---
title: "Apakah Wasiat Bisa Dibatalkan? Perbedaan Pencabutan, Pembatalan, dan Ketidakabsahan"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/korea-will-revocation-cancellation-invalidity
published_at: 2026-08-10T07:58:58+09:00
---

# Apakah Wasiat Bisa Dibatalkan? Perbedaan Pencabutan, Pembatalan, dan Ketidakabsahan

> Menurut hukum perdata Korea Selatan, pembuat wasiat dapat mencabut wasiatnya secara bebas hingga sebelum meninggal dunia. Jika terdapat kekeliruan, penipuan, atau paksaan, wasiat dapat dibatalkan. Jika tidak mengikuti bentuk yang ditetapkan undang-undang atau pembuatnya tidak memiliki kecakapan untuk membuat wasiat, wasiat tersebut dapat dianggap tidak sah sejak awal.

## Key Points

- Pembuat wasiat dapat secara bebas mencabut seluruh atau sebagian wasiatnya hingga sebelum meninggal dunia, baik melalui wasiat maupun perbuatan semasa hidup.
- Jika wasiat baru bertentangan dengan wasiat sebelumnya, wasiat sebelumnya dianggap telah dicabut sejauh terdapat pertentangan.
- Jika terdapat kekeliruan pada bagian penting wasiat atau wasiat dibuat karena penipuan atau paksaan, wasiat dapat dibatalkan, tetapi tenggat kedaluwarsa menurut KUH Perdata harus diperiksa.
- Pada prinsipnya, wasiat yang sah di Korea Selatan harus secara ketat mengikuti salah satu dari lima bentuk yang ditetapkan KUH Perdata.
- Jika pembuat wasiat berusia kurang dari 17 tahun atau tidak memiliki kecakapan untuk menyatakan kehendak saat membuat wasiat, wasiat tersebut dapat dianggap tidak sah.

Wasiat adalah tindakan hukum sepihak yang mulai memiliki kekuatan hukum sejak pewasiat meninggal dunia. Selain legat yang menentukan kepada siapa harta akan diberikan, wasiat juga dapat memuat hal-hal yang diizinkan oleh hukum, seperti penetapan cara pembagian harta warisan dan penunjukan pelaksana wasiat.

Wasiat tidak menjadi final hanya karena telah dibuat satu kali. Pewasiat dapat mencabutnya secara bebas semasa hidup, dan apabila terdapat kekeliruan, penipuan, atau paksaan, dapat timbul persoalan pembatalan. Wasiat juga dapat menjadi tidak sah sejak awal apabila terdapat cacat dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang atau kecakapan untuk membuat wasiat.

## Perbandingan pencabutan, pembatalan, dan ketidakabsahan wasiat

| Kategori | Arti | Alasan utama | Akibat hukum |
|---|---|---|---|
| Pencabutan | Perubahan oleh pewasiat agar wasiat yang ada tidak berlaku pada masa mendatang | Pembuatan wasiat baru, tindakan semasa hidup yang bertentangan, penghancuran surat wasiat secara sengaja | Seluruh atau sebagian wasiat kehilangan kekuatan hukum |
| Pembatalan | Menghilangkan kekuatan hukum suatu pernyataan kehendak yang telah terbentuk karena adanya alasan pembatalan, seperti kekeliruan, penipuan, atau paksaan | Kekeliruan pada bagian penting, penipuan, paksaan | Jika dibatalkan secara sah, pada prinsipnya dianggap tidak sah sejak awal |
| Ketidakabsahan | Wasiat sejak awal tidak memiliki kekuatan hukum | Pelanggaran bentuk yang ditentukan undang-undang, tidak adanya kecakapan membuat wasiat, isi yang bertentangan dengan ketertiban sosial | Tidak memiliki kekuatan hukum sejak awal tanpa perlu pencabutan atau pembatalan tersendiri |

Dalam praktik, ketiga konsep tersebut tampak memberikan hasil yang serupa, tetapi persyaratan yang harus didalilkan, fakta yang harus dibuktikan, dan batas waktunya berbeda.

## Pewasiat dapat mencabut wasiat secara bebas hingga sebelum meninggal dunia

Berdasarkan Pasal 1108 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pewasiat dapat sewaktu-waktu mencabut seluruh atau sebagian wasiatnya melalui wasiat atau tindakan semasa hidup. Pewasiat tidak perlu menjelaskan alasan pencabutan atau memperoleh persetujuan dari penerima legat maupun pihak berkepentingan lainnya, dan hak pencabutan juga tidak dapat dilepaskan terlebih dahulu.

