{"content_id":"nzdeacdqhl","slug":"korea-stock-price-suppression-prevention-tax-proposal","locale":"id","schema_type":"Article","category":"report","category_name":"Laporan","title":"Struktur UU Pencegahan Penekanan Harga Saham dan Isu PBR 0.8 Kali","summary":"Apa yang disebut sebagai “UU Pencegahan Penekanan Harga Saham” merupakan gagasan untuk menetapkan 80% dari nilai aset bersih sebagai batas bawah penilaian saat saham tercatat ber-PBR rendah diwariskan atau dihibahkan. Gagasan ini dapat mengurangi insentif untuk mempertahankan harga saham tetap rendah, tetapi diperlukan langkah pelengkap yang mencerminkan perbedaan struktur aset antarindustri, aset bersih menurut akuntansi, dan nilai pelepasan aktual.","author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["UU Pencegahan Penekanan Harga Saham bukanlah nama resmi suatu undang-undang, melainkan istilah yang merujuk pada gagasan revisi Undang-Undang Pajak Warisan dan Hibah untuk mengubah metode penilaian saham tercatat yang diwariskan atau dihibahkan.","Pada prinsipnya, penilaian saham tercatat saat ini menggunakan rata-rata harga penutupan masing-masing selama 2 bulan sebelum dan sesudah tanggal acuan penilaian.","Langkah utama yang dibahas adalah menerapkan 80% dari nilai aset bersih sebagai batas bawah penilaian aset warisan atau hibah jika PBR kurang dari 0.8 kali.","Angka “60%” yang menggabungkan tarif tertinggi 50% dan premi 20% bagi pemegang saham terbesar merupakan penyederhanaan beban marjinal tertinggi, bukan tarif efektif yang diterapkan secara seragam pada seluruh nilai penilaian.","Batas bawah PBR yang seragam dapat membuat beban pajak industri padat aset dan perusahaan yang mengalami resesi sementara menjadi lebih besar daripada nilai pasar aktualnya."],"content_markdown":"Apa yang disebut “undang-undang pencegahan penekanan harga saham” adalah gagasan kebijakan untuk menghilangkan insentif bagi pemegang saham pengendali perusahaan agar enggan menaikkan harga saham atau mempertahankannya tetap rendah demi mengurangi pajak warisan atau pajak hibah. Nama resmi undang-undangnya belum ditetapkan secara terpisah, dan secara umum merujuk pada rencana revisi Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hibah yang memperkenalkan batas minimum berdasarkan nilai aset bersih dalam penilaian harta warisan dan hibah berupa saham tercatat.\n\nGagasan utamanya sederhana. Jika rasio harga terhadap nilai buku (PBR) perusahaan tercatat lebih rendah dari 0,8 kali, nilai saham tidak dinilai hanya berdasarkan harga yang terbentuk di pasar, tetapi sekurang-kurangnya sebesar 80% dari nilai aset bersih. Namun, cakupan penerapan, pengecualian, dan metode penghitungan aset bersih secara terperinci harus diperiksa dalam rancangan undang-undang final.\n\n## Apa itu undang-undang pencegahan penekanan harga saham\n\n“Penekanan harga saham” bukanlah istilah hukum tersendiri, melainkan ungkapan yang digunakan dalam perdebatan kebijakan. Konsep ini berangkat dari kekhawatiran bahwa pemegang saham terbesar atau manajemen dapat menahan kenaikan harga saham menjelang suksesi melalui keputusan-keputusan berikut.\n\n- Bersikap pasif terhadap pembagian dividen atau penghapusan saham treasuri meskipun memiliki kas yang cukup\n- Memiliki aset berprofitabilitas rendah atau properti menganggur secara berlebihan\n- Mendorong penambahan modal atau pemisahan perusahaan yang dampaknya terhadap nilai perusahaan dan nilai pemegang saham tidak jelas\n- Bersikap pasif dalam penjelasan kepada investor, pengungkapan informasi, dan kegiatan IR\n\nTindakan tersebut tidak selalu berarti penekanan harga saham untuk tujuan suksesi. Kepemilikan kas, pembelian properti, penambahan modal, atau pemisahan perusahaan juga dapat memiliki alasan manajemen yang wajar. Karena itu, tujuan sistem ini bukan mengatur setiap keputusan manajemen satu per satu, melainkan menetapkan batas minimum nilai warisan atau hibah untuk mengurangi keuntungan pajak yang diperoleh dari harga saham rendah.\n\n## Metode penilaian saham tercatat saat ini\n\nBerdasarkan Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hibah, saham tercatat pada prinsipnya dinilai dengan menghitung rata-rata harga penutupan harian yang diumumkan selama 2 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah tanggal acuan penilaian. Untuk warisan, tanggal acuan penilaian umumnya adalah tanggal dimulainya pewarisan, sedangkan untuk hibah adalah tanggal hibah.\n\nAlasan penggunaan rata-rata selama total 4 bulan sebelum dan sesudah tanggal acuan penilaian adalah untuk mengurangi dampak lonjakan atau penurunan tajam pada hari tertentu terhadap pajak. Jika periode rata-rata tersebut sulit diterapkan secara langsung karena penambahan modal, merger, dan sebagainya, ketentuan tersendiri dapat diberlakukan.\n\nDalam metode saat ini, meskipun aset bersih dalam pembukuan besar, nilai saham juga menjadi rendah jika harga saham di pasar rendah. Sebaliknya, meskipun aset bersih kecil, jika harga saham tinggi karena mencerminkan ekspektasi pertumbuhan, nilai penilaian dan beban pajak akan meningkat.\n\n## Usulan batas minimum PBR 0,8 kali\n\nPBR adalah indikator yang menunjukkan berapa kali harga saham diperdagangkan dibandingkan nilai aset bersih per saham.\n\n- Berdasarkan per saham: `PBR = harga saham ÷ nilai aset bersih per saham (BPS)`\n- Berdasarkan keseluruhan perusahaan: `PBR = kapitalisasi pasar ÷ aset bersih`\n\nSkema yang sedang dibahas adalah menerapkan 80% dari nilai aset bersih sebagai batas minimum penilaian untuk saham tercatat dengan PBR di bawah 0,8 kali. Secara konseptual, hal ini dapat dinyatakan sebagai berikut.\n\n`Nilai penilaian warisan·hibah = jumlah yang lebih besar antara nilai penilaian berdasarkan harga pasar dan 80% dari nilai aset bersih`\n\nIni bukan rumusan hukum yang telah ditetapkan, melainkan penyederhanaan gagasan dasar sistem tersebut. Dalam legislasi sebenarnya, perlu ditentukan apakah akan menggunakan laporan keuangan konsolidasian atau tersendiri, aset bersih dari periode pembukuan mana yang akan digunakan, serta dalam urutan apa premi pemegang saham terbesar akan diterapkan.\n\n### Contoh sederhana\n\nMisalkan nilai aset bersih yang terkait dengan suatu kepemilikan saham adalah 100 miliar won dan nilainya berdasarkan harga saham rata-rata saat ini adalah 60 miliar won.