{"content_id":"lkbksuidpf","slug":"divorce-alimony-vs-property-division-korea","locale":"id","schema_type":"Article","category":"policy_guide","category_name":"Panduan Kebijakan","title":"Perbedaan Ganti Rugi Perceraian dan Pembagian Harta serta Pajak Properti","summary":"Ganti rugi merupakan kompensasi atas kerugian akibat perbuatan melawan hukum yang menyebabkan retaknya perkawinan, sedangkan pembagian harta merupakan sistem pembagian kekayaan yang dibentuk bersama oleh pasangan berdasarkan kontribusi masing-masing. Khususnya, jika properti dialihkan, pajak penghasilan atas pengalihan, pajak perolehan, dan nilai perolehan saat kelak dijual dapat berbeda tergantung pada sebutan dan substansinya.","sponsorship_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Ganti rugi merupakan kompensasi atas kerugian mental akibat kesalahan, sedangkan pembagian harta merupakan pembagian kekayaan yang dibentuk bersama selama perkawinan.","Pasangan yang bersalah juga dapat menuntut pembagian harta, dan harta sebelum perkawinan atau harta warisan pun dapat dipertimbangkan sebagian jika kontribusi pihak lain dalam mempertahankan atau meningkatkan nilainya diakui.","Jika properti dialihkan sebagai ganti rugi, pihak yang menyerahkannya dapat dikenai pajak penghasilan atas pengalihan, tetapi pada prinsipnya pembagian harta yang wajar tidak dianggap sebagai pengalihan pada saat dilakukan.","Untuk properti yang diterima melalui pembagian harta, waktu dan nilai perolehan pemilik sebelumnya diteruskan sehingga keuntungan atas pengalihan dapat menjadi lebih besar ketika properti tersebut kelak dijual.","Pajak tidak ditentukan hanya berdasarkan nama yang dicantumkan dalam perjanjian; masa perkawinan, proses pembentukan harta, proporsi pembagian, dan tujuan pembayaran yang sebenarnya dinilai secara bersama-sama."],"content_markdown":"Uang yang dibayarkan kepada pasangan saat bercerai sering kali semuanya disebut sebagai kompensasi, tetapi kompensasi dan pembagian harta berbeda mulai dari tujuan, pihak yang dapat dituntut, standar penilaian, batas waktu pengajuan, hingga pajaknya. Kedua tuntutan dapat diajukan secara bersamaan, dan hak atas pembagian harta tidak serta-merta hilang hanya karena salah satu pihak merupakan pasangan yang bersalah.\n\nPenjelasan di bawah ini bersifat umum berdasarkan hukum perdata dan hukum pajak Republik Korea. Pajak yang sebenarnya dapat berbeda tergantung pada jenis harta yang dialihkan, dasar pendaftaran, jumlah rumah yang dimiliki, nilai, waktu perolehan, dan isi kesepakatan.\n\n## Perbedaan utama antara kompensasi dan pembagian harta\n\n| Kategori | Kompensasi | Pembagian harta |\n|---|---|---|\n| Sifat hukum | Ganti rugi atas penderitaan mental akibat perbuatan melawan hukum yang menyebabkan keretakan perkawinan | Penyelesaian harta yang dibentuk dan dipertahankan bersama selama perkawinan serta jaminan kehidupan setelah perceraian |\n| Perlunya kesalahan | Harus membuktikan perbuatan melawan hukum yang menjadi tanggung jawab pihak lain serta penderitaan mental | Pada prinsipnya, kontribusi terhadap pembentukan dan pemeliharaan harta dinilai daripada ada atau tidaknya kesalahan |\n| Pihak yang dapat dituntut | Pasangan yang bertanggung jawab dan pihak ketiga yang memenuhi persyaratan tertentu | Pada prinsipnya pasangan |\n| Faktor penilaian utama | Perselingkuhan, kekerasan, penelantaran dengan iktikad buruk, lamanya perkawinan, latar belakang keretakan, dan tingkat tanggung jawab | Lamanya perkawinan, pendapatan, pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, dana perolehan harta, utang, serta tingkat kontribusi terhadap pemeliharaan dan peningkatan harta |\n| Jumlah·proporsi | Tidak ada jumlah tetap menurut hukum atau harga pasar yang berlaku seragam | Tidak selalu setengah dan ditentukan dengan mempertimbangkan kontribusi serta keadaan individual secara menyeluruh |\n| Batas waktu pengajuan | Untuk kompensasi perceraian terhadap pasangan, umumnya berlaku persoalan batas waktu 3 tahun sejak perceraian | Harus diajukan dalam waktu 2 tahun sejak tanggal perceraian |\n| Pengajuan bersamaan | Dapat diajukan bersama pembagian harta | Dapat diajukan bersama kompensasi |\n\nTidak ada jumlah standar kompensasi yang ditetapkan oleh hukum. Kisaran jumlah tertentu yang sering disebut secara daring bukanlah standar yang berlaku untuk semua perkara dan dapat berbeda menurut keadaan konkret, seperti penyebab dan durasi keretakan, tingkat tanggung jawab, serta kemampuan ekonomi para pihak.\n\n## Kompensasi adalah ganti rugi atas kesalahan\n\nUntuk memperoleh kompensasi, ketidakcocokan kepribadian saja tidak cukup. Perbuatan melawan hukum pihak lain, hubungan sebab akibat dengan keretakan perkawinan, dan penderitaan mental harus dapat dibuktikan. Perselingkuhan, kekerasan, penghinaan berulang, atau penelantaran dengan iktikad buruk dapat menjadi pokok sengketa.\n\n### Apakah tuntutan juga dapat diajukan terhadap pihak ketiga selain pasangan?\n\nJika pihak ketiga yang berselingkuh dengan pasangan telah merusak hubungan perkawinan hingga menyebabkan keretakan, tanggung jawab ganti rugi dapat diakui. Namun, terdapat batasan berikut.\n\n- Penting apakah pihak ketiga mengetahui atau seharusnya dapat mengetahui bahwa pihak lainnya sedang terikat perkawinan.\n- Jika hubungan perkawinan sudah rusak sampai pada taraf sulit dipulihkan sebelum perselingkuhan, tanggung jawab pihak ketiga mungkin tidak diakui.\n- Ganti rugi penuh atas kerugian yang sama tidak dapat diterima dua kali dari pasangan dan pihak ketiga.\n- Seseorang tidak bertanggung jawab hanya karena merupakan kerabat seperti mertua; perbuatan melawan hukum mandiri yang menyebabkan keretakan perkawinan harus dibuktikan.\n\nTitik awal kedaluwarsa dan konstruksi hukum untuk tuntutan kompensasi perceraian terhadap pasangan dapat berbeda dari tuntutan ganti rugi atas perbuatan melawan hukum terhadap pihak ketiga. Untuk tuntutan terhadap pihak ketiga, ketentuan kedaluwarsa perbuatan melawan hukum dalam hukum perdata, yaitu 3 tahun sejak mengetahui kerugian dan pelakunya serta 10 tahun sejak perbuatan melawan hukum terjadi, juga harus diperiksa.