{"content_id":"jwztdemrbs","slug":"cheoinseong-battle-1232-resistance-and-outcome","locale":"id","schema_type":"Article","category":"case_study","category_name":"Studi Kasus","title":"Pertempuran Cheoinseong 1232: Perlawanan Warga dan Hasil","summary":"Di Cheoinseong, warga Cheoinbugok melawan pasukan Mongol pada 1232. Tewasnya komandan pasukan Mongol berujung pada berakhirnya invasi kedua. Namun, apakah Kim Yun-hu sendiri yang memanah dan kapan status Cheoinhyeon dinaikkan perlu dijelaskan dengan membedakan catatan sejarah.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Perlawanan di Cheoinseong terjadi di wilayah yang kini menjadi Yongin saat invasi kedua Mongol pada 1232.","Perlawanan warga Cheoinbugok dan tewasnya Salitai, komandan pasukan Mongol, berujung pada mundurnya pasukan Mongol.","『Goryeosa』 mengisahkan Kim Yun-hu memanah, sekaligus mencatat bahwa ia mengatakan tidak memiliki busur dan anak panah.","Invasi kedua Mongol berakhir, tetapi perang antara Goryeo dan Mongol terus berlanjut setelah itu.","Kenaikan status Cheoinhyeon tidak boleh dianggap sebagai penghargaan yang sudah pasti diberikan segera setelah pertempuran."],"content_markdown":"Pertempuran Cheoinseong adalah perlawanan warga Cheoinbugok terhadap invasi kedua Mongol pada **1232**. Biksu Kim Yun-hu juga ikut bertahan di dalam benteng. Pertempuran ini dikenang sebagai kemenangan warga setempat yang membuat pasukan Mongol mundur setelah komandannya tewas.\n\nIsi tulisan ini diperiksa pada Oktober 2026 berdasarkan biografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』.\n\n## Mengapa pasukan Mongol sampai ke Cheoinseong?\n\nPasukan Mongol maju hingga Cheoinseong saat kembali menekan Goryeo. Pada 1231, Goryeo mengalami invasi besar pertama Mongol. Setelah perdamaian pun, Mongol terus menuntut upeti dan sandera.\n\nPada 1232, istana Goryeo memindahkan ibu kota ke Ganghwa. Keputusan ini diambil agar Goryeo dapat menghadapi pasukan Mongol dengan laut sebagai pemisah. Mongol menentang pemindahan ibu kota itu dan kembali menyerbu.\n\nPasukan utama Mongol yang dipimpin Salitai bergerak ke selatan melewati Gaegyeong. Setelah menghadapi perlawanan di Gwangju, mereka bergerak ke arah Cheoinseong. Dalam sumber sejarah Korea, Salitai juga disebut Salyetap.\n\n## Dalam kondisi apa warga melakukan perlawanan?\n\nCheoinseong menjadi tempat pertahanan bagi warga sekitar yang berkumpul untuk menghindari invasi. *Ipbo* berarti cara warga berlindung dengan masuk ke benteng atau pulau. Di Cheoinseong, warga yang mengungsi ikut bertempur mempertahankan benteng.\n\nSaat itu, Cheoin berstatus *bugok*. Bugok adalah wilayah setempat yang dikelola secara berbeda dari distrik biasa. Warganya menerima perlakuan lebih rendah daripada warga distrik biasa. Namun, hal itu saja tidak berarti semua warganya adalah budak.\n\nKim Yun-hu adalah biksu yang tinggal di Baekhyeonwon, tidak jauh dari sana. 『고려사』 menyebutkan bahwa ia juga masuk ke Cheoinseong untuk menghindari perang. Setelah jasanya dalam perlawanan diakui, ia bertugas sebagai perwira militer.\n\n| Istilah | Artinya dalam pertempuran ini |\n| --- | --- |\n| Cheoinbugok | Wilayah tempat tinggal warga yang ikut melawan |\n| Cheoinseong | Benteng yang digunakan warga untuk mengungsi dan bertahan |\n| *Nongseong* | Perlawanan dari dalam benteng terhadap serangan dari luar |\n| *Seungjang* | Sebutan bagi biksu yang memimpin kegiatan militer |\n\n## Linimasa dari invasi hingga penarikan pasukan\n\nPertempuran terjadi pada tahun ketika pemindahan ibu kota ke Ganghwa diikuti invasi Mongol berikutnya. Bulan-bulan di bawah ini mengikuti kalender lunar dalam catatan sejarah. Tanggalnya tidak diubah ke kalender Masehi yang digunakan saat ini.\n\n| Waktu | Peristiwa | Sumber rujukan |\n| --- | --- | --- |\n| 1231 | Invasi besar pertama Mongol ke Goryeo | 우리역사넷 「몽골의 침입과 김윤후의 활약」 |\n| Juli 1232 | Istana Goryeo memindahkan ibu kota ke Ganghwa | Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 |\n| Agustus 1232 | Mongol memerintahkan Salitai menyerang Goryeo | Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 |\n| November 1232 | Pasukan Mongol menyerang Gwangju, tetapi gagal menembus pertahanannya | Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 |\n| Desember 1232 | Salitai tewas di Cheoinseong | Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 |\n| Setelah Salitai tewas | Pasukan Mongol mundur dan invasi kedua berakhir | Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 |\n| 1235 | Invasi ketiga Mongol dimulai | 『신편 한국사』 jilid 20 |\n\n처인성역사교육관 mencantumkan tanggal pertempuran sebagai 16 Desember menurut kalender lunar. Uraian di 우리역사넷 menyebutnya sekitar Desember. Saat mengutip tanggal, tingkat ketepatan yang diberikan sumber perlu dipertahankan. [Pameran tetap 처인성역사교육관](https://www.yongin.go.kr/cis/displayExp/permanent.jsp)\n\n## Titik baliknya adalah tewasnya komandan pasukan Mongol\n\nTitik balik pertempuran terjadi ketika Salitai, yang sedang menyerang benteng, terkena panah dan tewas. Pasukan Mongol mundur setelah kehilangan panglima tertingginya. Pertahanan warga memengaruhi gerak seluruh pasukan penyerbu.