---
title: "Prinsip Merancang Investasi Dividen untuk Arus Kas Pensiun"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/dividend-investing-for-retirement-cash-flow
published_at: 2026-08-29T18:14:42+09:00
---

# Prinsip Merancang Investasi Dividen untuk Arus Kas Pensiun

> Investasi dividen dapat menciptakan arus kas berkala, tetapi tidak menjamin dividen maupun modal pokok. Selain imbal hasil dividen, perhatikan laba, arus kas, utang, dan keberlanjutan dividen, lalu lakukan diversifikasi sesuai siklus hidup dan pengeluaran pensiun.

## Key Points

- Kenaikan imbal hasil dividen tidak selalu berarti nilai perusahaan membaik dan dapat menjadi sinyal risiko anjloknya harga saham atau pemotongan dividen.
- Karena struktur modal berbeda menurut sektor, rasio pembayaran dividen perlu dibandingkan dengan laba dan arus kas bebas, bukan dinilai berdasarkan rasio ideal yang tetap.
- Riwayat dividen merupakan kriteria penyaringan yang berguna, tetapi tidak menjamin dividen di masa depan, sehingga daya saing bisnis, utang, dan arus kas juga perlu diperiksa.
- Jika analisis saham individual sulit dilakukan, diversifikasi dapat dilakukan melalui ETF dividen, tetapi aturan indeks, biaya, konsentrasi kepemilikan, dan komposisi distribusi perlu diperiksa terlebih dahulu.
- Arus kas pensiun lebih aman jika tidak hanya mengandalkan dividen, tetapi dirancang bersama dana pensiun, bunga, aset setara kas, dan penjualan sebagian aset bila diperlukan.

Investasi dividen adalah strategi untuk menerima sebagian uang tunai yang dihasilkan perusahaan sebagai distribusi kepada pemegang saham, lalu memanfaatkannya untuk biaya hidup atau sebagai dana investasi kembali. Penerimaan dana secara berkala dapat membantu mempertahankan investasi jangka panjang, tetapi dividen bukanlah bunga deposito dan dapat dikurangi atau dihentikan berdasarkan keputusan perusahaan.

Karena itu, tujuannya seharusnya bukan sekadar mencari imbal hasil dividen tertinggi, melainkan menciptakan **imbal hasil total dan arus kas berkelanjutan yang mampu mempertahankan daya beli**.

## Peran dan keterbatasan investasi dividen

Keunggulan utama investasi dividen adalah investor dapat menerima uang tunai tanpa harus menjual seluruh aset. Jika dividen yang diterima diinvestasikan kembali, jumlah saham yang dimiliki akan bertambah sehingga efek bunga majemuk jangka panjang juga dapat diharapkan.

Namun, prinsip-prinsip berikut harus dipahami terlebih dahulu.

- Dividen bukan bunga yang ditetapkan secara hukum dan dapat berubah sesuai keputusan dewan direksi serta kondisi perusahaan.
- Pada tanggal ex-dividen, jika kondisi lain tetap sama, harga saham umumnya disesuaikan sebesar nilai dividen. Dividen bukan bonus gratis yang ditambahkan pada keuntungan harga saham.
- Kinerja investasi harus dinilai berdasarkan imbal hasil total yang menggabungkan dividen, perubahan harga saham, dan biaya.
- Imbal hasil dividen yang tinggi bisa jadi bukan mencerminkan arus kas yang tinggi, melainkan penurunan tajam harga saham atau kemungkinan pengurangan dividen di masa mendatang.
- Saham dividen tetap merupakan saham sehingga terpengaruh oleh resesi, perubahan suku bunga, kemunduran industri, dan masalah pada masing-masing perusahaan.

Dividen dapat menjadi penopang psikologis, tetapi tidak boleh dianggap sebagai margin keamanan yang mencegah kerugian pokok investasi.

