{"content_id":"i8iwlrfhtw","slug":"yongjaechonghwa-dokkaebi-fire-an-buyun-ending","locale":"id","schema_type":"Article","category":"story","category_name":"Cerita","title":"용재총화: Kisah Api Hantu dan Akhir Cerita 안부윤","summary":"Kisah 안부윤 dalam jilid 3 『용재총화』 menceritakan bagaimana, setelah menjumpai api hantu di jalan pada malam hari, ia bahkan mengira nyala kayu pinus bergetah sebagai hantu. Catatan berbahasa Tionghoa Klasik ini dituturkan ulang dengan membedakan humor pada akhir kisah dari penafsiran dalam penelitian api hantu pada masa berikutnya.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Kisah api hantu 안부윤 tercantum dalam jilid 3 『용재총화』 karya 성현 dari awal masa 조선.","Cerita berlanjut dari sekumpulan cahaya di jalan pada malam hari, kemunculan kembali api hantu, hingga kekeliruan mengenali nyala kayu pinus bergetah di vila.","Akhir kisah menghadirkan kejutan bahwa tokoh yang merasa telah mengusir api hantu ternyata masih menyimpan rasa takut.","Ringkasan adegan jalan pegunungan dalam penelitian belakangan bukanlah versi lain, melainkan uraian sebagian dari kisah yang sama.","Kisah ini saja tidak cukup untuk memastikan awal tradisi api hantu ataupun penyebab alami cahaya tersebut."],"content_markdown":"Kisah 안부윤 dalam 『용재총화』 jilid 3 merupakan kisah ganjil yang ditulis oleh 성현 pada awal masa Dinasti 조선. Tokoh yang bertemu api arwah di jalan pada malam hari ini bahkan mengira api kayu pinus bergetah di vilanya sebagai hantu. Tulisan ini menceritakan kembali kisah turun-temurun tersebut.\n\nTulisan ini mengikuti cerita dalam 『용재총화』 jilid 3 dan disusun berdasarkan informasi hingga Oktober 2026.\n\n## Cerita\n\nCahaya api yang ditemui 안부윤 di jalan pada malam hari membuatnya menimbulkan keributan bahkan setelah tiba di vila. Cerita berikut dituturkan kembali dengan mengikuti urutan kejadian dalam catatan berbahasa Tionghoa Klasik. Ungkapan penghubung ant adegan ditulis ulang.\n\n### Cahaya api yang mengepung jalan malam\n\nSaat masih muda, 안부윤 sedang menuju vila di 서원. Ia menunggang seekor kuda kurus. Seorang pelayan muda menyertainya.\n\nHari sudah gelap dan tidak tampak seorang pun di sekitar mereka. Dari arah permukiman di timur, muncul cahaya seperti obor. Terdengar pula suara riuh. Tampaknya seperti rombongan yang keluar untuk berburu.\n\nCahaya itu semakin mendekat. Tak lama kemudian, cahaya tersebut mengepung kedua sisi rombongan. Meski mereka sudah berjalan cukup lama, cahaya itu terus mengikuti. Itulah api yang disebut api arwah dalam cerita ini.\n\n안부윤 tidak menemukan tempat untuk menghindar. Ia hanya memacu kudanya dan terus maju. Saat ia terus menyusuri jalan, cahaya api itu pun berpencar.\n\n### Api arwah kembali muncul di balik celah gunung\n\nCahaya api yang sempat menghilang kembali menghalangi jalan setelah mereka melewati celah gunung. Langit mendung dan jalan yang basah oleh hujan sulit dilalui. Padahal, 안부윤 baru saja merasa lega karena mengira telah lolos dari api arwah.\n\nDi depan matanya, cahaya-cahaya tadi berkumpul berlapis-lapis. Ia tidak terpikir cara lain untuk lolos. Ia menghunus pedang, berteriak keras, lalu menerjang ke tengah cahaya api.\n\nCahaya api itu serentak berpencar. Kawanan itu masuk ke arah hutan dan semak rerumputan. Lalu terdengar pula suara tepukan tangan dan tawa keras.\n\n### Api kayu pinus bergetah di vila\n\nMeski telah sampai di vila, 안부윤 masih belum tenang setelah ketakutan tadi. Ia bersandar di dekat jendela dan memejamkan mata sejenak. Di dalam rumah, para pelayan menyalakan api kayu pinus bergetah sambil memintal benang.\n\nNyala api itu kadang terang, kadang redup. Melihat cahaya tersebut, 안부윤 mengira api arwah kembali mengikutinya. Ia sontak bangkit dan membuat keributan. Peralatan makan di sekitarnya pecah dan seisi rumah terkejut.\n\nOrang yang mengira telah mengusir api arwah di jalan malam itu ternyata belum terbebas dari rasa takut. Yang kembali mengejutkannya di vila hanyalah api yang dinyalakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Cerita berakhir dengan kekeliruan ini.\n\n## Sumber asli dan asal-usul\n\nKisah ini bersumber dari 『용재총화』 jilid 3 karya 성현. 성현 merupakan tokoh dari awal masa Dinasti 조선 yang lahir pada 1439 dan meninggal pada 1504. 규장각 memperkenalkan buku ini sebagai kumpulan esai yang memuat tata kelembagaan, adat istiadat, tokoh, dan hal-hal lainnya. Informasi bibliografinya dapat dilihat di [halaman rincian koleksi 규장각](https://kyudb.snu.ac.kr/book/view.do?book_cd=GK06905_00).\n\nPada awal cerita, 안부윤 diperkenalkan sebagai paman 성현 dari pihak ibu. Paman dari pihak ibu berarti saudara laki-laki ibu. Di sini, ‘안’ adalah marga, sedangkan ‘부윤’ adalah nama jabatan. Jadi, ‘안부윤’ secara keseluruhan tidak boleh dibaca sebagai nama pribadi.