\n\nNamun, catatan yang tersedia tidak cukup untuk merekonstruksi jalannya pertempuran secara terperinci. Jumlah pasukan di kedua pihak dan lokasi tepat tembakan panah sulit dipastikan. Adegan penyergapan atau perintah komando yang terperinci tidak boleh ditambahkan seolah-olah merupakan fakta.\n\n## Hasil Pertempuran Cheoinseong dan cakupan perang\n\nHasil langsungnya adalah **berakhirnya invasi kedua Mongol**. Perlawanan warga yang mempertahankan benteng berujung pada penarikan pasukan Mongol. Namun, keseluruhan perang antara Goryeo dan Mongol belum berakhir.\n\nMongol kembali menyerbu Goryeo pada 1235. Karena itu, kemenangan dalam pertempuran ini harus dibedakan dari berakhirnya perang yang panjang. Invasi berikutnya juga tercatat dalam uraian 『신편 한국사』 tentang perlawanan terhadap Mongol. [『신편 한국사』 jilid 20, perlawanan di wilayah barat laut](https://contents.history.go.kr/front/nh/print.do?levelId=nh_020_0030_0010_0030_0020_0010\u0026whereStr=)\n\nKim Yun-hu ditawari jabatan *sangjanggun*. Ia menolak penghargaan besar itu, dan istana mengangkatnya sebagai *seopnangjang*. 『고려사』 menyebutkan bahwa kemudian ia juga berperan dalam pertahanan Chungju.\n\n## Catatan dan penafsiran\n\nJasa Kim Yun-hu perlu dibaca terpisah dari identitas orang yang langsung melepaskan anak panah. Dalam biografi yang sama terdapat keterangan yang saling bertentangan. Isi catatan dan penafsiran atasnya dibedakan sebagai berikut.\n\n### Keterangan dalam 『고려사』\n\nBiografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』 jilid 103 menyebutkan bahwa ia memanah Salitai. Selanjutnya, catatan itu menyatakan bahwa Kim Yun-hu menyerahkan pengakuan atas jasanya kepada orang lain. Perkataannya saat menolak penghargaan juga dicatat.\n\n\u003e Ketika bertempur, aku tidak memiliki busur dan anak panah. Bagaimana mungkin aku berani menerima penghargaan besar tanpa berhak atasnya?\n\nPerkataan ini tercatat dalam biografi Kim Yun-hu di 『고려사』 jilid 103.\n\nPernyataan ini perlu turut dipertimbangkan saat menilai apakah ia sendiri yang melepaskan anak panah. Namun, pernyataan itu saja tidak dapat memastikan siapa pemanah lain tersebut. Penjelasan yang diberikan perlu mempertahankan bagian awal dan akhir sumber sejarah tersebut. [Biografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』 jilid 103](https://db.history.go.kr/id/kr_103_0010_0100)\n\n### Hal yang sama-sama ditekankan dalam penjelasan sejarah\n\nPenjelasan sejarah yang umum dijadikan rujukan membahas peran Kim Yun-hu bersama perlawanan warga. Namun, cara penjelasan itu menggambarkan apakah Kim Yun-hu sendiri yang memanah berbeda-beda. Perbedaan di bawah ini tidak boleh disatukan menjadi satu kesimpulan seluruh kalangan akademis.\n\n| Penjelasan | Cara menggambarkan peran Kim Yun-hu |\n| --- | --- |\n| 한국민족문화대백과사전 | Menyebut Kim Yun-hu melepaskan anak panah serta menekankan dukungan warga dan para biksu |\n| Kronologi sejarah Korea di 우리역사넷 | Turut meninjau catatan penolakannya atas penghargaan dan memperkirakan perannya dalam menyemangati serta memimpin warga |\n\n### Hal yang masih sulit dipastikan\n\nIdentitas pemanah yang anak panahnya mengenai Salitai perlu dijelaskan dengan hati-hati. Alasan Kim Yun-hu menolak pengakuan atas jasanya juga sulit dipastikan. Perlu bukti tambahan untuk menentukan apakah itu ungkapan kerendahan hati atau cerminan perbedaan peran yang sebenarnya.\n\nFakta bahwa warga mempertahankan benteng dapat dijelaskan secara terpisah. Ketidakpastian mengenai apakah seseorang melepaskan anak panah tidak menghapus perlawanan kelompok tersebut. Keduanya merupakan klaim dengan cakupan berbeda.\n\n## Apakah Cheoin dinaikkan menjadi *hyeon* tepat setelah pertempuran?\n\nSulit memastikan bahwa peningkatan status Cheoin menjadi *hyeon* dilakukan tepat setelah pertempuran. 우리역사넷 menjelaskan bahwa waktu pasti peningkatan status itu tidak diketahui. Kemungkinannya sebagai penghargaan atas kemenangan juga diajukan sebagai perkiraan.\n\nCatatan lain menunjukkan perubahan administrasi pada awal masa Joseon. Bagian geografi dalam 『세종실록』 menyebutkan bahwa seorang *hyeollyeong* ditempatkan di Cheoin pada tahun ke-6 pemerintahan Taejo. 디지털용인문화대전 menjelaskan bahwa peningkatan status menjadi *hyeon* terjadi pada 1397. Karena itu, peningkatan status menjadi *hyeon* dan penempatan *hyeollyeong* perlu dibedakan saat membandingkan catatan.\n\n| Hal yang diperiksa | Isi catatan atau penjelasan | Batasan penafsiran |\n| --- | --- | --- |\n| Hubungan antara kemenangan dan peningkatan status Cheoin menjadi *hyeon* | 우리역사넷 mengemukakan kemungkinan bahwa peningkatan itu merupakan penghargaan | Waktu tepat dan hubungan sebab-akibat langsung tidak dipastikan |\n| Penempatan *hyeollyeong* | Bagian geografi dalam 『세종실록』 mencatat penempatannya pada tahun ke-6 pemerintahan Taejo | Penempatan *hyeollyeong* saja sulit menjelaskan keseluruhan status administratif sebelumnya |\n| Penjelasan tentang peningkatan status pada 1397 | Dikemukakan oleh 디지털용인문화대전 | Perlu dikaji secara terpisah dari penjelasan bahwa peningkatan status terjadi tepat setelah pertempuran |\n\nNama perubahan administratif bisa tampak sama, tetapi rumusan dalam sumber yang mendasarinya dapat berbeda. Jika waktu peningkatan status dan penempatan pejabat disatukan menjadi satu tahun, perbedaannya akan hilang. Inilah persoalan yang muncul saat jasa dalam pertempuran dihubungkan dengan sejarah administrasi pada masa berikutnya. [Bagian geografi tentang Yongin-hyeon dalam 『세종실록』](https://sillok.history.go.kr/popup/viewer.do?id=kda_40004003_005), [디지털용인문화대전 「처인성」](https://yongin.grandculture.net/yongin/toc/GC00900631)\n\n## Makna pertempuran ini saat ini\n\nPertempuran ini memperlihatkan sejarah perang Goryeo melalui peran warga setempat. Warga *bugok* yang menerima perlakuan lebih rendah pun tampil sebagai pelaku pertahanan. Riwayat biksu Kim Yun-hu menunjukkan beragamnya orang yang ikut dalam perlawanan saat itu.