---
title: "Hanawa Hokiichi: Biografi dan Penyusunan Gunsho Ruiju"
locale: id
category: case_study
category_name: "Studi Kasus"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/hanawa-hokiichi-life-gunsho-ruiju-compilation
published_at: 2026-10-26T16:26:48+09:00
---

# Hanawa Hokiichi: Biografi dan Penyusunan Gunsho Ruiju

> Hanawa Hokiichi menekuni ilmu setelah kehilangan penglihatan pada masa kanak-kanak dan menyelesaikan Gunsho Ruiju pada 1819. Jika ditinjau bersama, pendidikan dari gurunya, penyalinan naskah oleh para murid, dan pengelolaan lembaga penelitian memperlihatkan kondisi yang memungkinkan pencapaian ini.

## Key Points

- Jalan Hanawa Hokiichi untuk menekuni ilmu terbuka setelah mendapat izin dari gurunya pada 1761.
- Gunsho Ruiju adalah kumpulan naskah dari berbagai daerah yang dikelompokkan ke dalam 25 kategori.
- Sebanyak 666 jilid seri utama Gunsho Ruiju yang selesai pada 1819 disusun melalui pengumpulan sumber dan kerja sama para murid dalam menyalin naskah.
- Wagaku Kodansho, yang didirikan pada 1793, merupakan lembaga yang meneliti dan mengajarkan sejarah serta sistem hukum ritsuryo Jepang.
- Sebanyak 17,244 blok cetak Gunsho Ruiju ditetapkan sebagai Aset Budaya Penting Jepang pada 19 Februari 1957.

Hanawa Hokiichi (塙保己一) adalah cendekiawan tunanetra yang berkarya pada zaman Edo. Setelah kehilangan penglihatan pada masa kanak-kanak, ia mengurangi hambatan dalam membaca melalui pengajaran dari gurunya dan penyalinan naskah oleh murid-muridnya. Gunsho Ruiju (群書類従), yang diselesaikannya pada 1819, menjadi pencapaian dalam pelestarian naskah kuno.

Artikel ini mengacu pada catatan Prefektur Saitama dan Badan Urusan Kebudayaan Jepang, yang diperiksa pada Oktober 2026.

## Kronologi kehidupan Hanawa Hokiichi

Hanawa Hokiichi lahir pada 1746 dan meninggal pada 1821. Tempat kelahirannya kini termasuk wilayah Kota Honjo (本庄市), Prefektur Saitama (埼玉県). Waktu ia mulai menekuni ilmu berbeda dengan waktu ia memulai kegiatan penerbitan.

| Tahun | Peristiwa | Sumber verifikasi |
|---|---|---|
| 1746 | Lahir di wilayah yang kini termasuk Kota Honjo | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1752 | Kehilangan penglihatan akibat penyakit | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1760 | Pergi ke Edo dan menjadi murid Ametomi Kengyo | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1761 | Mendapat izin dari gurunya untuk menekuni ilmu | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1769 | Belajar kepada Kamo no Mabuchi | Biografi yang dihimpun Universitas Kokugakuin |
| 1775 | Menggunakan nama Hanawa Hokiichi | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1779 | Memutuskan untuk menerbitkan Gunsho Ruiju | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1783 | Mencapai kedudukan kengyo dalam organisasi penyandang tunanetra | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1786 | Melaksanakan rencana penerbitan Gunsho Ruiju | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1793 | Mendirikan Wagaku Kodansho | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1819 | Menyelesaikan seri utama Gunsho Ruiju | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |
| 1821 | Meninggal pada tahun ia mencapai sokengyo, kedudukan tertinggi dalam organisasi | Kronologi tokoh Prefektur Saitama |

Usia dalam [kronologi Prefektur Saitama](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/hanawa/hanawahokiichi.html) menggunakan sistem penghitungan usia tradisional Jepang. Dalam sistem ini, seseorang dianggap berusia satu tahun pada tahun kelahirannya. Karena itu, keterangan bahwa ia berusia 7 tahun saat kehilangan penglihatan tidak boleh diubah menjadi usia 7 tahun penuh.

## Latar belakang kesulitan belajar setelah kehilangan penglihatan

Kehilangan penglihatan menutup jalan untuk membaca tulisan dengan mata. Untuk mengetahui isi buku, ia memerlukan orang lain yang membacakan dan menjelaskannya. Agar dapat terus belajar, ia juga harus menjalin hubungan dengan orang-orang yang dapat memberikan bantuan tersebut.

