{"content_id":"5wbwiodqge","slug":"kidney-health-aging-egfr-albumin-test-guide","locale":"id","schema_type":"Article","category":"knowledge_base","category_name":"Basis Pengetahuan","title":"Kesehatan Ginjal: Patokan 3 Bulan, Penuaan, dan Tes","summary":"Fungsi ginjal dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi penyakit ginjal kronis tidak didiagnosis berdasarkan usia saja. eGFR darah dan albumin urine harus diperiksa bersama, serta dipastikan apakah kelainan berlangsung setidaknya 3 bulan.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Ginjal berperan membuang zat sisa serta menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam-basa.","Penyakit ginjal kronis adalah kondisi ketika kelainan struktur atau fungsi ginjal berlangsung setidaknya 3 bulan.","Tes eGFR darah dan albumin urine menunjukkan jenis kerusakan ginjal yang berbeda.","Penurunan fungsi akibat usia dan penyakit ginjal yang memerlukan pengobatan harus dibedakan melalui pemeriksaan.","Fungsi ginjal dapat menurun meskipun volume urine tetap terjaga."],"content_markdown":"Kesehatan ginjal tidak hanya berkaitan dengan pembuangan zat sisa, tetapi juga pengaturan cairan tubuh, elektrolit, dan tekanan darah. Fungsinya dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi penyakit ginjal kronis tidak didiagnosis berdasarkan usia saja. eGFR darah dan albumin urine harus dinilai bersama serta dipastikan apakah kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan.\n\nBerdasarkan Pedoman Praktik Klinis Penyakit Ginjal Kronis KDIGO 2024\n\n## Fungsi ginjal\n\nGinjal menyaring zat sisa dan kelebihan air dari darah. Zat yang disaring dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Zat yang dibutuhkan diserap kembali di tubulus. Proses ini lebih kompleks daripada sekadar fungsi alat pemurni air.\n\nGinjal mengatur elektrolit seperti natrium dan kalium. Ginjal juga berperan dalam keseimbangan asam dan basa tubuh. Ginjal turut mengatur tekanan darah melalui renin. Ginjal juga terlibat dalam hormon yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan tulang.\n\n- Mengeluarkan zat sisa dan hasil metabolisme obat\n- Mengatur volume cairan tubuh dan tekanan darah\n- Mengatur elektrolit seperti natrium dan kalium\n- Menjaga keseimbangan asam-basa\n- Mengatur sinyal pembentukan sel darah merah\n- Mengaktifkan vitamin D dan mendukung metabolisme tulang\n\nJika fungsi ginjal menurun secara berat, zat sisa dapat menumpuk. Keseimbangan cairan dan elektrolit juga dapat terganggu. Namun, menyebut kondisi ini secara langsung sebagai “darah yang tercemar” dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dalam praktik klinis, penurunan fungsi dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala.\n\n## Perbandingan penuaan ginjal dan penyakit ginjal kronis\n\nPerubahan akibat penuaan tidak sama dengan penyakit ginjal kronis. Seiring bertambahnya usia, fungsi filtrasi rata-rata dapat menurun. Besarnya perubahan pada setiap orang berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan. Ada atau tidaknya penyakit tidak dapat dipastikan berdasarkan usia saja.\n\n| Kategori | Perubahan terkait usia | Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis |\n|---|---|---|\n| Fungsi filtrasi | Dapat menurun perlahan seiring bertambahnya usia | eGFR rendah menetap atau memburuk dengan cepat |\n| Albumin urine | Dapat berada dalam rentang normal | Pengeluaran albumin dapat meningkat |\n| Durasi | Sangat bervariasi pada setiap orang | Kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan |\n| Temuan penyerta | Mungkin tidak ada gejala yang jelas | Dapat disertai hematuria, kelainan struktur, kelainan elektrolit, dan sebagainya |\n| Metode penilaian | Usia dan riwayat medis ditinjau bersama | Pemeriksaan darah, urine, dan pencitraan dinilai secara menyeluruh |\n\nNefron adalah unit fungsional ginjal yang menyaring darah. Jumlah nefron sudah berbeda pada setiap orang sejak lahir. Penuaan dan penyakit dapat mengurangi jumlah nefron yang berfungsi. Nefron yang tersisa juga dapat mengompensasi fungsi filtrasi selama beberapa waktu.\n\nBeberapa penjelasan kesehatan menyebutkan bahwa jumlah nefron pada orang berusia 60-an adalah separuh dari jumlah pada orang berusia 20-an. Angka ini bukan kriteria klinis yang berlaku bagi semua orang. Metode pengukuran dan perbedaan antarindividu juga harus ditinjau. Prevalensi menurut kelompok usia pun harus dinilai dengan memeriksa populasi penelitian dan definisinya.\n\n## Kriteria pemeriksaan penyakit ginjal kronis\n\nPenyakit ginjal kronis adalah kondisi ketika kelainan struktur atau fungsi berlangsung selama setidaknya 3 bulan. Pemeriksaan utamanya adalah eGFR berbasis kreatinin darah. Rasio albumin-kreatinin urine juga digunakan bersama. Kedua pemeriksaan tersebut memberikan informasi risiko yang berbeda.