{"content_id":"eouqa1kpw6","slug":"busan-wartime-capital-1023-days-relief-heritage","locale":"id","schema_type":"Article","category":"knowledge_base","category_name":"Basis Pengetahuan","title":"Warisan Busan sebagai Ibu Kota Pengungsian: 1023 Hari","summary":"Busan dua kali menjadi ibu kota pengungsian selama Perang Korea dan terus menjalankan urusan pemerintahan serta memberikan bantuan kepada pengungsi. Penyebutan 1023 hari dalam keterangan resmi dibedakan dari persoalan perhitungannya. Makna warisan itu dijelaskan melalui dokumen bantuan dan hubungan antara gedung pemerintahan, dermaga, dan permukiman.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Busan menjadi ibu kota pengungsian pada 18 Agustus 1950 setelah pemerintah berpindah melalui Daejeon dan Daegu.","Angka 1023 hari dalam keterangan resmi merujuk pada dua periode Busan sebagai ibu kota pengungsian yang dipisahkan oleh masa kembalinya pemerintah ke Seoul.","Surat edaran tahun 1950 tentang penyebaran pengungsi membagi tugas penampungan, pangan, transportasi, dan kesehatan di antara kementerian.","Jumlah pasokan bantuan yang dijadwalkan tiba di pelabuhan, jumlah yang benar-benar tiba, dan rencana pembagiannya harus dibedakan dari jumlah yang benar-benar diterima pengungsi.","Gedung Pemerintahan Pusat Sementara, Dermaga 1 Pelabuhan Busan, dan permukiman pengungsi menunjukkan sisi yang berbeda dari penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan pengungsian."],"content_markdown":"Warisan Busan sebagai ibu kota pengungsian adalah jejak pemerintah dan para pengungsi yang bertahan di Busan selama Perang Korea. Sejak Agustus 1950, gedung pemerintahan dan pelabuhan yang sudah ada dimanfaatkan agar urusan administrasi dan bantuan tetap berjalan. Angka 1023 hari merujuk pada dua periode Busan menjadi ibu kota pengungsian. Warisan ini membantu kita mengingat kehidupan pada masa itu.\n\nTulisan ini mengacu pada catatan bantuan tahun 1950 dari Arsip Nasional Korea dan telah diperiksa pada Oktober 2026.\n\n## Latar belakang Busan menjadi ibu kota pengungsian\n\nBusan memiliki fasilitas dan pelabuhan yang memungkinkan pemerintah melanjutkan pekerjaannya setelah bergerak ke selatan. Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950 ketika Korea Utara menyerbu Korea Selatan. Pemerintah meninggalkan Seoul dan berpindah ke Daejeon, lalu Daegu. Busan menjadi ibu kota pengungsian pada **18 Agustus 1950**.\n\nLokasinya di selatan saja tidak cukup untuk menjalankan fungsi ibu kota. Busan memiliki fasilitas administrasi yang sudah ada dan dapat digunakan oleh kementerian. Pelabuhannya menjadi jalur masuk pasukan dan barang bantuan dari luar negeri. Pemerintah Kota Busan menyebut kondisi tersebut sebagai latar belakang pemindahan pemerintah. [Pemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/warcapital)\n\nArus pengungsi ke selatan telah membebani kapasitas penampungan bahkan sebelum pemerintah pindah ke Busan. Surat edaran pada Juli 1950 membahas banyaknya pengungsi yang berkumpul di Daejeon. Di Busan pun, rumah dan infrastruktur yang ada sulit menampung penduduk yang terus berdatangan. Kelangsungan hidup mereka bergantung pada beberapa hal sekaligus.\n\n- Tempat tinggal: penyediaan fasilitas penampungan dan hunian sementara\n- Makanan: pasokan pangan dan penyelenggaraan makan\n- Mobilitas dan kesehatan: pengangkutan pengungsi dan kelangsungan layanan kesehatan\n\n## 1023 hari Busan sebagai ibu kota pengungsian dan jeda saat pemerintah kembali ke Seoul\n\nAngka 1023 hari tidak berarti Busan terus-menerus menjadi ibu kota. Busan menjalankan peran itu dalam dua periode yang dipisahkan oleh masa ketika pemerintah kembali ke Seoul. Kembali ke ibu kota berarti pemerintah kembali ke ibu kota semula. Perebutan kembali Seoul dan kembalinya pemerintah ke Seoul juga tidak terjadi pada tanggal yang sama.\n\n| Tanggal·periode | Peristiwa | Sumber rujukan |\n|---|---|---|\n| 25 Juni 1950 | Perang Korea dimulai | Pameran daring Arsip Nasional Korea |\n| 10 Juli 1950 | Instruksi melalui surat edaran untuk menyebarkan pengungsi | Uraian Arsip Nasional Korea tentang surat edaran |\n| 18 Agustus 1950 | Periode pertama Busan sebagai ibu kota pengungsian dimulai | Pemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan |\n| September 1950 | Seoul direbut kembali | Uraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun |\n| 27 Oktober 1950 | Pemerintah kembali ke Seoul | Uraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun |\n| Januari 1951 | Memburuknya keadaan perang membuat pemerintah kembali pindah ke Busan | Keterangan Daftar Tentatif UNESCO dan uraian Kukje Shinmun |\n| 27 Juli 1953 | Perjanjian Gencatan Senjata ditandatangani | Pameran daring Arsip Nasional Korea |\n| 15 Agustus 1953 | Pemerintah kembali lagi ke Seoul | Uraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun |\n\nTitik balik pertama adalah kembalinya pemerintah ke Seoul setelah kota itu direbut kembali. Ketika keadaan perang kembali memburuk akibat keterlibatan pasukan Tiongkok, pemerintah pun kembali ke Busan. Setelah Perjanjian Gencatan Senjata ditandatangani, pemerintah kembali lagi ke Seoul. Karena itu, periode Busan sebagai ibu kota pengungsian berbeda dari periode berlangsungnya pertempuran.\n\nKeterangan Daftar Tentatif UNESCO tahun 2023 mencatat periode pertama dari 18 Agustus hingga 26 Oktober 1950. Periode kedua berlangsung dari 4 Januari 1951 hingga 14 Agustus 1953. Keterangan itu menyebut jumlah kedua periode tersebut sebagai 1023 hari. [Keterangan Daftar Tentatif UNESCO](https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/)\n\nNamun, ada penjelasan lain mengenai rincian tanggal dan penghitungan jumlah hari. Uraian Kukje Shinmun tahun 2022 menyebut 3 Januari sebagai awal periode kedua. Uraian itu menyatakan bahwa jumlahnya menjadi 1025 hari jika tahun kabisat juga diperhitungkan. Tulisan ini menggunakan angka 1023 hari sebagaimana tercantum dalam keterangan resmi, tetapi tidak menganggap penghitungan itu sebagai angka yang sudah pasti. [Uraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun](https://v.daum.net/v/E00WXqXEAC)\n\n## Apa saja pekerjaan bantuan pada masa perang\n\nBantuan pada masa perang adalah pekerjaan untuk menopang kehidupan orang-orang yang terdampak perang. Istilah bantuan di sini bukan berarti slogan yang diteriakkan, melainkan pertolongan dan dukungan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam catatan tersebut, korban perang merujuk pada orang-orang yang mengalami dampak perang. Penampungan, penyediaan makan, pengangkutan, dan layanan kesehatan merupakan pekerjaan administrasi yang saling terkait.\n\n### Pembagian tugas antarkementerian dalam surat edaran penyebaran pengungsi\n\nSurat edaran tahun 1950 membagi pekerjaan penyebaran pengungsi di antara kementerian terkait. Judul dokumennya adalah 「Perihal Penyebaran Pengungsi: Surat Edaran」. Instruksi tertanggal 10 Juli itu dimuat dalam Lembaran Negara No. 384 pada 20 Juli. Instruksi tersebut ditujukan kepada para gubernur provinsi di wilayah Chungcheong, Jeolla, dan Gyeongsang.\n\n| Kementerian yang bertanggung jawab | Tugas yang tercantum dalam surat edaran |\n|---|---|\n| Kementerian Sosial | Fasilitas penampungan, penerbitan surat keterangan, pendampingan, penampungan, penyediaan makan, pembukuan |\n| Kementerian Pertanian dan Kehutanan | Pasokan pangan |\n| Kementerian Pertahanan·Kementerian Dalam Negeri | Kerja sama dalam pemeriksaan identitas dan penerbitan surat keterangan, pendampingan, penjagaan |\n| Kementerian Perhubungan | Pengangkutan gratis bagi pemegang surat keterangan pengungsi |\n| Kementerian Kesehatan | Layanan kesehatan bagi pengungsi |\n\nDokumen ini bukan rencana bantuan khusus untuk Busan. Instruksi tersebut dikeluarkan sebelum Busan menjadi ibu kota pengungsian dan mengarahkan agar pengungsi disebar ke berbagai provinsi. Pengangkutan pun mensyaratkan surat keterangan. Karena itu, dokumen ini tidak boleh dibaca sebagai jaminan kebebasan bergerak bagi semua pengungsi. [Uraian Arsip Nasional Korea tentang surat edaran](https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=5\u0026page=3\u0026searchKey=\u0026searchTxt=\u0026seq=1008)\n\n### Komite bantuan dan pembagian barang bantuan\n\nLaporan ikhtisar Kementerian Sosial menunjukkan kerja sama antara pemerintah Korea dan organisasi bantuan internasional. Judul lengkapnya adalah 「Laporan Ikhtisar tentang Kebijakan Bantuan bagi Korban Perang dan Pengungsi Korea」. Kementerian Sosial menyampaikannya kepada perdana menteri pada 14 Desember 1950. Dokumen aslinya menyebut Komite Bantuan Pusat dan komite bantuan daerah.