\n\n## Pembagian harta adalah sistem penyelesaian harta bersama\n\nPembagian harta bukanlah sistem untuk menghukum pihak yang kesalahannya menyebabkan perceraian. Meskipun harta hanya terdaftar atas nama salah satu pasangan, harta tersebut dapat menjadi objek pembagian jika pasangan lainnya berkontribusi terhadap pembentukan dan pemeliharaannya melalui kegiatan berpenghasilan, pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, pengelolaan harta, dan sebagainya. Oleh karena itu, pasangan yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan pun pada prinsipnya dapat menuntut pembagian harta.\n\n### Harta yang dapat menjadi objek pembagian\n\n- Rumah, tanah, simpanan, saham, dan mobil yang diperoleh dengan pendapatan selama perkawinan\n- Utang yang ditanggung untuk kehidupan bersama atau pembentukan harta\n- Bagian yang dapat dinilai dari manfaat masa depan yang sebanding dengan pekerjaan selama perkawinan, seperti pesangon dan pensiun kerja\n- Harta usaha yang dikelola atas nama salah satu pihak, tetapi secara substansial dibentuk bersama oleh pasangan\n\nHarta yang telah dimiliki sebelum perkawinan, harta warisan, dan harta hibah pada prinsipnya merupakan harta pribadi. Namun, jika pihak lain secara substansial berkontribusi terhadap pemeliharaan atau peningkatan harta tersebut, misalnya dengan mengelolanya dalam jangka panjang atau menanggung utang, kontribusi itu dapat diperhitungkan dalam pembagian.\n\nPensiun yang dibagi dari pensiun publik seperti Pensiun Nasional dapat tunduk pada persyaratan hukum dan prosedur pengajuan yang terpisah dari pembagian harta menurut hukum perdata, sehingga hal tersebut juga harus diperiksa.\n\n### Apakah pembagian harta juga dimungkinkan dalam perkawinan de facto?\n\nDalam hubungan perkawinan de facto yang memiliki substansi perkawinan tetapi tidak didaftarkan, pembagian harta dapat diakui berdasarkan putusan pengadilan ketika hubungan tersebut berakhir. Namun, hidup bersama biasa tanpa niat menjalani kehidupan bersama dan tanpa kehidupan nyata sebagai pasangan suami istri secara sosial mungkin tidak diakui sebagai perkawinan de facto. Kompensasi juga mensyaratkan pembuktian adanya perbuatan melawan hukum yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan de facto.\n\n## Hal yang perlu diperhatikan terkait batas waktu dan prosedur pengajuan\n\nHak untuk menuntut pembagian harta berakhir setelah lewat 2 tahun sejak tanggal perceraian. Untuk perceraian berdasarkan kesepakatan, acuannya adalah tanggal laporan perceraian diterima, sedangkan untuk perceraian melalui pengadilan, acuannya antara lain tanggal putusan berkekuatan hukum tetap, yaitu saat perkawinan secara hukum berakhir.\n\nUntuk kompensasi perceraian terhadap pasangan, biasanya yang menjadi persoalan adalah apakah tuntutan diajukan dalam waktu 3 tahun sejak perceraian. Perhitungannya dapat berbeda bergantung pada pihak yang dituntut dan waktu terjadinya perbuatan melawan hukum, sehingga pemeriksaan individual diperlukan jika tenggat waktunya sudah dekat.\n\nFakta bahwa perceraian dilakukan berdasarkan kesepakatan tidak berarti pembagian harta otomatis selesai. Para pihak harus membuat kesepakatan tersendiri atau mengajukan pembagian harta ke pengadilan keluarga. Jika sulit mencapai kesepakatan, kompensasi, pembagian harta, biaya pemeliharaan anak, dan sebagainya dapat ditetapkan bersama dalam proses mediasi perkara keluarga, dan berita acara mediasi dapat memiliki kekuatan eksekutorial.\n\nJika pihak lain melepaskan harta untuk menghindari pembagian harta, dapat dipertimbangkan sarana perlindungan seperti pembatalan perbuatan yang merugikan kreditur berdasarkan hukum perdata, penyitaan sementara, atau perintah sementara. Penting untuk memperoleh daftar harta, rekening, pendaftaran real estat, pinjaman, dan riwayat pelepasan harta sejak dini.\n\n## Pajak ketika pembayaran dilakukan secara tunai\n\nKompensasi tunai biasa untuk penderitaan mental umumnya tidak dianggap sebagai penghasilan kena pajak atau hibah bagi penerimanya. Pembagian harta secara tunai juga umumnya tidak dikenai pajak hibah jika masih dalam lingkup penyelesaian harta yang semula dibentuk bersama.\n\nNamun, hasilnya dapat berbeda dalam kasus berikut.\n\n- Hanya memakai nama kompensasi atau pembagian harta, tetapi secara substansial merupakan hibah\n- Jumlah pembagian sangat berlebihan dibandingkan dengan lamanya perkawinan dan kontribusi terhadap pembentukan harta, tanpa alasan yang wajar\n- Jumlah yang bersifat lain, seperti pendapatan usaha, upah, atau bunga, dimasukkan dalam kompensasi\n- Harta milik pihak ketiga selain pasangan dialihkan\n\nOtoritas pajak tidak hanya melihat judul dokumen, tetapi juga menilai alasan pembayaran yang sebenarnya dan dasar penghitungan jumlahnya.\n\n## Ketika real estat dialihkan sebagai kompensasi\n\nJika kewajiban kompensasi dibayar dengan rumah atau tanah sebagai pengganti uang tunai, hal itu dapat dinilai berdasarkan hukum pajak sebagai pembayaran dengan barang, yaitu pelunasan utang menggunakan real estat. Dalam hal ini, pihak yang menyerahkan real estat dapat dianggap secara ekonomis telah melakukan pengalihan real estat dengan imbalan, sehingga dapat timbul kewajiban membayar pajak penghasilan atas pengalihan.\n\nPenerima real estat dapat dikenai pajak perolehan dan biaya pendaftaran. Tarif pajak perolehan untuk pengalihan sebagai kompensasi tidak selalu dapat dipastikan sebesar 3.5%. Tarif dan pengenaan tarif tambahan dapat berbeda menurut jenis dan nilai real estat, jumlah rumah yang dimiliki, lokasi, sifat hukum pengalihan, serta hukum pajak daerah yang berlaku pada saat pengalihan. Pajak tambahan seperti pajak pendidikan daerah atau pajak khusus untuk wilayah pertanian dan perikanan juga harus diperiksa.\n\nKetika real estat yang diperoleh sebagai kompensasi kemudian dijual, nilai perolehan dan waktu perolehan yang diakui pada saat pelunasan kompensasi umumnya menjadi titik awal penghitungan pajak penghasilan atas pengalihan yang baru. Oleh karena itu, penting untuk mencantumkan dengan jelas jumlah pelunasan dalam perjanjian dan, jika perlu, menyimpan data objektif mengenai nilai pasar, seperti hasil penilaian.\n\n## Ketika real estat dialihkan melalui pembagian harta\n\nKarena pembagian harta yang secara wajar membagi harta yang dibentuk selama perkawinan bersifat menetapkan bagian milik masing-masing sejak semula, pada saat real estat diserahkan, hal tersebut pada prinsipnya tidak dianggap sebagai pengalihan yang dikenai pajak penghasilan atas pengalihan.