\n\n### Tahapan eGFR\n\n| Tahap | Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡ | Makna |\n|---|---:|---|\n| G1 | 90 atau lebih | Rentang normal atau tinggi |\n| G2 | 60~89 | Penurunan ringan |\n| G3a | 45~59 | Penurunan ringan hingga sedang |\n| G3b | 30~44 | Penurunan sedang hingga berat |\n| G4 | 15~29 | Penurunan berat |\n| G5 | Kurang dari 15 | Rentang gagal ginjal |\n\nG1 dan G2 saja tidak memastikan penyakit ginjal kronis. Diperlukan indikator kerusakan seperti albuminuria atau kelainan struktur. Satu kali hasil eGFR rendah juga bukan kriteria diagnosis pasti. Pengaruh penyakit akut atau dehidrasi harus diperiksa.\n\n### Tahapan albumin urine\n\n| Tahap | Satuan ACR urine: mg/g | Makna |\n|---|---:|---|\n| A1 | Kurang dari 30 | Normal atau sedikit meningkat |\n| A2 | 30~300 | Peningkatan sedang |\n| A3 | Lebih dari 300 | Peningkatan berat |\n\nDefinisi dan klasifikasi pemeriksaan dapat dilihat dalam Pedoman Praktik Klinis Penyakit Ginjal Kronis KDIGO 2024. Naskah aslinya tercantum pada halaman pedoman KDIGO dan PDF publikasinya. Hasil pemeriksaan harus ditafsirkan bersama rentang rujukan laboratorium. Tidak tersedia kutipan resmi khusus yang dapat dikutip secara langsung.\n\n## Ringkasan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan kondisi\n\nKebutuhan pemeriksaan lebih ditentukan oleh faktor risiko dan hasil sebelumnya daripada usia. Jika terdapat faktor risiko, waktu pemeriksaan dapat didiskusikan dengan tenaga medis meskipun tidak ada gejala. Jika kelainan sudah ditemukan, waktu pemeriksaan ulang menjadi hal utama. Jika diduga terjadi perubahan akut, jangan menunggu selama 3 bulan.\n\n| Kondisi | Hal yang perlu diperiksa | Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan |\n|---|---|---|\n| Menderita diabetes | eGFR, ACR urine | Periksa pengendalian gula darah dan albuminuria bersama-sama |\n| Menderita hipertensi | Tekanan darah, eGFR, ACR urine | Tinjau obat tekanan darah dan kondisi cairan tubuh bersama-sama |\n| Menderita penyakit kardiovaskular | eGFR, elektrolit, ACR urine | Risiko jantung dan ginjal saling memengaruhi |\n| Memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal | Riwayat medis, pemeriksaan darah dan urine | Kemungkinan penyakit keturunan perlu dinilai secara terpisah |\n| Sering mengonsumsi obat pereda nyeri | Daftar obat, eGFR | Beri tahu tenaga medis mengenai dosis dan lama penggunaan |\n| Berusia lanjut atau memiliki massa otot rendah | eGFR dan kondisi klinis | Perkiraan berbasis kreatinin mungkin mengandung kesalahan |\n| Hasil pemeriksaan tiba-tiba memburuk | Pemeriksaan ulang, volume urine, elektrolit | Segera nilai kemungkinan cedera ginjal akut |\n\n## Urutan memeriksa hasil pemeriksaan ginjal\n\nPemeriksaan ginjal dinilai dengan menghubungkan hasil pemeriksaan darah dan urine. Penyebabnya dapat terlewat jika hanya satu nilai yang dilihat secara terpisah. Perbandingan dengan hasil terdahulu dapat menunjukkan laju perubahan. Persiapan konsultasi dapat dilakukan dengan urutan berikut.\n\n1. Cari kreatinin serum dan eGFR pada lembar hasil pemeriksaan kesehatan.\n2. Periksa hasil proteinuria atau ACR pada pemeriksaan urine.\n3. Catat tanggal dan nilai pemeriksaan terdahulu secara berdampingan.\n4. Susun informasi mengenai diabetes, hipertensi, dan obat yang dikonsumsi.\n5. Jika terdapat kelainan, tanyakan waktu pemeriksaan ulang dan penyebabnya kepada tenaga medis.\n6. Pastikan melalui pemeriksaan lanjutan apakah kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan.\n\n## Contoh perhitungan\n\nRasio menurut kelompok usia hanya dapat dibandingkan secara sederhana jika penyebutnya sama. “Satu dari tiga orang berusia 70-an” adalah sekitar 33.3%. “Satu dari dua orang berusia 80-an” adalah 50%. Selisih kedua rasio tersebut sekitar 16.7 poin persentase.\n\nPerhitungan ini adalah contoh mengubah pecahan yang disebutkan menjadi persentase. Ini bukan hasil perhitungan peluang seseorang terkena penyakit. Negara tempat survei dan sampel untuk angka tersebut belum dikonfirmasi. Untuk mengutipnya sebagai statistik resmi, laporan aslinya harus ditemukan terlebih dahulu.\n\n## Kesalahan dan kesalahpahaman umum\n\nKesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap ginjal normal jika urine masih keluar. Volume urine dapat tetap terjaga meskipun fungsi ginjal menurun. Sebaliknya, penurunan volume urine juga dapat disebabkan oleh dehidrasi atau sumbatan saluran kemih. Penyebabnya tidak dapat dibedakan hanya berdasarkan volume urine.\n\n- Menyimpulkan penyakit ginjal kronis hanya karena eGFR pernah rendah satu kali.\n- Hanya melihat eGFR normal tanpa memeriksa albuminuria.\n- Memastikan proteinuria hanya berdasarkan urine berbusa.\n- Menafsirkan semua edema sebagai masalah ginjal.\n- Mengonsumsi produk kesehatan seperti obat terapi.\n- Menyembunyikan penggunaan obat pereda nyeri dan suplemen.\n- Menganggap penurunan fungsi wajar karena usia lanjut dan mengabaikannya.