\n\nKomite pusat bertugas membahas persoalan bantuan. Komite di daerah mendukung pekerjaan pembagian barang setempat. Laporan itu juga memuat tabel keadaan kedatangan barang bantuan di pelabuhan. Uraian Arsip Nasional Korea turut menjelaskan adanya tabel rencana pembagian menurut wilayah. [Uraian Arsip Nasional Korea tentang laporan bantuan](https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=\u0026page=7\u0026searchKey=\u0026searchTxt=\u0026seq=1007), [Pameran daring Arsip Nasional Korea](https://artsandculture.google.com/story/tgVB5KsC_5i-EQ?hl=ko)\n\n## Perbedaan antara barang yang tiba di pelabuhan dan yang benar-benar dibagikan\n\nKedatangan barang bantuan di pelabuhan tidak berarti pengungsi telah menerimanya. Tabel keadaan kedatangan per 14 Desember 1950 membedakan jumlah yang direncanakan dan jumlah yang sudah tiba. Jumlah tenda yang dijadwalkan tiba adalah 1.050 buah. Jumlah yang sudah tiba di pelabuhan tercatat **50 buah**.\n\n| Komponen dalam catatan | Fakta yang dapat dipastikan | Hal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja |\n|---|---|---|\n| Jumlah yang dijadwalkan tiba | Jumlah barang yang direncanakan akan masuk | Apakah semuanya tiba sesuai rencana |\n| Jumlah yang sudah tiba di pelabuhan | Jumlah barang yang masuk hingga tanggal acuan | Apakah semua barang dapat digunakan |\n| Rencana pembagian menurut wilayah | Wilayah yang direncanakan menerima alokasi | Apakah barang diserahkan sesuai rencana |\n| Catatan penyerahan·penerimaan nyata | Jumlah yang diserahkan atau fakta penerimaannya | Hasil di wilayah lain dan selama keseluruhan periode |\n\nSatuan buah untuk jumlah tenda merupakan terjemahan dari Pieces dalam dokumen asli. Keterangan pada tabel juga menyebut bahwa tenda-tenda itu sedang digunakan di Busan. Namun, angka ini tidak dapat dipakai untuk menghitung jumlah orang yang ditampung atau besaran bantuan per rumah tangga. Untuk itu diperlukan catatan tersendiri tentang pengoperasian fasilitas dan penyerahan bantuan. [Pameran daring yang memuat gambar dokumen asli dari Arsip Nasional Korea](https://artsandculture.google.com/story/tgVB5KsC_5i-EQ?hl=ko)\n\nDermaga No. 1 Pelabuhan Busan merupakan lokasi logistik dalam sistem bantuan tersebut. Pengungsi dan barang bantuan internasional, antara lain, masuk melalui tempat ini. Pekerjaan di pelabuhan juga menjadi sumber penghidupan bagi para pengungsi. Namun, tidak ada dasar untuk menganggap seluruh barang dalam tabel kedatangan nasional sebagai barang yang masuk melalui Dermaga No. 1. [Keterangan tentang Dermaga No. 1 dalam Daftar Tentatif UNESCO](https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/)\n\n## Peran Kantor Pemerintah Pusat Sementara, sekolah pengungsi, dan hunian sementara\n\nPekerjaan pemerintah dan kehidupan pengungsi berlanjut dengan mengalihfungsikan ruang yang sudah ada. Kantor Pemerintah Pusat Sementara semula adalah gedung Kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan. Kementerian yang pindah ke Busan memanfaatkan fasilitas administrasi di gedung itu. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan bagi pengungsi juga dilakukan di sana. [Keterangan Pemerintah Kota Busan tentang Kantor Pemerintah Pusat Sementara](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage02)\n\n| Tempat | Fungsi·kondisi sebelum perang | Pemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian | Sejarah yang ditunjukkan |\n|---|---|---|---|\n| Kantor Pemerintah Pusat Sementara | Kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan | Ruang kerja kementerian pemerintah pusat | Kelangsungan fungsi administrasi |\n| Pantai·bukit·lapangan olahraga dan tempat lain | Ruang kosong di luar gedung sekolah | Sekolah pengungsi yang menggunakan tenda | Kelangsungan pendidikan |\n| Permukiman pengungsi Biseok di Ami-dong | Bekas pemakaman orang Jepang | Hunian sementara yang memanfaatkan fasilitas pemakaman | Kekurangan rumah dan terbentuknya ruang hunian |\n| Permukiman pengungsi Somak di Uam-dong | Barak fasilitas karantina sapi | Ruang hidup pengungsi yang dibuat dengan membagi bagian dalam bangunan | Perubahan fungsi bangunan yang sudah ada menjadi hunian |\n\nSekolah pengungsi adalah tempat berlangsungnya pelajaran ketika gedung sekolah tidak mencukupi. Keterangan Pemerintah Kota Busan menyebut sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang menggunakan tenda. Universitas Gabungan Masa Perang menyelenggarakan pendidikan bagi mahasiswa yang mengungsi. Menjaga kelangsungan pendidikan juga merupakan fungsi yang dijalankan kota ini pada masa perang. [Pemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/warcapital)\n\nDi Ami-dong, struktur pemakaman yang tersisa digunakan untuk membangun tempat tinggal. Di Uam-dong, barak sapi dibagi menjadi ruang-ruang untuk ditinggali. Kedua wilayah itu menunjukkan cara berbeda yang ditempuh pengungsi untuk memperoleh tempat tinggal. Tidak tepat jika semuanya digambarkan sebagai rumah baru yang dibangun dan disediakan pemerintah. [Keterangan Pemerintah Kota Busan tentang Ami-dong](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage08), [Keterangan Pemerintah Kota Busan tentang Uam-dong](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage09)\n\n## Kehidupan pengungsi yang berlanjut setelah pemerintah kembali ke Seoul\n\nKembalinya pemerintah ke Seoul tidak berarti kehidupan sebagai pengungsi telah berakhir. Masa ketika gedung pemerintahan menjalankan fungsi ibu kota berbeda dari lamanya penduduk tinggal di suatu tempat. Ami-dong dan Uam-dong tetap menjadi kawasan permukiman setelah perang. Hunian sementara pun bertahan sebagai ruang hidup di kota.\n\nPenelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tahun 2021 membagi proses terbentuknya Ami-dong ke dalam beberapa periode. Selain pengungsi pada masa perang, orang-orang yang kembali setelah pembebasan dan pendatang pada masa berikutnya juga tinggal di sana. Karena itu, seluruh kawasan permukiman sekarang tidak dapat dianggap mencerminkan keadaan pada satu waktu tertentu saat pengungsian. Jejak masa perang perlu dilihat bersama perubahan rumah-rumah setelahnya. [Penelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tentang Ami-dong](https://www.kci.go.kr/kciportal/landing/article.kci?arti_id=ART002687277)\n\nFungsi pemerintahan tetap terjaga, tetapi persoalan tempat tinggal tidak sepenuhnya terselesaikan. Keberadaan organisasi bantuan juga tidak berarti kehidupan masyarakat sudah stabil. Dengan melihat gedung pemerintahan dan hunian sementara bersama-sama, kita dapat membedakan capaian dan keterbatasannya.\n\n## Catatan dan penafsiran\n\nCatatan administrasi pada masa itu dan uraian tentang warisan sejarah yang ditulis belakangan menjawab pertanyaan yang berbeda. Surat edaran menunjukkan lembaga yang bertanggung jawab dan pedoman tindakan. Laporan menjelaskan keadaan organisasi dan barang bantuan. Penelitian dan uraian warisan menafsirkan makna historis catatan tersebut.\n\n### Hal-hal yang dapat dipastikan dari catatan masa itu\n\nDokumen bantuan menunjukkan pembagian tugas dan kerangka koordinasi bantuan. Tabel kedatangan di pelabuhan menunjukkan keadaan barang pada tanggal tertentu. Tabel rencana pembagian menunjukkan arah alokasi yang direncanakan. Bahan-bahan ini saja tidak cukup untuk merekonstruksi kehidupan semua pengungsi.