---
title: "Mencapai Tujuan dengan Langkah Kecil dan Mencoba Lagi"
locale: id
category: how_to
category_name: "Panduan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/goal-achievement-small-actions-and-retrying
published_at: 2026-09-21T00:58:04+09:00
---

# Mencapai Tujuan dengan Langkah Kecil dan Mencoba Lagi

> Untuk mencapai tujuan, tentukan secara konkret tindakan yang akan dilakukan hari ini dan situasi saat memulainya. Dijelaskan pula prosedur untuk memeriksa keterbatasan usia dan lingkungan serta menyesuaikan cara berdasarkan catatan kegagalan.

## Key Points

- Tuliskan hasil yang ingin dicapai dengan kata-kata yang dapat diverifikasi.
- Pisahkan kondisi yang menghambat tujuan dan identifikasi bantuan yang diperlukan.
- Tentukan situasi pelaksanaan dan kaitkan dengan tindakan kecil dalam rencana Anda.
- Setelah bertindak, catat hasil dan bagian yang menjadi hambatan.
- Tetapkan kriteria untuk melanjutkan atau mengubah cara berdasarkan catatan tersebut.

Untuk mulai mencapai tujuan, tentukan tindakan yang dapat Anda lakukan hari ini. Keterbatasan usia dan lingkungan perlu diperiksa secara konkret. Setelah gagal, perbaiki caranya dan coba lagi. Dengan mencatat tindakan kecil, Anda akan memiliki dasar untuk menentukan pilihan berikutnya.

Angka usia pendiri usaha didasarkan pada penelitian NBER pada April 2018.

## Urutan tindakan untuk mencapai tujuan

Tujuan harus diubah menjadi tindakan yang akan dilakukan agar dapat diperiksa dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi berarti keinginan untuk bertindak. Rencana pelaksanaan adalah komitmen untuk menentukan kapan tindakan tersebut akan dimulai. Tuliskan tujuan Anda saat ini sesuai urutan berikut.

1. **Tuliskan hasil yang diinginkan secara konkret.** Jika tujuannya belajar, tentukan hal yang harus dipahami atau soal yang harus dapat diselesaikan. Jika tujuannya berganti pekerjaan, perjelas posisi yang akan dipersiapkan dan hasil yang harus dibuat.
2. **Pisahkan kondisi yang menjadi hambatan.** Tandai terlebih dahulu kondisi yang dapat Anda ubah sendiri. Untuk kondisi yang sulit diselesaikan sendiri, tuliskan bantuan yang diperlukan.
3. **Hubungkan situasi untuk memulai dengan tindakan.** Misalnya, tetapkan untuk mengulang pelajaran di meja setelah makan malam. Tentukan tindakan dalam skala yang dapat diulang dalam kehidupan Anda saat ini.
4. **Catat hasil pelaksanaan.** Catat waktu belajar beserta hal yang sudah dapat Anda jelaskan. Ubah bagian yang menghambat menjadi pertanyaan untuk diperiksa berikutnya.
5. **Periksa cara untuk melanjutkannya.** Jika terlihat ada perbaikan, lanjutkan dengan cara yang sama. Jika masalah terus berulang, sesuaikan cara berlatih atau cakupan tujuan.

Dalam meta-analisis tahun 2006, rencana yang menghubungkan situasi dengan tindakan membantu pencapaian tujuan. Dalam penelitian, rencana semacam ini disebut intensi implementasi. Karena ini merupakan efek rata-rata dari berbagai penelitian, hasil tersebut tidak menjamin keberhasilan setiap individu. Dasarnya dapat dilihat dalam [meta-analisis intensi implementasi dan pencapaian tujuan](https://doi.org/10.1016/S0065-2601%2806%2938002-1).

