{"content_id":"mpfnk974ad","slug":"silla-tang-war-seven-years-maesoseong-gibeolpo","locale":"id","schema_type":"Article","category":"knowledge_base","category_name":"Basis Pengetahuan","title":"Perang Silla-Tang 7 Tahun: Arti Maesoseong dan Gibeolpo","summary":"Perang Silla-Tang berlangsung pada 670~676 antara Silla dan Tang untuk memperebutkan kendali atas bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Peran Maesoseong dan Gibeolpo dalam rangkaian kekalahan dan serangan balik Silla, front Tang melawan Tibet, serta sifat surat balasan Raja Munmu merupakan persoalan yang perlu dibedakan.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Perang Silla-Tang memuncak akibat perebutan kendali wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo.","Silla kalah dalam Pertempuran Seokmun pada 672 lalu memperkuat pertahanannya, dan kembali kalah di Chiljungseong pada 675.","Kemenangan di Maesoseong pada 675 dinilai sebagai titik balik yang mengubah jalannya perang.","Kemenangan di Gibeolpo pada 676 dianggap menandai berakhirnya perang, sementara front Tang melawan Tibet juga perlu diperhitungkan.","Surat balasan Raja Munmu memuat klaim diplomatik Silla, sehingga harus dibedakan dari laporan perang yang netral."],"content_markdown":"Perang Silla-Tang adalah perang antara Silla dan Tang pada **670~676** untuk memperebutkan penguasaan wilayah. Silla berada dalam krisis setelah kalah di Seokmun dan Chiljungseong. Kemenangan di Maesoseong dan Gibeolpo membalikkan keadaan. Perang ini dikenang karena Silla berhasil menghalangi upaya Tang menguasai wilayahnya dan mempertahankan landasan penyatuan Tiga Kerajaan.\n\nTulisan ini mengikuti catatan 『Samguk Sagi』 dalam 한국사데이터베이스, yang diperiksa pada Oktober 2026.\n\n## Mengapa persekutuan Silla dan Tang berubah menjadi perang\n\nInti perselisihannya adalah siapa yang akan memerintah bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Silla dan Tang membentuk persekutuan militer pada 648. Kedua negara menghancurkan Baekje pada 660. Pada 668, mereka juga meruntuhkan Goguryeo.\n\nSetelah musuh bersama lenyap, persoalan pembagian wilayah seusai perang muncul. Tang mendirikan Ungjin Dodokbu di bekas wilayah Baekje. Di bekas wilayah Goguryeo, Tang mendirikan Andong Dohobu. Kedua lembaga itu merupakan badan pemerintahan untuk mengelola wilayah taklukan.\n\nTang juga memberi Raja Munmu jabatan Gyerimju Daedodok. Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya memasukkan Silla ke dalam tatanan yang berpusat pada Tang. Namun, pemberian jabatan itu tidak berarti Silla benar-benar dianeksasi.\n\nSurat balasan Raja Munmu pada 671 mengemukakan janji wilayah sebelumnya sebagai dasar perselisihan. Menurut surat itu, Kaisar Taizong dari Tang telah berjanji memberikan tanah kepada Silla. Cakupan janji tersebut dijelaskan meliputi wilayah di selatan Pyeongyang dan tanah Baekje. Bagian ini menunjukkan bagaimana Silla menyatakan tuntutannya atas pembagian wilayah seusai perang.\n\n## Jalannya Perang Silla-Tang dan kronologi utama\n\nPerang berawal dari serangan Silla, lalu berlanjut menjadi pertahanan dan serangan balik. Periode yang lazim digunakan adalah 7 tahun, dari 670 hingga 676. Hitungan ini mencakup tahun awal dan tahun akhir. Tanggal dan bulan di bawah ini mengikuti kalender lunar dalam catatan dan tidak dikonversi ke kalender matahari.\n\n| Waktu | Peristiwa | Arti bagi jalannya perang | Catatan dan penjelasan rujukan |\n|---|---|---|---|\n| 648 | Persekutuan militer Silla dan Tang | Kerja sama menghadapi Baekje dan Goguryeo | Surat balasan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』, 우리역사넷 |\n| 660 | Runtuhnya Baekje | Muncul persoalan penguasaan bekas wilayah Baekje | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |\n| 668 | Runtuhnya Goguryeo | Meluasnya perselisihan wilayah seusai perang | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |\n| Maret 670 | Pasukan Seol O-yu dan Go Yeon-mu bergerak ke Liaodong | Perang mulai berlangsung secara penuh melalui pertempuran di Ogolseong | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |\n| 671 | Silla mendirikan Soburiju | Bekas wilayah Baekje dimasukkan ke dalam administrasi Silla | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |\n| 672 | Silla kalah dalam pertempuran Seokmun | Menjadi alasan untuk memperkuat pertahanan | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |\n| Februari 675 | Silla kalah dalam pertempuran Chiljungseong | Krisis di arah Sungai Imjin | 우리역사넷 「Pertempuran Maesoseong」 |\n| 29 September 675 | Silla menang di Maesoseong | Memukul serangan darat Tang | Catatan tahun ke-15 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』 |\n| November 676 | Silla menang di Gibeolpo | Waktu berakhirnya perang menurut penanggalan yang lazim digunakan | Catatan tahun ke-16 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』 |\n\nPada tahap awal, Silla bekerja sama dengan kelompok yang berupaya menghidupkan kembali Goguryeo. Kelompok ini hendak mendirikan kembali negara yang telah runtuh itu. Seol O-yu dari Silla dan Go Yeon-mu dari Goguryeo bersama-sama bergerak ke Liaodong. Kerja sama tersebut merupakan salah satu bagian dari perang Silla melawan Tang.\n\n## Kekalahan di Seokmun dan Chiljungseong serta kebuntuan di garis depan\n\nSilla meraih keberhasilan awal, tetapi serangan balik Tang memaksanya bertahan. Pertempuran Seokmun pada 672 menunjukkan perubahan itu. 우리역사넷 menjelaskan bahwa pasukan Silla diserang ketika sedang menata formasi. Setelah kekalahan ini, Silla lebih menitikberatkan pertahanan daripada serangan.\n\nSilla membangun benteng dan memperkuat fasilitas pertahanan. Di sisi lain, Silla mengirim utusan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Tang sebagai langkah diplomatik. Utusan itu bertugas menyampaikan penyesalan atas kesalahan. Dengan demikian, upaya diplomatik dan persiapan militer berjalan bersamaan.\n\nSekitar 673, garis depan pada umumnya mengalami kebuntuan di kawasan Sungai Imjin. Kebuntuan berarti kedua pihak tidak mampu menggeser garis depan secara berarti. Untuk memecahkannya, Tang mengerahkan pasukan ekspedisi di bawah komando Yu In-gwe. Silla kembali kalah di Chiljungseong pada Februari 675.\n\n## Mengapa pertempuran Maesoseong menjadi titik balik\n\n**Kemenangan di Maesoseong pada 675** menjadi titik balik yang melemahkan serangan darat Tang. 『Samguk Sagi』 menyebutkan bahwa Yi Geun-haeng ditempatkan di Maesoseong. Catatan itu kemudian menyebut pasukan Tang mundur setelah diserang pasukan Silla. Kemenangan ini penting karena Silla keluar dari keadaan ketika pasukannya terus terdesak.