{"content_id":"6uaaqfew02","slug":"what-is-value-added-tax-vat-korea","locale":"id","schema_type":"Article","category":"knowledge_base","category_name":"Basis Pengetahuan","title":"Apa itu PPN dan bagaimana cara menentukannya?","summary":"Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang baru muncul dalam proses transaksi barang atau jasa, dan struktur dasar bagi wajib pajak umum adalah mengurangkan pajak masukan dari pajak keluaran. Karena pelaku usaha menerima, melaporkan, dan membayar PPN yang ditanggung konsumen, PPN harus dikelola agar tidak digunakan seperti laba bersih pelaku usaha.","author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang timbul dalam proses transaksi barang atau jasa.","Tarif dasar Pajak Pertambahan Nilai bagi wajib pajak umum adalah 10%, dan jumlah pajak yang harus dibayar pada prinsipnya adalah pajak keluaran dikurangi pajak masukan yang dapat dikreditkan.","Nilai penyerahan adalah harga tanpa PPN, sedangkan harga penyerahan adalah harga yang sudah termasuk PPN.","Jika pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran, wajib pajak umum dapat menerima restitusi PPN sesuai persyaratan.","Karena PPN ditanggung oleh konsumen akhir dan dilaporkan serta dibayarkan oleh pelaku usaha, lebih aman bagi pelaku usaha untuk mengelola PPN yang diterima secara terpisah."],"content_markdown":"## Sekilas tentang pajak pertambahan nilai\n\nPajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai baru yang diciptakan oleh pengusaha dalam proses menjual barang atau menyediakan jasa, yaitu nilai tambah. Di Korea, sebagian besar transaksi kena pajak umum dikenakan tarif 10%.\n\nHal inti yang paling pertama harus dipahami oleh pengusaha pemula adalah satu kalimat berikut.\n\n\u003e Pada prinsipnya, jumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar oleh pengusaha kena pajak umum adalah jumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan.\n\nDengan kata lain, pengusaha tidak membayar seluruh PPN yang diterima saat menjual begitu saja, melainkan melaporkan dan membayar jumlah yang tersisa setelah mengurangi PPN yang sudah ditanggung saat melakukan pembelian untuk bisnis.\n\n## Definisi dasar pajak pertambahan nilai\n\nPajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan barang, penyerahan jasa, impor barang tertentu, dan sebagainya. Dalam praktik, sering disingkat sebagai ‘PPN’.\n\n### Apa itu nilai tambah?\n\nNilai tambah adalah nilai baru yang ditambahkan oleh pengusaha dalam proses transaksi. Dari sudut pandang pengusaha pemula, secara umum dapat dipahami seperti berikut.\n\n| Kategori | Makna |\n|---|---|\n| Penjualan | Jumlah yang diterima dari penjualan barang atau jasa, tidak termasuk PPN |\n| Pembelian | Jumlah yang dikeluarkan untuk membuat atau menjual barang, tidak termasuk PPN |\n| Nilai tambah | Nilai baru yang diciptakan setelah mengurangi pembelian dan lain-lain dari penjualan |\n\nMisalnya, jika Anda membeli bahan seharga 600.000 won, membuat produk, lalu menjualnya seharga 1.000.000 won, maka nilai tambah yang disederhanakan adalah 400.000 won. Jika tarif dasar 10% untuk pengusaha kena pajak umum diterapkan, PPN yang sesuai dengan nilai tambah ini menjadi 40.000 won.\n\nNamun, dalam pelaporan sebenarnya, bukan dengan cara sekadar mengalikan tarif pajak pada laba dalam laporan laba rugi, melainkan menghitung PPN keluaran dan PPN masukan berdasarkan bukti seperti faktur pajak, penjualan kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya.\n\n## Siapa yang menanggung PPN dan siapa yang membayarnya?\n\nCiri penting PPN adalah orang yang secara nyata menanggung pajak berbeda dengan orang yang melaporkan dan membayar pajak.\n\n| Peran | Penjelasan |\n|---|---|\n| Penanggung pajak | Orang yang secara ekonomi menanggung pajak. Umumnya adalah konsumen akhir. |\n| Wajib pajak | Orang yang harus melaporkan dan membayar pajak. Umumnya adalah pengusaha. |\n\nKonsumen menanggung PPN yang termasuk dalam harga saat membeli barang atau jasa. Pengusaha menerima PPN tersebut atas nama negara, menyimpannya, lalu membayarkannya kepada negara pada periode pelaporan yang ditentukan.\n\nKarena itu, PPN yang diterima pengusaha dari pelanggan bukanlah laba bersih. Meskipun masuk ke rekening, pada dasarnya itu adalah jumlah yang nantinya harus dilaporkan dan dibayar. Agar tidak mengalami kekurangan dana pada saat pembayaran PPN, akan membantu jika setiap kali terjadi penjualan, estimasi PPN dipisahkan ke rekening tersendiri.\n\n## Inti perhitungan PPN: PPN keluaran dan PPN masukan\n\nUntuk memahami pajak pertambahan nilai, Anda harus membedakan PPN keluaran dan PPN masukan.