## Bagaimana membedakan keterbatasan usia dan lingkungan?

Periksa secara terpisah apa yang benar-benar dibatasi oleh usia dan lingkungan. Kekurangan uang atau beban pengasuhan tidak boleh seluruhnya dianggap sebagai alasan. Sebaliknya, Anda juga tidak perlu menutup kemungkinan hanya karena kecemasan yang tidak jelas. Tabel berikut berisi kriteria pemeriksaan untuk menentukan cara memulai.

| Kondisi saat ini | Hal yang perlu diperiksa | Tindakan yang dapat dicoba |
|---|---|---|
| Merasa usia sudah terlambat | Ada atau tidaknya persyaratan pendaftaran dan batas usia yang sebenarnya | Memeriksa pengumuman atau persyaratan penerimaan lembaga pendidikan |
| Kekurangan biaya | Biaya yang benar-benar diperlukan untuk memulai | Mempertimbangkan sumber belajar gratis atau tugas uji coba kecil |
| Kekurangan pengetahuan bidang terkait | Pengetahuan dasar dan persyaratan kualifikasi yang diperlukan | Menghubungkan pembelajaran dasar dengan tugas latihan |
| Kekurangan waktu karena pekerjaan atau pengasuhan | Waktu yang dapat disediakan secara rutin | Memperkecil satuan tindakan dan meminta bantuan |
| Ragu karena pengalaman gagal | Penyebab konkret kegagalan dalam upaya sebelumnya | Mencoba kembali dalam skala kecil untuk memeriksa penyebabnya |

Sulit untuk menyimpulkan kemungkinan mendirikan usaha hanya berdasarkan usia yang lebih tua. Penelitian NBER tahun 2018 menganalisis data administratif kewirausahaan di Amerika Serikat. Usia rata-rata pendiri perusahaan rintisan yang termasuk 0.1% teratas dalam laju pertumbuhan adalah 45.0 tahun. Angka ini dapat dilihat dalam [Age and High-Growth Entrepreneurship](https://www.nber.org/papers/w24489).

Hasil ini tidak boleh ditafsirkan sebagai peluang keberhasilan untuk semua pekerjaan. Hasil tersebut juga tidak berarti bahwa memulai pada usia tertentu akan menghasilkan keberhasilan. Gunakan hasil ini sebagai dasar untuk memeriksa bagaimana pengalaman yang Anda miliki saat ini dapat digunakan untuk tujuan baru.

## Contoh praktik belajar 20 menit sehari

Belajar 20 menit sehari dapat digunakan sebagai contoh rencana awal. Ini bukan waktu belajar minimum yang telah dipastikan melalui penelitian. Sesuaikan dengan waktu yang dapat Anda sediakan. Berikut adalah rencana dengan asumsi Anda mulai belajar kembali.

| Unsur rencana | Contoh penulisan |
|---|---|
| Situasi untuk memulai | Ketika duduk di meja setelah makan malam |
| Tindakan yang dilakukan | Mengulang materi yang belum dipahami hari ini |
| Waktu pelaksanaan | Menetapkan 20 menit sehari sebagai titik awal |
| Hasil yang dicatat | Hal yang dapat dijelaskan setelah menutup materi dan bagian yang menghambat |
| Tindakan berikutnya | Memeriksa kembali bagian yang tidak dapat dijelaskan |
| Hari ketika waktu tidak cukup | Mengurangi tugas hingga batas yang memungkinkan lalu melaksanakannya |

Sulit menilai peningkatan kemampuan hanya dari catatan bahwa waktu belajar telah dipenuhi. Catat juga hasil ketika Anda menjelaskan atau menerapkannya secara langsung. Jika terus terhambat pada bagian yang sama, catatan itu menjadi dasar untuk mengubah metode belajar.

Dalam penelitian kebiasaan yang dipublikasikan secara daring pada tahun 2009, tindakan diulang dalam situasi yang sama. Terlihat pola meningkatnya otomatisasi tindakan seiring pengulangan. Melewatkan satu kali pelaksanaan tidak banyak mengganggu proses pembentukan. Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam [penelitian pembentukan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari](https://doi.org/10.1002/ejsp.674).

