---
title: "Kronologi Lotere Korea: Dari Maningye hingga Lotto"
locale: id
category: report
category_name: "Laporan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/korean-lottery-history-from-maningye-to-lotto
published_at: 2026-08-04T07:35:50+09:00
---

# Kronologi Lotere Korea: Dari Maningye hingga Lotto

> Lotere Korea berawal dari pengumpulan dana bersama dengan undian seperti Maningye pada akhir era Joseon, lalu dimanfaatkan sebagai sumber dana untuk rekonstruksi negara, penyediaan perumahan, dan dukungan bagi acara internasional. Pada dekade 2000-an, terbentuk sistem pengelolaan terpadu yang berpusat pada Lotto dan Dana Lotere.

## Key Points

- Maningye pada akhir era Joseon menyerupai lotere modern karena menghimpun uang bersama-sama dan membayarkan sebagian melalui undian, tetapi bukan sistem hukum yang sama.
- Tiket sponsor Olimpiade dan Husaeng Bokpyo pada masa sekitar pembebasan Korea merupakan lotere bertujuan khusus untuk menghimpun dana bagi pengembangan olahraga serta bantuan dan rekonstruksi.
- Lotere Perumahan yang muncul pada 1969 merupakan lotere pertama di Korea yang diterbitkan secara berkala dan menjadikan siaran pengundian sebagai bagian dari budaya populer.
- Lotto 6/45 diluncurkan pada 2002, sedangkan Komisi Lotere dibentuk pada 2004 berdasarkan Undang-Undang Lotere dan Dana Lotere.
- Dari hasil penjualan Lotto, umumnya 50% dialokasikan untuk hadiah, sekitar 41% untuk Dana Lotere, dan sisanya untuk biaya penerbitan, penjualan, dan keperluan lainnya.

Lotre bukan sekadar produk untuk memperjualbelikan keberuntungan. Sejarah lotre Korea membentang dari gye pada akhir Dinasti Joseon, ketika orang-orang menghimpun dana bersama, hingga sumber dana publik untuk rekonstruksi negara, penyediaan perumahan, acara internasional, dan dukungan bagi kelompok rentan.

Namun, gye zaman dahulu dan lotre modern memiliki penyelenggara serta karakter hukum yang berbeda, dan konversi nilai uang masa lalu ke nilai masa kini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Tulisan ini merangkum perkembangan lotre Korea dengan berfokus pada perubahan sistem dan peristiwa utama yang dapat diverifikasi.

## Kronologi utama menurut periode

| Periode | Lotre atau sistem serupa | Karakteristik utama | Tujuan utama dana |
|---|---|---|---|
| Akhir Dinasti Joseon | Jakbaekgye, Cheoningye, Maningye, dan lainnya | Banyak orang menghimpun uang dan memilih penerima melalui undian | Perputaran dana antaranggota gye, beban publik dalam beberapa kasus |
| 1947~1948 | Tiket Dukungan Olimpiade | Lotre bertujuan khusus untuk mendukung pengiriman kontingen ke Olimpiade London | Menghimpun biaya kontingen |
| Sejak 1949 | Husaeng Bokpyo, Lotre Patriotik, dan lainnya | Diterbitkan sementara untuk bantuan dan rekonstruksi pascaperang | Bantuan sosial dan rekonstruksi negara |
| 1969 | Lotre Perumahan | Lotre pertama di Korea yang diterbitkan secara berkala | Pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan bantuan hunian |
| 1980-an | Lotre Olimpiade | Dikaitkan dengan persiapan acara olahraga internasional | Proyek terkait Olimpiade |
| 1990 | Lotre Expo | Lotre instan yang hasilnya dapat langsung diketahui dengan digosok | Mendukung Daejeon Expo 1993 |
| 1990-an | Berbagai lotre menurut lembaga | Diterbitkan oleh kementerian pemerintah dan pemerintah daerah untuk tujuan masing-masing | Perumahan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesejahteraan, pariwisata, dan lainnya |
| 2002 | Lotto 6/45 | Pembeli memilih nomor dan hadiah terkait dengan nilai penjualan | Pembentukan Dana Lotre |
| 2004 | Pembentukan Komisi Lotre | Mengelola kebijakan lotre dan dana secara terpadu | Alokasi berdasarkan undang-undang dan dukungan proyek kepentingan umum |