\n\n| Istilah | Arti | Contoh |\n|---|---|---|\n| PPN keluaran | PPN yang diterima saat menjual barang atau jasa | Nilai penyerahan 1.000.000 won × 10% = 100.000 won |\n| PPN masukan | PPN yang dibayar saat membeli barang atau jasa | Nilai penyerahan 600.000 won × 10% = 60.000 won |\n| Pajak yang harus dibayar | Jumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan | 100.000 won - 60.000 won = 40.000 won |\n\nRumus dasar untuk pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.\n\n```text\nPajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan\n```\n\nJika PPN masukan lebih besar daripada PPN keluaran, pengusaha kena pajak umum dapat menerima pengembalian selisih tersebut apabila memenuhi persyaratan. Namun, tidak semua PPN masukan selalu dapat dikreditkan. Pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan usaha, PPN masukan terkait biaya jamuan, sebagian pengeluaran terkait mobil penumpang, dan sebagainya dapat dibatasi pengkreditannya menurut peraturan perundang-undangan, sehingga sebelum pelaporan sebenarnya, bukti dan kemungkinan pengkreditan harus diperiksa.\n\n## Struktur penentuan PPN melalui contoh\n\nMari kita asumsikan bahwa pemilik A yang menjalankan toko roti melakukan transaksi sebagai berikut.\n\n| Item | Jumlah tidak termasuk PPN | PPN | Jumlah termasuk PPN |\n|---|---:|---:|---:|\n| Pembelian bahan | 600,000원 | 60,000원 | 660,000원 |\n| Penjualan produk | 1,000,000원 | 100,000원 | 1,100,000원 |\n\nPemilik A menanggung PPN masukan sebesar 60,000원 saat membeli bahan, dan menerima PPN keluaran sebesar 100,000원 dari pelanggan saat menjual roti.\n\nKarena itu, jumlah pajak yang harus dibayar secara sederhana adalah sebagai berikut.\n\n```text\nPPN keluaran 100,000원 - PPN masukan 60,000원 = pajak yang harus dibayar 40,000원\n```\n\nIni juga sama dengan 10% dari nilai tambah sebesar 400,000원 jika dilihat berdasarkan jumlah tidak termasuk PPN.\n\n```text\nPenjualan 1,000,000원 - Pembelian 600,000원 = Nilai tambah 400,000원\nNilai tambah 400,000원 × 10% = 40,000원\n```\n\nContoh ini menunjukkan mengapa pajak pertambahan nilai disebut ‘pajak atas nilai tambah’. Dalam pelaporan sebenarnya, hasilnya dapat berbeda tergantung pada jenis usaha, jenis pengenaan pajak, apakah bebas pajak atau bertarif nol, item yang dibatasi pengkreditannya, serta persyaratan bukti seperti faktur pajak.\n\n## Perbedaan antara nilai penyerahan dan jumlah penyerahan\n\nIstilah yang sering muncul saat membahas PPN adalah nilai penyerahan dan jumlah penyerahan. Jika kedua istilah ini tertukar, mudah terjadi kesalahpahaman atas penawaran harga, faktur pajak, penyelesaian penjualan kartu, dan jumlah pelaporan.\n\n| Istilah | Makna | Contoh perhitungan |\n|---|---|---|\n| Nilai penyerahan | Harga barang atau jasa yang belum termasuk PPN | 100,000원 |\n| PPN | Jumlah pajak yang diterapkan pada nilai penyerahan | 100,000원 × 10% = 10,000원 |\n| Jumlah penyerahan | Total nilai transaksi yang sudah termasuk PPN | 110,000원 |\n\nJika tarif 10% diterapkan pada transaksi kena pajak umum, hubungan perhitungannya adalah sebagai berikut.\n\n```text\nJumlah penyerahan = Nilai penyerahan + PPN\nPPN = Nilai penyerahan × 10%\nJumlah penyerahan = Nilai penyerahan × 1.1\nNilai penyerahan = Jumlah penyerahan ÷ 1.1\n```\n\nMisalnya, jika konsumen membayar 110,000원, di dalamnya dapat dianggap termasuk nilai penyerahan 100,000원 dan PPN 10,000원.\n\n## Perbedaan antara pengusaha kena pajak umum, pengusaha kena pajak sederhana, dan pengusaha bebas pajak\n\nPPN tidak diterapkan dengan cara yang sama kepada semua pengusaha. Struktur pelaporan dan pembayaran dapat berbeda tergantung pada jenis pengenaan pajak dan bidang usaha.\n\n| Kategori | Ciri utama | Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN |\n|---|---|---|\n| Pengusaha kena pajak umum | Pengusaha yang dikenai cara pengenaan PPN umum | Struktur dasarnya adalah mengurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan dari PPN keluaran. |\n| Pengusaha kena pajak sederhana | Jenis pengenaan pajak yang diterapkan kepada pengusaha kecil yang memenuhi persyaratan tertentu | Cara perhitungannya berbeda dari pengusaha kena pajak umum karena mencerminkan rasio nilai tambah menurut jenis usaha dan lain-lain. |\n| Pengusaha bebas pajak | Pengusaha yang menyediakan barang atau jasa yang dibebaskan dari PPN | Tidak memungut PPN dalam transaksi, tetapi pengkreditan PPN masukan terkait juga berbeda dari pengusaha kena pajak umum. |\n| Pengusaha dengan penerapan tarif nol | Pengusaha yang melakukan transaksi tertentu dengan tarif 0% | PPN keluaran adalah 0, tetapi jika memenuhi persyaratan, pengembalian PPN masukan terkait dapat dimungkinkan. |\n\nPengusaha pemula harus terlebih dahulu memeriksa jenis pengenaan pajak yang tercantum pada surat pendaftaran usahanya, apakah barang atau jasa yang disediakan termasuk kena pajak atau bebas pajak, dan apakah ada kewajiban menerbitkan faktur pajak elektronik.