut\"\u003eCerita terkait diperkenalkan dalam sumber tercetak\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber tertulis\"\u003e『조선어독본』\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun pemuatan\"\u003e1915\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti catatan tersebut\"\u003eCerita terkait dimuat dalam buku pelajaran\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eMengenai asal-usulnya, terdapat teori bahwa cerita ini berasal dari Korea dan teori bahwa cerita ini diadopsi dari Jepang. Teori asal Korea berpandangan bahwa cerita rakyat yang sudah ada digunakan dalam buku pelajaran pada masa kolonial. Teori adopsi dari Jepang menyoroti proses masuk dan mengakarnya cerita tersebut, antara lain melalui pemuatannya dalam buku pelajaran.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFakta bahwa cerita ini dituturkan secara lisan di Korea mendukung adanya pewarisan cerita di dalam negeri. Namun, fakta itu saja tidak dapat menentukan negara tempat cerita tersebut pertama kali tercipta. Gambaran umum perdebatan ini dirangkum dalam \u003ca href=\"https://encykorea.aks.ac.kr/Article/E0063887\"\u003eentri 「혹부리 영감 설화」 di 한국민족문화대백과사전\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#versi-lain-dan-cerita-serupa\" class=\"anchor\" id=\"versi-lain-dan-cerita-serupa\"\u003e\u003c/a\u003eVersi lain dan cerita serupa\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eMeskipun nama atau adegannya berbeda dalam setiap versi yang diwariskan, struktur yang memperlihatkan hasil berlawanan bagi dua orang tetap bertahan. Dalam kajian cerita rakyat lisan, cerita yang diwariskan secara tersendiri disebut “varian”. Bahkan dengan judul yang sama, perinciannya dapat berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eAspek perbandingan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePerbedaan yang ditemukan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu dibedakan saat membaca\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek perbandingan\"\u003eNama tokoh utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perbedaan yang ditemukan\"\u003eAda varian yang menyebutnya 김첨지 atau 최영감\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu dibedakan saat membaca\"\u003eSatu nama tidak dapat dianggap sebagai nama dalam semua versi yang diwariskan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek perbandingan\"\u003eAdegan penyerahan benjolan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perbedaan yang ditemukan\"\u003eBagian tawar-menawar dengan dokkaebi terkadang lebih panjang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu dibedakan saat membaca\"\u003ePerincian proses transaksi dapat berbeda pada setiap varian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek perbandingan\"\u003eCerita rakyat serupa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perbedaan yang ditemukan\"\u003eKegagalan peniru juga muncul dalam 「도깨비방망이설화」\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu dibedakan saat membaca\"\u003eMeskipun strukturnya serupa, watak tokoh dan penekanannya berbeda\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003e『한국민족문화대백과사전』 menyoroti perbedaannya dengan 「도깨비방망이설화」. Dalam cerita tersebut, watak tokoh utama sebagai anak yang baik dan berbakti ditekankan. Sebaliknya, watak seperti itu tidak tampak jelas pada lelaki tua yang menyerahkan benjolannya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, langsung menetapkan lelaki tua pertama sebagai orang baik akan mempersempit penjelasan. Ia pun menipu dokkaebi dengan mengatakan bahwa nyanyiannya berasal dari benjolan. Perbedaan peristiwa lebih tampak dari urutan pertemuan dan tanggapan pihak yang ditemui daripada dari watak pribadi.