---
title: "Mengapa Odiseus Kehilangan Semua Anak Buahnya: Kepemimpinan dalam Kegagalan dan Tanggung Jawab"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/odysseus-leadership-failure-and-responsibility
published_at: 2026-08-15T14:31:24+09:00
---

# Mengapa Odiseus Kehilangan Semua Anak Buahnya: Kepemimpinan dalam Kegagalan dan Tanggung Jawab

> Odiseus mencapai tujuan pribadinya untuk kembali ke Ithaka, tetapi kehilangan semua rekan yang berangkat bersamanya. Pelayarannya menunjukkan nilai pengambilan keputusan di tengah ketidakpastian, sekaligus menjadi contoh kepemimpinan yang memperingatkan bahaya kesombongan, penyembunyian informasi, dan runtuhnya kepercayaan.

## Key Points

- Kepulangan Odiseus merupakan keberhasilan tujuan pribadi, tetapi menjadi kegagalan tragis dalam tujuan kolektif untuk mempertahankan kelangsungan hidup armada dan rekan-rekannya.
- Kerugian itu tidak dapat dijelaskan hanya oleh ketidakpatuhan rekan-rekannya dan campur tangan supernatural; rasa ingin tahu, hasrat pamer, dan penyembunyian informasi oleh Odiseus juga memperbesar kerugian.
- Pengambilan keputusan harus dinilai bukan hanya berdasarkan hasil, tetapi juga dengan mempertimbangkan informasi, alternatif, tingkat keterdugaan, dan upaya mitigasi kerugian pada saat itu.
- Tujuan agung dan kegigihan mungkin merupakan syarat penting kepemimpinan, tetapi bukan izin untuk memperlakukan anggota sebagai sarana yang dapat dikorbankan.
- Dalam proses dikenangnya Odiseus sebagai pahlawan, bias naratif yang menguntungkan tokoh utama sebagai penyintas sekaligus penyampai cerita juga turut berperan.

Film <Odyssey> karya Christopher Nolan kembali membawa 『Odyssey』 karya Homer ke pusat perhatian publik. Namun, jika pelayaran dalam karya aslinya diubah menjadi laporan kinerja organisasi, muncul hasil yang sulit dijelaskan hanya sebagai kisah kepahlawanan. Odysseus berangkat dari Troya dengan memimpin 12 kapal, kehilangan seluruh rekannya, dan kembali seorang diri ke Ithaka dengan menumpang kapal milik orang lain.

Fakta ini tidak serta-merta menetapkannya sebagai “pemimpin terburuk”. Sebaliknya, ia juga tidak dapat disebut pemimpin yang sukses hanya karena mampu bertahan menghadapi ketidakpastian dan akhirnya tiba di tujuan. 『Odyssey』 berguna bagi para pemimpin masa kini bukan karena memberikan jawaban teladan, melainkan karena memperlihatkan kasus rumit ketika kinerja, tanggung jawab, keberuntungan, kewenangan, dan kepercayaan saling berbenturan.

## Fakta yang perlu diperiksa terlebih dahulu: Benarkah semua anggota tewas?

Dalam 『Odyssey』, semua rekan yang berlayar bersama Odysseus meninggal sebelum mereka sempat pulang. Bagian pembuka karya itu pun merangkum bahwa ia berusaha menyelamatkan rekan-rekannya, tetapi pada akhirnya gagal. Namun, semua kematian itu tidak terjadi akibat satu keputusan atau penyebab yang sama.

