{"content_id":"k3jpmcot7p","slug":"comprehensive-real-estate-tax-1-house-deduction-revision-2026","locale":"id","schema_type":"NewsArticle","category":"news","category_name":"Berita","title":"Pajak Properti: Potongan 1,2 Miliar Won Tetap","summary":"Pemerintah membatalkan rencana pengurangan potongan bagi pemilik satu rumah yang bukan residen dan pasangan dengan kepemilikan bersama. Batas kenaikan beban pajak tetap 150%, tetapi perluasan potongan bagi pemilik satu rumah yang menempatinya sendiri dan ketentuan lainnya masih tercantum dalam rancangan pemerintah.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Rancangan pemerintah direvisi untuk mempertahankan potongan dasar saat ini sebesar 1,2 miliar won bagi pemilik satu rumah yang bukan residen.","Potongan bagi pasangan dengan kepemilikan bersama tetap sebesar 600 juta won per orang, atau total 1,2 miliar won.","Rencana menaikkan batas kenaikan beban pajak kepemilikan menjadi 200% telah dibatalkan.","Usulan potongan 1,4 miliar won bagi pemilik satu rumah yang menempatinya sendiri dan arah penguatan pengenaan pajak masih dipertahankan.","Karena rancangan pemerintah berbeda dari undang-undang, pembahasan di Majelis Nasional dan isi perubahan final harus diperiksa."],"content_markdown":"Pemerintah membatalkan rencana untuk menurunkan pengurangan dasar pajak properti komprehensif bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya menjadi 900 juta won. Pengurangan untuk kepemilikan bersama tetap berjumlah total 1,2 miliar won. Batas beban pajak juga tetap pada tingkat saat ini sebesar 150%, tetapi rencana perluasan pengurangan bagi penghuni aktual akan terus didorong.\n\nBerdasarkan revisi proposal reformasi perpajakan pemerintah per September 2026\n\n## Pokok Revisi Pajak Properti Komprehensif 2026\n\nInti revisi kali ini adalah membatalkan sebagian rencana penguatan beban pajak. Pengurangan bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya dan batas beban pajak tetap seperti ketentuan saat ini. Dalam konteks ini, tidak menghuni berarti tidak benar-benar tinggal di rumah tersebut.\n\n| Kategori | Saat ini | Proposal awal pemerintah | Proposal revisi pemerintah |\n|---|---:|---:|---:|\n| Pengurangan dasar bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya | 1,2 miliar won | 1,4 miliar won | 1,4 miliar won |\n| Pengurangan dasar bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya | 1,2 miliar won | 900 juta won | 1,2 miliar won |\n| Pengurangan untuk kepemilikan bersama pasangan suami istri | 600 juta won per orang, total 1,2 miliar won | 400 juta won per orang, total 800 juta won | 600 juta won per orang, total 1,2 miliar won |\n| Batas beban pajak kepemilikan properti | 150% | 200% | 150% |\n\nProposal revisi pemerintah dalam tabel tidak serta-merta menjadi undang-undang yang berlaku. Revisi undang-undang perpajakan memerlukan pembahasan oleh Majelis Nasional dan perubahan undang-undang. Saat benar-benar melaporkan pajak, peraturan untuk tahun pajak terkait harus diperiksa.\n\nRumusan resmi yang tepat harus diperiksa dalam materi revisi proposal reformasi perpajakan 2026 di situs web Kementerian Ekonomi dan Keuangan. Pemberlakuannya dapat dicocokkan dengan Undang-Undang Pajak Properti Komprehensif di Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional. Kriteria penerapan per individu harus diperiksa dalam panduan Dinas Pajak Nasional.\n\n## Rangkuman Kriteria Pengurangan Berdasarkan Kondisi\n\nArah penerapannya berbeda menurut apakah rumah tersebut benar-benar dihuni dan bentuk kepemilikannya. Proposal revisi membatalkan rencana pengurangan bagi pihak yang tidak menghuni rumah dan pemilik bersama. Rencana perluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya tetap dipertahankan.\n\n| Kondisi kepemilikan | Arah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah | Hal yang perlu diperiksa |\n|---|---:|---|\n| Kepemilikan tunggal dan benar-benar dihuni | Rencana pengurangan 1,4 miliar won dipertahankan | Sebelum undang-undang direvisi, periksa ketentuan saat ini |\n| Kepemilikan tunggal dan tidak benar-benar dihuni | Tetap 1,2 miliar won | Rencana penurunan menjadi 900 juta won dibatalkan |\n| Satu rumah dengan kepemilikan bersama pasangan suami istri | Tetap 600 juta won per orang, total 1,2 miliar won | Rencana penurunan menjadi 400 juta won per orang dibatalkan |\n| Subjek penerapan batas beban pajak | Tetap 150% | Bandingkan dengan pajak kepemilikan properti tahun sebelumnya |\n\nJumlah pajak akhir tidak ditentukan hanya berdasarkan apakah rumah tersebut benar-benar dihuni. Harga resmi dan porsi kepemilikan juga memengaruhi perhitungan per individu. Jenis pengenaan pajak harus ditentukan berdasarkan undang-undang final dan kriteria Dinas Pajak Nasional.