---
title: "Prinsip Investasi dan Cara Mengelola Mental di Pasar yang Bergejolak"
locale: id
category: how_to
category_name: "Panduan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/investing-principles-volatile-market-mental-management
published_at: 2026-07-24T02:11:24+09:00
---

# Prinsip Investasi dan Cara Mengelola Mental di Pasar yang Bergejolak

> Yang lebih penting daripada mencoba memprediksi pasar secara sempurna adalah membangun struktur agar tidak terombang-ambing oleh emosi di tengah volatilitas. Alokasi aset, rebalancing, batas kerugian, dan menjaga jarak dari pergerakan harga adalah alat utama agar investor individu dapat bertahan lama.

## Key Points

- Karena bahkan para ahli pun tidak dapat terus-menerus menebak titik tertinggi dan terendah pasar, investor harus mengutamakan prinsip dan struktur untuk bertahan hidup daripada prediksi.
- Dorongan untuk menjual saat pasar anjlok sulit dikendalikan hanya dengan kemauan, sehingga diperlukan aturan alokasi aset dan rebalancing yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Dengan menjaga saham dan kas atau berbagai kelas aset pada rasio yang telah ditentukan, tindakan menjual sebagian saat mahal dan membeli sebagian saat murah dapat dibuat menjadi mekanis.
- Leverage berlebihan dan investasi habis-habisan pada satu aset dapat membuat kondisi tidak dapat dipulihkan akibat satu kerugian besar, sehingga porsi investasi dan batas kerugian harus dibatasi.
- Jika terlalu sering memeriksa harga pasar, rasa tergesa-gesa dan bias tindakan akan meningkat, jadi investor jangka panjang sebaiknya memisahkan siklus pemeriksaan dari prosedur pengambilan keputusan.

## Ringkasan Inti

Dalam pasar yang bergejolak, yang biasanya menjatuhkan investor bukan hanya kurangnya informasi. Masalah yang lebih besar adalah ketergesa-gesaan, ketakutan, psikologi membandingkan diri, dan keyakinan yang berlebihan. Pasar memang memiliki periode pertumbuhan dalam jangka panjang, tetapi dalam prosesnya pasar berulang kali mengalami penurunan tajam, rebound, bergerak mendatar, dan sinyal palsu.

Karena itu, tujuan investor individu bukanlah menebak dasar dan puncak pasar, melainkan **membangun struktur agar tidak tersingkir dari pasar bahkan pada masa buruk**. Tulisan ini adalah materi edukatif yang merangkum prinsip investasi, alokasi aset, rebalancing, cara berpikir seperti rumus Kelly, dan metode mengelola mental yang dapat digunakan dalam pasar volatil.

## 1. Yang lebih penting daripada prediksi pasar adalah prinsip

Pasar saham adalah sistem kompleks tempat suku bunga, nilai tukar, kinerja perusahaan, likuiditas, geopolitik, psikologi investor, dan perubahan kebijakan bekerja secara bersamaan. Analis dan investor profesional pun sulit terus-menerus menebak titik tertinggi dan terendah pada waktu tertentu.

Ada contoh yang juga akrab bagi investor Korea. Pada pertengahan hingga akhir tahun 2000-an, preferensi terhadap aset berisiko meningkat karena ekspektasi pertumbuhan Tiongkok dan likuiditas global, tetapi kemudian dalam fase krisis keuangan global, KOSPI turun dalam jumlah besar. Masalahnya adalah sangat sulit memprediksi krisis itu sendiri secara akurat sebelumnya.

Alasan prinsip investasi diperlukan adalah sebagai berikut.

- **Prediksi bisa salah, tetapi prinsip dapat diulang.**
- **Emosi berubah sesuai kondisi pasar, tetapi aturan dapat ditetapkan terlebih dahulu.**
- **Jika menghindari satu kerugian besar, Anda dapat menunggu peluang berikutnya.**
- **Bunga majemuk jangka panjang hanya bekerja bagi orang yang bertahan lama di pasar.**

Dengan kata lain, sebelum menjadi alat untuk memaksimalkan imbal hasil, prinsip investasi adalah **perangkat pengaman yang mencegah kebangkrutan dan trading impulsif**.