| Peristiwa | Korban dan akibat utama | Persoalan dari perspektif kepemimpinan |
|---|---|---|
| Pertempuran melawan bangsa Cicones | Dikisahkan bahwa 6 orang dari setiap kapal, total 72 orang, tewas | Rekan-rekannya tidak mematuhi perintah untuk segera mundur setelah melakukan penjarahan |
| Gua Cyclops | Polyphemus memangsa 6 rekannya | Odysseus menolak usulan rekannya untuk hanya mengambil barang rampasan lalu pergi |
| Setelah lolos dari Polyphemus | Odysseus meneriakkan namanya sendiri dan memancing kemarahan Poseidon | Hasrat untuk memamerkan diri setelah berhasil lolos menciptakan risiko jangka panjang |
| Kantong angin Aeolus | Rekan-rekannya diam-diam membuka kantong itu sehingga mereka kembali terombang-ambing tepat di depan Ithaka | Bukan hanya pembangkangan, tetapi juga ketidakpercayaan terkait imbalan dan informasi terungkap |
| Serangan bangsa Laestrygonians | 11 kapal selain kapal Odysseus dihancurkan | Perbedaan lokasi berlabuh dan cara melakukan pengintaian menentukan kelangsungan hidup |
| Pulau Circe | Elpenor jatuh dari atap dan meninggal | Disiplin dan pengelolaan keselamatan mengendur selama mereka menetap dalam waktu lama |
| Scylla dan Charybdis | Scylla menyambar dan membunuh 6 awak kapal | Ini merupakan pilihan yang paling tidak buruk untuk menghindari kematian seluruh kelompok, tetapi informasi mengenai risiko tidak dibagikan secara memadai |
| Ternak Helios, dewa matahari | Rekan-rekannya menyembelih dan memakan ternak terlarang, lalu semuanya tewas disambar petir Zeus | Kelaparan, pelanggaran perintah, kegagalan pasokan, dan hukuman supernatural berperan secara bersamaan |

Karena itu, ungkapan “Odysseus membunuh seluruh bawahannya” terlalu menyederhanakan persoalan. Pernyataan yang lebih tepat adalah “Dalam pelayaran pulang yang dipimpinnya, seluruh rekannya tewas, dan hasil tersebut disebabkan oleh gabungan pilihan para rekan, keputusan sang pemimpin, serta campur tangan alam dan para dewa.”

## Apakah kepulangan individu sama dengan keberhasilan organisasi?

Untuk menilai kinerja seorang pemimpin, pertama-tama kita harus menentukan unit keberhasilannya.

- **Tujuan pribadi:** Odysseus bertahan hidup, kembali ke Ithaka, serta merebut kembali takhta dan keluarganya.
- **Tujuan misi:** Misi untuk memulangkan armada dan rekan-rekannya ke kampung halaman tidak tercapai.
- **Kelangsungan organisasi:** Ia kehilangan 12 kapal dan seluruh rekannya.
- **Waktu dan sumber daya:** Setelah Perang Troya berakhir, perjalanan pulangnya kembali memakan waktu 10 tahun.
- **Dampak etis:** Sebagian rekan tewas karena ancaman yang tidak dapat dihindari, tetapi sebagian kerugian dipengaruhi oleh penjelajahan yang dipaksakan dan tindakan untuk memamerkan diri.

Pembedaan ini juga berlaku bagi organisasi modern. Sekalipun seorang pendiri memperoleh keuntungan pribadi yang besar dengan menjual perusahaannya, jika kerugian serius tetap ditanggung karyawan dan pelanggan, proyek itu tidak dapat disebut sukses bagi seluruh pemangku kepentingan. Selain menanyakan apakah tujuan tercapai, kita juga harus bertanya tujuan siapa yang dicapai dan siapa yang menanggung biayanya.

## Penilaian yang menguntungkan Odysseus

Kepemimpinan Odysseus memang memiliki kekuatan nyata. Menyangkalnya berarti mengabaikan kompleksitas penanganan krisis yang diperlihatkan karya tersebut.

### Ia mengambil keputusan bahkan dalam situasi yang tidak pasti

Seperti saat melarikan diri dari gua Cyclops, ia menyusun rencana yang dapat dilaksanakan dalam situasi dengan waktu terbatas dan informasi yang tidak lengkap. Proses membuat monster itu mabuk dan membutakannya, lalu mengikatkan tubuh mereka di bawah domba untuk melarikan diri, merupakan contoh pemecahan masalah yang memadukan pengamatan, tipu daya, dan pemanfaatan sumber daya.