## Apakah Maningye pada akhir Dinasti Joseon merupakan nenek moyang lotre modern?

Pada akhir Dinasti Joseon, konon beroperasi gye berskala besar yang disebut Jakbaekgye, Cheoningye, Maningye, dan lain-lain sesuai jumlah pesertanya. Para anggota gye menyetorkan sejumlah uang, lalu penerima ditentukan melalui undian. Maningye khususnya merujuk pada gye berbentuk undian yang, sesuai namanya, diikuti oleh sangat banyak orang.

### Kemiripan dengan lotre modern

- Banyak orang menghimpun dana besar melalui setoran kecil.
- Penerima ditentukan melalui undian berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.
- Uang yang terkumpul dibayarkan setelah dikurangi biaya operasional atau porsi tertentu.
- Beberapa catatan menjelaskan bahwa uang yang dibayarkan kepada kantor pemerintah digunakan untuk proyek daerah.

Namun, Maningye tidak boleh dianggap sebagai sistem yang sepenuhnya sama dengan lotto masa kini. Lotre modern diterbitkan atau diizinkan oleh negara berdasarkan hukum, sedangkan nilai penjualan, hadiah, dan penggunaan dana dikelola secara resmi. Sebaliknya, Maningye diselenggarakan berdasarkan organisasi gye swasta dan kebiasaan daerah pada masa itu. Sulit pula memastikan bahwa rasio hadiah atau cara pembayaran untuk kepentingan publik diterapkan secara seragam pada semua Maningye.

### Kisah Ahn Jung-geun dan perusahaan chaepyo

Catatan autobiografis Ahn Jung-geun memuat pengalamannya ketika masih muda dalam mengelola usaha terkait chaepyo di Jinnampo. Chaepyo adalah produk berbentuk lotre yang menjual tiket bernomor dan membayarkan uang berdasarkan hasil undian.

Ada pula kisah bahwa tiket-tiket tumpah sekaligus saat pengundian sehingga kerumunan memprotes, lalu Ahn Jung-geun menenangkan para peserta yang marah. Kisah ini menunjukkan bahwa usaha pengundian berskala besar pada masa itu menarik kerumunan yang cukup besar, serta bahwa keadilan undian dan kepercayaan terhadap penyelenggara merupakan persoalan utama. Namun, dialog terperinci dan gambaran situasinya perlu dibaca dengan mempertimbangkan bahwa sumber tersebut merupakan narasi autobiografis.

## Untuk apa lotre diterbitkan sebelum dan sesudah pembebasan?

Tak lama setelah pembebasan, Semenanjung Korea menghadapi tugas untuk memukimkan penduduk yang kembali, mengatasi kekurangan barang, dan membangun kembali sistem administrasi. Setelah Perang Korea, dibutuhkan dana sangat besar untuk bantuan dan pemulihan fasilitas. Lotre pada masa ini lebih menyerupai sarana sementara untuk membiayai proyek tertentu daripada produk hiburan yang tersedia secara tetap.

### Tiket Dukungan Olimpiade yang membantu Olimpiade London

Komite Olimpiade Korea menerbitkan Tiket Dukungan Olimpiade untuk menghimpun biaya pengiriman kontingen ke Olimpiade London 1948. Pada masa itu, mendapatkan biaya perjalanan dan akomodasi kontingen pun tidak mudah.

