---
title: "Rangkuman Lengkap Periode, Sasaran, dan Cara Pelaporan PPN Juli 2026"
locale: id
category: how_to
category_name: "Panduan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/2026-july-korea-vat-filing-guide
published_at: 2026-07-18T13:55:32+09:00
---

# Rangkuman Lengkap Periode, Sasaran, dan Cara Pelaporan PPN Juli 2026

> Pelaporan dan pembayaran PPN Juli 2026 pada prinsipnya berlangsung dari 1 Juli hingga 25 Juli, tetapi karena 25 Juli 2026 jatuh pada hari Sabtu, prosesnya dapat diselesaikan hingga Senin, 27 Juli. Badan usaha, pengusaha orang pribadi dengan status wajib pajak umum, dan sebagian pengusaha kena pajak sederhana perlu memeriksa terlebih dahulu apakah termasuk sasaran pelaporan, data penjualan dan pembelian, serta ketentuan sanksi pajak yang telah direvisi.

## Key Points

- Batas waktu pelaporan dan pembayaran PPN Juli 2026 adalah dari 1 Juli 2026 hingga 27 Juli 2026.
- Sasaran pelaporan mencakup badan usaha, pengusaha orang pribadi dengan status wajib pajak umum, pengusaha kena pajak sederhana yang menerbitkan faktur pajak pada paruh pertama 2026, serta usaha yang beralih menjadi wajib pajak umum per 1 Juli 2026.
- Perlu memeriksa perubahan pada 2026, seperti kenaikan tarif sanksi terkait faktur pajak rekayasa atau palsu, kewajiban penyampaian laporan penjualan tunai untuk bidang kreasi konten media, dan penguatan pengawasan terhadap usaha yang menggunakan nama samaran.
- Sebelum melaporkan PPN, mencocokkan pajak keluaran, pajak masukan, biaya yang dapat dikreditkan, faktur pajak elektronik, penjualan kartu, dan data tanda terima tunai dapat mengurangi risiko kesalahan dan sanksi pajak.
- Karena status wajib lapor dan standar penerapan rinci dapat berbeda menurut jenis usaha dan bidang industri, lebih aman melakukan konfirmasi akhir melalui Hometax Badan Pajak Nasional dan kuasa pajak.

## Ikhtisar

Juli 2026 adalah periode pelaporan dan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk transaksi semester pertama 2026. Pelaku usaha menghitung pajak yang harus dibayar dengan mengurangkan PPN yang termasuk dalam pembelian terkait usaha dari PPN atas penjualan. Sebaliknya, jika pajak masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada pajak keluaran, dapat timbul restitusi.

Hal-hal yang perlu diperiksa secara khusus dalam pelaporan kali ini adalah batas waktu pelaporan, pihak yang wajib melapor, apakah wajib pajak sederhana termasuk dalam pengecualian yang harus melapor, penguatan sanksi tambahan terkait faktur pajak, serta kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai bagi usaha penciptaan konten media. Artikel ini adalah checklist praktis untuk pelaku usaha domestik yang mempersiapkan pelaporan PPN Juli 2026.

## Periode pelaporan dan pembayaran PPN Juli 2026

| Kategori | Isi |
|---|---|
| Periode pelaporan dan pembayaran | Rabu, 1 Juli 2026 ~ Senin, 27 Juli 2026 |
| Tanggal jatuh tempo prinsipnya | 25 Juli 2026 |
| Tanggal jatuh tempo aktual 2026 | Karena 25 Juli 2026 jatuh pada hari Sabtu, pelaporan dapat dilakukan hingga Senin, 27 Juli |
| Cara pelaporan | Pelaporan elektronik melalui Hometax Badan Pajak Nasional, pelaporan melalui kuasa pajak, pelaporan dengan mengunjungi kantor pajak setempat, dan sebagainya |

Jika batas waktu pelaporan PPN bertepatan dengan hari Sabtu, hari libur nasional, dan sebagainya, secara umum tenggat diperpanjang ke hari kerja berikutnya. Karena 25 Juli 2026 adalah hari Sabtu, hal penting secara praktik adalah memandang batas waktu pelaporan dan pembayaran Juli 2026 sebagai Senin, 27 Juli.

Namun, dengan mempertimbangkan keterlambatan akses pelaporan elektronik, dokumen yang terlewat, dan masalah batas pembayaran, sebaiknya menyusun SPT dan memeriksa metode pembayaran setidaknya beberapa hari sebelum hari jatuh tempo, bukan pada hari terakhir.