\n\nDialisis bukan terapi yang hanya dimulai setelah urine berhenti sepenuhnya. Gejala dan kelainan elektrolit juga dipertimbangkan bersama. Waktu untuk memulai dialisis tidak ditentukan berdasarkan satu nilai eGFR saja. Keputusan terapi memerlukan penilaian dokter spesialis ginjal.\n\n## Pengelolaan gaya hidup untuk menjaga kesehatan ginjal\n\nPengelolaan gaya hidup harus diarahkan untuk mengurangi beban tambahan pada ginjal. Jika menderita diabetes, ikuti rencana pengendalian gula darah. Jika menderita hipertensi, tentukan target tekanan darah bersama tenaga medis. Jangan menghentikan obat resep atas keputusan sendiri.\n\nMengurangi asupan garam dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan cairan tubuh. Minum banyak air tanpa pertimbangan bukanlah cara yang tepat. Pembatasan cairan mungkin diperlukan pada penyakit jantung atau penyakit ginjal stadium lanjut. Jumlah yang disarankan bagi setiap orang ditentukan melalui konsultasi medis.\n\nAktivitas fisik teratur mendukung tekanan darah dan kesehatan metabolik. Merokok meningkatkan risiko kardiovaskular dan ginjal. Untuk obat pereda nyeri tanpa resep, periksa kandungan dan lama penggunaannya. Interaksi produk kesehatan fungsional juga harus diperiksa sebelum dikonsumsi.\n\n## Hubungan ginjal dengan usia hidup sehat\n\nKesehatan ginjal berkaitan dengan usia hidup sehat yang memungkinkan seseorang mempertahankan kehidupan mandiri. Penyakit ginjal dinilai bersama risiko penyakit kardiovaskular. Anemia dan kelainan metabolisme tulang juga dapat memengaruhi kemampuan beraktivitas. Tujuan deteksi dini adalah mengurangi komplikasi tersebut.\n\nPengelolaan hasil pemeriksaan secara berkelanjutan merupakan cara yang bermanfaat. Catat nilai absolut eGFR sekaligus arah perubahannya. Bandingkan pula ACR urine pada periode yang sama. Pencatatan tekanan darah dan perubahan obat juga membantu penafsiran saat konsultasi.\n\n## Tanda yang memerlukan pemeriksaan medis segera\n\nPenurunan volume urine secara tiba-tiba atau memburuknya kondisi tubuh secara keseluruhan memerlukan penilaian segera. Pemeriksaan juga harus segera dilakukan jika timbul sesak napas atau edema berat. Muntah terus-menerus dan perubahan kesadaran juga dapat menjadi tanda kegawatdaruratan. Stadium penyakit tidak boleh diperkirakan hanya berdasarkan gejala.\n\nDalam situasi berikut, segera hubungi fasilitas medis.\n\n- Volume urine tiba-tiba berkurang drastis\n- Timbul sesak napas atau edema yang memburuk dengan cepat\n- Pusing dan lemas berlanjut setelah dehidrasi berat\n- Hematuria berulang atau terlihat bekuan darah\n- Volume urine berkurang atau muncul ruam di seluruh tubuh setelah mengonsumsi obat\n- Diberi tahu bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan kalium\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\nPenyakit ginjal mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan darah dan urine lebih bermanfaat jika terdapat faktor risiko. Kondisi normal tidak boleh dinilai hanya berdasarkan usia atau tampilan urine. Jawaban di bawah ini menjelaskan prinsip pemeriksaan secara umum.","content_html":"\u003cp\u003eKesehatan ginjal tidak hanya berkaitan dengan pembuangan zat sisa, tetapi juga pengaturan cairan tubuh, elektrolit, dan tekanan darah. Fungsinya dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi penyakit ginjal kronis tidak didiagnosis berdasarkan usia saja. eGFR darah dan albumin urine harus dinilai bersama serta dipastikan apakah kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerdasarkan Pedoman Praktik Klinis Penyakit Ginjal Kronis KDIGO 2024\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#fungsi-ginjal\" class=\"anchor\" id=\"fungsi-ginjal\"\u003e\u003c/a\u003eFungsi ginjal\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eGinjal menyaring zat sisa dan kelebihan air dari darah. Zat yang disaring dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Zat yang dibutuhkan diserap kembali di tubulus. Proses ini lebih kompleks daripada sekadar fungsi alat pemurni air.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGinjal mengatur elektrolit seperti natrium dan kalium. Ginjal juga berperan dalam keseimbangan asam dan basa tubuh. Ginjal turut mengatur tekanan darah melalui renin. Ginjal juga terlibat dalam hormon yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan tulang.