\n\nJika real estat diperoleh melalui pembagian harta berdasarkan hukum perdata, tarif khusus berdasarkan hukum pajak daerah dapat berlaku sehingga pokok pajak perolehan secara umum dapat menjadi 1.5%. Namun, angka tersebut bukan tarif beban akhir yang mencakup seluruh pajak tambahan, dan tarif khusus dapat ditolak jika pengalihan hanya secara formal disebut pembagian harta atau melampaui batas yang wajar.\n\n### Nilai perolehan diwarisi ketika kemudian dijual\n\nTidak adanya pajak penghasilan atas pengalihan pada saat pembagian harta bukan berarti pajaknya hilang secara permanen. Untuk bagian yang diterima melalui pembagian, pada prinsipnya waktu dan nilai perolehan pasangan sebelumnya diwarisi.\n\nSebagai contoh, anggaplah salah satu pasangan memperoleh tanah seharga 100 juta won 10 tahun lalu dan nilainya sekarang 1 miliar won, lalu pasangan lainnya menerima tanah tersebut melalui pembagian harta. Jika kemudian dijual seharga 1,1 miliar won, penghitungan tidak hanya didasarkan pada selisih sebesar 100 juta won dari nilai 1 miliar won pada saat pembagian harta. Penghasilan dari pengalihan dihitung dengan nilai perolehan sebelumnya sebesar 100 juta won sebagai titik awal, dengan memperhitungkan pengeluaran modal, biaya yang diperlukan, pengurangan khusus untuk kepemilikan jangka panjang, dan persyaratan pembebasan pajak.\n\nSebaliknya, jika diperoleh melalui pembayaran dengan barang untuk kompensasi, nilai yang diakui pada saat pelunasan dapat menjadi nilai perolehan. Perbedaannya adalah metode kompensasi dapat mempercepat timbulnya pajak pihak yang membayar pada saat pengalihan, sedangkan metode pembagian harta dapat memperbesar keuntungan pengalihan penerima di masa mendatang.\n\n## Tabel perbandingan perbedaan pajak\n\n| Metode pembayaran | Pihak yang mengalihkan | Pihak yang menerima | Pokok utama saat penjualan di masa mendatang |\n|---|---|---|---|\n| Kompensasi tunai | Umumnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan | Ganti rugi biasa atas penderitaan mental umumnya tidak dikenai pajak penghasilan·pajak hibah | Tidak berlaku |\n| Pembagian harta tunai | Umumnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan | Penyelesaian harta bersama yang wajar umumnya bukan hibah | Tidak berlaku |\n| Kompensasi real estat | Dapat menimbulkan pajak penghasilan atas pengalihan karena dianggap sebagai pembayaran dengan barang | Dapat menanggung pajak perolehan dan biaya pendaftaran | Nilai dan waktu perolehan yang diakui saat pelunasan dapat menjadi acuan |\n| Pembagian harta real estat | Jika pembagiannya wajar, pada prinsipnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan pada saat pengalihan | Tarif khusus pajak perolehan untuk pembagian harta dapat berlaku | Pada prinsipnya mewarisi nilai dan waktu perolehan pemilik sebelumnya |\n\nDalam membandingkan beban yang sebenarnya, bukan hanya pajak penghasilan atas pengalihan dan pajak perolehan saat ini yang harus dihitung, tetapi juga pajak saat penjualan di masa mendatang, pembebasan pajak untuk satu rumah milik satu rumah tangga, masa kepemilikan, pengambilalihan pinjaman, dan biaya pendaftaran.\n\n## Persoalan yang mudah terlewatkan: substansi transaksi lebih penting daripada redaksi perjanjian\n\nMeskipun real estat yang sama dialihkan, pajaknya tidak ditentukan hanya berdasarkan apakah perjanjian menyebutnya sebagai kompensasi atau pembagian harta. Pengadilan dan otoritas pajak mempertimbangkan secara bersamaan lamanya perkawinan, skala keseluruhan harta, kontribusi masing-masing pihak, jumlah ganti rugi atas perbuatan melawan hukum, beban utang, dan pelaksanaan yang sebenarnya.\n\nSebaiknya setidaknya hal-hal berikut dibedakan dalam perjanjian atau berita acara mediasi.\n\n- Jumlah kompensasi dan pembagian harta atau harta yang menjadi objeknya\n- Alamat, bagian kepemilikan, dan nilai penilaian real estat\n- Dasar pendaftaran pengalihan hak milik dan tenggat pelaksanaannya\n- Pihak yang menanggung pinjaman beragunan, uang jaminan sewa, dan pajak\n- Pihak yang menanggung biaya pendaftaran dan pajak perolehan\n- Ganti rugi keterlambatan dan metode eksekusi paksa jika pembayaran terlambat\n- Tuntutan mana yang diselesaikan secara final oleh kesepakatan tersebut\n\nJika kesepakatannya bersifat campuran, bagian mana dari keseluruhan real estat yang merupakan kompensasi dan bagian mana yang merupakan pembagian harta harus dibedakan dengan dasar yang wajar. Jika untuk mengurangi pajak digunakan sebutan yang berbeda dari kenyataannya, pajak penghasilan atas pengalihan atau pajak hibah dapat ditagih kembali dan denda pajak dapat dikenakan.\n\n## Daftar periksa sebelum mengambil keputusan\n\n1. Periksa seluruh real estat, simpanan, saham, asuransi, manfaat pensiun, dan utang atas nama pasangan.\n2. Catat tanggal perolehan awal, nilai perolehan sebenarnya, nilai pasar saat ini, dan sumber dana untuk setiap harta.\n3. Bedakan harta sebelum perkawinan·harta warisan dari harta yang dibentuk bersama selama perkawinan.\n4. Hitung kompensasi dan pembagian harta secara terpisah serta cantumkan dasar masing-masing dalam perjanjian.\n5. Sebelum mengalihkan real estat, bandingkan secara bersamaan pajak penghasilan atas pengalihan, pajak perolehan, pajak tambahan, dan pajak saat penjualan di masa mendatang.\n6. Jika hanya melakukan perceraian berdasarkan kesepakatan dan menunda persoalan harta, jangan lewatkan batas waktu 2 tahun untuk pembagian harta.\n7. Jika mencakup real estat bernilai tinggi, kepemilikan saham badan usaha, harta di luar negeri, atau kepemilikan banyak rumah, dapatkan tinjauan hukum dan pajak sebelum pendaftaran.\n\nTidak ada sebutan antara kompensasi dan pembagian harta yang selalu lebih menguntungkan. Penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan hubungan hukum sebenarnya, serta pajak pengalihan saat ini dan pajak atas pengalihan di masa mendatang harus dihitung bersama.","content_html":"\u003cp\u003eUang yang dibayarkan kepada pasangan saat bercerai sering kali semuanya disebut sebagai kompensasi, tetapi kompensasi dan pembagian harta berbeda mulai dari tujuan, pihak yang dapat dituntut, standar penilaian, batas waktu pengajuan, hingga pajaknya. Kedua tuntutan dapat diajukan secara bersamaan, dan hak atas pembagian harta tidak serta-merta hilang hanya karena salah satu pihak merupakan pasangan yang bersalah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan di bawah ini bersifat umum berdasarkan hukum perdata dan hukum pajak Republik Korea. Pajak yang sebenarnya dapat berbeda tergantung pada jenis harta yang dialihkan, dasar pendaftaran, jumlah rumah yang dimiliki, nilai, waktu perolehan, dan