\n\nPada tahun yang sama, pasukan Silla juga memukul mundur angkatan laut Tang di Cheonseong. Para peneliti menjelaskan tujuan serangan di Cheonseong secara berbeda. Ada pendapat yang menekankan pengamanan jalur pasokan. Ada pula pendapat yang melihatnya sebagai serangan pendaratan sekaligus upaya memperluas garis depan.\n\nKarena itu, Maesoseong perlu dilihat bersama pertempuran di sekitarnya. Selain pasukan tempur, tentara memerlukan makanan dan sarana angkut. Jalur perairan dan pangkalan di sekitarnya diperlukan agar operasi dapat berlanjut. Namun, proses pemutusan pasokan secara terperinci belum seluruhnya dapat dipastikan.\n\n| Aspek | Pertempuran Maesoseong | Pertempuran Gibeolpo |\n|---|---|---|\n| Waktu utama | 29 September 675 menurut kalender lunar | November 676 menurut kalender lunar |\n| Sifat medan tempur | Pertempuran memperebutkan pangkalan darat | Pertempuran antarpasukan laut |\n| Tokoh utama dalam 『Samguk Sagi』 | Yi Geun-haeng dari Tang | Si-deuk dari Silla, Seol In-gwi dari Tang |\n| Arti dalam perang | Titik balik yang mengubah keadaan menjadi menguntungkan | Digambarkan sebagai kemenangan yang mengakhiri perang |\n| Hal yang perlu dibedakan | Kemenangan ini tidak langsung mengakhiri perang | Pertempuran ini tidak selesai dalam satu kali bentrokan |\n\n## Pertempuran Gibeolpo dan garis depan Tang lainnya\n\nKemenangan di Gibeolpo merupakan peristiwa yang lazim digunakan untuk menjelaskan **berakhirnya perang pada 676**. Gibeolpo umumnya dipahami sebagai kawasan muara Sungai Geum. 『Samguk Sagi』 mencatat bahwa Si-deuk memimpin angkatan laut Silla. Seol In-gwi dicatat sebagai komandan pihak lawan.\n\nMenurut catatan tersebut, pasukan Silla kalah dalam pertempuran pertama. Setelah itu, mereka disebut menang melalui 22 pertempuran besar dan kecil. Jumlah tersebut adalah angka yang tercantum dalam 『Samguk Sagi』. Artikel yang memuatnya tidak menyediakan catatan terperinci untuk menyusun kembali tanggal tiap pertempuran.\n\nBerhentinya Tang berperang tidak dapat dijelaskan hanya melalui pertempuran di Semenanjung Korea. Di sebelah barat, Tang juga berhadapan dengan Tubo. Tubo adalah negara yang tumbuh dengan Dataran Tinggi Tibet sebagai pusatnya. 우리역사넷 menjelaskan bahwa tekanan Tubo memengaruhi perubahan strategi Tang.\n\nSerangan balik Silla dan garis depan Tang lainnya sama-sama perlu dipertimbangkan. Namun, besarnya pengaruh masing-masing faktor masih ditafsirkan secara berbeda. Penelitian Kim Byeong-hui pada 2024 menekankan kemampuan militer Silla. Penelitian itu memperdebatkan tafsir yang menempatkan keputusan Tang untuk mundur sebagai faktor utama.\n\n## Beban pasokan dan pertanian dalam surat balasan Raja Munmu\n\nSurat balasan Raja Munmu menunjukkan beban pasokan yang tertutupi oleh kisah pertempuran. Raja Munmu menjelaskan pengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang. Ia mengeluhkan kelelahan yang dialami manusia dan ternak dalam proses itu. Menurut penjelasannya, kerugian akibat terlewatnya musim bertani juga ditanggung pihak Silla.\n\nPenjelasan ini meninjau kembali biaya yang dikeluarkan ketika Silla masih bekerja sama dengan Tang. Karena itu, isinya tidak boleh dibaca sebagai statistik kerugian pada tahap akhir perang. Surat tersebut memuat tujuan agar sumbangsih Silla diakui. Siapa yang menanggung biaya perang pun menjadi persoalan diplomatik.\n\n| Beban yang dikemukakan dalam surat balasan | Makna yang dapat dipahami | Batas kepastian |\n|---|---|---|\n| Pengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang | Klaim bahwa Silla turut menyediakan pasokan | Jumlah keseluruhan yang diangkut tidak dapat diketahui hanya dari bagian ini |\n| Terkurasnya tenaga manusia dan ternak | Menekankan beban pengerahan di luar pertempuran | Besarnya kerugian secara keseluruhan tidak dapat dihitung |\n| Terlewatnya waktu bertani | Benturan antara pengerahan militer dan kegiatan produksi | Besarnya penurunan hasil panen tidak disebutkan |\n\n## Hasil kemenangan dan jeda waktu dalam pemantapan wilayah\n\nMelalui kemenangan itu, Silla mempertahankan landasan untuk memerintah bekas wilayah Baekje dan wilayah lainnya. Ini merupakan hasil utama untuk menjelaskan penyatuan Tiga Kerajaan oleh Silla. Namun, Silla tidak menguasai seluruh bekas wilayah Goguryeo. Berakhirnya perang juga perlu dibedakan dari pembentukan akhir perbatasan di utara.\n\nPenjelasan bahwa Silla memperoleh wilayah di selatan Sungai Daedong melibatkan jeda waktu. 『Samguk Sagi』 memuat catatan tersendiri tentang wilayah di selatan Paegang pada 735. Paegang di sini merujuk pada Sungai Daedong. Catatan itu menyatakan bahwa Tang memberikan tanah tersebut kepada Silla.\n\nAnotasi 한국사데이터베이스 mengaitkannya dengan persoalan pengakuan Tang atas kepemilikan wilayah itu. Anotasi tersebut juga memperkenalkan tafsir bahwa Tang mengizinkan Silla menempatkan pasukan di Paegang. Karena itu, sulit untuk memastikan bahwa penguasaan seluruh wilayah telah tuntas pada 676. Kemenangan militer dan penggabungan wilayah secara administratif merupakan tahap yang berbeda.\n\n## Di mana catatan dan penafsiran berbeda\n\nIsi sumber sejarah perlu dibedakan dari penilaian sejarah masa kini. Teks utama 『Samguk Sagi』 adalah catatan yang menyampaikan peristiwa. Anotasi 한국사데이터베이스 merupakan tulisan yang menjelaskan penelitian pada masa kemudian. Kesalahpahaman dapat timbul jika keduanya dibaca sebagai kesaksian dari zaman yang sama.\n\n### Pandangan Silla dalam surat balasan Raja Munmu\n\nSurat balasan Raja Munmu adalah dokumen diplomatik yang menjelaskan posisi Silla kepada Seol In-gwi. Surat itu menekankan peran Silla dalam persekutuan. Surat tersebut juga mengemukakan alasan bahwa tindakan Silla bukanlah pemberontakan yang tidak dapat dibenarkan. Janji Kaisar Taizong dari Tang pun disampaikan melalui dokumen ini.\n\nKarena itu, surat tersebut menjadi dasar untuk memahami pandangan pihak Silla. Surat itu berbeda dari catatan yang menuliskan langsung perkataan Kaisar Taizong dari Tang di tempat kejadian. Ungkapan dan cakupan janji wilayah itu juga masih diperdebatkan dalam penelitian. Anotasi 한국사데이터베이스 memperkenalkan perbedaan penafsirannya.\n\n### Penjelasan yang umumnya disepakati\n\nPenjelasan Komite Penyusunan Sejarah Nasional menggambarkan Maesoseong sebagai peristiwa yang membalikkan keadaan perang. Gibeolpo dirangkum sebagai kemenangan yang mengakhiri perang. Penjelasan bahwa perselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo menjadi latar belakang perang juga merupakan pandangan umum. Namun, itu tidak berarti semua rincian tiap pertempuran telah dipastikan.