\n\nTeks berbahasa Tionghoa Klasiknya juga dapat ditemukan dalam kutipan yang dimuat di 한국 근대 사료 DB. 손진태 mengutipnya dalam 『동광』 nomor 15 yang terbit pada 5 Juli 1927. Tulisan tersebut berjudul 「조선상고문화의 연구, 조선고대종교의 종교적 토속적 연구(4)」. [Artikel tersebut](https://db.history.go.kr/id/ma_014_0140_0160) memuat teks berbahasa Tionghoa Klasik hingga bagian keributan di vila.\n\nPenanggalan sumber-sumber tersebut perlu dibedakan sebagai berikut.\n\n| Kategori | Informasi yang dapat dipastikan | Hal yang perlu diperhatikan saat membaca |\n|---|---|---|\n| Sumber cerita | 『용재총화』 jilid 3 | Bukan bukti bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi |\n| Penulis | 성현, lahir 1439 dan meninggal 1504 | Tahun kelahiran dan kematiannya bukan tahun terjadinya kisah tersebut |\n| Koleksi 규장각 yang ditautkan | Edisi cetak litografi yang ditandai terbit pada abad ke-20 | Waktu pencetakan eksemplar koleksi berbeda dari waktu penyusunan karya |\n| Kutipan berbahasa Tionghoa Klasik dalam 『동광』 | Terbit pada 5 Juli 1927 | Merupakan sumber dari masa kemudian yang mengutip teks asli |\n\nHalaman 규장각 tersebut digunakan untuk memeriksa informasi bibliografi eksemplar koleksinya. Penceritaan kembali dalam tulisan ini didasarkan pada bagian berbahasa Tionghoa Klasik yang dikutip dalam 『동광』. Kalimat dari buku terjemahan modern tidak digunakan.\n\n## Versi lain dan cerita serupa\n\nPerbedaan di antara sumber yang diperiksa terletak pada cakupan kutipan dan ringkasannya, bukan pada adanya versi cerita yang berbeda. Penelitian 김종대 pada 2004 berfokus pada adegan pertemuan dengan api arwah di jalan pegunungan. Judul makalahnya adalah 「한국 도깨비와 일본 요괴(妖怪)의 비교연구에 관한 시론」. Isinya dapat dilihat dalam [makalah yang dipublikasikan oleh 국립민속박물관](https://folkency.nfm.go.kr/api/file/download/reference/324).\n\n| Sumber atau tradisi | Isi yang disajikan | Hubungannya dengan kisah ini |\n|---|---|---|\n| Kutipan berbahasa Tionghoa Klasik dari 『용재총화』 jilid 3 | Berlanjut dari api arwah di jalan malam hingga kekeliruan di vila | Merupakan rangkaian peristiwa yang menjadi dasar penceritaan kembali |\n| Penelitian 김종대 pada 2004 | Api arwah berkelompok dan mengusik orang di jalan pegunungan | Menyajikan sebagian dari kisah yang sama sebagai fokus |\n| Tradisi lisan api dokkaebi yang dibandingkan dalam penelitian | Sekumpulan cahaya api muncul di jalan pada malam hari dan saat cuaca buruk | Memungkinkan perbandingan motif yang sama |\n\nTidak adanya adegan vila dalam sebuah ringkasan tidak berarti cerita itu memiliki akhir yang berbeda. Kemiripan motif dengan tradisi lisan juga tidak berarti keduanya merupakan cerita yang sama. Untuk membahas versi yang berbeda, perlu diperiksa catatan dengan tokoh dan alur kejadian yang berbeda.\n\n## Unsur folklor dalam cerita\n\nApi arwah dalam kisah ini dapat dibaca dalam kaitannya dengan tradisi api dokkaebi. Api arwah merujuk pada cahaya api ganjil yang dianggap sebagai api hantu. Penelitian 김종대 juga menafsirkan catatan ini sebagai contoh api dokkaebi.\n\nDasar perbandingannya adalah kesamaan motif berupa jalan malam, cuaca buruk, dan kemunculan secara berkelompok. Dalam hal ini, cuaca merupakan kondisi kemunculan dalam tradisi cerita. Itu bukan data pengamatan yang membuktikan penyebab munculnya cahaya api yang sebenarnya.\n\n### Apakah ini catatan yang menjelaskan asal-usul api dokkaebi\n\nKisah ini bukan cerita yang menjelaskan awal mula tradisi api dokkaebi. Ceritanya berkembang dalam bentuk pengalaman seseorang yang bertemu cahaya api ganjil. Karena itu, asal-usul seluruh dokkaebi Korea tidak dapat ditelusuri hanya dari kisah ini.\n\nHal-hal berikut perlu dibedakan saat membacanya.\n\n- Bedakan ungkapan api arwah dalam catatan dengan penafsiran sebagai api dokkaebi pada masa kemudian.\n- Jangan menyimpulkan bahwa hantu dan dokkaebi selalu merupakan makhluk yang sama.\n- Jangan memastikan bahwa fenomena alam tertentu merupakan penyebab kisah ini.\n- Latar cerita tidak menunjukkan tempat yang saat ini dihantui.\n\n## Akhir dan makna kisah 안부윤\n\nInti akhir cerita terletak pada kejutan ketika api kayu pinus bergetah disangka sebagai hantu. Api kayu pinus bergetah adalah api dari pembakaran potongan kayu pinus yang mengandung getah. Bagi penghuni rumah, api itu merupakan penerangan untuk bekerja. Bagi 안부윤, cahaya itu justru menghidupkan kembali ketakutannya di jalan malam.