\n\n### Penafsiran yang diajukan dalam penelitian\n\nPenelitian tentang ibu kota pengungsian memandang tanggapan penduduk, bukan hanya tindakan pemerintah, sebagai bagian dari sejarah. Penelitian Cha Cheol-uk tahun 2021 menyoroti proses penduduk mengubah ruang hunian mereka. Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong menganalisis sejarah perubahan fasilitas dari masa kolonial menjadi kawasan permukiman. Kedua penelitian itu tidak membatasi permukiman tersebut pada satu gambaran masa perang. [Penelitian Cha Cheol-uk tentang pengalaman hidup penduduk](https://pncc.pusan.ac.kr/bbs/pncc/12024/730590/download.do), [Penelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tentang pemanfaatan warisan](https://www.kci.go.kr/kciportal/landing/article.kci?arti_id=ART002687277)\n\n### Hal-hal yang masih perlu dipastikan\n\nDalam menghitung periode tersebut, tanggal acuan perpindahan pemerintah perlu dibedakan. Perbedaan antara angka resmi 1023 hari dan pendapat tentang 1025 hari yang dibahas di atas adalah salah satu contohnya. Perpindahan nyata kementerian dan pengumuman kembalinya pemerintah ke ibu kota juga perlu dibedakan. Satu uraian saja tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa seluruh kalangan akademik telah mencapai kesepakatan.\n\nHasil bantuan pun masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berapa banyak barang yang tiba di pelabuhan lalu diserahkan kepada siapa adalah persoalan tersendiri. Untuk memastikannya, catatan penyerahan dan penerimaan menurut wilayah perlu dibandingkan. Kekosongan antara rencana dan hasil tidak boleh diisi dengan perkiraan.\n\n## Makna pelestarian sebagai warisan pada masa kini\n\nGedung pemerintahan, dermaga, dan permukiman bersama-sama menunjukkan cara kota ini berfungsi selama perang. Pemerintah Kota Busan menjelaskan bahwa keberlangsungan pemerintahan, kehidupan pengungsi, dan kerja sama internasional merupakan fungsi utama warisan tersebut. Warisan berseri menggabungkan beberapa tempat yang terpisah berdasarkan nilai yang sama. Keterangan Pemerintah Kota Busan yang diperiksa pada Oktober 2026 menyebut 11 lokasi. [Penjelasan Pemerintah Kota Busan tentang nilai Warisan Dunia](https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage00)\n\n- Tempat administrasi dan pengamatan: Gyeongmudae, Kantor Pemerintah Pusat Sementara, Observatorium Pusat Nasional\n- Tempat kerja sama internasional, pengangkutan, dan penghormatan kepada korban: Kedutaan Besar Amerika Serikat sekaligus Pusat Informasi Amerika Serikat, Dermaga No. 1 Pelabuhan Busan, Pangkalan Hialeah, Pemakaman PBB\n- Tempat tinggal dan kehidupan kota: permukiman pengungsi Biseok di Ami-dong, permukiman pengungsi Somak di Uam-dong, Jembatan Yeongdo, fasilitas penampungan air Bokbyeongsan\n\nPengelompokan ini dimaksudkan untuk menjelaskan peran masing-masing tempat. Satu tempat tidak selalu menjalankan satu fungsi saja. Dermaga No. 1 merupakan jalur bantuan internasional sekaligus tempat mencari nafkah.\n\nUpaya pencantuman sebagai Warisan Dunia juga perlu dibedakan dari pencantuman akhir. Keterangan Daftar Tentatif UNESCO tahun 2023 memuat 9 komponen. Ketika masuk ke daftar prioritas pencalonan pada November 2025, Pemerintah Kota Busan memperkenalkan 11 lokasi. Susunan itu menambahkan Jembatan Yeongdo dan fasilitas penampungan air Bokbyeongsan. [Daftar Tentatif UNESCO](https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/), [Penjelasan Pemerintah Kota Busan tentang pemilihan untuk daftar prioritas pencalonan](https://www.busan.go.kr/news/snsbusan05/view?curPage=7\u0026dataNo=72123)\n\nPemilihan untuk daftar prioritas pencalonan bukanlah pencantuman akhir oleh UNESCO. Makna sejarah warisan ini pun tidak bergantung hanya pada status pencantumannya. Gedung pemerintahan menunjukkan kelangsungan administrasi, sedangkan dermaga menunjukkan pergerakan orang dan barang. Permukiman menyimpan jejak cara para pengungsi memperoleh dan mengubah ruang hidup mereka.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Apakah Busan menjadi ibu kota sepanjang Perang Korea\n\nTidak. Periode Busan sebagai ibu kota pengungsian terbagi dua. Ada jeda ketika pemerintah kembali ke Seoul pada musim gugur 1950.\n\n### Apakah penghitungan 1023 hari sudah dipastikan secara tepat\n\nAngka itu lazim digunakan dalam keterangan Pemerintah Kota Busan dan Daftar Tentatif UNESCO. Ada pula uraian yang menyatakan bahwa hasilnya seharusnya 1025 hari jika tanggal awal dan tahun kabisat diperhitungkan. Angka resmi perlu dibedakan dari pemeriksaan terperinci atas jumlah harinya.\n\n### Apakah surat edaran penyebaran pengungsi memerintahkan mereka berkumpul di Busan\n\nTidak. Instruksi pada Juli 1950 itu bertujuan menyebarkan pengungsi yang berkumpul di Daejeon ke berbagai provinsi. Dokumen tersebut terbit sebelum Busan menjadi ibu kota pengungsian.\n\n### Apakah barang bantuan yang tiba di pelabuhan berarti sudah selesai dibagikan\n\nTidak. Kedatangan di pelabuhan, alokasi ke daerah, dan penyerahan nyata adalah tahap yang berbeda. Jumlah yang diterima tiap rumah tangga tidak dapat diketahui hanya dari tabel kedatangan di pelabuhan.\n\n### Apakah Kantor Pemerintah Pusat Sementara dan kediaman presiden berada di tempat yang sama\n\nTidak. Kantor Pemerintah Pusat Sementara adalah bekas Kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan yang digunakan kementerian. Gyeongmudae digunakan sebagai kediaman dan ruang kerja presiden.\n\n### Mengapa gedung pemerintahan dan permukiman pengungsi dilestarikan bersama\n\nKarena gedung pemerintahan menunjukkan penyelenggaraan negara, sedangkan permukiman menunjukkan kehidupan pengungsi. Dengan melihat dermaga juga, hubungan antara bantuan internasional dan mata pencaharian dapat dipahami.\n\n### Apakah permukiman pengungsi hilang setelah perang berakhir\n\nTidak semuanya hilang. Ami-dong dan Uam-dong tetap menjadi kawasan permukiman setelah perang. Bangunan dan ruang hidup di sana terus berubah kemudian.\n\n### Apakah warisan Busan sebagai ibu kota pengungsian sudah menjadi Warisan Dunia UNESCO\n\nMasuknya ke Daftar Tentatif dan pemilihannya untuk daftar prioritas pencalonan di dalam negeri berbeda dari pencantuman akhir. Bahan resmi yang diperiksa pada Oktober 2026 menyebutnya masih dalam tahap pengupayaan pencantuman.","content_html":"\u003cp\u003eWarisan Busan sebagai ibu kota pengungsian adalah jejak pemerintah dan para pengungsi yang bertahan di Busan selama Perang Korea. Sejak Agustus 1950, gedung pemerintahan dan pelabuhan yang sudah ada dimanfaatkan agar urusan administrasi dan bantuan tetap berjalan. Angka 1023 hari merujuk pada dua periode Busan menjadi ibu kota pengungsian. Warisan ini membantu kita mengingat kehidupan pada masa itu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTulisan ini mengacu pada catatan bantuan tahun 1950 dari Arsip Nasional Korea dan telah diperiksa pada Oktober 2026.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#latar-belakang-busan-menjadi-ibu-kota-pengungsian\" class=\"anchor\" id=\"latar-belakang-busan-menjadi-ibu-kota-pengungsian\"\u003e\u003c/a\u003eLatar belakang Busan menjadi ibu kota pengungsian\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eBusan memiliki fasilitas dan pelabuhan yang memungkinkan pemerintah melanjutkan pekerjaannya setelah bergerak ke selatan. Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950 ketika Korea Utara menyerbu Korea Selatan. Pemerintah meninggalkan Seoul dan berpindah ke Daejeon, lalu Daegu. Busan menjadi ibu kota pengungsian pada \u003cstrong\u003e18 Agustus 1950\u003c/strong\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLokasinya di selatan saja tidak cukup untuk menjalankan fungsi ibu kota. Busan memiliki fasilitas administrasi yang sudah ada dan dapat digunakan oleh kementerian. Pelabuhannya menjadi jalur masuk pasukan dan barang bantuan dari luar negeri. Pemerintah Kota Busan menyebut kondisi tersebut sebagai latar belakang pemindahan pemerintah. \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/warcapital\"\u003ePemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eArus pengungsi ke selatan telah membebani kapasitas penampungan bahkan sebelum pemerintah pindah ke Busan. Surat edaran pada Juli 1950 membahas banyaknya pengungsi yang berkumpul di Daejeon. Di Busan pun, rumah dan infrastruktur yang ada sulit menampung penduduk yang terus berdatangan. Kelangsungan hidup mereka bergantung pada beberapa hal sekaligus.