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMengeluarkan zat sisa dan hasil metabolisme obat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengatur volume cairan tubuh dan tekanan darah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengatur elektrolit seperti natrium dan kalium\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenjaga keseimbangan asam-basa\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengatur sinyal pembentukan sel darah merah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengaktifkan vitamin D dan mendukung metabolisme tulang\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eJika fungsi ginjal menurun secara berat, zat sisa dapat menumpuk. Keseimbangan cairan dan elektrolit juga dapat terganggu. Namun, menyebut kondisi ini secara langsung sebagai “darah yang tercemar” dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dalam praktik klinis, penurunan fungsi dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbandingan-penuaan-ginjal-dan-penyakit-ginjal-kronis\" class=\"anchor\" id=\"perbandingan-penuaan-ginjal-dan-penyakit-ginjal-kronis\"\u003e\u003c/a\u003ePerbandingan penuaan ginjal dan penyakit ginjal kronis\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePerubahan akibat penuaan tidak sama dengan penyakit ginjal kronis. Seiring bertambahnya usia, fungsi filtrasi rata-rata dapat menurun. Besarnya perubahan pada setiap orang berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan. Ada atau tidaknya penyakit tidak dapat dipastikan berdasarkan usia saja.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePerubahan terkait usia\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eKelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eFungsi filtrasi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perubahan terkait usia\"\u003eDapat menurun perlahan seiring bertambahnya usia\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\"\u003eeGFR rendah menetap atau memburuk dengan cepat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eAlbumin urine\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perubahan terkait usia\"\u003eDapat berada dalam rentang normal\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\"\u003ePengeluaran albumin dapat meningkat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eDurasi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perubahan terkait usia\"\u003eSangat bervariasi pada setiap orang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\"\u003eKelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eTemuan penyerta\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perubahan terkait usia\"\u003eMungkin tidak ada gejala yang jelas\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\"\u003eDapat disertai hematuria, kelainan struktur, kelainan elektrolit, dan sebagainya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eMetode penilaian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perubahan terkait usia\"\u003eUsia dan riwayat medis ditinjau bersama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kelainan yang dinilai pada penyakit ginjal kronis\"\u003ePemeriksaan darah, urine, dan pencitraan dinilai secara menyeluruh\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eNefron adalah unit fungsional ginjal yang menyaring darah. Jumlah nefron sudah berbeda pada setiap orang sejak lahir. Penuaan dan penyakit dapat mengurangi jumlah nefron yang berfungsi. Nefron yang tersisa juga dapat mengompensasi fungsi filtrasi selama beberapa waktu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBeberapa penjelasan kesehatan menyebutkan bahwa jumlah nefron pada orang berusia 60-an adalah separuh dari jumlah pada orang berusia 20-an. Angka ini bukan kriteria klinis yang berlaku bagi semua orang. Metode pengukuran dan perbedaan antarindividu juga harus ditinjau. Prevalensi menurut kelompok usia pun harus dinilai dengan memeriksa populasi penelitian dan definisinya.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kriteria-pemeriksaan-penyakit-ginjal-kronis\" class=\"anchor\" id=\"kriteria-pemeriksaan-penyakit-ginjal-kronis\"\u003e\u003c/a\u003eKriteria pemeriksaan penyakit ginjal kronis\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePenyakit ginjal kronis adalah kondisi ketika kelainan struktur atau fungsi berlangsung selama setidaknya 3 bulan. Pemeriksaan utamanya adalah eGFR berbasis kreatinin darah. Rasio albumin-kreatinin urine juga digunakan bersama. Kedua pemeriksaan tersebut memberikan informasi risiko yang berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#tahapan-egfr\" class=\"anchor\" id=\"tahapan-egfr\"\u003e\u003c/a\u003eTahapan eGFR\u003c/h3\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTahap\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSatuan eGFR: mL/min/1.73㎡\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG1\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003e90 atau lebih\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eRentang normal atau tinggi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG2\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003e60~89\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePenurunan ringan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG3a\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003e45~59\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePenurunan ringan hingga sedang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG3b\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003e30~44\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePenurunan sedang hingga berat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG4\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003e15~29\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePenurunan berat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eG5\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan eGFR: mL/min/1.73㎡\"\u003eKurang dari 15\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eRentang gagal ginjal\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eG1 dan G2 saja tidak memastikan penyakit ginjal kronis. Diperlukan indikator kerusakan seperti albuminuria atau kelainan struktur. Satu kali hasil eGFR rendah juga bukan kriteria diagnosis pasti. Pengaruh penyakit akut atau dehidrasi harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#tahapan-albumin-urine\" class=\"anchor\" id=\"tahapan-albumin-urine\"\u003e\u003c/a\u003eTahapan albumin urine\u003c/h3\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTahap\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSatuan ACR urine: mg/g\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eA1\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan ACR urine: mg/g\"\u003eKurang dari 30\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eNormal atau sedikit meningkat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eA2\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan ACR urine: mg/g\"\u003e30~300\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePeningkatan sedang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahap\"\u003eA3\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Satuan ACR urine: mg/g\"\u003eLebih dari 300\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePeningkatan berat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eDefinisi dan klasifikasi pemeriksaan dapat dilihat dalam Pedoman Praktik Klinis Penyakit Ginjal Kronis KDIGO 2024. Naskah aslinya tercantum pada halaman pedoman KDIGO dan PDF publikasinya. Hasil pemeriksaan harus ditafsirkan bersama rentang rujukan laboratorium. Tidak tersedia kutipan resmi khusus yang dapat dikutip secara langsung.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#ringkasan-kebutuhan-pemeriksaan-berdasarkan-kondisi\" class=\"anchor\" id=\"ringkasan-kebutuhan-pemeriksaan-berdasarkan-kondisi\"\u003e\u003c/a\u003eRingkasan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan kondisi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKebutuhan pemeriksaan lebih ditentukan oleh faktor risiko dan hasil sebelumnya daripada usia. Jika terdapat faktor risiko, waktu pemeriksaan dapat didiskusikan dengan tenaga medis meskipun tidak ada gejala. Jika kelainan sudah ditemukan, waktu pemeriksaan ulang menjadi hal utama. Jika diduga terjadi perubahan akut, jangan menunggu selama 3 bulan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKondisi\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu diperiksa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eMenderita diabetes\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eeGFR, ACR urine\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003ePeriksa pengendalian gula darah dan albuminuria bersama-sama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eMenderita hipertensi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eTekanan darah, eGFR, ACR urine\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003eTinjau obat tekanan darah dan kondisi cairan tubuh bersama-sama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eMenderita penyakit kardiovaskular\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eeGFR, elektrolit, ACR urine\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003eRisiko jantung dan ginjal saling memengaruhi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eMemiliki riwayat keluarga penyakit ginjal\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eRiwayat medis, pemeriksaan darah dan urine\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003eKemungkinan penyakit keturunan perlu dinilai secara terpisah\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eSering mengonsumsi obat pereda nyeri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eDaftar obat, eGFR\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003eBeri tahu tenaga medis mengenai dosis dan lama penggunaan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eBerusia lanjut atau memiliki massa otot rendah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eeGFR dan kondisi klinis\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003ePerkiraan berbasis kreatinin mungkin mengandung