### Ia tidak kehilangan tujuan

Meskipun godaan dan kekecewaan terus berulang, Odysseus tidak menyerah pada tujuannya untuk kembali ke Ithaka. Dalam proyek jangka panjang, konsistensi tujuan dapat menjadi kekuatan yang membuat organisasi mampu bertahan menghadapi kekacauan jangka pendek.

### Ia sendiri turut menanggung risiko

Ia bukan sosok yang hanya memberikan perintah lalu tinggal di tempat aman. Ia terlibat langsung dalam pengintaian dan pertempuran, serta menghadapi Circe demi menyelamatkan rekan-rekannya. Ketika penanggung jawab berbagi risiko, legitimasi perintah dan kepercayaan anggota dapat meningkat.

### Tidak semua kegagalan dapat dikendalikan

Badai, monster, dan permusuhan para dewa berada di luar prediksi dan kendali manusia. Dalam pembacaan modern, semuanya setara dengan guncangan eksternal yang tidak dapat disingkirkan pemimpin, seperti perubahan pasar secara mendadak, perang, bencana, dan perubahan regulasi. Fakta bahwa hasilnya buruk tidak serta-merta menjadikan keputusan yang dibuat pada saat itu sebagai keputusan buruk.

## Penilaian yang merugikan Odysseus

Membacanya hanya sebagai pahlawan yang bertanggung jawab juga berbahaya. Karya tersebut berulang kali menampilkan kerugian yang sebenarnya dapat dihindari atau dikurangi secara memadai.

### Rasa ingin tahu dan hasrat memamerkan diri berubah menjadi risiko organisasi

Di gua Cyclops, rekan-rekannya mengusulkan agar mereka mengambil makanan dan ternak lalu segera pergi. Odysseus tetap tinggal karena berharap dapat bertemu pemiliknya dan menerima hadiah. Setelah berhasil melarikan diri, ia menyebutkan namanya sendiri sambil mengejek Polyphemus, yang kemudian memicu pembalasan Poseidon.

Hal ini dapat dibaca sebagai kasus ketika hasrat pribadi akan kehormatan membebankan biaya risiko kepada seluruh organisasi. Keberanian dan kesombongan seorang pemimpin tampak serupa sebelum hasilnya diketahui, sehingga diperlukan prosedur untuk meninjau pendapat yang berlawanan.

### Ia memonopoli bahkan informasi yang diperlukan

Odysseus telah diperingatkan bahwa Scylla akan membunuh enam orang, tetapi ia tidak memberi tahu para awak kapal mengenai risiko spesifik tersebut. Sekalipun keputusan itu dimaksudkan untuk mencegah mereka melepaskan dayung karena ketakutan, tetap ada persoalan etis karena informasi tidak diberikan kepada orang-orang yang mungkin dikorbankan.

Dalam organisasi, ada situasi ketika kerahasiaan memang diperlukan. Namun, alasan bahwa keterbukaan informasi terasa tidak nyaman harus dibedakan dari alasan bahwa informasi benar-benar harus dibatasi demi operasi. Keputusan yang merampas kesempatan anggota untuk memahami dan mempersiapkan diri menghadapi risiko menuntut akuntabilitas yang lebih tinggi.

### Pengulangan perintah tidak dapat menggantikan kepercayaan

Dalam peristiwa kantong angin dan ternak dewa matahari, rekan-rekannya melanggar perintah. Hal ini dapat dipandang sekadar sebagai masalah bawahan yang tidak kompeten dan serakah. Namun, penting pula untuk mencermati bahwa isi kantong itu tidak dibagikan dan muncul kecurigaan bahwa Odysseus memonopoli imbalan.

Kepatuhan terhadap perintah tidak dijamin hanya oleh jabatan. Jika kesenjangan informasi besar dan kecurigaan terhadap keadilan menumpuk, anggota akan lebih memercayai rumor daripada penjelasan pemimpin. Rasa aman psikologis bukan hanya berarti suasana yang nyaman. Hal itu juga mencakup lingkungan tempat orang dapat mengajukan pertanyaan, melaporkan risiko, dan memastikan dasar suatu keputusan.