\n\nPertempuran ini juga memungkinkan kita menelaah cara jasa sejarah dicatat. Biografi tokoh berfokus pada Kim Yun-hu. Penjelasan tentang pertempuran turut merekonstruksi peran komunitas warga. Dengan menghubungkan kedua sudut pandang itu, jasa individu dapat dibedakan dari tindakan kelompok.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Di mana lokasi pertempuran?\n\nDi sekitar Agok-ri, Cheoin-gu, Kota Yongin, Provinsi Gyeonggi saat ini. Situs Cheoinseong, yang dijadikan warga sebagai tempat pertahanan, masih ada. Keadaan situs saat ini saja tidak cukup untuk merekonstruksi jalannya pertempuran kala itu.\n\n### Apakah Kim Yun-hu sudah menjadi jenderal sejak awal?\n\n『고려사』 memperkenalkan Kim Yun-hu sebagai biksu yang tinggal di Baekhyeonwon. Jasanya diakui setelah ia masuk ke Cheoinseong untuk menghindari perang. Kemudian ia bertugas sebagai perwira militer dan ikut mempertahankan Chungju.\n\n### Apakah Salitai dan Salyetap dua orang yang berbeda?\n\nDalam sumber yang membahas pertempuran ini, keduanya merujuk pada komandan pasukan Mongol yang sama. Bergantung pada sumbernya, namanya ditulis Salitai atau Salyetap. Perbedaan penulisan itu tidak berarti mereka dua komandan yang berbeda.\n\n### Apakah semua warga *bugok* adalah budak?\n\nHal itu tidak dapat dipastikan hanya dari keterangan bahwa mereka menerima perlakuan lebih rendah daripada warga distrik biasa. *Bugok* adalah istilah yang berkaitan dengan pembagian wilayah setempat. Penjelasan yang menyamakan seluruh warga Cheoinbugok dengan budak perlu dihindari.\n\n### Apakah invasi Mongol benar-benar berakhir setelah kemenangan itu?\n\nYang berakhir adalah invasi kedua pada 1232. Mongol kembali menyerbu pada 1235. Berakhirnya satu invasi berbeda dari berakhirnya perang yang panjang.\n\n### Dapatkah dipastikan bahwa Kim Yun-hu melepaskan anak panah?\n\nDapat dijelaskan bahwa 『고려사』 menyebutkannya demikian. Namun, catatan yang sama juga memuat perkataannya bahwa ia tidak memiliki busur dan anak panah. Untuk memastikan apakah ia sendiri yang melepaskan anak panah, kedua keterangan yang bertentangan itu perlu ditinjau bersama.","content_html":"\u003cp\u003ePertempuran Cheoinseong adalah perlawanan warga Cheoinbugok terhadap invasi kedua Mongol pada \u003cstrong\u003e1232\u003c/strong\u003e. Biksu Kim Yun-hu juga ikut bertahan di dalam benteng. Pertempuran ini dikenang sebagai kemenangan warga setempat yang membuat pasukan Mongol mundur setelah komandannya tewas.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eIsi tulisan ini diperiksa pada Oktober 2026 berdasarkan biografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-pasukan-mongol-sampai-ke-cheoinseong\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-pasukan-mongol-sampai-ke-cheoinseong\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa pasukan Mongol sampai ke Cheoinseong?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePasukan Mongol maju hingga Cheoinseong saat kembali menekan Goryeo. Pada 1231, Goryeo mengalami invasi besar pertama Mongol. Setelah perdamaian pun, Mongol terus menuntut upeti dan sandera.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePada 1232, istana Goryeo memindahkan ibu kota ke Ganghwa. Keputusan ini diambil agar Goryeo dapat menghadapi pasukan Mongol dengan laut sebagai pemisah. Mongol menentang pemindahan ibu kota itu dan kembali menyerbu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePasukan utama Mongol yang dipimpin Salitai bergerak ke selatan melewati Gaegyeong. Setelah menghadapi perlawanan di Gwangju, mereka bergerak ke arah Cheoinseong. Dalam sumber sejarah Korea, Salitai juga disebut Salyetap.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#dalam-kondisi-apa-warga-melakukan-perlawanan\" class=\"anchor\" id=\"dalam-kondisi-apa-warga-melakukan-perlawanan\"\u003e\u003c/a\u003eDalam kondisi apa warga melakukan perlawanan?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eCheoinseong menjadi tempat pertahanan bagi warga sekitar yang berkumpul untuk menghindari invasi. \u003cem\u003eIpbo\u003c/em\u003e berarti cara warga berlindung dengan masuk ke benteng atau pulau. Di Cheoinseong, warga yang mengungsi ikut bertempur mempertahankan benteng.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaat itu, Cheoin berstatus \u003cem\u003ebugok\u003c/em\u003e. Bugok adalah wilayah setempat yang dikelola secara berbeda dari distrik biasa. Warganya menerima perlakuan lebih rendah daripada warga distrik biasa. Namun, hal itu saja tidak berarti semua warganya adalah budak.