---
title: "Standar Pelabelan Kopi Dekafein yang Berubah Mulai 2028"
locale: id
category: knowledge_base
category_name: "Basis Pengetahuan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/decaf-coffee-labeling-standard-korea-2028
published_at: 2026-07-11T16:25:13+09:00
---

# Standar Pelabelan Kopi Dekafein yang Berubah Mulai 2028

> Dengan revisi standar pelabelan oleh Kementerian Keamanan Pangan dan Obat, mulai 1 Januari 2028, label ‘dekafein’ pada biji kopi hanya dapat digunakan jika kandungan sisa kafein pada biji kopi 0.1% atau kurang berdasarkan kadar padatan. Produk kolaborasi antara minuman beralkohol dan pangan umum juga harus mencantumkan kata ‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’ pada sisi utama label agar konsumen mudah mengetahui bahwa produk tersebut adalah minuman beralkohol.

## Key Points

- Mulai 1 Januari 2028, label kopi dekafein hanya dapat digunakan jika kandungan sisa kafein pada biji kopi bahan baku 0.1% atau kurang berdasarkan kadar padatan.
- Sebelumnya, produk yang menghilangkan kafein 90% atau lebih dapat diberi label dekafein, tetapi ke depan tingkat kafein yang benar-benar tersisa akan dilihat secara lebih langsung.
- Ungkapan seperti ‘tanpa kafein’, ‘dekafein’, ‘menggunakan biji kopi tanpa kafein’, dan ‘menggunakan biji kopi dekafein’ akan terpengaruh oleh standar baru ini.
- Produk kolaborasi antara minuman beralkohol dan pangan umum harus mencantumkan kata ‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’ pada sisi utama label untuk mengurangi kesalahpahaman konsumen.
- Tanggal penerapan wajib standar baru ini adalah 1 Januari 2028, dan pelaku usaha dapat menerapkannya lebih awal secara sukarela sebelum tanggal tersebut.

## Ikhtisar

Seiring Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan mengubah dan mengumumkan 「Standar Pelabelan Pangan dan Lainnya」, standar pelabelan kopi ‘dekafein’ menjadi lebih jelas. Intinya bukan sekadar seberapa banyak kafein dihilangkan, melainkan **berapa banyak kafein yang benar-benar tersisa dalam biji kopi yang digunakan sebagai bahan baku** yang dijadikan dasar.

Menurut standar yang direvisi, label seperti ‘tanpa kafein’, ‘dekafein’, ‘menggunakan biji kopi tanpa kafein’, atau ‘menggunakan biji kopi dekafein’ hanya dapat digunakan jika kadar kafein residu dalam biji kopi yang digunakan sebagai bahan baku adalah **0,1% atau kurang berdasarkan padatan**.

Selain itu, produk kolaborasi antara minuman beralkohol dan pangan umum harus mencantumkan tulisan **‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’** pada panel tampilan utama agar konsumen dapat dengan mudah mengenali bahwa produk tersebut adalah minuman beralkohol. Tanggal berlakunya standar revisi ini adalah **1 Januari 2028**.

## Apa yang berubah?

### Perubahan utama dalam standar pelabelan dekafein

Standar sebelumnya berfokus pada apakah ‘kafein telah dihilangkan 90% atau lebih’. Namun, jika kandungan kafein biji kopi itu sendiri tinggi, meskipun 90% atau lebih telah dihilangkan, jumlah kafein yang tersisa bisa lebih banyak daripada yang diharapkan konsumen.

Standar baru memperkenalkan **standar kadar kafein residu** untuk mengurangi keterbatasan tersebut. Dengan kata lain, agar biji kopi yang digunakan dalam produk dapat diberi label dekafein, rasio kafein yang tersisa harus 0,1% atau kurang berdasarkan padatan.

| Kategori | Standar sebelumnya | Standar revisi |
|---|---:|---:|
| Cara penilaian | Berpusat pada tingkat penghilangan kafein | Berpusat pada kadar kafein residu |
| Syarat dapat mencantumkan label dekafein | Kafein dihilangkan 90% atau lebih | Kadar kafein residu pada biji kopi bahan baku adalah 0,1% atau kurang berdasarkan padatan |
| Makna dari sudut pandang konsumen | Meski tingkat penghilangan tinggi, jumlah residu sebenarnya dapat relatif tinggi | Standar yang lebih mendekati ekspektasi ‘kopi yang hampir tidak mengandung kafein’ |
| Tanggal berlaku | Penerapan standar sebelumnya | Wajib diterapkan mulai 1 Januari 2028 |

## Apa arti ‘0,1% atau kurang berdasarkan padatan’?

‘Berdasarkan padatan’ berarti kandungan dihitung dengan menjadikan komponen padat sebagai dasar, dengan mengecualikan air atau kelembapan sejenisnya. Pada pangan seperti biji kopi atau ekstrak kopi yang kadar airnya dapat berbeda-beda, dasar padatan dapat lebih sesuai untuk membandingkan kandungan komponen daripada dasar berat sederhana.