\n\n## Contoh Perhitungan Batas Beban Pajak\n\nBatas beban pajak membatasi lonjakan pajak kepemilikan properti dalam satu tahun. Proposal revisi pemerintah mempertahankan batas sebesar 150%. Perhitungan berikut adalah contoh sederhana yang tercantum dalam pengumuman.\n\n1. Diasumsikan bahwa jumlah pajak properti dan pajak properti komprehensif tahun lalu adalah 1 juta won.\n2. Jumlah pajak kepemilikan properti yang dihitung untuk tahun ini adalah 2 juta won.\n3. Jika batas 150% diterapkan, jumlah yang ditanggung paling banyak 1,5 juta won.\n4. Berdasarkan proposal awal sebesar 200%, jumlah perhitungan sebesar 2 juta won akan diterapkan sepenuhnya.\n\nDalam kasus ini, perbedaan batas akibat revisi harus diperiksa dalam materi revisi proposal reformasi perpajakan Kementerian Ekonomi dan Keuangan. Ini tidak berarti jumlah pengurangan pajak bagi semua wajib pajak. Jika pajak terutang yang dihitung tahun ini lebih rendah daripada batas tersebut, tidak ada efek pembatasan.\n\n## Alasan Pengurangan 1,2 Miliar Won Bukan Berarti Pengurangan Pajak Sebesar 1,2 Miliar Won\n\nJumlah pengurangan dasar bukanlah jumlah yang langsung dikurangkan dari pajak yang harus dibayar. Ini adalah kriteria untuk menentukan bagian harga resmi yang dikenai pajak. Oleh karena itu, jumlah pengurangan dan penghematan pajak aktual berbeda.\n\nDalam perhitungan pajak properti komprehensif, jumlah setelah pengurangan menjadi titik awal. Selanjutnya, rasio nilai pasar wajar dan tarif pajak dimasukkan dalam perhitungan. Pada tahap terakhir, batas beban pajak yang berlaku ditinjau.\n\n- Pengurangan 1,2 miliar won tidak berarti menghapus pajak sebesar 1,2 miliar won.\n- Meskipun harga resminya sama, bentuk kepemilikan dan kondisi hunian dapat berbeda.\n- Jika rasio nilai pasar wajar naik, jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak dapat meningkat.\n- Jumlah pajak yang tepat harus dihitung menggunakan formula hukum untuk tahun terkait.\n\n## Isi Reformasi Pajak Properti Komprehensif yang Tidak Dibatalkan\n\nTidak seluruh proposal reformasi pajak properti komprehensif dibatalkan. Rencana untuk menaikkan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya menjadi 1,4 miliar won tetap dipertahankan. Arah penguatan pengenaan pajak terhadap rumah bernilai tinggi juga dipertahankan.\n\n| Arah reformasi yang tersisa | Status setelah revisi | Potensi dampak terhadap jumlah pajak |\n|---|---|---|\n| Perluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya | Rencana kenaikan dari 1,2 miliar won menjadi 1,4 miliar won dipertahankan | Jumlah yang dikenai pajak dapat berkurang |\n| Penguatan tarif pajak rumah bernilai tinggi | Arah kebijakan tetap dipertahankan | Beban pajak dapat meningkat jika masuk dalam rentang penerapan |\n| Kenaikan rasio nilai pasar wajar | Arah kenaikan bertahap dipertahankan | Dasar pengenaan pajak dapat meningkat |\n\nAngka final untuk tarif dan rasio bergantung pada undang-undang dan peraturan pelaksana. Jumlah pajak per individu tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan proposal pemerintah. Isinya juga dapat berubah kembali dalam pembahasan Majelis Nasional.\n\n## Urutan Pemeriksaan Proposal Pemerintah dan Undang-Undang yang Berlaku\n\nDalam menilai pajak, proposal yang diumumkan dan undang-undang yang berlaku harus dibedakan. Proposal pemerintah adalah tahap yang menunjukkan arah revisi. Kewajiban pajak aktual ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku.\n\n1. Periksa apakah kepemilikannya tunggal atau bersama.\n2. Tentukan apakah rumah tersebut benar-benar dihuni.\n3. Periksa perubahan proposal pemerintah dalam materi Kementerian Ekonomi dan Keuangan.\n4. Periksa undang-undang hasil revisi final di Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional.\n5. Cocokkan kriteria perhitungan untuk tahun pajak terkait dalam panduan Dinas Pajak Nasional.\n\nSetelah surat ketetapan pajak diterbitkan, tahun pajak yang tercantum harus diperiksa terlebih dahulu. Jika jumlah pengurangan dari tahun lain diterapkan, hasil perhitungannya akan berbeda. Lebih aman untuk tidak menyimpulkan jumlah pembayaran hanya berdasarkan pengumuman pemerintah.