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKim Yun-hu adalah biksu yang tinggal di Baekhyeonwon, tidak jauh dari sana. 『고려사』 menyebutkan bahwa ia juga masuk ke Cheoinseong untuk menghindari perang. Setelah jasanya dalam perlawanan diakui, ia bertugas sebagai perwira militer.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eIstilah\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eArtinya dalam pertempuran ini\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003eCheoinbugok\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Artinya dalam pertempuran ini\"\u003eWilayah tempat tinggal warga yang ikut melawan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003eCheoinseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Artinya dalam pertempuran ini\"\u003eBenteng yang digunakan warga untuk mengungsi dan bertahan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003e\u003cem\u003eNongseong\u003c/em\u003e\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Artinya dalam pertempuran ini\"\u003ePerlawanan dari dalam benteng terhadap serangan dari luar\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Istilah\"\u003e\u003cem\u003eSeungjang\u003c/em\u003e\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Artinya dalam pertempuran ini\"\u003eSebutan bagi biksu yang memimpin kegiatan militer\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#linimasa-dari-invasi-hingga-penarikan-pasukan\" class=\"anchor\" id=\"linimasa-dari-invasi-hingga-penarikan-pasukan\"\u003e\u003c/a\u003eLinimasa dari invasi hingga penarikan pasukan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePertempuran terjadi pada tahun ketika pemindahan ibu kota ke Ganghwa diikuti invasi Mongol berikutnya. Bulan-bulan di bawah ini mengikuti kalender lunar dalam catatan sejarah. Tanggalnya tidak diubah ke kalender Masehi yang digunakan saat ini.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eWaktu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeristiwa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSumber rujukan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e1231\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eInvasi besar pertama Mongol ke Goryeo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003e우리역사넷 「몽골의 침입과 김윤후의 활약」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eJuli 1232\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eIstana Goryeo memindahkan ibu kota ke Ganghwa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eAgustus 1232\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eMongol memerintahkan Salitai menyerang Goryeo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eNovember 1232\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePasukan Mongol menyerang Gwangju, tetapi gagal menembus pertahanannya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eDesember 1232\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSalitai tewas di Cheoinseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eSetelah Salitai tewas\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePasukan Mongol mundur dan invasi kedua berakhir\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e1235\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eInvasi ketiga Mongol dimulai\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber rujukan\"\u003e『신편 한국사』 jilid 20\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003e처인성역사교육관 mencantumkan tanggal pertempuran sebagai 16 Desember menurut kalender lunar. Uraian di 우리역사넷 menyebutnya sekitar Desember. Saat mengutip tanggal, tingkat ketepatan yang diberikan sumber perlu dipertahankan. \u003ca href=\"https://www.yongin.go.kr/cis/displayExp/permanent.jsp\"\u003ePameran tetap 처인성역사교육관\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#titik-baliknya-adalah-tewasnya-komandan-pasukan-mongol\" class=\"anchor\" id=\"titik-baliknya-adalah-tewasnya-komandan-pasukan-mongol\"\u003e\u003c/a\u003eTitik baliknya adalah tewasnya komandan pasukan Mongol\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eTitik balik pertempuran terjadi ketika Salitai, yang sedang menyerang benteng, terkena panah dan tewas. Pasukan Mongol mundur setelah kehilangan panglima tertingginya. Pertahanan warga memengaruhi gerak seluruh pasukan penyerbu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun, catatan yang tersedia tidak cukup untuk merekonstruksi jalannya pertempuran secara terperinci. Jumlah pasukan di kedua pihak dan lokasi tepat tembakan panah sulit dipastikan. Adegan penyergapan atau perintah komando yang terperinci tidak boleh ditambahkan seolah-olah merupakan fakta.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hasil-pertempuran-cheoinseong-dan-cakupan-perang\" class=\"anchor\" id=\"hasil-pertempuran-cheoinseong-dan-cakupan-perang\"\u003e\u003c/a\u003eHasil Pertempuran Cheoinseong dan cakupan perang\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eHasil langsungnya adalah \u003cstrong\u003eberakhirnya invasi kedua Mongol\u003c/strong\u003e. Perlawanan warga yang mempertahankan benteng berujung pada penarikan pasukan Mongol. Namun, keseluruhan perang antara Goryeo dan Mongol belum berakhir.