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTempat tinggal: penyediaan fasilitas penampungan dan hunian sementara\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMakanan: pasokan pangan dan penyelenggaraan makan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMobilitas dan kesehatan: pengangkutan pengungsi dan kelangsungan layanan kesehatan\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#1023-hari-busan-sebagai-ibu-kota-pengungsian-dan-jeda-saat-pemerintah-kembali-ke-seoul\" class=\"anchor\" id=\"1023-hari-busan-sebagai-ibu-kota-pengungsian-dan-jeda-saat-pemerintah-kembali-ke-seoul\"\u003e\u003c/a\u003e1023 hari Busan sebagai ibu kota pengungsian dan jeda saat pemerintah kembali ke Seoul\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eAngka 1023 hari tidak berarti Busan terus-menerus menjadi ibu kota. Busan menjalankan peran itu dalam dua periode yang dipisahkan oleh masa ketika pemerintah kembali ke Seoul. Kembali ke ibu kota berarti pemerintah kembali ke ibu kota semula. Perebutan kembali Seoul dan kembalinya pemerintah ke Seoul juga tidak terjadi pada tanggal yang sama.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTanggal·periode\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeristiwa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSumber rujukan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e25 Juni 1950\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePerang Korea dimulai\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003ePameran daring Arsip Nasional Korea\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e10 Juli 1950\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eInstruksi melalui surat edaran untuk menyebarkan pengungsi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eUraian Arsip Nasional Korea tentang surat edaran\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e18 Agustus 1950\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePeriode pertama Busan sebagai ibu kota pengungsian dimulai\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003ePemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003eSeptember 1950\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSeoul direbut kembali\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eUraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e27 Oktober 1950\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePemerintah kembali ke Seoul\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eUraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003eJanuari 1951\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eMemburuknya keadaan perang membuat pemerintah kembali pindah ke Busan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKeterangan Daftar Tentatif UNESCO dan uraian Kukje Shinmun\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e27 Juli 1953\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePerjanjian Gencatan Senjata ditandatangani\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003ePameran daring Arsip Nasional Korea\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal·periode\"\u003e15 Agustus 1953\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePemerintah kembali lagi ke Seoul\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eUraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eTitik balik pertama adalah kembalinya pemerintah ke Seoul setelah kota itu direbut kembali. Ketika keadaan perang kembali memburuk akibat keterlibatan pasukan Tiongkok, pemerintah pun kembali ke Busan. Setelah Perjanjian Gencatan Senjata ditandatangani, pemerintah kembali lagi ke Seoul. Karena itu, periode Busan sebagai ibu kota pengungsian berbeda dari periode berlangsungnya pertempuran.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKeterangan Daftar Tentatif UNESCO tahun 2023 mencatat periode pertama dari 18 Agustus hingga 26 Oktober 1950. Periode kedua berlangsung dari 4 Januari 1951 hingga 14 Agustus 1953. Keterangan itu menyebut jumlah kedua periode tersebut sebagai 1023 hari. \u003ca href=\"https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/\"\u003eKeterangan Daftar Tentatif UNESCO\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun, ada penjelasan lain mengenai rincian tanggal dan penghitungan jumlah hari. Uraian Kukje Shinmun tahun 2022 menyebut 3 Januari sebagai awal periode kedua. Uraian itu menyatakan bahwa jumlahnya menjadi 1025 hari jika tahun kabisat juga diperhitungkan. Tulisan ini menggunakan angka 1023 hari sebagaimana tercantum dalam keterangan resmi, tetapi tidak menganggap penghitungan itu sebagai angka yang sudah pasti. \u003ca href=\"https://v.daum.net/v/E00WXqXEAC\"\u003eUraian sejarah ibu kota pengungsian oleh Kukje Shinmun\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#apa-saja-pekerjaan-bantuan-pada-masa-perang\" class=\"anchor\" id=\"apa-saja-pekerjaan-bantuan-pada-masa-perang\"\u003e\u003c/a\u003eApa saja pekerjaan bantuan pada masa perang\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eBantuan pada masa perang adalah pekerjaan untuk menopang kehidupan orang-orang yang terdampak perang. Istilah bantuan di sini bukan berarti slogan yang diteriakkan, melainkan pertolongan dan dukungan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam catatan tersebut, korban perang merujuk pada orang-orang yang mengalami dampak perang. Penampungan, penyediaan makan, pengangkutan, dan layanan kesehatan merupakan pekerjaan administrasi yang saling terkait.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#pembagian-tugas-antarkementerian-dalam-surat-edaran-penyebaran-pengungsi\" class=\"anchor\" id=\"pembagian-tugas-antarkementerian-dalam-surat-edaran-penyebaran-pengungsi\"\u003e\u003c/a\u003ePembagian tugas antarkementerian dalam surat edaran penyebaran pengungsi\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSurat edaran tahun 1950 membagi pekerjaan penyebaran pengungsi di antara kementerian terkait. Judul dokumennya adalah 「Perihal Penyebaran Pengungsi: Surat Edaran」. Instruksi tertanggal 10 Juli itu dimuat dalam Lembaran Negara No. 384 pada 20 Juli. Instruksi tersebut ditujukan kepada para gubernur provinsi di wilayah Chungcheong, Jeolla, dan Gyeongsang.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKementerian yang bertanggung jawab\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eTugas yang tercantum dalam surat edaran\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kementerian yang bertanggung jawab\"\u003eKementerian Sosial\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tugas yang tercantum dalam surat edaran\"\u003eFasilitas penampungan, penerbitan surat keterangan, pendampingan, penampungan, penyediaan makan, pembukuan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kementerian yang bertanggung jawab\"\u003eKementerian Pertanian dan Kehutanan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tugas yang tercantum dalam surat edaran\"\u003ePasokan pangan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kementerian yang bertanggung jawab\"\u003eKementerian Pertahanan·Kementerian Dalam Negeri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tugas yang tercantum dalam surat edaran\"\u003eKerja sama dalam pemeriksaan identitas dan penerbitan surat keterangan, pendampingan, penjagaan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kementerian yang bertanggung jawab\"\u003eKementerian Perhubungan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tugas yang tercantum dalam surat edaran\"\u003ePengangkutan gratis bagi pemegang surat