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-akhir-kedua-lelaki-tua-berbeda\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-akhir-kedua-lelaki-tua-berbeda\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa akhir kedua lelaki tua berbeda\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eHasil yang diperoleh kedua lelaki tua berbeda karena dokkaebi menerima penjelasan yang sama dengan cara berbeda. Pada awalnya, mereka percaya bahwa benjolan adalah sumber nyanyian. Berikutnya, mereka menilai perkataan yang sama sebagai kebohongan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eDasar perbandingan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eLelaki tua yang bertemu lebih dahulu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eLelaki tua yang meniru\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dasar perbandingan\"\u003eAwal pertemuan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang bertemu lebih dahulu\"\u003eBertemu dokkaebi secara kebetulan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang meniru\"\u003eMendatangi mereka setelah mendengar kabar tentang lelaki tua pertama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dasar perbandingan\"\u003ePenjelasan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang bertemu lebih dahulu\"\u003eMengatakan bahwa nyanyian berasal dari benjolan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang meniru\"\u003eMengulangi penjelasan yang sama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dasar perbandingan\"\u003eTanggapan dokkaebi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang bertemu lebih dahulu\"\u003eMemercayai perkataannya dan mengambil benjolan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang meniru\"\u003eMenyebutnya berbohong dan menambahkan benjolan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dasar perbandingan\"\u003eHasil\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang bertemu lebih dahulu\"\u003eBenjolan hilang dan mendapat harta\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Lelaki tua yang meniru\"\u003eMendapat satu benjolan tambahan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eSusunan seperti ini disebut “cerita peniruan”. Ini adalah cerita tentang seseorang yang meniru tindakan orang lain, tetapi memperoleh hasil berbeda. Di sini, upaya mengulangi keberhasilan sebelumnya justru berujung pada kegagalan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLelaki tua yang meniru mengulangi perkataan yang berhasil pada pertemuan pertama. Namun, para dokkaebi sudah memiliki pengalaman bertransaksi sekali sebelumnya. Dengan mempertimbangkan hal ini, tindakannya dapat dibaca sebagai peniruan yang luput memperhatikan perubahan keadaan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenafsiran ini tidak berarti bahwa segala bentuk peniruan itu buruk. Cerita rakyat mengulang adegan serupa untuk menonjolkan perbedaan hasilnya. Daya tarik cerita terletak pada melesetnya harapan untuk menggandakan keberuntungan secara persis.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#unsur-folklor-dalam-cerita\" class=\"anchor\" id=\"unsur-folklor-dalam-cerita\"\u003e\u003c/a\u003eUnsur folklor dalam cerita\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDokkaebi dalam cerita rakyat ini memiliki kekuatan ajaib sekaligus sifat lugu. Mereka mampu memindahkan benjolan manusia sesuka hati. Sebaliknya, mereka tidak benar-benar memahami dari mana suara nyanyian berasal.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNyanyian menjadi awal percakapan antara manusia dan dokkaebi.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBenjolan menjadi barang yang diperdagangkan karena kesalahpahaman dokkaebi.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHarta menunjukkan bagaimana pertemuan dengan makhluk asing berubah menjadi keberuntungan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePertemuan yang berulang memperlihatkan perbedaan antara keberuntungan dan kemalangan.