Di Edo, ia bergabung dengan Todoza (当道座). Todoza adalah organisasi profesi bagi penyandang tunanetra. [Profil tokoh dari Kota Honjo](https://www.city.honjo.lg.jp/soshiki/kyoikuiinkai/bunkazai/tantoujouhou/ijin/hanawahokiichi/introduction/15043.html) juga mencatat perkembangan kedudukannya dalam organisasi.

Saat itu, anggota baru diharapkan menjalani pelatihan profesi seperti musik atau akupunktur. Untuk membaca dan menekuni ilmu sesuai keinginannya, Hokiichi perlu belajar secara terpisah. Latar belakang ini dapat ditemukan dalam biografi yang dihimpun Universitas Kokugakuin.

Karena itu, kesulitannya tidak dapat dijelaskan hanya sebagai akibat kehilangan penglihatan. Menemukan orang yang bersedia membacakan buku dan guru yang mau mengajarinya juga menjadi tantangan. Ia pun memerlukan kesempatan untuk terus belajar di tengah pelatihan profesinya.

## Izin guru dan titik balik dalam kegiatan keilmuan

Izin dari gurunya pada 1761 menjadi landasan untuk melanjutkan kegiatan belajar. Gurunya adalah Ametomi Kengyo (雨富検校). Setelah itu, Hokiichi mempelajari waka, Shinto, dan bidang lainnya.

Pada 1769, ia belajar kepada Kamo no Mabuchi (賀茂真淵). Mabuchi adalah ahli kokugaku yang meneliti naskah kuno Jepang. Kokugaku adalah bidang ilmu yang mengkaji karya klasik, bahasa kuno, budaya Jepang, dan hal-hal terkait.

[Penjelasan Museum Peringatan Kamo no Mabuchi](https://www.mabuchi-kinenkan.jp/waka/106.html) menunjukkan luasnya jaringan tempat ia belajar. Pengajaran dari orang-orang di sekitarnya juga mencakup sejarah serta sistem hukum ritsuryo. Perkembangan Hokiichi bukanlah hasil belajar dari satu guru saja.

Titik-titik baliknya dapat dibedakan sebagai berikut.

| Waktu | Perubahan |
|---|---|
| Mulai menekuni ilmu pada 1761 | Terbuka kesempatan untuk belajar di luar pelatihan profesi |
| Keputusan untuk menerbitkan pada 1779 | Kegiatan membaca pribadi berkembang menjadi proyek pelestarian naskah |
| Pendirian lembaga penelitian pada 1793 | Tersedia tempat untuk melanjutkan pendidikan dan penelitian bersama |

## Buku seperti apakah Gunsho Ruiju?

Gunsho Ruiju adalah kumpulan berbagai naskah kuno yang dihimpun dan disusun. Karya ini bukan kumpulan tulisan yang seluruh isinya ditulis baru oleh Hokiichi. Tujuannya adalah menghimpun catatan yang tersebar agar dapat diwariskan.

[Penjelasan Prefektur Saitama tentang Gunsho Ruiju](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/gunsyo.html) menguraikan pengelompokan dan kerja sama dalam penyusunannya. Naskah yang terkumpul dibagi menjadi 25 bidang. Seri utama yang selesai pada 1819 terdiri atas **666 jilid**.

Pengumpulan naskah memerlukan kerja sama dari orang-orang yang memiliki bahan tersebut. Hokiichi terkadang juga pergi sendiri ke tempat yang jauh untuk mencari buku. Buku yang dipinjam kemudian disalin oleh murid-muridnya.

Proses penyusunannya dapat dipahami melalui tahapan berikut. Setiap pekerjaan berlangsung secara saling berkaitan dalam waktu yang panjang. Urutan di bawah ini bukan catatan terperinci tentang pengerjaan setiap naskah.

1. Mencari dan meminjam naskah yang tersebar di berbagai tempat.
2. Murid-murid menyalin naskah untuk membuat salinan kerja.
3. Menelaah isi dan memperbaiki kesalahan aksara serta kekeliruan lainnya.
4. Mengelompokkan naskah menurut bidang dan menyuntingnya.
5. Membuat papan cetak dan mencetaknya menjadi buku.