## 2. Ketergesaan dan bias perilaku yang merusak investor

Momen-momen umum ketika investor individu goyah adalah sebagai berikut.

| Situasi | Emosi umum | Tindakan berbahaya |
|---|---:|---|
| Ketika mendengar orang sekitar memperoleh banyak uang dalam waktu singkat | Rasa kehilangan relatif | Mengejar beli saham yang belum terverifikasi |
| Ketika saham yang dimiliki turun tajam | Ketakutan | Menjual seluruhnya tanpa rencana jangka panjang |
| Ketika pasar naik dari hari ke hari | Takut tertinggal | Menghilangkan seluruh porsi kas dan all-in |
| Ketika kerugian membesar | Keinginan balik modal | Averaging down dengan leverage |
| Ketika berita dan YouTube terasa provokatif | Keyakinan atau kecemasan | Trading terlalu sering dan respons berlebihan |

### Memahami metafora ‘otak kadal’ dengan hati-hati

‘Otak kadal’ atau ‘otak reptil’ yang sering dibicarakan di kalangan investor adalah metafora untuk menjelaskan naluri manusia yang memicu respons bertahan hidup secara langsung ketika merasakan ancaman. Ini lebih dekat pada ungkapan populer untuk menjelaskan fenomena ketika ketakutan dan dorongan impulsif mengalahkan penilaian rasional, bukan istilah neurosains modern yang ketat.

Alasan metafora ini berguna dalam investasi sangat jelas. Dalam pasar yang anjlok, otak merasakan rasa sakit akibat kerugian saat ini lebih besar daripada ekspektasi imbal hasil jangka panjang. Karena itu, dorongan “jual dulu lalu kabur” bisa menjadi lebih kuat daripada pikiran “harus rebalancing sesuai rencana.”

Kesimpulannya sederhana. **Jangan mencoba mengalahkan naluri dengan kemauan setiap saat, tetapi buatlah aturan sebelum naluri ikut campur.**

## 3. Alat pertama untuk bertahan dalam pasar volatil: alokasi aset

Alokasi aset adalah cara membagi dana investasi ke berbagai aset dengan karakter berbeda, seperti saham, obligasi, kas, deposito, emas, dan aset terkait properti. Intinya bukan menebak “apa yang akan naik paling banyak,” melainkan **merancang struktur agar seluruh aset tidak runtuh ketika salah satu aset bergejolak besar**.

### Alasan alokasi aset diperlukan

- Saham dapat memiliki ekspektasi imbal hasil jangka panjang yang tinggi, tetapi volatilitas jangka pendeknya besar.
- Kas memiliki ekspektasi imbal hasil rendah, tetapi memberi pilihan saat pasar anjlok.
- Obligasi dan aset setara deposito dipengaruhi oleh suku bunga dan risiko kredit, tetapi dapat berperan sebagai bantalan portofolio.
- Dengan membagi kelas aset, Anda dapat mengurangi risiko mempertaruhkan seluruh uang pada satu skenario tertentu.

### Contoh sederhana: saham 50%, kas 50%

Misalnya, anggap seorang investor menetapkan seluruh aset keuangannya sebagai saham 50% dan kas 50%.

| Kondisi pasar | Perubahan portofolio | Tindakan sesuai aturan |
|---|---|---|
| Saham naik besar | Porsi saham meningkat menjadi 60% | Menjual sebagian saham agar turun ke 50% |
| Saham turun besar | Porsi saham berkurang menjadi 40% | Membeli saham dengan sebagian kas agar naik ke 50% |
| Pasar bergerak mendatar | Perubahan porsi kecil | Tidak bertransaksi atau hanya melakukan pemeriksaan rutin |

Keunggulan struktur ini adalah membuat ucapan “beli saat murah dan jual saat mahal” dijalankan sebagai aturan, bukan emosi.

## 4. Rebalancing dan ‘Iblis Shannon’

Rebalancing adalah proses mengembalikan porsi aset yang berubah seiring waktu ke porsi target awal. Misalnya, jika targetnya saham 50% dan kas 50%, tetapi karena kenaikan saham menjadi saham 60% dan kas 40%, maka sebagian saham dijual agar kembali mendekati 50:50.

‘Iblis Shannon’ adalah eksperimen pemikiran terkenal yang menjelaskan bahwa ketika aset yang volatil dan aset yang stabil disesuaikan ulang pada rasio tertentu, hasilnya dapat berbeda dari sekadar memegang aset. Namun, dalam investasi nyata ada pajak, biaya transaksi, spread, korelasi antar aset, dan kemungkinan penurunan jangka panjang, sehingga rebalancing tidak selalu menjamin imbal hasil berlebih.