## Alokasi aset sesuai siklus hidup

Usia hanyalah salah satu faktor yang menentukan arah investasi. Proporsi sebenarnya harus mempertimbangkan secara bersamaan stabilitas pendapatan, utang, dana darurat, waktu yang tersisa hingga pensiun, perkiraan dana pensiun, kemampuan menanggung kerugian, dan pengeluaran yang diperlukan dalam waktu dekat.

| Situasi | Tujuan utama | Pemanfaatan aset dividen | Hal yang perlu diperiksa bersama |
|---|---|---|---|
| Masa akumulasi dengan pendapatan stabil dan jangka investasi panjang | Pertumbuhan aset riil | Menginvestasikan kembali dividen dari saham pertumbuhan dividen atau ETF terdiversifikasi | Mencegah konsentrasi berlebihan pada sektor tertentu, menyiapkan dana darurat |
| Masa dengan pengeluaran jangka menengah seperti perumahan dan pendidikan | Keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan dana | Mengelola proporsi saham dividen dalam target alokasi aset | Tidak menempatkan dana untuk pengeluaran terencana secara berlebihan pada saham |
| Masa transisi menjelang pensiun | Mengurangi risiko penarikan dana segera setelah kerugian besar | Menggabungkan dividen stabil, bunga obligasi, dan sumber lain ke dalam arus kas | Memeriksa aset setara kas, obligasi, dan waktu penerimaan dana pensiun |
| Masa penarikan setelah pensiun | Membiayai kebutuhan hidup dan mempertahankan daya beli | Menggunakan dividen untuk sebagian biaya hidup dan menarik kekurangannya secara terencana | Mempertimbangkan pajak, biaya medis, risiko umur panjang, dan inflasi |

Berinvestasi secara agresif tanpa syarat hanya karena masih muda atau berkonsentrasi pada saham berdividen tinggi hanya karena masa pensiun sudah dekat mungkin bukan pendekatan yang tepat. Bahkan tepat sebelum pensiun, masa pengelolaan aset masih dapat berlangsung selama puluhan tahun sehingga diperlukan keseimbangan antara aset pertumbuhan dan aset defensif.

## Cara menghitung imbal hasil dividen dengan benar

Imbal hasil dividen berdasarkan harga pasar umumnya dihitung sebagai berikut.

`Perkiraan dividen tahunan per saham ÷ harga saham saat ini × 100`

Sebagai contoh, jika dividen tahunan per saham adalah 5.000 won dan harga sahamnya 100.000 won, imbal hasil dividennya adalah 5%. Jika harga saham turun menjadi 80.000 won dan perkiraan dividennya tetap sama, imbal hasil berdasarkan perhitungan menjadi 6,25%.

Namun, di dalamnya tersembunyi **asumsi bahwa dividen akan dipertahankan**. Jika dividen berikutnya turun menjadi 3.000 won akibat memburuknya kinerja, imbal hasil berdasarkan harga 80.000 won hanya sebesar 3,75%. Ketika harga saham turun, penyebab penurunan dan kemampuan membayar dividen di masa mendatang harus diperiksa lebih dahulu daripada angka imbal hasil.

Selain itu, imbal hasil historis yang dihitung berdasarkan dividen masa lalu dan imbal hasil prospektif yang dihitung berdasarkan perkiraan dividen mendatang dapat berbeda. Karena itu, periode perhitungan yang spesifik harus diperiksa pada penyedia informasi terkait. Jika dividen khusus satu kali disalahartikan sebagai dividen rutin, perkiraan arus kas akan menjadi terlalu tinggi.

## Indikator utama untuk menilai saham dividen berkualitas

Kualitas dividen tidak dapat dinilai hanya dengan satu angka. Hal-hal berikut harus diperiksa secara terpadu.

### 1. Keberlanjutan dan daya saing bisnis

Sumber pembayaran dividen berasal dari bisnis. Periksa apakah perusahaan memiliki permintaan berulang, kekuatan penetapan harga, basis pelanggan yang stabil, dan struktur belanja modal yang wajar. Jika industrinya sendiri mengalami kemunduran atau perusahaan terlalu bergantung pada satu pelanggan atau produk, riwayat dividen yang panjang sekalipun dapat runtuh dengan cepat.

### 2. Rasio pembayaran dividen berdasarkan laba

Rasio pembayaran dividen yang umum adalah sebagai berikut.

`Dividen tahunan saham biasa ÷ laba bersih yang dapat diatribusikan kepada saham biasa × 100`

Rasio pembayaran dividen yang rendah tidak selalu buruk. Perusahaan dengan banyak peluang pertumbuhan dapat menginvestasikan kembali labanya dengan tingkat pengembalian tinggi. Sebaliknya, rasio pembayaran dividen yang tinggi juga tidak selalu berisiko. Hal ini karena terdapat sektor seperti perusahaan investasi real estat yang struktur bisnis dan indikator akuntansinya berbeda dari industri manufaktur pada umumnya.