Daya ingat mungkin membantunya memanfaatkan isi yang dipelajari melalui pembacaan oleh orang lain. Namun, daya ingat saja tidak dapat menggantikan pengumpulan bahan dan penyalinan naskah. Buku yang telah selesai itu memuat hasil kerja banyak orang.

## Wagaku Kodansho dan landasan penelitian bersama

Wagaku Kodansho (和学講談所) adalah lembaga penelitian dan pendidikan yang didirikan pada 1793. Hokiichi berupaya memperluas landasan penelitian sejarah Jepang dan sistem hukum ritsuryo. Ritsuryo adalah sistem hukum yang mengatur penyelenggaraan negara, hukuman, dan hal-hal lain pada masa itu.

[Penjelasan Prefektur Saitama tentang lembaga tersebut](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/wagaku.html) menguraikan latar belakang pendiriannya. Saat itu, bahasa kuno dan sastra klasik mendapat porsi besar dalam penelitian kokugaku. Ciri khas lembaga ini adalah penyediaan tempat untuk meneliti sejarah dan ritsuryo secara bersamaan.

Peraturan belajar yang dimuat dalam Hanawa Kengyoden (塙検校伝) memperlihatkan praktik belajar bersama. Peraturan itu mewajibkan pembacaan dan koreksi bersama atas naskah yang telah ditentukan. Selama waktu membaca, peserta diminta berfokus pada diskusi dan koreksi.

Peraturan ini membedakan kegiatan keilmuan Hokiichi dari sekadar hafalan pribadi. Membaca bersama menjadi cara untuk berbagi isi bacaan. Koreksi bersama merupakan pekerjaan menelaah penafsiran dan aksara.

Bahan-bahan Wagaku Kodansho juga diwariskan kepada generasi berikutnya. Prefektur Saitama menjelaskan bahwa bahan tersebut diteruskan oleh Institut Historiografi Universitas Tokyo. Ini merupakan contoh bahan dari sebuah lembaga pendidikan yang tetap digunakan setelah pendirinya meninggal.

## Penyelesaian pada 1819 dan proyek yang berlanjut setelah kematiannya

Penyelesaian pada 1819 merujuk pada seri utama Gunsho Ruiju. Zoku Gunsho Ruiju (続群書類従) merupakan proyek lanjutan yang terpisah. Seri lanjutan itu tidak selesai semasa hidup Hokiichi.

Prefektur Saitama menyebut masa penyusunannya berlangsung selama 41 tahun. Angka itu sesuai dengan penghitungan dari 1779 hingga 1819 dengan memasukkan kedua tahun tersebut. Angka ini tidak tepat jika dipahami sebagai rentang 41 tahun penuh yang dihitung dari tanggal dimulainya pekerjaan secara persis.

Cakupan keterangan tentang 1779 dan 1786 juga berbeda menurut sumbernya. Kronologi prefektur mencatat keputusan dan pelaksanaan rencana secara terpisah. Badan Urusan Kebudayaan menyebut 1779 sebagai awal pengerjaan ukiran papan cetak dan penerbitan.

| Kategori | Informasi yang terkonfirmasi | Hal yang perlu diperhatikan saat membaca |
|---|---|---|
| Seri utama Gunsho Ruiju | Selesai pada 1819, terdiri atas 666 jilid | Angka ini tidak mencakup seri lanjutan |
| Zoku Gunsho Ruiju | Belum selesai semasa hidupnya, penerbitan berlanjut setelah kematiannya | Tidak seluruhnya dapat dihitung sebagai pencapaian semasa hidup Hokiichi |
| Pembuatan papan cetak dan penerbitan | Badan Urusan Kebudayaan menjelaskan bahwa pekerjaan berlanjut hingga ia meninggal | Penyelesaian seri utama tidak sama dengan berakhirnya seluruh pekerjaan |

Selain kegiatan keilmuan, ia juga terlibat dalam pengelolaan organisasi. Kota Honjo menyebut reformasi Todoza sebagai salah satu pencapaiannya. Prefektur Saitama memaparkan kegiatannya untuk meningkatkan kedudukan sosial penyandang disabilitas.

## Mengapa papan cetaknya dilestarikan sebagai cagar budaya?

Papan cetak Gunsho Ruiju adalah cetakan induk yang memungkinkan buku dicetak berulang kali. Papan kayu berukir aksara itu tetap bertahan sebagai sarana penggandaan naskah. Selain isi buku, papan tersebut juga memperlihatkan cara penerbitannya.