\n\nSusunan cerita ini dapat dibaca sebagai gambaran bagaimana ketakutan mengubah penafsiran terhadap benda-benda biasa. Di jalan pegunungan, cahaya yang tidak diketahui asalnya mengejutkan seseorang. Di vila, orang tersebut salah mengenali cahaya yang sudah familier. Kelucuan muncul dari perbedaan kedua adegan itu.\n\n| Adegan | Penilaian 안부윤 | Makna yang terungkap pada akhir cerita |\n|---|---|---|\n| Setelah api arwah pertama kali berpencar | Ia mengira telah lolos dari bahaya | Kelegaan itu tidak bertahan lama |\n| Setelah menerjang ke tengah api arwah | Ia kembali membuka jalan | Bukan berarti rasa takutnya juga telah hilang |\n| Setelah melihat cahaya api di vila | Ia mengira api arwah telah kembali | Ia keliru mengenali api kayu pinus bergetah dan membuat keributan |\n\nPenafsiran ini merupakan pembacaan yang ditarik dari susunan cerita. Ini bukan pesan moral yang dinyatakan secara tersendiri oleh 성현. Tidak ada pula dasar untuk memberikan diagnosis medis modern kepada 안부윤.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Apakah cerita 안부윤 merupakan kisah nyata\n\nIni bukan peristiwa yang telah dipastikan sebagai kisah nyata, melainkan kisah ganjil yang tercatat dalam karya klasik. Kehadiran seorang tokoh saja tidak membuktikan keberadaan api arwah. Tulisan ini menceritakan kembali kisah turun-temurun.\n\n### Di mana teks aslinya dapat dibaca\n\nTeks berbahasa Tionghoa Klasiknya dikutip dalam artikel 『동광』 nomor 15 di 한국 근대 사료 DB. Teks tersebut mencakup bagian perkenalan 안부윤 hingga keributan di vila. Informasi bibliografi eksemplar koleksi dapat diperiksa di halaman 규장각 yang ditautkan.\n\n### Apakah 안부윤 merupakan nama orang\n\n‘안부윤’ adalah sebutan yang menggabungkan marga dan jabatan. ‘안’ merupakan marga, sedangkan ‘부윤’ adalah nama jabatan. Dalam teks, ia diperkenalkan sebagai paman 성현 dari pihak ibu.\n\n### Apakah api yang muncul pada akhir cerita juga merupakan api arwah\n\nApi terakhir di vila adalah api kayu pinus bergetah yang dinyalakan para pelayan untuk bekerja. 안부윤 keliru menganggapnya sebagai api arwah. Kekeliruan inilah yang menjadi kejutan pada akhir cerita.\n\n### Apakah ringkasan yang berakhir di jalan pegunungan merupakan versi lain\n\nTidak ada dasar untuk menganggap ringkasan dalam penelitian yang diperiksa sebagai versi tersendiri. Penelitian itu menyajikan adegan jalan pegunungan sesuai dengan ciri-ciri api dokkaebi. Kutipan berbahasa Tionghoa Klasiknya berlanjut hingga keributan di vila.\n\n### Apa makna cerita ini\n\nCerita ini dapat dibaca sebagai gambaran bahwa rasa takut yang masih tersisa bisa membuat cahaya api biasa pun dianggap sebagai ancaman. Penempatan kekeliruan setelah adegan yang seolah menunjukkan keberhasilan mengusir api arwah menghasilkan kelucuan. Ini merupakan penafsiran atas susunan cerita.\n\n### Apakah ini tradisi yang berkaitan dengan 핼러윈\n\nTidak ada dasar bahwa kisah ini berasal dari 핼러윈. Kisah ini dapat dikaitkan sebagai bahan bacaan cerita hantu klasik menjelang 핼러윈. Meski dibaca pada musim panas atau musim lainnya, makna sumber asli dan akhir ceritanya tetap sama.","content_html":"\u003cp\u003eKisah 안부윤 dalam 『용재총화』 jilid 3 merupakan kisah ganjil yang ditulis oleh 성현 pada awal masa Dinasti 조선. Tokoh yang bertemu api arwah di jalan pada malam hari ini bahkan mengira api kayu pinus bergetah di vilanya sebagai hantu. Tulisan ini menceritakan kembali kisah turun-temurun tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTulisan ini mengikuti cerita dalam 『용재총화』 jilid 3 dan disusun berdasarkan informasi hingga Oktober 2026.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#cerita\" class=\"anchor\" id=\"cerita\"\u003e\u003c/a\u003eCerita\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eCahaya api yang ditemui 안부윤 di jalan pada malam hari membuatnya menimbulkan keributan bahkan setelah tiba di vila. Cerita berikut dituturkan kembali dengan mengikuti urutan kejadian dalam catatan berbahasa Tionghoa Klasik. Ungkapan penghubung ant adegan ditulis ulang.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#cahaya-api-yang-mengepung-jalan-malam\" class=\"anchor\" id=\"cahaya-api-yang-mengepung-jalan-malam\"\u003e\u003c/a\u003eCahaya api yang mengepung jalan malam\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSaat masih muda, 안부윤 sedang menuju vila di 서원. Ia menunggang seekor kuda kurus. Seorang pelayan muda menyertainya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHari sudah gelap dan tidak tampak seorang pun di sekitar mereka. Dari arah permukiman di timur, muncul cahaya seperti obor. Terdengar pula suara riuh. Tampaknya seperti rombongan yang keluar untuk berburu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCahaya itu semakin mendekat. Tak lama kemudian, cahaya tersebut mengepung kedua sisi rombongan. Meski mereka sudah berjalan cukup lama, cahaya itu terus mengikuti. Itulah api yang disebut api arwah dalam cerita ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e안부윤 tidak menemukan tempat untuk menghindar. Ia hanya memacu kudanya dan terus maju. Saat ia terus menyusuri jalan, cahaya api itu pun berpencar.