---
title: "Perang Silla-Tang 7 Tahun: Arti Maesoseong dan Gibeolpo"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/silla-tang-war-seven-years-maesoseong-gibeolpo
published_at: 2026-10-16T22:15:41+09:00
---

# Perang Silla-Tang 7 Tahun: Arti Maesoseong dan Gibeolpo

> Perang Silla-Tang berlangsung pada 670~676 antara Silla dan Tang untuk memperebutkan kendali atas bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Peran Maesoseong dan Gibeolpo dalam rangkaian kekalahan dan serangan balik Silla, front Tang melawan Tibet, serta sifat surat balasan Raja Munmu merupakan persoalan yang perlu dibedakan.

## Key Points

- Perang Silla-Tang memuncak akibat perebutan kendali wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo.
- Silla kalah dalam Pertempuran Seokmun pada 672 lalu memperkuat pertahanannya, dan kembali kalah di Chiljungseong pada 675.
- Kemenangan di Maesoseong pada 675 dinilai sebagai titik balik yang mengubah jalannya perang.
- Kemenangan di Gibeolpo pada 676 dianggap menandai berakhirnya perang, sementara front Tang melawan Tibet juga perlu diperhitungkan.
- Surat balasan Raja Munmu memuat klaim diplomatik Silla, sehingga harus dibedakan dari laporan perang yang netral.

Perang Silla-Tang adalah perang antara Silla dan Tang pada **670~676** untuk memperebutkan penguasaan wilayah. Silla berada dalam krisis setelah kalah di Seokmun dan Chiljungseong. Kemenangan di Maesoseong dan Gibeolpo membalikkan keadaan. Perang ini dikenang karena Silla berhasil menghalangi upaya Tang menguasai wilayahnya dan mempertahankan landasan penyatuan Tiga Kerajaan.

Tulisan ini mengikuti catatan 『Samguk Sagi』 dalam 한국사데이터베이스, yang diperiksa pada Oktober 2026.

## Mengapa persekutuan Silla dan Tang berubah menjadi perang

Inti perselisihannya adalah siapa yang akan memerintah bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Silla dan Tang membentuk persekutuan militer pada 648. Kedua negara menghancurkan Baekje pada 660. Pada 668, mereka juga meruntuhkan Goguryeo.

Setelah musuh bersama lenyap, persoalan pembagian wilayah seusai perang muncul. Tang mendirikan Ungjin Dodokbu di bekas wilayah Baekje. Di bekas wilayah Goguryeo, Tang mendirikan Andong Dohobu. Kedua lembaga itu merupakan badan pemerintahan untuk mengelola wilayah taklukan.

Tang juga memberi Raja Munmu jabatan Gyerimju Daedodok. Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya memasukkan Silla ke dalam tatanan yang berpusat pada Tang. Namun, pemberian jabatan itu tidak berarti Silla benar-benar dianeksasi.

Surat balasan Raja Munmu pada 671 mengemukakan janji wilayah sebelumnya sebagai dasar perselisihan. Menurut surat itu, Kaisar Taizong dari Tang telah berjanji memberikan tanah kepada Silla. Cakupan janji tersebut dijelaskan meliputi wilayah di selatan Pyeongyang dan tanah Baekje. Bagian ini menunjukkan bagaimana Silla menyatakan tuntutannya atas pembagian wilayah seusai perang.

## Jalannya Perang Silla-Tang dan kronologi utama

Perang berawal dari serangan Silla, lalu berlanjut menjadi pertahanan dan serangan balik. Periode yang lazim digunakan adalah 7 tahun, dari 670 hingga 676. Hitungan ini mencakup tahun awal dan tahun akhir. Tanggal dan bulan di bawah ini mengikuti kalender lunar dalam catatan dan tidak dikonversi ke kalender matahari.