Kontingen Republik Korea berpartisipasi dalam Olimpiade London sebagai perwakilan negara merdeka dan meraih medali perunggu masing-masing dalam cabang angkat besi dan tinju. Tiket dukungan ini tetap dikenang sebagai contoh utama ketika lotre mendukung olahraga nasional dan partisipasi di panggung internasional.

Jeon Gyeong-mu, yang wajahnya tercantum pada tiket dukungan tersebut, adalah aktivis kemerdekaan sekaligus administrator olahraga. Ia mendorong partisipasi Republik Korea dalam Olimpiade, tetapi meninggal dalam kecelakaan pesawat saat melakukan perjalanan untuk urusan dengan Komite Olimpiade Internasional.

### Husaeng Bokpyo dan lotre pascaperang

Husaeng Bokpyo, yang mulai diterbitkan pada 1949, merupakan lotre bertujuan khusus untuk menghimpun dana bantuan sosial. Setelah itu, muncul pula Lotre Patriotik dan lotre lain yang terkait dengan rekonstruksi negara atau proyek kepentingan umum tertentu.

Harga jual dan hadiah pada masa itu tidak boleh dikonversi secara sederhana ke nilai uang masa kini. Setelah pembebasan, terjadi perubahan harga yang tinggi dan pergantian satuan mata uang, sementara struktur konsumsi juga sangat berbeda dari sekarang. Penilaian yang lebih mendekati daya beli hanya dapat dilakukan dengan membandingkan nilai nominal tersebut dengan upah, harga beras, harga rumah, dan indikator lain pada masa itu.

## Kehidupan sehari-hari yang diubah Lotre Perumahan 1969

Lotre Perumahan yang pertama kali diterbitkan pada 15 September 1969 dinilai sebagai lotre pertama di Korea yang diterbitkan secara berkala. Berbeda dengan lotre sebelumnya yang hanya diterbitkan sementara untuk proyek tertentu, lotre ini terus dijual mengikuti periode yang telah ditetapkan.

Lotre Perumahan pertama diterbitkan oleh Korea Housing Bank dengan harga 100 won per lembar dan hadiah pertama sebesar 3 juta won. Pendapatan Lotre Perumahan digunakan untuk proyek bantuan hunian, termasuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rumah sewa.

### “Bersiaplah, tembak” dan pengundian terbuka

Pengundian Lotre Perumahan disiarkan melalui televisi. Metode penentuan nomor pemenang dengan memutar cakram yang menampilkan angka lalu menembakkan anak panah, serta ucapan pembawa acara “Bersiaplah, tembak”, dikenal luas.

Siaran ini menghasilkan tiga perubahan.

1. Proses pengundian dibuka kepada publik sehingga keadilannya dapat diperiksa secara langsung.
2. Pengundian lotre menjadi konten siaran berkala.
3. Lotre mulai dipandang sekaligus sebagai produk sumber dana negara dan hiburan sehari-hari.

Pada awalnya Lotre Perumahan diterbitkan setiap bulan, tetapi pada 1972 frekuensinya ditingkatkan menjadi seminggu sekali. Hadiah pertama juga meningkat tajam dari 3 juta won pada 1969 sepanjang 1970-an~1980-an. Hal ini merupakan hasil gabungan dari pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga, perubahan harga perumahan, dan kebutuhan untuk meningkatkan penjualan.

Materi resmi sejarah lotre menyebutkan bahwa hingga diperkenalkannya Lotre Olimpiade pada 1983, Lotre Perumahan telah diterbitkan sebanyak 574 kali dan mendukung proyek sekitar 45 ribu unit rumah, termasuk rumah bagi korban banjir, rumah sewa, dan rumah bagi penerima penghargaan negara.

## Mengapa lotre instan meningkat pada 1990-an?

Lotre Expo yang muncul pada 1990 merupakan lotre instan untuk mendukung Daejeon Expo 1993. Berbeda dengan lotre undian yang sudah ada, pembeli dapat langsung mengetahui hasilnya di tempat pembelian dengan menggosok permukaan tiket.