## Pihak yang wajib melapor pada Juli 2026

Pihak yang wajib melaporkan PPN pada Juli 2026 berbeda tergantung jenis pelaku usaha dan periode pajak.

| Pihak | Perlu melapor | Hal utama yang harus diperiksa |
|---|---:|---|
| Badan usaha | Wajib melapor | Umumnya termasuk objek pelaporan final periode pertama 2026. Periode yang menjadi objek pelaporan harus diperiksa sesuai ada tidaknya pelaporan pendahuluan. |
| Wajib pajak orang pribadi umum | Wajib melapor | Melapor berdasarkan transaksi 1 Januari 2026 ~ 30 Juni 2026. |
| Wajib pajak sederhana yang menerbitkan faktur pajak pada semester pertama 2026 | Mungkin wajib melapor | Wajib pajak sederhana pada prinsipnya melapor 1 kali setahun, tetapi dapat menjadi objek pelaporan Juli jika ada alasan tertentu seperti penerbitan faktur pajak. |
| Pelaku usaha yang beralih dari wajib pajak sederhana menjadi wajib pajak umum per 1 Juli 2026 | Mungkin wajib melapor | Pelaporan penyelesaian untuk periode pajak sebelum peralihan mungkin diperlukan. |
| Pelaku usaha bebas pajak | Umumnya bukan objek pelaporan PPN | Perlu memeriksa secara terpisah apakah ada penjualan yang menjadi objek PPN. |

Apakah termasuk objek pelaporan dapat berbeda tergantung jenis usaha, jenis pajak, ada tidaknya penerbitan faktur pajak, dan ada tidaknya peralihan jenis pajak. Surat panduan pelaporan dari Hometax Badan Pajak Nasional dan data dasar pelaku usaha harus diperiksa.

## Struktur perhitungan PPN

Struktur dasar perhitungan PPN relatif sederhana.

```text
납부세액 = 매출세액 - 매입세액 - 공제·감면세액 + 가산세
```

### Pajak keluaran

Pajak keluaran adalah PPN yang diterima pelaku usaha dari mitra transaksi atau konsumen saat memasok barang atau jasa. Perlu diperiksa dengan menjumlahkan faktur pajak elektronik, penjualan kartu kredit, penjualan kuitansi tunai, penjualan tunai, penjualan aplikasi pengantaran dan platform, penjualan toko online, dan sebagainya.

### Pajak masukan

Pajak masukan adalah PPN yang termasuk dalam biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha. Untuk memperoleh kredit pajak masukan, pengeluaran harus berkaitan dengan usaha, memiliki bukti yang sah, dan bukan merupakan pengeluaran yang kreditnya dibatasi oleh undang-undang.

### Contoh pos yang sulit dikreditkan

Pos berikut dapat dibatasi kreditnya meskipun benar-benar telah dikeluarkan.

- Pengeluaran pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan usaha
- Biaya jamuan yang menurut peraturan perundang-undangan termasuk objek pembatasan kredit
- Pajak masukan terkait pembelian, sewa, dan pemeliharaan mobil penumpang kecil non-operasional
- Pajak masukan terkait usaha bebas pajak
- Pengeluaran yang tidak memiliki bukti sah seperti faktur pajak, atau diterbitkan tidak sesuai fakta

## Hal-hal utama terkait PPN yang berubah pada 2026

Berdasarkan panduan pelaporan 2026 yang diberikan, perubahan berikut harus diperiksa sebelum pelaporan. Karena penerapan aktual dapat berbeda tergantung kondisi masing-masing pelaku usaha, tanggal berlaku, dan persyaratan rinci, panduan Badan Pajak Nasional dan isi revisi undang-undang perpajakan harus diperiksa bersama sebelum pelaporan final.

| Perubahan | Isi utama | Pelaku usaha yang harus memeriksa |
|---|---|---|
| Kenaikan tarif sanksi tambahan untuk faktur pajak fiktif dan palsu | Diinformasikan bahwa tarif sanksi tambahan terkait diperkuat dari 3% menjadi 4% | Semua pelaku usaha yang banyak menerbitkan dan menerima faktur pajak |
| Kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai bagi usaha penciptaan konten media | Perlu memeriksa kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai untuk usaha penciptaan konten media seperti YouTuber dan kreator | YouTuber, streamer, kreator, pelaku usaha terkait MCN |
| Penguatan pengawasan pelaku usaha dengan nama samaran | Penguatan pemeriksaan terhadap struktur di mana pelaku usaha sebenarnya berbeda dari pemilik nama | Tempat usaha atas nama keluarga atau kenalan, tempat usaha yang dioperasikan bersama |
| Penetapan batas kredit pajak masukan dianggap untuk mobil bekas | Perlu memeriksa ketentuan batas yang berlaku setelah 1 Juli 2026 | Jenis usaha terkait seperti jual beli mobil bekas |

### Makna penguatan sanksi tambahan faktur pajak

Faktur pajak fiktif atau faktur pajak palsu adalah faktur pajak yang diterbitkan tanpa transaksi nyata atau diterbitkan berbeda dari isi transaksi. Dokumen seperti ini dapat berujung pada penolakan kredit pajak masukan, sanksi tambahan, dan risiko pemeriksaan.