Karena wasiat mulai berlaku ketika pewasiat meninggal dunia, pencabutan oleh pewasiat sendiri harus dilakukan sebelum kematiannya. Daripada sekadar menambahkan catatan pada surat wasiat yang ada, lebih aman membuat wasiat baru sesuai bentuk yang ditentukan oleh undang-undang sekaligus menyatakan dengan jelas sejauh mana wasiat sebelumnya dicabut.

### Jika wasiat baru bertentangan dengan wasiat sebelumnya

Jika wasiat yang dibuat belakangan bertentangan dengan wasiat sebelumnya, bagian yang bertentangan tersebut dianggap telah dicabut. Misalnya, jika dalam wasiat pertama suatu properti tertentu dilegatkan kepada A, tetapi dalam wasiat baru yang sah properti yang sama dilegatkan kepada B, wasiat baru berlaku sejauh kedua ketentuan tersebut tidak dapat diberlakukan secara bersamaan.

Namun, hal-hal berikut harus dibedakan.

- Isi yang dapat berlaku secara bersamaan memungkinkan wasiat sebelumnya dan wasiat baru diterapkan bersama-sama.
- Wasiat baru juga harus merupakan wasiat sah yang memenuhi persyaratan undang-undang.
- Jika tanggalnya tidak jelas, mungkin sulit membuktikan wasiat mana yang dibuat belakangan.
- Pencabutan kembali wasiat yang dibuat belakangan tidak serta-merta menghidupkan kembali wasiat pertama.

### Tindakan semasa hidup atau penghancuran secara sengaja juga dapat menjadi pencabutan

Jika setelah membuat wasiat, pewasiat melakukan tindakan semasa hidup yang bertentangan dengan isi wasiat, bagian yang bertentangan tersebut dianggap telah dicabut. Contoh utamanya adalah ketika pewasiat berjanji melalui wasiat untuk memberikan mobil tertentu kepada A, tetapi menjual mobil tersebut kepada orang lain semasa hidupnya.

Jika pewasiat dengan sengaja menghancurkan surat wasiat atau objek legat, wasiat juga dianggap dicabut sejauh bagian yang dihancurkan. Untuk membedakannya dari kehilangan biasa atau kerusakan yang tidak disengaja, ada atau tidaknya unsur kesengajaan menjadi hal penting. Dalam situasi yang tidak jelas apakah suatu tindakan dapat dianggap sebagai penghancuran surat wasiat yang sebenarnya, seperti merobek sekadar salinan dari salinan resmi akta autentik, lebih aman menyatakan kehendak pencabutan melalui wasiat sah yang terpisah.

## Kekeliruan, penipuan, atau paksaan dapat menimbulkan persoalan pembatalan

Jika terdapat kekeliruan pada bagian penting dari isi wasiat atau wasiat dibuat karena penipuan atau paksaan, ketentuan pembatalan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat berlaku.

Sebagai contoh, jika pewasiat secara keliru mengira bahwa orang yang merawatnya selama bertahun-tahun adalah A dan kemudian melegatkan hartanya kepada A, padahal perawat sebenarnya adalah B, serta fakta tersebut merupakan keadaan utama yang menentukan keputusan pemberian legat, perlu ditinjau apakah terdapat kekeliruan pada bagian penting. Sekadar perbedaan harapan, perubahan pikiran setelahnya, atau kesalahan penulisan yang tidak penting tidak langsung menjadi alasan pembatalan.

Jika pewasiat masih hidup, daripada memperdebatkan persyaratan pembatalan yang rumit, ia dapat secara jelas mencabut wasiat yang ada dan membuat wasiat baru. Setelah pewasiat meninggal dunia, persoalan yang dapat timbul meliputi apakah ahli waris mewarisi hak pembatalan, kewenangan apa yang dapat dijalankan pelaksana wasiat sebagai wakil ahli waris, dan apakah alasan pembatalan yang sebenarnya dapat dibuktikan.

### Pembatalan memiliki batas waktu

Pasal 146 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menetapkan bahwa hak pembatalan harus dilaksanakan dalam waktu 3 tahun sejak tanggal pembatalan dapat dilakukan dan dalam waktu 10 tahun sejak tanggal tindakan hukum dilakukan. Oleh karena itu, tidak tepat memahami bahwa wasiat dapat dibatalkan kapan saja tanpa batasan, baik sebelum maupun sesudah wasiat mulai berlaku.