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eAdegan melepas dan menempelkan benjolan merupakan unsur rekaan yang tidak realistis dalam cerita rakyat. Adegan ini tidak dapat dibaca sebagai catatan perubahan fisik atau pengobatan yang benar-benar terjadi. Hasil dalam cerita juga tidak boleh diterapkan untuk menilai penampilan atau kepribadian orang dalam kehidupan nyata.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAdegan memperoleh harta memuat angan-angan tentang keberuntungan yang tak terduga. Dokkaebi tidak hanya tampil sebagai makhluk yang menakutkan. Gambaran mereka yang juga bisa tertipu manusia menciptakan kelucuan dalam cerita.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-ini-peristiwa-yang-benar-benar-terjadi\" class=\"anchor\" id=\"apakah-ini-peristiwa-yang-benar-benar-terjadi\"\u003e\u003c/a\u003eApakah ini peristiwa yang benar-benar terjadi?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIni adalah cerita rakyat yang diwariskan, bukan kisah yang telah dipastikan sebagai peristiwa nyata. Catatan penuturannya menjadi bukti bahwa seseorang pernah menceritakan kisah ini secara lisan. Catatan itu tidak membuktikan bahwa peristiwa berpindahnya benjolan benar-benar terjadi.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#di-mana-teks-aslinya-dapat-ditemukan\" class=\"anchor\" id=\"di-mana-teks-aslinya-dapat-ditemukan\"\u003e\u003c/a\u003eDi mana teks aslinya dapat ditemukan?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eCarilah 「혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기」 di 한국학진흥사업성과포털. Tanggal penelitian untuk catatan dari 당진 adalah 10 November 1979. Catatan tersebut dapat dibedakan dari catatan lain yang berjudul sama melalui lokasi penelitiannya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apa-makna-cerita-ini\" class=\"anchor\" id=\"apa-makna-cerita-ini\"\u003e\u003c/a\u003eApa makna cerita ini?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eCerita ini dapat dibaca sebagai cerita peniruan tentang kegagalan seseorang yang berusaha memperoleh keberuntungan dengan mengikuti orang sebelumnya. Salah satu penafsirannya adalah bahwa tindakan yang sama dapat menghasilkan akibat berbeda ketika keadaannya berubah. Cerita ini sulit dijelaskan hanya sebagai pertentangan antara orang baik dan orang jahat.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-lelaki-tua-pertama-mendapat-imbalan-karena-ia-baik\" class=\"anchor\" id=\"apakah-lelaki-tua-pertama-mendapat-imbalan-karena-ia-baik\"\u003e\u003c/a\u003eApakah lelaki tua pertama mendapat imbalan karena ia baik?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDalam alur yang ditelaah, perbuatan baik lelaki tua pertama tidak disebut sebagai syarat untuk memperoleh imbalan. Ia mengatakan kepada dokkaebi bahwa nyanyiannya berasal dari benjolan. Karena itu, wataknya sulit dinilai hanya dari akhir cerita.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-cerita-ini-pertama-kali-muncul-di-korea\" class=\"anchor\" id=\"apakah-cerita-ini-pertama-kali-muncul-di-korea\"\u003e\u003c/a\u003eApakah cerita ini pertama kali muncul di Korea?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTerdapat catatan yang memastikan bahwa cerita ini dituturkan secara lisan di Korea. Namun, mengenai asal-usulnya, ada teori asal Korea dan teori adopsi dari Jepang. Fakta pencatatan di dalam negeri dan tempat kemunculan pertamanya tidak boleh diperlakukan sebagai persoalan yang sama.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-1915-merupakan-tahun-lahirnya-cerita-ini\" class=\"anchor\" id=\"apakah-1915-merupakan-tahun-lahirnya-cerita-ini\"\u003e\u003c/a\u003eApakah 1915 merupakan tahun lahirnya cerita ini?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTahun 1915 adalah tahun cerita ini dimuat dalam 『조선어독본』. Cerita terkait juga sudah diperkenalkan dalam 『조선물어집』 pada 1910. Tidak satu pun tahun pemuatan itu dengan sendirinya berarti tahun lahirnya cerita rakyat tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#mana-nama-yang-benar-%EA%B9%80%EC%B2%A8%EC%A7%80-atau-%EC%B5%9C%EC%98%81%EA%B0%90\" class=\"anchor\" id=\"mana-nama-yang-benar-김첨지-atau-최영감\"\u003e\u003c/a\u003eMana nama yang benar, 김첨지 atau 최영감?