\n\n### Rincian yang masih diperdebatkan\n\nAda perbedaan pendapat tentang jumlah pasukan dan lokasi pertempuran. Angka 200.000 tentara Tang di Maesoseong berasal dari 『Samguk Sagi』. Anotasi 한국사데이터베이스 menjelaskan bahwa angka ini sulit diterima begitu saja. Anotasi itu menelaah kemungkinan pembesaran angka serta jumlah pasukan yang dikerahkan selama beberapa tahun.\n\n| Persoalan | Isi catatan dan penelitian | Pembedaan dalam penulisan |\n|---|---|---|\n| Jumlah pasukan di Maesoseong | 200.000 tentara Tang menurut 『Samguk Sagi』 | Dibedakan dari jumlah pasukan di medan tempur yang telah terverifikasi |\n| Lokasi Maesoseong | Pendapat yang menunjuk Benteng Daejeonri di Yeoncheon dan Benteng Daemosan di Yangju, antara lain, saling bertentangan | Tidak menetapkan satu situs sebagai lokasi yang pasti |\n| Seol In-gwi di Gibeolpo | Catatan keikutsertaannya dalam 『Samguk Sagi』 bertentangan dengan catatan pengasingannya dalam sumber sejarah Tiongkok | Menyatakan adanya perdebatan mengenai riwayat tokoh dan tahun pertempuran |\n| Penyebab mundurnya Tang | Menelaah tekanan militer Silla dan pengaruh garis depan melawan Tubo | Tidak menyederhanakannya menjadi satu penyebab |\n\nPersoalan Seol In-gwi juga dibahas dalam anotasi 한국사데이터베이스. Anotasi itu menyajikan alasan yang mendukung catatan pertempuran dalam 『Samguk Sagi』. Pada saat yang sama, anotasi tersebut memperkenalkan tafsir lain yang didasarkan pada sumber sejarah Tiongkok. Kronologi dalam tulisan ini mengikuti rangkuman yang lazim berdasarkan 『Samguk Sagi』.\n\n## Perbedaan dengan pertempuran Salsu dan maknanya untuk pembelajaran saat ini\n\nPertempuran Salsu adalah pertempuran antara Goguryeo dan Sui, terpisah dari Perang Silla-Tang. Perang Silla-Tang terjadi setelah Baekje dan Goguryeo runtuh. Membedakan pihak yang berperang dan zamannya terlebih dahulu dapat mengurangi kebingungan. Satu pertempuran juga perlu dibedakan dari perang yang berlangsung selama beberapa tahun.\n\n| Aspek | Pertempuran Salsu | Perang Silla-Tang |\n|---|---|---|\n| Waktu | 612 | 670~676 |\n| Pihak utama yang berperang | Goguryeo dan Sui | Silla dan Tang |\n| Tokoh utama | Eulji Mundeok | Raja Munmu, Si-deuk, dan lainnya |\n| Cakupan peristiwa | Pertempuran dalam perang Goguryeo-Sui | Perang yang mencakup Maesoseong, Gibeolpo, dan pertempuran lainnya |\n| Latar belakang utama | Invasi Sui ke Goguryeo | Perselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo |\n\nPerang ini menunjukkan bahwa penyatuan Tiga Kerajaan berlangsung melalui beberapa tahap. Runtuhnya Goguryeo pada 668 tidak mengakhiri persoalan wilayah. Setelah itu, Silla masih harus berperang melawan Tang. Bahkan setelah perang berakhir, persoalan penguasaan wilayah utara tetap ada.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Siapa yang menyerang lebih dahulu\n\nPenjelasan yang lazim menganggap serangan pasukan gabungan Silla dan Goguryeo ke Liaodong pada 670 sebagai titik awal. Namun, awal bentrokan militer berbeda dari penyebab perselisihan. Latar belakangnya mencakup pemerintahan Tang atas wilayah taklukan dan upaya Silla memperoleh wilayah.\n\n### Mengapa perang berlanjut setelah kemenangan di Maesoseong\n\nKemenangan di Maesoseong tidak mengakhiri seluruh kegiatan militer Tang. Pertempuran ini mengubah arah perkembangan di garis depan darat. Pada tahun berikutnya, pertempuran angkatan laut berlanjut di Gibeolpo.\n\n### Apakah surat balasan Raja Munmu berisi fakta atau klaim\n\nSurat itu merupakan sumber sejarah yang menyampaikan dokumen diplomatik nyata sekaligus memuat klaim Silla. Surat tersebut berharga untuk memahami alasan yang dikemukakan Silla saat itu. Rincian tiap peristiwa perlu dibandingkan dengan catatan lain.\n\n### Apakah kemenangan Silla pada 676 berarti Tang runtuh\n\nKemenangan itu tidak berarti Tang runtuh. Silla menghalangi perluasan kekuasaan Tang di Semenanjung Korea. Tang tetap bertahan setelah itu dan melanjutkan kegiatan militer serta diplomatik di wilayah lain.","content_html":"\u003cp\u003ePerang Silla-Tang adalah perang antara Silla dan Tang pada \u003cstrong\u003e670~676\u003c/strong\u003e untuk memperebutkan penguasaan wilayah. Silla berada dalam krisis setelah kalah di Seokmun dan Chiljungseong. Kemenangan di Maesoseong dan Gibeolpo membalikkan keadaan. Perang ini dikenang karena Silla berhasil menghalangi upaya Tang menguasai wilayahnya dan mempertahankan landasan penyatuan Tiga Kerajaan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTulisan ini mengikuti catatan 『Samguk Sagi』 dalam 한국사데이터베이스, yang diperiksa pada Oktober 2026.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-persekutuan-silla-dan-tang-berubah-menjadi-perang\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-persekutuan-silla-dan-tang-berubah-menjadi-perang\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa persekutuan Silla dan Tang berubah menjadi perang\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eInti perselisihannya adalah siapa yang akan memerintah bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Silla dan Tang membentuk persekutuan militer pada 648. Kedua negara menghancurkan Baekje pada 660. Pada 668, mereka juga meruntuhkan Goguryeo.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSetelah musuh bersama lenyap, persoalan pembagian wilayah seusai perang muncul. Tang mendirikan Ungjin Dodokbu di bekas wilayah Baekje. Di bekas wilayah Goguryeo, Tang mendirikan Andong Dohobu. Kedua lembaga itu merupakan badan pemerintahan untuk mengelola wilayah taklukan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTang juga memberi Raja Munmu jabatan Gyerimju Daedodok. Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya memasukkan Silla ke dalam tatanan yang berpusat pada Tang. Namun, pemberian jabatan itu tidak berarti Silla benar-benar dianeksasi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSurat balasan Raja Munmu pada 671 mengemukakan janji wilayah sebelumnya sebagai dasar perselisihan. Menurut surat itu, Kaisar Taizong dari Tang telah berjanji memberikan tanah kepada Silla. Cakupan janji tersebut dijelaskan meliputi wilayah di selatan Pyeongyang dan tanah Baekje. Bagian ini menunjukkan bagaimana Silla menyatakan tuntutannya atas pembagian wilayah seusai perang.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#jalannya-perang-silla-tang-dan-kronologi-utama\" class=\"anchor\" id=\"jalannya-perang-silla-tang-dan-kronologi-utama\"\u003e\u003c/a\u003eJalannya Perang Silla-Tang dan kronologi utama\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePerang berawal dari serangan Silla, lalu berlanjut menjadi pertahanan dan serangan balik. Periode yang lazim digunakan adalah 7 tahun, dari 670 hingga 676. Hitungan ini mencakup tahun awal dan tahun akhir. Tanggal dan bulan di bawah ini mengikuti kalender lunar dalam catatan dan tidak dikonversi ke kalender matahari.