Lotre instan menghilangkan waktu tunggu untuk mengetahui hasil dan menciptakan pengalaman konsumsi baru yang memungkinkan pembelian berulang dalam waktu singkat. Setelah keberhasilan Lotre Expo, muncul berbagai bentuk lotre instan dan produk undian gabungan.

Pada 1990-an, kementerian pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan lotre dengan berbagai tujuan, seperti perumahan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesejahteraan, dan pariwisata. Sistem ini memiliki kelebihan berupa perluasan sumber dana bagi proyek-proyek bertujuan khusus, tetapi juga menimbulkan masalah berikut.

- Terlalu banyak lembaga penerbit dan produk sehingga sistem pengelolaan tersebar.
- Muncul kontroversi mengenai perlakuan istimewa dalam proses pemilihan operator.
- Pembentukan dan penggunaan dana sulit dipantau secara konsisten.
- Muncul kritik bahwa persaingan antarlotre dapat mendorong peningkatan penjualan.

Masalah-masalah ini kemudian menjadi latar belakang pengintegrasian usaha lotre dan dananya ke dalam satu sistem hukum.

## Demam lotto 2002 dan hadiah 40,7 miliar won

Lotto 6/45 mulai dijual pada Desember 2002. Pembeli memilih 6 angka dari 1 hingga 45, dan menjadi pemenang pertama apabila keenam angka tersebut sama dengan 6 nomor yang diundi.

Probabilitas teoretis munculnya kombinasi pemenang pertama adalah sebagai berikut.

- Kemungkinan kombinasi 6 nomor: 8.145.060
- Probabilitas hadiah pertama: 1 banding 8.145.060

Pada masa awal lotto, nilai hadiah pertama sangat bervariasi sesuai nilai penjualan dan jumlah pemenang, sedangkan akumulasi hadiah yang tidak dimenangkan turut meningkatkan perhatian publik. Dalam pengundian ke-19 pada April 2003, satu pemenang pertama menerima sekitar 40,7 miliar won. Rekor ini menjadi peristiwa yang melambangkan demam lotto.

Komisi Lotre bukanlah lembaga yang dibentuk bersamaan dengan peluncuran lotto. Lotto terlebih dahulu diluncurkan pada 2002, sedangkan Komisi Lotre dibentuk pada 2004 berdasarkan Undang-Undang Lotre dan Dana Lotre, lalu mulai mengelola secara terpadu kebijakan serta dana lotre yang sebelumnya tersebar.

## Jika membeli lotre seharga 1.000 won, ke mana uangnya mengalir?

Tidak seluruh hasil penjualan lotto diberikan kepada para pemenang. Struktur umum untuk penjualan senilai 1.000 won dijelaskan sebagai berikut.

| Kategori | Nilai atau rasio | Makna |
|---|---:|---|
| Hadiah | Sekitar 500 won, 50% | Dialokasikan sebagai hadiah untuk setiap peringkat |
| Dana Lotre | Sekitar 410 won, 41% | Sumber dana untuk alokasi berdasarkan undang-undang dan proyek kepentingan umum |
| Biaya penerbitan dan penjualan | Sekitar 90 won, 9% | Komisi gerai penjualan, biaya operasional, dan lainnya |

Rasio terperinci dapat berbeda menurut produk lotre dan tahun anggaran, sehingga alokasi tepat untuk produk tertentu harus diperiksa melalui materi resmi pada tahun terkait.

Struktur umum alokasi dana berdasarkan Undang-Undang Lotre dan Dana Lotre adalah sebagai berikut.

- Sebanyak 35% Dana Lotre dialokasikan kepada dana dan lembaga yang ditetapkan dalam undang-undang.
- Sebanyak 65% sisanya digunakan untuk proyek kepentingan umum, seperti rumah sewa, kesejahteraan kelompok rentan, warisan budaya, urusan veteran, dan bantuan bencana.
- Nilai untuk setiap lembaga dan proyek tertentu berbeda sesuai rencana pengelolaan serta laporan penyelesaian Dana Lotre setiap tahun.