| Waktu | Peristiwa | Arti bagi jalannya perang | Catatan dan penjelasan rujukan |
|---|---|---|---|
| 648 | Persekutuan militer Silla dan Tang | Kerja sama menghadapi Baekje dan Goguryeo | Surat balasan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』, 우리역사넷 |
| 660 | Runtuhnya Baekje | Muncul persoalan penguasaan bekas wilayah Baekje | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |
| 668 | Runtuhnya Goguryeo | Meluasnya perselisihan wilayah seusai perang | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |
| Maret 670 | Pasukan Seol O-yu dan Go Yeon-mu bergerak ke Liaodong | Perang mulai berlangsung secara penuh melalui pertempuran di Ogolseong | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |
| 671 | Silla mendirikan Soburiju | Bekas wilayah Baekje dimasukkan ke dalam administrasi Silla | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |
| 672 | Silla kalah dalam pertempuran Seokmun | Menjadi alasan untuk memperkuat pertahanan | 우리역사넷 「Perang Silla-Tang」 |
| Februari 675 | Silla kalah dalam pertempuran Chiljungseong | Krisis di arah Sungai Imjin | 우리역사넷 「Pertempuran Maesoseong」 |
| 29 September 675 | Silla menang di Maesoseong | Memukul serangan darat Tang | Catatan tahun ke-15 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』 |
| November 676 | Silla menang di Gibeolpo | Waktu berakhirnya perang menurut penanggalan yang lazim digunakan | Catatan tahun ke-16 pemerintahan Raja Munmu dalam 『Samguk Sagi』 |

Pada tahap awal, Silla bekerja sama dengan kelompok yang berupaya menghidupkan kembali Goguryeo. Kelompok ini hendak mendirikan kembali negara yang telah runtuh itu. Seol O-yu dari Silla dan Go Yeon-mu dari Goguryeo bersama-sama bergerak ke Liaodong. Kerja sama tersebut merupakan salah satu bagian dari perang Silla melawan Tang.

## Kekalahan di Seokmun dan Chiljungseong serta kebuntuan di garis depan

Silla meraih keberhasilan awal, tetapi serangan balik Tang memaksanya bertahan. Pertempuran Seokmun pada 672 menunjukkan perubahan itu. 우리역사넷 menjelaskan bahwa pasukan Silla diserang ketika sedang menata formasi. Setelah kekalahan ini, Silla lebih menitikberatkan pertahanan daripada serangan.

Silla membangun benteng dan memperkuat fasilitas pertahanan. Di sisi lain, Silla mengirim utusan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Tang sebagai langkah diplomatik. Utusan itu bertugas menyampaikan penyesalan atas kesalahan. Dengan demikian, upaya diplomatik dan persiapan militer berjalan bersamaan.

Sekitar 673, garis depan pada umumnya mengalami kebuntuan di kawasan Sungai Imjin. Kebuntuan berarti kedua pihak tidak mampu menggeser garis depan secara berarti. Untuk memecahkannya, Tang mengerahkan pasukan ekspedisi di bawah komando Yu In-gwe. Silla kembali kalah di Chiljungseong pada Februari 675.

## Mengapa pertempuran Maesoseong menjadi titik balik

**Kemenangan di Maesoseong pada 675** menjadi titik balik yang melemahkan serangan darat Tang. 『Samguk Sagi』 menyebutkan bahwa Yi Geun-haeng ditempatkan di Maesoseong. Catatan itu kemudian menyebut pasukan Tang mundur setelah diserang pasukan Silla. Kemenangan ini penting karena Silla keluar dari keadaan ketika pasukannya terus terdesak.

Pada tahun yang sama, pasukan Silla juga memukul mundur angkatan laut Tang di Cheonseong. Para peneliti menjelaskan tujuan serangan di Cheonseong secara berbeda. Ada pendapat yang menekankan pengamanan jalur pasokan. Ada pula pendapat yang melihatnya sebagai serangan pendaratan sekaligus upaya memperluas garis depan.

Karena itu, Maesoseong perlu dilihat bersama pertempuran di sekitarnya. Selain pasukan tempur, tentara memerlukan makanan dan sarana angkut. Jalur perairan dan pangkalan di sekitarnya diperlukan agar operasi dapat berlanjut. Namun, proses pemutusan pasokan secara terperinci belum seluruhnya dapat dipastikan.

| Aspek | Pertempuran Maesoseong | Pertempuran Gibeolpo |
|---|---|---|
| Waktu utama | 29 September 675 menurut kalender lunar | November 676 menurut kalender lunar |
| Sifat medan tempur | Pertempuran memperebutkan pangkalan darat | Pertempuran antarpasukan laut |
| Tokoh utama dalam 『Samguk Sagi』 | Yi Geun-haeng dari Tang | Si-deuk dari Silla, Seol In-gwi dari Tang |
| Arti dalam perang | Titik balik yang mengubah keadaan menjadi menguntungkan | Digambarkan sebagai kemenangan yang mengakhiri perang |
| Hal yang perlu dibedakan | Kemenangan ini tidak langsung mengakhiri perang | Pertempuran ini tidak selesai dalam satu kali bentrokan |

## Pertempuran Gibeolpo dan garis depan Tang lainnya

Kemenangan di Gibeolpo merupakan peristiwa yang lazim digunakan untuk menjelaskan **berakhirnya perang pada 676**. Gibeolpo umumnya dipahami sebagai kawasan muara Sungai Geum. 『Samguk Sagi』 mencatat bahwa Si-deuk memimpin angkatan laut Silla. Seol In-gwi dicatat sebagai komandan pihak lawan.