\n\n## Kesalahan Umum\n\nKesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap 1,2 miliar won sebagai kredit pajak. Batas 150% juga terkadang ditafsirkan sebagai pajak hanya naik 50%. Ada pula kasus ketika proposal pemerintah disalahpahami sebagai undang-undang yang sudah berlaku.\n\n- Jangan menyamakan pemilik satu rumah yang tidak menghuninya dengan bukan penduduk luar negeri menurut hukum perpajakan.\n- Jangan langsung mengurangkan jumlah pengurangan dasar dari pajak terutang.\n- Jangan menganggap batas beban pajak dan tarif pajak properti komprehensif sebagai konsep yang sama.\n- Jangan menyimpulkan bahwa proposal revisi pemerintah adalah undang-undang final yang sudah berlaku.\n- Jangan melewatkan perhitungan per individu hanya dengan melihat jumlah gabungan kepemilikan bersama.\n\nBatas beban pajak adalah mekanisme untuk membatasi besarnya kenaikan. Ini bukan tarif pajak atau jumlah pengurangan itu sendiri. Jumlah pembayaran final harus diperiksa menggunakan data pengenaan pajak per individu.\n\n## Pertanyaan yang Sering Diajukan\n\n### Apakah pengurangan bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya diturunkan menjadi 900 juta won?\n\nDalam proposal revisi pemerintah, rencana penurunan menjadi 900 juta won dibatalkan. Arahnya adalah mempertahankan 1,2 miliar won seperti ketentuan saat ini. Penerapan final harus diperiksa dalam undang-undang hasil revisi.\n\n### Apakah pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya juga 1,2 miliar won?\n\nPengurangan saat ini disebut sebesar 1,2 miliar won. Proposal pemerintah mempertahankan rencana untuk menaikkannya menjadi 1,4 miliar won. Sebelum undang-undang direvisi, proposal pemerintah dan hukum yang berlaku harus dibedakan.\n\n### Berapa pengurangan untuk kepemilikan bersama pasangan suami istri?\n\nProposal revisi mempertahankan 600 juta won per orang. Berdasarkan jumlah gabungan pasangan suami istri, nilainya adalah 1,2 miliar won. Penerapan per individu harus diperiksa bersama dengan porsi kepemilikan dan jenis pengenaan pajaknya.\n\n### Apa yang dimaksud dengan batas beban pajak 150%?\n\nIni adalah mekanisme yang membatasi agar pajak kepemilikan properti tahun ini tidak melebihi 150% dari dasar pembanding. Mekanisme ini mengurangi lonjakan beban pajak properti dan pajak properti komprehensif. Ini bukan berarti tarif pajak properti komprehensif adalah 150%.\n\n### Apakah seluruh proposal reformasi pajak properti komprehensif dibatalkan?\n\nHanya sebagian rencana penguatan beban pajak yang dibatalkan. Rencana perluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya tetap dipertahankan. Arah penguatan pajak rumah bernilai tinggi dan kenaikan rasio juga dipertahankan.","content_html":"\u003cp\u003ePemerintah membatalkan rencana untuk menurunkan pengurangan dasar pajak properti komprehensif bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya menjadi 900 juta won. Pengurangan untuk kepemilikan bersama tetap berjumlah total 1,2 miliar won. Batas beban pajak juga tetap pada tingkat saat ini sebesar 150%, tetapi rencana perluasan pengurangan bagi penghuni aktual akan terus didorong.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerdasarkan revisi proposal reformasi perpajakan pemerintah per September 2026\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pokok-revisi-pajak-properti-komprehensif-2026\" class=\"anchor\" id=\"pokok-revisi-pajak-properti-komprehensif-2026\"\u003e\u003c/a\u003ePokok Revisi Pajak Properti Komprehensif 2026\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eInti revisi kali ini adalah membatalkan sebagian rencana penguatan beban pajak. Pengurangan bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya dan batas beban pajak tetap seperti ketentuan saat ini. Dalam konteks ini, tidak menghuni berarti tidak benar-benar tinggal di rumah tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSaat ini\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eProposal awal pemerintah\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eProposal revisi pemerintah\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengurangan dasar bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Saat ini\"\u003e1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal awal pemerintah\"\u003e1,4 