\n\n## Waktu pelaporan dan hal yang perlu diperhatikan dalam praktik\n\nWaktu pelaporan dan pembayaran pajak pertambahan nilai di Korea berbeda tergantung pada jenis pengusaha. Umumnya, orang pribadi pengusaha kena pajak umum sering melakukan pelaporan final pada bulan Januari dan Juli, sedangkan badan usaha melapor lebih sering, termasuk pelaporan sementara dan pelaporan final. Pengusaha kena pajak sederhana memiliki cara dan siklus pelaporan yang berbeda dari pengusaha kena pajak umum.\n\nBatas waktu pelaporan yang tepat dapat berbeda tergantung pada periode pajak terkait, jenis pengusaha, status penghentian sementara atau penutupan usaha, perubahan undang-undang pajak, dan sebagainya, sehingga panduan National Tax Service dan layar pelaporan Hometax harus selalu diperiksa.\n\n### Hal yang terutama perlu diperhatikan oleh pengusaha pemula\n\n- Jangan menggunakan PPN yang termasuk dalam penjualan seolah-olah itu adalah laba penjualan.\n- Simpan seluruh bukti yang memenuhi syarat seperti faktur pajak, faktur, slip kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya tanpa terlewat.\n- PPN atas pengeluaran yang tidak terkait dengan usaha mungkin tidak dapat dikreditkan.\n- Jika terdapat penjualan bebas pajak dan penjualan kena pajak sekaligus, perhitungan pengkreditan PPN masukan dapat menjadi rumit.\n- Penjualan yang tidak dilaporkan atau pembelian fiktif dapat meningkatkan risiko denda tambahan dan pemeriksaan pajak.\n\n## Cara sederhana untuk mengelola dana PPN\n\nKarena PPN dibayarkan sekaligus pada periode pelaporan, meskipun penjualan berlangsung stabil, beban pada saat pembayaran dapat menjadi besar jika pengelolaan dana tidak dilakukan dengan baik.\n\nDalam praktik, cara berikut dapat membantu.\n\n1. Pindahkan jumlah setara PPN dari penerimaan penjualan ke rekening terpisah.\n2. Pada akhir setiap bulan, hitung secara kasar PPN keluaran dan PPN masukan untuk memeriksa estimasi jumlah yang harus dibayar.\n3. Periksa secara berkala apakah faktur pajak sudah diterima serta bukti kartu dan tanda terima tunai sudah tersedia.\n4. Rapikan data per kuartal atau per bulan, bukan tepat sebelum pelaporan.\n5. Jika skala penjualan membesar atau struktur transaksi menjadi kompleks, konsultasikan dengan agen pajak.\n\n## Ringkasan inti\n\nPajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang diciptakan pengusaha, tetapi struktur beban ekonomi sebenarnya ditanggung oleh konsumen akhir. Pengusaha menyimpan PPN yang diterima dari konsumen, lalu melaporkan dan membayarnya.\n\nRumus terpenting berdasarkan pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.\n\n```text\nJumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan\n```\n\nDan saat melihat jumlah transaksi, nilai penyerahan dan jumlah penyerahan harus dibedakan.\n\n```text\nNilai penyerahan = Harga tidak termasuk PPN\nJumlah penyerahan = Harga termasuk PPN\n```\n\nJika Anda adalah pengusaha pemula, hal terpenting adalah menyadari PPN bukan sebagai ‘pajak yang akan dibayar nanti’, melainkan sebagai ‘uang yang sejak awal bukan milik saya’.","content_html":"\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#sekilas-tentang-pajak-pertambahan-nilai\" class=\"anchor\" id=\"sekilas-tentang-pajak-pertambahan-nilai\"\u003e\u003c/a\u003eSekilas tentang pajak pertambahan nilai\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai baru yang diciptakan oleh pengusaha dalam proses menjual barang atau menyediakan jasa, yaitu nilai tambah. Di Korea, sebagian besar transaksi kena pajak umum dikenakan tarif 10%.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHal inti yang paling pertama harus dipahami oleh pengusaha pemula adalah satu kalimat berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003ePada prinsipnya, jumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar oleh pengusaha kena pajak umum adalah jumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eDengan kata lain, pengusaha tidak membayar seluruh PPN yang diterima saat menjual begitu saja, melainkan melaporkan dan membayar jumlah yang tersisa setelah mengurangi PPN yang sudah ditanggung saat melakukan pembelian untuk bisnis.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#definisi-dasar-pajak-pertambahan-nilai\" class=\"anchor\" id=\"definisi-dasar-pajak-pertambahan-nilai\"\u003e\u003c/a\u003eDefinisi dasar pajak pertambahan nilai\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan barang, penyerahan jasa, impor barang tertentu, dan sebagainya. Dalam praktik, sering disingkat sebagai ‘PPN’.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apa-itu-nilai-tambah\" class=\"anchor\" id=\"apa-itu-nilai-tambah\"\u003e\u003c/a\u003eApa itu nilai tambah?