keterangan pengungsi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kementerian yang bertanggung jawab\"\u003eKementerian Kesehatan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tugas yang tercantum dalam surat edaran\"\u003eLayanan kesehatan bagi pengungsi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eDokumen ini bukan rencana bantuan khusus untuk Busan. Instruksi tersebut dikeluarkan sebelum Busan menjadi ibu kota pengungsian dan mengarahkan agar pengungsi disebar ke berbagai provinsi. Pengangkutan pun mensyaratkan surat keterangan. Karena itu, dokumen ini tidak boleh dibaca sebagai jaminan kebebasan bergerak bagi semua pengungsi. \u003ca href=\"https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=5\u0026amp;page=3\u0026amp;searchKey=\u0026amp;searchTxt=\u0026amp;seq=1008\"\u003eUraian Arsip Nasional Korea tentang surat edaran\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#komite-bantuan-dan-pembagian-barang-bantuan\" class=\"anchor\" id=\"komite-bantuan-dan-pembagian-barang-bantuan\"\u003e\u003c/a\u003eKomite bantuan dan pembagian barang bantuan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eLaporan ikhtisar Kementerian Sosial menunjukkan kerja sama antara pemerintah Korea dan organisasi bantuan internasional. Judul lengkapnya adalah 「Laporan Ikhtisar tentang Kebijakan Bantuan bagi Korban Perang dan Pengungsi Korea」. Kementerian Sosial menyampaikannya kepada perdana menteri pada 14 Desember 1950. Dokumen aslinya menyebut Komite Bantuan Pusat dan komite bantuan daerah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKomite pusat bertugas membahas persoalan bantuan. Komite di daerah mendukung pekerjaan pembagian barang setempat. Laporan itu juga memuat tabel keadaan kedatangan barang bantuan di pelabuhan. Uraian Arsip Nasional Korea turut menjelaskan adanya tabel rencana pembagian menurut wilayah. \u003ca href=\"https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=\u0026amp;page=7\u0026amp;searchKey=\u0026amp;searchTxt=\u0026amp;seq=1007\"\u003eUraian Arsip Nasional Korea tentang laporan bantuan\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://artsandculture.google.com/story/tgVB5KsC_5i-EQ?hl=ko\"\u003ePameran daring Arsip Nasional Korea\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-antara-barang-yang-tiba-di-pelabuhan-dan-yang-benar-benar-dibagikan\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-antara-barang-yang-tiba-di-pelabuhan-dan-yang-benar-benar-dibagikan\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan antara barang yang tiba di pelabuhan dan yang benar-benar dibagikan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKedatangan barang bantuan di pelabuhan tidak berarti pengungsi telah menerimanya. Tabel keadaan kedatangan per 14 Desember 1950 membedakan jumlah yang direncanakan dan jumlah yang sudah tiba. Jumlah tenda yang dijadwalkan tiba adalah 1.050 buah. Jumlah yang sudah tiba di pelabuhan tercatat \u003cstrong\u003e50 buah\u003c/strong\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKomponen dalam catatan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eFakta yang dapat dipastikan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Komponen dalam catatan\"\u003eJumlah yang dijadwalkan tiba\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fakta yang dapat dipastikan\"\u003eJumlah barang yang direncanakan akan masuk\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja\"\u003eApakah semuanya tiba sesuai rencana\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Komponen dalam catatan\"\u003eJumlah yang sudah tiba di pelabuhan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fakta yang dapat dipastikan\"\u003eJumlah barang yang masuk hingga tanggal acuan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja\"\u003eApakah semua barang dapat digunakan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Komponen dalam catatan\"\u003eRencana pembagian menurut wilayah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fakta yang dapat dipastikan\"\u003eWilayah yang direncanakan menerima alokasi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja\"\u003eApakah barang diserahkan sesuai rencana\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Komponen dalam catatan\"\u003eCatatan penyerahan·penerimaan nyata\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fakta yang dapat dipastikan\"\u003eJumlah yang diserahkan atau fakta penerimaannya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang tidak dapat diketahui dari komponen itu saja\"\u003eHasil di wilayah lain dan selama keseluruhan periode\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eSatuan buah untuk jumlah tenda merupakan terjemahan dari Pieces dalam dokumen asli. Keterangan pada tabel juga menyebut bahwa tenda-tenda itu sedang digunakan di Busan. Namun, angka ini tidak dapat dipakai untuk menghitung jumlah orang yang ditampung atau besaran bantuan per rumah tangga. Untuk itu diperlukan catatan tersendiri tentang pengoperasian fasilitas dan penyerahan bantuan. \u003ca href=\"https://artsandculture.google.com/story/tgVB5KsC_5i-EQ?hl=ko\"\u003ePameran daring yang memuat gambar dokumen asli dari Arsip Nasional Korea\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDermaga No. 1 Pelabuhan Busan merupakan lokasi logistik dalam sistem bantuan tersebut. Pengungsi dan barang bantuan internasional, antara lain, masuk melalui tempat ini. Pekerjaan di pelabuhan juga menjadi sumber penghidupan bagi para pengungsi. Namun, tidak ada dasar untuk menganggap seluruh barang dalam tabel kedatangan nasional sebagai barang yang masuk melalui Dermaga No. 1. \u003ca href=\"https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/\"\u003eKeterangan tentang Dermaga No. 1 dalam Daftar Tentatif UNESCO\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#peran-kantor-pemerintah-pusat-sementara-sekolah-pengungsi-dan-hunian-sementara\" class=\"anchor\" id=\"peran-kantor-pemerintah-pusat-sementara-sekolah-pengungsi-dan-hunian-sementara\"\u003e\u003c/a\u003ePeran Kantor Pemerintah Pusat Sementara, sekolah pengungsi, dan hunian sementara\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePekerjaan pemerintah dan kehidupan pengungsi berlanjut dengan mengalihfungsikan ruang yang sudah ada. Kantor Pemerintah Pusat Sementara semula adalah gedung Kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan. Kementerian yang pindah ke Busan memanfaatkan fasilitas administrasi di gedung itu. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan bagi pengungsi juga dilakukan di sana. \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage02\"\u003eKeterangan Pemerintah Kota Busan tentang Kantor Pemerintah Pusat Sementara\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTempat\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eFungsi·kondisi sebelum perang\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSejarah yang ditunjukkan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tempat\"\u003eKantor Pemerintah Pusat Sementara\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fungsi·kondisi sebelum perang\"\u003eKantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian\"\u003eRuang kerja kementerian pemerintah pusat\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sejarah yang ditunjukkan\"\u003eKelangsungan fungsi administrasi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tempat\"\u003ePantai·bukit·lapangan olahraga dan tempat lain\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fungsi·kondisi sebelum perang\"\u003eRuang kosong di luar gedung sekolah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian\"\u003eSekolah pengungsi yang menggunakan tenda\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sejarah yang ditunjukkan\"\u003eKelangsungan pendidikan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tempat\"\u003ePermukiman pengungsi Biseok di Ami-dong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fungsi·kondisi