Dengan demikian, lotre merupakan produk probabilitas yang menyediakan hadiah sekaligus sistem untuk membentuk sumber dana publik. Namun, penggunaannya untuk kepentingan umum tidak menghilangkan risiko pembelian berlebihan oleh individu.

## Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membaca statistik penjualan

Dalam statistik lotre, perlu dibedakan antara total nilai penjualan lotre, nilai penjualan lotto, nilai penerbitan, nilai penjualan aktual, dan nilai pembentukan dana. Jika indikator yang berbeda dicampur, skala pasar dapat terlihat lebih besar atau lebih kecil daripada keadaan sebenarnya.

Ungkapan “nilai penjualan lotto pada paruh pertama 2024 sebesar 5 triliun 656,2 miliar won” yang tercantum dalam materi yang diberikan perlu diperiksa kembali periode pencatatannya jika dibandingkan dengan tren penjualan tahunan. Tanpa tabel statistik resmi, tidak boleh dipastikan apakah angka tersebut merupakan angka paruh pertama atau angka tahunan dari tahun sebelumnya.

Hal yang sama berlaku untuk survei persepsi terhadap lotre. Makna persentase “membeli sekali sebulan” berbeda tergantung apakah dasarnya adalah seluruh orang dewasa atau orang yang baru-baru ini pernah membeli lotre. Saat mengutip hasil survei, bukan hanya jumlah sampel yang harus diperiksa, tetapi juga rumusan pertanyaan, sasaran responden, dan waktu pelaksanaan survei.

## Cara melihat kepentingan umum dan sifat perjudian lotre secara bersamaan

Lotre memiliki kelebihan karena dapat menghimpun dana kepentingan umum tanpa secara langsung menaikkan pajak. Di sisi lain, jika pembeli terkonsentrasi pada kelompok berpenghasilan rendah, dapat muncul masalah regresivitas berupa beban yang lebih besar dibandingkan pendapatan serta risiko keterlibatan berlebihan.

Untuk memahami lotre secara tepat, prinsip-prinsip berikut diperlukan.

- Pembelian lotre bukan investasi atau tabungan, melainkan hiburan berbayar dengan peluang menang yang sangat rendah.
- Metode prediksi nomor pemenang tidak dapat meningkatkan probabilitas dalam undian acak.
- Nomor yang sering muncul pada masa lalu tidak berarti lebih mungkin muncul pada putaran berikutnya.
- Lotre tidak boleh dibeli dengan biaya hidup, dana pinjaman, atau dana darurat.
- Pembentukan dana kepentingan umum bukanlah dasar untuk menganjurkan pembelian lotre atau menjamin peluang menang.

Sejarah lotre Korea mencerminkan dana yang dibutuhkan negara dan masyarakat pada setiap zaman. Tujuannya telah berubah, mulai dari dana bersama pada akhir Dinasti Joseon, olahraga dan bantuan setelah pembebasan, penyediaan perumahan pada masa industrialisasi, hingga dana kesejahteraan masa kini. Namun, prinsip bahwa keandalan pengundian dan transparansi penggunaan dana merupakan hal penting tetap tidak berubah.

## FAQ

### Apakah Maningye merupakan lotre seperti lotre modern?
Keduanya serupa dalam hal banyak orang menyetorkan uang dan penerimanya ditentukan melalui undian, tetapi secara hukum dan kelembagaan keduanya bukan lotre yang sama. Maningye didasarkan pada perkumpulan gye swasta dan praktik setempat, sedangkan lotre modern dikelola oleh negara berdasarkan Undang-Undang Lotre dan Dana Lotre.