isi kesepakatan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-utama-antara-kompensasi-dan-pembagian-harta\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-utama-antara-kompensasi-dan-pembagian-harta\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan utama antara kompensasi dan pembagian harta\u003c/h2\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eKompensasi\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePembagian harta\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eSifat hukum\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003eGanti rugi atas penderitaan mental akibat perbuatan melawan hukum yang menyebabkan keretakan perkawinan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003ePenyelesaian harta yang dibentuk dan dipertahankan bersama selama perkawinan serta jaminan kehidupan setelah perceraian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePerlunya kesalahan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003eHarus membuktikan perbuatan melawan hukum yang menjadi tanggung jawab pihak lain serta penderitaan mental\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003ePada prinsipnya, kontribusi terhadap pembentukan dan pemeliharaan harta dinilai daripada ada atau tidaknya kesalahan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePihak yang dapat dituntut\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003ePasangan yang bertanggung jawab dan pihak ketiga yang memenuhi persyaratan tertentu\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003ePada prinsipnya pasangan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eFaktor penilaian utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003ePerselingkuhan, kekerasan, penelantaran dengan iktikad buruk, lamanya perkawinan, latar belakang keretakan, dan tingkat tanggung jawab\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003eLamanya perkawinan, pendapatan, pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, dana perolehan harta, utang, serta tingkat kontribusi terhadap pemeliharaan dan peningkatan harta\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eJumlah·proporsi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003eTidak ada jumlah tetap menurut hukum atau harga pasar yang berlaku seragam\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003eTidak selalu setengah dan ditentukan dengan mempertimbangkan kontribusi serta keadaan individual secara menyeluruh\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eBatas waktu pengajuan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003eUntuk kompensasi perceraian terhadap pasangan, umumnya berlaku persoalan batas waktu 3 tahun sejak perceraian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003eHarus diajukan dalam waktu 2 tahun sejak tanggal perceraian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePengajuan bersamaan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kompensasi\"\u003eDapat diajukan bersama pembagian harta\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembagian harta\"\u003eDapat diajukan bersama kompensasi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eTidak ada jumlah standar kompensasi yang ditetapkan oleh hukum. Kisaran jumlah tertentu yang sering disebut secara daring bukanlah standar yang berlaku untuk semua perkara dan dapat berbeda menurut keadaan konkret, seperti penyebab dan durasi keretakan, tingkat tanggung jawab, serta kemampuan ekonomi para pihak.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kompensasi-adalah-ganti-rugi-atas-kesalahan\" class=\"anchor\" id=\"kompensasi-adalah-ganti-rugi-atas-kesalahan\"\u003e\u003c/a\u003eKompensasi adalah ganti rugi atas kesalahan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eUntuk memperoleh kompensasi, ketidakcocokan kepribadian saja tidak cukup. Perbuatan melawan hukum pihak lain, hubungan sebab akibat dengan keretakan perkawinan, dan penderitaan mental harus dapat dibuktikan. Perselingkuhan, kekerasan, penghinaan berulang, atau penelantaran dengan iktikad buruk dapat menjadi pokok sengketa.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-tuntutan-juga-dapat-diajukan-terhadap-pihak-ketiga-selain-pasangan\" class=\"anchor\" id=\"apakah-tuntutan-juga-dapat-diajukan-terhadap-pihak-ketiga-selain-pasangan\"\u003e\u003c/a\u003eApakah tuntutan juga dapat diajukan terhadap pihak ketiga selain pasangan?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eJika pihak ketiga yang berselingkuh dengan pasangan telah merusak hubungan perkawinan hingga menyebabkan keretakan, tanggung jawab ganti rugi dapat diakui. Namun, terdapat batasan berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePenting apakah pihak ketiga mengetahui atau seharusnya dapat mengetahui bahwa pihak lainnya sedang terikat perkawinan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika hubungan perkawinan sudah rusak sampai pada taraf sulit dipulihkan sebelum perselingkuhan, tanggung jawab pihak ketiga mungkin tidak diakui.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eGanti rugi penuh atas kerugian yang sama tidak dapat diterima dua kali dari pasangan dan pihak ketiga.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSeseorang tidak bertanggung jawab hanya karena merupakan kerabat seperti mertua; perbuatan melawan hukum mandiri yang menyebabkan keretakan perkawinan harus dibuktikan.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eTitik awal kedaluwarsa dan konstruksi hukum untuk tuntutan kompensasi perceraian terhadap pasangan dapat berbeda dari tuntutan ganti rugi atas perbuatan melawan hukum terhadap pihak ketiga. Untuk tuntutan terhadap pihak ketiga, ketentuan kedaluwarsa perbuatan melawan hukum dalam hukum perdata, yaitu 3 tahun sejak mengetahui kerugian dan pelakunya serta 10 tahun sejak perbuatan melawan hukum terjadi, juga harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pembagian-harta-adalah-sistem-penyelesaian-harta-bersama\" class=\"anchor\" id=\"pembagian-harta-adalah-sistem-penyelesaian-harta-bersama\"\u003e\u003c/a\u003ePembagian harta adalah sistem penyelesaian harta bersama\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePembagian harta bukanlah sistem untuk menghukum pihak yang kesalahannya menyebabkan perceraian. Meskipun harta hanya terdaftar atas nama salah satu pasangan, harta tersebut dapat menjadi objek pembagian jika pasangan lainnya berkontribusi terhadap pembentukan dan pemeliharaannya melalui kegiatan berpenghasilan, pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, pengelolaan harta, dan sebagainya. Oleh karena itu, pasangan yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan pun pada prinsipnya dapat menuntut pembagian harta.