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#api-arwah-kembali-muncul-di-balik-celah-gunung\" class=\"anchor\" id=\"api-arwah-kembali-muncul-di-balik-celah-gunung\"\u003e\u003c/a\u003eApi arwah kembali muncul di balik celah gunung\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eCahaya api yang sempat menghilang kembali menghalangi jalan setelah mereka melewati celah gunung. Langit mendung dan jalan yang basah oleh hujan sulit dilalui. Padahal, 안부윤 baru saja merasa lega karena mengira telah lolos dari api arwah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDi depan matanya, cahaya-cahaya tadi berkumpul berlapis-lapis. Ia tidak terpikir cara lain untuk lolos. Ia menghunus pedang, berteriak keras, lalu menerjang ke tengah cahaya api.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCahaya api itu serentak berpencar. Kawanan itu masuk ke arah hutan dan semak rerumputan. Lalu terdengar pula suara tepukan tangan dan tawa keras.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#api-kayu-pinus-bergetah-di-vila\" class=\"anchor\" id=\"api-kayu-pinus-bergetah-di-vila\"\u003e\u003c/a\u003eApi kayu pinus bergetah di vila\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eMeski telah sampai di vila, 안부윤 masih belum tenang setelah ketakutan tadi. Ia bersandar di dekat jendela dan memejamkan mata sejenak. Di dalam rumah, para pelayan menyalakan api kayu pinus bergetah sambil memintal benang.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNyala api itu kadang terang, kadang redup. Melihat cahaya tersebut, 안부윤 mengira api arwah kembali mengikutinya. Ia sontak bangkit dan membuat keributan. Peralatan makan di sekitarnya pecah dan seisi rumah terkejut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eOrang yang mengira telah mengusir api arwah di jalan malam itu ternyata belum terbebas dari rasa takut. Yang kembali mengejutkannya di vila hanyalah api yang dinyalakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Cerita berakhir dengan kekeliruan ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#sumber-asli-dan-asal-usul\" class=\"anchor\" id=\"sumber-asli-dan-asal-usul\"\u003e\u003c/a\u003eSumber asli dan asal-usul\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKisah ini bersumber dari 『용재총화』 jilid 3 karya 성현. 성현 merupakan tokoh dari awal masa Dinasti 조선 yang lahir pada 1439 dan meninggal pada 1504. 규장각 memperkenalkan buku ini sebagai kumpulan esai yang memuat tata kelembagaan, adat istiadat, tokoh, dan hal-hal lainnya. Informasi bibliografinya dapat dilihat di \u003ca href=\"https://kyudb.snu.ac.kr/book/view.do?book_cd=GK06905_00\"\u003ehalaman rincian koleksi 규장각\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePada awal cerita, 안부윤 diperkenalkan sebagai paman 성현 dari pihak ibu. Paman dari pihak ibu berarti saudara laki-laki ibu. Di sini, ‘안’ adalah marga, sedangkan ‘부윤’ adalah nama jabatan. Jadi, ‘안부윤’ secara keseluruhan tidak boleh dibaca sebagai nama pribadi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTeks berbahasa Tionghoa Klasiknya juga dapat ditemukan dalam kutipan yang dimuat di 한국 근대 사료 DB. 손진태 mengutipnya dalam 『동광』 nomor 15 yang terbit pada 5 Juli 1927. Tulisan tersebut berjudul 「조선상고문화의 연구, 조선고대종교의 종교적 토속적 연구(4)」. \u003ca href=\"https://db.history.go.kr/id/ma_014_0140_0160\"\u003eArtikel tersebut\u003c/a\u003e memuat teks berbahasa Tionghoa Klasik hingga bagian keributan di vila.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenanggalan sumber-sumber tersebut perlu dibedakan sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eInformasi yang dapat dipastikan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu diperhatikan saat membaca\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eSumber cerita\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang dapat dipastikan\"\u003e『용재총화』 jilid 3\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat membaca\"\u003eBukan bukti bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePenulis\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang dapat dipastikan\"\u003e성현, lahir 1439 dan meninggal 1504\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat membaca\"\u003eTahun kelahiran dan kematiannya bukan tahun terjadinya kisah tersebut\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eKoleksi 