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eWaktu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeristiwa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eArti bagi jalannya perang\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eCatatan dan penjelasan rujukan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e648\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePersekutuan militer Silla dan Tang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eKerja sama menghadapi Baekje dan Goguryeo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003eSurat balasan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』, 우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e660\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eRuntuhnya Baekje\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eMuncul persoalan penguasaan bekas wilayah Baekje\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Perang Silla-Tang」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e668\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eRuntuhnya Goguryeo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eMeluasnya perselisihan wilayah seusai perang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Perang Silla-Tang」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eMaret 670\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePasukan Seol O-yu dan Go Yeon-mu bergerak ke Liaodong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003ePerang mulai berlangsung secara penuh melalui pertempuran di Ogolseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Perang Silla-Tang」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e671\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSilla mendirikan Soburiju\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eBekas wilayah Baekje dimasukkan ke dalam administrasi Silla\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Perang Silla-Tang」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e672\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSilla kalah dalam pertempuran Seokmun\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eMenjadi alasan untuk memperkuat pertahanan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Perang Silla-Tang」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eFebruari 675\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSilla kalah dalam pertempuran Chiljungseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eKrisis di arah Sungai Imjin\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003e우리역사넷 「Pertempuran Maesoseong」\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003e29 September 675\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSilla menang di Maesoseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eMemukul serangan darat Tang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003eCatatan tahun ke-15 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Waktu\"\u003eNovember 676\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eSilla menang di Gibeolpo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Arti bagi jalannya perang\"\u003eWaktu berakhirnya perang menurut penanggalan yang lazim digunakan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan dan penjelasan rujukan\"\u003eCatatan tahun ke-16 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePada tahap awal, Silla bekerja sama dengan kelompok yang berupaya menghidupkan kembali Goguryeo. Kelompok ini hendak mendirikan kembali negara yang telah runtuh itu. Seol O-yu dari Silla dan Go Yeon-mu dari Goguryeo bersama-sama bergerak ke Liaodong. Kerja sama tersebut merupakan salah satu bagian dari perang Silla melawan Tang.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kekalahan-di-seokmun-dan-chiljungseong-serta-kebuntuan-di-garis-depan\" class=\"anchor\" id=\"kekalahan-di-seokmun-dan-chiljungseong-serta-kebuntuan-di-garis-depan\"\u003e\u003c/a\u003eKekalahan di Seokmun dan Chiljungseong serta kebuntuan di garis depan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSilla meraih keberhasilan awal, tetapi serangan balik Tang memaksanya bertahan. Pertempuran Seokmun pada 672 menunjukkan perubahan itu. 우리역사넷 menjelaskan bahwa pasukan Silla diserang ketika sedang menata formasi. Setelah kekalahan ini, Silla lebih menitikberatkan pertahanan daripada serangan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSilla membangun benteng dan memperkuat fasilitas pertahanan. Di sisi lain, Silla mengirim utusan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Tang sebagai langkah diplomatik. Utusan itu bertugas menyampaikan penyesalan atas kesalahan. Dengan demikian, upaya diplomatik dan persiapan militer berjalan bersamaan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSekitar 673, garis depan pada umumnya mengalami kebuntuan di kawasan Sungai Imjin. Kebuntuan berarti kedua pihak tidak mampu menggeser garis depan secara berarti. Untuk memecahkannya, Tang mengerahkan pasukan ekspedisi di bawah komando Yu In-gwe. Silla kembali kalah di Chiljungseong pada Februari 675.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-pertempuran-maesoseong-menjadi-titik-balik\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-pertempuran-maesoseong-menjadi-titik-balik\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa pertempuran Maesoseong menjadi titik balik\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eKemenangan di Maesoseong pada 675\u003c/strong\u003e menjadi titik balik yang melemahkan serangan darat Tang. 『Samguk Sagi』 menyebutkan bahwa Yi Geun-haeng ditempatkan di Maesoseong. Catatan itu kemudian menyebut pasukan Tang mundur setelah diserang pasukan Silla. Kemenangan ini penting karena Silla keluar dari keadaan ketika pasukannya terus terdesak.