kesalahan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi\"\u003eHasil pemeriksaan tiba-tiba memburuk\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003ePemeriksaan ulang, volume urine, elektrolit\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan\"\u003eSegera nilai kemungkinan cedera ginjal akut\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#urutan-memeriksa-hasil-pemeriksaan-ginjal\" class=\"anchor\" id=\"urutan-memeriksa-hasil-pemeriksaan-ginjal\"\u003e\u003c/a\u003eUrutan memeriksa hasil pemeriksaan ginjal\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePemeriksaan ginjal dinilai dengan menghubungkan hasil pemeriksaan darah dan urine. Penyebabnya dapat terlewat jika hanya satu nilai yang dilihat secara terpisah. Perbandingan dengan hasil terdahulu dapat menunjukkan laju perubahan. Persiapan konsultasi dapat dilakukan dengan urutan berikut.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003eCari kreatinin serum dan eGFR pada lembar hasil pemeriksaan kesehatan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa hasil proteinuria atau ACR pada pemeriksaan urine.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eCatat tanggal dan nilai pemeriksaan terdahulu secara berdampingan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSusun informasi mengenai diabetes, hipertensi, dan obat yang dikonsumsi.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika terdapat kelainan, tanyakan waktu pemeriksaan ulang dan penyebabnya kepada tenaga medis.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePastikan melalui pemeriksaan lanjutan apakah kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#contoh-perhitungan\" class=\"anchor\" id=\"contoh-perhitungan\"\u003e\u003c/a\u003eContoh perhitungan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eRasio menurut kelompok usia hanya dapat dibandingkan secara sederhana jika penyebutnya sama. “Satu dari tiga orang berusia 70-an” adalah sekitar 33.3%. “Satu dari dua orang berusia 80-an” adalah 50%. Selisih kedua rasio tersebut sekitar 16.7 poin persentase.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePerhitungan ini adalah contoh mengubah pecahan yang disebutkan menjadi persentase. Ini bukan hasil perhitungan peluang seseorang terkena penyakit. Negara tempat survei dan sampel untuk angka tersebut belum dikonfirmasi. Untuk mengutipnya sebagai statistik resmi, laporan aslinya harus ditemukan terlebih dahulu.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kesalahan-dan-kesalahpahaman-umum\" class=\"anchor\" id=\"kesalahan-dan-kesalahpahaman-umum\"\u003e\u003c/a\u003eKesalahan dan kesalahpahaman umum\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap ginjal normal jika urine masih keluar. Volume urine dapat tetap terjaga meskipun fungsi ginjal menurun. Sebaliknya, penurunan volume urine juga dapat disebabkan oleh dehidrasi atau sumbatan saluran kemih. Penyebabnya tidak dapat dibedakan hanya berdasarkan volume urine.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eMenyimpulkan penyakit ginjal kronis hanya karena eGFR pernah rendah satu kali.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHanya melihat eGFR normal tanpa memeriksa albuminuria.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMemastikan proteinuria hanya berdasarkan urine berbusa.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenafsirkan semua edema sebagai masalah ginjal.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengonsumsi produk kesehatan seperti obat terapi.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenyembunyikan penggunaan obat pereda nyeri dan suplemen.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenganggap penurunan fungsi wajar karena usia lanjut dan mengabaikannya.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eDialisis bukan terapi yang hanya dimulai setelah urine berhenti sepenuhnya. Gejala dan kelainan elektrolit juga dipertimbangkan bersama. Waktu untuk memulai dialisis tidak ditentukan berdasarkan satu nilai eGFR saja. Keputusan terapi memerlukan penilaian dokter spesialis ginjal.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pengelolaan-gaya-hidup-untuk-menjaga-kesehatan-ginjal\" class=\"anchor\" id=\"pengelolaan-gaya-hidup-untuk-menjaga-kesehatan-ginjal\"\u003e\u003c/a\u003ePengelolaan gaya hidup untuk menjaga kesehatan ginjal\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePengelolaan gaya hidup harus diarahkan untuk mengurangi beban tambahan pada ginjal. Jika menderita diabetes, ikuti rencana pengendalian gula darah. Jika menderita hipertensi, tentukan target tekanan darah bersama tenaga medis. Jangan menghentikan obat resep atas keputusan sendiri.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMengurangi asupan garam dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan cairan tubuh. Minum banyak air tanpa pertimbangan bukanlah cara yang tepat. Pembatasan cairan mungkin diperlukan pada penyakit jantung atau penyakit ginjal stadium lanjut. Jumlah yang disarankan bagi setiap orang ditentukan melalui konsultasi medis.