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal revisi pemerintah\"\u003e1,4 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengurangan dasar bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Saat ini\"\u003e1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal awal pemerintah\"\u003e900 juta won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal revisi pemerintah\"\u003e1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengurangan untuk kepemilikan bersama pasangan suami istri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Saat ini\"\u003e600 juta won per orang, total 1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal awal pemerintah\"\u003e400 juta won per orang, total 800 juta won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal revisi pemerintah\"\u003e600 juta won per orang, total 1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eBatas beban pajak kepemilikan properti\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Saat ini\"\u003e150%\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal awal pemerintah\"\u003e200%\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Proposal revisi pemerintah\"\u003e150%\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eProposal revisi pemerintah dalam tabel tidak serta-merta menjadi undang-undang yang berlaku. Revisi undang-undang perpajakan memerlukan pembahasan oleh Majelis Nasional dan perubahan undang-undang. Saat benar-benar melaporkan pajak, peraturan untuk tahun pajak terkait harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eRumusan resmi yang tepat harus diperiksa dalam materi revisi proposal reformasi perpajakan 2026 di situs web Kementerian Ekonomi dan Keuangan. Pemberlakuannya dapat dicocokkan dengan Undang-Undang Pajak Properti Komprehensif di Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional. Kriteria penerapan per individu harus diperiksa dalam panduan Dinas Pajak Nasional.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#rangkuman-kriteria-pengurangan-berdasarkan-kondisi\" class=\"anchor\" id=\"rangkuman-kriteria-pengurangan-berdasarkan-kondisi\"\u003e\u003c/a\u003eRangkuman Kriteria Pengurangan Berdasarkan Kondisi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eArah penerapannya berbeda menurut apakah rumah tersebut benar-benar dihuni dan bentuk kepemilikannya. Proposal revisi membatalkan rencana pengurangan bagi pihak yang tidak menghuni rumah dan pemilik bersama. Rencana perluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya tetap dipertahankan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKondisi kepemilikan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eArah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu diperiksa\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi kepemilikan\"\u003eKepemilikan tunggal dan benar-benar dihuni\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah\"\u003eRencana pengurangan 1,4 miliar won dipertahankan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eSebelum undang-undang direvisi, periksa ketentuan saat ini\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi kepemilikan\"\u003eKepemilikan tunggal dan tidak benar-benar dihuni\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah\"\u003eTetap 1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eRencana penurunan menjadi 900 juta won dibatalkan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi kepemilikan\"\u003eSatu rumah dengan kepemilikan bersama pasangan suami istri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah\"\u003eTetap 600 juta won per orang, total 1,2 miliar won\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eRencana penurunan menjadi 400 juta won per orang dibatalkan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kondisi kepemilikan\"\u003eSubjek penerapan batas beban pajak\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah pengurangan dalam proposal revisi pemerintah\"\u003eTetap 150%\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperiksa\"\u003eBandingkan dengan pajak kepemilikan properti tahun sebelumnya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eJumlah pajak akhir tidak ditentukan hanya berdasarkan apakah rumah tersebut benar-benar dihuni. Harga resmi dan porsi kepemilikan juga memengaruhi perhitungan per individu. Jenis pengenaan pajak harus ditentukan berdasarkan undang-undang final dan kriteria Dinas Pajak Nasional.