## Bagaimana pemimpin yang memilih opsi paling tidak buruk harus dinilai?

Pilihan antara Scylla dan Charybdis merupakan persoalan klasik mengenai opsi yang paling tidak buruk. Di satu sisi, sebagian orang pasti tewas; di sisi lain, ada kemungkinan semua orang tewas. Alih-alih menilainya hanya dengan menghitung hasil, keputusan seperti ini harus ditinjau melalui pertanyaan berikut.

1. **Apakah risiko dapat diperkirakan sebelumnya?**
2. **Apakah ada alternatif realistis dengan kerugian yang lebih kecil?**
3. **Apakah pengambil keputusan memprioritaskan keselamatan bersama daripada keuntungan pribadi?**
4. **Apakah informasi diberikan dalam batas yang memungkinkan kepada orang-orang yang terdampak?**
5. **Apakah persiapan dan alokasi sumber daya untuk mengurangi kerugian telah dilakukan?**
6. **Setelah hasilnya diketahui, apakah ia mengakui tanggung jawab dan meninjau proses pengambilan keputusan?**

Fakta bahwa ia tidak mampu menyelamatkan semua orang bukan serta-merta bukti ketidakmampuan. Namun, ungkapan “tidak ada pilihan lain” juga tidak dapat otomatis menjadi alasan pembebasan dari tanggung jawab. Pengorbanan yang tidak terhindarkan harus dibedakan dari pengorbanan yang terjadi akibat kurangnya persiapan.

## Mengapa seorang komandan yang gagal dikenang sebagai pahlawan?

『Odyssey』 diperkirakan terbentuk sekitar akhir abad ke-8 hingga awal abad ke-7 SM. Karena itu, ungkapan “dikenang selama 3.000 tahun” merupakan hiperbola sastra, tetapi dalam pengertian bahwa karya tersebut telah diwariskan selama sekitar 2.700 tahun atau lebih, ingatan itu memang telah bertahan sangat lama.

Odysseus tetap menjadi pahlawan bukan semata-mata karena ia seorang pengelola yang sukses.

- Ia mewakili ketakutan dan godaan yang dialami manusia dalam dunia yang tidak pasti.
- Ia memperlihatkan tipe pahlawan yang menyelesaikan masalah dengan kecerdikan, bukan kekuatan.
- Ia membawa hasrat universal akan kepulangan, keluarga, dan pemulihan identitas.
- Karena merupakan sosok tidak sempurna yang memiliki kesalahan dan kesombongan, ia membuka ruang luas untuk penafsiran.
- Kisahnya terus direproduksi melalui tradisi lisan Yunani kuno, pendidikan, penerjemahan, pertunjukan, dan penerbitan.

Dengan kata lain, fakta bahwa ia dikenang dalam waktu lama tidak membenarkan semua keputusannya. Pengaruh budaya dan keteladanan etis merupakan dua unsur penilaian yang berbeda.

## Sudut pandang yang mudah terlewatkan: Orang yang selamat menguasai cerita

Sebagian petualangan utama dalam 『Odyssey』 disajikan sebagai kilas balik yang diceritakan langsung oleh Odysseus kepada bangsa Phaeacians. Rekan-rekan yang telah tewas tidak dapat menyampaikan keputusan mereka sendiri, ketakutan mereka, ataupun penilaian mereka terhadap sang pemimpin. Bagian pembuka karya tersebut menekankan kecerobohan rekan-rekannya yang memakan ternak dewa matahari, tetapi hal itu tidak menjelaskan seluruh kerugian, termasuk yang disebabkan Cyclops dan bangsa Laestrygonians.

Struktur ini juga menyerupai laporan kegagalan dalam organisasi modern. Jika eksekutif atau penanggung jawab proyek yang selamat menulis evaluasi retrospektif, bias berikut dapat muncul.

- Keputusan yang berhasil dijelaskan sebagai kemampuan pemimpin, sedangkan kegagalan dijelaskan sebagai akibat lingkungan atau pembangkangan anggota.
- Risiko yang tidak dapat diketahui sebelumnya tercampur dengan peringatan yang sebenarnya telah diabaikan.
- Kesaksian anggota yang telah pergi atau dirugikan tidak tercantum dalam catatan.
- Kelangsungan hidup atau promosi individu dikemas sebagai keberhasilan seluruh organisasi.