Kapan tanggal pembatalan dapat dilakukan dan bagaimana ketentuan umum pembatalan diterapkan pada tindakan yang berlaku setelah kematian seperti wasiat dapat berbeda-beda menurut fakta konkret. Jika terjadi sengketa setelah kematian, bukti terkait seperti surat wasiat asli, catatan medis, rekaman, pesan, dan keterangan orang yang terlibat dalam proses pembuatannya perlu segera diamankan.

## Wasiat yang tidak sah sejak awal

Berbeda dari wasiat sah sebelum dicabut atau dibatalkan, wasiat yang tidak sah tidak memiliki kekuatan hukum sejak awal. Alasan utama ketidakabsahan meliputi pelanggaran bentuk yang ditentukan undang-undang, tidak adanya kecakapan membuat wasiat, serta pelanggaran terhadap ketertiban sosial atau ketentuan mengenai keabsahan.

### Pelanggaran terhadap lima bentuk yang ditentukan undang-undang

Pasal 1065 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata membatasi bentuk wasiat menjadi lima jenis: surat yang ditulis tangan sendiri, rekaman, akta autentik, surat rahasia, dan surat wasiat lisan. Sekalipun kehendak pewasiat jelas, wasiat dapat menjadi tidak sah jika tidak memenuhi persyaratan undang-undang dari salah satu bentuk tersebut.

| Bentuk | Persyaratan utama |
|---|---|
| Surat yang ditulis tangan sendiri | Pewasiat harus menulis sendiri seluruh isi, tanggal pembuatan, alamat, dan nama, serta membubuhkan cap atau meterai pribadi |
| Rekaman | Pewasiat harus menyatakan maksud wasiat, nama, dan tanggal, sedangkan saksi harus menyatakan bahwa isinya benar serta menyebutkan namanya sendiri |
| Akta autentik | Harus dihadiri 2 orang saksi; setelah pewasiat menyampaikan maksud wasiat di hadapan notaris, notaris harus menyusun dan membacakannya, lalu pewasiat dan para saksi harus menyetujui serta menandatangani atau membubuhkan nama dan cap |
| Surat rahasia | Pewasiat harus menyegel surat yang telah ditandatanganinya dan menyerahkannya di hadapan setidaknya 2 orang saksi serta mengikuti prosedur lain yang ditentukan |
| Surat wasiat lisan | Jika terdapat keadaan mendesak seperti penyakit, wasiat harus melalui prosedur penyampaian lisan, pencatatan, pembacaan, dan persetujuan dengan dihadiri setidaknya 2 orang saksi, serta memperoleh pemeriksaan pengadilan |

Setiap bentuk juga memiliki persyaratan terperinci yang tidak tercantum dalam tabel. Khusus untuk surat yang ditulis tangan sendiri, risiko ketidakabsahannya besar apabila pewasiat hanya menandatangani dokumen hasil cetak komputer atau tidak mencantumkan tanggal pembuatan. Surat rahasia dan surat wasiat lisan memiliki batas waktu penyerahan atau pemeriksaan tersendiri, sehingga ketentuan dan prosedur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata harus diperiksa secara tepat.

### Jika dibuat oleh orang yang tidak memiliki kecakapan membuat wasiat

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, orang yang belum berusia 17 tahun tidak dapat membuat wasiat. Sekalipun telah berusia 17 tahun, wasiat dapat menjadi tidak sah jika pada saat pembuatannya orang tersebut tidak memiliki kemampuan mental untuk menilai secara rasional arti dan akibat wasiat.

Kemampuan mental tidak dinilai secara seragam hanya berdasarkan diagnosis demensia atau ada tidaknya penetapan perwalian orang dewasa. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi kognitif pada saat pembuatan wasiat, pemahaman mengenai jumlah harta dan hubungan keluarga, kerumitan isi wasiat, catatan medis, serta perilaku sebelum dan sesudah pembuatannya. Orang yang berada di bawah perwalian orang dewasa juga dapat membuat wasiat ketika kemampuan mentalnya telah pulih dengan memenuhi persyaratan kehadiran dokter yang ditentukan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga status perwalian itu sendiri tidak langsung berarti wasiat tidak sah.