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePada tahun yang sama, pasukan Silla juga memukul mundur angkatan laut Tang di Cheonseong. Para peneliti menjelaskan tujuan serangan di Cheonseong secara berbeda. Ada pendapat yang menekankan pengamanan jalur pasokan. Ada pula pendapat yang melihatnya sebagai serangan pendaratan sekaligus upaya memperluas garis depan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, Maesoseong perlu dilihat bersama pertempuran di sekitarnya. Selain pasukan tempur, tentara memerlukan makanan dan sarana angkut. Jalur perairan dan pangkalan di sekitarnya diperlukan agar operasi dapat berlanjut. Namun, proses pemutusan pasokan secara terperinci belum seluruhnya dapat dipastikan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eAspek\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePertempuran Maesoseong\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePertempuran Gibeolpo\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eWaktu utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Maesoseong\"\u003e29 September 675 menurut kalender lunar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Gibeolpo\"\u003eNovember 676 menurut kalender lunar\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eSifat medan tempur\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Maesoseong\"\u003ePertempuran memperebutkan pangkalan darat\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Gibeolpo\"\u003ePertempuran antarpasukan laut\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eTokoh utama dalam 『Samguk Sagi』\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Maesoseong\"\u003eYi Geun-haeng dari Tang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Gibeolpo\"\u003eSi-deuk dari Silla, Seol In-gwi dari Tang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eArti dalam perang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Maesoseong\"\u003eTitik balik yang mengubah keadaan menjadi menguntungkan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Gibeolpo\"\u003eDigambarkan sebagai kemenangan yang mengakhiri perang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eHal yang perlu dibedakan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Maesoseong\"\u003eKemenangan ini tidak langsung mengakhiri perang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Gibeolpo\"\u003ePertempuran ini tidak selesai dalam satu kali bentrokan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertempuran-gibeolpo-dan-garis-depan-tang-lainnya\" class=\"anchor\" id=\"pertempuran-gibeolpo-dan-garis-depan-tang-lainnya\"\u003e\u003c/a\u003ePertempuran Gibeolpo dan garis depan Tang lainnya\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKemenangan di Gibeolpo merupakan peristiwa yang lazim digunakan untuk menjelaskan \u003cstrong\u003eberakhirnya perang pada 676\u003c/strong\u003e. Gibeolpo umumnya dipahami sebagai kawasan muara Sungai Geum. 『Samguk Sagi』 mencatat bahwa Si-deuk memimpin angkatan laut Silla. Seol In-gwi dicatat sebagai komandan pihak lawan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMenurut catatan tersebut, pasukan Silla kalah dalam pertempuran pertama. Setelah itu, mereka disebut menang melalui 22 pertempuran besar dan kecil. Jumlah tersebut adalah angka yang tercantum dalam 『Samguk Sagi』. Artikel yang memuatnya tidak menyediakan catatan terperinci untuk menyusun kembali tanggal tiap pertempuran.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerhentinya Tang berperang tidak dapat dijelaskan hanya melalui pertempuran di Semenanjung Korea. Di sebelah barat, Tang juga berhadapan dengan Tubo. Tubo adalah negara yang tumbuh dengan Dataran Tinggi Tibet sebagai pusatnya. 우리역사넷 menjelaskan bahwa tekanan Tubo memengaruhi perubahan strategi Tang.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSerangan balik Silla dan garis depan Tang lainnya sama-sama perlu dipertimbangkan. Namun, besarnya pengaruh masing-masing faktor masih ditafsirkan secara berbeda. Penelitian Kim Byeong-hui pada 2024 menekankan kemampuan militer Silla. Penelitian itu memperdebatkan tafsir yang menempatkan keputusan Tang untuk mundur sebagai faktor utama.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#beban-pasokan-dan-pertanian-dalam-surat-balasan-raja-munmu\" class=\"anchor\" id=\"beban-pasokan-dan-pertanian-dalam-surat-balasan-raja-munmu\"\u003e\u003c/a\u003eBeban pasokan dan pertanian dalam surat balasan Raja Munmu\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSurat balasan Raja Munmu menunjukkan beban pasokan yang tertutupi oleh kisah pertempuran. Raja Munmu menjelaskan pengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang. Ia mengeluhkan kelelahan yang dialami manusia dan ternak dalam proses itu. Menurut penjelasannya, kerugian akibat terlewatnya musim bertani juga ditanggung pihak Silla.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan ini meninjau kembali biaya yang dikeluarkan ketika Silla masih bekerja sama dengan Tang. Karena itu, isinya tidak boleh dibaca sebagai statistik kerugian pada tahap akhir perang. Surat tersebut memuat tujuan agar sumbangsih Silla diakui. Siapa yang menanggung biaya perang pun menjadi persoalan diplomatik.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eBeban yang dikemukakan dalam surat balasan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna yang dapat dipahami\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eBatas kepastian\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Beban yang dikemukakan dalam surat balasan\"\u003ePengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang dapat dipahami\"\u003eKlaim bahwa Silla turut menyediakan pasokan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batas kepastian\"\u003eJumlah keseluruhan yang diangkut tidak dapat diketahui hanya dari bagian ini\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Beban yang dikemukakan dalam surat balasan\"\u003eTerkurasnya tenaga manusia dan ternak\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang dapat dipahami\"\u003eMenekankan beban pengerahan di luar pertempuran\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batas kepastian\"\u003eBesarnya kerugian secara keseluruhan tidak dapat dihitung\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Beban yang dikemukakan dalam surat balasan\"\u003eTerlewatnya waktu bertani\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna yang dapat dipahami\"\u003eBenturan antara pengerahan militer dan kegiatan produksi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batas kepastian\"\u003eBesarnya penurunan hasil panen tidak disebutkan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hasil-kemenangan-dan-jeda-waktu-dalam-pemantapan-wilayah\" class=\"anchor\" id=\"hasil-kemenangan-dan-jeda-waktu-dalam-pemantapan-wilayah\"\u003e\u003c/a\u003eHasil kemenangan dan jeda waktu dalam pemantapan wilayah\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eMelalui kemenangan itu, Silla mempertahankan landasan untuk memerintah bekas wilayah Baekje dan wilayah lainnya. Ini merupakan hasil utama untuk menjelaskan penyatuan Tiga Kerajaan oleh Silla. Namun, Silla tidak menguasai seluruh bekas wilayah Goguryeo. Berakhirnya perang juga perlu dibedakan dari pembentukan akhir perbatasan di utara.