sebelum perang\"\u003eBekas pemakaman orang Jepang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian\"\u003eHunian sementara yang memanfaatkan fasilitas pemakaman\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sejarah yang ditunjukkan\"\u003eKekurangan rumah dan terbentuknya ruang hunian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tempat\"\u003ePermukiman pengungsi Somak di Uam-dong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Fungsi·kondisi sebelum perang\"\u003eBarak fasilitas karantina sapi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pemanfaatan saat Busan menjadi ibu kota pengungsian\"\u003eRuang hidup pengungsi yang dibuat dengan membagi bagian dalam bangunan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sejarah yang ditunjukkan\"\u003ePerubahan fungsi bangunan yang sudah ada menjadi hunian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eSekolah pengungsi adalah tempat berlangsungnya pelajaran ketika gedung sekolah tidak mencukupi. Keterangan Pemerintah Kota Busan menyebut sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang menggunakan tenda. Universitas Gabungan Masa Perang menyelenggarakan pendidikan bagi mahasiswa yang mengungsi. Menjaga kelangsungan pendidikan juga merupakan fungsi yang dijalankan kota ini pada masa perang. \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/warcapital\"\u003ePemerintah Kota Busan tentang Perang Korea dan Busan\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Ami-dong, struktur pemakaman yang tersisa digunakan untuk membangun tempat tinggal. Di Uam-dong, barak sapi dibagi menjadi ruang-ruang untuk ditinggali. Kedua wilayah itu menunjukkan cara berbeda yang ditempuh pengungsi untuk memperoleh tempat tinggal. Tidak tepat jika semuanya digambarkan sebagai rumah baru yang dibangun dan disediakan pemerintah. \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage08\"\u003eKeterangan Pemerintah Kota Busan tentang Ami-dong\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage09\"\u003eKeterangan Pemerintah Kota Busan tentang Uam-dong\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kehidupan-pengungsi-yang-berlanjut-setelah-pemerintah-kembali-ke-seoul\" class=\"anchor\" id=\"kehidupan-pengungsi-yang-berlanjut-setelah-pemerintah-kembali-ke-seoul\"\u003e\u003c/a\u003eKehidupan pengungsi yang berlanjut setelah pemerintah kembali ke Seoul\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKembalinya pemerintah ke Seoul tidak berarti kehidupan sebagai pengungsi telah berakhir. Masa ketika gedung pemerintahan menjalankan fungsi ibu kota berbeda dari lamanya penduduk tinggal di suatu tempat. Ami-dong dan Uam-dong tetap menjadi kawasan permukiman setelah perang. Hunian sementara pun bertahan sebagai ruang hidup di kota.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tahun 2021 membagi proses terbentuknya Ami-dong ke dalam beberapa periode. Selain pengungsi pada masa perang, orang-orang yang kembali setelah pembebasan dan pendatang pada masa berikutnya juga tinggal di sana. Karena itu, seluruh kawasan permukiman sekarang tidak dapat dianggap mencerminkan keadaan pada satu waktu tertentu saat pengungsian. Jejak masa perang perlu dilihat bersama perubahan rumah-rumah setelahnya. \u003ca href=\"https://www.kci.go.kr/kciportal/landing/article.kci?arti_id=ART002687277\"\u003ePenelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tentang Ami-dong\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFungsi pemerintahan tetap terjaga, tetapi persoalan tempat tinggal tidak sepenuhnya terselesaikan. Keberadaan organisasi bantuan juga tidak berarti kehidupan masyarakat sudah stabil. Dengan melihat gedung pemerintahan dan hunian sementara bersama-sama, kita dapat membedakan capaian dan keterbatasannya.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#catatan-dan-penafsiran\" class=\"anchor\" id=\"catatan-dan-penafsiran\"\u003e\u003c/a\u003eCatatan dan penafsiran\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eCatatan administrasi pada masa itu dan uraian tentang warisan sejarah yang ditulis belakangan menjawab pertanyaan yang berbeda. Surat edaran menunjukkan lembaga yang bertanggung jawab dan pedoman tindakan. Laporan menjelaskan keadaan organisasi dan barang bantuan. Penelitian dan uraian warisan menafsirkan makna historis catatan tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-hal-yang-dapat-dipastikan-dari-catatan-masa-itu\" class=\"anchor\" id=\"hal-hal-yang-dapat-dipastikan-dari-catatan-masa-itu\"\u003e\u003c/a\u003eHal-hal yang dapat dipastikan dari catatan masa itu\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDokumen bantuan menunjukkan pembagian tugas dan kerangka koordinasi bantuan. Tabel kedatangan di pelabuhan menunjukkan keadaan barang pada tanggal tertentu. Tabel rencana pembagian menunjukkan arah alokasi yang direncanakan. Bahan-bahan ini saja tidak cukup untuk merekonstruksi kehidupan semua pengungsi.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#penafsiran-yang-diajukan-dalam-penelitian\" class=\"anchor\" id=\"penafsiran-yang-diajukan-dalam-penelitian\"\u003e\u003c/a\u003ePenafsiran yang diajukan dalam penelitian\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePenelitian tentang ibu kota pengungsian memandang tanggapan penduduk, bukan hanya tindakan pemerintah, sebagai bagian dari sejarah. Penelitian Cha Cheol-uk tahun 2021 menyoroti proses penduduk mengubah ruang hunian mereka. Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong menganalisis sejarah perubahan fasilitas dari masa kolonial menjadi kawasan permukiman. Kedua penelitian itu tidak membatasi permukiman tersebut pada satu gambaran masa perang. \u003ca href=\"https://pncc.pusan.ac.kr/bbs/pncc/12024/730590/download.do\"\u003ePenelitian Cha Cheol-uk tentang pengalaman hidup penduduk\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.kci.go.kr/kciportal/landing/article.kci?arti_id=ART002687277\"\u003ePenelitian Park Hui-gyeong dan Lee Jun-yeong tentang pemanfaatan warisan\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-hal-yang-masih-perlu-dipastikan\" class=\"anchor\" id=\"hal-hal-yang-masih-perlu-dipastikan\"\u003e\u003c/a\u003eHal-hal yang masih perlu dipastikan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDalam menghitung periode tersebut, tanggal acuan perpindahan pemerintah perlu dibedakan. Perbedaan antara angka resmi 1023 hari dan pendapat tentang 1025 hari yang dibahas di atas adalah salah satu contohnya. Perpindahan nyata kementerian dan pengumuman kembalinya pemerintah ke ibu kota juga perlu dibedakan. Satu uraian saja tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa seluruh kalangan akademik telah mencapai kesepakatan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHasil bantuan pun masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berapa banyak barang yang tiba di pelabuhan lalu diserahkan kepada siapa adalah persoalan tersendiri. Untuk memastikannya, catatan penyerahan dan penerimaan menurut wilayah perlu dibandingkan. Kekosongan antara rencana dan hasil tidak boleh diisi dengan perkiraan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#makna-pelestarian-sebagai-warisan-pada-masa-kini\" class=\"anchor\" id=\"makna-pelestarian-sebagai-warisan-pada-masa-kini\"\u003e\u003c/a\u003eMakna pelestarian sebagai warisan pada masa kini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eGedung pemerintahan, dermaga, dan permukiman bersama-sama menunjukkan cara kota ini berfungsi selama perang. Pemerintah Kota Busan menjelaskan bahwa keberlangsungan pemerintahan, kehidupan pengungsi, dan kerja sama internasional merupakan fungsi utama warisan tersebut. Warisan berseri menggabungkan beberapa tempat yang terpisah berdasarkan nilai yang sama. Keterangan Pemerintah Kota Busan yang diperiksa pada Oktober 2026 menyebut 11 lokasi. \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage00\"\u003ePenjelasan Pemerintah Kota Busan tentang nilai Warisan