---
title: "Kelaparan Besar Gyeongsin 1670~1671 Bantuan dan Pemulihan"
locale: id
category: case_study
category_name: "Studi Kasus"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/gyeongsin-famine-1670-1671-relief-and-recovery
published_at: 2026-10-29T18:21:43+09:00
---

# Kelaparan Besar Gyeongsin 1670~1671 Bantuan dan Pemulihan

> Kelaparan Besar Gyeongsin adalah bencana pada 1670~1671 ketika gagal panen dan wabah penyakit melanda seluruh Joseon secara bersamaan. Pemerintah kerajaan merespons dengan membagikan pangan, meringankan beban, dan memberikan bantuan benih, tetapi catatan panen melimpah saja tidak cukup untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat telah pulih.

## Key Points

- Kelaparan Besar Gyeongsin adalah bencana ketika gagal panen dan wabah penyakit terjadi bersamaan pada 1670~1671, pada masa pemerintahan Hyeonjong.
- Pada 1671, pemerintah kerajaan memerintahkan agar pajak tanah dari enam provinsi digunakan untuk bantuan di wilayah masing-masing.
- Pembagian bubur, pembagian pangan kering, dan penjualan biji-bijian memiliki cara penyaluran bantuan dan syarat akses yang berbeda.
- Bantuan kain katun dan benih jelai untuk Jeju bertujuan menopang kehidupan sekaligus memulai kembali pertanian pada musim berikutnya.
- Bantuan masih berlanjut pada 1672, dan penurunan jumlah penduduk yang tercatat dalam register rumah tangga harus dibedakan dari jumlah orang yang meninggal.

경신대기근 adalah bencana di 조선 pada **1670~1671**, ketika panen buruk terjadi bersamaan dengan wabah penyakit. Pada masa 현종, istana menanggapinya dengan bantuan bagi korban kelaparan dan pengurangan beban rakyat. Bantuan benih mendukung dimulainya kembali kegiatan pertanian. Peristiwa ini dikenang sebagai contoh yang lebih menunjukkan capaian dan keterbatasan bantuan daripada pemulihan sepenuhnya.

Catatan sejarah kerajaan dan 『신편 한국사』 dari 국사편찬위원회 diperiksa pada Oktober 2026.

## Nama dan waktu terjadinya

Nama 경신 diambil dari masing-masing satu aksara dalam nama tahun 경술 dan 신해. Tahun 경술 adalah 1670, tahun ke-11 pemerintahan 현종. Tahun 신해 merujuk pada 1671, tahun ke-12 pemerintahan 현종. Jadi, nama tersebut bukan berarti kelaparan yang terjadi selama satu tahun bernama 경신.

Panen buruk berarti hasil pertanian lebih sedikit daripada tahun biasa. Kelaparan adalah keadaan ketika kekurangan makanan mengancam kelangsungan hidup manusia. Dalam peristiwa ini, hasil panen yang buruk juga disertai wabah penyakit. Biografi dalam 『현종실록』 menggambarkan dampaknya meliputi delapan provinsi.

## Penyebab 경신대기근 dan runtuhnya sumber penghidupan

Penyebabnya perlu ditelusuri pada bencana pertanian yang terjadi bersamaan dengan penyakit. [Biografi dalam 『현종실록』](https://sillok.history.go.kr/popup/print.do?gubun=kor&id=wra_200001) mencatat kekeringan pada musim panas 1670. Pada bulan 5 dan 7 kalender lunar tahun yang sama, embun beku juga terjadi. Pada 1671, buruknya panen jelai menyebabkan krisis pangan berlanjut.

『신편 한국사』 menafsirkan bencana ini dalam kaitannya dengan Zaman Es Kecil. Zaman Es Kecil adalah istilah untuk kecenderungan pendinginan iklim dalam jangka panjang. Kekeringan, banjir, dan suhu rendah yang tidak biasa menjadi latar ancaman terhadap pertanian saat itu. Namun, penelitian tersebut tidak menetapkan gunung berapi tertentu atau aktivitas matahari sebagai penyebab langsung.