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan bahwa Silla memperoleh wilayah di selatan Sungai Daedong melibatkan jeda waktu. 『Samguk Sagi』 memuat catatan tersendiri tentang wilayah di selatan Paegang pada 735. Paegang di sini merujuk pada Sungai Daedong. Catatan itu menyatakan bahwa Tang memberikan tanah tersebut kepada Silla.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAnotasi 한국사데이터베이스 mengaitkannya dengan persoalan pengakuan Tang atas kepemilikan wilayah itu. Anotasi tersebut juga memperkenalkan tafsir bahwa Tang mengizinkan Silla menempatkan pasukan di Paegang. Karena itu, sulit untuk memastikan bahwa penguasaan seluruh wilayah telah tuntas pada 676. Kemenangan militer dan penggabungan wilayah secara administratif merupakan tahap yang berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#di-mana-catatan-dan-penafsiran-berbeda\" class=\"anchor\" id=\"di-mana-catatan-dan-penafsiran-berbeda\"\u003e\u003c/a\u003eDi mana catatan dan penafsiran berbeda\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eIsi sumber sejarah perlu dibedakan dari penilaian sejarah masa kini. Teks utama 『Samguk Sagi』 adalah catatan yang menyampaikan peristiwa. Anotasi 한국사데이터베이스 merupakan tulisan yang menjelaskan penelitian pada masa kemudian. Kesalahpahaman dapat timbul jika keduanya dibaca sebagai kesaksian dari zaman yang sama.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#pandangan-silla-dalam-surat-balasan-raja-munmu\" class=\"anchor\" id=\"pandangan-silla-dalam-surat-balasan-raja-munmu\"\u003e\u003c/a\u003ePandangan Silla dalam surat balasan Raja Munmu\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSurat balasan Raja Munmu adalah dokumen diplomatik yang menjelaskan posisi Silla kepada Seol In-gwi. Surat itu menekankan peran Silla dalam persekutuan. Surat tersebut juga mengemukakan alasan bahwa tindakan Silla bukanlah pemberontakan yang tidak dapat dibenarkan. Janji Kaisar Taizong dari Tang pun disampaikan melalui dokumen ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, surat tersebut menjadi dasar untuk memahami pandangan pihak Silla. Surat itu berbeda dari catatan yang menuliskan langsung perkataan Kaisar Taizong dari Tang di tempat kejadian. Ungkapan dan cakupan janji wilayah itu juga masih diperdebatkan dalam penelitian. Anotasi 한국사데이터베이스 memperkenalkan perbedaan penafsirannya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#penjelasan-yang-umumnya-disepakati\" class=\"anchor\" id=\"penjelasan-yang-umumnya-disepakati\"\u003e\u003c/a\u003ePenjelasan yang umumnya disepakati\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan Komite Penyusunan Sejarah Nasional menggambarkan Maesoseong sebagai peristiwa yang membalikkan keadaan perang. Gibeolpo dirangkum sebagai kemenangan yang mengakhiri perang. Penjelasan bahwa perselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo menjadi latar belakang perang juga merupakan pandangan umum. Namun, itu tidak berarti semua rincian tiap pertempuran telah dipastikan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#rincian-yang-masih-diperdebatkan\" class=\"anchor\" id=\"rincian-yang-masih-diperdebatkan\"\u003e\u003c/a\u003eRincian yang masih diperdebatkan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eAda perbedaan pendapat tentang jumlah pasukan dan lokasi pertempuran. Angka 200.000 tentara Tang di Maesoseong berasal dari 『Samguk Sagi』. Anotasi 한국사데이터베이스 menjelaskan bahwa angka ini sulit diterima begitu saja. Anotasi itu menelaah kemungkinan pembesaran angka serta jumlah pasukan yang dikerahkan selama beberapa tahun.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003ePersoalan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eIsi catatan dan penelitian\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePembedaan dalam penulisan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Persoalan\"\u003eJumlah pasukan di Maesoseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan dan penelitian\"\u003e200.000 tentara Tang menurut 『Samguk Sagi』\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembedaan dalam penulisan\"\u003eDibedakan dari jumlah pasukan di medan tempur yang telah terverifikasi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Persoalan\"\u003eLokasi Maesoseong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan dan penelitian\"\u003ePendapat yang menunjuk Benteng Daejeonri di Yeoncheon dan Benteng Daemosan di Yangju, antara lain, saling bertentangan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembedaan dalam penulisan\"\u003eTidak menetapkan satu situs sebagai lokasi yang pasti\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Persoalan\"\u003eSeol In-gwi di Gibeolpo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan dan penelitian\"\u003eCatatan keikutsertaannya dalam 『Samguk Sagi』 bertentangan dengan catatan pengasingannya dalam sumber sejarah Tiongkok\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembedaan dalam penulisan\"\u003eMenyatakan adanya perdebatan mengenai riwayat tokoh dan tahun pertempuran\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Persoalan\"\u003ePenyebab mundurnya Tang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi catatan dan penelitian\"\u003eMenelaah tekanan militer Silla dan pengaruh garis depan melawan Tubo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pembedaan dalam penulisan\"\u003eTidak menyederhanakannya menjadi satu penyebab\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePersoalan Seol In-gwi juga dibahas dalam anotasi 한국사데이터베이스. Anotasi itu menyajikan alasan yang mendukung catatan pertempuran dalam 『Samguk Sagi』. Pada saat yang sama, anotasi tersebut memperkenalkan tafsir lain yang didasarkan pada sumber sejarah Tiongkok. Kronologi dalam tulisan ini mengikuti rangkuman yang lazim berdasarkan 『Samguk Sagi』.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-dengan-pertempuran-salsu-dan-maknanya-untuk-pembelajaran-saat-ini\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-dengan-pertempuran-salsu-dan-maknanya-untuk-pembelajaran-saat-ini\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan dengan pertempuran Salsu dan maknanya untuk pembelajaran saat ini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePertempuran Salsu adalah pertempuran antara Goguryeo dan Sui, terpisah dari Perang Silla-Tang. Perang Silla-Tang terjadi setelah Baekje dan Goguryeo runtuh. Membedakan pihak yang berperang dan zamannya terlebih dahulu dapat mengurangi kebingungan. Satu pertempuran juga perlu dibedakan dari perang yang berlangsung selama beberapa tahun.