Tujuan praktis rebalancing adalah tiga hal berikut.

1. **Manajemen risiko:** Mencegah satu aset menjadi terlalu besar hingga mendominasi seluruh portofolio.
2. **Koreksi perilaku:** Mengotomatiskan proses menjual sebagian aset yang naik dan membeli sebagian aset yang turun.
3. **Keberlanjutan investasi:** Menentukan terlebih dahulu “apa yang harus dilakukan” bahkan dalam pasar yang anjlok.

### Contoh periode rebalancing

| Metode | Penjelasan | Investor yang cocok |
|---|---|---|
| Rebalancing berkala | Memeriksa pada tanggal yang ditetapkan, seperti triwulanan, semesteran, atau 1 kali setahun | Investor jangka panjang yang ingin menghindari trading terlalu sering |
| Rebalancing berbasis band | Menyesuaikan jika menyimpang 5%p atau 10%p dari porsi target | Investor yang ingin merespons pergerakan pasar secara teratur |
| Metode campuran | Melakukan pemeriksaan berkala, tetapi menyesuaikan hanya saat ada penyimpangan besar | Investor yang mempertimbangkan biaya transaksi dan manajemen risiko sekaligus |

Bagi investor pemula, aturan sederhana seperti “memeriksa 1~2 kali setahun + menyesuaikan hanya saat sangat menyimpang dari porsi target” bisa lebih berkelanjutan.

## 5. Perbedaan antara 10% yang pasti dan 100% yang tidak pasti

Banyak investor lebih tertarik pada “keuntungan yang mengubah hidup dalam sekali kesempatan” daripada “keuntungan yang lambat tetapi dapat diulang.” Namun, investor yang mengakumulasi aset dalam jangka panjang umumnya lebih menekankan probabilitas bertahan dan kemampuan untuk mengulang daripada jackpot.

Misalnya, mari anggap ada dua pilihan berikut.

| Pilihan | Daya tarik | Risiko tersembunyi |
|---|---|---|
| Keuntungan 10% dengan probabilitas relatif tinggi | Tampak lambat dan membosankan | Harus mengulang peluang berkali-kali |
| Keuntungan 100% dengan probabilitas rendah | Tampak seperti jalan cepat menjadi kaya | Jika gagal, ada kemungkinan kerugian besar atau bangkrut |

Inti bunga majemuk bukanlah satu kali imbal hasil besar, melainkan **mengulang dalam waktu lama sambil membatasi kerugian**. Jika terjadi kerugian 50%, dibutuhkan keuntungan 100% untuk memulihkan modal. Karena itu, menghindari kerugian besar bukanlah sikap konservatif, melainkan strategi aktif untuk menjaga imbal hasil jangka panjang.

## 6. Matematika kebangkrutan: rumus Kelly dan cara berpikir Half Kelly

Rumus Kelly memberikan cara berpikir bahwa bahkan dalam situasi taruhan yang menguntungkan, Anda tidak boleh mempertaruhkan seluruh kekayaan, dan porsi taruhan yang tepat berubah sesuai peluang menang serta rasio untung-rugi. Dalam investasi keuangan, ketidakpastian jauh lebih besar, sehingga daripada menerapkan rumus Kelly itu sendiri secara mekanis, penting untuk memahami **prinsip bahwa porsi harus dibatasi**.

### Mengapa tidak boleh mempertaruhkan seluruh kekayaan

Ketika hasil investasi berlangsung berkali-kali, jika pada akhirnya menjadi 0, maka keseluruhan hasil juga 0. Misalnya, meskipun 100 juta won meningkat menjadi 200 juta won, 400 juta won, dan 800 juta won, jika pada pilihan terakhir semuanya hilang, tidak ada yang tersisa.

Tindakan umum yang mengundang kebangkrutan dalam investasi adalah sebagai berikut.