규장각 yang ditautkan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang dapat dipastikan\"\u003eEdisi cetak litografi yang ditandai terbit pada abad ke-20\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat membaca\"\u003eWaktu pencetakan eksemplar koleksi berbeda dari waktu penyusunan karya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eKutipan berbahasa Tionghoa Klasik dalam 『동광』\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Informasi yang dapat dipastikan\"\u003eTerbit pada 5 Juli 1927\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan saat membaca\"\u003eMerupakan sumber dari masa kemudian yang mengutip teks asli\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eHalaman 규장각 tersebut digunakan untuk memeriksa informasi bibliografi eksemplar koleksinya. Penceritaan kembali dalam tulisan ini didasarkan pada bagian berbahasa Tionghoa Klasik yang dikutip dalam 『동광』. Kalimat dari buku terjemahan modern tidak digunakan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#versi-lain-dan-cerita-serupa\" class=\"anchor\" id=\"versi-lain-dan-cerita-serupa\"\u003e\u003c/a\u003eVersi lain dan cerita serupa\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePerbedaan di antara sumber yang diperiksa terletak pada cakupan kutipan dan ringkasannya, bukan pada adanya versi cerita yang berbeda. Penelitian 김종대 pada 2004 berfokus pada adegan pertemuan dengan api arwah di jalan pegunungan. Judul makalahnya adalah 「한국 도깨비와 일본 요괴(妖怪)의 비교연구에 관한 시론」. Isinya dapat dilihat dalam \u003ca href=\"https://folkency.nfm.go.kr/api/file/download/reference/324\"\u003emakalah yang dipublikasikan oleh 국립민속박물관\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eSumber atau tradisi\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eIsi yang disajikan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHubungannya dengan kisah ini\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber atau tradisi\"\u003eKutipan berbahasa Tionghoa Klasik dari 『용재총화』 jilid 3\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi yang disajikan\"\u003eBerlanjut dari api arwah di jalan malam hingga kekeliruan di vila\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungannya dengan kisah ini\"\u003eMerupakan rangkaian peristiwa yang menjadi dasar penceritaan kembali\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber atau tradisi\"\u003ePenelitian 김종대 pada 2004\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi yang disajikan\"\u003eApi arwah berkelompok dan mengusik orang di jalan pegunungan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungannya dengan kisah ini\"\u003eMenyajikan sebagian dari kisah yang sama sebagai fokus\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber atau tradisi\"\u003eTradisi lisan api dokkaebi yang dibandingkan dalam penelitian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi yang disajikan\"\u003eSekumpulan cahaya api muncul di jalan pada malam hari dan saat cuaca buruk\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungannya dengan kisah ini\"\u003eMemungkinkan perbandingan motif yang sama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eTidak adanya adegan vila dalam sebuah ringkasan tidak berarti cerita itu memiliki akhir yang berbeda. Kemiripan motif dengan tradisi lisan juga tidak berarti keduanya merupakan cerita yang sama. Untuk membahas versi yang berbeda, perlu diperiksa catatan dengan tokoh dan alur kejadian yang berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#unsur-folklor-dalam-cerita\" class=\"anchor\" id=\"unsur-folklor-dalam-cerita\"\u003e\u003c/a\u003eUnsur folklor dalam cerita\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eApi arwah dalam kisah ini dapat dibaca dalam kaitannya dengan tradisi api dokkaebi. Api arwah merujuk pada cahaya api ganjil yang dianggap sebagai api hantu. Penelitian 김종대 juga menafsirkan catatan ini sebagai contoh api dokkaebi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDasar perbandingannya adalah kesamaan motif berupa jalan malam, cuaca buruk, dan kemunculan secara berkelompok. Dalam hal ini, cuaca merupakan kondisi kemunculan dalam tradisi cerita. Itu bukan data pengamatan yang membuktikan penyebab munculnya cahaya api yang sebenarnya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-ini-catatan-yang-menjelaskan-asal-usul-api-dokkaebi\" class=\"anchor\" id=\"apakah-ini-catatan-yang-menjelaskan-asal-usul-api-dokkaebi\"\u003e\u003c/a\u003eApakah ini catatan yang menjelaskan asal-usul api dokkaebi\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKisah ini bukan cerita yang menjelaskan awal mula tradisi api dokkaebi. Ceritanya berkembang dalam bentuk pengalaman seseorang yang bertemu cahaya api ganjil. Karena itu, asal-usul seluruh dokkaebi Korea tidak dapat ditelusuri hanya dari kisah ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHal-hal berikut perlu dibedakan saat membacanya.