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eAspek\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePertempuran Salsu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePerang Silla-Tang\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eWaktu\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Salsu\"\u003e612\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perang Silla-Tang\"\u003e670~676\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003ePihak utama yang berperang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Salsu\"\u003eGoguryeo dan Sui\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perang Silla-Tang\"\u003eSilla dan Tang\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eTokoh utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Salsu\"\u003eEulji Mundeok\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perang Silla-Tang\"\u003eRaja Munmu, Si-deuk, dan lainnya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eCakupan peristiwa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Salsu\"\u003ePertempuran dalam perang Goguryeo-Sui\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perang Silla-Tang\"\u003ePerang yang mencakup Maesoseong, Gibeolpo, dan pertempuran lainnya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Aspek\"\u003eLatar belakang utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pertempuran Salsu\"\u003eInvasi Sui ke Goguryeo\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Perang Silla-Tang\"\u003ePerselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003ePerang ini menunjukkan bahwa penyatuan Tiga Kerajaan berlangsung melalui beberapa tahap. Runtuhnya Goguryeo pada 668 tidak mengakhiri persoalan wilayah. Setelah itu, Silla masih harus berperang melawan Tang. Bahkan setelah perang berakhir, persoalan penguasaan wilayah utara tetap ada.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#siapa-yang-menyerang-lebih-dahulu\" class=\"anchor\" id=\"siapa-yang-menyerang-lebih-dahulu\"\u003e\u003c/a\u003eSiapa yang menyerang lebih dahulu\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan yang lazim menganggap serangan pasukan gabungan Silla dan Goguryeo ke Liaodong pada 670 sebagai titik awal. Namun, awal bentrokan militer berbeda dari penyebab perselisihan. Latar belakangnya mencakup pemerintahan Tang atas wilayah taklukan dan upaya Silla memperoleh wilayah.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-perang-berlanjut-setelah-kemenangan-di-maesoseong\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-perang-berlanjut-setelah-kemenangan-di-maesoseong\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa perang berlanjut setelah kemenangan di Maesoseong\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKemenangan di Maesoseong tidak mengakhiri seluruh kegiatan militer Tang. Pertempuran ini mengubah arah perkembangan di garis depan darat. Pada tahun berikutnya, pertempuran angkatan laut berlanjut di Gibeolpo.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-surat-balasan-raja-munmu-berisi-fakta-atau-klaim\" class=\"anchor\" id=\"apakah-surat-balasan-raja-munmu-berisi-fakta-atau-klaim\"\u003e\u003c/a\u003eApakah surat balasan Raja Munmu berisi fakta atau klaim\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSurat itu merupakan sumber sejarah yang menyampaikan dokumen diplomatik nyata sekaligus memuat klaim Silla. Surat tersebut berharga untuk memahami alasan yang dikemukakan Silla saat itu. Rincian tiap peristiwa perlu dibandingkan dengan catatan lain.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-kemenangan-silla-pada-676-berarti-tang-runtuh\" class=\"anchor\" id=\"apakah-kemenangan-silla-pada-676-berarti-tang-runtuh\"\u003e\u003c/a\u003eApakah kemenangan Silla pada 676 berarti Tang runtuh\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKemenangan itu tidak berarti Tang runtuh. Silla menghalangi perluasan kekuasaan Tang di Semenanjung Korea. Tang tetap bertahan setelah itu dan melanjutkan kegiatan militer serta diplomatik di wilayah lain.\u003c/p\u003e\n","tags":["Geopolitik","Sejarah Korea Kuno","Perang Silla Tang"],"faqs":[{"question":"Kapan Perang Silla-Tang berlangsung?","answer":"Perang ini umumnya disebut berlangsung selama 7 tahun, dari 670 hingga 676. Serangan ke Liaodong pada 670 dianggap sebagai awal perang secara penuh. Kemenangan di Gibeolpo pada 676 dianggap sebagai akhir perang."},{"question":"Mengapa Silla dan Tang berubah dari sekutu menjadi musuh?","answer":"Karena keduanya berselisih mengenai hak untuk memerintah bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Tang mendirikan lembaga pemerintahan di wilayah yang ditaklukkannya. Silla berupaya menguasai wilayah itu sebagai tanggapan."},{"question":"Apakah Silla terus meraih kemenangan sepanjang perang?","answer":"Silla kalah dalam Pertempuran Seokmun pada 672 dan Pertempuran Chiljungseong pada 675. Setelah kekalahan di Seokmun, Silla memperkuat pertahanannya. Kemenangan di Maesoseong merupakan serangan balasan setelah masa krisis tersebut."},{"question":"Apa perbedaan antara Pertempuran Maesoseong dan Pertempuran Gibeolpo?","answer":"Maesoseong dinilai sebagai titik balik di medan perang darat pada 675. Kemenangan angkatan laut di Gibeolpo pada 676 menandai akhir perang. Kedua pertempuran itu berbeda dalam waktu dan jenis medan perangnya."},{"question":"Apakah catatan bahwa ada 200.000 tentara Tang di Maesoseong sudah dipastikan kebenarannya?","answer":"Jumlah 200.000 tentara Tang tercatat dalam Samguk Sagi. Masih diperdebatkan apakah angka itu dapat diterima begitu saja sebagai jumlah pasukan yang benar-benar berada di lokasi. Catatan penjelas Database Sejarah Korea membahas kemungkinan bahwa angka tersebut dilebih-lebihkan atau mencerminkan jumlah kumulatif pasukan yang dikerahkan."},{"question":"Di mana lokasi Maesoseong saat ini?","answer":"Lokasinya belum dapat dipastikan. Benteng Daejeonri di Yeoncheon dan Benteng Daemosan di Yangju termasuk lokasi yang dipertimbangkan. Penelitian Kim Byeong-hui pada 2024 juga membahas perdebatan mengenai kedua lokasi tersebut."},{"question":"Apakah Tang mundur karena Tibet?","answer":"Tekanan dari Tibet disebut sebagai salah satu faktor yang membatasi strategi Tang. Serangan balasan militer Silla juga perlu diperhitungkan. Para peneliti berbeda pendapat tentang besarnya pengaruh masing-masing faktor."},{"question":"Bagaimana janji Kaisar Taizong dari Tang yang disebut dalam surat balasan Raja Munmu harus dipahami?","answer":"Janji itu harus dipahami sebagai janji mengenai wilayah yang dikemukakan Silla dalam dokumen diplomatik. Pernyataan Kaisar Taizong dari Tang diketahui melalui surat balasan Raja Munmu. Para peneliti berbeda pendapat tentang cakupan janji tersebut dan makna ungkapannya."