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#contoh-perhitungan-batas-beban-pajak\" class=\"anchor\" id=\"contoh-perhitungan-batas-beban-pajak\"\u003e\u003c/a\u003eContoh Perhitungan Batas Beban Pajak\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eBatas beban pajak membatasi lonjakan pajak kepemilikan properti dalam satu tahun. Proposal revisi pemerintah mempertahankan batas sebesar 150%. Perhitungan berikut adalah contoh sederhana yang tercantum dalam pengumuman.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003eDiasumsikan bahwa jumlah pajak properti dan pajak properti komprehensif tahun lalu adalah 1 juta won.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJumlah pajak kepemilikan properti yang dihitung untuk tahun ini adalah 2 juta won.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika batas 150% diterapkan, jumlah yang ditanggung paling banyak 1,5 juta won.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBerdasarkan proposal awal sebesar 200%, jumlah perhitungan sebesar 2 juta won akan diterapkan sepenuhnya.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cp\u003eDalam kasus ini, perbedaan batas akibat revisi harus diperiksa dalam materi revisi proposal reformasi perpajakan Kementerian Ekonomi dan Keuangan. Ini tidak berarti jumlah pengurangan pajak bagi semua wajib pajak. Jika pajak terutang yang dihitung tahun ini lebih rendah daripada batas tersebut, tidak ada efek pembatasan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#alasan-pengurangan-12-miliar-won-bukan-berarti-pengurangan-pajak-sebesar-12-miliar-won\" class=\"anchor\" id=\"alasan-pengurangan-12-miliar-won-bukan-berarti-pengurangan-pajak-sebesar-12-miliar-won\"\u003e\u003c/a\u003eAlasan Pengurangan 1,2 Miliar Won Bukan Berarti Pengurangan Pajak Sebesar 1,2 Miliar Won\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eJumlah pengurangan dasar bukanlah jumlah yang langsung dikurangkan dari pajak yang harus dibayar. Ini adalah kriteria untuk menentukan bagian harga resmi yang dikenai pajak. Oleh karena itu, jumlah pengurangan dan penghematan pajak aktual berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam perhitungan pajak properti komprehensif, jumlah setelah pengurangan menjadi titik awal. Selanjutnya, rasio nilai pasar wajar dan tarif pajak dimasukkan dalam perhitungan. Pada tahap terakhir, batas beban pajak yang berlaku ditinjau.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePengurangan 1,2 miliar won tidak berarti menghapus pajak sebesar 1,2 miliar won.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMeskipun harga resminya sama, bentuk kepemilikan dan kondisi hunian dapat berbeda.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika rasio nilai pasar wajar naik, jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak dapat meningkat.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJumlah pajak yang tepat harus dihitung menggunakan formula hukum untuk tahun terkait.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#isi-reformasi-pajak-properti-komprehensif-yang-tidak-dibatalkan\" class=\"anchor\" id=\"isi-reformasi-pajak-properti-komprehensif-yang-tidak-dibatalkan\"\u003e\u003c/a\u003eIsi Reformasi Pajak Properti Komprehensif yang Tidak Dibatalkan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eTidak seluruh proposal reformasi pajak properti komprehensif dibatalkan. Rencana untuk menaikkan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya menjadi 1,4 miliar won tetap dipertahankan. Arah penguatan pengenaan pajak terhadap rumah bernilai tinggi juga dipertahankan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eArah reformasi yang tersisa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eStatus setelah revisi\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePotensi dampak terhadap jumlah pajak\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah reformasi yang tersisa\"\u003ePerluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Status setelah revisi\"\u003eRencana kenaikan dari 1,2 miliar won menjadi 1,4 miliar won dipertahankan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Potensi dampak terhadap jumlah pajak\"\u003eJumlah yang dikenai pajak dapat berkurang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah reformasi yang tersisa\"\u003ePenguatan tarif pajak rumah