- Investasi dengan leverage berlebihan menggunakan pinjaman
- All-in seluruh kekayaan pada satu saham atau satu tema
- Averaging down dengan memasukkan jumlah yang lebih besar saat kerugian makin membesar
- Berfokus pada produk derivatif atau produk volatilitas tinggi tanpa standar cut loss
- Menggunakan biaya hidup, uang deposit sewa, hingga dana darurat sebagai dana investasi

### Cara berpikir Half Kelly

Half Kelly berarti pendekatan konservatif dengan hanya menginvestasikan separuh dari porsi yang ditunjukkan oleh rumus Kelly. Di pasar keuangan nyata, sulit mengetahui peluang menang dan rasio untung-rugi secara akurat, data masa lalu tidak menjamin masa depan, dan korelasi dapat tiba-tiba meningkat saat krisis.

Karena itu, aturan yang lebih praktis bagi investor individu adalah sebagai berikut.

- Walaupun saya merasa benar, jangan mempertaruhkan semuanya sekaligus.
- Alokasikan ke aset berisiko hanya dalam jumlah yang masih dapat dipulihkan walaupun rugi.
- Leverage harus mempertimbangkan bukan hanya ekspektasi imbal hasil, tetapi juga kemungkinan likuidasi paksa.
- Sebagus apa pun ide investasi, tetapkan porsi maksimum dalam portofolio.

## 7. Sikap menghadapi pasar anjlok: takut itu normal, dan aturan itu perlu

Pasar anjlok bukan pengecualian, melainkan bagian dari pasar. Pasar saham dapat berulang kali turun 10%, 20%, 30% atau lebih bahkan di tengah periode kenaikan jangka panjang. Masalahnya bukan penurunan itu sendiri, melainkan investor yang bertindak tanpa rencana saat harga turun.

Pertanyaan yang diperlukan saat pasar anjlok bukanlah “apakah sekarang tidak takut.” Merasa takut itu normal. Pertanyaan yang lebih penting adalah berikut ini.

- Apakah dana investasi saya tidak bercampur dengan uang yang dibutuhkan untuk hidup?
- Seberapa jauh sudah menyimpang dari alokasi aset target?
- Apakah alasan membeli perusahaan atau aset ini telah rusak?
- Apakah saya membedakan penurunan harga sederhana dan kerusakan nilai fundamental?
- Apakah tindakan saat ini adalah aturan yang ditetapkan sebelumnya, atau reaksi akibat ketakutan?

Bagi investor yang memegang sebagian kas, pasar anjlok bisa menjadi peluang. Namun, bagi orang yang sudah berinvestasi seluruhnya tanpa kas, pasar anjlok menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup. Karena itu, kas bukanlah aset malas yang tidak menghasilkan keuntungan, melainkan bisa menjadi asuransi yang memberi pilihan saat krisis.

## 8. Menjauh dari harga pasar juga merupakan keterampilan investasi

Mudah untuk berpikir bahwa agar dapat berinvestasi dengan baik, kita harus melihat lebih banyak informasi. Namun, jika terlalu sering memeriksa harga pasar, penghindaran kerugian, keyakinan berlebihan, psikologi kerumunan, dan rasa takut tertinggal dapat menguat.

Khususnya bagi investor jangka panjang, layar harga real-time sering kali lebih menurunkan kualitas pengambilan keputusan daripada membantu. Sebab, perubahan harga harian bisa lebih banyak dipengaruhi oleh psikologi pasar dan arus permintaan-penawaran daripada nilai jangka panjang perusahaan.

### Cara praktis mengelola harga pasar

- Periksa rekening investasi jangka panjang hanya 1 kali sehari atau kurang.
- Tentukan terlebih dahulu hari pemeriksaan rebalancing di kalender.
- Sebelum membeli atau menjual, tulis catatan minimal selama 10 menit.
- Utamakan memeriksa kinerja perusahaan, kondisi keuangan, dan struktur industri daripada YouTube, komunitas, dan berita jangka pendek.
- Bangun kebiasaan yang memperlambat respons instan, seperti berjalan kaki, meditasi, atau membaca.

Berjalan kaki atau meditasi tidak secara langsung menjamin imbal hasil investasi. Namun, hal itu dapat membantu proses investasi karena memperlambat dorongan impulsif dan membuat Anda memeriksa mengapa ingin mengambil keputusan tersebut.

## 9. Prinsip realistis untuk investor pekerja usia 40~50-an

Pekerja usia 40~50-an memerlukan keseimbangan yang lebih hati-hati dalam investasi. Sebab, pensiun semakin dekat, pengeluaran seperti biaya pendidikan anak atau biaya tempat tinggal dapat membesar, dan waktu untuk memulihkan kerugian besar bisa lebih pendek dibanding usia 20~30-an.