Karena itu, evaluasi retrospektif dari pemimpin saja tidak cukup untuk menjadikan kegagalan sebagai bahan pembelajaran. Catatan pengambilan keputusan, pendapat yang berlawanan pada saat itu, kesaksian anggota di lapangan, indikator risiko, serta hasil bagi setiap pemangku kepentingan harus disimpan bersama-sama. Inilah perbedaan antara narasi kepahlawanan dan pembelajaran organisasi.

## Pelajaran yang dapat diambil pemimpin modern

Hal yang harus dipelajari dari Odysseus bukanlah pengambilan keputusan tanpa syarat atau pengagungan pengorbanan.

- **Sepakati terlebih dahulu cakupan kinerja.** Ukur bukan hanya kelangsungan hidup individu, pendapatan, dan kepatuhan terhadap jadwal, tetapi juga keselamatan anggota serta kerugian pelanggan.
- **Tinjau keputusan dan hasil secara terpisah.** Hasil yang baik tidak membenarkan keputusan gegabah, dan hasil yang buruk juga tidak serta-merta membatalkan keputusan yang rasional.
- **Gunakan pendapat yang berlawanan sebagai alat pendeteksi risiko.** Jangan menganggap usulan rekan untuk mundur sebagai kelemahan atau kurangnya loyalitas.
- **Tetapkan standar yang jelas untuk pembatasan informasi.** Bedakan rahasia yang diperlukan demi keamanan dari penyembunyian untuk menghindari tanggung jawab.
- **Pisahkan hasrat pemimpin dari tujuan organisasi.** Periksa apakah kehormatan, pengakuan, dan keinginan membalas dendam memperbesar risiko bersama.
- **Sertakan berbagai suara dalam catatan kegagalan.** Jangan mengakhiri evaluasi setelah kejadian hanya dengan penjelasan dari penanggung jawab yang selamat.

## Kesimpulan: Apakah kembali memegang kemudi saja sudah cukup?

Odysseus tidak menyerah, tidak menghindari keputusan ketika menghadapi krisis, dan akhirnya tiba di tujuan. Pada saat yang sama, rasa ingin tahu dan hasratnya untuk memamerkan diri menciptakan risiko yang sebenarnya dapat dihindari, sedangkan monopoli informasi dan kurangnya kepercayaan mengurangi peluang rekan-rekannya untuk bertahan hidup.

Tanggung jawab sejati bermula dari sikap untuk tetap memegang kemudi setelah kegagalan, tetapi tidak berhenti di sana. Harus ada tinjauan terbuka mengenai alasan kapal hancur, peringatan siapa yang diabaikan, dan apakah ada jalan lain untuk mengurangi pengorbanan. Pelajaran terpenting yang diberikan Odysseus kepada para pemimpin masa kini bukanlah “teruslah maju sampai akhir”, melainkan “tanyakan siapa yang hilang selama perjalanan menuju tujuan dan tanggung jawab apa yang harus Anda tanggung atas kehilangan tersebut”.

## FAQ

### Apakah semua rekan yang berangkat bersama Odysseus benar-benar tewas?
Ya. Dalam 『Odyssey』, semua rekan dalam armada kepulangan Odysseus tewas selama pelayaran dan hanya Odysseus yang kembali ke Ithaca. Namun, penyebab kematian mereka berbeda-beda, seperti pertempuran, serangan monster, kecelakaan, pelanggaran perintah, dan hukuman dewa.

### Berapa banyak kapal yang dipimpin Odysseus pada awalnya?
Menurut kisah Odysseus, 12 kapal berangkat bersama-sama dari Troya. Sebanyak 11 kapal dihancurkan oleh serangan kaum Laestrygonian dan hanya satu kapal Odysseus yang berhasil lolos, tetapi kapal itu dan rekan-rekannya yang tersisa juga kemudian hilang.