Daripada menerapkan kisaran seperti 40–70% secara seragam pada semua perusahaan, bandingkan dengan pesaing dalam sektor yang sama, kisaran historis, sensitivitas terhadap siklus ekonomi, serta keuntungan dan kerugian akuntansi yang bersifat satu kali. Pada perusahaan yang merugi, rasio pembayaran dividen berdasarkan laba dapat kehilangan maknanya.

### 3. Arus kas bebas dan beban dividen

Meskipun terdapat laba secara akuntansi, dividen sulit dipertahankan jika kas yang sebenarnya tersedia tidak mencukupi. Periksa apakah arus kas bebas, yaitu arus kas operasi setelah dikurangi belanja modal yang diperlukan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis, secara berkelanjutan mampu menanggung total pembayaran dividen.

Namun, arus kas bebas juga dapat berfluktuasi besar dari tahun ke tahun akibat investasi fasilitas dan perubahan modal kerja. Penting untuk melihat tren selama beberapa tahun dan kebijakan alokasi modal manajemen, bukan hanya angka dalam satu tahun.

### 4. Utang dan beban bunga

Pembayaran bunga dan pokok utang lebih diprioritaskan daripada dividen. Jika jatuh tempo utang sudah dekat sementara suku bunga pembiayaan kembali meningkat atau peringkat kredit memburuk, perusahaan dapat mengurangi dividen untuk mempertahankan kas. Utang bersih, kemampuan membayar bunga, struktur jatuh tempo, dan likuiditas harus diperiksa bersama.

### 5. Tingkat pertumbuhan dividen dan daya beli

Tingkat pertumbuhan dividen merupakan data untuk menilai apakah arus kas dapat mengikuti kenaikan harga. Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata selama beberapa tahun dapat dihitung sebagai berikut.

`(Dividen terbaru ÷ dividen pada titik awal)^(1 ÷ jumlah tahun yang berlalu) - 1`

Daripada menerapkan satu standar seperti 4% per tahun pada semua kondisi pasar, bandingkan dengan inflasi jangka panjang, tingkat pertumbuhan penjualan dan laba, nilai tukar, serta perubahan rasio pembayaran dividen. Jika dividen meningkat lebih cepat daripada laba, laju tersebut akan sulit dipertahankan.

### 6. Riwayat pembayaran dividen

Catatan membayar atau meningkatkan dividen selama setidaknya 10 tahun dapat menjadi bukti bahwa perusahaan telah melewati berbagai fase siklus ekonomi. Namun, riwayat masa lalu tidak menjamin pembayaran di masa depan. Jika perusahaan menambah utang atau menunda investasi penting demi mempertahankan dividen, daya saing jangka panjangnya justru dapat rusak.

## Pertanyaan untuk menyaring jebakan dividen tinggi

Jika beberapa hal berikut berlaku, sebaiknya jangan membeli hanya dengan melihat imbal hasil yang tinggi.

- Apakah harga saham turun tajam, tetapi penyebab penurunannya sulit dijelaskan?
- Apakah dividen lebih besar daripada laba atau arus kas bebas?
- Apakah perusahaan berulang kali bergantung pada penjualan aset atau pinjaman untuk membayar dividen?
- Apakah jatuh tempo utang sudah dekat atau biaya bunga meningkat pesat?
- Apakah imbal hasil tersebut menampilkan dividen khusus seolah-olah merupakan dividen rutin?
- Apakah perusahaan terpapar kemerosotan struktural suatu industri atau perubahan regulasi?
- Apakah perhitungan rasio pembayaran dividen hanya menggunakan keuntungan satu kali atau indikator yang disesuaikan?
- Apakah manajemen secara resmi menyebutkan kemungkinan perubahan kebijakan dividen?

Membandingkan secara mekanis berapa kali lipat imbal hasilnya daripada bunga bank juga tidak memadai. Saham memiliki risiko perubahan nilai pokok, sedangkan deposito dapat memperoleh perlindungan nasabah berdasarkan sistem yang berlaku, sehingga struktur risiko kedua produk tersebut berbeda.