Dunia\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eTempat administrasi dan pengamatan: Gyeongmudae, Kantor Pemerintah Pusat Sementara, Observatorium Pusat Nasional\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTempat kerja sama internasional, pengangkutan, dan penghormatan kepada korban: Kedutaan Besar Amerika Serikat sekaligus Pusat Informasi Amerika Serikat, Dermaga No. 1 Pelabuhan Busan, Pangkalan Hialeah, Pemakaman PBB\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTempat tinggal dan kehidupan kota: permukiman pengungsi Biseok di Ami-dong, permukiman pengungsi Somak di Uam-dong, Jembatan Yeongdo, fasilitas penampungan air Bokbyeongsan\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003ePengelompokan ini dimaksudkan untuk menjelaskan peran masing-masing tempat. Satu tempat tidak selalu menjalankan satu fungsi saja. Dermaga No. 1 merupakan jalur bantuan internasional sekaligus tempat mencari nafkah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUpaya pencantuman sebagai Warisan Dunia juga perlu dibedakan dari pencantuman akhir. Keterangan Daftar Tentatif UNESCO tahun 2023 memuat 9 komponen. Ketika masuk ke daftar prioritas pencalonan pada November 2025, Pemerintah Kota Busan memperkenalkan 11 lokasi. Susunan itu menambahkan Jembatan Yeongdo dan fasilitas penampungan air Bokbyeongsan. \u003ca href=\"https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/\"\u003eDaftar Tentatif UNESCO\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.busan.go.kr/news/snsbusan05/view?curPage=7\u0026amp;dataNo=72123\"\u003ePenjelasan Pemerintah Kota Busan tentang pemilihan untuk daftar prioritas pencalonan\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePemilihan untuk daftar prioritas pencalonan bukanlah pencantuman akhir oleh UNESCO. Makna sejarah warisan ini pun tidak bergantung hanya pada status pencantumannya. Gedung pemerintahan menunjukkan kelangsungan administrasi, sedangkan dermaga menunjukkan pergerakan orang dan barang. Permukiman menyimpan jejak cara para pengungsi memperoleh dan mengubah ruang hidup mereka.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-busan-menjadi-ibu-kota-sepanjang-perang-korea\" class=\"anchor\" id=\"apakah-busan-menjadi-ibu-kota-sepanjang-perang-korea\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Busan menjadi ibu kota sepanjang Perang Korea\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak. Periode Busan sebagai ibu kota pengungsian terbagi dua. Ada jeda ketika pemerintah kembali ke Seoul pada musim gugur 1950.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-penghitungan-1023-hari-sudah-dipastikan-secara-tepat\" class=\"anchor\" id=\"apakah-penghitungan-1023-hari-sudah-dipastikan-secara-tepat\"\u003e\u003c/a\u003eApakah penghitungan 1023 hari sudah dipastikan secara tepat\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eAngka itu lazim digunakan dalam keterangan Pemerintah Kota Busan dan Daftar Tentatif UNESCO. Ada pula uraian yang menyatakan bahwa hasilnya seharusnya 1025 hari jika tanggal awal dan tahun kabisat diperhitungkan. Angka resmi perlu dibedakan dari pemeriksaan terperinci atas jumlah harinya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-surat-edaran-penyebaran-pengungsi-memerintahkan-mereka-berkumpul-di-busan\" class=\"anchor\" id=\"apakah-surat-edaran-penyebaran-pengungsi-memerintahkan-mereka-berkumpul-di-busan\"\u003e\u003c/a\u003eApakah surat edaran penyebaran pengungsi memerintahkan mereka berkumpul di Busan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak. Instruksi pada Juli 1950 itu bertujuan menyebarkan pengungsi yang berkumpul di Daejeon ke berbagai provinsi. Dokumen tersebut terbit sebelum Busan menjadi ibu kota pengungsian.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-barang-bantuan-yang-tiba-di-pelabuhan-berarti-sudah-selesai-dibagikan\" class=\"anchor\" id=\"apakah-barang-bantuan-yang-tiba-di-pelabuhan-berarti-sudah-selesai-dibagikan\"\u003e\u003c/a\u003eApakah barang bantuan yang tiba di pelabuhan berarti sudah selesai dibagikan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak. Kedatangan di pelabuhan, alokasi ke daerah, dan penyerahan nyata adalah tahap yang berbeda. Jumlah yang diterima tiap rumah tangga tidak dapat diketahui hanya dari tabel kedatangan di pelabuhan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-kantor-pemerintah-pusat-sementara-dan-kediaman-presiden-berada-di-tempat-yang-sama\" class=\"anchor\" id=\"apakah-kantor-pemerintah-pusat-sementara-dan-kediaman-presiden-berada-di-tempat-yang-sama\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Kantor Pemerintah Pusat Sementara dan kediaman presiden berada di tempat yang sama\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak. Kantor Pemerintah Pusat Sementara adalah bekas Kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan yang digunakan kementerian. Gyeongmudae digunakan sebagai kediaman dan ruang kerja presiden.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-gedung-pemerintahan-dan-permukiman-pengungsi-dilestarikan-bersama\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-gedung-pemerintahan-dan-permukiman-pengungsi-dilestarikan-bersama\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa gedung pemerintahan dan permukiman pengungsi dilestarikan bersama\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarena gedung pemerintahan menunjukkan penyelenggaraan negara, sedangkan permukiman menunjukkan kehidupan pengungsi. Dengan melihat dermaga juga, hubungan antara bantuan internasional dan mata pencaharian dapat dipahami.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-permukiman-pengungsi-hilang-setelah-perang-berakhir\" class=\"anchor\" id=\"apakah-permukiman-pengungsi-hilang-setelah-perang-berakhir\"\u003e\u003c/a\u003eApakah permukiman pengungsi hilang setelah perang berakhir\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak semuanya hilang. Ami-dong dan Uam-dong tetap menjadi kawasan permukiman setelah perang. Bangunan dan ruang hidup di sana terus berubah kemudian.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-warisan-busan-sebagai-ibu-kota-pengungsian-sudah-menjadi-warisan-dunia-unesco\" class=\"anchor\" id=\"apakah-warisan-busan-sebagai-ibu-kota-pengungsian-sudah-menjadi-warisan-dunia-unesco\"\u003e\u003c/a\u003eApakah warisan Busan sebagai ibu kota pengungsian sudah menjadi Warisan Dunia UNESCO\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eMasuknya ke Daftar Tentatif dan pemilihannya untuk daftar prioritas pencalonan di dalam negeri berbeda dari pencantuman akhir. Bahan resmi yang diperiksa pada Oktober 2026 menyebutnya masih dalam tahap pengupayaan pencantuman.\u003c/p\u003e\n","tags":["Sejarah Korea modern","Warisan budaya","Perang Korea"],"faqs":[{"question":"Apakah Busan menjadi ibu kota sepanjang Perang Korea?","answer":"Tidak. Masa Busan sebagai ibu kota pengungsian terbagi menjadi dua periode. Ada jeda pada musim gugur 1950 ketika pemerintah kembali ke Seoul."},{"question":"Apakah 1023 hari merupakan perhitungan yang sudah dipastikan secara tepat?","answer":"Angka itu lazim digunakan dalam penjelasan Pemerintah Kota Busan dan Daftar Tentatif UNESCO. Ada pula penjelasan bahwa jika tanggal mulai dan tahun kabisat diperhitungkan, jumlahnya seharusnya 1025 hari. Penyebutan angka resmi perlu dibedakan dari verifikasi jumlah hari secara terperinci."},{"question":"Apakah surat edaran tentang penyebaran pengungsi merupakan instruksi agar mereka berkumpul di Busan?","answer":"Tidak. Itu adalah instruksi pada Juli 1950 untuk menyebarkan para pengungsi yang berkumpul di Daejeon ke berbagai provinsi. Dokumen itu berasal dari masa sebelum Busan menjadi ibu kota pengungsian."},{"question":"Jika barang bantuan sudah tiba di pelabuhan, apakah pembagiannya juga sudah selesai?","answer":"Tidak. Kedatangan di pelabuhan, pengalokasian ke daerah, dan penyerahan bantuan kepada penerima adalah tahap yang berbeda. Jumlah yang diterima tiap rumah tangga tidak dapat diketahui hanya dari tabel kedatangan kapal."