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAktivitas fisik teratur mendukung tekanan darah dan kesehatan metabolik. Merokok meningkatkan risiko kardiovaskular dan ginjal. Untuk obat pereda nyeri tanpa resep, periksa kandungan dan lama penggunaannya. Interaksi produk kesehatan fungsional juga harus diperiksa sebelum dikonsumsi.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hubungan-ginjal-dengan-usia-hidup-sehat\" class=\"anchor\" id=\"hubungan-ginjal-dengan-usia-hidup-sehat\"\u003e\u003c/a\u003eHubungan ginjal dengan usia hidup sehat\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKesehatan ginjal berkaitan dengan usia hidup sehat yang memungkinkan seseorang mempertahankan kehidupan mandiri. Penyakit ginjal dinilai bersama risiko penyakit kardiovaskular. Anemia dan kelainan metabolisme tulang juga dapat memengaruhi kemampuan beraktivitas. Tujuan deteksi dini adalah mengurangi komplikasi tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePengelolaan hasil pemeriksaan secara berkelanjutan merupakan cara yang bermanfaat. Catat nilai absolut eGFR sekaligus arah perubahannya. Bandingkan pula ACR urine pada periode yang sama. Pencatatan tekanan darah dan perubahan obat juga membantu penafsiran saat konsultasi.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#tanda-yang-memerlukan-pemeriksaan-medis-segera\" class=\"anchor\" id=\"tanda-yang-memerlukan-pemeriksaan-medis-segera\"\u003e\u003c/a\u003eTanda yang memerlukan pemeriksaan medis segera\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePenurunan volume urine secara tiba-tiba atau memburuknya kondisi tubuh secara keseluruhan memerlukan penilaian segera. Pemeriksaan juga harus segera dilakukan jika timbul sesak napas atau edema berat. Muntah terus-menerus dan perubahan kesadaran juga dapat menjadi tanda kegawatdaruratan. Stadium penyakit tidak boleh diperkirakan hanya berdasarkan gejala.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam situasi berikut, segera hubungi fasilitas medis.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eVolume urine tiba-tiba berkurang drastis\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTimbul sesak napas atau edema yang memburuk dengan cepat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePusing dan lemas berlanjut setelah dehidrasi berat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHematuria berulang atau terlihat bekuan darah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eVolume urine berkurang atau muncul ruam di seluruh tubuh setelah mengonsumsi obat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eDiberi tahu bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan kalium\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePenyakit ginjal mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan darah dan urine lebih bermanfaat jika terdapat faktor risiko. Kondisi normal tidak boleh dinilai hanya berdasarkan usia atau tampilan urine. Jawaban di bawah ini menjelaskan prinsip pemeriksaan secara umum.\u003c/p\u003e\n","tags":["Kesehatan ginjal","Penyakit ginjal kronis","Pemeriksaan kesehatan","Fungsi ginjal","Penuaan sehat"],"faqs":[{"question":"Jika buang air kecil lancar, apakah fungsi ginjal juga normal?","answer":"Meskipun volume urine tetap terjaga, fungsi penyaringan dapat menurun. Pemeriksaan eGFR darah dan albumin urine perlu diperiksa bersama."},{"question":"Jika eGFR kurang dari 60, apakah itu langsung berarti penyakit ginjal kronis?","answer":"Diagnosis tidak ditetapkan hanya berdasarkan satu hasil. Perlu dipastikan apakah kelainan berlangsung selama setidaknya 3 bulan, serta ditinjau pula pengaruh penyakit akut atau dehidrasi."},{"question":"Apakah seseorang tetap dapat menderita penyakit ginjal meskipun eGFR normal?","answer":"Hal itu mungkin terjadi jika terdapat albuminuria atau kelainan struktural. Dalam rentang G1 atau G2, indikator kerusakan ginjal lainnya diperlukan untuk diagnosis."},{"question":"Jika urine berbusa, apakah itu berarti proteinuria?","answer":"Busa juga dipengaruhi oleh kecepatan aliran atau konsentrasi urine. Urine berbusa yang berulang perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan objektif seperti ACR urine."},{"question":"Apakah semua penurunan fungsi ginjal seiring bertambahnya usia merupakan hal yang normal?","answer":"Rata-rata eGFR dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi tidak semua penurunan merupakan hal yang normal. Laju perubahan, albuminuria, dan penyakit penyerta perlu dinilai bersama."},{"question":"Apakah perlu minum banyak air untuk menjaga kesehatan ginjal?","answer":"Tidak semua orang perlu minum banyak air. Jika terdapat penyakit jantung atau penyakit ginjal stadium lanjut, jumlah asupan cairan perlu ditentukan bersama tenaga medis."