## Perbedaan antara dividen dan pembelian kembali saham

Dividen dan pembelian kembali saham sama-sama merupakan cara untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham, tetapi mekanisme kerjanya berbeda.

| Kategori | Dividen tunai | Pembelian kembali saham |
|---|---|---|
| Cara disampaikan kepada investor | Pembayaran tunai berdasarkan jumlah saham yang dimiliki | Potensi peningkatan persentase kepemilikan pemegang saham yang tersisa melalui pengurangan jumlah saham beredar |
| Ekspektasi pasar terhadap keberlanjutan | Ekspektasi bahwa dividen rutin akan dipertahankan relatif kuat | Perusahaan lebih mudah menyesuaikan waktu dan skalanya secara fleksibel |
| Pilihan investor | Setelah menerima pembayaran, kewajiban pajak mungkin timbul | Investor dapat memilih apakah akan menjual atau tidak |
| Risiko utama | Pengurangan dividen ketika kas tidak mencukupi | Efisiensi alokasi modal menurun jika pembelian dilakukan pada harga yang terlalu tinggi |

Jangan berasumsi bahwa nilai pembelian kembali saham yang diumumkan sama dengan nilai yang benar-benar direalisasikan. Sebaliknya, keberlanjutan dividen juga tidak dijamin. Perlu diperiksa apakah perusahaan membeli saham di bawah nilai wajarnya dan apakah jumlah saham yang bertambah akibat kompensasi berbasis saham benar-benar berkurang secara bersih.

## Kriteria memilih saham individual dan ETF dividen

Saham individual memungkinkan investor memilih perusahaan secara langsung, tetapi memerlukan analisis bisnis dan pemeriksaan pengungkapan informasi secara berkelanjutan. ETF memudahkan diversifikasi ke berbagai saham, tetapi investor harus menerima aturan pemilihan indeks dan biayanya.

| Kriteria | Saham dividen individual | ETF dividen |
|---|---|---|
| Diversifikasi | Harus menyusun sendiri portofolio yang terdiri dari beberapa saham | Dapat memiliki banyak saham melalui satu produk |
| Beban analisis | Harus terus memeriksa laporan keuangan dan risiko bisnis | Memeriksa metodologi indeks, biaya, dan komponen portofolio |
| Tingkat kendali | Menentukan sendiri saham dan waktu transaksi | Mengikuti aturan penambahan dan penghapusan berkala |
| Risiko khusus | Dampak pengurangan dividen dari satu perusahaan besar | Dapat terjadi konsentrasi pada sektor atau gaya tertentu |
| Biaya | Kemungkinan biaya transaksi dan pajak | Biaya pengelolaan, biaya transaksi, dan kemungkinan pajak |

ETF pertumbuhan dividen seperti SCHD merupakan contoh yang dikenal luas, tetapi popularitasnya saja tidak berarti produk tersebut sesuai dengan tujuan Anda. Periksa kriteria penambahan ke portofolio, proporsi sektor, konsentrasi pada saham utama, total biaya, mata uang transaksi, pemotongan pajak, dan sistem perpajakan di tempat tinggal.

### ETF covered call berbeda dari ETF dividen

Distribusi ETF yang menggunakan strategi opsi seperti JEPQ atau GPIQ dapat terdiri dari dividen perusahaan, premi opsi, dan sumber lainnya. Karena itu, tingkat distribusi yang ditampilkan tidak boleh dibandingkan secara langsung dengan imbal hasil dividen saham biasa.

Covered call menghasilkan arus kas dari premi opsi, tetapi memiliki kompromi berikut.

- Ketika pasar naik dengan cepat, sebagian kenaikan dapat dikorbankan.
- Distribusi dapat berubah sesuai volatilitas pasar dan hasil pengelolaan.
- Risiko penurunan tidak hilang.
- Klasifikasi pajak atas distribusi dapat berbeda menurut produk dan tempat tinggal.
- Tingkat distribusi yang tinggi tidak sama artinya dengan imbal hasil total yang tinggi.

Meskipun tujuannya untuk biaya hidup, periksa terlebih dahulu proporsi opsi, kebijakan distribusi, total biaya, dan imbal hasil total jangka panjang dalam prospektus produk.

## Terapkan rebalancing berdasarkan aturan

Strategi menjual saham yang harganya naik lalu memindahkan dana ke saham dengan imbal hasil dividen lebih tinggi mengandung risiko. Bahkan dua perusahaan dalam industri yang sama memiliki perbedaan dalam utang, tingkat pertumbuhan, paparan regulasi, dan keberlanjutan dividen. Harga yang menurun juga dapat merupakan akibat memburuknya bisnis yang telah diperhitungkan pasar.

Rebalancing lebih jelas jika dirancang sebagai **prosedur untuk kembali ke target alokasi aset**, bukan sebagai pergantian berdasarkan imbal hasil antarsaham.