bernilai tinggi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Status setelah revisi\"\u003eArah kebijakan tetap dipertahankan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Potensi dampak terhadap jumlah pajak\"\u003eBeban pajak dapat meningkat jika masuk dalam rentang penerapan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arah reformasi yang tersisa\"\u003eKenaikan rasio nilai pasar wajar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Status setelah revisi\"\u003eArah kenaikan bertahap dipertahankan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Potensi dampak terhadap jumlah pajak\"\u003eDasar pengenaan pajak dapat meningkat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eAngka final untuk tarif dan rasio bergantung pada undang-undang dan peraturan pelaksana. Jumlah pajak per individu tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan proposal pemerintah. Isinya juga dapat berubah kembali dalam pembahasan Majelis Nasional.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#urutan-pemeriksaan-proposal-pemerintah-dan-undang-undang-yang-berlaku\" class=\"anchor\" id=\"urutan-pemeriksaan-proposal-pemerintah-dan-undang-undang-yang-berlaku\"\u003e\u003c/a\u003eUrutan Pemeriksaan Proposal Pemerintah dan Undang-Undang yang Berlaku\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDalam menilai pajak, proposal yang diumumkan dan undang-undang yang berlaku harus dibedakan. Proposal pemerintah adalah tahap yang menunjukkan arah revisi. Kewajiban pajak aktual ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa apakah kepemilikannya tunggal atau bersama.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTentukan apakah rumah tersebut benar-benar dihuni.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa perubahan proposal pemerintah dalam materi Kementerian Ekonomi dan Keuangan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa undang-undang hasil revisi final di Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eCocokkan kriteria perhitungan untuk tahun pajak terkait dalam panduan Dinas Pajak Nasional.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cp\u003eSetelah surat ketetapan pajak diterbitkan, tahun pajak yang tercantum harus diperiksa terlebih dahulu. Jika jumlah pengurangan dari tahun lain diterapkan, hasil perhitungannya akan berbeda. Lebih aman untuk tidak menyimpulkan jumlah pembayaran hanya berdasarkan pengumuman pemerintah.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kesalahan-umum\" class=\"anchor\" id=\"kesalahan-umum\"\u003e\u003c/a\u003eKesalahan Umum\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap 1,2 miliar won sebagai kredit pajak. Batas 150% juga terkadang ditafsirkan sebagai pajak hanya naik 50%. Ada pula kasus ketika proposal pemerintah disalahpahami sebagai undang-undang yang sudah berlaku.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJangan menyamakan pemilik satu rumah yang tidak menghuninya dengan bukan penduduk luar negeri menurut hukum perpajakan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan langsung mengurangkan jumlah pengurangan dasar dari pajak terutang.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan menganggap batas beban pajak dan tarif pajak properti komprehensif sebagai konsep yang sama.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan menyimpulkan bahwa proposal revisi pemerintah adalah undang-undang final yang sudah berlaku.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJangan melewatkan perhitungan per individu hanya dengan melihat jumlah gabungan kepemilikan bersama.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eBatas beban pajak adalah mekanisme untuk membatasi besarnya kenaikan. Ini bukan tarif pajak atau jumlah pengurangan itu sendiri. Jumlah pembayaran final harus diperiksa menggunakan data pengenaan pajak per individu.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang Sering Diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-pengurangan-bagi-pemilik-satu-rumah-yang-tidak-menghuninya-diturunkan-menjadi-900-juta-won\" class=\"anchor\" id=\"apakah-pengurangan-bagi-pemilik-satu-rumah-yang-tidak-menghuninya-diturunkan-menjadi-900-juta-won\"\u003e\u003c/a\u003eApakah pengurangan bagi pemilik satu rumah yang tidak menghuninya diturunkan menjadi 900 juta won?