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMongol kembali menyerbu Goryeo pada 1235. Karena itu, kemenangan dalam pertempuran ini harus dibedakan dari berakhirnya perang yang panjang. Invasi berikutnya juga tercatat dalam uraian 『신편 한국사』 tentang perlawanan terhadap Mongol. \u003ca href=\"https://contents.history.go.kr/front/nh/print.do?levelId=nh_020_0030_0010_0030_0020_0010\u0026amp;whereStr=\"\u003e『신편 한국사』 jilid 20, perlawanan di wilayah barat laut\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKim Yun-hu ditawari jabatan \u003cem\u003esangjanggun\u003c/em\u003e. Ia menolak penghargaan besar itu, dan istana mengangkatnya sebagai \u003cem\u003eseopnangjang\u003c/em\u003e. 『고려사』 menyebutkan bahwa kemudian ia juga berperan dalam pertahanan Chungju.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#catatan-dan-penafsiran\" class=\"anchor\" id=\"catatan-dan-penafsiran\"\u003e\u003c/a\u003eCatatan dan penafsiran\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eJasa Kim Yun-hu perlu dibaca terpisah dari identitas orang yang langsung melepaskan anak panah. Dalam biografi yang sama terdapat keterangan yang saling bertentangan. Isi catatan dan penafsiran atasnya dibedakan sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#keterangan-dalam-%EA%B3%A0%EB%A0%A4%EC%82%AC\" class=\"anchor\" id=\"keterangan-dalam-고려사\"\u003e\u003c/a\u003eKeterangan dalam 『고려사』\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eBiografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』 jilid 103 menyebutkan bahwa ia memanah Salitai. Selanjutnya, catatan itu menyatakan bahwa Kim Yun-hu menyerahkan pengakuan atas jasanya kepada orang lain. Perkataannya saat menolak penghargaan juga dicatat.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eKetika bertempur, aku tidak memiliki busur dan anak panah. Bagaimana mungkin aku berani menerima penghargaan besar tanpa berhak atasnya?\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003ePerkataan ini tercatat dalam biografi Kim Yun-hu di 『고려사』 jilid 103.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePernyataan ini perlu turut dipertimbangkan saat menilai apakah ia sendiri yang melepaskan anak panah. Namun, pernyataan itu saja tidak dapat memastikan siapa pemanah lain tersebut. Penjelasan yang diberikan perlu mempertahankan bagian awal dan akhir sumber sejarah tersebut. \u003ca href=\"https://db.history.go.kr/id/kr_103_0010_0100\"\u003eBiografi Kim Yun-hu dalam 『고려사』 jilid 103\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-yang-sama-sama-ditekankan-dalam-penjelasan-sejarah\" class=\"anchor\" id=\"hal-yang-sama-sama-ditekankan-dalam-penjelasan-sejarah\"\u003e\u003c/a\u003eHal yang sama-sama ditekankan dalam penjelasan sejarah\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan sejarah yang umum dijadikan rujukan membahas peran Kim Yun-hu bersama perlawanan warga. Namun, cara penjelasan itu menggambarkan apakah Kim Yun-hu sendiri yang memanah berbeda-beda. Perbedaan di bawah ini tidak boleh disatukan menjadi satu kesimpulan seluruh kalangan akademis.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003ePenjelasan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eCara menggambarkan peran Kim Yun-hu\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penjelasan\"\u003e한국민족문화대백과사전\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Cara menggambarkan peran Kim Yun-hu\"\u003eMenyebut Kim Yun-hu melepaskan anak panah serta menekankan dukungan warga dan para biksu\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penjelasan\"\u003eKronologi sejarah Korea di 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Cara menggambarkan peran Kim Yun-hu\"\u003eTurut meninjau catatan penolakannya atas penghargaan dan memperkirakan perannya dalam menyemangati serta memimpin warga\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-yang-masih-sulit-dipastikan\" class=\"anchor\" id=\"hal-yang-masih-sulit-dipastikan\"\u003e\u003c/a\u003eHal yang masih sulit dipastikan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIdentitas pemanah yang anak panahnya mengenai Salitai perlu dijelaskan dengan hati-hati. Alasan Kim Yun-hu menolak pengakuan atas jasanya juga sulit dipastikan. Perlu bukti tambahan untuk menentukan apakah itu ungkapan kerendahan hati atau cerminan perbedaan peran yang sebenarnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFakta bahwa warga mempertahankan benteng dapat dijelaskan secara terpisah. Ketidakpastian mengenai apakah seseorang melepaskan anak panah tidak menghapus perlawanan kelompok tersebut. Keduanya merupakan klaim dengan cakupan berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-cheoin-dinaikkan-menjadi-hyeon-tepat-setelah-pertempuran\" class=\"anchor\" id=\"apakah-cheoin-dinaikkan-menjadi-hyeon-tepat-setelah-pertempuran\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Cheoin dinaikkan menjadi \u003cem\u003ehyeon\u003c/em\u003e tepat setelah pertempuran?