1. Tentukan target proporsi untuk setiap aset seperti saham, obligasi, dan kas.
2. Tentukan kisaran toleransi atau jadwal pemeriksaan seperti setiap semester atau setiap tahun.
3. Gunakan setoran baru dan dividen untuk membeli terlebih dahulu aset yang proporsinya kurang.
4. Jika penjualan diperlukan, periksa pajak, biaya transaksi, dan likuiditas.
5. Pengurangan dividen perusahaan, lonjakan utang, dan rusaknya dasar pemikiran investasi harus ditinjau secara terpisah dari jadwal rutin.

Strategi membeli lebih banyak saham berkualitas saat pasar anjlok juga harus dilaksanakan dalam batas yang tidak mengganggu dana darurat dan dana untuk pengeluaran dalam waktu dekat. Hindari asumsi bahwa titik terendah dapat diketahui secara tepat.

## Arus kas pensiun harus dirancang melampaui dividen

Jika berusaha memenuhi biaya hidup hanya dengan dividen, investor dapat terlalu berkonsentrasi pada aset berdividen tinggi. Pertama-tama, kurangi perkiraan biaya hidup dengan pendapatan yang relatif stabil seperti pensiun nasional atau publik, pensiun kerja, pensiun pribadi, dan pendapatan sewa untuk menghitung jumlah yang harus dipenuhi portofolio.

`Biaya hidup tahunan yang diperlukan - pendapatan stabil tahunan = kekurangan arus kas portofolio`

Sebagai contoh, jika kekurangan tahunan adalah 24 juta won dan imbal hasil kas portofolio setelah pajak dan biaya diasumsikan sebesar 3% per tahun, aset yang diperlukan berdasarkan perhitungan aritmetika sederhana adalah 800 juta won. Namun, angka ini hanyalah perkiraan yang belum mencerminkan pengurangan dividen, inflasi, nilai tukar, perubahan pajak, biaya medis, dan kerugian pasar.

Rencana yang realistis memerlukan unsur-unsur berikut.

- Aset setara kas untuk menanggung pengeluaran wajib selama periode tertentu
- Aset yang memberikan dividen dan bunga
- Aset pertumbuhan untuk mempertahankan daya beli jangka panjang
- Aturan penjualan aset secara terencana sesuai kondisi pasar
- Arus kas bersih yang memperhitungkan pajak dan biaya
- Ruang cadangan untuk menghadapi penurunan dividen atau biaya medis besar

Jika pasar anjlok pada awal masa pensiun dan aset terus dijual untuk membiayai kebutuhan hidup, pemulihan aset dapat menjadi sulit. Inilah alasan untuk menyiapkan aset penyangga kas dan aturan penarikan secara bersamaan, bukan hanya mengejar dividen.

## Daftar periksa terakhir sebelum berinvestasi

- Apakah Anda sudah membedakan apakah tujuan investasi adalah pendapatan saat ini atau pertumbuhan jangka panjang?
- Apakah Anda sudah memisahkan setidaknya dana darurat dan dana untuk pengeluaran dalam waktu dekat?
- Apakah Anda sudah memeriksa apakah dividen khusus termasuk dalam imbal hasil dividen?
- Apakah laba bersih dan arus kas bebas mampu menanggung dividen?
- Apakah utang, biaya bunga, dan struktur jatuh tempo berada pada tingkat yang dapat dikelola?
- Apakah laju pertumbuhan dividen tidak terlalu cepat dibandingkan pertumbuhan laba?
- Apakah investasi tidak terkonsentrasi pada satu saham atau sektor tertentu seperti keuangan, telekomunikasi, dan energi?
- Jika berupa ETF, apakah Anda sudah membaca metodologi indeks, total biaya, dan komposisi distribusinya?
- Jika berupa aset luar negeri, apakah Anda sudah memeriksa nilai tukar, pemotongan pajak, dan sistem perpajakan di tempat tinggal?
- Apakah Anda sudah menetapkan aturan pemeriksaan rutin dan rebalancing secara tertulis?

Keberhasilan investasi dividen tidak ditentukan oleh satu angka imbal hasil yang tinggi, melainkan oleh perpaduan bisnis yang berkelanjutan, harga yang wajar, diversifikasi, dan rencana pengeluaran. Tujuannya bukan meningkatkan frekuensi notifikasi dividen, melainkan membangun struktur arus kas seumur hidup yang mampu bertahan menghadapi guncangan pasar dan kenaikan harga.