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDalam proposal revisi pemerintah, rencana penurunan menjadi 900 juta won dibatalkan. Arahnya adalah mempertahankan 1,2 miliar won seperti ketentuan saat ini. Penerapan final harus diperiksa dalam undang-undang hasil revisi.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-pengurangan-bagi-pemilik-satu-rumah-yang-benar-benar-menghuninya-juga-12-miliar-won\" class=\"anchor\" id=\"apakah-pengurangan-bagi-pemilik-satu-rumah-yang-benar-benar-menghuninya-juga-12-miliar-won\"\u003e\u003c/a\u003eApakah pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya juga 1,2 miliar won?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePengurangan saat ini disebut sebesar 1,2 miliar won. Proposal pemerintah mempertahankan rencana untuk menaikkannya menjadi 1,4 miliar won. Sebelum undang-undang direvisi, proposal pemerintah dan hukum yang berlaku harus dibedakan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#berapa-pengurangan-untuk-kepemilikan-bersama-pasangan-suami-istri\" class=\"anchor\" id=\"berapa-pengurangan-untuk-kepemilikan-bersama-pasangan-suami-istri\"\u003e\u003c/a\u003eBerapa pengurangan untuk kepemilikan bersama pasangan suami istri?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eProposal revisi mempertahankan 600 juta won per orang. Berdasarkan jumlah gabungan pasangan suami istri, nilainya adalah 1,2 miliar won. Penerapan per individu harus diperiksa bersama dengan porsi kepemilikan dan jenis pengenaan pajaknya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apa-yang-dimaksud-dengan-batas-beban-pajak-150\" class=\"anchor\" id=\"apa-yang-dimaksud-dengan-batas-beban-pajak-150\"\u003e\u003c/a\u003eApa yang dimaksud dengan batas beban pajak 150%?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIni adalah mekanisme yang membatasi agar pajak kepemilikan properti tahun ini tidak melebihi 150% dari dasar pembanding. Mekanisme ini mengurangi lonjakan beban pajak properti dan pajak properti komprehensif. Ini bukan berarti tarif pajak properti komprehensif adalah 150%.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-seluruh-proposal-reformasi-pajak-properti-komprehensif-dibatalkan\" class=\"anchor\" id=\"apakah-seluruh-proposal-reformasi-pajak-properti-komprehensif-dibatalkan\"\u003e\u003c/a\u003eApakah seluruh proposal reformasi pajak properti komprehensif dibatalkan?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eHanya sebagian rencana penguatan beban pajak yang dibatalkan. Rencana perluasan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menghuninya tetap dipertahankan. Arah penguatan pajak rumah bernilai tinggi dan kenaikan rasio juga dipertahankan.\u003c/p\u003e\n","tags":["Keuangan sehari hari","Kebijakan properti","Pajak","Pajak properti komprehensif"],"faqs":[{"question":"Apakah pengurangan pajak kepemilikan properti komprehensif bagi pemilik satu rumah yang tidak menempatinya akan diturunkan menjadi 900 juta won?","answer":"Pemerintah membatalkan rencana untuk menurunkannya menjadi 900 juta won. Rancangan pemerintah yang direvisi mempertahankan pengurangan yang berlaku saat ini sebesar 1,2 miliar won."},{"question":"Apakah usulan pengurangan sebesar 1,4 miliar won bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menempatinya juga telah dibatalkan?","answer":"Usulan untuk menaikkan pengurangan bagi pemilik satu rumah yang benar-benar menempatinya menjadi 1,4 miliar won tetap dipertahankan. Namun, karena ini merupakan rancangan pemerintah, undang-undang final perlu diperiksa."},{"question":"Berapa pengurangan untuk satu rumah yang dimiliki bersama oleh pasangan suami istri?","answer":"Rancangan yang direvisi mempertahankan pengurangan sebesar 600 juta won per orang. Jika digabungkan untuk pasangan suami istri, jumlahnya adalah 1,2 miliar won."},{"question":"Apakah batas beban pajak kepemilikan properti komprehensif akan dinaikkan menjadi 200%?","answer":"Rencana kenaikan menjadi 200% telah dibatalkan. Dalam rancangan pemerintah yang direvisi, batas yang berlaku saat ini sebesar 150% dipertahankan."},{"question":"Apakah batas beban pajak sebesar 150% berarti tarif pajak kepemilikan properti komprehensif?","answer":"Itu bukan tarif pajak, melainkan mekanisme yang membatasi besarnya kenaikan pajak kepemilikan properti. Mekanisme ini memastikan jumlah pajak pembanding tahun ini tidak melebihi 150% dari standar tahun sebelumnya."