},{"question":"Apakah Silla sudah memerintah seluruh wilayah di selatan Sungai Daedong pada 676?","answer":"Sulit untuk memastikan bahwa perang berakhir pada saat yang sama dengan tegaknya kekuasaan Silla di seluruh wilayah tersebut. Samguk Sagi memuat catatan tersendiri dari 735 tentang wilayah di selatan Sungai Pae. Kemenangan militer, pengakuan atas penguasaan wilayah, dan penggabungan ke dalam pemerintahan harus dibedakan."},{"question":"Apakah Pertempuran Salsu termasuk dalam Perang Silla-Tang?","answer":"Pertempuran Salsu tidak termasuk dalam Perang Silla-Tang. Pertempuran itu terjadi pada 612 antara Goguryeo dan Sui. Pihak utama yang bertempur dalam Perang Silla-Tang adalah Silla dan Tang."}],"sources":[{"url":"https://contents.history.go.kr/mobile/kc/view.do?code=kc_age_10\u0026levelId=kc_i101220","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Kronologi Sejarah Korea, “Perang Silla dan Tang”","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/item/compareViewer.do?levelId=sg_007_0020_0101","title":"Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, surat balasan Raja Munmu: Silla dan Tang menaklukkan Baekje","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/common/compareViewer.do?levelId=sg_007_0020_0100\u0026type=ancient","title":"Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, Raja Agung Munmu mengirim surat balasan kepada Seol In-gwi: Silla dan Tang membentuk aliansi","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_007r_0020_0470","title":"Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, menyerang dan mengusir Li Jinxing yang mendirikan perkemahan di Maesoseong, serta catatan","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_007r_0020_0590","title":"Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, Sideuk bertempur melawan Seol In-gwi di Gibeolpo dan menang, serta catatan","type":"source"},{"url":"https://contents.history.go.kr/front/tg/view.do?ganada=%EB%A7%88\u0026levelId=tg_001_0140\u0026pageUnit=50\u0026treeId=0103","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Penjelasan Istilah Buku Pelajaran, “Pertempuran Maesoseong”","type":"source"},{"url":"https://www.kci.go.kr/kciportal/mobile/ci/sereArticleSearch/ciSereArtiView.kci?sereArticleSearchBean.artiId=ART003116347","title":"Kim Byeong-hui, “Tinjauan Ulang Lokasi Maesoseong dan Keadaan Sebenarnya dalam Kampanye Maesoseong”, Kajian Sejarah Kuno Korea 47, 2024, abstrak","type":"source"},{"url":"https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_008r_0040_1640","title":"Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, pada tahun ke-34 pemerintahan Raja Seongdeok, Dinasti Tang memberikan wilayah di sebelah selatan Sungai Pae, serta catatan","type":"source"},{"url":"https://contents.history.go.kr/front/kc/printViewPopup.do?levelId=kc_i101200","title":"Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Kronologi Sejarah Korea, “Kemenangan Besar di Salsu”","type":"source"}],"images":[{"id":1875,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mjg5MzUsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--a2baa2f6735dad3c0483a708d64087eb6755d694/ai-ba50438a.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"가을 산길을 따라 군사들이 언덕 위 성곽으로 향하고, 먼 능선에도 병력이 이어진다.","caption":"675년 매소성 승리는 나당전쟁의 전세를 바꾼 전환점이었다.","description":null},"en":{"alt":"Soldiers approach a hilltop fortress through autumn hills, while another column moves along a distant ridge.","caption":"The victory at Maesoseong in 675 marked a turning point in the Silla–Tang War.","description":null},"ja":{"alt":"秋の山道を兵士たちが丘の上の城へ進み、遠くの尾根にも部隊が続く。","caption":"675年の買肖城での勝利は、羅唐戦争の戦局を変える転機となった。","description":null},"es":{"alt":"Soldados avanzan hacia una fortaleza en una colina otoñal; otra columna recorre una cresta lejana.","caption":"La victoria de Maesoseong en 675 cambió el rumbo de la guerra entre Silla y Tang.","description":null},"id":{"alt":"Prajurit mendekati benteng di puncak bukit saat musim gugur; barisan lain melintasi punggung bukit jauh.","caption":"Kemenangan di Maesoseong pada 675 menjadi titik balik Perang Silla–Tang.","description":null},"pt":{"alt":"Soldados avançam rumo a uma fortaleza no alto de uma colina outonal; outra coluna cruza uma crista distante.","caption":"A vitória em Maesoseong, em 675, mudou o rumo da guerra entre Silla e Tang.","description":null},"zh-hant":{"alt":"士兵沿秋日山路走向山頂城堡，遠處的山脊上也有隊伍行進。","caption":"675年買肖城之勝是羅唐戰爭戰局的轉折點。","description":null},"de":{"alt":"Soldaten ziehen durch herbstliche Hügel zu einer Festung auf der Anhöhe; weitere Truppen folgen einem fernen Kamm.","caption":"Der Sieg bei Maesoseong im Jahr 675 markierte eine Wende im Krieg zwischen Silla und Tang.","description":null}}},{"id":1876,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mjg5NDEsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--96f821002be7ceb4e9e3ac8fb97cea4dd53d75d3/ai-e1e7f8d7.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"흐린 하늘 아래 갈대가 우거진 강어귀를 여러 척의 나룻배가 노를 저어 지나간다.","caption":"676년 기벌포의 승리는 나당전쟁의 마무리로 설명된다.","description":null},"en":{"alt":"Wooden boats cross a broad, reed-lined river estuary beneath a cloudy sky.","caption":"The victory at Gibeolpo in 676 marked the close of the Silla–Tang War.","description":null},"ja":{"alt":"曇り空の下、葦の茂る河口を複数の木造船が進む。","caption":"676年の伎伐浦での勝利は、羅唐戦争の終結を示すものとされる。","description":null},"es":{"alt":"Varias barcas de madera cruzan un ancho estuario bordeado de juncos bajo un cielo nublado.","caption":"La victoria de Gibeolpo en 676 marcó el final de la guerra entre Silla y Tang.","description":null},"id":{"alt":"Sejumlah perahu kayu melintasi muara luas bertepi ilalang di bawah langit mendung.","caption":"Kemenangan di Gibeolpo pada 676 menandai berakhirnya perang Silla–Tang.","description":null},"pt":{"alt":"Barcos de madeira atravessam um amplo estuário ladeado por juncos sob um céu nublado.","caption":"A vitória em Gibeolpo, em 676, marcou o fim da guerra entre Silla e Tang.","description":null},"zh-hant":{"alt":"陰雲下，多艘木船行經蘆葦叢生的寬闊河口。","caption":"676年伎伐浦的勝利標誌著新羅與唐朝戰爭的結束。","description":null},"de":{"alt":"Mehrere Holzboote fahren unter wolkigem Himmel durch eine breite, schilfgesäumte Flussmündung.","caption":"Der Sieg bei Gibeolpo 676 markierte das Ende des Krieges zwischen Silla und Tang.","description":null}}}],"published_at":"2026-10-16T22:15:41+09:00","updated_at":"2026-10-16T22:15:41+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/silla-tang-war-seven-years-maesoseong-gibeolpo"}