Menurut catatan tersebut, pasukan Silla kalah dalam pertempuran pertama. Setelah itu, mereka disebut menang melalui 22 pertempuran besar dan kecil. Jumlah tersebut adalah angka yang tercantum dalam 『Samguk Sagi』. Artikel yang memuatnya tidak menyediakan catatan terperinci untuk menyusun kembali tanggal tiap pertempuran.

Berhentinya Tang berperang tidak dapat dijelaskan hanya melalui pertempuran di Semenanjung Korea. Di sebelah barat, Tang juga berhadapan dengan Tubo. Tubo adalah negara yang tumbuh dengan Dataran Tinggi Tibet sebagai pusatnya. 우리역사넷 menjelaskan bahwa tekanan Tubo memengaruhi perubahan strategi Tang.

Serangan balik Silla dan garis depan Tang lainnya sama-sama perlu dipertimbangkan. Namun, besarnya pengaruh masing-masing faktor masih ditafsirkan secara berbeda. Penelitian Kim Byeong-hui pada 2024 menekankan kemampuan militer Silla. Penelitian itu memperdebatkan tafsir yang menempatkan keputusan Tang untuk mundur sebagai faktor utama.

## Beban pasokan dan pertanian dalam surat balasan Raja Munmu

Surat balasan Raja Munmu menunjukkan beban pasokan yang tertutupi oleh kisah pertempuran. Raja Munmu menjelaskan pengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang. Ia mengeluhkan kelelahan yang dialami manusia dan ternak dalam proses itu. Menurut penjelasannya, kerugian akibat terlewatnya musim bertani juga ditanggung pihak Silla.

Penjelasan ini meninjau kembali biaya yang dikeluarkan ketika Silla masih bekerja sama dengan Tang. Karena itu, isinya tidak boleh dibaca sebagai statistik kerugian pada tahap akhir perang. Surat tersebut memuat tujuan agar sumbangsih Silla diakui. Siapa yang menanggung biaya perang pun menjadi persoalan diplomatik.

| Beban yang dikemukakan dalam surat balasan | Makna yang dapat dipahami | Batas kepastian |
|---|---|---|
| Pengangkutan perbekalan militer ke Ungjin dan Pyeongyang | Klaim bahwa Silla turut menyediakan pasokan | Jumlah keseluruhan yang diangkut tidak dapat diketahui hanya dari bagian ini |
| Terkurasnya tenaga manusia dan ternak | Menekankan beban pengerahan di luar pertempuran | Besarnya kerugian secara keseluruhan tidak dapat dihitung |
| Terlewatnya waktu bertani | Benturan antara pengerahan militer dan kegiatan produksi | Besarnya penurunan hasil panen tidak disebutkan |

## Hasil kemenangan dan jeda waktu dalam pemantapan wilayah

Melalui kemenangan itu, Silla mempertahankan landasan untuk memerintah bekas wilayah Baekje dan wilayah lainnya. Ini merupakan hasil utama untuk menjelaskan penyatuan Tiga Kerajaan oleh Silla. Namun, Silla tidak menguasai seluruh bekas wilayah Goguryeo. Berakhirnya perang juga perlu dibedakan dari pembentukan akhir perbatasan di utara.

Penjelasan bahwa Silla memperoleh wilayah di selatan Sungai Daedong melibatkan jeda waktu. 『Samguk Sagi』 memuat catatan tersendiri tentang wilayah di selatan Paegang pada 735. Paegang di sini merujuk pada Sungai Daedong. Catatan itu menyatakan bahwa Tang memberikan tanah tersebut kepada Silla.

Anotasi 한국사데이터베이스 mengaitkannya dengan persoalan pengakuan Tang atas kepemilikan wilayah itu. Anotasi tersebut juga memperkenalkan tafsir bahwa Tang mengizinkan Silla menempatkan pasukan di Paegang. Karena itu, sulit untuk memastikan bahwa penguasaan seluruh wilayah telah tuntas pada 676. Kemenangan militer dan penggabungan wilayah secara administratif merupakan tahap yang berbeda.