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBedakan ungkapan api arwah dalam catatan dengan penafsiran sebagai api dokkaebi pada masa kemudian.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan menyimpulkan bahwa hantu dan dokkaebi selalu merupakan makhluk yang sama.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan memastikan bahwa fenomena alam tertentu merupakan penyebab kisah ini.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eLatar cerita tidak menunjukkan tempat yang saat ini dihantui.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#akhir-dan-makna-kisah-%EC%95%88%EB%B6%80%EC%9C%A4\" class=\"anchor\" id=\"akhir-dan-makna-kisah-안부윤\"\u003e\u003c/a\u003eAkhir dan makna kisah 안부윤\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eInti akhir cerita terletak pada kejutan ketika api kayu pinus bergetah disangka sebagai hantu. Api kayu pinus bergetah adalah api dari pembakaran potongan kayu pinus yang mengandung getah. Bagi penghuni rumah, api itu merupakan penerangan untuk bekerja. Bagi 안부윤, cahaya itu justru menghidupkan kembali ketakutannya di jalan malam.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSusunan cerita ini dapat dibaca sebagai gambaran bagaimana ketakutan mengubah penafsiran terhadap benda-benda biasa. Di jalan pegunungan, cahaya yang tidak diketahui asalnya mengejutkan seseorang. Di vila, orang tersebut salah mengenali cahaya yang sudah familier. Kelucuan muncul dari perbedaan kedua adegan itu.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eAdegan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePenilaian 안부윤\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna yang terungkap pada akhir cerita\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Adegan\"\u003eSetelah api arwah pertama kali berpencar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian 안부윤\"\u003eIa mengira telah lolos dari bahaya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang terungkap pada akhir cerita\"\u003eKelegaan itu tidak bertahan lama\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Adegan\"\u003eSetelah menerjang ke tengah api arwah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian 안부윤\"\u003eIa kembali membuka jalan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang terungkap pada akhir cerita\"\u003eBukan berarti rasa takutnya juga telah hilang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Adegan\"\u003eSetelah melihat cahaya api di vila\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian 안부윤\"\u003eIa mengira api arwah telah kembali\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang terungkap pada akhir cerita\"\u003eIa keliru mengenali api kayu pinus bergetah dan membuat keributan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePenafsiran ini merupakan pembacaan yang ditarik dari susunan cerita. Ini bukan pesan moral yang dinyatakan secara tersendiri oleh 성현. Tidak ada pula dasar untuk memberikan diagnosis medis modern kepada 안부윤.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-cerita-%EC%95%88%EB%B6%80%EC%9C%A4-merupakan-kisah-nyata\" class=\"anchor\" id=\"apakah-cerita-안부윤-merupakan-kisah-nyata\"\u003e\u003c/a\u003eApakah cerita 안부윤 merupakan kisah nyata\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIni bukan peristiwa yang telah dipastikan sebagai kisah nyata, melainkan kisah ganjil yang tercatat dalam karya klasik. Kehadiran seorang tokoh saja tidak membuktikan keberadaan api arwah. Tulisan ini menceritakan kembali kisah turun-temurun.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#di-mana-teks-aslinya-dapat-dibaca\" class=\"anchor\" id=\"di-mana-teks-aslinya-dapat-dibaca\"\u003e\u003c/a\u003eDi mana teks aslinya dapat dibaca\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTeks berbahasa Tionghoa Klasiknya dikutip dalam artikel 『동광』 nomor 15 di 한국 근대 사료 DB. Teks tersebut mencakup bagian perkenalan 안부윤 hingga keributan di vila. Informasi bibliografi eksemplar koleksi dapat diperiksa di halaman 규장각 yang ditautkan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-%EC%95%88%EB%B6%80%EC%9C%A4-merupakan-nama-orang\" class=\"anchor\" id=\"apakah-안부윤-merupakan-nama-orang\"\u003e\u003c/a\u003eApakah 안부윤 merupakan nama orang\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e‘안부윤’ adalah sebutan yang menggabungkan marga dan jabatan. ‘안’ merupakan marga, sedangkan ‘부윤’ adalah nama jabatan. Dalam teks, ia diperkenalkan sebagai paman 성현 dari pihak ibu.