},{"question":"Apakah Kantor Pemerintah Pusat Sementara dan kediaman presiden berada di tempat yang sama?","answer":"Keduanya berada di tempat yang berbeda. Kantor Pemerintah Pusat Sementara adalah bekas kantor Pemerintah Provinsi Gyeongsangnam-do yang digunakan oleh kementerian-kementerian. Gyeongmudae digunakan sebagai kediaman dan tempat kerja presiden."},{"question":"Mengapa gedung pemerintahan dan permukiman pengungsi dilestarikan bersama?","answer":"Karena gedung pemerintahan menunjukkan penyelenggaraan negara, sedangkan permukiman menunjukkan kehidupan para pengungsi. Dengan melihat dermaga juga, kita dapat memahami hubungan antara bantuan internasional dan penghidupan."},{"question":"Apakah permukiman pengungsi hilang setelah perang berakhir?","answer":"Tidak semuanya hilang. Ami-dong dan Uam-dong tetap menjadi kawasan permukiman setelah perang. Bangunan dan ruang kehidupan di sana pun terus berubah setelah itu."},{"question":"Apakah Warisan Busan sebagai Ibu Kota Pengungsian sudah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO?","answer":"Pencantuman dalam Daftar Tentatif dan pemilihan dalam daftar prioritas pengajuan nasional berbeda dari penetapan akhir. Sumber resmi yang diperiksa pada Oktober 2026 menjelaskan bahwa pencantumannya masih diupayakan."}],"sources":[{"url":"https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=5\u0026page=3\u0026searchKey=\u0026searchTxt=\u0026seq=1008","title":"Arsip Nasional Korea: Perihal penyebaran pengungsi - surat edaran, 1950, BA0158833","type":"source"},{"url":"https://theme.archives.go.kr/next/625/records/recordDetail.do?flag=\u0026page=7\u0026searchKey=\u0026searchTxt=\u0026seq=1007","title":"Arsip Nasional Korea: Laporan umum tentang kebijakan bantuan bagi warga Korea yang kehilangan tempat tinggal akibat perang dan para pengungsi, 1950, BA0852069","type":"source"},{"url":"https://artsandculture.google.com/story/tgVB5KsC_5i-EQ?hl=ko","title":"Arsip Nasional Korea: Kehidupan pengungsi selama Perang 6.25 melalui arsip negara, gambar dokumen asli dan penjelasan","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/warcapital","title":"Pemerintah Kota Metropolitan Busan: Perang Korea dan Busan","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage02","title":"Pemerintah Kota Metropolitan Busan: Kantor Pemerintahan Pusat Sementara","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage08","title":"Pemerintah Kota Metropolitan Busan: Permukiman pengungsi di antara batu nisan di Ami-dong","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage09","title":"Pemerintah Kota Metropolitan Busan: Permukiman pengungsi di kandang sapi di Uam-dong","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/wartime_capital/busanheritage00","title":"Pemerintah Kota Metropolitan Busan: Nilai warisan dunia dari peninggalan Busan sebagai ibu kota pengungsian","type":"source"},{"url":"https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6668/","title":"UNESCO World Heritage Centre: Sites of the Busan Wartime Capital, daftar tentatif yang diajukan pada 2023","type":"source"},{"url":"https://v.daum.net/v/E00WXqXEAC","title":"Kukje Shinmun: Bengkel Cerita - Busan, ibu kota pengungsian.. Kisah 1023 hari, 1 Prolog, 23 Maret 2022","type":"source"},{"url":"https://www.kci.go.kr/kciportal/landing/article.kci?arti_id=ART002687277","title":"Park Hee-gyeong·Lee Jun-yeong: Kajian tentang pemanfaatan peninggalan masa penjajahan Jepang di Busan sebagai ibu kota pengungsian, Penelitian Humaniora dan Ilmu Sosial, 2021","type":"source"},{"url":"https://pncc.pusan.ac.kr/bbs/pncc/12024/730590/download.do","title":"Cha Cheol-uk: Pengalaman hidup dan nilai-nilai warga Kampung Batu Nisan Ami-dong, Humaniora Lokalitas edisi 25, 2021","type":"source"},{"url":"https://www.busan.go.kr/news/snsbusan05/view?curPage=7\u0026dataNo=72123","title":"Buletin Kota Busan: Busan sebagai ibu kota pengungsian terpilih masuk daftar prioritas pencalonan warisan dunia, edisi Desember 2025","type":"source"}],"images":[{"id":1755,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjY4MTAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--87595f874a0bfaf88d9a12676d03ef3fc778ec7c/ai-3b66c69d.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"눈 덮인 부산항 부두에서 노동자들이 배의 나무 상자를 내리고, 접힌 천막과 화물 서류가 놓여 있다.","caption":"구호물자의 입항량과 배급 계획은 피란민의 실제 수령량과 구분해야 한다.","description":null},"en":{"alt":"Workers unload wooden crates from a ship onto a snowy pier, beside folded canvas and cargo sheets.","caption":"The arrival of relief supplies and plans to distribute them do not establish how much refugees received.","description":null},"ja":{"alt":"雪の積もる埠頭で作業員が船から木箱を降ろし、畳まれたテントと貨物書類が置かれている。","caption":"救援物資の入港量や配給計画は、避難民が実際に受け取った量と区別する必要がある。","description":null},"es":{"alt":"Trabajadores descargan cajas de madera de un barco en un muelle nevado, junto a lonas plegadas y documentos de carga.","caption":"La llegada de suministros de socorro y los planes de reparto no indican cuánto recibieron los refugiados.","description":null},"id":{"alt":"Pekerja menurunkan peti kayu dari kapal ke dermaga bersalju; kanvas terlipat dan dokumen kargo ada di dekatnya.","caption":"Jumlah bantuan yang tiba dan rencana pembagiannya harus dibedakan dari jumlah yang benar-benar diterima pengungsi.","description":null},"pt":{"alt":"Trabalhadores descarregam caixotes de madeira de um navio num cais nevado, junto a lonas dobradas e papéis de carga.","caption":"A chegada de mantimentos de socorro e os planos de distribuição não indicam quanto os refugiados receberam.","description":null},"zh-hant":{"alt":"工人在積雪的碼頭從船上卸下木箱，旁邊放著摺好的帆布和貨運文件。","caption":"救援物資的到港量與配給計畫，不能等同於避難者實際領到的數量。","description":null},"de":{"alt":"Arbeiter entladen Holzkisten von einem Schiff auf einen verschneiten Kai; daneben liegen gefaltete Planen und Frachtpapiere.","caption":"Eingetroffene Hilfsgüter und Verteilungspläne sagen nicht aus, wie viel die Geflüchteten tatsächlich erhielten.","description":null}}},{"id":1756,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjY4MTYsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--e55d85661876208a612768477db8ab40105a6515/ai-5ef280bf.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"부산항이 내려다보이는 언덕에서 사람들이 묘비 사이에 나무와 천으로 피란처를 짓고 있다.","caption":"피란주거지는 피란수도 부산에서 피란민이 생활을 이어 간 방식을 전한다.","description":null},"en":{"alt":"People build timber-and-canvas shelters among gravestones on a hillside above Busan harbor.","caption":"Refugee settlements show how displaced people made a life in wartime Busan.","description":null},"ja":{"alt":"釜山港を見下ろす丘で、人々が墓石の間に木材と布の仮住まいを建てている。","caption":"避難民の居住地は、臨時首都・釜山で人々が暮らしを続けたことを伝える。","description":null},"es":{"alt":"Varias personas levantan refugios de madera y lona entre lápidas en una ladera sobre el puerto de Busan.","caption":"Los asentamientos de refugiados muestran cómo continuó la vida cotidiana en Busan durante la guerra.","description":null},"id":{"alt":"Orang-orang membangun hunian kayu dan kanvas di antara batu nisan di lereng bukit di atas Pelabuhan Busan.","caption":"Permukiman pengungsi menunjukkan bagaimana kehidupan sehari-hari berlanjut di Busan semasa perang.","description":null},"pt":{"alt":"Pessoas erguem abrigos de madeira e lona entre lápides numa encosta acima do porto de Busan.","caption":"Os assentamentos de refugiados mostram como a vida cotidiana continuou em Busan durante a guerra.","description":null},"zh-hant":{"alt":"人們在俯瞰釜山港的山坡上，於墓碑之間搭建木架與帆布住所。","caption":"避難者聚居地見證了戰時釜山的日常生活如何延續。","description":null},"de":{"alt":"Menschen errichten zwischen Grabsteinen Unterkünfte aus Holz und Planen an einem Hang über dem Hafen von Busan.","caption":"Flüchtlingssiedlungen zeigen, wie Vertriebene im Busan der Kriegszeit ihren Alltag gestalteten.","description":null}}}],"published_at":"2026-10-11T07:58:12+09:00","updated_at":"2026-10-11T07:58:12+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/busan-wartime-capital-1023-days-relief-heritage"}