## Di mana catatan dan penafsiran berbeda

Isi sumber sejarah perlu dibedakan dari penilaian sejarah masa kini. Teks utama 『Samguk Sagi』 adalah catatan yang menyampaikan peristiwa. Anotasi 한국사데이터베이스 merupakan tulisan yang menjelaskan penelitian pada masa kemudian. Kesalahpahaman dapat timbul jika keduanya dibaca sebagai kesaksian dari zaman yang sama.

### Pandangan Silla dalam surat balasan Raja Munmu

Surat balasan Raja Munmu adalah dokumen diplomatik yang menjelaskan posisi Silla kepada Seol In-gwi. Surat itu menekankan peran Silla dalam persekutuan. Surat tersebut juga mengemukakan alasan bahwa tindakan Silla bukanlah pemberontakan yang tidak dapat dibenarkan. Janji Kaisar Taizong dari Tang pun disampaikan melalui dokumen ini.

Karena itu, surat tersebut menjadi dasar untuk memahami pandangan pihak Silla. Surat itu berbeda dari catatan yang menuliskan langsung perkataan Kaisar Taizong dari Tang di tempat kejadian. Ungkapan dan cakupan janji wilayah itu juga masih diperdebatkan dalam penelitian. Anotasi 한국사데이터베이스 memperkenalkan perbedaan penafsirannya.

### Penjelasan yang umumnya disepakati

Penjelasan Komite Penyusunan Sejarah Nasional menggambarkan Maesoseong sebagai peristiwa yang membalikkan keadaan perang. Gibeolpo dirangkum sebagai kemenangan yang mengakhiri perang. Penjelasan bahwa perselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo menjadi latar belakang perang juga merupakan pandangan umum. Namun, itu tidak berarti semua rincian tiap pertempuran telah dipastikan.

### Rincian yang masih diperdebatkan

Ada perbedaan pendapat tentang jumlah pasukan dan lokasi pertempuran. Angka 200.000 tentara Tang di Maesoseong berasal dari 『Samguk Sagi』. Anotasi 한국사데이터베이스 menjelaskan bahwa angka ini sulit diterima begitu saja. Anotasi itu menelaah kemungkinan pembesaran angka serta jumlah pasukan yang dikerahkan selama beberapa tahun.

| Persoalan | Isi catatan dan penelitian | Pembedaan dalam penulisan |
|---|---|---|
| Jumlah pasukan di Maesoseong | 200.000 tentara Tang menurut 『Samguk Sagi』 | Dibedakan dari jumlah pasukan di medan tempur yang telah terverifikasi |
| Lokasi Maesoseong | Pendapat yang menunjuk Benteng Daejeonri di Yeoncheon dan Benteng Daemosan di Yangju, antara lain, saling bertentangan | Tidak menetapkan satu situs sebagai lokasi yang pasti |
| Seol In-gwi di Gibeolpo | Catatan keikutsertaannya dalam 『Samguk Sagi』 bertentangan dengan catatan pengasingannya dalam sumber sejarah Tiongkok | Menyatakan adanya perdebatan mengenai riwayat tokoh dan tahun pertempuran |
| Penyebab mundurnya Tang | Menelaah tekanan militer Silla dan pengaruh garis depan melawan Tubo | Tidak menyederhanakannya menjadi satu penyebab |

Persoalan Seol In-gwi juga dibahas dalam anotasi 한국사데이터베이스. Anotasi itu menyajikan alasan yang mendukung catatan pertempuran dalam 『Samguk Sagi』. Pada saat yang sama, anotasi tersebut memperkenalkan tafsir lain yang didasarkan pada sumber sejarah Tiongkok. Kronologi dalam tulisan ini mengikuti rangkuman yang lazim berdasarkan 『Samguk Sagi』.