### Jika bertentangan dengan ketertiban sosial atau ketentuan mengenai keabsahan

Tindakan hukum yang bertentangan dengan kesusilaan atau ketertiban sosial adalah tidak sah. Sebagai contoh, wasiat yang menjanjikan pemberian harta dengan syarat membunuh orang lain sulit diakui keabsahannya karena mensyaratkan tindak pidana. Syarat yang membatasi kebebasan individu secara berlebihan juga dapat menjadi tidak sah, bergantung pada isi dan tingkat pembatasannya secara konkret.

Tidak semua wasiat otomatis menjadi tidak sah hanya karena melanggar hukum. Harus dinilai secara terpisah apakah ketentuan tersebut merupakan ketentuan memaksa mengenai keabsahan yang meniadakan kekuatan tindakan hukum. Selain itu, keadaan yang melanggar hak menurut undang-undang milik ahli waris lain juga harus dibedakan dari persoalan apakah wasiat itu sendiri tidak sah.

## Hal-hal yang perlu diperiksa dalam sengketa wasiat setelah kematian

Jika ditemukan wasiat atau beberapa surat wasiat ditemukan secara bersamaan, pemeriksaan dengan urutan berikut akan berguna.

1. Amankan surat wasiat asli dan kondisi segelnya.
2. Periksa tanggal dan cara pembuatan wasiat.
3. Periksa persyaratan tanda tangan, cap, saksi, notaris, dan pemeriksaan untuk setiap bentuk.
4. Bandingkan apakah terdapat isi yang saling bertentangan di antara beberapa wasiat.
5. Periksa pemberian atau jual beli semasa hidup serta apakah objek legat telah dihancurkan.
6. Kumpulkan bukti yang menunjukkan kemampuan mental serta adanya kekeliruan, penipuan, atau paksaan pada saat pembuatan wasiat.
7. Tinjau jangka waktu pelaksanaan hak terkait, seperti hak pembatalan dan hak mengajukan tuntutan pemulihan warisan.

Pemeriksaan pengadilan adalah prosedur untuk mempertahankan dan memastikan kondisi serta bentuk surat wasiat, dan tidak sama dengan putusan akhir bahwa wasiat tersebut sah secara substantif. Sekalipun suatu wasiat telah diperiksa secara formal, alasan ketidakabsahan atau pembatalannya tetap dapat dipersengketakan secara terpisah.

## Cara mengubah wasiat dengan aman

Untuk mengubah wasiat, sebaiknya jangan hanya mencoret dokumen yang ada secara sepihak atau memberitahukannya secara lisan kepada keluarga.

- Nyatakan dengan jelas dalam wasiat baru apakah wasiat yang ada dicabut seluruhnya atau hanya sebagian.
- Jika terdapat ketentuan sebelumnya yang hendak dipertahankan, susun kembali isi tersebut dalam wasiat baru.
- Wasiat baru itu sendiri juga harus sepenuhnya memenuhi persyaratan salah satu dari lima bentuk yang ditentukan undang-undang.
- Cantumkan secara tepat agar harta yang menjadi objek, seperti properti dan simpanan, dapat diidentifikasi.
- Cantumkan tanggal pembuatan secara jelas dan tentukan tempat penyimpanan dokumen asli.
- Jika diperkirakan akan timbul perdebatan karena usia lanjut, penyakit berat, atau kemampuan kognitif, pertimbangkan untuk meninggalkan bukti yang dapat mengonfirmasi kemampuan mental pada saat pembuatan wasiat.

Jika hubungan harta kekayaan rumit atau kemungkinan sengketa antarkeluarga besar, sebaiknya bentuk dan redaksinya diperiksa oleh notaris atau ahli hukum di bidang waris.

## FAQ

### Apakah pembuat wasiat dapat mencabut wasiat tanpa alasan apa pun?
Ya. Hingga sebelum meninggal dunia, pembuat wasiat dapat mencabut seluruh atau sebagian wasiat tanpa perlu menyampaikan alasan atau memperoleh persetujuan penerima wasiat. Perjanjian untuk melepaskan hak pencabutan terlebih dahulu juga tidak diakui keabsahannya.

### Jika membuat wasiat baru, apakah seluruh wasiat sebelumnya menjadi tidak sah?
Wasiat sebelumnya tidak selalu kehilangan seluruh kekuatannya. Hanya bagian yang tidak dapat diberlakukan bersamaan dengan wasiat baru yang dianggap telah dicabut, sedangkan ketentuan sebelumnya yang tidak bertentangan dapat tetap berlaku.