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eNilai tambah adalah nilai baru yang ditambahkan oleh pengusaha dalam proses transaksi. Dari sudut pandang pengusaha pemula, secara umum dapat dipahami seperti berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePenjualan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eJumlah yang diterima dari penjualan barang atau jasa, tidak termasuk PPN\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePembelian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eJumlah yang dikeluarkan untuk membuat atau menjual barang, tidak termasuk PPN\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eNilai tambah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eNilai baru yang diciptakan setelah mengurangi pembelian dan lain-lain dari penjualan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eMisalnya, jika Anda membeli bahan seharga 600.000 won, membuat produk, lalu menjualnya seharga 1.000.000 won, maka nilai tambah yang disederhanakan adalah 400.000 won. Jika tarif dasar 10% untuk pengusaha kena pajak umum diterapkan, PPN yang sesuai dengan nilai tambah ini menjadi 40.000 won.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun, dalam pelaporan sebenarnya, bukan dengan cara sekadar mengalikan tarif pajak pada laba dalam laporan laba rugi, melainkan menghitung PPN keluaran dan PPN masukan berdasarkan bukti seperti faktur pajak, penjualan kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#siapa-yang-menanggung-ppn-dan-siapa-yang-membayarnya\" class=\"anchor\" id=\"siapa-yang-menanggung-ppn-dan-siapa-yang-membayarnya\"\u003e\u003c/a\u003eSiapa yang menanggung PPN dan siapa yang membayarnya?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eCiri penting PPN adalah orang yang secara nyata menanggung pajak berbeda dengan orang yang melaporkan dan membayar pajak.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003ePeran\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePenjelasan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran\"\u003ePenanggung pajak\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penjelasan\"\u003eOrang yang secara ekonomi menanggung pajak. Umumnya adalah konsumen akhir.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran\"\u003eWajib pajak\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penjelasan\"\u003eOrang yang harus melaporkan dan membayar pajak. Umumnya adalah pengusaha.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eKonsumen menanggung PPN yang termasuk dalam harga saat membeli barang atau jasa. Pengusaha menerima PPN tersebut atas nama negara, menyimpannya, lalu membayarkannya kepada negara pada periode pelaporan yang ditentukan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, PPN yang diterima pengusaha dari pelanggan bukanlah laba bersih. Meskipun masuk ke rekening, pada dasarnya itu adalah jumlah yang nantinya harus dilaporkan dan dibayar. Agar tidak mengalami kekurangan dana pada saat pembayaran PPN, akan membantu jika setiap kali terjadi penjualan, estimasi PPN dipisahkan ke rekening tersendiri.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#inti-perhitungan-ppn-ppn-keluaran-dan-ppn-masukan\" class=\"anchor\" id=\"inti-perhitungan-ppn-ppn-keluaran-dan-ppn-masukan\"\u003e\u003c/a\u003eInti perhitungan PPN: PPN keluaran dan PPN masukan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eUntuk memahami pajak pertambahan nilai, Anda harus membedakan PPN keluaran dan PPN masukan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eIstilah\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eArti\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eContoh\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003ePPN keluaran\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti\"\u003ePPN yang diterima saat menjual barang atau jasa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh\"\u003eNilai penyerahan 1.000.000 won × 10% = 100.000 won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003ePPN masukan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti\"\u003ePPN yang dibayar saat membeli barang atau jasa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh\"\u003eNilai penyerahan 600.000 won × 10% = 60.000 won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003ePajak yang harus dibayar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti\"\u003eJumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh\"\u003e100.000 won - 60.000 won = 40.000 won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eRumus dasar untuk pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003ePajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eJika PPN masukan lebih besar daripada PPN keluaran, pengusaha kena pajak umum dapat menerima pengembalian selisih tersebut apabila memenuhi persyaratan. Namun, tidak semua PPN masukan selalu dapat