Sebelum pelaporan, hal berikut harus diperiksa.

- Apakah benar ada transaksi nyata
- Apakah pemasok dan penerima pasokan sudah tepat
- Apakah nilai pasokan dan pajak sesuai dengan kontrak, riwayat setoran, dan rincian transaksi
- Apakah bukan transaksi dengan pelaku usaha yang sudah tutup atau pelaku usaha dengan nama samaran
- Apakah tanggal penerbitan dan tanggal pengiriman faktur pajak elektronik sudah sesuai

### Hal yang perlu diperhatikan oleh pencipta konten media

YouTuber, kreator, streamer, dan sebagainya memiliki bentuk pendapatan yang beragam, seperti pendapatan iklan, donasi, biaya sponsor, honor mengajar, pendapatan penjualan konten, dan pembayaran dari platform. Jika kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai berlaku, tidak cukup hanya melihat jumlah yang masuk ke rekening; pendapatan harus disusun menurut jenis penjualan.

Dokumen yang harus diperiksa adalah sebagai berikut.

- Rincian penyelesaian dari platform
- Kontrak iklan dan sponsor
- Riwayat penerbitan faktur pajak dan faktur
- Riwayat penerbitan kuitansi tunai
- Riwayat penerimaan valuta asing dan dokumen penerapan kurs
- Riwayat keluar-masuk rekening usaha

## Prosedur pelaporan PPN melalui Hometax

Jika melapor sendiri melalui Hometax, alur umumnya adalah sebagai berikut.

### Langkah 1: Memeriksa apakah termasuk objek pelaporan

Akses Hometax Badan Pajak Nasional, login sebagai pelaku usaha, lalu periksa surat panduan pelaporan PPN, jenis pajak, dan periode yang menjadi objek pelaporan. Khususnya untuk wajib pajak sederhana, pelaku usaha yang beralih jenis pajak, serta pelaku usaha yang memiliki riwayat penghentian sementara atau penutupan usaha, periode objek dapat berbeda.

### Langkah 2: Mengumpulkan data penjualan

Kumpulkan dokumen berikut dan periksa apakah ada penjualan yang terlewat.

- Riwayat penerbitan faktur pajak elektronik
- Data penjualan kartu kredit
- Data penerbitan kuitansi tunai
- Buku penjualan tunai
- Data penyelesaian dari aplikasi pengantaran, aplikasi reservasi, toko online, dan perusahaan PG
- Dokumen terkait ekspor atau tarif nol persen
- Data penyelesaian dari platform

### Langkah 3: Mengumpulkan data pembelian

Untuk meninjau kredit pajak masukan, periksa dokumen berikut.

- Riwayat penerimaan faktur pajak elektronik
- Riwayat penggunaan kartu kredit usaha
- Riwayat penerimaan kuitansi tunai
- Faktur pajak impor
- Data biaya terkait usaha seperti sewa, biaya komunikasi, biaya iklan, biaya perlengkapan
- Ada tidaknya pengeluaran yang dikecualikan dari kredit

### Langkah 4: Mengklasifikasikan pos yang tidak dapat dikreditkan

Tidak semua pengeluaran menjadi objek kredit pajak masukan. Bagian penggunaan pribadi, biaya terkait mobil penumpang non-operasional, biaya terkait usaha bebas pajak, pengeluaran yang bersifat jamuan, dan sebagainya harus ditinjau secara terpisah.

### Langkah 5: Menyusun dan menyampaikan SPT

Masukkan pos pajak keluaran, pajak masukan, kredit dan pengurangan, serta sanksi tambahan pada menu pelaporan PPN Hometax. Meskipun ada data yang tercermin otomatis di Hometax, data dapat terlewat atau terduplikasi, sehingga harus dicocokkan dengan buku besar.

### Langkah 6: Memeriksa pembayaran atau restitusi

Setelah SPT disampaikan, jika ada pajak yang harus dibayar, pembayaran harus dilakukan dalam tenggat. Metode pembayaran dapat berbeda tergantung cara yang disediakan oleh Hometax dan lembaga keuangan, seperti transfer rekening, pembayaran kartu, dan pembayaran sederhana. Jika ada pajak yang direstitusi, rekening restitusi dan dokumen terkait restitusi harus diperiksa.