[Basis data cagar budaya Badan Urusan Kebudayaan Jepang](https://kunishitei.bunka.go.jp/heritage/detail/201/10143) mencatat 17,244 papan cetak. Tanggal penetapannya sebagai Cagar Budaya Penting adalah **19 Februari 1957**. Tempat penyimpanannya tercatat sebagai Onko Gakkai (温故学会).

Badan Urusan Kebudayaan menjelaskan bahwa jarang ada papan cetak untuk kumpulan karya berskala besar yang tetap tersimpan bersama. Nilai pelestariannya tidak terbatas pada kedudukannya sebagai benda kenangan seorang tokoh. Nilainya terletak pada fungsinya sebagai bahan sejarah yang memperlihatkan penerbitan naskah pada zaman Edo.

## Catatan dan penafsiran

Kehidupan Hokiichi perlu dipahami dengan membedakan sifat sumbernya. Kronologi dari lembaga masa kini dan biografi lama bukanlah jenis catatan yang sama. Percakapan yang disampaikan dalam biografi juga harus dibedakan dari catatan langsung yang dibuat olehnya sendiri.

### Informasi yang terkonfirmasi dalam catatan

Materi Universitas Kokugakuin (國學院大學) dengan ID 40395 menghimpun sejumlah catatan. Di antaranya, Onkodo Hanawa Senseiden (温故堂塙先生伝) mengisahkan proses belajarnya. Hanawa Kengyoden memuat peraturan belajar.

[Materi tokoh dari Universitas Kokugakuin](https://jmapps.ne.jp/kokugakuin/det.html?data_id=40395) menjadi titik awal untuk memeriksa setiap catatan. Ucapan yang dimuat dalam biografi harus diperlakukan sebagai informasi yang disampaikan oleh biografi tersebut. Ucapan itu tidak dapat diperkenalkan sebagai catatan harian atau surat yang ditulis langsung oleh Hokiichi.

### Penilaian yang sama-sama ditemukan dan penafsiran artikel ini

Sumber lembaga publik yang diperiksa menilai pelestarian naskah sebagai pencapaian utamanya. Kota Honjo menjelaskan bahwa Gunsho Ruiju digunakan dalam penelitian sastra dan sejarah. Di luar itu, tidak ada dasar untuk memastikan bahwa seluruh kalangan akademis memiliki penilaian yang sama.

Penekanan pada akses pendidikan dan kerja sama merupakan penafsiran artikel ini. Dasarnya adalah catatan tentang pengajaran oleh guru, penyalinan oleh murid, dan koreksi bersama. Penafsiran ini tidak menyatakan bahwa ketunanetraannya telah hilang.

### Bagian yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut

Tingkat daya ingatnya secara tepat tidak dapat diukur dari catatan-catatan ini. Ungkapan sebenarnya dari ucapan tertentu juga sulit dipastikan hanya berdasarkan uraian biografi. Sumber yang diperiksa saja juga tidak cukup untuk menyatakan adanya perdebatan tersendiri di kalangan akademis.

- Kisah tentang daya ingat harus dibedakan sebagai cerita turun-temurun yang memiliki sumber.
- Usia perlu diperiksa bersama cara penghitungannya dalam kronologi terkait.
- Awal penerbitan perlu dibedakan antara keputusan, pengukiran papan cetak, dan penerbitan.
- Tanggal kalender lunar dalam catatan sejarah tidak boleh sembarangan diubah menjadi tanggal kalender matahari.

## Perbedaan antara pelestarian naskah dan akses membaca

Terpeliharanya buku dan kemampuan seseorang untuk membacanya merupakan dua kondisi yang berbeda. Dalam kasus Hokiichi, pembacaan oleh orang lain dan pendidikan membantu kegiatan membaca pribadinya. Penyalinan dan penerbitan membuka jalan agar naskah dapat diteruskan kepada orang lain.