Standar yang dimaksud dalam revisi ini dapat dipahami sebagai berikut.

- Sasaran: biji kopi yang digunakan sebagai bahan baku
- Komponen: kafein residu
- Standar: 0,1% atau kurang berdasarkan padatan
- Ungkapan label yang dapat digunakan: ‘tanpa kafein’, ‘dekafein’, ‘menggunakan biji kopi tanpa kafein’, ‘menggunakan biji kopi dekafein’, dan sebagainya

Namun, jumlah kafein sebenarnya dalam satu cangkir kopi yang diminum konsumen dapat berbeda tergantung pada jumlah biji kopi yang digunakan, metode ekstraksi, volume minuman, dan cara pembuatan. Karena itu, standar baru ini memperjelas persyaratan dasar pelabelan, dan bukan berarti kadar kafein semua minuman dekafein sepenuhnya sama.

## Mengapa standarnya diubah?

### 1. Untuk mengurangi perbedaan antara ekspektasi konsumen dan standar pelabelan

Banyak konsumen memahami ‘kopi dekafein’ sebagai kopi yang hampir tidak mengandung kafein atau mengandung sangat sedikit kafein. Namun, standar sebelumnya yaitu ‘penghilangan 90% atau lebih’ dapat menghasilkan jumlah residu akhir yang berbeda tergantung pada seberapa banyak kafein yang semula terkandung dalam biji kopi.

Misalnya, jika biji kopi semula memiliki kandungan kafein tinggi, meskipun diterapkan tingkat penghilangan yang tinggi, kafein yang tersisa pada akhirnya dapat relatif banyak. Karena itu, dari sudut pandang konsumen, dapat muncul perbedaan antara tingkat yang diharapkan hanya dengan melihat label ‘dekafein’ dan jumlah asupan sebenarnya.

### 2. Untuk meningkatkan objektivitas pelabelan

Standar baru adalah cara yang secara langsung memeriksa ‘berapa banyak yang tersisa’ daripada ‘berapa banyak yang dihilangkan’. Hal ini membuat standar pelabelan lebih objektif dan meningkatkan kemungkinan perbandingan antarproduk.

### 3. Untuk membantu melindungi konsumen yang sensitif terhadap kafein

Ibu hamil, ibu menyusui, remaja, orang yang sensitif terhadap kafein, orang dengan gangguan tidur, dan lainnya dapat mengelola asupan kafein dengan lebih hati-hati. Jika standar pelabelan dekafein menjadi jelas, hal ini membantu mengurangi kesalahpahaman saat konsumen tersebut memilih produk.

## Ungkapan apa saja yang terdampak?

Standar revisi berlaku pada ungkapan label yang dapat disampaikan kepada konsumen dengan makna yang sama seperti dekafein.

Secara representatif, ungkapan berikut dapat termasuk di dalamnya.

- Tanpa kafein
- Dekafein
- Menggunakan biji kopi tanpa kafein
- Menggunakan biji kopi dekafein

Dengan kata lain, jika ingin menggunakan ungkapan pada nama produk atau label kemasan yang dapat dipahami konsumen sebagai ‘kopi yang kafeinnya telah dihilangkan’, biji kopi tersebut harus memenuhi standar baru.

## Hal yang perlu diketahui konsumen

### Dekafein tidak sama dengan ‘kafein 0’

Dekafein umumnya berarti kopi yang kafeinnya dihilangkan atau dikurangi, tetapi tidak selalu berarti sama sekali tidak mengandung kafein. Revisi kali ini juga bukan standar ‘0%’, melainkan standar ‘0,1% atau kurang berdasarkan padatan’.

Orang yang sangat sensitif terhadap kafein sebaiknya memeriksa label produk, informasi yang disediakan pelaku usaha, serta panduan gizi dan komposisi secara bersamaan.