### Apa lotre yang pertama kali diterbitkan di Korea?
Jawabannya berbeda tergantung pada apa yang dianggap sebagai yang pertama. Pada akhir Dinasti Joseon terdapat gye berbentuk undian seperti Maningye, sedangkan tiket dukungan Olimpiade pada 1947~1948 dianggap sebagai salah satu contoh awal lotre modern dengan tujuan khusus. Lotre pertama yang diterbitkan secara berkala adalah Lotre Perumahan pada 1969.

### Mengapa tiket dukungan Olimpiade diterbitkan?
Tiket tersebut diterbitkan untuk menghimpun biaya perjalanan dan biaya tinggal kontingen Korea Selatan yang berpartisipasi dalam Olimpiade London 1948. Ini merupakan lotre dengan tujuan khusus untuk menghimpun biaya pengiriman kontingen ke kompetisi internasional melalui partisipasi masyarakat pada masa ketika keuangan negara terbatas.

### Apakah Komisi Lotre yang meluncurkan Lotto?
Bukan. Lotto 6/45 diluncurkan pada Desember 2002, sedangkan Komisi Lotre dibentuk pada 2004 berdasarkan Undang-Undang Lotre dan Dana Lotre. Setelah itu, kebijakan dan dana lotre yang sebelumnya tersebar mulai dikelola secara terpadu.

### Berapa peluang memenangkan hadiah pertama Lotto?
Peluang mencocokkan keenam nomor dalam Lotto 6/45 adalah 1 banding 8,145,060. Setiap kombinasi nomor yang sah memiliki peluang menang yang sama, dan frekuensi kemenangan sebelumnya tidak mengubah peluang dalam pengundian berikutnya.

### Dari 1,000 won harga Lotto, berapa yang masuk ke Dana Lotre?
Secara umum, sekitar 500 won dialokasikan untuk hadiah, sekitar 410 won untuk Dana Lotre, dan sekitar 90 won untuk komisi gerai penjualan, biaya operasional, dan sebagainya. Perincian persentasenya dapat berbeda menurut produk dan tahun anggaran.

### Untuk apa Dana Lotre digunakan?
Berdasarkan undang-undang, sebagian dana dialokasikan kepada dana dan lembaga yang telah ditentukan, sedangkan sisanya digunakan untuk program kepentingan umum, seperti perumahan sewa, kesejahteraan kelompok rentan, kesejahteraan veteran, warisan budaya, dan bantuan bencana. Jumlah alokasi yang spesifik harus diperiksa dalam rencana pengelolaan dana dan laporan pertanggungjawaban setiap tahun.

### Karena lotre mendukung program kepentingan umum, apakah tidak masalah jika membelinya dalam jumlah banyak?
Tidak. Penghimpunan dana untuk kepentingan umum dan risiko pembelian berlebihan oleh individu merupakan dua persoalan yang berbeda. Lotre bukan investasi atau tabungan, melainkan hiburan dengan peluang menang yang sangat rendah, sehingga pembelian harus dibatasi pada jumlah kecil yang mampu ditanggung.

## Sources

- [Komisi Lotre Kementerian Ekonomi dan Keuangan](https://www.bokgwon.go.kr/)
- [Pusat Informasi Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang tentang Lotre dan Dana Lotre](https://www.law.go.kr/법령/복권및복권기금법)
- [Situs resmi Donghaeng Lottery](https://www.dhlottery.co.kr/)
- [Olympics: London 1948](https://olympics.com/en/olympic-games/london-1948)
- [Portal Warisan Nasional Badan Warisan Nasional](https://www.heritage.go.kr/)

## Images

![Linimasa ilustratif lotre Korea dari undian era Joseon hingga mesin Lotto modern](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6NTQyMCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--ab9c8720cf91e211e2547e57db4497da9a709d1b/ai-b3a409b2.webp)
![Kronologi lotre Korea dari arisan tradisional hingga mesin undian dan program manfaat publik](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6NTQyNiwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--7393cd83b3406f337f74ae6743d42be9597e63ae/ai-04c42c77.webp)