dikreditkan. Pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan usaha, PPN masukan terkait biaya jamuan, sebagian pengeluaran terkait mobil penumpang, dan sebagainya dapat dibatasi pengkreditannya menurut peraturan perundang-undangan, sehingga sebelum pelaporan sebenarnya, bukti dan kemungkinan pengkreditan harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#struktur-penentuan-ppn-melalui-contoh\" class=\"anchor\" id=\"struktur-penentuan-ppn-melalui-contoh\"\u003e\u003c/a\u003eStruktur penentuan PPN melalui contoh\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eMari kita asumsikan bahwa pemilik A yang menjalankan toko roti melakukan transaksi sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eItem\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eJumlah tidak termasuk PPN\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePPN\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eJumlah termasuk PPN\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Item\"\u003ePembelian bahan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Jumlah tidak termasuk PPN\"\u003e600,000원\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"PPN\"\u003e60,000원\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Jumlah termasuk PPN\"\u003e660,000원\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Item\"\u003ePenjualan produk\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Jumlah tidak termasuk PPN\"\u003e1,000,000원\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"PPN\"\u003e100,000원\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Jumlah termasuk PPN\"\u003e1,100,000원\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePemilik A menanggung PPN masukan sebesar 60,000원 saat membeli bahan, dan menerima PPN keluaran sebesar 100,000원 dari pelanggan saat menjual roti.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, jumlah pajak yang harus dibayar secara sederhana adalah sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003ePPN keluaran 100,000원 - PPN masukan 60,000원 = pajak yang harus dibayar 40,000원\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eIni juga sama dengan 10% dari nilai tambah sebesar 400,000원 jika dilihat berdasarkan jumlah tidak termasuk PPN.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003ePenjualan 1,000,000원 - Pembelian 600,000원 = Nilai tambah 400,000원\n\u003c/span\u003e\u003cspan\u003eNilai tambah 400,000원 × 10% = 40,000원\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eContoh ini menunjukkan mengapa pajak pertambahan nilai disebut ‘pajak atas nilai tambah’. Dalam pelaporan sebenarnya, hasilnya dapat berbeda tergantung pada jenis usaha, jenis pengenaan pajak, apakah bebas pajak atau bertarif nol, item yang dibatasi pengkreditannya, serta persyaratan bukti seperti faktur pajak.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-antara-nilai-penyerahan-dan-jumlah-penyerahan\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-antara-nilai-penyerahan-dan-jumlah-penyerahan\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan antara nilai penyerahan dan jumlah penyerahan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eIstilah yang sering muncul saat membahas PPN adalah nilai penyerahan dan jumlah penyerahan. Jika kedua istilah ini tertukar, mudah terjadi kesalahpahaman atas penawaran harga, faktur pajak, penyelesaian penjualan kartu, dan jumlah pelaporan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eIstilah\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eContoh perhitungan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003eNilai penyerahan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eHarga barang atau jasa yang belum termasuk PPN\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh perhitungan\"\u003e100,000원\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003ePPN\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eJumlah pajak yang diterapkan pada nilai penyerahan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh perhitungan\"\u003e100,000원 × 10% = 10,000원\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003eJumlah penyerahan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eTotal nilai transaksi yang sudah termasuk PPN\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Contoh perhitungan\"\u003e110,000원\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eJika tarif 10% diterapkan pada transaksi kena pajak umum, hubungan perhitungannya adalah sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003eJumlah penyerahan = Nilai penyerahan + PPN\n\u003c/span\u003e\u003cspan\u003ePPN = Nilai penyerahan × 10%\n\u003c/span\u003e\u003cspan\u003eJumlah penyerahan = Nilai penyerahan × 1.1\n\u003c/span\u003e\u003cspan\u003eNilai penyerahan = Jumlah penyerahan ÷ 1.1\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eMisalnya, jika konsumen membayar 110,000원, di dalamnya dapat dianggap termasuk nilai penyerahan 100,000원 dan PPN 10,000원.