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#harta-yang-dapat-menjadi-objek-pembagian\" class=\"anchor\" id=\"harta-yang-dapat-menjadi-objek-pembagian\"\u003e\u003c/a\u003eHarta yang dapat menjadi objek pembagian\u003c/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRumah, tanah, simpanan, saham, dan mobil yang diperoleh dengan pendapatan selama perkawinan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eUtang yang ditanggung untuk kehidupan bersama atau pembentukan harta\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBagian yang dapat dinilai dari manfaat masa depan yang sebanding dengan pekerjaan selama perkawinan, seperti pesangon dan pensiun kerja\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHarta usaha yang dikelola atas nama salah satu pihak, tetapi secara substansial dibentuk bersama oleh pasangan\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eHarta yang telah dimiliki sebelum perkawinan, harta warisan, dan harta hibah pada prinsipnya merupakan harta pribadi. Namun, jika pihak lain secara substansial berkontribusi terhadap pemeliharaan atau peningkatan harta tersebut, misalnya dengan mengelolanya dalam jangka panjang atau menanggung utang, kontribusi itu dapat diperhitungkan dalam pembagian.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePensiun yang dibagi dari pensiun publik seperti Pensiun Nasional dapat tunduk pada persyaratan hukum dan prosedur pengajuan yang terpisah dari pembagian harta menurut hukum perdata, sehingga hal tersebut juga harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-pembagian-harta-juga-dimungkinkan-dalam-perkawinan-de-facto\" class=\"anchor\" id=\"apakah-pembagian-harta-juga-dimungkinkan-dalam-perkawinan-de-facto\"\u003e\u003c/a\u003eApakah pembagian harta juga dimungkinkan dalam perkawinan de facto?\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eDalam hubungan perkawinan de facto yang memiliki substansi perkawinan tetapi tidak didaftarkan, pembagian harta dapat diakui berdasarkan putusan pengadilan ketika hubungan tersebut berakhir. Namun, hidup bersama biasa tanpa niat menjalani kehidupan bersama dan tanpa kehidupan nyata sebagai pasangan suami istri secara sosial mungkin tidak diakui sebagai perkawinan de facto. Kompensasi juga mensyaratkan pembuktian adanya perbuatan melawan hukum yang bertanggung jawab atas keretakan perkawinan de facto.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hal-yang-perlu-diperhatikan-terkait-batas-waktu-dan-prosedur-pengajuan\" class=\"anchor\" id=\"hal-yang-perlu-diperhatikan-terkait-batas-waktu-dan-prosedur-pengajuan\"\u003e\u003c/a\u003eHal yang perlu diperhatikan terkait batas waktu dan prosedur pengajuan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eHak untuk menuntut pembagian harta berakhir setelah lewat 2 tahun sejak tanggal perceraian. Untuk perceraian berdasarkan kesepakatan, acuannya adalah tanggal laporan perceraian diterima, sedangkan untuk perceraian melalui pengadilan, acuannya antara lain tanggal putusan berkekuatan hukum tetap, yaitu saat perkawinan secara hukum berakhir.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUntuk kompensasi perceraian terhadap pasangan, biasanya yang menjadi persoalan adalah apakah tuntutan diajukan dalam waktu 3 tahun sejak perceraian. Perhitungannya dapat berbeda bergantung pada pihak yang dituntut dan waktu terjadinya perbuatan melawan hukum, sehingga pemeriksaan individual diperlukan jika tenggat waktunya sudah dekat.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFakta bahwa perceraian dilakukan berdasarkan kesepakatan tidak berarti pembagian harta otomatis selesai. Para pihak harus membuat kesepakatan tersendiri atau mengajukan pembagian harta ke pengadilan keluarga. Jika sulit mencapai kesepakatan, kompensasi, pembagian harta, biaya pemeliharaan anak, dan sebagainya dapat ditetapkan bersama dalam proses mediasi perkara keluarga, dan berita acara mediasi dapat memiliki kekuatan eksekutorial.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika pihak lain melepaskan harta untuk menghindari pembagian harta, dapat dipertimbangkan sarana perlindungan seperti pembatalan perbuatan yang merugikan kreditur berdasarkan hukum perdata, penyitaan sementara, atau perintah sementara. Penting untuk memperoleh daftar harta, rekening, pendaftaran real estat, pinjaman, dan riwayat pelepasan harta sejak dini.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pajak-ketika-pembayaran-dilakukan-secara-tunai\" class=\"anchor\" id=\"pajak-ketika-pembayaran-dilakukan-secara-tunai\"\u003e\u003c/a\u003ePajak ketika pembayaran dilakukan secara tunai\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKompensasi tunai biasa untuk penderitaan mental umumnya tidak dianggap sebagai penghasilan kena pajak atau hibah bagi penerimanya. Pembagian harta secara tunai juga umumnya tidak dikenai pajak hibah jika masih dalam lingkup penyelesaian harta yang semula dibentuk bersama.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun, hasilnya dapat berbeda dalam kasus berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eHanya memakai nama kompensasi atau pembagian harta, tetapi secara substansial merupakan hibah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJumlah pembagian sangat berlebihan dibandingkan dengan lamanya perkawinan dan kontribusi terhadap pembentukan harta, tanpa alasan yang wajar\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJumlah yang bersifat lain, seperti pendapatan usaha, upah, atau bunga, dimasukkan dalam kompensasi\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHarta milik pihak ketiga selain pasangan dialihkan\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eOtoritas pajak tidak hanya melihat judul dokumen, tetapi juga menilai alasan pembayaran yang sebenarnya dan dasar penghitungan jumlahnya.