### Apakah merobek surat wasiat berarti mencabut wasiat?
Jika pembuat wasiat dengan sengaja memusnahkan surat wasiat dengan maksud mencabutnya, tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pencabutan sejauh bagian yang dimusnahkan. Kerusakan atau kehilangan yang tidak disengaja merupakan hal berbeda, dan jika unsur kesengajaan tidak jelas, sengketa dapat timbul. Oleh karena itu, lebih aman untuk menyatakan maksud pencabutan secara tegas melalui wasiat baru yang dibuat secara sah.

### Apakah surat wasiat yang dibuat dengan komputer lalu ditandatangani sah?
Jika menggunakan bentuk surat wasiat tulisan tangan, seluruh isi, tanggal, alamat, dan nama harus ditulis sendiri oleh pembuat wasiat serta dibubuhi cap. Oleh karena itu, dokumen hasil cetakan komputer yang hanya ditandatangani pada prinsipnya tidak memenuhi persyaratan. Namun, jika memenuhi persyaratan bentuk lain yang ditetapkan undang-undang, seperti akta autentik, hal tersebut dinilai secara terpisah.

### Apakah wasiat yang hanya disampaikan secara lisan kepada keluarga juga memiliki kekuatan hukum?
Isi yang hanya disampaikan kepada keluarga dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya tidak menjadi wasiat yang sah menurut hukum. Wasiat lisan harus didasari keadaan mendesak, seperti penyakit, serta memenuhi persyaratan ketat, antara lain adanya setidaknya 2 orang saksi, pencatatan, pembacaan, persetujuan, dan pemeriksaan oleh pengadilan.

### Apakah semua wasiat yang dibuat oleh penderita demensia tidak sah?
Diagnosis demensia saja tidak secara otomatis membuat semua wasiat menjadi tidak sah. Hal yang utama adalah apakah pada saat membuat wasiat orang tersebut memiliki kecakapan mental untuk memahami isi wasiat dan akibat hukumnya. Penilaiannya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan catatan medis, perilaku pada saat itu, tingkat kerumitan wasiat, dan faktor lainnya.

### Apakah pemeriksaan oleh pengadilan menetapkan secara pasti keabsahan wasiat?
Tidak. Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur untuk memeriksa dan menjaga bentuk serta kondisi surat wasiat, bukan putusan yang menetapkan keabsahan substantif wasiat. Bahkan setelah pemeriksaan, wasiat masih dapat disengketakan dengan alasan seperti pelanggaran persyaratan bentuk, tidak adanya kecakapan mental, penipuan, atau paksaan.

### Apakah wasiat yang dibuat karena kekeliruan atau penipuan dapat dibatalkan setelah kematian?
Pembatalan setelah kematian dapat menjadi persoalan, tergantung pada apakah ahli waris mewarisi hak pembatalan dan sejauh mana kewenangan pelaksana wasiat. Namun, kekeliruan pada bagian penting, penipuan, atau paksaan harus dibuktikan. Selain itu, perlu diperiksa pula jangka waktu gugur berdasarkan hukum perdata, yaitu 3 tahun sejak hari ketika pembatalan dapat dilakukan dan 10 tahun sejak tindakan hukum dilakukan.

### Jika wasiat yang dibuat kemudian dicabut, apakah wasiat pertama berlaku kembali?
Pada prinsipnya, meskipun wasiat yang dibuat kemudian atau tindakan semasa hidup dicabut kembali, wasiat pertama tidak otomatis berlaku kembali. Karena mungkin terdapat pengecualian yang ditetapkan dalam hukum perdata, jika ingin memberlakukan kembali wasiat pertama, lebih jelas untuk membuat wasiat baru secara sah dengan mencantumkan isi wasiat tersebut.

## Sources

- [Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional Hukum Perdata](https://www.law.go.kr/법령/민법)

## Images

![Dokumen dan simbol pencabutan, pembatalan, serta ketidakabsahan wasiat di depan pengadilan dan timbangan](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6NjczNiwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--01bdfd28e264c310e798f8ad19aa3a4ecac9f4c5/ai-d7cc9ef7.webp)
![Surat wasiat tersegel dengan panah pencabutan, segel pecah, gedung pengadilan, dokumen, dan jam pasir](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Njc0MiwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--7e9022a56bb3fadc454c095bc5ebe37643975d75/ai-d0b39246.webp)