## Perbedaan dengan pertempuran Salsu dan maknanya untuk pembelajaran saat ini

Pertempuran Salsu adalah pertempuran antara Goguryeo dan Sui, terpisah dari Perang Silla-Tang. Perang Silla-Tang terjadi setelah Baekje dan Goguryeo runtuh. Membedakan pihak yang berperang dan zamannya terlebih dahulu dapat mengurangi kebingungan. Satu pertempuran juga perlu dibedakan dari perang yang berlangsung selama beberapa tahun.

| Aspek | Pertempuran Salsu | Perang Silla-Tang |
|---|---|---|
| Waktu | 612 | 670~676 |
| Pihak utama yang berperang | Goguryeo dan Sui | Silla dan Tang |
| Tokoh utama | Eulji Mundeok | Raja Munmu, Si-deuk, dan lainnya |
| Cakupan peristiwa | Pertempuran dalam perang Goguryeo-Sui | Perang yang mencakup Maesoseong, Gibeolpo, dan pertempuran lainnya |
| Latar belakang utama | Invasi Sui ke Goguryeo | Perselisihan mengenai hak menguasai wilayah setelah runtuhnya Baekje dan Goguryeo |

Perang ini menunjukkan bahwa penyatuan Tiga Kerajaan berlangsung melalui beberapa tahap. Runtuhnya Goguryeo pada 668 tidak mengakhiri persoalan wilayah. Setelah itu, Silla masih harus berperang melawan Tang. Bahkan setelah perang berakhir, persoalan penguasaan wilayah utara tetap ada.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Siapa yang menyerang lebih dahulu

Penjelasan yang lazim menganggap serangan pasukan gabungan Silla dan Goguryeo ke Liaodong pada 670 sebagai titik awal. Namun, awal bentrokan militer berbeda dari penyebab perselisihan. Latar belakangnya mencakup pemerintahan Tang atas wilayah taklukan dan upaya Silla memperoleh wilayah.

### Mengapa perang berlanjut setelah kemenangan di Maesoseong

Kemenangan di Maesoseong tidak mengakhiri seluruh kegiatan militer Tang. Pertempuran ini mengubah arah perkembangan di garis depan darat. Pada tahun berikutnya, pertempuran angkatan laut berlanjut di Gibeolpo.

### Apakah surat balasan Raja Munmu berisi fakta atau klaim

Surat itu merupakan sumber sejarah yang menyampaikan dokumen diplomatik nyata sekaligus memuat klaim Silla. Surat tersebut berharga untuk memahami alasan yang dikemukakan Silla saat itu. Rincian tiap peristiwa perlu dibandingkan dengan catatan lain.

### Apakah kemenangan Silla pada 676 berarti Tang runtuh

Kemenangan itu tidak berarti Tang runtuh. Silla menghalangi perluasan kekuasaan Tang di Semenanjung Korea. Tang tetap bertahan setelah itu dan melanjutkan kegiatan militer serta diplomatik di wilayah lain.

## FAQ

### Kapan Perang Silla-Tang berlangsung?
Perang ini umumnya disebut berlangsung selama 7 tahun, dari 670 hingga 676. Serangan ke Liaodong pada 670 dianggap sebagai awal perang secara penuh. Kemenangan di Gibeolpo pada 676 dianggap sebagai akhir perang.

### Mengapa Silla dan Tang berubah dari sekutu menjadi musuh?
Karena keduanya berselisih mengenai hak untuk memerintah bekas wilayah Baekje dan Goguryeo. Tang mendirikan lembaga pemerintahan di wilayah yang ditaklukkannya. Silla berupaya menguasai wilayah itu sebagai tanggapan.

### Apakah Silla terus meraih kemenangan sepanjang perang?
Silla kalah dalam Pertempuran Seokmun pada 672 dan Pertempuran Chiljungseong pada 675. Setelah kekalahan di Seokmun, Silla memperkuat pertahanannya. Kemenangan di Maesoseong merupakan serangan balasan setelah masa krisis tersebut.

### Apa perbedaan antara Pertempuran Maesoseong dan Pertempuran Gibeolpo?
Maesoseong dinilai sebagai titik balik di medan perang darat pada 675. Kemenangan angkatan laut di Gibeolpo pada 676 menandai akhir perang. Kedua pertempuran itu berbeda dalam waktu dan jenis medan perangnya.

### Apakah catatan bahwa ada 200.000 tentara Tang di Maesoseong sudah dipastikan kebenarannya?
Jumlah 200.000 tentara Tang tercatat dalam Samguk Sagi. Masih diperdebatkan apakah angka itu dapat diterima begitu saja sebagai jumlah pasukan yang benar-benar berada di lokasi. Catatan penjelas Database Sejarah Korea membahas kemungkinan bahwa angka tersebut dilebih-lebihkan atau mencerminkan jumlah kumulatif pasukan yang dikerahkan.