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#ketika-real-estat-dialihkan-sebagai-kompensasi\" class=\"anchor\" id=\"ketika-real-estat-dialihkan-sebagai-kompensasi\"\u003e\u003c/a\u003eKetika real estat dialihkan sebagai kompensasi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eJika kewajiban kompensasi dibayar dengan rumah atau tanah sebagai pengganti uang tunai, hal itu dapat dinilai berdasarkan hukum pajak sebagai pembayaran dengan barang, yaitu pelunasan utang menggunakan real estat. Dalam hal ini, pihak yang menyerahkan real estat dapat dianggap secara ekonomis telah melakukan pengalihan real estat dengan imbalan, sehingga dapat timbul kewajiban membayar pajak penghasilan atas pengalihan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenerima real estat dapat dikenai pajak perolehan dan biaya pendaftaran. Tarif pajak perolehan untuk pengalihan sebagai kompensasi tidak selalu dapat dipastikan sebesar 3.5%. Tarif dan pengenaan tarif tambahan dapat berbeda menurut jenis dan nilai real estat, jumlah rumah yang dimiliki, lokasi, sifat hukum pengalihan, serta hukum pajak daerah yang berlaku pada saat pengalihan. Pajak tambahan seperti pajak pendidikan daerah atau pajak khusus untuk wilayah pertanian dan perikanan juga harus diperiksa.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKetika real estat yang diperoleh sebagai kompensasi kemudian dijual, nilai perolehan dan waktu perolehan yang diakui pada saat pelunasan kompensasi umumnya menjadi titik awal penghitungan pajak penghasilan atas pengalihan yang baru. Oleh karena itu, penting untuk mencantumkan dengan jelas jumlah pelunasan dalam perjanjian dan, jika perlu, menyimpan data objektif mengenai nilai pasar, seperti hasil penilaian.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#ketika-real-estat-dialihkan-melalui-pembagian-harta\" class=\"anchor\" id=\"ketika-real-estat-dialihkan-melalui-pembagian-harta\"\u003e\u003c/a\u003eKetika real estat dialihkan melalui pembagian harta\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKarena pembagian harta yang secara wajar membagi harta yang dibentuk selama perkawinan bersifat menetapkan bagian milik masing-masing sejak semula, pada saat real estat diserahkan, hal tersebut pada prinsipnya tidak dianggap sebagai pengalihan yang dikenai pajak penghasilan atas pengalihan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika real estat diperoleh melalui pembagian harta berdasarkan hukum perdata, tarif khusus berdasarkan hukum pajak daerah dapat berlaku sehingga pokok pajak perolehan secara umum dapat menjadi 1.5%. Namun, angka tersebut bukan tarif beban akhir yang mencakup seluruh pajak tambahan, dan tarif khusus dapat ditolak jika pengalihan hanya secara formal disebut pembagian harta atau melampaui batas yang wajar.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#nilai-perolehan-diwarisi-ketika-kemudian-dijual\" class=\"anchor\" id=\"nilai-perolehan-diwarisi-ketika-kemudian-dijual\"\u003e\u003c/a\u003eNilai perolehan diwarisi ketika kemudian dijual\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak adanya pajak penghasilan atas pengalihan pada saat pembagian harta bukan berarti pajaknya hilang secara permanen. Untuk bagian yang diterima melalui pembagian, pada prinsipnya waktu dan nilai perolehan pasangan sebelumnya diwarisi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebagai contoh, anggaplah salah satu pasangan memperoleh tanah seharga 100 juta won 10 tahun lalu dan nilainya sekarang 1 miliar won, lalu pasangan lainnya menerima tanah tersebut melalui pembagian harta. Jika kemudian dijual seharga 1,1 miliar won, penghitungan tidak hanya didasarkan pada selisih sebesar 100 juta won dari nilai 1 miliar won pada saat pembagian harta. Penghasilan dari pengalihan dihitung dengan nilai perolehan sebelumnya sebesar 100 juta won sebagai titik awal, dengan memperhitungkan pengeluaran modal, biaya yang diperlukan, pengurangan khusus untuk kepemilikan jangka panjang, dan persyaratan pembebasan pajak.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebaliknya, jika diperoleh melalui pembayaran dengan barang untuk kompensasi, nilai yang diakui pada saat pelunasan dapat menjadi nilai perolehan. Perbedaannya adalah metode kompensasi dapat mempercepat timbulnya pajak pihak yang membayar pada saat pengalihan, sedangkan metode pembagian harta dapat memperbesar keuntungan pengalihan penerima di masa mendatang.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#tabel-perbandingan-perbedaan-pajak\" class=\"anchor\" id=\"tabel-perbandingan-perbedaan-pajak\"\u003e\u003c/a\u003eTabel perbandingan perbedaan pajak\u003c/h2\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eMetode pembayaran\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePihak yang mengalihkan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePihak yang menerima\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePokok utama saat penjualan di masa mendatang\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode pembayaran\"\u003eKompensasi tunai\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang mengalihkan\"\u003eUmumnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang menerima\"\u003eGanti rugi biasa atas penderitaan mental umumnya tidak dikenai pajak penghasilan·pajak hibah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pokok utama saat penjualan di masa mendatang\"\u003eTidak berlaku\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode pembayaran\"\u003ePembagian harta tunai\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang mengalihkan\"\u003eUmumnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang menerima\"\u003ePenyelesaian harta bersama yang wajar umumnya bukan hibah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pokok utama saat penjualan di masa mendatang\"\u003eTidak berlaku\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode pembayaran\"\u003eKompensasi real estat\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang mengalihkan\"\u003eDapat menimbulkan pajak penghasilan atas pengalihan karena dianggap sebagai pembayaran dengan barang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang menerima\"\u003eDapat menanggung pajak perolehan dan biaya pendaftaran\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pokok utama saat penjualan di masa mendatang\"\u003eNilai dan waktu perolehan yang diakui saat pelunasan dapat menjadi acuan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode pembayaran\"\u003ePembagian harta real estat\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang mengalihkan\"\u003eJika pembagiannya wajar, pada prinsipnya tidak ada pajak penghasilan atas pengalihan pada saat pengalihan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pihak yang menerima\"\u003eTarif khusus pajak perolehan untuk pembagian harta dapat berlaku\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pokok utama saat penjualan di masa mendatang\"\u003ePada prinsipnya mewarisi nilai dan waktu perolehan pemilik sebelumnya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eDalam membandingkan beban yang sebenarnya, bukan hanya pajak penghasilan atas pengalihan dan pajak perolehan saat ini yang harus dihitung, tetapi juga pajak saat penjualan di masa mendatang, pembebasan pajak untuk satu rumah milik satu rumah tangga, masa kepemilikan, pengambilalihan pinjaman, dan biaya pendaftaran.