---
title: "Apa itu PPN dan bagaimana cara menentukannya?"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/what-is-value-added-tax-vat-korea
published_at: 2026-07-19T06:24:34+09:00
---

# Apa itu PPN dan bagaimana cara menentukannya?

> Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang baru muncul dalam proses transaksi barang atau jasa, dan struktur dasar bagi wajib pajak umum adalah mengurangkan pajak masukan dari pajak keluaran. Karena pelaku usaha menerima, melaporkan, dan membayar PPN yang ditanggung konsumen, PPN harus dikelola agar tidak digunakan seperti laba bersih pelaku usaha.

## Key Points

- Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang timbul dalam proses transaksi barang atau jasa.
- Tarif dasar Pajak Pertambahan Nilai bagi wajib pajak umum adalah 10%, dan jumlah pajak yang harus dibayar pada prinsipnya adalah pajak keluaran dikurangi pajak masukan yang dapat dikreditkan.
- Nilai penyerahan adalah harga tanpa PPN, sedangkan harga penyerahan adalah harga yang sudah termasuk PPN.
- Jika pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran, wajib pajak umum dapat menerima restitusi PPN sesuai persyaratan.
- Karena PPN ditanggung oleh konsumen akhir dan dilaporkan serta dibayarkan oleh pelaku usaha, lebih aman bagi pelaku usaha untuk mengelola PPN yang diterima secara terpisah.

## Sekilas tentang pajak pertambahan nilai

Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai baru yang diciptakan oleh pengusaha dalam proses menjual barang atau menyediakan jasa, yaitu nilai tambah. Di Korea, sebagian besar transaksi kena pajak umum dikenakan tarif 10%.

Hal inti yang paling pertama harus dipahami oleh pengusaha pemula adalah satu kalimat berikut.

> Pada prinsipnya, jumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar oleh pengusaha kena pajak umum adalah jumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan.

Dengan kata lain, pengusaha tidak membayar seluruh PPN yang diterima saat menjual begitu saja, melainkan melaporkan dan membayar jumlah yang tersisa setelah mengurangi PPN yang sudah ditanggung saat melakukan pembelian untuk bisnis.

## Definisi dasar pajak pertambahan nilai

Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan barang, penyerahan jasa, impor barang tertentu, dan sebagainya. Dalam praktik, sering disingkat sebagai ‘PPN’.

### Apa itu nilai tambah?

Nilai tambah adalah nilai baru yang ditambahkan oleh pengusaha dalam proses transaksi. Dari sudut pandang pengusaha pemula, secara umum dapat dipahami seperti berikut.

| Kategori | Makna |
|---|---|
| Penjualan | Jumlah yang diterima dari penjualan barang atau jasa, tidak termasuk PPN |
| Pembelian | Jumlah yang dikeluarkan untuk membuat atau menjual barang, tidak termasuk PPN |
| Nilai tambah | Nilai baru yang diciptakan setelah mengurangi pembelian dan lain-lain dari penjualan |

Misalnya, jika Anda membeli bahan seharga 600.000 won, membuat produk, lalu menjualnya seharga 1.000.000 won, maka nilai tambah yang disederhanakan adalah 400.000 won. Jika tarif dasar 10% untuk pengusaha kena pajak umum diterapkan, PPN yang sesuai dengan nilai tambah ini menjadi 40.000 won.

Namun, dalam pelaporan sebenarnya, bukan dengan cara sekadar mengalikan tarif pajak pada laba dalam laporan laba rugi, melainkan menghitung PPN keluaran dan PPN masukan berdasarkan bukti seperti faktur pajak, penjualan kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya.

## Siapa yang menanggung PPN dan siapa yang membayarnya?

Ciri penting PPN adalah orang yang secara nyata menanggung pajak berbeda dengan orang yang melaporkan dan membayar pajak.

| Peran | Penjelasan |
|---|---|
| Penanggung pajak | Orang yang secara ekonomi menanggung pajak. Umumnya adalah konsumen akhir. |
| Wajib pajak | Orang yang harus melaporkan dan membayar pajak. Umumnya adalah pengusaha. |

Konsumen menanggung PPN yang termasuk dalam harga saat membeli barang atau jasa. Pengusaha menerima PPN tersebut atas nama negara, menyimpannya, lalu membayarkannya kepada negara pada periode pelaporan yang ditentukan.

Karena itu, PPN yang diterima pengusaha dari pelanggan bukanlah laba bersih. Meskipun masuk ke rekening, pada dasarnya itu adalah jumlah yang nantinya harus dilaporkan dan dibayar. Agar tidak mengalami kekurangan dana pada saat pembayaran PPN, akan membantu jika setiap kali terjadi penjualan, estimasi PPN dipisahkan ke rekening tersendiri.