### Hal-hal yang harus diperiksa

| Hal | Pertanyaan | Prinsip |
|---|---|---|
| Dana darurat | Apakah biaya hidup 6~12 bulan sudah tersedia | Pisahkan dari aset berisiko |
| Utang | Apakah bisa bertahan saat suku bunga naik | Prioritaskan pengurangan leverage |
| Dana pensiun | Apakah periode pemulihan kerugian cukup | Sesuaikan porsi aset berisiko |
| Investasi terkonsentrasi | Apakah porsi saham·sektor tertentu berlebihan | Batasi porsi maksimum |
| Arus kas | Apakah rencana investasi tetap berjalan meski gaji terhenti | Pisahkan biaya hidup dan dana investasi |

Dalam pekerjaan dan investasi, sama-sama ada ‘tekel’ tak terduga. Ketika kegagalan datang, lebih produktif menafsirkannya sebagai “taktik saat ini tidak berhasil, jadi strategi harus diubah” daripada “pertandingan sudah berakhir.”

## 10. Checklist prinsip untuk investor individu

Checklist berikut membantu memperlambat dan menstrukturkan pengambilan keputusan dalam pasar volatil.

### Sebelum investasi

- Apakah uang ini adalah dana menganggur yang dapat diinvestasikan minimal 3 tahun atau lebih?
- Berapa persen porsi aset berisiko dari seluruh aset?
- Apakah sudah menetapkan porsi maksimum untuk satu saham atau satu produk?
- Saat terjadi kerugian, apakah ada standar untuk pembelian tambahan, menahan, atau menjual?
- Apakah sudah menuliskan kondisi yang membuat ide investasi ini dinilai salah?

### Selama investasi

- Apakah cemas karena harga turun, atau cemas karena alasan investasi telah rusak?
- Apakah tingkat penyimpangan dari alokasi aset target sudah mencapai standar rebalancing?
- Apakah sudah memeriksa sumber asli dan kinerja, bukan hanya judul berita?
- Apakah keputusan yang sama masih bisa diambil besok pagi?
- Apakah ada ketergesaan bahwa harus bertindak sekarang juga?

### Setelah investasi

- Saat memperoleh keuntungan, apakah sudah membedakan keberuntungan dan keterampilan?
- Saat mengalami kerugian, apakah ada pelanggaran aturan?
- Apakah sudah mencatat transaksi?
- Bias perilaku apa yang harus dikurangi pada investasi berikutnya?

## Kesimpulan: Investasi bukan permainan prediksi, melainkan permainan bertahan hidup

Dalam pasar yang bergejolak, kemampuan terpenting bukanlah kemampuan menebak dasar. Yang lebih penting adalah kemampuan mengendalikan ketergesaan, menghindari all-in dan leverage yang berlebihan, serta mematuhi aturan alokasi aset dan rebalancing yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pasar akan terus mengulang penurunan tajam dan rebound. Investor tidak dapat memprediksi semua gelombang itu. Namun, investor dapat membuat struktur kapal lebih kokoh, tidak memuat berlebihan, dan menentukan terlebih dahulu tindakan apa yang akan dilakukan saat badai datang. Dalam investasi jangka panjang, manajemen mental bukan hanya soal sikap batin, melainkan sistem yang harus dirancang melalui **aturan, porsi, kas, catatan, dan menjaga jarak**.

## FAQ

### Apa prinsip investasi yang harus ditetapkan terlebih dahulu di pasar yang volatil?
Hal yang harus ditetapkan terlebih dahulu adalah proporsi aset berisiko dari total aset, proporsi maksimum untuk satu saham, kriteria rebalancing, dan aturan tindakan saat mengalami kerugian. Sebelum memikirkan prospek pasar, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah rekening Anda memiliki struktur yang dapat menahan penurunan besar.

### Kapan sebaiknya rebalancing dilakukan?
Secara umum, ada cara melakukannya secara berkala seperti setiap kuartal, setiap semester, atau setahun sekali, atau ketika komposisi portofolio menyimpang lebih dari batas tertentu dari target proporsi. Karena rebalancing yang terlalu sering dapat meningkatkan biaya transaksi dan pajak, investor jangka panjang sebaiknya menetapkan kriteria yang sederhana dan dapat diulang.