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#persoalan-yang-mudah-terlewatkan-substansi-transaksi-lebih-penting-daripada-redaksi-perjanjian\" class=\"anchor\" id=\"persoalan-yang-mudah-terlewatkan-substansi-transaksi-lebih-penting-daripada-redaksi-perjanjian\"\u003e\u003c/a\u003ePersoalan yang mudah terlewatkan: substansi transaksi lebih penting daripada redaksi perjanjian\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eMeskipun real estat yang sama dialihkan, pajaknya tidak ditentukan hanya berdasarkan apakah perjanjian menyebutnya sebagai kompensasi atau pembagian harta. Pengadilan dan otoritas pajak mempertimbangkan secara bersamaan lamanya perkawinan, skala keseluruhan harta, kontribusi masing-masing pihak, jumlah ganti rugi atas perbuatan melawan hukum, beban utang, dan pelaksanaan yang sebenarnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebaiknya setidaknya hal-hal berikut dibedakan dalam perjanjian atau berita acara mediasi.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eJumlah kompensasi dan pembagian harta atau harta yang menjadi objeknya\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eAlamat, bagian kepemilikan, dan nilai penilaian real estat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eDasar pendaftaran pengalihan hak milik dan tenggat pelaksanaannya\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePihak yang menanggung pinjaman beragunan, uang jaminan sewa, dan pajak\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePihak yang menanggung biaya pendaftaran dan pajak perolehan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eGanti rugi keterlambatan dan metode eksekusi paksa jika pembayaran terlambat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTuntutan mana yang diselesaikan secara final oleh kesepakatan tersebut\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eJika kesepakatannya bersifat campuran, bagian mana dari keseluruhan real estat yang merupakan kompensasi dan bagian mana yang merupakan pembagian harta harus dibedakan dengan dasar yang wajar. Jika untuk mengurangi pajak digunakan sebutan yang berbeda dari kenyataannya, pajak penghasilan atas pengalihan atau pajak hibah dapat ditagih kembali dan denda pajak dapat dikenakan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#daftar-periksa-sebelum-mengambil-keputusan\" class=\"anchor\" id=\"daftar-periksa-sebelum-mengambil-keputusan\"\u003e\u003c/a\u003eDaftar periksa sebelum mengambil keputusan\u003c/h2\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003ePeriksa seluruh real estat, simpanan, saham, asuransi, manfaat pensiun, dan utang atas nama pasangan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eCatat tanggal perolehan awal, nilai perolehan sebenarnya, nilai pasar saat ini, dan sumber dana untuk setiap harta.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBedakan harta sebelum perkawinan·harta warisan dari harta yang dibentuk bersama selama perkawinan.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHitung kompensasi dan pembagian harta secara terpisah serta cantumkan dasar masing-masing dalam perjanjian.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSebelum mengalihkan real estat, bandingkan secara bersamaan pajak penghasilan atas pengalihan, pajak perolehan, pajak tambahan, dan pajak saat penjualan di masa mendatang.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika hanya melakukan perceraian berdasarkan kesepakatan dan menunda persoalan harta, jangan lewatkan batas waktu 2 tahun untuk pembagian harta.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eJika mencakup real estat bernilai tinggi, kepemilikan saham badan usaha, harta di luar negeri, atau kepemilikan banyak rumah, dapatkan tinjauan hukum dan pajak sebelum pendaftaran.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cp\u003eTidak ada sebutan antara kompensasi dan pembagian harta yang selalu lebih menguntungkan. Penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan hubungan hukum sebenarnya, serta pajak pengalihan saat ini dan pajak atas pengalihan di masa mendatang harus dihitung bersama.\u003c/p\u003e\n","tags":["Pajak","Pajak keuntungan modal","Ganti rugi","Pembagian harta"],"faqs":[{"question":"Apakah harta selalu dibagi dua sama rata jika bercerai?","answer":"Tidak. Proporsinya ditentukan dengan mempertimbangkan secara menyeluruh lamanya perkawinan, kegiatan mencari penghasilan, pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, sumber dana perolehan harta, beban utang, serta tingkat kontribusi terhadap pemeliharaan dan peningkatan nilai harta. Apakah harta terdaftar atas nama bersama atau atas nama salah satu pihak merupakan bukti penting, tetapi hal itu sendiri tidak menentukan proporsi akhir."},{"question":"Apakah pasangan yang bersalah menyebabkan perceraian juga dapat memperoleh pembagian harta?","answer":"Pada prinsipnya, bisa. Sebab, berbeda dengan ganti rugi yang bertujuan memberi sanksi atas kesalahan, pembagian harta merupakan mekanisme untuk menyelesaikan harta yang dibentuk bersama. Namun, kewajiban membayar ganti rugi dan jumlah pembagian harta dapat dipertimbangkan secara bersamaan dalam proses kesepakatan atau persidangan."},{"question":"Apakah ganti rugi dan pembagian harta dapat dituntut secara bersamaan?","answer":"Bisa. Kedua tuntutan tersebut memiliki tujuan dan dasar hukum yang berbeda. Namun, mencatat secara terpisah setiap jumlah dan harta yang diserahkan dalam surat kesepakatan atau berita acara mediasi dapat membantu mengurangi sengketa dan kesalahpahaman terkait perpajakan."