Pembedaan ini berguna ketika membahas kehidupannya dalam pendidikan masa kini. Jika pencapaiannya dijelaskan hanya melalui tekad pribadi, peran kerja sama akan terabaikan. Sebaliknya, jika hanya dukungan yang ditekankan, kegiatan penyuntingan dan penelitiannya akan menjadi kabur.

| Unsur yang tampak dalam catatan | Hal yang dimungkinkan | Hal yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan unsur tersebut |
|---|---|---|
| Pengajaran dari guru dan orang-orang di sekitarnya | Mempelajari isi naskah | Pelestarian naskah dalam jangka panjang |
| Penyalinan oleh murid-murid | Memperoleh salinan bahan yang dipinjam | Keseluruhan pemeriksaan ketepatan isi |
| Membaca dan mengoreksi bersama | Menelaah isi dan aksara bersama-sama | Penerbitan dan penyimpanan yang berkelanjutan |
| Pembuatan dan pelestarian papan cetak | Mencetak ulang isi yang sama | Akses membaca bagi semua pembaca |

Tabel ini merupakan penafsiran yang membedakan peran-peran dalam catatan. Ini tidak berarti bahwa sistem akses pendidikan masa kini sama dengan keadaan saat itu. Nilainya terletak pada pertanyaan tentang siapa yang membaca, menyalin, dan menelaah.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah Hanawa Hokiichi seorang ahli kokugaku?

Ia adalah ahli kokugaku yang meneliti karya klasik dan sejarah Jepang. Ia dikenal melalui penataan naskah, termasuk penyusunan Gunsho Ruiju. Ia juga menjalankan penelitian dan pendidikan di Wagaku Kodansho.

### Kapan ia kehilangan penglihatan?

Kronologi Prefektur Saitama mencatat bahwa ia kehilangan penglihatan akibat penyakit pada 1752. Usianya saat itu adalah 7 tahun menurut sistem penghitungan usia tradisional Jepang. Angka ini tidak boleh langsung disamakan dengan usia dalam tahun penuh menurut penghitungan modern.

### Apakah ia menulis sendiri 666 jilid Gunsho Ruiju?

Karena karya ini menghimpun dan menyunting naskah yang telah ada, karya tersebut tidak dapat dianggap sebagai buku yang ditulisnya sendiri. Murid-muridnya menyalin naskah yang dipinjam. Kerja sama para pemilik bahan juga diperlukan untuk pengumpulannya.

### Mengapa penyusunannya disebut memakan waktu 41 tahun?

Prefektur Saitama menghubungkan keputusan pada 1779 dengan penyelesaian pada 1819. Jika kedua tahun itu ikut dihitung, jumlahnya menjadi 41 tahun kalender. Ini harus dibedakan dari rentang waktu yang dihitung hingga bulan dan tanggal secara persis.

### Apakah Zoku Gunsho Ruiju juga selesai semasa hidupnya?

Seri lanjutan itu tidak selesai semasa hidup Hokiichi. Prefektur Saitama menjelaskan bahwa proyek tersebut berlanjut setelah kematiannya. Menyatukan waktu penyelesaian seri utama dan seri lanjutan akan menghasilkan informasi yang tidak akurat.

### Mengapa papan cetaknya dilestarikan?

Karena papan tersebut merupakan cetakan induk yang digunakan untuk mencetak Gunsho Ruiju. Badan Urusan Kebudayaan menilai bahwa jarang ada papan cetak untuk kumpulan karya berskala besar yang dilestarikan bersama di satu tempat. Papan tersebut merupakan bahan yang memungkinkan penelitian terhadap isi naskah sekaligus proses penerbitannya.

## FAQ

### Siapakah Hanawa Hokiichi?
Ia adalah seorang cendekiawan tunanetra asal Jepang yang lahir pada 1746 dan meninggal pada 1821. Ia dikenal karena menyusun Gunsho Ruijū, yang menghimpun naskah-naskah kuno, dan mendirikan Wagaku Kōdansho.

### Kapan Hanawa Hokiichi kehilangan penglihatannya?
Kronologi Prefektur Saitama mencatat bahwa ia kehilangan penglihatannya pada 1752 akibat penyakit. Usia 7 tahun dalam kronologi tersebut menggunakan sistem penghitungan usia Jepang, sehingga harus dibedakan dari usia genap 7 tahun.

### Titik balik apa yang terjadi dalam hidupnya pada 1761?
Itulah tahun ketika ia mendapat izin untuk belajar dari gurunya, Ametomi Kengyō. Setelah itu, ia melanjutkan kegiatan keilmuannya dengan mempelajari waka, Shinto, dan bidang lainnya.

### Buku seperti apakah Gunsho Ruijū?
Ini adalah kumpulan naskah kuno yang dihimpun dari berbagai daerah dan dikelompokkan ke dalam 25 bidang. Seri utama yang diselesaikan pada 1819 terdiri atas 666 jilid.