\n\n- Rasio setara PBR: 0,6 kali\n- 80% dari nilai aset bersih: 80 miliar won\n- Nilai penilaian berdasarkan harga pasar saat ini: 60 miliar won\n- Nilai penilaian setelah penerapan batas minimum yang diusulkan: 80 miliar won\n\nDalam contoh ini, nilai penilaian kena pajak meningkat sebesar 20 miliar won. Jumlah pajak sebenarnya berbeda-beda bergantung pada apakah transaksi tersebut berupa warisan atau hibah, apakah terdapat harta dan utang lain, bagaimana jumlah pengurangan dan kelompok tarif pajaknya, serta apakah premi pemegang saham terbesar diterapkan.\n\n## Hubungan dengan penilaian saham tidak tercatat\n\nAngka PBR 0,8 kali merupakan gagasan yang berasal dari batas minimum nilai aset bersih yang digunakan dalam penilaian saham tidak tercatat. Karena saham tidak tercatat tidak memiliki harga pasar yang terus-menerus terbentuk di bursa, metode penilaian pelengkap berdasarkan undang-undang pajak digunakan.\n\nSecara umum, penilaian dilakukan dengan memberi bobot pada nilai laba rugi bersih dan nilai aset bersih. Namun, jika nilai penilaian pelengkap tertentu lebih rendah dari 80% nilai aset bersih, diterapkan struktur yang menjadikan 80% tersebut sebagai batas minimum. Meski demikian, aturan penilaian yang berbeda dapat diterapkan pada perusahaan yang memiliki properti secara berlebihan atau perusahaan yang baru menjalankan usaha dalam waktu singkat.\n\nUsulan kebijakan tersebut bertujuan menerapkan sebagian konsep batas minimum saham tidak tercatat ini pada saham tercatat. Namun, karena saham tercatat memiliki harga pasar yang nyata, muncul perdebatan mengenai apakah saham tersebut dapat diperlakukan sama dengan saham tidak tercatat.\n\n## Premi pemegang saham terbesar dan arti “maksimum 60%”\n\nTarif nominal tertinggi pajak warisan dan pajak hibah adalah 50%, yang diterapkan pada bagian dasar pengenaan pajak di atas 3 miliar won. Penilaian dengan premi yang menambahkan 20% pada nilai penilaian dapat diterapkan pada saham milik pemegang saham terbesar dan pihak terkait yang memenuhi persyaratan tertentu.\n\nKarena itu, ungkapan `50% × 120% = 60%` sering digunakan. Namun, angka ini hanya menunjukkan secara sederhana beban marginal maksimum dibandingkan dengan nilai awal saham.\n\nSebagai contoh, jika kepemilikan pemegang saham terbesar senilai 100 miliar won berdasarkan harga pasar dikenai premi 20%, nilai penilaiannya menjadi 120 miliar won. Bahkan dengan asumsi sederhana bahwa tidak ada harta, utang, atau pengurangan lain dan seluruh 120 miliar won merupakan dasar pengenaan pajak, pajak terutang setelah memperhitungkan pengurangan progresif sebesar 460 juta won adalah sekitar 59,54 miliar won.\n\nDalam perhitungan sebenarnya, unsur-unsur berikut mengubah jumlah pajak.\n\n- Pengurangan pajak warisan atau pengurangan harta hibah\n- Pos yang dapat dikurangkan, seperti utang dan biaya pemakaman\n- Harta hibah sebelumnya yang diterima dari orang yang sama\n- Kredit pajak pelaporan dan metode pembayaran\n- Penerapan serta pengecualian penilaian dengan premi pemegang saham terbesar\n- Proporsi saham tersebut dalam keseluruhan harta warisan\n\nKarena itu, “tarif pajak efektif 60%” tidak boleh dipahami sebagai tarif tetap yang berlaku pada semua warisan atau hibah pemegang saham terbesar.\n\n## Perbandingan sistem saat ini dan usulan\n\n| Kategori | Penilaian saham tercatat saat ini | Metode batas minimum PBR yang dibahas |\n|---|---|---|\n| Standar dasar | Rata-rata harga penutupan selama masing-masing 2 bulan sebelum dan sesudah tanggal acuan penilaian | Mempertimbangkan penilaian harga pasar dan batas minimum nilai aset bersih secara bersamaan |\n| Perusahaan ber-PBR rendah | Harga pasar yang rendah tercermin dalam nilai penilaian | Jika PBR di bawah 0,8 kali, 80% dari nilai aset bersih dapat diterapkan sebagai batas minimum |\n| Tujuan kebijakan | Menghormati harga yang terbentuk di pasar sebenarnya | Mengurangi insentif pajak untuk mempertahankan harga saham tetap rendah sebelum suksesi |\n| Kelebihan | Penghitungan relatif jelas dan mendekati harga transaksi sebenarnya | Mengurangi kemungkinan pengurangan beban pajak dengan memanfaatkan valuasi rendah |\n| Risiko utama | Dapat menciptakan insentif bagi pemegang saham pengendali untuk menghindari kenaikan harga saham | Nilai penilaian kena pajak dapat lebih tinggi daripada harga yang dapat diperoleh dari penjualan di pasar |\n\n## Dampak yang diharapkan\n\n### Memperkuat insentif pengembalian kepada pemegang saham\n\nJika nilai penilaian tidak lagi berkurang meskipun harga saham lebih rendah dari 80% nilai aset bersih, keuntungan pajak yang diperoleh pemegang saham pengendali yang mempersiapkan suksesi dari harga saham rendah akan berkurang. Insentif untuk menghindari kebijakan peningkatan nilai pemegang saham, seperti peningkatan dividen, penghapusan saham treasuri, dan penjualan aset noninti, juga dapat berkurang.\n\n### Memperbaiki keselarasan kepentingan pemegang saham minoritas dan pemegang saham pengendali\n\nTelah disoroti adanya benturan kepentingan karena pemegang saham biasa menyukai kenaikan harga saham, sedangkan pemegang saham pengendali yang akan melakukan suksesi dapat menyukai harga saham rendah demi mengurangi beban pajak. Batas minimum penilaian dapat dipahami sebagai mekanisme untuk mengurangi benturan kepentingan tersebut.\n\n### Melengkapi keterbatasan pengaturan tindakan manajemen individual\n\nSulit bagi pihak luar untuk menentukan apakah kepemilikan kas, pembelian properti, penambahan modal, dan pemisahan perusahaan merupakan keputusan manajemen yang wajar atau sarana untuk menekan harga saham. Metode mengubah aturan penilaian memiliki kelebihan karena dapat menyesuaikan insentif pajak tanpa harus secara langsung membuktikan maksud dari tindakan tersebut.\n\n## Efek samping utama dan persoalan desain\n\n### PBR yang wajar berbeda menurut industri\n\nIndustri yang membutuhkan aset berwujud atau modal sendiri dalam jumlah besar, seperti manufaktur, baja, konstruksi, keuangan, dan transportasi, secara struktural dapat memiliki PBR rendah. Sebaliknya, industri seperti bio, perangkat lunak, dan gim dapat memiliki PBR tinggi karena teknologi, tenaga kerja, dan ekspektasi pertumbuhan yang tidak sepenuhnya tercatat dalam pembukuan.\n\nJika standar 0,8 kali yang sama diterapkan pada semua industri, terdapat risiko bahwa PBR rendah yang berasal dari struktur industri yang wajar pun dianggap sebagai penekanan harga saham.\n\n### Aset bersih dalam pembukuan dapat berbeda dari nilai ekonominya\n\nAset bersih adalah angka yang dihitung berdasarkan standar akuntansi. Angka tersebut dapat berbeda dari nilai realisasi atau kemampuan menghasilkan laba karena alasan-alasan berikut.