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKeduanya diperkenalkan sebagai nama yang digunakan dalam sejumlah varian. Dalam proses pewarisan lisan, nama tokoh dan adegan dapat berubah. Nama dalam satu buku tertentu tidak perlu diterapkan pada semua versi yang diwariskan.\u003c/p\u003e\n","tags":["Warisan budaya","Cerita rakyat","Dokkaebi"],"faqs":[{"question":"Apakah kisah tentang menghilangkan dan menambahkan benjolan itu benar-benar terjadi?","answer":"Ini bukan kisah yang telah dipastikan sebagai kejadian nyata, melainkan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Catatan dokumentasinya merupakan bukti bahwa cerita tersebut pernah dituturkan secara lisan. Catatan itu bukan bukti bahwa perubahan tubuh yang ajaib benar-benar terjadi."},{"question":"Di mana catatan penuturan lisannya dapat dibaca?","answer":"Cari 「혹 떼러 갔다 혹 붙인 이야기」 di 한국학진흥사업성과포털. Catatan dari 당진 merupakan bahan penelitian bertanggal 10 November 1979. Lokasi penelitian tercantum sebagai 충청남도 당진군 송산면 pada masa itu."},{"question":"Mengapa akhir kisah kedua lelaki tua itu berbeda?","answer":"Dokkaebi memercayai penjelasan lelaki tua pertama, tetapi menganggap ucapan yang sama dari lelaki tua kedua sebagai kebohongan. Ini mengikuti pola kisah peniruan, ketika seseorang meniru orang yang lebih dahulu berhasil, tetapi akhirnya gagal. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai peniruan yang tidak mempertimbangkan situasi yang telah berubah."},{"question":"Apakah lelaki tua pertama adalah orang baik dan lelaki tua kedua adalah orang jahat?","answer":"Dalam alur cerita yang diperiksa, perbuatan baik lelaki tua pertama tidak disebut sebagai syarat untuk mendapat imbalan. Lelaki tua pertama juga menipu dokkaebi dengan mengatakan bahwa nyanyiannya berasal dari benjolan. Yang lebih penting daripada sekadar pembedaan antara baik dan jahat adalah urutan kedua pertemuan dan perbedaan reaksinya."},{"question":"Dapatkah dipastikan bahwa ini adalah cerita rakyat asli Korea?","answer":"Fakta bahwa cerita ini dituturkan secara lisan di Korea telah dipastikan, tetapi ada pandangan yang berbeda mengenai asal-usulnya. 한국민족문화대백과사전 memaparkan baik pandangan bahwa cerita ini asli Korea maupun pandangan bahwa cerita ini diadopsi dari Jepang. Catatan pewarisan cerita di Korea saja tidak cukup untuk memastikan tempat asal mula cerita tersebut."},{"question":"Apa makna masing-masing tahun 1910 dan 1915?","answer":"1910 adalah tahun ketika cerita terkait diperkenalkan dalam 『조선물어집』. 1915 adalah tahun ketika cerita itu dimuat dalam 『조선어독본』. Kedua tahun tersebut menunjukkan waktu pemuatannya dalam sumber tertulis, bukan waktu lahirnya cerita rakyat itu."},{"question":"Makhluk seperti apakah dokkaebi dalam cerita ini?","answer":"Dokkaebi memiliki kemampuan supranatural untuk memindahkan benjolan. Namun, ia tidak mengetahui asal suara nyanyian sehingga tertipu oleh perkataan manusia. Ia adalah makhluk yang memperlihatkan kekuatan gaib sekaligus keluguan."},{"question":"Mengapa nama tokoh utamanya berbeda di setiap buku?","answer":"Dalam cerita rakyat lisan, rincian cerita berbeda menurut setiap versi yang diwariskan. 한국민족문화대백과사전 menyebut nama 김첨지 dan 최영감 sebagai contoh. Adegan tawar-menawar dalam proses pemindahan benjolan juga terkadang diperluas."},{"question":"Apakah penutur cerita ini adalah pengarang yang menciptakannya?","answer":"Penutur adalah orang yang menceritakan kisah tersebut saat penelitian dilakukan. Tercantumnya nama seseorang dalam catatan dokumentasi tidak berarti ia adalah pencipta cerita rakyat itu. Dalam tulisan ini, penutur digolongkan sebagai penerus cerita rakyat yang diwariskan secara anonim."