Dampaknya tidak terbatas pada penurunan hasil panen. Petisi 송시열 menyoroti terhentinya kegiatan bercocok tanam di rumah tangga petani miskin. Penjelasannya adalah bahwa meskipun cuaca membaik, tenaga manusia untuk bertani tidak mencukupi. Dengan demikian, krisis pangan menimbulkan lingkaran setan yang menyulitkan musim tanam berikutnya.

## Kronologi penanganan 1670~1672

Bantuan mulai diberikan ketika kelaparan memburuk dan berlanjut hingga tahun berikutnya. Bulan dan tanggal pada tabel di bawah mengikuti kalender lunar yang tercatat dalam catatan sejarah kerajaan. Langkah pada 1672 juga perlu disertakan untuk memahami berapa lama bantuan berlangsung.

| Waktu | Peristiwa dan langkah penanganan | Catatan |
|---|---|---|
| Musim panas 1670 | Kekeringan dan embun beku merusak pertanian | Biografi dalam 『현종실록』 |
| Bulan 8 kalender lunar 1670 | Beras dari 강화 dipindahkan ke 서울 untuk dijual | Biografi dalam 『현종실록』 |
| Bulan 10 kalender lunar 1670 | 호조, 진휼청, dan 한성부 diperintahkan membagikan biji-bijian dan pakaian musim dingin | Biografi dalam 『현종실록』 |
| Bulan pertama kalender lunar 1671 | Pajak tanah dari enam provinsi diarahkan untuk bantuan kelaparan setempat | Biografi dalam 『현종실록』 |
| 1671 | Bantuan dilaksanakan di 서울 dan daerah | Biografi dalam 『현종실록』 |
| Tanggal 12 bulan 9 kalender lunar 1671 | 정치화 melaporkan pengurangan beban 제주 serta bantuan kain katun dan benih jelai | 『현종개수실록』 jilid 24, entri ke-3 |
| Tanggal 30 bulan 11 kalender lunar 1671 | 송시열 menyoroti kesulitan rumah tangga petani dan penyelewengan bantuan kelaparan | 『현종개수실록』 jilid 25, entri ke-2 |
| Bulan pertama kalender lunar 1672 | Pembahasan pengurangan beban pajak beras dan metode bantuan kelaparan berlanjut | Biografi dalam 『현종실록』 |

## Titik balik ketika pajak tanah dipertahankan di daerah

Titik balik penanganannya adalah pengalihan biji-bijian pajak yang semula akan dikirim ke pusat untuk bantuan setempat. Pajak tanah adalah pajak yang dikenakan atas tanah. Pengangkutan pajak yang dipungut dalam bentuk biji-bijian juga membebani rakyat. Istana mengalihkan penggunaan biji-bijian tersebut ke wilayah bencana.

Langkah pada bulan pertama kalender lunar 1671 menyasar **pajak tanah dari enam provinsi**. 삼남 merujuk pada 충청, 전라, dan 경상. Selain ketiganya, wilayah yang saat itu bernama 원양도, serta 황해도 dan 경기도, juga tercakup. Biografi tersebut menyebutkan bahwa pajak ini diperintahkan untuk digunakan membantu rakyat yang kelaparan pada musim semi.

Penggunaan pajak tanah di daerah harus dibedakan dari pembebasan seluruh pajak. Langkah ini mengubah tujuan penggunaan biji-bijian yang telah dipungut. Pengurangan pajak atau penundaan pembayarannya dilakukan secara terpisah. Penyediaan dana bantuan dan pengurangan beban merupakan dua instrumen kebijakan yang berbeda.

## Perbedaan metode bantuan kelaparan dalam 경신대기근

Bantuan kelaparan berarti langkah untuk menolong orang yang kelaparan. Saat itu, pembagian bubur, pembagian bahan pangan kering, dan penjualan biji-bijian dilakukan secara bersamaan. Bahan pangan kering adalah bahan makanan yang tidak dimasak menjadi bubur. Pembagian fungsi pada tabel berikut merupakan penjelasan atas metode penyaluran yang tercatat.