\n\n- Aset bersih meningkat karena revaluasi tanah\n- Piutang atau persediaan yang kemungkinan tertagihnya rendah masih tercatat dalam pembukuan\n- Nilai ekonomi fasilitas yang sudah tua lebih rendah daripada nilai bukunya\n- Nilai takberwujud seperti merek, teknologi, dan tenaga kerja tidak sepenuhnya tercermin dalam pembukuan\n- Penyebut menjadi sangat kecil atau negatif karena defisiensi modal\n\nKhususnya jika aset bersih bernilai negatif, penafsiran PBR secara umum menjadi sulit sehingga diperlukan aturan tersendiri.\n\n### Pajak dapat dikenakan atas nilai penilaian yang lebih tinggi daripada harga pasar\n\nSaham tercatat memiliki harga transaksi nyata di pasar terbuka. Jika batas minimum nilai aset bersih diterapkan, wajib pajak mungkin harus membayar pajak berdasarkan nilai penilaian yang lebih tinggi daripada jumlah yang dapat diperoleh dengan menjual kepemilikannya di pasar.\n\nJika saham harus dijual untuk membayar pajak warisan, dapat timbul masalah likuiditas karena saham tersebut harus dijual dengan harga yang lebih rendah daripada nilai yang digunakan untuk menghitung pajak.\n\n### Nilai hak kendali perlu dibedakan dari nilai kepemilikan biasa\n\nKepemilikan pemegang saham terbesar dapat memiliki nilai hak kendali, tetapi tidak semua saham ber-PBR rendah memiliki premi hak kendali yang sama. Jika batas minimum PBR dan premi pemegang saham terbesar diterapkan secara bersamaan, perlu diperiksa apakah hal tersebut mengakibatkan penghitungan ganda atas nilai hak kendali.\n\n### Sulit membedakan resesi sementara dan valuasi rendah yang disengaja\n\nHarga saham seluruh industri dapat turun akibat siklus ekonomi, harga bahan baku, suku bunga, nilai tukar, atau perubahan regulasi. Jika batas minimum PBR diterapkan meskipun perusahaan tersebut tidak sengaja merusak nilai pemegang saham, beban pajaknya dapat menjadi berlebihan.\n\n## Langkah pelengkap yang dapat dipertimbangkan\n\n| Langkah pelengkap | Dampak yang diharapkan | Hal yang perlu diperhatikan |\n|---|---|---|\n| Standar PBR menurut industri | Mencerminkan perbedaan struktur aset antarindustri | Dapat memicu perdebatan mengenai klasifikasi industri dan pemilihan perusahaan pembanding |\n| Penggunaan PBR rata-rata beberapa tahun | Mengurangi dampak penurunan harga saham jangka pendek dan fluktuasi akuntansi | Dapat terlambat mencerminkan nilai perusahaan terbaru |\n| Pengecualian saat kondisi industri merosot tajam | Mencegah beban berlebihan pada industri siklikal | Standar pengakuan pengecualian dapat menjadi rumit |\n| Penyesuaian nilai aset | Mencerminkan aset bermasalah dan aset nonoperasional secara realistis | Dapat meningkatkan biaya penilaian dan sengketa pajak |\n| Pembatasan hanya pada pemegang saham terbesar | Berfokus pada pemegang saham pengendali yang memiliki kemampuan besar untuk menekan harga saham | Memerlukan penentuan kendali substantif |\n| Penyediaan prosedur penjelasan dan keberatan | Melindungi hak perusahaan ber-PBR rendah yang wajar | Dapat meningkatkan biaya administrasi dan waktu pemrosesan |\n| Penerapan batas minimum secara bertahap | Mengurangi guncangan akibat penerapan sistem | Peraturan dapat menjadi rumit |\n\n## Hal-hal yang perlu diperiksa saat meninjau rancangan undang-undang\n\nPenjelasan jadwal bahwa “rancangan pemerintah akan segera diterbitkan” dapat berubah bergantung pada waktu pengumuman. Untuk menentukan apakah aturan tersebut benar-benar berlaku, perlu diperiksa secara berurutan rancangan revisi undang-undang pajak pemerintah, naskah asli rancangan undang-undang dalam Sistem Informasi Rancangan Undang-Undang Majelis Nasional, status pengesahan oleh Majelis Nasional, dan tanggal mulai berlakunya.\n\nDalam rancangan undang-undang final, hal-hal berikut sangat penting.\n\n1. Apakah PBR 0,8 kali merupakan standar tetap atau standar menurut industri\n2. Apakah berlaku pada semua saham tercatat atau hanya pada kepemilikan pemegang saham terbesar\n3. Apakah aset bersih diambil dari laporan keuangan konsolidasian atau laporan keuangan tersendiri\n4. Tanggal penutupan buku yang digunakan untuk penilaian dan metode revaluasi aset\n5. Cara menangani perusahaan yang mengalami defisiensi modal, rehabilitasi, atau likuidasi\n6. Urutan penerapan penilaian dengan premi pemegang saham terbesar dan batas minimum PBR\n7. Pengecualian untuk kemerosotan kondisi industri sementara dan penurunan tajam harga saham\n8. Ketentuan peralihan untuk warisan atau hibah yang dilakukan sebelum undang-undang mulai berlaku\n\n## Kesimpulan\n\nBatas minimum penilaian PBR 0,8 kali merupakan langkah untuk mempersulit pengurangan beban pajak suksesi dengan memanfaatkan harga saham rendah dan meningkatkan insentif bagi pemegang saham pengendali untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Namun, karena PBR sangat bervariasi menurut profitabilitas perusahaan, industri, kebijakan akuntansi, dan siklus ekonomi, PBR rendah saja tidak dapat digunakan untuk menilai adanya penekanan harga saham yang disengaja.\n\nKelayakan sistem ini lebih bergantung pada seberapa cermat cakupan penerapan, metode penghitungan aset bersih, pengecualian menurut industri, hubungan dengan premi pemegang saham terbesar, serta prosedur penjelasan wajib pajak dirancang daripada pada angka 0,8 itu sendiri.","content_html":"\u003cp\u003eApa yang disebut “undang-undang pencegahan penekanan harga saham” adalah gagasan kebijakan untuk menghilangkan insentif bagi pemegang saham pengendali perusahaan agar enggan menaikkan harga saham atau mempertahankannya tetap rendah demi mengurangi pajak warisan atau pajak hibah. Nama resmi undang-undangnya belum ditetapkan secara terpisah, dan secara umum merujuk pada rencana revisi Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hibah yang memperkenalkan batas minimum berdasarkan nilai aset bersih dalam penilaian harta warisan dan hibah berupa saham tercatat.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGagasan utamanya sederhana. Jika rasio harga terhadap nilai buku (PBR) perusahaan tercatat lebih rendah dari 0,8 kali, nilai saham tidak dinilai hanya berdasarkan harga yang terbentuk di pasar, tetapi sekurang-kurangnya sebesar 80% dari nilai aset bersih. Namun, cakupan penerapan, pengecualian, dan metode penghitungan aset bersih secara terperinci harus diperiksa dalam rancangan undang-undang final.