},{"question":"Apakah rumah atas nama pasangan juga menjadi objek pembagian harta?","answer":"Jika rumah tersebut diperoleh atau dipelihara melalui upaya bersama selama perkawinan, rumah itu dapat menjadi objek pembagian meskipun hanya terdaftar atas nama salah satu pihak. Rumah yang diperoleh sebelum perkawinan atau melalui warisan pada prinsipnya merupakan harta pribadi, tetapi jika kontribusi pihak lain terhadap pemeliharaan atau peningkatan nilainya diakui, kontribusi tersebut dapat diperhitungkan."},{"question":"Jika menerima properti melalui pembagian harta, apakah pajak penghasilan atas pengalihan sepenuhnya hilang?","answer":"Pada saat pengalihan, pembagian harta yang wajar pada prinsipnya tidak dianggap sebagai pengalihan, tetapi pajaknya tidak hilang secara permanen. Ketika properti tersebut kelak dijual, keuntungan pengalihan dapat dihitung dengan meneruskan tanggal dan harga perolehan pasangan sebelumnya."},{"question":"Jika menerima properti sebagai ganti rugi, apakah pajak perolehannya selalu 3,5%?","answer":"Tidak selalu. Tarif pajak dan penerapan pajak tambahan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan nilai properti, jumlah rumah yang dimiliki, wilayah, karakter hukum pengalihan, serta undang-undang pajak daerah yang berlaku pada saat pengalihan. Pajak pendidikan daerah, pajak khusus pedesaan dan perikanan, dan lain-lain juga harus diperiksa secara terpisah."},{"question":"Apakah pembagian harta dapat dituntut meskipun hubungan perkawinan de facto telah berakhir?","answer":"Jika perkawinan de facto tersebut diakui memiliki substansi perkawinan dan kehendak untuk menjalani kehidupan bersama, menurut yurisprudensi pembagian harta dapat dituntut. Tinggal bersama semata mungkin tidak diakui sebagai perkawinan de facto, sehingga bukti mengenai lamanya hidup bersama, pengelolaan kehidupan ekonomi bersama, dan hubungan sebagai pasangan suami istri di hadapan pihak luar sangatlah penting."},{"question":"Jika bercerai berdasarkan kesepakatan, apakah pembagian harta juga otomatis selesai?","answer":"Tidak. Harta tidak otomatis terbagi hanya melalui prosedur perceraian berdasarkan kesepakatan. Jika tidak ada kesepakatan terpisah, pembagian harta harus dituntut dalam waktu 2 tahun sejak tanggal perceraian. Jika ada kesepakatan, objek pengalihan dan tenggat pelaksanaannya harus dicantumkan secara terperinci."}],"sources":[{"url":"https://www.law.go.kr/법령/민법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang Perdata","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/법령/소득세법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang Pajak Penghasilan","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/법령/지방세법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang Pajak Daerah","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/법령/상속세및증여세법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang Pajak Warisan dan Hibah","type":"source"}],"images":[{"id":656,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6ODEzMSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--f65f91cf5c7ea06ee9b31dde0bf03564e2fce3d8/ai-1bc668d9.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"법원 앞 저울에 깨진 하트와 집·가구·동전이 놓이고 양옆에 부부가 선 일러스트","caption":"이혼 시 위자료와 재산분할을 상징적으로 대비한 장면이다.","description":null},"en":{"alt":"Couple beside scales balancing a broken heart against a house, furniture, and coins outside a courthouse","caption":"The scene contrasts emotional damages with the division of marital property in divorce.","description":null},"ja":{"alt":"裁判所前の天秤に割れたハートと家・家具・硬貨が載り、夫婦が両側に立つイラスト","caption":"離婚における慰謝料と財産分与の違いを象徴的に表している。","description":null},"es":{"alt":"Pareja ante una balanza con un corazón roto y una casa, muebles y monedas frente a un tribunal","caption":"La escena contrapone la indemnización emocional y el reparto de bienes en un divorcio.","description":null},"id":{"alt":"Pasangan di samping timbangan berisi hati retak serta rumah, perabot, dan koin di depan pengadilan","caption":"Adegan ini melambangkan perbedaan kompensasi dan pembagian harta dalam perceraian.","description":null},"pt":{"alt":"Casal ao lado de uma balança com coração partido, casa, móveis e moedas diante de um tribunal","caption":"A cena contrapõe a indenização emocional à partilha de bens no divórcio.","description":null},"zh-hant":{"alt":"法院前的天平兩端放著破碎愛心與房屋、家具和硬幣，夫妻分站兩側","caption":"畫面象徵離婚中的精神賠償與財產分割。","description":null},"de":{"alt":"Paar neben einer Waage mit gebrochenem Herz sowie Haus, Möbeln und Münzen vor einem Gerichtsgebäude","caption":"Die Szene stellt Schmerzensgeld und Vermögensaufteilung bei einer Scheidung gegenüber.","description":null}}},{"id":657,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6ODEzNywicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--54d4d27d3c753cc971ad3e6434134cc39280cbeb/ai-020dbf49.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"주택, 저울, 갈라진 결혼반지, 서류, 세금 동전으로 표현한 이혼 재산분할 도식","caption":"이혼 시 주택 재산분할과 위자료, 부동산 세금의 관계를 상징적으로 보여준다.","description":null},"en":{"alt":"Divorce property division diagram with houses, scales, broken rings, documents, and tax coins","caption":"The illustration symbolizes the division of a home, compensation, and property taxes in a divorce.","description":null},"ja":{"alt":"住宅、天秤、割れた指輪、書類、税金コインで示す離婚時の財産分与","caption":"離婚に伴う住宅の財産分与と慰謝料、不動産税の関係を象徴的に表している。","description":null},"es":{"alt":"Diagrama de divorcio con casas, balanza, anillos rotos, documentos y monedas de impuestos","caption":"La ilustración simboliza el reparto de la vivienda, la indemnización y los impuestos inmobiliarios en un divorcio.","description":null},"id":{"alt":"Diagram perceraian dengan rumah, timbangan, cincin patah, dokumen, dan koin pajak","caption":"Ilustrasi ini melambangkan pembagian rumah, kompensasi, dan pajak properti dalam perceraian.","description":null},"pt":{"alt":"Diagrama de divórcio com casas, balança, alianças partidas, documentos e moedas de impostos","caption":"A ilustração simboliza a divisão do imóvel, a indenização e os impostos imobiliários no divórcio.","description":null},"zh-hant":{"alt":"以房屋、天平、破裂婚戒、文件與稅務硬幣呈現離婚財產分割","caption":"插圖象徵離婚時的房產分割、精神賠償與不動產稅務問題。","description":null},"de":{"alt":"Scheidungsdiagramm mit Häusern, Waage, gebrochenen Ringen, Dokumenten und Steuermünzen","caption":"Die Illustration symbolisiert die Aufteilung eines Hauses, Entschädigung und Immobiliensteuern bei einer Scheidung.","description":null}}}],"published_at":"2026-08-15T18:04:54+09:00","updated_at":"2026-08-15T18:04:54+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/divorce-alimony-vs-property-division-korea"}