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-antara-pengusaha-kena-pajak-umum-pengusaha-kena-pajak-sederhana-dan-pengusaha-bebas-pajak\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-antara-pengusaha-kena-pajak-umum-pengusaha-kena-pajak-sederhana-dan-pengusaha-bebas-pajak\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan antara pengusaha kena pajak umum, pengusaha kena pajak sederhana, dan pengusaha bebas pajak\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePPN tidak diterapkan dengan cara yang sama kepada semua pengusaha. Struktur pelaporan dan pembayaran dapat berbeda tergantung pada jenis pengenaan pajak dan bidang usaha.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eCiri utama\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eDari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengusaha kena pajak umum\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri utama\"\u003ePengusaha yang dikenai cara pengenaan PPN umum\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN\"\u003eStruktur dasarnya adalah mengurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan dari PPN keluaran.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengusaha kena pajak sederhana\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri utama\"\u003eJenis pengenaan pajak yang diterapkan kepada pengusaha kecil yang memenuhi persyaratan tertentu\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN\"\u003eCara perhitungannya berbeda dari pengusaha kena pajak umum karena mencerminkan rasio nilai tambah menurut jenis usaha dan lain-lain.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengusaha bebas pajak\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri utama\"\u003ePengusaha yang menyediakan barang atau jasa yang dibebaskan dari PPN\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN\"\u003eTidak memungut PPN dalam transaksi, tetapi pengkreditan PPN masukan terkait juga berbeda dari pengusaha kena pajak umum.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengusaha dengan penerapan tarif nol\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri utama\"\u003ePengusaha yang melakukan transaksi tertentu dengan tarif 0%\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN\"\u003ePPN keluaran adalah 0, tetapi jika memenuhi persyaratan, pengembalian PPN masukan terkait dapat dimungkinkan.\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePengusaha pemula harus terlebih dahulu memeriksa jenis pengenaan pajak yang tercantum pada surat pendaftaran usahanya, apakah barang atau jasa yang disediakan termasuk kena pajak atau bebas pajak, dan apakah ada kewajiban menerbitkan faktur pajak elektronik.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#waktu-pelaporan-dan-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-praktik\" class=\"anchor\" id=\"waktu-pelaporan-dan-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-praktik\"\u003e\u003c/a\u003eWaktu pelaporan dan hal yang perlu diperhatikan dalam praktik\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eWaktu pelaporan dan pembayaran pajak pertambahan nilai di Korea berbeda tergantung pada jenis pengusaha. Umumnya, orang pribadi pengusaha kena pajak umum sering melakukan pelaporan final pada bulan Januari dan Juli, sedangkan badan usaha melapor lebih sering, termasuk pelaporan sementara dan pelaporan final. Pengusaha kena pajak sederhana memiliki cara dan siklus pelaporan yang berbeda dari pengusaha kena pajak umum.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBatas waktu pelaporan yang tepat dapat berbeda tergantung pada periode pajak terkait, jenis pengusaha, status penghentian sementara atau penutupan usaha, perubahan undang-undang pajak, dan sebagainya, sehingga panduan National Tax Service dan layar pelaporan Hometax harus selalu diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-yang-terutama-perlu-diperhatikan-oleh-pengusaha-pemula\" class=\"anchor\" id=\"hal-yang-terutama-perlu-diperhatikan-oleh-pengusaha-pemula\"\u003e\u003c/a\u003eHal yang terutama perlu diperhatikan oleh pengusaha pemula\u003c/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJangan menggunakan PPN yang termasuk dalam penjualan seolah-olah itu adalah laba penjualan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSimpan seluruh bukti yang memenuhi syarat seperti faktur pajak, faktur, slip kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya tanpa terlewat.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePPN atas pengeluaran yang tidak terkait dengan usaha mungkin tidak dapat dikreditkan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika terdapat penjualan bebas pajak dan penjualan kena pajak sekaligus, perhitungan pengkreditan PPN masukan dapat menjadi rumit.