| Metode | Bentuk yang tercatat | Fungsi dan pembeda |
|---|---|---|
| Pembagian bubur | Bubur dimasak dan disajikan di lokasi bantuan | Menyediakan makanan yang langsung dapat dimakan |
| Pembagian bahan pangan kering | Bahan pangan kering dibagikan | Penerima mengambil bahan pangan untuk dikonsumsi secara terpisah |
| Penjualan biji-bijian | Biji-bijian yang dihimpun kantor pemerintah dipasok ke pasar | Berbeda dari pembagian gratis karena harus dibeli |
| Pembagian pakaian | Pakaian musim dingin atau kain katun diberikan | Mendukung kebutuhan hidup selain pangan |
| Pengurangan beban | Pengurangan atau pembebasan pajak, upeti, dan kerja wajib, atau penundaan pemenuhannya | Meringankan beban sumber daya yang harus dikeluarkan rumah tangga dan tenaga kerja yang harus disediakan |

Biografi tersebut membedakan pembagian bubur di 서울 dan penerimaan bahan pangan kering oleh kalangan elite terpelajar-pejabat. Dengan demikian, metode pembagian juga berbeda menurut status sosial. Dalam pembahasan pada 1672, bantuan bagi orang yang mengembara sambil mengemis menjadi persoalan. Pembagian bahan pangan kering saja tidak dapat menjawab semua keadaan.

## Bantuan bagi 제주 dan dimulainya kembali musim tanam berikutnya

Bantuan bagi 제주 mencakup pemenuhan kebutuhan hidup saat itu sekaligus dukungan untuk penanaman. Laporan 정치화 tersimpan dalam [entri tanggal 12 bulan 9 kalender lunar 1671](https://sillok.history.go.kr/id/wrb_11209012_003). Laporan itu menyebut pengurangan upeti dan kerja wajib serta bantuan kain katun dan benih jelai. Tanggapan ini melampaui pembagian pangan.

Kain katun merupakan bahan untuk menyediakan pakaian. Benih jelai menjadi titik awal musim tanam berikutnya. Pengurangan beban merupakan langkah untuk mengurangi barang atau tenaga kerja yang harus diserahkan rumah tangga. Masing-masing mendukung bagian yang berbeda dari pemenuhan kebutuhan hidup dan dimulainya kembali produksi.

Namun, keputusan pemberian bantuan tidak sama dengan pulihnya hasil panen. Entri ini bukan statistik yang menunjukkan tingkat pemulihan seluruh 제주. Entri tersebut juga tidak menjelaskan seberapa jauh benih menjangkau semua rumah tangga petani. Maknanya perlu dipahami sebatas sebagai dukungan bagi pemulihan produksi.

## Mengapa bantuan berlanjut setelah panen melimpah

Catatan tentang panen melimpah saja tidak berarti semua rumah tangga telah pulih. Biografi tersebut menilai bahwa delapan provinsi mengalami panen melimpah pada 1671. Sebaliknya, 송시열 menyoroti terhentinya kegiatan bercocok tanam di rumah tangga petani miskin pada tahun itu. Kedua catatan tersebut menyoroti keadaan panen dan kehidupan masing-masing rumah tangga dari sisi yang berbeda.

[Petisi tanggal 30 bulan 11 kalender lunar 1671](https://sillok.history.go.kr/id/wrb_11211030_002) menyebut kekurangan tenaga kerja sebagai penyebabnya. Rumah tangga yang tidak dapat bertani sulit menikmati manfaat panen. 송시열 berpendapat bahwa rumah tangga seperti ini masih membutuhkan bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa panen melimpah dan kelaparan dapat terjadi bersamaan.

Biografi tersebut juga memuat pembahasan bantuan kelaparan pada **bulan pertama kalender lunar 1672**. Langkah untuk mengurangi beban pajak beras juga tercatat pada bulan yang sama. Jadi, rentang waktu yang tercermin dalam nama peristiwa berbeda dari waktu berakhirnya bantuan. Sulit untuk memastikan bahwa 1671 merupakan tahun ketika seluruh dampaknya telah teratasi.

## Perbedaan antara keputusan bantuan dan bantuan yang benar-benar sampai

Adanya perintah bantuan saja tidak cukup untuk menilai bahwa bantuan telah tersalurkan dengan baik. 송시열 mengkritik penggelembungan jumlah penerima bantuan di sejumlah lokasi. Menurutnya, para petugas mengambil sisa beras untuk kepentingan pribadi. Keterlambatan keputusan pemerintah pusat juga disebut sebagai masalah yang menunda bantuan.