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#apa-itu-undang-undang-pencegahan-penekanan-harga-saham\" class=\"anchor\" id=\"apa-itu-undang-undang-pencegahan-penekanan-harga-saham\"\u003e\u003c/a\u003eApa itu undang-undang pencegahan penekanan harga saham\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e“Penekanan harga saham” bukanlah istilah hukum tersendiri, melainkan ungkapan yang digunakan dalam perdebatan kebijakan. Konsep ini berangkat dari kekhawatiran bahwa pemegang saham terbesar atau manajemen dapat menahan kenaikan harga saham menjelang suksesi melalui keputusan-keputusan berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBersikap pasif terhadap pembagian dividen atau penghapusan saham treasuri meskipun memiliki kas yang cukup\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMemiliki aset berprofitabilitas rendah atau properti menganggur secara berlebihan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMendorong penambahan modal atau pemisahan perusahaan yang dampaknya terhadap nilai perusahaan dan nilai pemegang saham tidak jelas\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBersikap pasif dalam penjelasan kepada investor, pengungkapan informasi, dan kegiatan IR\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eTindakan tersebut tidak selalu berarti penekanan harga saham untuk tujuan suksesi. Kepemilikan kas, pembelian properti, penambahan modal, atau pemisahan perusahaan juga dapat memiliki alasan manajemen yang wajar. Karena itu, tujuan sistem ini bukan mengatur setiap keputusan manajemen satu per satu, melainkan menetapkan batas minimum nilai warisan atau hibah untuk mengurangi keuntungan pajak yang diperoleh dari harga saham rendah.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#metode-penilaian-saham-tercatat-saat-ini\" class=\"anchor\" id=\"metode-penilaian-saham-tercatat-saat-ini\"\u003e\u003c/a\u003eMetode penilaian saham tercatat saat ini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eBerdasarkan Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hibah, saham tercatat pada prinsipnya dinilai dengan menghitung rata-rata harga penutupan harian yang diumumkan selama 2 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah tanggal acuan penilaian. Untuk warisan, tanggal acuan penilaian umumnya adalah tanggal dimulainya pewarisan, sedangkan untuk hibah adalah tanggal hibah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAlasan penggunaan rata-rata selama total 4 bulan sebelum dan sesudah tanggal acuan penilaian adalah untuk mengurangi dampak lonjakan atau penurunan tajam pada hari tertentu terhadap pajak. Jika periode rata-rata tersebut sulit diterapkan secara langsung karena penambahan modal, merger, dan sebagainya, ketentuan tersendiri dapat diberlakukan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam metode saat ini, meskipun aset bersih dalam pembukuan besar, nilai saham juga menjadi rendah jika harga saham di pasar rendah. Sebaliknya, meskipun aset bersih kecil, jika harga saham tinggi karena mencerminkan ekspektasi pertumbuhan, nilai penilaian dan beban pajak akan meningkat.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#usulan-batas-minimum-pbr-08-kali\" class=\"anchor\" id=\"usulan-batas-minimum-pbr-08-kali\"\u003e\u003c/a\u003eUsulan batas minimum PBR 0,8 kali\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePBR adalah indikator yang menunjukkan berapa kali harga saham diperdagangkan dibandingkan nilai aset bersih per saham.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBerdasarkan per saham: \u003ccode\u003ePBR = harga saham ÷ nilai aset bersih per saham (BPS)\u003c/code\u003e\n\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBerdasarkan keseluruhan perusahaan: \u003ccode\u003ePBR = kapitalisasi pasar ÷ aset bersih\u003c/code\u003e\n\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eSkema yang sedang dibahas adalah menerapkan 80% dari nilai aset bersih sebagai batas minimum penilaian untuk saham tercatat dengan PBR di bawah 0,8 kali. Secara konseptual, hal ini dapat dinyatakan sebagai berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003ccode\u003eNilai penilaian warisan·hibah = jumlah yang lebih besar antara nilai penilaian berdasarkan harga pasar dan 80% dari nilai aset bersih\u003c/code\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eIni bukan rumusan hukum yang telah ditetapkan, melainkan penyederhanaan gagasan dasar sistem tersebut. Dalam legislasi sebenarnya, perlu ditentukan apakah akan menggunakan laporan keuangan konsolidasian atau tersendiri, aset bersih dari periode pembukuan mana yang akan digunakan, serta dalam urutan apa premi pemegang saham terbesar akan diterapkan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#contoh-sederhana\" class=\"anchor\" id=\"contoh-sederhana\"\u003e\u003c/a\u003eContoh sederhana\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eMisalkan nilai aset bersih yang terkait dengan suatu kepemilikan saham adalah 100 miliar won dan nilainya berdasarkan harga saham rata-rata saat ini adalah 60 miliar won.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eRasio setara PBR: 0,6 kali\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003e80% dari nilai aset bersih: 80 miliar won\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eNilai penilaian berdasarkan harga pasar saat ini: 60 miliar won\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eNilai penilaian setelah penerapan batas minimum yang diusulkan: 80 miliar won\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eDalam contoh ini, nilai penilaian kena pajak meningkat sebesar 20 miliar won. Jumlah pajak sebenarnya berbeda-beda bergantung pada apakah transaksi tersebut berupa warisan atau hibah, apakah terdapat harta dan utang lain, bagaimana jumlah pengurangan dan kelompok tarif pajaknya, serta apakah premi pemegang saham terbesar diterapkan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hubungan-dengan-penilaian-saham-tidak-tercatat\" class=\"anchor\" id=\"hubungan-dengan-penilaian-saham-tidak-tercatat\"\u003e\u003c/a\u003eHubungan dengan penilaian saham tidak tercatat\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eAngka PBR 0,8 kali merupakan gagasan yang berasal dari batas minimum nilai aset bersih yang digunakan dalam penilaian saham tidak tercatat. Karena saham tidak tercatat tidak memiliki harga pasar yang terus-menerus terbentuk di bursa, metode penilaian pelengkap berdasarkan undang-undang pajak digunakan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSecara umum, penilaian dilakukan dengan memberi bobot pada nilai laba rugi bersih dan nilai aset bersih. Namun, jika nilai penilaian pelengkap tertentu lebih rendah dari 80% nilai aset bersih, diterapkan struktur yang menjadikan 80% tersebut sebagai batas minimum. Meski demikian, aturan penilaian yang berbeda dapat diterapkan pada perusahaan yang memiliki properti secara berlebihan atau perusahaan yang baru menjalankan usaha dalam waktu singkat.