### Apakah Gunsho Ruijū disusun hanya dengan mengandalkan daya ingat?
Penyusunannya tidak dapat dijelaskan hanya dengan daya ingat. Peminjaman naskah, penyalinan oleh para murid, koreksi, dan penerbitan juga diperlukan.

### Kapan penyusunan Gunsho Ruijū dimulai, pada 1779 atau 1786?
Kronologi Prefektur Saitama mencatat 1779 sebagai tahun ketika keputusan untuk menerbitkannya dibuat. Pelaksanaan rencana tersebut dicatat sebagai peristiwa tersendiri pada 1786. Badan Urusan Kebudayaan menjelaskan bahwa pengerjaan ukiran balok cetak dan penerbitan dimulai pada 1779, sehingga cakupan peristiwa yang dimaksud juga harus dijelaskan.

### Apa arti pernyataan bahwa penyusunan Gunsho Ruijū berlangsung selama 41 tahun?
Jika tahun awal dan akhirnya ikut dihitung, periode dari 1779 hingga 1819 mencakup 41 tahun kalender. Ini tidak boleh ditafsirkan sebagai 41 tahun penuh yang dihitung sejak tanggal persis dimulainya pekerjaan tersebut.

### Lembaga seperti apakah Wagaku Kōdansho?
Lembaga penelitian dan pendidikan yang didirikan oleh Hokiichi pada 1793. Lembaga ini menyediakan landasan untuk meneliti sejarah Jepang, sistem hukum ritsuryō, dan bidang lainnya.

### Apakah Hokiichi juga menyelesaikan Zoku Gunsho Ruijū semasa hidupnya?
Zoku Gunsho Ruijū tidak selesai semasa hidupnya. Penyelesaian seri utama pada 1819 harus dibedakan dari proyek seri lanjutan yang diteruskan setelah ia meninggal.

### Kapan balok cetak Gunsho Ruijū ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting?
Balok-balok tersebut ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang pada 19 Februari 1957. Jumlah yang terdaftar di Badan Urusan Kebudayaan adalah 17,244 keping.

### Bagaimana cara memverifikasi kalimat yang diperkenalkan sebagai perkataan Hanawa Hokiichi?
Pertama, perlu diperiksa dalam biografi atau catatan mana kalimat itu dimuat. Biografi terkait dapat dilihat dalam materi Universitas Kokugakuin dengan ID 40395. Perkataan yang disampaikan dalam biografi tidak boleh disajikan sebagai catatan langsung yang dibuat oleh Hokiichi sendiri.

## Sources

- [Prefektur Saitama: profil Hanawa Hokiichi dan kronologi kehidupannya](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/hanawa/hanawahokiichi.html)
- [Prefektur Saitama: penjelasan tentang Gunsho Ruiju](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/gunsyo.html)
- [Prefektur Saitama: penjelasan tentang Wagaku Kodansho](https://www.pref.saitama.lg.jp/a0604/wagaku.html)
- [Museum Digital Universitas Kokugakuin: materi Hanawa Hokiichi ID 40395](https://jmapps.ne.jp/kokugakuin/det.html?data_id=40395)
- [Badan Urusan Kebudayaan Jepang: basis data cagar budaya yang ditetapkan negara, blok cetak kayu Gunsho Ruiju](https://kunishitei.bunka.go.jp/heritage/detail/201/10143)
- [Kota Honjo: profil Hanawa Hokiichi](https://www.city.honjo.lg.jp/soshiki/kyoikuiinkai/bunkazai/tantoujouhou/ijin/hanawahokiichi/introduction/15043.html)
- [Museum Peringatan Kamo no Mabuchi: Hanawa Hokiichi, murid Mabuchi pada masa tuanya](https://www.mabuchi-kinenkan.jp/waka/106.html)

## Images

![Para cendekiawan menyalin naskah di meja rendah dalam ruang berlantai tatami, dengan tumpukan buku dan alat tulis.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzMyMDMsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--9f1187209133751db198b7c16158729d5c5eda11/ai-e5c134d7.webp)
![Pekerja menintai balok kayu dan menggosok cetakan di bengkel berisi buku berjilid benang dan tumpukan kertas.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzMyMDksInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--2f4debc592b02dad9c8b68d9b797cc31c9751e12/ai-36e90bf0.webp)