},{"question":"Pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan bersama untuk memeriksa ginjal?","answer":"Pada dasarnya, eGFR berbasis kreatinin serum dan rasio albumin-kreatinin urine diperiksa bersama. Jika diperlukan, urinalisis, pemeriksaan elektrolit, dan pemeriksaan pencitraan dapat ditambahkan."},{"question":"Jika fungsi ginjal rendah, apakah dialisis langsung dilakukan?","answer":"Keputusan untuk melakukan dialisis tidak ditentukan hanya berdasarkan eGFR. Keputusan dibuat dengan mempertimbangkan secara menyeluruh gejala, status cairan, kelainan elektrolit, dan respons terhadap pengobatan."}],"sources":[{"url":"https://kdigo.org/wp-content/uploads/2024/03/KDIGO-2024-CKD-Guideline.pdf","title":"Pedoman Praktik Klinis KDIGO 2024 untuk Evaluasi dan Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronis","type":"source"},{"url":"https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidneys-how-they-work","title":"NIDDK Ginjal Anda \u0026 Cara Kerjanya","type":"source"},{"url":"https://www.cdc.gov/kidney-disease/about/index.html","title":"CDC Tentang Penyakit Ginjal Kronis","type":"source"},{"url":"https://www.kidney.org/kidney-topics/estimated-glomerular-filtration-rate-egfr","title":"National Kidney Foundation Perkiraan Laju Filtrasi Glomerulus","type":"data_point"}],"images":[{"id":1238,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTc2NTEsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--a463af328cdaeda59f5de172aaedf1c532292a60/ai-4eef17b5.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_photo","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"진료실에서 소변 용기와 혈액 검체를 앞에 두고 의료진과 상담하는 고령 여성","caption":"고령 여성이 콩팥 관련 안내문이 있는 진료실에서 의료진과 검사에 관해 상담하고 있다.","description":null},"en":{"alt":"Older woman consulting a clinician with urine and blood samples on a tray","caption":"An older woman discusses testing with a clinician in an exam room displaying kidney information.","description":null},"ja":{"alt":"尿容器と血液検体を前に医療従事者と話す高齢女性","caption":"高齢女性が腎臓の資料が掲示された診察室で検査について相談している。","description":null},"es":{"alt":"Mujer mayor hablando con una profesional de salud junto a muestras de orina y sangre","caption":"Una mujer mayor consulta sobre pruebas en una sala con información sobre los riñones.","description":null},"id":{"alt":"Perempuan lansia berbicara dengan tenaga medis di depan sampel urine dan darah","caption":"Seorang perempuan lansia berkonsultasi tentang pemeriksaan di ruang dengan informasi ginjal.","description":null},"pt":{"alt":"Mulher idosa conversa com profissional de saúde diante de amostras de urina e sangue","caption":"Uma mulher idosa conversa sobre exames em uma sala com informações sobre os rins.","description":null},"zh-hant":{"alt":"年長女性在診間與醫護人員交談，桌上放著尿液容器和血液檢體","caption":"年長女性在張貼腎臟資訊的診間與醫護人員討論檢查。","description":null},"de":{"alt":"Ältere Frau spricht mit einer Fachkraft vor Urin- und Blutproben auf einem Tablett","caption":"Eine ältere Frau bespricht Untersuchungen in einem Behandlungsraum mit Niereninformationen.","description":null}}},{"id":1239,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTc2NTcsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--e71a0c29ed414cccdcbe0d64070c9f4a30d82ec7/ai-8dda18ca.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"콩팥 모형과 혈액·소변 검체, 검사표, 연속된 달력, 모래시계가 놓인 의료 일러스트","caption":"콩팥 검사 수치를 3개월 동안 추적하는 과정을 나타낸다.","description":null},"en":{"alt":"Kidneys with blood and urine samples, test charts, calendars, and an hourglass","caption":"The illustration represents tracking kidney test results over three months.","description":null},"ja":{"alt":"腎臓と血液・尿の検体、検査表、連続するカレンダー、砂時計のイラスト","caption":"腎機能の検査値を3か月にわたり追跡する流れを示している。","description":null},"es":{"alt":"Riñones con muestras de sangre y orina, gráficos, calendarios y un reloj de arena","caption":"La ilustración representa el seguimiento de las pruebas renales durante tres meses.","description":null},"id":{"alt":"Ginjal dengan sampel darah dan urine, grafik pemeriksaan, kalender, serta jam pasir","caption":"Ilustrasi ini menunjukkan pemantauan hasil pemeriksaan ginjal selama tiga bulan.","description":null},"pt":{"alt":"Rins com amostras de sangue e urina, gráficos, calendários e uma ampulheta","caption":"A ilustração representa o acompanhamento dos exames renais durante três meses.","description":null},"zh-hant":{"alt":"腎臟、血液與尿液檢體、檢查圖表、連續日曆及沙漏的醫療插圖","caption":"插圖呈現連續三個月追蹤腎功能檢查結果的過程。","description":null},"de":{"alt":"Nieren mit Blut- und Urinproben, Testdiagrammen, Kalendern und einer Sanduhr","caption":"Die Illustration zeigt die Beobachtung von Nierenwerten über drei Monate.","description":null}}}],"published_at":"2026-09-12T16:05:01+09:00","updated_at":"2026-09-12T16:05:01+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/kidney-health-aging-egfr-albumin-test-guide"}