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUsulan kebijakan tersebut bertujuan menerapkan sebagian konsep batas minimum saham tidak tercatat ini pada saham tercatat. Namun, karena saham tercatat memiliki harga pasar yang nyata, muncul perdebatan mengenai apakah saham tersebut dapat diperlakukan sama dengan saham tidak tercatat.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#premi-pemegang-saham-terbesar-dan-arti-maksimum-60\" class=\"anchor\" id=\"premi-pemegang-saham-terbesar-dan-arti-maksimum-60\"\u003e\u003c/a\u003ePremi pemegang saham terbesar dan arti “maksimum 60%”\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eTarif nominal tertinggi pajak warisan dan pajak hibah adalah 50%, yang diterapkan pada bagian dasar pengenaan pajak di atas 3 miliar won. Penilaian dengan premi yang menambahkan 20% pada nilai penilaian dapat diterapkan pada saham milik pemegang saham terbesar dan pihak terkait yang memenuhi persyaratan tertentu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, ungkapan \u003ccode\u003e50% × 120% = 60%\u003c/code\u003e sering digunakan. Namun, angka ini hanya menunjukkan secara sederhana beban marginal maksimum dibandingkan dengan nilai awal saham.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebagai contoh, jika kepemilikan pemegang saham terbesar senilai 100 miliar won berdasarkan harga pasar dikenai premi 20%, nilai penilaiannya menjadi 120 miliar won. Bahkan dengan asumsi sederhana bahwa tidak ada harta, utang, atau pengurangan lain dan seluruh 120 miliar won merupakan dasar pengenaan pajak, pajak terutang setelah memperhitungkan pengurangan progresif sebesar 460 juta won adalah sekitar 59,54 miliar won.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam perhitungan sebenarnya, unsur-unsur berikut mengubah jumlah pajak.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePengurangan pajak warisan atau pengurangan harta hibah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePos yang dapat dikurangkan, seperti utang dan biaya pemakaman\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eHarta hibah sebelumnya yang diterima dari orang yang sama\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKredit pajak pelaporan dan metode pembayaran\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePenerapan serta pengecualian penilaian dengan premi pemegang saham terbesar\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eProporsi saham tersebut dalam keseluruhan harta warisan\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eKarena itu, “tarif pajak efektif 60%” tidak boleh dipahami sebagai tarif tetap yang berlaku pada semua warisan atau hibah pemegang saham terbesar.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perbandingan-sistem-saat-ini-dan-usulan\" class=\"anchor\" id=\"perbandingan-sistem-saat-ini-dan-usulan\"\u003e\u003c/a\u003ePerbandingan sistem saat ini dan usulan\u003c/h2\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKategori\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePenilaian saham tercatat saat ini\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMetode batas minimum PBR yang dibahas\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eStandar dasar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian saham tercatat saat ini\"\u003eRata-rata harga penutupan selama masing-masing 2 bulan sebelum dan sesudah tanggal acuan penilaian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode batas minimum PBR yang dibahas\"\u003eMempertimbangkan penilaian harga pasar dan batas minimum nilai aset bersih secara bersamaan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003ePerusahaan ber-PBR rendah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian saham tercatat saat ini\"\u003eHarga pasar yang rendah tercermin dalam nilai penilaian\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode batas minimum PBR yang dibahas\"\u003eJika PBR di bawah 0,8 kali, 80% dari nilai aset bersih dapat diterapkan sebagai batas minimum\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eTujuan kebijakan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian saham tercatat saat ini\"\u003eMenghormati harga yang terbentuk di pasar sebenarnya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode batas minimum PBR yang dibahas\"\u003eMengurangi insentif pajak untuk mempertahankan harga saham tetap rendah sebelum suksesi\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eKelebihan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian saham tercatat saat ini\"\u003ePenghitungan relatif jelas dan mendekati harga transaksi sebenarnya\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode batas minimum PBR yang dibahas\"\u003eMengurangi kemungkinan pengurangan beban pajak dengan memanfaatkan valuasi rendah\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Kategori\"\u003eRisiko utama\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penilaian saham tercatat saat ini\"\u003eDapat menciptakan insentif bagi pemegang saham pengendali untuk menghindari kenaikan harga saham\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Metode batas minimum PBR yang dibahas\"\u003eNilai penilaian kena pajak dapat lebih tinggi daripada harga yang dapat diperoleh dari penjualan di pasar\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#dampak-yang-diharapkan\" class=\"anchor\" id=\"dampak-yang-diharapkan\"\u003e\u003c/a\u003eDampak yang diharapkan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#memperkuat-insentif-pengembalian-kepada-pemegang-saham\" class=\"anchor\" id=\"memperkuat-insentif-pengembalian-kepada-pemegang-saham\"\u003e\u003c/a\u003eMemperkuat insentif pengembalian kepada pemegang saham\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eJika nilai penilaian tidak lagi berkurang meskipun harga saham lebih rendah dari 80% nilai aset bersih, keuntungan pajak yang diperoleh pemegang saham pengendali yang mempersiapkan suksesi dari harga saham rendah akan berkurang. Insentif untuk menghindari kebijakan peningkatan nilai pemegang saham, seperti peningkatan dividen, penghapusan saham treasuri, dan penjualan aset noninti, juga dapat berkurang.