Petisi ini mendorong pembaca untuk membedakan beberapa tahap administrasi. Persetujuan istana dan pembagian di lapangan merupakan proses yang terpisah. Perbaikan kehidupan penerima adalah hasil yang harus diperiksa sesudahnya. Pembagian di bawah merupakan penafsiran yang disusun berdasarkan petisi tersebut.

| Tahap pemeriksaan | Hal yang dapat dibaca dari catatan | Hal yang perlu diperiksa secara terpisah |
|---|---|---|
| Keputusan kebijakan | Perintah bantuan atau alokasi barang diberikan | Waktu pelaksanaan sebenarnya |
| Pembagian di lapangan | Jumlah penerima dan keadaan penyaluran bantuan dilaporkan | Keakuratan laporan dan barang yang tidak tersalurkan |
| Pemulihan kehidupan | Terdapat penilaian tentang keadaan pertanian dan pangan | Perbedaan pemulihan antardaerah dan antarrumah tangga |

Istilah pemberian juga tidak selalu berarti bantuan gratis. Biografi tersebut mencatat pembebasan penagihan atas sebagian bahan pangan kering yang telah diterima. Pembebasan ini berlaku ketika penerimanya telah meninggal dan tidak memiliki tanah. Karena itu, metode pemberian dan ketentuan pengembalian harus diperiksa secara terpisah.

## Catatan dan penafsiran

Peristiwa ini perlu dibaca dengan membedakan uraian dalam catatan sejarah kerajaan dan penelitian pada masa sesudahnya. Biografi adalah tulisan yang merangkum kehidupan dan pencapaian raja. Petisi adalah dokumen yang digunakan pejabat untuk mengangkat persoalan dan mengusulkan kebijakan. Tujuan penulisan kedua jenis catatan tersebut perlu dipertimbangkan.

### Penanganan dan kritik yang disampaikan catatan

Biografi tersebut menekankan langkah bantuan 현종 dan pencapaiannya. Petisi 송시열 mempersoalkan penyelewengan dan keterlambatan bantuan. Kritik dalam petisi tidak dapat digeneralisasi sebagai keadaan di seluruh lokasi di negeri itu. Sebaliknya, penilaian positif dalam biografi juga tidak cukup untuk memastikan bahwa dampak bencana telah teratasi.

### Dampak sosial yang dijelaskan penelitian

[『신편 한국사』](https://contents.history.go.kr/front/nh/print.do?levelId=nh_030_0050_0030_0020&whereStr=) mengaitkan bencana dengan persoalan penduduk dan kewajiban militer. Kewajiban militer berarti dinas militer atau beban untuk menunjangnya. Kelaparan besar menjadi latar yang menyulitkan dipertahankannya skala kewajiban militer yang ada. Menurut penafsiran tersebut, keadaan ini mendorong menguatnya pembahasan untuk mengubah struktur beban.

Penelitian itu juga menjelaskan bahwa tujuan administratif memengaruhi angka dalam daftar penduduk. Hal ini terjadi karena intensitas pendataan untuk menemukan orang yang dikenai kewajiban militer berubah. Karena itu, penduduk yang tercantum dalam daftar harus dibedakan dari seluruh penduduk yang sebenarnya. Penafsiran penelitian tersebut tidak dapat dianggap sebagai kesepakatan dalam semua perkiraan jumlah penduduk.

### Sejauh mana jumlah kematian dapat dipastikan

Penurunan jumlah penduduk dalam daftar tidak dapat langsung dihitung sebagai jumlah kematian. [Tabel perubahan penduduk dalam 『국사관논총』](https://db.history.go.kr/id/kn_096_0010_0020_0020) menyajikan catatan yang berbeda secara berdampingan. Bahkan untuk tahun yang sama, jumlah penduduk terdaftar berbeda antarsumber. Berikut adalah angka dari kelompok sumber 『조선왕조실록』 di antaranya.

| Kategori | Penduduk terdaftar | Arti angka |
|---|---|---|
| 1669 | 5,164,524 orang | Penduduk dalam daftar pada awal periode perbandingan |
| 1672 | 4,695,611 orang | Penduduk dalam daftar pada akhir periode perbandingan |
| Penurunan 1669~1672 | 468,913 orang | Selisih penduduk terdaftar, bukan jumlah kematian yang telah dipastikan |

Selain kematian, perpindahan penduduk serta kondisi pendataan dan pendaftaran juga dapat memengaruhi selisih ini. Jumlah pasti kematian di seluruh negeri tidak dapat ditentukan hanya dari tabel ini. Waktu pulihnya jumlah penduduk sebenarnya juga perlu dikaji berdasarkan metode penelitian. Saat mengutip angka, nama sumber dan tahun perbandingannya harus disebutkan bersama.