## Perbandingan belajar mandiri dan program pendidikan

Pilih metode belajar berdasarkan pengetahuan dan umpan balik yang diperlukan. Tidak dapat disimpulkan bahwa pengalaman praktik selalu lebih cepat daripada sekolah atau kelas. Ada pula tujuan yang membutuhkan kualifikasi atau gelar. Tabel berikut berisi kriteria pemeriksaan untuk menentukan pilihan.

| Metode | Situasi yang perlu dipertimbangkan | Bagian yang perlu dilengkapi |
|---|---|---|
| Belajar mandiri | Ketika dapat menentukan sendiri cakupan pembelajaran | Cara memeriksa bagian yang dipahami secara keliru |
| Kelas atau program pendidikan | Ketika perlu mempelajari dasar secara berurutan atau mempersiapkan kualifikasi | Tugas untuk menerapkan hal yang telah dipelajari |
| Tugas praktik | Ketika masalah yang perlu diselesaikan sudah konkret | Pengetahuan dasar yang kurang dan peninjauan hasil |
| Menggabungkan belajar dan praktik | Ketika ingin menemukan kekurangan sambil menerapkan pengetahuan | Cakupan tugas yang mampu ditangani |

Jika Anda bukan lulusan bidang tersebut, periksa terlebih dahulu dasar yang diperlukan untuk tujuan Anda. Bagian yang menghambat dalam praktik juga dapat dilengkapi melalui program pendidikan. Sebelum membayar, periksa apakah materi pendidikan sesuai dengan tugas Anda saat ini.

## Cara mencatat kegagalan sebagai bahan untuk upaya berikutnya

Dalam catatan kegagalan, tuliskan hal yang benar-benar terjadi. Jika hanya mencatat perkataan yang menilai diri sendiri, bagian yang perlu diperbaiki menjadi tidak jelas. Format berikut merupakan saran untuk mempersiapkan upaya berikutnya. Jika penyebab sebenarnya belum dipastikan, tandai sebagai dugaan.

| Unsur catatan | Contoh penulisan dalam situasi belajar |
|---|---|
| Tindakan yang hendak dilakukan | Menjelaskan materi pengulangan tanpa melihat bahan |
| Hasil sebenarnya | Memahami ketika membaca, tetapi berhenti saat menjelaskan |
| Masalah yang diketahui | Tidak dapat menjelaskan arti konsep tertentu |
| Hal yang belum diketahui | Apakah kekurangannya terletak pada pemahaman konsep atau ingatan |
| Tindakan yang akan diubah berikutnya | Memeriksa konsep lalu menjelaskannya kembali |
| Hal yang akan dimintakan bantuan | Umpan balik mengenai bagian penjelasan yang salah |

Saat meminta umpan balik, tunjukkan juga hasil yang perlu ditinjau. Susun pertanyaan agar bagian yang menjadi hambatan dapat diketahui. Bertahan sendiri tidak perlu dijadikan satu-satunya tolok ukur kegigihan.

Jangan menilai nilai sebuah pengalaman berdasarkan besarnya penderitaan. Petunjuk untuk tindakan berikutnya juga dapat diperoleh dari pengamatan atau percakapan. Pengalaman gagal pun baru dapat dimanfaatkan untuk belajar jika Anda menemukan hal yang perlu ditinjau.

## Kriteria untuk memutuskan melanjutkan atau mengubah arah

Tentukan apakah akan mencoba kembali berdasarkan informasi yang bisa diperoleh ke depan dan biaya yang mampu ditanggung. Jangan menentukan alasan untuk melanjutkan hanya berdasarkan usaha yang sudah dikeluarkan. Kriteria berikut merupakan daftar pemeriksaan untuk membantu pengambilan keputusan. Ini bukan rumus untuk memprediksi keberhasilan setiap individu.