### Produk sebelum masa berlaku dapat diberi label sesuai standar sebelumnya

Tanggal berlakunya standar baru adalah 1 Januari 2028. Hingga sebelum tanggal berlaku, produk yang diberi label sesuai standar sebelumnya dapat beredar. Namun, pelaku usaha dapat menerapkan standar baru terlebih dahulu secara sukarela.

### Kadar kafein sebenarnya pada minuman di toko dapat berbeda tergantung kondisi pembuatan

Meski menggunakan biji kopi dekafein, asupan kafein sebenarnya dari minuman dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.

- Jumlah biji kopi yang digunakan
- Waktu ekstraksi
- Metode ekstraksi
- Volume minuman
- Jumlah shot
- Ada tidaknya blending

Karena itu, konsumen yang perlu membatasi kafein sebaiknya tidak hanya melihat label ‘dekafein’, tetapi jika memungkinkan memeriksa informasi kadar kafein dari toko atau produsen agar lebih aman.

## Hal yang perlu diperiksa pelaku usaha

Produsen dan pengolah pangan, importir dan distributor biji kopi, waralaba kafe, pelaku usaha manufaktur dan pengolahan penjualan langsung, dan lainnya perlu memeriksa pelabelan serta pengelolaan bahan baku sesuai standar baru.

### Checklist

| Item pemeriksaan | Isi yang perlu dikonfirmasi |
|---|---|
| Standar bahan baku | Memastikan apakah kadar kafein residu pada biji kopi yang akan diberi label dekafein adalah 0,1% atau kurang berdasarkan padatan |
| Kalimat label | Memastikan apakah ungkapan terkait seperti ‘dekafein’, ‘tanpa kafein’, ‘menggunakan biji kopi dekafein’ sesuai dengan standar |
| Dokumen pembuktian | Mengelola dokumen yang dapat diperiksa seperti sertifikat hasil uji dari pemasok biji kopi dan spesifikasi bahan baku |
| Bahan kemasan | Meninjau perlu tidaknya perubahan kalimat pada bahan kemasan sesuai tanggal berlaku pada 2028 |
| Informasi di toko | Memeriksa secara menyeluruh media label seperti papan menu, halaman penjualan online, dan nama produk di aplikasi pengiriman |
| Penerapan dini | Meninjau apakah akan menerapkan secara sukarela sebelum tanggal berlaku |

## Pelabelan produk kolaborasi minuman beralkohol juga berubah

Selain standar kopi, revisi ini juga mencakup standar pelabelan produk kolaborasi antara minuman beralkohol dan pangan umum. Seiring diluncurkannya produk kolaborasi antara merek minuman beralkohol dan camilan, es krim, minuman, makanan siap saji, dan lainnya, telah muncul kemungkinan konsumen bingung apakah produk tersebut minuman beralkohol atau pangan umum.

Ke depannya, produk kolaborasi minuman beralkohol harus mencantumkan tulisan **‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’** pada panel tampilan utama agar konsumen dapat mengenalinya dengan mudah.

### Apa itu panel tampilan utama?

Panel tampilan utama adalah sisi utama pada kemasan yang paling pertama dilihat konsumen saat membeli produk. Umumnya, bagian depan tempat nama produk, nama merek, dan gambar utama ditempatkan termasuk dalam hal ini.

Standar ini bermakna untuk mengurangi kesalahan persepsi konsumen, serta khususnya membantu anak di bawah umur atau konsumen yang tidak minum alkohol memahami karakter produk dengan lebih jelas.

## Tanggal berlaku dan jadwal penerapan

| Item | Isi |
|---|---|
| Isi revisi | Pembenahan standar pelabelan kopi dekafein dan standar pelabelan produk kolaborasi minuman beralkohol |
| Tanggal wajib berlaku | 1 Januari 2028 |
| Penerapan dini | Dapat diterapkan secara sukarela oleh masing-masing pelaku usaha |
| Dampak pada konsumen | Meningkatkan keandalan label dekafein dan kemampuan mengidentifikasi produk minuman beralkohol |
| Dampak pada pelaku usaha | Perlu memeriksa standar bahan baku, membenahi kalimat label, serta mengelola label kemasan dan online |

## Ringkasan

Inti dari revisi ini adalah membuat label pangan lebih sesuai dengan ekspektasi umum konsumen. Ke depannya, kopi dekafein dapat diberi label berdasarkan kadar kafein residu sebenarnya, bukan sekadar tingkat penghilangan. Selain itu, produk kolaborasi minuman beralkohol harus memberi tahu karakter produk dengan lebih jelas melalui label ‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’.