### Apakah semua kematian itu merupakan kesalahan Odysseus?
Tidak. Ada penyebab yang tidak sepenuhnya dapat ia kendalikan, seperti ketidakpatuhan rekan-rekannya, badai dan monster, serta campur tangan para dewa. Namun, jelas ada pula peristiwa yang membuat tanggung jawabnya sebagai pemimpin dapat dipersoalkan, seperti keputusannya untuk tetap berada di gua Cyclops, tindakannya memamerkan diri dengan mengungkapkan namanya setelah melarikan diri, dan keputusannya menyembunyikan bahaya Scylla.

### Apakah keputusan mengorbankan enam orang saat menghadapi Scylla dapat dibenarkan?
Keputusan itu dapat dibela sebagai pilihan yang lebih kecil keburukannya demi menghindari Charybdis, yang berpotensi memusnahkan mereka semua. Namun, caranya yang tidak memberi tahu para awak tentang bahaya tersebut merupakan persoalan etis tersendiri, dan ketakterelakkan pilihan itu tidak serta-merta membenarkan penyembunyian informasi.

### Dapatkah Odysseus disebut sebagai pemimpin yang sukses?
Hal itu bergantung pada kriteria penilaiannya. Ia berhasil dalam hal kelangsungan hidup dan kepulangannya sendiri, tetapi gagal dalam hal kepulangan rekan-rekannya, kelestarian kelompok, serta pengelolaan jadwal dan sumber daya. Oleh karena itu, lebih tepat untuk menilai secara terpisah hasil bagi setiap pemangku kepentingan dan proses pengambilan keputusan, daripada sekadar memutuskan bahwa ia sukses atau gagal.

### Mengapa Odysseus dikenang sebagai pahlawan selama begitu lama?
Ia mewakili kecerdikan, ketekunan, dan kerinduan untuk pulang, sekaligus merupakan sosok kompleks yang memiliki kesombongan dan melakukan kesalahan. Ditambah dengan tradisi lisan kuno, pendidikan dan penerjemahan, pertunjukan, serta adaptasi modern, kisahnya terus diwariskan selama sekitar 2.700 tahun.

### Apakah terdapat bias penyintas dalam 『Odyssey』?
Dari sudut pandang modern, ada ruang untuk membacanya demikian. Karena sebagian besar petualangan utama dikisahkan kembali secara langsung oleh Odysseus sebagai satu-satunya penyintas, sudut pandang rekan-rekannya yang tewas tidak tercatat. Namun, karena dalam keseluruhan karya juga terdapat narator lain, karya tersebut tidak sepenuhnya sama dengan autobiografi sederhana dari sudut pandang orang pertama.

### Apa pelajaran utama yang dapat dipetik organisasi modern dari kisah ini?
Bahwa kepemimpinan tidak boleh dinilai hanya berdasarkan ketegasan dalam mengambil keputusan. Perlu ditelaah secara bersamaan siapa pemilik tujuan tersebut, biaya yang ditanggung para anggota, cara menangani pendapat yang berlawanan, tingkat keterbukaan informasi, kerugian yang dapat dicegah, hingga tanggung jawab setelah kejadian.

## Sources

- [Homer, The Odyssey, Perseus Digital Library](https://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus:text:1999.01.0136)
- [The Odyssey oleh Homer, Project Gutenberg](https://www.gutenberg.org/ebooks/1727)
- [Odyssey | Ringkasan, Tokoh, Makna, & Fakta, Encyclopaedia Britannica](https://www.britannica.com/topic/Odyssey-epic-by-Homer)
- [The Odyssey, Universal Pictures](https://www.universalpictures.com/movies/the-odyssey)

## Images

![Pelaut tunggal menuju istana pesisir melintasi laut gelap yang dipenuhi puing kapal karam](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6ODA5NywicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--712022285e3b6bd0aefef7dea17d7d84e493478b/ai-1b52f1c3.webp)
![Odiseus memegang kemudi di antara kapal karam, monster, dan awak yang terpecah](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6ODEwMywicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--eb3183b94394cbc14cd4b126d5ccdb32471a3512/ai-04ab7289.webp)