},{"question":"Apakah pengurangan dasar sebesar 1,2 miliar won berarti 1,2 miliar won dikurangkan dari pajak?","answer":"Pengurangan dasar bukanlah jumlah yang langsung dikurangkan dari pajak terutang. Ini adalah standar yang diterapkan saat menghitung jumlah yang dikenai pajak berdasarkan nilai resmi properti."},{"question":"Kapan rancangan pemerintah yang direvisi mulai langsung berlaku?","answer":"Rancangan tersebut tidak langsung diberlakukan hanya dengan pengumuman pemerintah. Setelah pembahasan di Majelis Nasional dan perubahan undang-undang, ketentuan pelaksanaan untuk tahun pajak terkait perlu diperiksa."}],"sources":[{"url":"https://www.moef.go.kr/","title":"Kementerian Ekonomi dan Keuangan","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional","type":"source"},{"url":"https://www.nts.go.kr/","title":"Dinas Pajak Nasional","type":"source"}],"images":[{"id":1163,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTY0MzMsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--6d8558534cdd2ef660a56bec6697af8de7048f16/ai-41053a96.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_photo","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"주택 모형과 열쇠를 앞에 두고 부동산 세금 서류를 검토하는 중년 부부","caption":"부부가 종합부동산세 공제와 관련된 재정 자료를 함께 살펴보고 있다.","description":null},"en":{"alt":"Middle-aged couple reviewing property tax documents beside a model house and keys","caption":"A couple reviews financial documents related to property tax deductions.","description":null},"ja":{"alt":"住宅模型と鍵を前に不動産税の書類を確認する中年夫婦","caption":"夫婦が総合不動産税の控除に関する資料を確認している。","description":null},"es":{"alt":"Pareja de mediana edad revisando documentos fiscales junto a una maqueta de casa y unas llaves","caption":"Una pareja revisa documentos financieros relacionados con las deducciones del impuesto inmobiliario.","description":null},"id":{"alt":"Pasangan paruh baya memeriksa dokumen pajak properti di dekat miniatur rumah dan kunci","caption":"Pasangan ini meninjau dokumen keuangan terkait pengurangan pajak properti.","description":null},"pt":{"alt":"Casal de meia-idade analisa documentos fiscais ao lado de uma maquete de casa e chaves","caption":"O casal consulta documentos financeiros sobre deduções do imposto imobiliário.","description":null},"zh-hant":{"alt":"一對中年夫妻在房屋模型與鑰匙旁查看房地產稅務文件","caption":"夫妻正在檢視與綜合不動產稅扣除額相關的財務資料。","description":null},"de":{"alt":"Paar mittleren Alters prüft Grundsteuerunterlagen neben Hausmodell und Schlüsseln","caption":"Das Paar prüft Finanzunterlagen zu Abzügen bei der Immobiliensteuer.","description":null}}},{"id":1164,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTY0MzksInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--4b00515129f7d96f4e16a8d8d718a003f1ed75cc/ai-5886f147.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"아파트와 주택 소유자, 세금 서류, 동전, 방패, 국회와 법봉을 그린 삽화","caption":"종합부동산세 공제와 제도 개편 논의를 상징적으로 보여준다.","description":null},"en":{"alt":"Illustration of apartments, homeowners, tax forms, coins, shields, the National Assembly and a gavel","caption":"The scene symbolizes debate over property tax deductions and reform.","description":null},"ja":{"alt":"マンションと住宅所有者、税務書類、硬貨、盾、国会議事堂、木槌を描いたイラスト","caption":"総合不動産税の控除と制度改正をめぐる議論を象徴している。","description":null},"es":{"alt":"Ilustración de apartamentos, propietarios, formularios fiscales, monedas, escudos, parlamento y mazo","caption":"La escena simboliza el debate sobre la deducción y la reforma del impuesto inmobiliario.","description":null},"id":{"alt":"Ilustrasi apartemen, pemilik rumah, formulir pajak, koin, perisai, gedung parlemen, dan palu sidang","caption":"Adegan ini melambangkan pembahasan potongan dan reformasi pajak properti.","description":null},"pt":{"alt":"Ilustração de apartamentos, proprietários, formulários fiscais, moedas, escudos, parlamento e martelo","caption":"A cena simboliza o debate sobre a dedução e a reforma do imposto imobiliário.","description":null},"zh-hant":{"alt":"公寓、屋主、稅務文件、硬幣、盾牌、國會大樓與法槌的插畫","caption":"畫面象徵綜合不動產稅扣除額與制度改革的討論。","description":null},"de":{"alt":"Illustration mit Wohnhäusern, Eigentümern, Steuerformularen, Münzen, Schilden, Parlament und Richterhammer","caption":"Die Szene steht für die Debatte über Freibeträge und die Reform der Immobiliensteuer.","description":null}}}],"published_at":"2026-09-09T10:23:05+09:00","updated_at":"2026-09-09T10:23:05+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/comprehensive-real-estate-tax-1-house-deduction-revision-2026"}