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePenjualan yang tidak dilaporkan atau pembelian fiktif dapat meningkatkan risiko denda tambahan dan pemeriksaan pajak.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#cara-sederhana-untuk-mengelola-dana-ppn\" class=\"anchor\" id=\"cara-sederhana-untuk-mengelola-dana-ppn\"\u003e\u003c/a\u003eCara sederhana untuk mengelola dana PPN\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKarena PPN dibayarkan sekaligus pada periode pelaporan, meskipun penjualan berlangsung stabil, beban pada saat pembayaran dapat menjadi besar jika pengelolaan dana tidak dilakukan dengan baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam praktik, cara berikut dapat membantu.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003ePindahkan jumlah setara PPN dari penerimaan penjualan ke rekening terpisah.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePada akhir setiap bulan, hitung secara kasar PPN keluaran dan PPN masukan untuk memeriksa estimasi jumlah yang harus dibayar.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa secara berkala apakah faktur pajak sudah diterima serta bukti kartu dan tanda terima tunai sudah tersedia.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eRapikan data per kuartal atau per bulan, bukan tepat sebelum pelaporan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika skala penjualan membesar atau struktur transaksi menjadi kompleks, konsultasikan dengan agen pajak.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#ringkasan-inti\" class=\"anchor\" id=\"ringkasan-inti\"\u003e\u003c/a\u003eRingkasan inti\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang diciptakan pengusaha, tetapi struktur beban ekonomi sebenarnya ditanggung oleh konsumen akhir. Pengusaha menyimpan PPN yang diterima dari konsumen, lalu melaporkan dan membayarnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eRumus terpenting berdasarkan pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003eJumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eDan saat melihat jumlah transaksi, nilai penyerahan dan jumlah penyerahan harus dibedakan.\u003c/p\u003e\n\u003cpre\u003e\u003ccode\u003e\u003cspan\u003eNilai penyerahan = Harga tidak termasuk PPN\n\u003c/span\u003e\u003cspan\u003eJumlah penyerahan = Harga termasuk PPN\n\u003c/span\u003e\u003c/code\u003e\u003c/pre\u003e\n\u003cp\u003eJika Anda adalah pengusaha pemula, hal terpenting adalah menyadari PPN bukan sebagai ‘pajak yang akan dibayar nanti’, melainkan sebagai ‘uang yang sejak awal bukan milik saya’.\u003c/p\u003e\n","tags":["PPN","Pelaporan pajak","Pengusaha perorangan","Pajak keluaran","Pajak masukan"],"faqs":[{"question":"Apakah PPN adalah pajak yang dibayar oleh pelaku usaha, atau pajak yang dibayar oleh konsumen?","answer":"PPN adalah pajak dengan struktur di mana konsumen akhir menanggungnya karena sudah termasuk dalam harga, dan pelaku usaha memungutnya sebagai pengganti lalu melaporkan dan membayarkannya. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mengelola PPN bukan sebagai laba penjualan, melainkan sebagai jumlah yang harus dibayarkan kemudian."},{"question":"Bagaimana cara menghitung PPN untuk wajib pajak umum?","answer":"Rumus dasar untuk wajib pajak umum adalah mengurangkan pajak masukan yang dapat dikreditkan dari pajak keluaran. Misalnya, jika pajak keluaran adalah 100,000 won dan pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah 60,000 won, maka PPN yang harus dibayar adalah 40,000 won."},{"question":"Apa perbedaan antara pajak keluaran dan pajak masukan?","answer":"Pajak keluaran adalah PPN yang diterima dari pelanggan saat menjual barang atau jasa, sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayarkan pelaku usaha saat membeli barang atau jasa. Dalam pelaporan PPN, jumlah yang harus dibayar atau dikembalikan dihitung dengan mengurangkan pajak masukan yang dapat dikreditkan dari pajak keluaran."},{"question":"Bagaimana membedakan nilai pasokan dan harga pasokan?","answer":"Nilai pasokan adalah harga yang belum termasuk PPN, sedangkan harga pasokan adalah total jumlah pembayaran yang sudah termasuk PPN. Dalam transaksi kena pajak umum 10%, 110,000 won, yaitu nilai pasokan 100,000 won ditambah PPN 10,000 won, merupakan harga pasokan."},{"question":"Bagaimana cara menghitung nilai pasokan dari harga yang sudah termasuk PPN?","answer":"Jika itu adalah transaksi kena pajak umum yang dikenakan PPN 10%, nilai pasokan dapat diperoleh dengan membagi harga pasokan, yaitu harga termasuk PPN, dengan 1.1. Misalnya, jika 110,000 won dibagi dengan 1.1, nilai pasokannya adalah 100,000 won."