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSulit memastikan bahwa peningkatan status Cheoin menjadi \u003cem\u003ehyeon\u003c/em\u003e dilakukan tepat setelah pertempuran. 우리역사넷 menjelaskan bahwa waktu pasti peningkatan status itu tidak diketahui. Kemungkinannya sebagai penghargaan atas kemenangan juga diajukan sebagai perkiraan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCatatan lain menunjukkan perubahan administrasi pada awal masa Joseon. Bagian geografi dalam 『세종실록』 menyebutkan bahwa seorang \u003cem\u003ehyeollyeong\u003c/em\u003e ditempatkan di Cheoin pada tahun ke-6 pemerintahan Taejo. 디지털용인문화대전 menjelaskan bahwa peningkatan status menjadi \u003cem\u003ehyeon\u003c/em\u003e terjadi pada 1397. Karena itu, peningkatan status menjadi \u003cem\u003ehyeon\u003c/em\u003e dan penempatan \u003cem\u003ehyeollyeong\u003c/em\u003e perlu dibedakan saat membandingkan catatan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eHal yang diperiksa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eIsi catatan atau penjelasan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eBatasan penafsiran\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang diperiksa\"\u003eHubungan antara kemenangan dan peningkatan status Cheoin menjadi \u003cem\u003ehyeon\u003c/em\u003e\n\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan atau penjelasan\"\u003e우리역사넷 mengemukakan kemungkinan bahwa peningkatan itu merupakan penghargaan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan penafsiran\"\u003eWaktu tepat dan hubungan sebab-akibat langsung tidak dipastikan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang diperiksa\"\u003ePenempatan \u003cem\u003ehyeollyeong\u003c/em\u003e\n\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan atau penjelasan\"\u003eBagian geografi dalam 『세종실록』 mencatat penempatannya pada tahun ke-6 pemerintahan Taejo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan penafsiran\"\u003ePenempatan \u003cem\u003ehyeollyeong\u003c/em\u003e saja sulit menjelaskan keseluruhan status administratif sebelumnya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang diperiksa\"\u003ePenjelasan tentang peningkatan status pada 1397\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan atau penjelasan\"\u003eDikemukakan oleh 디지털용인문화대전\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan penafsiran\"\u003ePerlu dikaji secara terpisah dari penjelasan bahwa peningkatan status terjadi tepat setelah pertempuran\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eNama perubahan administratif bisa tampak sama, tetapi rumusan dalam sumber yang mendasarinya dapat berbeda. Jika waktu peningkatan status dan penempatan pejabat disatukan menjadi satu tahun, perbedaannya akan hilang. Inilah persoalan yang muncul saat jasa dalam pertempuran dihubungkan dengan sejarah administrasi pada masa berikutnya. \u003ca href=\"https://sillok.history.go.kr/popup/viewer.do?id=kda_40004003_005\"\u003eBagian geografi tentang Yongin-hyeon dalam 『세종실록』\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://yongin.grandculture.net/yongin/toc/GC00900631\"\u003e디지털용인문화대전 「처인성」\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#makna-pertempuran-ini-saat-ini\" class=\"anchor\" id=\"makna-pertempuran-ini-saat-ini\"\u003e\u003c/a\u003eMakna pertempuran ini saat ini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePertempuran ini memperlihatkan sejarah perang Goryeo melalui peran warga setempat. Warga \u003cem\u003ebugok\u003c/em\u003e yang menerima perlakuan lebih rendah pun tampil sebagai pelaku pertahanan. Riwayat biksu Kim Yun-hu menunjukkan beragamnya orang yang ikut dalam perlawanan saat itu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePertempuran ini juga memungkinkan kita menelaah cara jasa sejarah dicatat. Biografi tokoh berfokus pada Kim Yun-hu. Penjelasan tentang pertempuran turut merekonstruksi peran komunitas warga. Dengan menghubungkan kedua sudut pandang itu, jasa individu dapat dibedakan dari tindakan kelompok.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#di-mana-lokasi-pertempuran\" class=\"anchor\" id=\"di-mana-lokasi-pertempuran\"\u003e\u003c/a\u003eDi mana lokasi pertempuran?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDi sekitar Agok-ri, Cheoin-gu, Kota Yongin, Provinsi Gyeonggi saat ini. Situs Cheoinseong, yang dijadikan warga sebagai tempat pertahanan, masih ada. Keadaan situs saat ini saja tidak cukup untuk merekonstruksi jalannya pertempuran kala itu.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-kim-yun-hu-sudah-menjadi-jenderal-sejak-awal\" class=\"anchor\" id=\"apakah-kim-yun-hu-sudah-menjadi-jenderal-sejak-awal\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Kim Yun-hu sudah menjadi jenderal sejak awal?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e『고려사』 memperkenalkan Kim Yun-hu sebagai biksu yang tinggal di Baekhyeonwon. Jasanya diakui setelah ia masuk ke Cheoinseong untuk menghindari perang. Kemudian ia bertugas sebagai perwira militer dan ikut mempertahankan Chungju.