| Situasi yang diamati | Pilihan yang perlu dipertimbangkan | Dasar yang perlu diperiksa |
|---|---|---|
| Kualitas hasil membaik | Melanjutkan cara saat ini | Perbedaan antara hasil sebelumnya dan hasil terbaru |
| Masalah yang sama terus berulang | Mengubah cara | Kekurangan dalam metode latihan atau umpan balik |
| Tidak memiliki kualifikasi atau sumber daya yang diperlukan | Beralih ke tahap persiapan | Persyaratan sebenarnya dan kemungkinan untuk memenuhinya |
| Sulit menanggung beban saat ini | Memperkecil cakupan atau berhenti | Kondisi kehidupan dan biaya yang akan diperlukan |
| Kebutuhan terhadap tujuan berubah | Mempertimbangkan tujuan baru | Alasan untuk mengejarnya sekarang dan prioritas |

Penelitian tahun 2003 mengkaji hubungan antara penyesuaian tujuan yang sulit dicapai dan kesejahteraan. Kemampuan untuk meninggalkan tujuan atau mencurahkan tenaga pada tujuan baru berkaitan dengan kesejahteraan yang tinggi. Ini tidak berarti bahwa semua keputusan untuk berhenti bermanfaat. Isi penelitian dapat dilihat dalam [makalah tentang penyesuaian tujuan dan kesejahteraan subjektif](https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15018681/).

## Kesalahpahaman umum dalam pesan motivasi

Bedakan ungkapan penyemangat dari fakta yang telah diverifikasi. Kesungguhan dapat menjadi alasan untuk memutuskan bertindak. Namun, keberhasilan tidak dapat dijelaskan hanya dengan kesungguhan.

### Apakah tekad saja dapat mengubah struktur otak?

Klaim bahwa tekad saja dapat mengubah struktur otak memerlukan pemeriksaan bukti lebih lanjut. MRI fungsional memanfaatkan perubahan aliran darah dan hal lainnya yang mengikuti aktivitas otak. Perubahan sinyal aktivitas saja tidak dapat membuktikan perubahan struktur. Prinsip pengukurannya dapat dilihat dalam [penjelasan NIMH mengenai penelitian MRI fungsional](https://www.nimh.nih.gov/research/research-conducted-at-nimh/principal-investigators/peter-bandettini).

### Apakah tidak menyerah berarti tidak gagal?

Hasil dari tugas yang telah dicoba tetapi tidak mencapai tujuan dapat dicatat sebagai kegagalan. Hasil tersebut tidak menentukan nilai seseorang secara keseluruhan. Tentukan apakah akan mencoba kembali setelah meninjau penyebab dan kondisinya.

### Apakah berganti pekerjaan atau beristirahat berarti kurang gigih?

Kegigihan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan frekuensi berganti pekerjaan atau keputusan untuk beristirahat. Kondisi kerja atau tujuan karier dapat berubah. Untuk pilihan berikutnya, tuliskan secara konkret kondisi yang ingin Anda ubah.

### Apakah pengendalian diri berarti mengurangi tidur dan makan?

Jangan jadikan seberapa banyak tidur atau makan dikurangi sebagai tolok ukur usaha. Pengendalian diri adalah kemampuan untuk mengatur diri agar dapat melakukan tindakan yang telah ditetapkan. Susun rencana yang dapat dipertahankan dalam kehidupan Anda saat ini. Jika rencana terlalu berat, Anda dapat menyesuaikan jumlah pelaksanaannya terlebih dahulu.

## FAQ

### Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu ketika memiliki tujuan tetapi tidak bisa bertindak?
Ubah tujuan menjadi tindakan yang akan dilakukan hari ini. Tentukan juga situasi untuk memulai tindakan tersebut. Anda dapat menuliskannya seperti mengulang pelajaran di meja belajar setelah makan malam.

### Apakah orang yang lebih tua harus menyerah untuk mencoba hal baru?
Tidak perlu menyimpulkan kemungkinan hanya berdasarkan usia. Periksa terlebih dahulu apakah tujuan tersebut benar-benar memiliki batas usia. Periksa juga kualifikasi yang diperlukan dan pengalaman yang saat ini dimiliki.

### Apakah kekurangan uang atau waktu juga merupakan alasan?
Kekurangan biaya dan waktu dapat menjadi kendala nyata. Bedakan sumber daya yang benar-benar diperlukan untuk memulai. Anda dapat meminta bantuan untuk kondisi yang sulit diatasi sendiri.