## Inti perhitungan PPN: PPN keluaran dan PPN masukan

Untuk memahami pajak pertambahan nilai, Anda harus membedakan PPN keluaran dan PPN masukan.

| Istilah | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| PPN keluaran | PPN yang diterima saat menjual barang atau jasa | Nilai penyerahan 1.000.000 won × 10% = 100.000 won |
| PPN masukan | PPN yang dibayar saat membeli barang atau jasa | Nilai penyerahan 600.000 won × 10% = 60.000 won |
| Pajak yang harus dibayar | Jumlah PPN keluaran dikurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan | 100.000 won - 60.000 won = 40.000 won |

Rumus dasar untuk pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.

```text
Pajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan
```

Jika PPN masukan lebih besar daripada PPN keluaran, pengusaha kena pajak umum dapat menerima pengembalian selisih tersebut apabila memenuhi persyaratan. Namun, tidak semua PPN masukan selalu dapat dikreditkan. Pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan usaha, PPN masukan terkait biaya jamuan, sebagian pengeluaran terkait mobil penumpang, dan sebagainya dapat dibatasi pengkreditannya menurut peraturan perundang-undangan, sehingga sebelum pelaporan sebenarnya, bukti dan kemungkinan pengkreditan harus diperiksa.

## Struktur penentuan PPN melalui contoh

Mari kita asumsikan bahwa pemilik A yang menjalankan toko roti melakukan transaksi sebagai berikut.

| Item | Jumlah tidak termasuk PPN | PPN | Jumlah termasuk PPN |
|---|---:|---:|---:|
| Pembelian bahan | 600,000원 | 60,000원 | 660,000원 |
| Penjualan produk | 1,000,000원 | 100,000원 | 1,100,000원 |

Pemilik A menanggung PPN masukan sebesar 60,000원 saat membeli bahan, dan menerima PPN keluaran sebesar 100,000원 dari pelanggan saat menjual roti.

Karena itu, jumlah pajak yang harus dibayar secara sederhana adalah sebagai berikut.

```text
PPN keluaran 100,000원 - PPN masukan 60,000원 = pajak yang harus dibayar 40,000원
```

Ini juga sama dengan 10% dari nilai tambah sebesar 400,000원 jika dilihat berdasarkan jumlah tidak termasuk PPN.

```text
Penjualan 1,000,000원 - Pembelian 600,000원 = Nilai tambah 400,000원
Nilai tambah 400,000원 × 10% = 40,000원
```

Contoh ini menunjukkan mengapa pajak pertambahan nilai disebut ‘pajak atas nilai tambah’. Dalam pelaporan sebenarnya, hasilnya dapat berbeda tergantung pada jenis usaha, jenis pengenaan pajak, apakah bebas pajak atau bertarif nol, item yang dibatasi pengkreditannya, serta persyaratan bukti seperti faktur pajak.

## Perbedaan antara nilai penyerahan dan jumlah penyerahan

Istilah yang sering muncul saat membahas PPN adalah nilai penyerahan dan jumlah penyerahan. Jika kedua istilah ini tertukar, mudah terjadi kesalahpahaman atas penawaran harga, faktur pajak, penyelesaian penjualan kartu, dan jumlah pelaporan.

| Istilah | Makna | Contoh perhitungan |
|---|---|---|
| Nilai penyerahan | Harga barang atau jasa yang belum termasuk PPN | 100,000원 |
| PPN | Jumlah pajak yang diterapkan pada nilai penyerahan | 100,000원 × 10% = 10,000원 |
| Jumlah penyerahan | Total nilai transaksi yang sudah termasuk PPN | 110,000원 |

Jika tarif 10% diterapkan pada transaksi kena pajak umum, hubungan perhitungannya adalah sebagai berikut.

```text
Jumlah penyerahan = Nilai penyerahan + PPN
PPN = Nilai penyerahan × 10%
Jumlah penyerahan = Nilai penyerahan × 1.1
Nilai penyerahan = Jumlah penyerahan ÷ 1.1
```

Misalnya, jika konsumen membayar 110,000원, di dalamnya dapat dianggap termasuk nilai penyerahan 100,000원 dan PPN 10,000원.