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-salitai-dan-salyetap-dua-orang-yang-berbeda\" class=\"anchor\" id=\"apakah-salitai-dan-salyetap-dua-orang-yang-berbeda\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Salitai dan Salyetap dua orang yang berbeda?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDalam sumber yang membahas pertempuran ini, keduanya merujuk pada komandan pasukan Mongol yang sama. Bergantung pada sumbernya, namanya ditulis Salitai atau Salyetap. Perbedaan penulisan itu tidak berarti mereka dua komandan yang berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-semua-warga-bugok-adalah-budak\" class=\"anchor\" id=\"apakah-semua-warga-bugok-adalah-budak\"\u003e\u003c/a\u003eApakah semua warga \u003cem\u003ebugok\u003c/em\u003e adalah budak?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eHal itu tidak dapat dipastikan hanya dari keterangan bahwa mereka menerima perlakuan lebih rendah daripada warga distrik biasa. \u003cem\u003eBugok\u003c/em\u003e adalah istilah yang berkaitan dengan pembagian wilayah setempat. Penjelasan yang menyamakan seluruh warga Cheoinbugok dengan budak perlu dihindari.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-invasi-mongol-benar-benar-berakhir-setelah-kemenangan-itu\" class=\"anchor\" id=\"apakah-invasi-mongol-benar-benar-berakhir-setelah-kemenangan-itu\"\u003e\u003c/a\u003eApakah invasi Mongol benar-benar berakhir setelah kemenangan itu?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eYang berakhir adalah invasi kedua pada 1232. Mongol kembali menyerbu pada 1235. Berakhirnya satu invasi berbeda dari berakhirnya perang yang panjang.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#dapatkah-dipastikan-bahwa-kim-yun-hu-melepaskan-anak-panah\" class=\"anchor\" id=\"dapatkah-dipastikan-bahwa-kim-yun-hu-melepaskan-anak-panah\"\u003e\u003c/a\u003eDapatkah dipastikan bahwa Kim Yun-hu melepaskan anak panah?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDapat dijelaskan bahwa 『고려사』 menyebutkannya demikian. Namun, catatan yang sama juga memuat perkataannya bahwa ia tidak memiliki busur dan anak panah. Untuk memastikan apakah ia sendiri yang melepaskan anak panah, kedua keterangan yang bertentangan itu perlu ditinjau bersama.\u003c/p\u003e\n","tags":["Sejarah Goryeo","Periode Goryeo","Perlawanan terhadap bangsa Mongol"],"faqs":[{"question":"Kapan perlawanan di 처인성 terjadi?","answer":"Perlawanan itu terjadi saat invasi kedua Mongol pada 1232. 우리역사넷 menyebut sekitar bulan Desember, sedangkan 처인성역사교육관 menyebut tanggal 16 bulan ke-12 kalender lunar."},{"question":"Di mana lokasi pertempuran itu sekarang?","answer":"Saat ini, lokasinya berada di sekitar 아곡리, 처인구, Kota 용인, Provinsi 경기도. Situs 처인성, yang menjadi pusat pertahanan dalam pertempuran itu, masih ada."},{"question":"Siapakah 김윤후?","answer":"『고려사』 memperkenalkan 김윤후 sebagai biksu yang tinggal di 백현원. Setelah jasanya di 처인성 diakui, ia bertugas sebagai perwira militer. Ia kemudian juga berperan dalam pertahanan 충주."},{"question":"Apakah 김윤후 sendiri yang menembak 살리타이 dengan panah?","answer":"『고려사』 menyatakan bahwa 김윤후 yang menembaknya. Namun, kitab itu juga mencatat bahwa ia menolak penghargaan dengan alasan tidak memiliki busur dan anak panah. Karena kedua keterangan itu perlu dibaca bersama, lebih tepat untuk tidak memastikan apakah ia sendiri yang melepaskan panah."},{"question":"Apakah 살리타이 dan 살례탑 orang yang sama?","answer":"Keduanya adalah penulisan yang berbeda untuk komandan pasukan Mongol yang tewas di 처인성. Keduanya tidak merujuk pada orang yang berbeda."},{"question":"Mengapa para penduduk dianggap sebagai pihak yang meraih kemenangan?","answer":"Karena penduduk 처인부곡 berkumpul di benteng dan melawan serangan pasukan Mongol. Perlawanan penduduk yang diperlakukan lebih rendah daripada penduduk wilayah administratif biasa itu bermakna karena berujung pada mundurnya pasukan Mongol."},{"question":"Apakah semua penduduk bugok adalah budak?","answer":"Tidak boleh menyimpulkan bahwa seluruh penduduk bugok adalah budak. Bugok adalah wilayah yang dikelola secara terpisah dari wilayah administratif biasa. Perlakuan lebih rendah yang mereka terima harus dibedakan dari status hukum tiap individu."},{"question":"Apa akibat langsung dari pertempuran itu?","answer":"Setelah 살리타이 tewas, pasukan Mongol mundur. Dengan demikian, invasi kedua Mongol berakhir. Perang antara 고려 dan Mongol masih berlanjut setelah itu."},{"question":"Penghargaan apa yang diterima 김윤후 setelah pertempuran?","answer":"Pemerintah kerajaan menawarkan jabatan sangjanggun. Setelah 김윤후 menolaknya, ia diangkat menjadi seopnangjang. Keterangan ini tercantum dalam biografi 김윤후 di jilid 103 『고려사』."},{"question":"Apakah 처인부곡 menjadi 처인현 segera setelah kemenangan itu?","answer":"Tidak cukup bukti untuk memastikan bahwa hal itu terjadi segera setelah pertempuran. 우리역사넷 menyatakan bahwa waktu kenaikan statusnya tidak diketahui. Catatan dalam bagian geografi 『세종실록』 tentang pembentukan jabatan hyeollyeong pada tahun ke-6 pemerintahan Raja 태조 dari 조선 juga perlu dibandingkan secara terpisah."