}],"sources":[{"url":"https://waks.aks.ac.kr/dir/searchAchieve.aspx?curPage=657\u0026pageSize=20\u0026sType=\u0026sWord=\u0026secType=%EA%B5%AC%EC%88%A0%EC%9E%90%EB%A3%8C\u0026sort=","title":"Portal Hasil Program Pengembangan Studi Korea, daftar materi lisan yang memuat informasi pencatatan 「Kisah Pergi Menghilangkan Benjolan tetapi Malah Mendapat Benjolan Tambahan」","type":"source"},{"url":"https://encykorea.aks.ac.kr/Article/E0063887","title":"Ensiklopedia Kebudayaan Nasional Korea, 「Cerita Rakyat tentang Kakek dengan Benjolan」","type":"source"}],"images":[{"id":2364,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzY4OTUsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--6dfde22b26bc8b73d7c1a54b3e2344d3a66de0f3/ai-5340501d.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"달 밝은 산속 큰 소나무 아래에서 한복 입은 노인이 노래하고, 도깨비들이 안개 속에 모여 듣는다.","caption":"첫 노인은 도깨비에게 혹을 넘기며 뜻밖의 행운을 얻는다.","description":null},"en":{"alt":"An old man in hanbok sings beneath a moonlit pine as dokkaebi gather in the mist to listen.","caption":"The first elder finds unexpected good fortune when the dokkaebi take his lump.","description":null},"ja":{"alt":"月明かりの山中、大きな松の下で韓服姿の老人が歌い、霧の中に集まったトッケビたちが耳を傾ける。","caption":"最初の老人はトッケビにこぶを取ってもらい、思いがけない幸運を得る。","description":null},"es":{"alt":"Un anciano con hanbok canta bajo un pino a la luz de la luna, mientras los dokkaebi escuchan entre la niebla.","caption":"El primer anciano obtiene una fortuna inesperada cuando los dokkaebi se llevan su bulto.","description":null},"id":{"alt":"Seorang kakek berhanbok bernyanyi di bawah pinus bermandikan cahaya bulan, didengarkan para dokkaebi di tengah kabut.","caption":"Kakek pertama mendapat keberuntungan tak terduga ketika para dokkaebi mengambil benjolannya.","description":null},"pt":{"alt":"Um idoso de hanbok canta sob um pinheiro ao luar, enquanto os dokkaebi escutam em meio à névoa.","caption":"O primeiro idoso tem uma sorte inesperada quando os dokkaebi levam seu caroço.","description":null},"zh-hant":{"alt":"月光下的山林裡，一位身穿韓服的老人在大松樹下唱歌，聚集在霧中的鬼怪側耳聆聽。","caption":"第一位老人讓鬼怪取走肉瘤，意外獲得了好運。","description":null},"de":{"alt":"Ein alter Mann im Hanbok singt unter einer Kiefer im Mondlicht, während Dokkaebi im Nebel zuhören.","caption":"Der erste Alte hat unerwartetes Glück, als die Dokkaebi ihm seine Beule abnehmen.","description":null}}},{"id":2365,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzY5MDEsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--10e55670cb86f510490e96c62f8c9e19853d31a5/ai-0c47236e.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"새벽 안개 속 도깨비 그림자를 뒤로하고 굽은 산길을 따라 마을로 내려가는 노인의 뒷모습","caption":"앞선 행운을 따라 한 시도는 오히려 더 나쁜 결말로 이어진다.","description":null},"en":{"alt":"An old man walks down a winding path toward a village at dawn, leaving dokkaebi shadows in the misty forest.","caption":"Imitating an earlier success leads to a worse outcome instead.","description":null},"ja":{"alt":"夜明けの霧深い森にトッケビの影を残し、曲がりくねった山道を村へ下る老人の後ろ姿","caption":"先の幸運をまねた試みは、かえって悪い結末につながる。","description":null},"es":{"alt":"Un anciano baja hacia una aldea al amanecer, dejando atrás sombras de dokkaebi en el bosque brumoso.","caption":"Imitar un éxito anterior conduce, por el contrario, a un desenlace peor.","description":null},"id":{"alt":"Seorang lelaki tua menuruni jalan berkelok menuju desa saat fajar, meninggalkan bayangan dokkaebi di hutan berkabut.","caption":"Meniru keberhasilan sebelumnya justru berujung pada hasil yang lebih buruk.","description":null},"pt":{"alt":"Um idoso desce por uma trilha até a aldeia ao amanhecer, deixando sombras de dokkaebi na floresta enevoada.","caption":"Imitar um sucesso anterior acaba levando a um desfecho pior.","description":null},"zh-hant":{"alt":"黎明時分，一名老人背對觀者沿蜿蜒山路走向村落，身後霧林中隱約可見鬼怪的身影","caption":"仿效先前的好運，反而招來更糟的結局。","description":null},"de":{"alt":"Ein alter Mann geht im Morgengrauen zum Dorf hinab; im nebligen Wald bleiben Dokkaebi-Schatten zurück.","caption":"Das Nachahmen eines früheren Erfolgs führt stattdessen zu einem schlechteren Ausgang.","description":null}}}],"published_at":"2026-11-02T16:32:33+09:00","updated_at":"2026-11-02T16:32:33+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/hokburi-yeonggam-story-origins-and-endings"}