},{"question":"Apa yang terjadi jika pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran?","answer":"Wajib pajak umum dapat menerima pengembalian selisih jika memenuhi persyaratan dan pajak masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada pajak keluaran. Namun, tidak semua pajak masukan dapat dikreditkan, sehingga perlu memeriksa keterkaitan dengan usaha, bukti pendukung, dan pos-pos yang dibatasi pengkreditannya."},{"question":"Apakah wajib pajak sederhana juga menghitung PPN dengan cara yang sama?","answer":"Wajib pajak sederhana memiliki cara perhitungan yang berbeda dari wajib pajak umum. Karena untuk wajib pajak sederhana diperhitungkan skala penjualan dan rasio nilai tambah menurut jenis usaha, lebih aman untuk memeriksa cara pelaporan yang sesuai dengan jenis pengenaan pajak dan jenis usaha Anda melalui Hometax atau ahli pajak."},{"question":"Apakah PPN harus dikelola dalam rekening terpisah?","answer":"Itu bukan kewajiban, tetapi dalam praktiknya disarankan. Jika PPN yang diterima dari pelanggan digunakan seperti laba penjualan, dana bisa kurang pada saat pelaporan dan pembayaran, sehingga memisahkan perkiraan PPN di rekening terpisah dapat mengurangi beban pembayaran."}],"sources":[{"url":"https://www.nts.go.kr/","title":"Badan Pajak Nasional","type":"source"},{"url":"https://www.hometax.go.kr/","title":"Hometax Badan Pajak Nasional","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/법령/부가가치세법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai","type":"source"}],"images":[{"id":222,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjE2NSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--b27a9d2650850d40bf0ab10f735a0cae0c6f4eca/ai-f6e77a87.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"빵집에서 손님과 제빵사가 빵을 거래하고 동전 흐름과 세금 납부가 표시된 일러스트","caption":"빵 판매 과정에서 발생한 금액이 사업자와 정부로 나뉘는 흐름을 보여줍니다.","description":null},"en":{"alt":"Bakery sale illustration with customer, baker, bread basket, coin flow, and tax payment to government","caption":"The scene shows how money from a bread sale flows through a business and toward the government.","description":null},"ja":{"alt":"パン店で客と店員が取引し、硬貨の流れと政府への納税が示されたイラスト","caption":"パンの販売で生じたお金が事業者と政府へ流れる様子を示しています。","description":null},"es":{"alt":"Ilustración de una panadería con cliente, panadero, cesta de pan, monedas y pago de impuestos al gobierno","caption":"La escena muestra cómo el dinero de una venta de pan se distribuye entre el negocio y el gobierno.","description":null},"id":{"alt":"Ilustrasi toko roti dengan pelanggan, pembuat roti, keranjang roti, aliran koin, dan pajak ke pemerintah","caption":"Adegan ini menunjukkan alur uang dari penjualan roti menuju usaha dan pemerintah.","description":null},"pt":{"alt":"Ilustração de padaria com cliente, padeiro, cesta de pães, fluxo de moedas e imposto ao governo","caption":"A cena mostra como o dinheiro de uma venda de pão segue para a empresa e o governo.","description":null},"zh-hant":{"alt":"麵包店交易插圖，顧客、麵包師、麵包籃、硬幣流向與繳稅到政府","caption":"畫面呈現麵包銷售所得如何流向商家與政府。","description":null}}},{"id":223,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjE3MSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--8bbbbcdafb15c6d3885139b517a97410be13d4f3/ai-18566d9a.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"상점, 공급품, 영수증, 고객, 세금 납부를 화살표와 동전으로 나타낸 부가가치세 흐름도","caption":"부가가치세가 매입과 매출을 거쳐 정부에 납부되는 과정을 도식화했습니다.","description":null},"en":{"alt":"VAT flow diagram with a shop, supplies, invoice, customer, coins, arrows, and a government building","caption":"The diagram shows how VAT moves from purchases and sales to payment to the government.","description":null},"ja":{"alt":"店舗、仕入れ、請求書、顧客、硬貨、政府庁舎を矢印で示した付加価値税の流れ","caption":"仕入れと販売を通じて付加価値税が政府へ納付される流れを示しています。","description":null},"es":{"alt":"Diagrama del IVA con tienda, suministros, factura, cliente, monedas, flechas y edificio gubernamental","caption":"El diagrama muestra cómo el IVA pasa de compras y ventas al pago al gobierno.","description":null},"id":{"alt":"Diagram alur PPN dengan toko, pasokan, faktur, pelanggan, koin, panah, dan gedung pemerintah","caption":"Diagram ini menunjukkan bagaimana PPN dari pembelian dan penjualan dibayarkan kepada pemerintah.","description":null},"pt":{"alt":"Diagrama do IVA com loja, insumos, nota fiscal, cliente, moedas, setas e prédio do governo","caption":"O diagrama mostra como o IVA passa de compras e vendas até o pagamento ao governo.","description":null},"zh-hant":{"alt":"以商店、進貨、發票、顧客、硬幣、箭頭與政府建築呈現的加值稅流程圖","caption":"圖中說明加值稅如何從進貨與銷售流向政府繳納。","description":null}}}],"published_at":"2026-07-19T06:24:34+09:00","updated_at":"2026-07-19T06:24:34+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant"],"url":"https://injoys.com/en/articles/what-is-value-added-tax-vat-korea"}