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-api-yang-muncul-pada-akhir-cerita-juga-merupakan-api-arwah\" class=\"anchor\" id=\"apakah-api-yang-muncul-pada-akhir-cerita-juga-merupakan-api-arwah\"\u003e\u003c/a\u003eApakah api yang muncul pada akhir cerita juga merupakan api arwah\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eApi terakhir di vila adalah api kayu pinus bergetah yang dinyalakan para pelayan untuk bekerja. 안부윤 keliru menganggapnya sebagai api arwah. Kekeliruan inilah yang menjadi kejutan pada akhir cerita.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-ringkasan-yang-berakhir-di-jalan-pegunungan-merupakan-versi-lain\" class=\"anchor\" id=\"apakah-ringkasan-yang-berakhir-di-jalan-pegunungan-merupakan-versi-lain\"\u003e\u003c/a\u003eApakah ringkasan yang berakhir di jalan pegunungan merupakan versi lain\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak ada dasar untuk menganggap ringkasan dalam penelitian yang diperiksa sebagai versi tersendiri. Penelitian itu menyajikan adegan jalan pegunungan sesuai dengan ciri-ciri api dokkaebi. Kutipan berbahasa Tionghoa Klasiknya berlanjut hingga keributan di vila.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apa-makna-cerita-ini\" class=\"anchor\" id=\"apa-makna-cerita-ini\"\u003e\u003c/a\u003eApa makna cerita ini\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eCerita ini dapat dibaca sebagai gambaran bahwa rasa takut yang masih tersisa bisa membuat cahaya api biasa pun dianggap sebagai ancaman. Penempatan kekeliruan setelah adegan yang seolah menunjukkan keberhasilan mengusir api arwah menghasilkan kelucuan. Ini merupakan penafsiran atas susunan cerita.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-ini-tradisi-yang-berkaitan-dengan-%ED%95%BC%EB%9F%AC%EC%9C%88\" class=\"anchor\" id=\"apakah-ini-tradisi-yang-berkaitan-dengan-핼러윈\"\u003e\u003c/a\u003eApakah ini tradisi yang berkaitan dengan 핼러윈\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak ada dasar bahwa kisah ini berasal dari 핼러윈. Kisah ini dapat dikaitkan sebagai bahan bacaan cerita hantu klasik menjelang 핼러윈. Meski dibaca pada musim panas atau musim lainnya, makna sumber asli dan akhir ceritanya tetap sama.\u003c/p\u003e\n","tags":["Zaman Joseon","Warisan budaya","Cerita rakyat"],"faqs":[{"question":"Apakah kisah 안부윤 merupakan kisah nyata?","answer":"Kisah ini bukan peristiwa yang telah dipastikan benar-benar terjadi, melainkan cerita ganjil yang tercatat dalam naskah klasik. Kemunculan seorang tokoh dalam cerita saja tidak membuktikan keberadaan api hantu. Tulisan ini menceritakan kembali kisah yang diwariskan secara turun-temurun."},{"question":"Di mana teks aslinya dapat dibaca?","answer":"Teks berbahasa Tionghoa klasik dikutip dalam artikel di 『동광』 edisi ke-15 dalam 한국 근대 사료 DB. Bagian mulai dari pengenalan 안부윤 hingga keributan di vila dapat dibaca di sana. Informasi bibliografis mengenai eksemplar yang disimpan dapat dilihat pada halaman 규장각 yang ditautkan."},{"question":"Apakah 안부윤 merupakan nama orang?","answer":"‘안부윤’ adalah sebutan yang menggabungkan nama marga dan jabatan. ‘안’ adalah nama marga, sedangkan ‘부윤’ adalah nama jabatan. Dalam teks, ia diperkenalkan sebagai paman 성현 dari pihak ibu."},{"question":"Apakah api yang muncul pada akhir cerita juga merupakan api hantu?","answer":"Api di vila pada akhir cerita berasal dari kayu pinus bergetah yang dinyalakan para pelayan untuk bekerja. 안부윤 keliru mengiranya sebagai api hantu. Kekeliruan inilah yang menjadi kejutan pada akhir cerita."},{"question":"Apakah ringkasan yang berakhir di jalan pegunungan merupakan versi lain?","answer":"Tidak ada dasar untuk menganggap ringkasan dalam penelitian yang diperiksa sebagai versi tersendiri. Penelitian itu menyajikan adegan di jalan pegunungan dengan berfokus pada ciri-ciri api hantu. Kutipan berbahasa Tionghoa klasik berlanjut hingga keributan di vila."},{"question":"Apa makna cerita ini?","answer":"Cerita ini dapat dimaknai bahwa ketika rasa takut masih tersisa, cahaya api biasa pun dapat dianggap sebagai ancaman. Penempatan kekeliruan setelah adegan yang seolah-olah menunjukkan api hantu telah diusir menciptakan humor. Ini merupakan penafsiran terhadap susunan cerita."},{"question":"Apakah kisah turun-temurun ini berkaitan dengan 핼러윈?","answer":"Tidak ada bukti bahwa kisah ini berasal dari 핼러윈. Namun, kisah ini dapat dikaitkan dengan 핼러윈 sebagai bahan bacaan cerita seram klasik menjelang perayaan tersebut. Walaupun dibaca pada musim panas atau musim lainnya, makna teks asli dan akhir ceritanya tetap sama."