### Di mana lokasi Maesoseong saat ini?
Lokasinya belum dapat dipastikan. Benteng Daejeonri di Yeoncheon dan Benteng Daemosan di Yangju termasuk lokasi yang dipertimbangkan. Penelitian Kim Byeong-hui pada 2024 juga membahas perdebatan mengenai kedua lokasi tersebut.

### Apakah Tang mundur karena Tibet?
Tekanan dari Tibet disebut sebagai salah satu faktor yang membatasi strategi Tang. Serangan balasan militer Silla juga perlu diperhitungkan. Para peneliti berbeda pendapat tentang besarnya pengaruh masing-masing faktor.

### Bagaimana janji Kaisar Taizong dari Tang yang disebut dalam surat balasan Raja Munmu harus dipahami?
Janji itu harus dipahami sebagai janji mengenai wilayah yang dikemukakan Silla dalam dokumen diplomatik. Pernyataan Kaisar Taizong dari Tang diketahui melalui surat balasan Raja Munmu. Para peneliti berbeda pendapat tentang cakupan janji tersebut dan makna ungkapannya.

### Apakah Silla sudah memerintah seluruh wilayah di selatan Sungai Daedong pada 676?
Sulit untuk memastikan bahwa perang berakhir pada saat yang sama dengan tegaknya kekuasaan Silla di seluruh wilayah tersebut. Samguk Sagi memuat catatan tersendiri dari 735 tentang wilayah di selatan Sungai Pae. Kemenangan militer, pengakuan atas penguasaan wilayah, dan penggabungan ke dalam pemerintahan harus dibedakan.

### Apakah Pertempuran Salsu termasuk dalam Perang Silla-Tang?
Pertempuran Salsu tidak termasuk dalam Perang Silla-Tang. Pertempuran itu terjadi pada 612 antara Goguryeo dan Sui. Pihak utama yang bertempur dalam Perang Silla-Tang adalah Silla dan Tang.

## Sources

- [Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Kronologi Sejarah Korea, “Perang Silla dan Tang”](https://contents.history.go.kr/mobile/kc/view.do?code=kc_age_10&levelId=kc_i101220)
- [Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, surat balasan Raja Munmu: Silla dan Tang menaklukkan Baekje](https://db.history.go.kr/item/compareViewer.do?levelId=sg_007_0020_0101)
- [Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, Raja Agung Munmu mengirim surat balasan kepada Seol In-gwi: Silla dan Tang membentuk aliansi](https://db.history.go.kr/common/compareViewer.do?levelId=sg_007_0020_0100&type=ancient)
- [Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, menyerang dan mengusir Li Jinxing yang mendirikan perkemahan di Maesoseong, serta catatan](https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_007r_0020_0470)
- [Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, Sideuk bertempur melawan Seol In-gwi di Gibeolpo dan menang, serta catatan](https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_007r_0020_0590)
- [Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Penjelasan Istilah Buku Pelajaran, “Pertempuran Maesoseong”](https://contents.history.go.kr/front/tg/view.do?ganada=%EB%A7%88&levelId=tg_001_0140&pageUnit=50&treeId=0103)
- [Kim Byeong-hui, “Tinjauan Ulang Lokasi Maesoseong dan Keadaan Sebenarnya dalam Kampanye Maesoseong”, Kajian Sejarah Kuno Korea 47, 2024, abstrak](https://www.kci.go.kr/kciportal/mobile/ci/sereArticleSearch/ciSereArtiView.kci?sereArticleSearchBean.artiId=ART003116347)
- [Basis Data Sejarah Korea, Samguk Sagi, pada tahun ke-34 pemerintahan Raja Seongdeok, Dinasti Tang memberikan wilayah di sebelah selatan Sungai Pae, serta catatan](https://db.history.go.kr/ancient/level.do?levelId=sg_008r_0040_1640)
- [Institut Nasional Sejarah Korea, Uriyeoksanet, Kronologi Sejarah Korea, “Kemenangan Besar di Salsu”](https://contents.history.go.kr/front/kc/printViewPopup.do?levelId=kc_i101200)

## Images

![Prajurit mendekati benteng di puncak bukit saat musim gugur; barisan lain melintasi punggung bukit jauh.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mjg5MzUsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--a2baa2f6735dad3c0483a708d64087eb6755d694/ai-ba50438a.webp)
![Sejumlah perahu kayu melintasi muara luas bertepi ilalang di bawah langit mendung.](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mjg5NDEsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--96f821002be7ceb4e9e3ac8fb97cea4dd53d75d3/ai-e1e7f8d7.webp)