### Apakah strategi 50% saham, 50% tunai selalu merupakan strategi yang baik?
Tidak selalu merupakan strategi yang baik. 50% saham, 50% tunai hanyalah contoh sederhana untuk menurunkan volatilitas dan menyisakan daya beli saat pasar anjlok, sedangkan proporsi sebenarnya harus berbeda sesuai usia, stabilitas pendapatan, jangka waktu investasi, utang, dan kemampuan menanggung kerugian.

### Mengapa saat pasar anjlok kita juga ingin menjual saham berkualitas?
Saat pasar anjlok, rasa sakit akibat kerugian dan naluri bertahan hidup menjadi kuat sehingga tindakan menghindar secara langsung bisa lebih dominan daripada rencana jangka panjang. Karena itu, penting untuk menentukan terlebih dahulu kriteria jual, kriteria pembelian tambahan, dan kriteria alokasi aset sebelum penurunan tajam terjadi.

### Bagaimana rumus Kelly dapat dimanfaatkan oleh investor individu?
Bagi investor individu, lebih berguna memahami rumus Kelly sebagai prinsip bahwa meskipun suatu ide investasi tampak bagus, tidak boleh mempertaruhkan seluruh harta, daripada menggunakannya sebagai alat perhitungan yang tepat. Karena di pasar keuangan sulit mengetahui secara akurat tingkat kemenangan dan rasio untung-rugi, cara berpikir half-Kelly yang secara konservatif mengurangi proporsi investasi lebih realistis.

### Mengapa investasi dengan leverage berisiko?
Leverage memperbesar bukan hanya keuntungan, tetapi juga kerugian. Terutama saat pasar turun tajam, jika terjadi kekurangan jaminan, forced selling, atau likuidasi paksa, investor bisa tersingkir dari pasar terlebih dahulu meskipun aset tersebut dapat pulih dalam jangka panjang.

### Mengapa sering melihat harga pasar dapat memperburuk kinerja investasi?
Jika sering melihat harga pasar, Anda bisa bereaksi berlebihan terhadap kerugian jangka pendek dan kemungkinan melakukan transaksi yang tidak direncanakan karena berita atau psikologi massa menjadi lebih besar. Bagi investor jangka panjang, mengurangi frekuensi pengecekan harga dan mengambil keputusan sesuai prinsip pada hari evaluasi yang telah ditetapkan sebelumnya bisa lebih stabil.

### Bukankah mempertahankan proporsi tunai akan menurunkan tingkat imbal hasil?
Di pasar naik, proporsi tunai dapat menurunkan tingkat imbal hasil. Namun, tunai memberikan pilihan untuk membeli aset yang baik saat pasar anjlok, dan mengurangi situasi ketika aset berisiko harus dijual paksa karena masalah biaya hidup atau dana darurat.

### Apa yang khususnya harus diwaspadai oleh pekerja berusia 40~50-an dalam berinvestasi?
Pekerja berusia 40~50-an harus mempertimbangkan secara bersamaan masa persiapan pensiun, biaya pendidikan anak, biaya perumahan, dan beban pelunasan utang. Karena waktu untuk memulihkan kerugian besar bisa relatif lebih pendek, penting untuk mengurangi leverage dan investasi yang terlalu terkonsentrasi serta memisahkan dana darurat dan dana pensiun.

## Sources

- [SEC Investor.gov: Panduan Pemula untuk Alokasi Aset, Diversifikasi, dan Penyeimbangan Ulang](https://www.sec.gov/investor/pubs/assetallocation.htm)
- [The Nobel Prize: Fakta Daniel Kahneman](https://www.nobelprize.org/prizes/economic-sciences/2002/kahneman/facts/)
- [Kriteria Kelly](https://en.wikipedia.org/wiki/Kelly_criterion)
- [Corporate Finance Institute: Kriteria Kelly](https://corporatefinanceinstitute.com/resources/data-science/kelly-criterion/)

## Images

![Investor di dalam perisai transparan dengan saham, uang tunai, obligasi, dan emas di tengah grafik bergejolak](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjY1NywicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--e0c3ec89a7df96115f042d6088ae09821bd6cef0/ai-bed88731.webp)
![Timbangan alokasi aset dan blok investasi berputar di depan grafik pasar yang bergejolak](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjY2MywicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--bae5965d3a17d2f1be8fedbbcb57e3436812dfca/ai-e94afce5.webp)