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#memperbaiki-keselarasan-kepentingan-pemegang-saham-minoritas-dan-pemegang-saham-pengendali\" class=\"anchor\" id=\"memperbaiki-keselarasan-kepentingan-pemegang-saham-minoritas-dan-pemegang-saham-pengendali\"\u003e\u003c/a\u003eMemperbaiki keselarasan kepentingan pemegang saham minoritas dan pemegang saham pengendali\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTelah disoroti adanya benturan kepentingan karena pemegang saham biasa menyukai kenaikan harga saham, sedangkan pemegang saham pengendali yang akan melakukan suksesi dapat menyukai harga saham rendah demi mengurangi beban pajak. Batas minimum penilaian dapat dipahami sebagai mekanisme untuk mengurangi benturan kepentingan tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#melengkapi-keterbatasan-pengaturan-tindakan-manajemen-individual\" class=\"anchor\" id=\"melengkapi-keterbatasan-pengaturan-tindakan-manajemen-individual\"\u003e\u003c/a\u003eMelengkapi keterbatasan pengaturan tindakan manajemen individual\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSulit bagi pihak luar untuk menentukan apakah kepemilikan kas, pembelian properti, penambahan modal, dan pemisahan perusahaan merupakan keputusan manajemen yang wajar atau sarana untuk menekan harga saham. Metode mengubah aturan penilaian memiliki kelebihan karena dapat menyesuaikan insentif pajak tanpa harus secara langsung membuktikan maksud dari tindakan tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#efek-samping-utama-dan-persoalan-desain\" class=\"anchor\" id=\"efek-samping-utama-dan-persoalan-desain\"\u003e\u003c/a\u003eEfek samping utama dan persoalan desain\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#pbr-yang-wajar-berbeda-menurut-industri\" class=\"anchor\" id=\"pbr-yang-wajar-berbeda-menurut-industri\"\u003e\u003c/a\u003ePBR yang wajar berbeda menurut industri\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIndustri yang membutuhkan aset berwujud atau modal sendiri dalam jumlah besar, seperti manufaktur, baja, konstruksi, keuangan, dan transportasi, secara struktural dapat memiliki PBR rendah. Sebaliknya, industri seperti bio, perangkat lunak, dan gim dapat memiliki PBR tinggi karena teknologi, tenaga kerja, dan ekspektasi pertumbuhan yang tidak sepenuhnya tercatat dalam pembukuan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika standar 0,8 kali yang sama diterapkan pada semua industri, terdapat risiko bahwa PBR rendah yang berasal dari struktur industri yang wajar pun dianggap sebagai penekanan harga saham.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#aset-bersih-dalam-pembukuan-dapat-berbeda-dari-nilai-ekonominya\" class=\"anchor\" id=\"aset-bersih-dalam-pembukuan-dapat-berbeda-dari-nilai-ekonominya\"\u003e\u003c/a\u003eAset bersih dalam pembukuan dapat berbeda dari nilai ekonominya\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eAset bersih adalah angka yang dihitung berdasarkan standar akuntansi. Angka tersebut dapat berbeda dari nilai realisasi atau kemampuan menghasilkan laba karena alasan-alasan berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eAset bersih meningkat karena revaluasi tanah\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePiutang atau persediaan yang kemungkinan tertagihnya rendah masih tercatat dalam pembukuan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eNilai ekonomi fasilitas yang sudah tua lebih rendah daripada nilai bukunya\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eNilai takberwujud seperti merek, teknologi, dan tenaga kerja tidak sepenuhnya tercermin dalam pembukuan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePenyebut menjadi sangat kecil atau negatif karena defisiensi modal\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eKhususnya jika aset bersih bernilai negatif, penafsiran PBR secara umum menjadi sulit sehingga diperlukan aturan tersendiri.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#pajak-dapat-dikenakan-atas-nilai-penilaian-yang-lebih-tinggi-daripada-harga-pasar\" class=\"anchor\" id=\"pajak-dapat-dikenakan-atas-nilai-penilaian-yang-lebih-tinggi-daripada-harga-pasar\"\u003e\u003c/a\u003ePajak dapat dikenakan atas nilai penilaian yang lebih tinggi daripada harga pasar\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eSaham tercatat memiliki harga transaksi nyata di pasar terbuka. Jika batas minimum nilai aset bersih diterapkan, wajib pajak mungkin harus membayar pajak berdasarkan nilai penilaian yang lebih tinggi daripada jumlah yang dapat diperoleh dengan menjual kepemilikannya di pasar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika saham harus dijual untuk membayar pajak warisan, dapat timbul masalah likuiditas karena saham tersebut harus dijual dengan harga yang lebih rendah daripada nilai yang digunakan untuk menghitung pajak.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#nilai-hak-kendali-perlu-dibedakan-dari-nilai-kepemilikan-biasa\" class=\"anchor\" id=\"nilai-hak-kendali-perlu-dibedakan-dari-nilai-kepemilikan-biasa\"\u003e\u003c/a\u003eNilai hak kendali perlu dibedakan dari nilai kepemilikan biasa\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKepemilikan pemegang saham terbesar dapat memiliki nilai hak kendali, tetapi tidak semua saham ber-PBR rendah memiliki premi hak kendali yang sama. Jika batas minimum PBR dan premi pemegang saham terbesar diterapkan secara bersamaan, perlu diperiksa apakah hal tersebut mengakibatkan penghitungan ganda atas nilai hak kendali.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#sulit-membedakan-resesi-sementara-dan-valuasi-rendah-yang-disengaja\" class=\"anchor\" id=\"sulit-membedakan-resesi-sementara-dan-valuasi-rendah-yang-disengaja\"\u003e\u003c/a\u003eSulit membedakan resesi sementara dan valuasi rendah yang disengaja\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eHarga saham seluruh industri dapat turun akibat siklus ekonomi, harga bahan baku, suku bunga, nilai tukar, atau perubahan regulasi. Jika batas minimum PBR diterapkan meskipun perusahaan tersebut tidak sengaja merusak nilai pemegang saham, beban pajaknya dapat menjadi berlebihan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#langkah-pelengkap-yang-dapat-dipertimbangkan\" class=\"anchor\" id=\"langkah-pelengkap-yang-dapat-dipertimbangkan\"\u003e\u003c/a\u003eLangkah pelengkap yang dapat dipertimbangkan\u003c/h2\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eLangkah pelengkap\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eDampak yang diharapkan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHal yang perlu diperhatikan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003eStandar PBR menurut industri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMencerminkan perbedaan struktur aset antarindustri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eDapat memicu perdebatan mengenai klasifikasi industri dan pemilihan perusahaan pembanding\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePenggunaan PBR rata-rata beberapa tahun\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMengurangi dampak penurunan harga saham jangka pendek dan fluktuasi akuntansi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eDapat terlambat mencerminkan nilai perusahaan terbaru\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePengecualian saat kondisi industri merosot tajam\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMencegah beban berlebihan pada industri siklikal\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eStandar pengakuan pengecualian dapat menjadi rumit\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePenyesuaian nilai aset\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMencerminkan aset bermasalah dan aset nonoperasional secara realistis\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eDapat meningkatkan biaya penilaian dan sengketa pajak\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePembatasan hanya pada pemegang saham terbesar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eBerfokus pada pemegang saham pengendali yang memiliki kemampuan besar untuk menekan harga saham\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eMemerlukan penentuan kendali substantif\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePenyediaan prosedur penjelasan dan keberatan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMelindungi hak perusahaan ber-PBR rendah yang wajar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003eDapat meningkatkan biaya administrasi dan waktu pemrosesan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Langkah pelengkap\"\u003ePenerapan batas minimum secara bertahap\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Dampak yang diharapkan\"\u003eMengurangi guncangan akibat penerapan sistem\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hal yang perlu diperhatikan\"\u003ePeraturan dapat menjadi rumit\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#hal-hal-yang-perlu-diperiksa-saat-meninjau-rancangan-undang-undang\" class=\"anchor\" id=\"hal-hal-yang-perlu-diperiksa-saat-meninjau-rancangan-undang-undang\"\u003e\u003c/a\u003eHal-hal yang perlu diperiksa saat meninjau rancangan undang-undang\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan jadwal bahwa “rancangan pemerintah akan segera diterbitkan” dapat berubah bergantung pada waktu pengumuman. Untuk menentukan apakah aturan tersebut benar-benar berlaku, perlu diperiksa secara berurutan rancangan revisi undang-undang pajak pemerintah, naskah asli rancangan undang-undang dalam Sistem Informasi Rancangan Undang-Undang Majelis Nasional, status pengesahan oleh Majelis Nasional, dan tanggal mulai berlakunya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam rancangan undang-undang final, hal-hal berikut sangat penting.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003eApakah PBR 0,8 kali merupakan standar tetap atau standar menurut industri\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eApakah berlaku pada semua saham tercatat atau hanya pada kepemilikan pemegang saham terbesar\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eApakah aset bersih diambil dari laporan keuangan konsolidasian atau laporan keuangan tersendiri\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTanggal penutupan buku yang digunakan untuk penilaian dan metode revaluasi aset\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eCara menangani perusahaan yang mengalami defisiensi modal, rehabilitasi, atau likuidasi\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eUrutan penerapan penilaian dengan premi pemegang saham terbesar dan batas minimum PBR\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePengecualian untuk kemerosotan kondisi industri sementara dan penurunan tajam harga saham\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKetentuan peralihan untuk warisan atau hibah yang dilakukan sebelum undang-undang mulai berlaku\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kesimpulan\" class=\"anchor\" id=\"kesimpulan\"\u003e\u003c/a\u003eKesimpulan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eBatas minimum penilaian PBR 0,8 kali merupakan langkah untuk mempersulit pengurangan beban pajak suksesi dengan memanfaatkan harga saham rendah dan meningkatkan insentif bagi pemegang saham pengendali untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Namun, karena PBR sangat bervariasi menurut profitabilitas perusahaan, industri, kebijakan akuntansi, dan siklus ekonomi, PBR rendah saja tidak dapat digunakan untuk menilai adanya penekanan harga saham yang disengaja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKelayakan sistem ini lebih bergantung pada seberapa cermat cakupan penerapan, metode penghitungan aset bersih, pengecualian menurut industri, hubungan dengan premi pemegang saham terbesar, serta prosedur penjelasan wajib pajak dirancang daripada pada angka 0,8 itu sendiri.\u003c/p\u003e\n","tags":["pajak warisan","Pajak Hibah","PBR","Valuasi Saham","Tata Kelola Perusahaan"],"faqs":[{"question":"Apakah Undang-Undang Pencegahan Penekanan Harga Saham sudah berlaku?","answer":"‘Undang-Undang Pencegahan Penekanan Harga Saham’ bukan nama resmi suatu undang-undang, melainkan sebutan untuk gagasan amendemen yang hendak menerapkan PBR atau batas minimum nilai aset bersih dalam penilaian saham tercatat untuk warisan dan hibah. Apakah aturan tersebut benar-benar berlaku dan tanggal mulai berlakunya harus dipastikan melalui peraturan perundang-undangan final setelah melalui proses pengumuman rancangan pemerintah, persetujuan Majelis Nasional, dan pengundangan."},{"question":"Apa arti PBR 0.8 kali?","answer":"PBR 0.8 kali berarti harga saham atau kapitalisasi pasar berada pada tingkat 80% dari nilai aset bersih per saham atau aset bersih perusahaan. Inti metode yang diusulkan adalah tidak menurunkan nilai penilaian untuk warisan dan hibah hingga di bawah 80% dari nilai aset bersih, meskipun PBR lebih rendah dari 0.8 kali."},{"question":"Bagaimana saham tercatat saat ini dinilai untuk warisan dan hibah?","answer":"Pada prinsipnya, yang digunakan adalah rata-rata harga pasar penutupan harian selama 2 bulan sebelum dan 2 bulan setelah tanggal acuan penilaian. Namun, jika rata-rata selama periode tersebut sulit diterapkan apa adanya karena penambahan modal, merger, dan sebagainya, ketentuan tersendiri dalam undang-undang perpajakan dapat berlaku."