}],"sources":[{"url":"https://contents.history.go.kr/front/hm/view.do?levelId=hm_051_0010","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Invasi Mongol dan kiprah Kim Yun-hu","type":"source"},{"url":"https://contents.history.go.kr/mobile/kc/view.do?code=kc_age_20\u0026levelId=kc_i201330","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Kronologi Sejarah Korea di Uriyeoksanet, Pertempuran Cheoinseong","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/id/kr_103_0010_0100","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Basis Data Sumber Sejarah Masa Goryeo, 『Goryeosa』 jilid 103, biografi Kim Yun-hu","type":"source"},{"url":"https://encykorea.aks.ac.kr/Article/E0055720","title":"Akademi Studi Korea, Ensiklopedia Besar Kebudayaan Nasional Korea, Pertempuran Cheoinseong","type":"source"},{"url":"https://www.yongin.go.kr/cis/displayExp/permanent.jsp","title":"Kota Yongin, Pusat Pendidikan Sejarah Cheoinseong, pameran tetap","type":"data_point"},{"url":"https://contents.history.go.kr/front/nh/print.do?levelId=nh_020_0030_0010_0030_0020_0010\u0026whereStr=","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, 『Sejarah Korea Edisi Baru』 jilid 20, Perlawanan di wilayah barat laut","type":"source"},{"url":"https://sillok.history.go.kr/popup/viewer.do?id=kda_40004003_005","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Catatan Sejarah Dinasti Joseon, 『Catatan Sejarah Raja Sejong』 jilid 148, bagian geografi tentang Kabupaten Yongin","type":"source"},{"url":"https://yongin.grandculture.net/yongin/toc/GC00900631","title":"Akademi Studi Korea, Ensiklopedia Digital Kebudayaan Yongin, Cheoinseong","type":"source"}],"images":[{"id":1712,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjYxMjMsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--853343c62b0f6ea98fb8a2431822273083b6ed27/ai-cef7d6b4.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"눈 덮인 처인성 안에서 주민들이 바구니를 나르고, 흙 성벽 위에서는 밖을 살핀다.","caption":"1232년 몽골의 2차 침입 때 처인부곡 주민들은 처인성에서 항전했다.","description":null},"en":{"alt":"Residents carry baskets through a snowy fortress while others watch from its earthen wall.","caption":"Residents of Cheoin-bugok resisted the second Mongol invasion at Cheoin Fortress in 1232.","description":null},"ja":{"alt":"雪の積もる城内で住民が籠を運び、土塁の上から外を見張っている。","caption":"1232年のモンゴルによる第2次侵攻で、処仁部曲の住民は処仁城に立てこもって抵抗した。","description":null},"es":{"alt":"Habitantes llevan cestas por una fortaleza nevada mientras otros vigilan desde el terraplén.","caption":"Los habitantes de Cheoin-bugok resistieron en la fortaleza de Cheoin durante la segunda invasión mongola de 1232.","description":null},"id":{"alt":"Warga membawa keranjang di dalam benteng bersalju, sementara yang lain berjaga di tanggul tanah.","caption":"Warga Cheoin-bugok melawan invasi Mongol kedua di Benteng Cheoin pada 1232.","description":null},"pt":{"alt":"Moradores carregam cestos por uma fortaleza coberta de neve enquanto outros vigiam do muro de terra.","caption":"Os moradores de Cheoin-bugok resistiram na Fortaleza de Cheoin durante a segunda invasão mongol, em 1232.","description":null},"zh-hant":{"alt":"居民在積雪的城內搬運籃子，另有人站在土牆上向外眺望。","caption":"1232年蒙古第二次入侵時，處仁部曲居民在處仁城抵抗。","description":null},"de":{"alt":"Bewohner tragen Körbe durch eine verschneite Festung, während andere vom Erdwall aus Wache halten.","caption":"Die Bewohner von Cheoin-bugok leisteten 1232 in der Festung Cheoin Widerstand gegen die zweite mongolische Invasion.","description":null}}},{"id":1713,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjYxMzAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--e3eb8b2ddb4c24fd8fc22ca9b1d52c4e12d82ce5/ai-8f5b8d16.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"눈 덮인 처인성 성벽 아래 주민들이 굽은 길을 따라 멀어지는 기마 병력을 바라본다.","caption":"몽골군의 철수로 2차 침입은 끝났지만 전쟁은 계속되었다.","description":null},"en":{"alt":"Residents by the snowy walls of Cheoin Fortress watch mounted troops ride away along a winding road.","caption":"The Mongol withdrawal ended the second invasion, but the war continued.","description":null},"ja":{"alt":"雪の残る処仁城の城壁のそばで、住民が曲がり道を遠ざかる騎馬隊を見送る。","caption":"モンゴル軍の撤退で第2次侵入は終わったが、戦争は続いた。","description":null},"es":{"alt":"Junto a las murallas nevadas de Cheoin, varios habitantes ven alejarse a jinetes por un camino sinuoso.","caption":"La retirada mongola puso fin a la segunda invasión, pero la guerra continuó.","description":null},"id":{"alt":"Warga di dekat benteng Cheoin yang bersalju memandangi pasukan berkuda menjauh di jalan berkelok.","caption":"Mundurnya pasukan Mongol mengakhiri invasi kedua, tetapi perang berlanjut.","description":null},"pt":{"alt":"Junto às muralhas nevadas de Cheoin, moradores observam cavaleiros se afastarem por uma estrada sinuosa.","caption":"A retirada mongol encerrou a segunda invasão, mas a guerra continuou.","description":null},"zh-hant":{"alt":"處仁城積雪的城牆旁，居民望著騎兵沿蜿蜒道路遠去。","caption":"蒙古軍撤退後，第二次入侵告終，但戰爭仍持續。","description":null},"de":{"alt":"An den verschneiten Mauern der Festung Cheoin sehen Bewohner berittenen Truppen auf einem gewundenen Weg nach.","caption":"Der mongolische Rückzug beendete die zweite Invasion, doch der Krieg ging weiter.","description":null}}}],"published_at":"2026-10-09T09:29:13+09:00","updated_at":"2026-10-09T09:29:13+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/cheoinseong-battle-1232-resistance-and-outcome"}