}],"sources":[{"url":"https://kyudb.snu.ac.kr/book/view.do?book_cd=GK06905_00","title":"Layanan pencarian teks asli 규장각한국학연구원, data bibliografis eksemplar 『용재총화』 dalam koleksi","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/id/ma_014_0140_0160","title":"DB sumber sejarah modern Korea, 손진태 「Kajian tentang budaya purba Joseon, kajian religius dan folkloris tentang agama kuno Joseon (4)」, 『동광』 nomor 15, 5 Juli 1927","type":"source"},{"url":"https://folkency.nfm.go.kr/api/file/download/reference/324","title":"김종대, 「Esai pendahuluan tentang kajian perbandingan dokkaebi Korea dan yokai (妖怪) Jepang」, 『민속학연구』 nomor 15, 2004","type":"source"}],"images":[{"id":2163,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzMyNTQsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--1cf663fae9cfa9dab1ac2900ff07b48f6ec928d7/ai-fc806698.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"구름 낀 밤, 희미한 귀화가 소나무 사이에 떠 있는 험한 산길을 말을 탄 나그네가 지나간다.","caption":"안부윤이 밤길에서 귀화를 만난 경험은 뒤이은 오인의 바탕이 된다.","description":null},"en":{"alt":"A lone rider follows a rocky mountain path at night, with pale ghost lights drifting among misty pines.","caption":"Prefect An’s encounter with ghost lights sets up the later misunderstanding.","description":null},"ja":{"alt":"雲に覆われた夜、淡い鬼火が松林の霧に漂う険しい山道を、馬に乗った旅人が進む。","caption":"安府尹が夜道で鬼火に出会った経験が、その後の見間違いにつながる。","description":null},"es":{"alt":"Un jinete recorre un sendero rocoso de noche entre pinos, niebla y pálidos fuegos fatuos.","caption":"El encuentro del prefecto An con los fuegos fatuos da pie a la confusión posterior.","description":null},"id":{"alt":"Seorang penunggang menyusuri jalan gunung berbatu pada malam hari, di antara pinus berkabut dan cahaya hantu.","caption":"Pertemuan pejabat An dengan cahaya hantu menjadi awal kesalahpahaman berikutnya.","description":null},"pt":{"alt":"Um viajante a cavalo segue uma trilha rochosa à noite, entre pinheiros, névoa e pálidos fogos-fátuos.","caption":"O encontro do prefeito An com os fogos-fátuos prepara o equívoco posterior.","description":null},"zh-hant":{"alt":"陰雲密布的夜裡，一名旅人騎馬行經崎嶇山路，蒼白鬼火飄浮在松林與霧氣之間。","caption":"安府尹夜遇鬼火的經驗，為後來的誤認埋下伏筆。","description":null},"de":{"alt":"Ein Reiter folgt nachts einem felsigen Bergpfad, umgeben von nebligen Kiefern und blassen Irrlichtern.","caption":"Die Begegnung des Präfekten An mit Irrlichtern bereitet die spätere Verwechslung vor.","description":null}}},{"id":2164,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzMyNjAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--99a477098561a14a886aacf2440270cf9e6cc632/ai-26e458b6.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"달밤의 한옥 안에서 관솔불 옆의 나그네가 움찔하고, 뒤편에서는 두 여인이 실을 잣는다.","caption":"귀화를 쫓았다고 여긴 뒤에도 두려움이 남아 있다는 반전이 결말의 해학을 이룬다.","description":null},"en":{"alt":"A traveler recoils beside burning pine kindling while two women spin thread in a Korean house at night.","caption":"The comic ending reveals that fear lingers even after he believes he has driven the spirits away.","description":null},"ja":{"alt":"月夜の韓屋で、燃える松明かしのそばの旅人が身を引き、奥では二人の女性が糸を紡いでいる。","caption":"鬼火を追い払ったつもりでも恐怖は残っているという逆転が、結末のおかしみを生む。","description":null},"es":{"alt":"Un viajero se sobresalta junto a una tea de pino mientras dos mujeres hilan en una casa coreana de noche.","caption":"El desenlace cómico revela que el miedo persiste aun después de creer que ha ahuyentado a los espíritus.","description":null},"id":{"alt":"Seorang pengelana terkejut di dekat nyala kayu pinus, sementara dua perempuan memintal di rumah Korea pada malam hari.","caption":"Akhir yang jenaka mengungkap bahwa rasa takut tetap ada meski ia merasa telah mengusir roh-roh.","description":null},"pt":{"alt":"Um viajante se assusta junto a uma lasca de pinho acesa, enquanto duas mulheres fiam numa casa coreana à noite.","caption":"O desfecho cômico revela que o medo persiste mesmo depois de ele acreditar que afugentou os espíritos.","description":null},"zh-hant":{"alt":"月夜的韓屋內，一名旅人在燃燒的松明旁驚得退縮，後方兩名女子正在紡線。","caption":"自以為已驅走鬼火，心中卻仍留有恐懼，這一反轉構成了結尾的詼諧。","description":null},"de":{"alt":"Ein Reisender erschrickt neben brennendem Kienholz, während zwei Frauen nachts in einem koreanischen Haus Garn spinnen.","caption":"Die komische Wendung am Ende zeigt, dass die Angst bleibt, obwohl er glaubt, die Geister vertrieben zu haben.","description":null}}}],"published_at":"2026-10-27T04:43:14+09:00","updated_at":"2026-10-27T04:43:14+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/yongjaechonghwa-dokkaebi-fire-an-buyun-ending"}