## Perbedaan antara pengusaha kena pajak umum, pengusaha kena pajak sederhana, dan pengusaha bebas pajak

PPN tidak diterapkan dengan cara yang sama kepada semua pengusaha. Struktur pelaporan dan pembayaran dapat berbeda tergantung pada jenis pengenaan pajak dan bidang usaha.

| Kategori | Ciri utama | Dari sudut pandang pelaporan dan pembayaran PPN |
|---|---|---|
| Pengusaha kena pajak umum | Pengusaha yang dikenai cara pengenaan PPN umum | Struktur dasarnya adalah mengurangi PPN masukan yang dapat dikreditkan dari PPN keluaran. |
| Pengusaha kena pajak sederhana | Jenis pengenaan pajak yang diterapkan kepada pengusaha kecil yang memenuhi persyaratan tertentu | Cara perhitungannya berbeda dari pengusaha kena pajak umum karena mencerminkan rasio nilai tambah menurut jenis usaha dan lain-lain. |
| Pengusaha bebas pajak | Pengusaha yang menyediakan barang atau jasa yang dibebaskan dari PPN | Tidak memungut PPN dalam transaksi, tetapi pengkreditan PPN masukan terkait juga berbeda dari pengusaha kena pajak umum. |
| Pengusaha dengan penerapan tarif nol | Pengusaha yang melakukan transaksi tertentu dengan tarif 0% | PPN keluaran adalah 0, tetapi jika memenuhi persyaratan, pengembalian PPN masukan terkait dapat dimungkinkan. |

Pengusaha pemula harus terlebih dahulu memeriksa jenis pengenaan pajak yang tercantum pada surat pendaftaran usahanya, apakah barang atau jasa yang disediakan termasuk kena pajak atau bebas pajak, dan apakah ada kewajiban menerbitkan faktur pajak elektronik.

## Waktu pelaporan dan hal yang perlu diperhatikan dalam praktik

Waktu pelaporan dan pembayaran pajak pertambahan nilai di Korea berbeda tergantung pada jenis pengusaha. Umumnya, orang pribadi pengusaha kena pajak umum sering melakukan pelaporan final pada bulan Januari dan Juli, sedangkan badan usaha melapor lebih sering, termasuk pelaporan sementara dan pelaporan final. Pengusaha kena pajak sederhana memiliki cara dan siklus pelaporan yang berbeda dari pengusaha kena pajak umum.

Batas waktu pelaporan yang tepat dapat berbeda tergantung pada periode pajak terkait, jenis pengusaha, status penghentian sementara atau penutupan usaha, perubahan undang-undang pajak, dan sebagainya, sehingga panduan National Tax Service dan layar pelaporan Hometax harus selalu diperiksa.

### Hal yang terutama perlu diperhatikan oleh pengusaha pemula

- Jangan menggunakan PPN yang termasuk dalam penjualan seolah-olah itu adalah laba penjualan.
- Simpan seluruh bukti yang memenuhi syarat seperti faktur pajak, faktur, slip kartu, tanda terima tunai, dan sebagainya tanpa terlewat.
- PPN atas pengeluaran yang tidak terkait dengan usaha mungkin tidak dapat dikreditkan.
- Jika terdapat penjualan bebas pajak dan penjualan kena pajak sekaligus, perhitungan pengkreditan PPN masukan dapat menjadi rumit.
- Penjualan yang tidak dilaporkan atau pembelian fiktif dapat meningkatkan risiko denda tambahan dan pemeriksaan pajak.

## Cara sederhana untuk mengelola dana PPN

Karena PPN dibayarkan sekaligus pada periode pelaporan, meskipun penjualan berlangsung stabil, beban pada saat pembayaran dapat menjadi besar jika pengelolaan dana tidak dilakukan dengan baik.

Dalam praktik, cara berikut dapat membantu.

1. Pindahkan jumlah setara PPN dari penerimaan penjualan ke rekening terpisah.
2. Pada akhir setiap bulan, hitung secara kasar PPN keluaran dan PPN masukan untuk memeriksa estimasi jumlah yang harus dibayar.
3. Periksa secara berkala apakah faktur pajak sudah diterima serta bukti kartu dan tanda terima tunai sudah tersedia.
4. Rapikan data per kuartal atau per bulan, bukan tepat sebelum pelaporan.
5. Jika skala penjualan membesar atau struktur transaksi menjadi kompleks, konsultasikan dengan agen pajak.

## Ringkasan inti

Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan atas nilai tambah yang diciptakan pengusaha, tetapi struktur beban ekonomi sebenarnya ditanggung oleh konsumen akhir. Pengusaha menyimpan PPN yang diterima dari konsumen, lalu melaporkan dan membayarnya.