},{"question":"Jika PBR kurang dari 0.8 kali, apakah berarti perusahaan tersebut sengaja menekan harga saham?","answer":"Tidak. PBR rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti profitabilitas rendah, resesi ekonomi, struktur bisnis padat aset, risiko regulasi, atau peningkatan aset bersih secara akuntansi. Niat manajemen atau ada tidaknya pelanggaran hukum tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan PBR."},{"question":"Apakah tarif tertinggi pajak warisan dan hibah benar-benar 60%?","answer":"Tarif tertinggi menurut undang-undang adalah 50% untuk lapisan dasar pengenaan pajak di atas 30 ratus juta won. Dengan asumsi bahwa penilaian dengan premi 20% diterapkan pada saham pemegang saham terbesar, beban marginal tertinggi dibandingkan dengan nilai asli saham disebut 60%. Namun, karena terdapat pengurangan progresif serta berbagai potongan dan pengecualian, tarif 60% tidak diterapkan secara seragam terhadap seluruh nilai penilaian."},{"question":"Masalah apa yang akan timbul jika PBR 0.8 kali diterapkan pada semua perusahaan tercatat?","answer":"Industri dengan aset bersih besar, seperti manufaktur, konstruksi, dan keuangan, dapat memiliki PBR rendah bahkan dalam kondisi bisnis yang normal. Batas minimum yang seragam dapat mengenakan pajak atas jumlah yang lebih tinggi daripada harga yang sebenarnya dapat diperoleh di pasar atau memberikan beban berlebihan kepada perusahaan yang mengalami kemerosotan sementara."},{"question":"Apakah ada standar 80% dari nilai aset bersih untuk saham perusahaan tertutup?","answer":"Karena harga pasar saham perusahaan tertutup sulit diketahui, digunakan metode penilaian tambahan yang memanfaatkan nilai laba-rugi bersih dan nilai aset bersih. Dalam penilaian tambahan secara umum, terdapat struktur yang menetapkan 80% sebagai batas minimum apabila jumlah yang dihitung lebih rendah dari 80% nilai aset bersih. Namun, metode penilaian lain dapat diterapkan bergantung pada jenis dan kondisi badan hukum tersebut."},{"question":"Jika rancangan undang-undang tersebut disahkan, apakah pajak pemegang saham kecil biasa juga akan berubah?","answer":"Hal itu bergantung pada apakah cakupan penerapannya ditetapkan untuk semua saham tercatat atau dibatasi pada kepemilikan pemegang saham terbesar dan pihak terkait lainnya. Jika undang-undang tersebut juga berlaku bagi pemegang saham biasa yang memiliki saham pada saat warisan atau hibah, nilai penilaian saham pemegang saham kecil dapat berubah. Oleh karena itu, subjek penerapan final harus dipastikan."}],"sources":[{"url":"https://www.law.go.kr/법령/상속세및증여세법","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hadiah","type":"source"},{"url":"https://www.law.go.kr/법령/상속세및증여세법시행령","title":"Pusat Informasi Peraturan Perundang-undangan Nasional, Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Pajak Warisan dan Pajak Hadiah","type":"source"},{"url":"https://likms.assembly.go.kr/bill/main.do","title":"Sistem Informasi Rancangan Undang-Undang Majelis Nasional Republik Korea","type":"source"},{"url":"https://data.krx.co.kr/contents/MDC/MAIN/main/index.cmd","title":"Sistem Data Informasi Bursa Korea","type":"data_point"},{"url":"https://dart.fss.or.kr/","title":"Sistem Pengungkapan Elektronik Dinas Pengawas Keuangan DART","type":"data_point"}],"images":[{"id":297,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzI0MiwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--f9810e405386583e02e2f897581bfce772b5fda9/ai-253d9394.webp","is_representative":true,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"상승 주가 그래프와 기업 자산, 동전, 공장 모형을 비교하는 저울을 담은 금융 일러스트","caption":"기업 가치와 주가, 자산 평가 및 지배구조 개선을 상징적으로 보여준다.","description":null},"en":{"alt":"Financial illustration with a rising stock chart and scales comparing coins, company assets, and factories","caption":"The graphic symbolizes share prices, corporate valuation, asset assessment, and governance reform.","description":null},"ja":{"alt":"上昇する株価チャートと硬貨、企業資産、工場模型を載せた天秤の金融イラスト","caption":"株価や企業価値、資産評価、ガバナンス改善を象徴的に表している。","description":null},"es":{"alt":"Ilustración financiera con una gráfica bursátil al alza y balanzas con monedas, activos y fábricas","caption":"El gráfico simboliza la cotización, la valoración empresarial, los activos y la mejora de la gobernanza.","description":null},"id":{"alt":"Ilustrasi keuangan dengan grafik saham naik dan timbangan berisi koin, aset perusahaan, serta pabrik","caption":"Grafik ini melambangkan harga saham, valuasi perusahaan, penilaian aset, dan perbaikan tata kelola.","description":null},"pt":{"alt":"Ilustração financeira com gráfico de ações em alta e balanças com moedas, ativos e fábricas","caption":"O gráfico simboliza o preço das ações, a avaliação empresarial, os ativos e a melhoria da governança.","description":null},"zh-hant":{"alt":"金融插畫呈現上揚股價走勢，以及比較硬幣、企業資產與工廠模型的天平","caption":"圖中象徵股價、企業估值、資產評估與公司治理改善。","description":null}}},{"id":298,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MzI0OCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--8c5a2a913a3487f5dbd918a166e0b285c64a4292/ai-049faf25.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_image","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","translations":{"ko":{"alt":"저울과 산업별 막대그래프 위아래로 성장 기업과 부실 기업을 대비한 일러스트","caption":"산업 자산과 재무 지표를 저울과 기준선으로 비교해 기업가치 평가의 쟁점을 표현한다.","description":null},"en":{"alt":"Illustration contrasting growing and distressed companies around scales and sector bar charts","caption":"Scales, charts, and a threshold line contextualize the debate over how companies are valued.","description":null},"ja":{"alt":"天秤と業種別棒グラフを中心に成長企業と経営不振企業を対比した図","caption":"天秤やグラフ、基準線を使って企業価値評価の論点を表している。","description":null},"es":{"alt":"Ilustración de empresas prósperas y en crisis alrededor de una balanza y gráficos sectoriales","caption":"La balanza, los gráficos y una línea de referencia contextualizan el debate sobre la valoración empresarial.","description":null},"id":{"alt":"Ilustrasi perusahaan maju dan terpuruk di sekitar neraca serta grafik batang sektoral","caption":"Neraca, grafik, dan garis ambang menggambarkan perdebatan tentang penilaian perusahaan.","description":null},"pt":{"alt":"Ilustração de empresas em crescimento e em crise ao redor de uma balança e gráficos setoriais","caption":"A balança, os gráficos e uma linha de referência contextualizam o debate sobre a avaliação de empresas.","description":null},"zh-hant":{"alt":"天平與產業長條圖上下對比成長企業和陷入困境企業的插畫","caption":"天平、圖表與基準線呈現企業價值評估的爭議。","description":null}}}],"published_at":"2026-07-26T20:44:00+09:00","updated_at":"2026-07-26T20:44:00+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant"],"url":"https://injoys.com/en/articles/korea-stock-price-suppression-prevention-tax-proposal"}