## Maknanya bagi sejarah penanganan bencana saat ini

Kasus ini mendorong analisis yang membedakan pasokan pangan dan pemulihan produksi. Ada rumah tangga yang tidak dapat kembali bertani meskipun biji-bijian tersedia. Meskipun bantuan telah diputuskan, ada yang tidak tersalurkan dan ada keterlambatan dalam proses pengirimannya. Ini adalah persoalan berbeda yang dapat ditemukan dalam catatan saat itu.

Bantuan benih bagi 제주 merupakan langkah untuk produksi berikutnya. Penggunaan pajak tanah di daerah merupakan cara menyediakan sumber dana bantuan. Kritik 송시열 menunjukkan perlunya pemeriksaan terhadap proses pelaksanaan. Hal-hal tersebut dapat dibandingkan tanpa menyimpulkannya sebagai asal-usul langsung lembaga modern.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Kapan 경신대기근 terjadi?

Peristiwa ini terjadi pada 1670~1671, tahun ke-11~12 pemerintahan 현종. Namanya diambil dari tahun 경술 dan 신해. Bantuan masih berlanjut pada 1672.

### Apakah dampaknya terbatas pada wilayah tertentu?

Biografi dalam 『현종실록』 mencatat bahwa kelaparan terjadi di delapan provinsi. Bantuan di 서울 maupun daerah sama-sama disebutkan. 제주 juga menerima bantuan barang tersendiri.

### Apakah 현종 menangani bantuan seorang diri?

Perintah raja dilaksanakan oleh berbagai lembaga dan pejabat daerah. Catatan menyebut antara lain 호조, 진휼청, dan 한성부. Hasil sebenarnya juga bergantung pada pelaksanaan di lapangan.

### Apakah pembagian bubur dan penjualan biji-bijian merupakan bantuan kelaparan yang sama?

Keduanya digunakan untuk menanggapi krisis pangan, tetapi metode penyediaannya berbeda. Pembagian bubur memberikan makanan yang sudah dimasak. Penjualan biji-bijian mensyaratkan pembelian.

### Mengapa benih jelai diberikan?

Benih jelai merupakan bahan bantuan untuk mendukung penanaman. Fungsinya berbeda dari bantuan pangan untuk kebutuhan saat itu. Keputusan pemberiannya saja tidak dapat memastikan bahwa hasil panen benar-benar pulih.

### Apakah panen melimpah pada 1671 berarti kelaparan telah berakhir?

Catatan panen melimpah saja tidak cukup untuk memastikan pulihnya kehidupan rakyat. 송시열 menyoroti kesulitan warga miskin yang tidak dapat bertani. Bantuan kelaparan dan pengurangan beban masih berlanjut pada tahun berikutnya.

### Apa perbedaannya dengan 을병대기근?

을병대기근 merupakan bencana terpisah pada masa 숙종. 『국사관논총』 membahas 1695~1699 sebagai periode dampak yang berkaitan dengannya. Angka penurunan penduduk dari kedua peristiwa tidak boleh dicampuradukkan.

### Apakah ini berarti jumlah kematiannya 468,913 orang?

Angka tersebut adalah penurunan jumlah penduduk terdaftar selama 1669~1672. Angka itu bukan hasil penghitungan kematian saja. Angka tersebut tidak boleh dikutip sebagai jumlah kematian yang pasti.

## FAQ

### Kapan Kelaparan Besar Gyeongsin terjadi?
Terjadi pada tahun ke-11~12 pemerintahan Hyeonjong, yaitu 1670~1671. Namanya diambil dari tahun Gyeongsul dan Sinhae. Penyaluran bantuan berlanjut pada 1672.