## FAQ

### Apakah saham dengan imbal hasil dividen tinggi berarti saham tersebut dinilai terlalu rendah?
Belum tentu. Imbal hasilnya mungkin meningkat akibat harga saham yang anjlok, atau hal itu mungkin merupakan akibat dari ekspektasi pasar terhadap memburuknya kinerja dan pemotongan dividen. Laba, arus kas bebas, utang, dan kebijakan dividen perlu diperiksa secara bersamaan.

### Apakah saya tetap bisa menerima dividen meskipun harga saham turun?
Jika memenuhi persyaratan pembayaran seperti tanggal pencatatan dividen, Anda dapat menerima dividen yang sudah ditetapkan, tetapi dividen berikutnya tidak dijamin. Dewan direksi perusahaan dapat mengurangi atau menghentikan dividen sesuai dengan kinerja dan kondisi keuangan.

### Apakah rasio pembayaran dividen 40–70% selalu aman?
Tidak. Rasio pembayaran dividen yang wajar berbeda-beda tergantung pada sektor, tahap pertumbuhan, belanja modal, dan volatilitas laba. Selain rasio pembayaran dividen berdasarkan laba, dividen dibandingkan dengan arus kas bebas serta beban utang juga perlu dibandingkan secara bersamaan.

### Apakah perusahaan yang telah membayar dividen selama setidaknya 10 tahun tergolong aman?
Riwayat pembayaran yang panjang merupakan bahan penyaringan yang berguna, tetapi tidak menjamin dividen di masa depan. Jika struktur industri berubah atau beban utang dan investasi meningkat, perusahaan yang telah lama membayar dividen pun dapat menguranginya.

### Untuk persiapan pensiun, mana yang lebih baik antara saham dividen individual dan ETF dividen?
Hal itu bergantung pada waktu dan kemampuan untuk melakukan analisis sendiri serta tingkat diversifikasi. Saham individual memberikan kendali lebih besar, tetapi risiko tiap perusahaan lebih tinggi, sedangkan ETF lebih mudah didiversifikasi, tetapi biaya, aturan indeks, dan konsentrasi sektor perlu diperiksa.

### Apakah tingkat distribusi yang tinggi dari ETF covered call sama dengan imbal hasil dividen?
Tidak sama. Distribusi dapat mencakup premi opsi atau sumber dana lain selain dividen saham. Batas keuntungan saat harga naik, risiko penurunan, biaya, dan total imbal hasil jangka panjang perlu dinilai secara bersamaan.

### Apakah biaya hidup saat pensiun harus dipenuhi hanya dari dividen?
Tidak perlu. Jika hanya berfokus pada dividen, investasi dapat terkonsentrasi pada sektor berdividen tinggi. Pengeluaran dapat dipenuhi dengan menggabungkan dana pensiun, bunga obligasi, aset setara kas, dividen, dan penjualan sebagian aset secara terencana.

### Apa lagi yang perlu diperiksa dalam investasi saham dividen luar negeri?
Fluktuasi nilai tukar, pemotongan pajak dividen, metode perpajakan di tempat tinggal, jenis rekening, biaya transaksi, dan peraturan terkait warisan perlu diperiksa. Tarif pajak dan metode pelaporan secara spesifik harus ditentukan berdasarkan panduan terbaru dari otoritas pajak dan lembaga keuangan di tempat tinggal.

## Sources

- [Investor.gov - Saham](https://www.investor.gov/introduction-investing/investing-basics/investment-products/stocks)
- [Investor.gov - Reksa Dana yang Diperdagangkan di Bursa](https://www.investor.gov/introduction-investing/investing-basics/investment-products/exchange-traded-funds-etfs)
- [FINRA - Alokasi dan Diversifikasi Aset](https://www.finra.org/investors/investing/investing-basics/asset-allocation-diversification)
- [U.S. Securities and Exchange Commission - Pengajuan Perusahaan EDGAR](https://www.sec.gov/edgar/search/)
- [Federal Reserve Bank of St. Louis - Indeks Harga Konsumen](https://fred.stlouisfed.org/series/CPIAUCSL)
- [Schwab Asset Management - Informasi Dana SCHD](https://www.schwabassetmanagement.com/products/schd)

## Images

![Perempuan lansia meninjau grafik dan dokumen keuangan di meja dapur](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTMwMDAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--f43890adcd86d627ae74767d34840219837fda2e/ai-3b4089fc.webp)
![Infografik arus kas investasi yang menghubungkan aset dan grafik ke dana pensiun](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTMwMDYsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--77072e30576e510ae7b589cba49beae2e022cfbb/ai-e8f0c4e4.webp)