Rumus terpenting berdasarkan pengusaha kena pajak umum adalah sebagai berikut.

```text
Jumlah pajak pertambahan nilai yang harus dibayar = PPN keluaran - PPN masukan yang dapat dikreditkan
```

Dan saat melihat jumlah transaksi, nilai penyerahan dan jumlah penyerahan harus dibedakan.

```text
Nilai penyerahan = Harga tidak termasuk PPN
Jumlah penyerahan = Harga termasuk PPN
```

Jika Anda adalah pengusaha pemula, hal terpenting adalah menyadari PPN bukan sebagai ‘pajak yang akan dibayar nanti’, melainkan sebagai ‘uang yang sejak awal bukan milik saya’.

## FAQ

### Apakah PPN adalah pajak yang dibayar oleh pelaku usaha, atau pajak yang dibayar oleh konsumen?
PPN adalah pajak dengan struktur di mana konsumen akhir menanggungnya karena sudah termasuk dalam harga, dan pelaku usaha memungutnya sebagai pengganti lalu melaporkan dan membayarkannya. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mengelola PPN bukan sebagai laba penjualan, melainkan sebagai jumlah yang harus dibayarkan kemudian.

### Bagaimana cara menghitung PPN untuk wajib pajak umum?
Rumus dasar untuk wajib pajak umum adalah mengurangkan pajak masukan yang dapat dikreditkan dari pajak keluaran. Misalnya, jika pajak keluaran adalah 100,000 won dan pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah 60,000 won, maka PPN yang harus dibayar adalah 40,000 won.

### Apa perbedaan antara pajak keluaran dan pajak masukan?
Pajak keluaran adalah PPN yang diterima dari pelanggan saat menjual barang atau jasa, sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayarkan pelaku usaha saat membeli barang atau jasa. Dalam pelaporan PPN, jumlah yang harus dibayar atau dikembalikan dihitung dengan mengurangkan pajak masukan yang dapat dikreditkan dari pajak keluaran.

### Bagaimana membedakan nilai pasokan dan harga pasokan?
Nilai pasokan adalah harga yang belum termasuk PPN, sedangkan harga pasokan adalah total jumlah pembayaran yang sudah termasuk PPN. Dalam transaksi kena pajak umum 10%, 110,000 won, yaitu nilai pasokan 100,000 won ditambah PPN 10,000 won, merupakan harga pasokan.

### Bagaimana cara menghitung nilai pasokan dari harga yang sudah termasuk PPN?
Jika itu adalah transaksi kena pajak umum yang dikenakan PPN 10%, nilai pasokan dapat diperoleh dengan membagi harga pasokan, yaitu harga termasuk PPN, dengan 1.1. Misalnya, jika 110,000 won dibagi dengan 1.1, nilai pasokannya adalah 100,000 won.

### Apa yang terjadi jika pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran?
Wajib pajak umum dapat menerima pengembalian selisih jika memenuhi persyaratan dan pajak masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada pajak keluaran. Namun, tidak semua pajak masukan dapat dikreditkan, sehingga perlu memeriksa keterkaitan dengan usaha, bukti pendukung, dan pos-pos yang dibatasi pengkreditannya.

### Apakah wajib pajak sederhana juga menghitung PPN dengan cara yang sama?
Wajib pajak sederhana memiliki cara perhitungan yang berbeda dari wajib pajak umum. Karena untuk wajib pajak sederhana diperhitungkan skala penjualan dan rasio nilai tambah menurut jenis usaha, lebih aman untuk memeriksa cara pelaporan yang sesuai dengan jenis pengenaan pajak dan jenis usaha Anda melalui Hometax atau ahli pajak.

### Apakah PPN harus dikelola dalam rekening terpisah?
Itu bukan kewajiban, tetapi dalam praktiknya disarankan. Jika PPN yang diterima dari pelanggan digunakan seperti laba penjualan, dana bisa kurang pada saat pelaporan dan pembayaran, sehingga memisahkan perkiraan PPN di rekening terpisah dapat mengurangi beban pembayaran.

## Sources

- [Badan Pajak Nasional](https://www.nts.go.kr/)
- [Hometax Badan Pajak Nasional](https://www.hometax.go.kr/)
- [Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai](https://www.law.go.kr/법령/부가가치세법)

## Images

![Ilustrasi toko roti dengan pelanggan, pembuat roti, keranjang roti, aliran koin, dan pajak ke pemerintah](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjE2NSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--b27a9d2650850d40bf0ab10f735a0cae0c6f4eca/ai-f6e77a87.webp)
![Diagram alur PPN dengan toko, pasokan, faktur, pelanggan, koin, panah, dan gedung pemerintah](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjE3MSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--8bbbbcdafb15c6d3885139b517a97410be13d4f3/ai-18566d9a.webp)