### Apakah tujuan dapat dicapai dengan 20 menit sehari?
20 menit sehari adalah contoh rencana untuk memulai. Itu bukan jumlah waktu yang menjamin tercapainya tujuan. Sesuaikan jumlah latihan yang diperlukan berdasarkan tingkat kesulitan tugas dan kemampuan saat ini.

### Jika melewatkan latihan sehari, apakah kebiasaan harus dibangun lagi dari awal?
Melewatkannya satu kali tidak berarti harus memulai dari awal. Dalam penelitian tentang kebiasaan yang dipublikasikan secara daring pada tahun 2009, dampak yang besar juga tidak teramati. Ketika situasi yang sama terjadi lagi, lakukan kembali tindakan yang telah ditentukan.

### Jika bukan orang yang mengambil jurusan terkait, apakah sebaiknya memulai langsung dari praktik?
Periksa terlebih dahulu dasar-dasar dan persyaratan kualifikasi yang diperlukan untuk tujuan tersebut. Anda dapat menemukan pengetahuan yang masih kurang melalui tugas praktik. Bagian tersebut juga dapat dilengkapi melalui belajar mandiri atau program pendidikan.

### Apa yang harus ditulis dalam catatan kegagalan?
Catat secara terpisah tindakan yang ingin dilakukan dan hasil yang sebenarnya. Catat juga masalah yang telah diketahui dan hal-hal yang masih belum diketahui. Catatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan menentukan tindakan yang akan diubah pada percobaan berikutnya.

### Kapan harus melanjutkan dan kapan harus mengubah tujuan?
Perhatikan apakah hasilnya membaik dan biaya yang akan diperlukan ke depannya. Jika masalah yang sama berulang, pertimbangkan untuk mengubah metode. Jika kebutuhan akan tujuan tersebut atau kondisi pelaksanaannya berubah, cakupannya juga dapat disesuaikan.

### Apakah membayangkan kesuksesan dapat mengubah struktur otak?
Belum ditemukan dasar untuk menyimpulkan bahwa imajinasi atau tekad saja dapat mengubah struktur otak. Sinyal aktivitas dari MRI fungsional harus dibedakan dari perubahan struktur. Untuk menilai klaim tersebut, periksa metode pengukuran dalam penelitian terkait.

### Apakah berganti pekerjaan atau beristirahat berarti kurang gigih?
Kegigihan tidak dapat dinilai hanya dari berganti pekerjaan atau beristirahat. Pertimbangkan juga alasan pilihan tersebut dan kondisi kehidupan. Saat memulai kembali, sebaiknya tentukan apa yang akan diubah dibandingkan sebelumnya.

## Sources

- [Gollwitzer·Sheeran, Implementation Intentions and Goal Achievement: A Meta-analysis of Effects and Processes, 2006](https://doi.org/10.1016/S0065-2601%2806%2938002-1)
- [Lally dan rekan-rekan, How are habits formed: Modelling habit formation in the real world, dipublikasikan secara online pada 2009·diterbitkan dalam jurnal akademik pada 2010](https://doi.org/10.1002/ejsp.674)
- [NBER, Age and High-Growth Entrepreneurship, April 2018](https://www.nber.org/papers/w24489)
- [Wrosch dan rekan-rekan, Adaptive self-regulation of unattainable goals: goal disengagement, goal reengagement, and subjective well-being, 2003](https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15018681/)
- [NIMH, pengenalan penelitian Peter Bandettini dan prinsip pengukuran MRI fungsional](https://www.nimh.nih.gov/research/research-conducted-at-nimh/principal-investigators/peter-bandettini)

## Images

![Perempuan menandai buku rencana berisi grafik dan daftar periksa di meja makan](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjA1NjQsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--d184793e4cd18220e86efd7283d6b0ebc09d17ab/ai-45209c3f.webp)
![Perempuan menulis di buku catatan sambil meninjau grafik di meja saat senja](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjA1NjYsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--ed69f2115f0e100c70efa122864d7ede39517151/ai-016cc951.webp)