### Apakah dampaknya terbatas pada wilayah tertentu?
Catatan riwayat hidup dalam 『Hyeonjong Sillok』 menyebutkan bahwa kelaparan melanda kedelapan provinsi. Penyaluran bantuan di Seoul maupun di daerah sama-sama disebutkan. Jeju juga menerima bantuan perbekalan tersendiri.

### Apakah Hyeonjong menangani bantuan seorang diri?
Berbagai lembaga dan pejabat daerah melaksanakan perintah raja. Catatan menyebut antara lain Hojo, Jinhyulcheong, dan Hanseongbu. Hasil nyatanya juga bergantung pada pelaksanaan di lapangan.

### Apakah pembagian bubur dan penjualan biji-bijian merupakan bentuk bantuan kelaparan yang sama?
Keduanya digunakan untuk mengatasi kekurangan pangan, tetapi cara penyalurannya berbeda. Pembagian bubur menyediakan makanan yang sudah dimasak. Penjualan biji-bijian mengharuskan orang membelinya.

### Mengapa benih jelai dibagikan?
Benih jelai merupakan perbekalan untuk membantu penanaman. Fungsinya berbeda dari bantuan pangan untuk kebutuhan saat itu. Keputusan pembagian saja tidak membuktikan bahwa hasil panen benar-benar telah pulih.

### Jika panen melimpah pada 1671, apakah kelaparan sudah berakhir?
Catatan tentang panen melimpah saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kehidupan masyarakat telah pulih. Song Si-yeol menyoroti kesulitan penduduk miskin yang tidak dapat bercocok tanam. Bantuan kelaparan dan pengurangan beban tetap berlanjut pada tahun berikutnya.

### Apa perbedaannya dengan Kelaparan Besar Eulbyeong?
Kelaparan Besar Eulbyeong merupakan bencana tersendiri pada masa pemerintahan Sukjong. 『Guksagwan Nonchong』 membahas 1695~1699 sebagai periode terdampak bencana tersebut. Angka penurunan jumlah penduduk dari kedua peristiwa itu tidak boleh dicampuradukkan.

### Apakah itu berarti jumlah korban meninggal mencapai 468,913 orang?
Angka itu merupakan penurunan jumlah penduduk yang terdaftar pada 1669~1672. Angka tersebut bukan hanya menghitung korban meninggal. Angka itu tidak boleh dikutip sebagai jumlah pasti korban meninggal.

## Sources

- [국사편찬위원회 조선왕조실록, lampiran 『현종실록』 「Riwayat Hidup Raja Agung 현종」](https://sillok.history.go.kr/popup/print.do?gubun=kor&id=wra_200001)
- [『현종개수실록』 jilid 24, tahun ke-12 pemerintahan 현종, tanggal 12 bulan 9 kalender lunar, entri ke-3, pembahasan terkait bantuan untuk 제주](https://sillok.history.go.kr/id/wrb_11209012_003)
- [『현종개수실록』 jilid 25, tahun ke-12 pemerintahan 현종, tanggal 30 bulan 11 kalender lunar, entri ke-2, petisi 송시열 kepada raja](https://sillok.history.go.kr/id/wrb_11211030_002)
- [국사편찬위원회 『신편 한국사』 jilid 30, 「Bencana Alam pada Zaman Es Kecil dan Tren Populasi」](https://contents.history.go.kr/front/nh/print.do?levelId=nh_030_0050_0030_0020&whereStr=)
- [『국사관논총』 edisi ke-96 「Kajian Sejarah Penyakit pada Akhir Periode 조선」, 「Dampak Wabah Penyakit Menular」 dan tabel perubahan populasi pada paruh kedua abad ke-17](https://db.history.go.kr/id/kn_096_0010_0020_0020)

## Images

![Warga mengantre di halaman bersalju saat petugas menyendok bubur di samping lumbung.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzQ0OTksInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--4a39d5175b90178a2c21e8fedbab07222aef047e/ai-e5761dd1.webp)
![Warga memilah biji-bijian di dekat karung dan lipatan kain di halaman berdinding batu di pesisir Jeju.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzQ1MDUsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--10134b290d8d51bc24536fcf6d4c58ad6a96a1e4/ai-59459ea6.webp)