Setelah 2028, konsumen dapat memahami label dekafein berdasarkan standar yang lebih jelas, dan pelaku usaha harus memeriksa dokumen pembuktian bahan baku serta kalimat label secara sistematis sebelum tanggal berlaku.

## FAQ

### Kapan standar pelabelan kopi dekafein akan berubah?
Tanggal pemberlakuan wajib standar yang direvisi adalah 1 Januari 2028. Namun, jika pelaku usaha menginginkannya, mereka dapat menerapkannya lebih awal secara sukarela sebelum tanggal tersebut.

### Ke depannya, kopi seperti apa yang dapat diberi label ‘dekafein’?
Jika kandungan kafein residu pada biji kopi yang digunakan sebagai bahan baku adalah 0,1% atau kurang berdasarkan bahan padat, label ‘tanpa kafein’ atau ‘dekafein’ dapat digunakan.

### Apa standar dekafein yang berlaku sebelumnya?
Sebelumnya, produk kopi yang kafeinnya telah dihilangkan 90% atau lebih dapat diberi label dekafein. Standar baru lebih langsung mencerminkan jumlah kafein yang benar-benar tersisa daripada persentase penghilangan.

### Apakah dekafein berarti sama sekali tidak mengandung kafein?
Tidak. Dekafein berarti kopi yang kafeinnya dihilangkan atau dikurangi, tetapi tidak berarti kafeinnya 0. Standar baru juga merupakan batas residu yang diizinkan, yaitu 0,1% atau kurang berdasarkan bahan padat.

### Apakah ungkapan ‘menggunakan biji kopi dekafein’ juga harus mengikuti standar baru?
Ya. Ungkapan yang dapat dipahami konsumen sebagai menggunakan biji kopi dekafein, seperti ‘menggunakan biji kopi tanpa kafein’ atau ‘menggunakan biji kopi dekafein’, harus memenuhi standar kafein residu pada biji kopi bahan baku.

### Apakah sebelum tanggal pemberlakuan masih dapat ditemukan produk dengan label lama?
Bisa. Hingga sebelum 1 Januari 2028, produk dengan label berdasarkan standar lama dapat beredar. Namun, sebagian pelaku usaha dapat menerapkan standar baru lebih awal.

### Apakah jumlah kafein dalam minuman dekafein yang dijual di kafe selalu sama?
Sulit untuk mengatakan selalu sama. Jumlah kafein sebenarnya dalam satu cangkir dapat berbeda tergantung pada jumlah biji kopi yang digunakan, metode ekstraksi, ukuran minuman, jumlah shot, dan sebagainya.

### Label apa yang akan ditambahkan pada produk kolaborasi minuman beralkohol?
Produk hasil kolaborasi antara minuman beralkohol dan pangan umum harus mencantumkan kata ‘alkohol’ atau ‘minuman beralkohol’ pada bagian tampilan utama label agar konsumen dapat dengan mudah mengetahui bahwa produk tersebut adalah minuman beralkohol.

### Mengapa standar pelabelan produk kolaborasi minuman beralkohol diperlukan?
Produk kolaborasi antara merek minuman beralkohol dan pangan umum dapat membuat konsumen bingung apakah produk tersebut minuman beralkohol atau pangan umum karena kemasan atau citra mereknya. Label baru ini bertujuan mengurangi kesalahpahaman tersebut.

### Apa yang harus disiapkan oleh pelaku usaha?
Pelaku usaha yang menggunakan label dekafein harus memeriksa bukti kandungan kafein residu pada biji kopi, teks pada kemasan, halaman penjualan online, keterangan pada menu, dan sebagainya. Jika menjual produk kolaborasi minuman beralkohol, mereka juga harus memeriksa label pada bagian tampilan utama.

## Sources

- [Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan](https://www.mfds.go.kr/)
- [Pusat Informasi Hukum Nasional](https://www.law.go.kr/)

## Images

![Ilustrasi dekafeinasi kopi, timbangan, tanda centang, kalender, dan kemasan produk](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/redirect/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTMzNSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--cf80f54ba8c519ff085697aa8e588ee40fa056d1/ai-d426dc75.webp)
![Biji kopi, daftar periksa, kemasan, tanda setuju dan silang, serta kalender standar label](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/redirect/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MTM0MSwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--25dfdf3b3968d57752786e9540651f2dcc7a6b16/ai-2b7d4c20.webp)