## Checklist sebelum pelaporan

| Pos pemeriksaan | Pertanyaan pemeriksaan |
|---|---|
| Objek pelaporan | Apakah Anda pelaku usaha yang menjadi objek pelaporan Juli 2026? |
| Periode pelaporan | Apakah pelaporan dan pembayaran dapat diselesaikan sebelum 27 Juli 2026? |
| Penjualan terlewat | Apakah seluruh penjualan kartu, kuitansi tunai, tunai, platform, dan faktur pajak sudah dicerminkan? |
| Kredit pembelian | Apakah hanya pengeluaran terkait usaha yang dikreditkan? |
| Bukti sah | Apakah ada bukti seperti faktur pajak, slip kartu, dan kuitansi tunai? |
| Kesalahan faktur pajak | Apakah pemasok, penerima pasokan, jumlah, dan tanggal pembuatan sudah tepat? |
| Pengecualian wajib pajak sederhana | Apakah menjadi objek pelaporan Juli karena penerbitan faktur pajak atau peralihan jenis pajak? |
| Kewajiban per jenis usaha | Apakah ada dokumen penyampaian terpisah seperti daftar penjualan tunai dan lampiran tarif nol persen? |
| Risiko sanksi tambahan | Apakah tidak ada risiko keterlambatan pelaporan, pelaporan kurang bayar, keterlambatan pembayaran, atau faktur pajak palsu? |

## Kesalahan yang sering terjadi

### Penjualan platform terlewat

Dana penyelesaian dari aplikasi pengantaran, open market, platform reservasi, dan perusahaan PG dapat mencampur penjualan kartu, penjualan kuitansi tunai, dan penjualan lainnya. Jika melapor hanya dengan melihat laporan penyelesaian platform, dapat terjadi duplikasi atau kelalaian, sehingga harus dipisahkan menurut metode pembayaran.

### Hanya mengandalkan pendaftaran kartu usaha

Meskipun kartu kredit usaha telah didaftarkan di Hometax, tidak semua pengeluaran otomatis dapat dikreditkan. Jika tidak berkaitan dengan usaha atau termasuk pos yang tidak dapat dikreditkan menurut peraturan perundang-undangan, kredit pajak masukan tidak dapat diperoleh.

### Salah memahami kewajiban pelaporan wajib pajak sederhana

Ada anggapan bahwa wajib pajak sederhana biasanya melapor 1 kali setahun, tetapi pelaporan Juli dapat diperlukan jika menerbitkan faktur pajak atau beralih menjadi wajib pajak umum.

### Tidak menyelesaikan hingga pembayaran

Penyampaian SPT dan pembayaran pajak adalah hal yang terpisah. Jika hanya melapor tetapi tidak membayar, sanksi tambahan keterlambatan pembayaran dapat timbul.

## Poin persiapan menurut jenis pelaku usaha

### Restoran, kafe, dan usaha ritel

- Penjualan kartu, kuitansi tunai, dan aplikasi pengantaran harus dicocokkan bersama.
- Perlu memeriksa apakah ada penjualan tunai yang terlewat.
- Bukti sah untuk pembelian bahan makanan, sewa, biaya perlengkapan, dan biaya iklan harus disusun.

### Toko online dan usaha penjualan melalui komunikasi

- Data penyelesaian dari open market, toko sendiri, perusahaan PG, dan pembayaran sederhana harus dipisahkan.
- Komisi penjualan, biaya iklan, biaya pengiriman, serta riwayat retur dan pembatalan harus dicerminkan.
- Jika ada penjualan dari platform luar negeri atau transaksi ekspor, dokumen tarif nol persen harus diperiksa.

### Freelancer dan kreator

- Perlu memeriksa ada tidaknya pendaftaran usaha dan jenis pajak.
- Pendapatan iklan, biaya sponsor, donasi, honor mengajar, dan pendapatan penjualan konten harus dipisahkan.
- Perlu memeriksa apakah kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai terkait usaha penciptaan konten media berlaku.

### Pelaku usaha terkait mobil bekas

- Perlu memeriksa isi penetapan batas kredit pajak masukan dianggap untuk mobil bekas yang berlaku setelah 1 Juli 2026.
- Data pembelian dan penjualan per kendaraan, data pendaftaran pengalihan, serta ada tidaknya penerbitan faktur dan faktur pajak harus disusun.

## Hal yang harus diperiksa pelaku usaha meskipun diserahkan kepada kuasa pajak

Meskipun kuasa pajak menangani pelaporan, ketepatan data sumber tetap penting bagi pelaku usaha. Khususnya, dokumen berikut sebaiknya diperiksa langsung oleh pelaku usaha.

- Ada tidaknya penjualan yang terlewat
- Penjualan tunai dan riwayat setoran ke rekening
- Pemisahan biaya pribadi dan biaya usaha
- Kesalahan penerbitan dan penerimaan faktur pajak
- Ada tidaknya pencerminan ganda data penyelesaian platform
- Jumlah pajak yang harus dibayar dan batas waktu pembayaran

## Kesimpulan

Inti pelaporan PPN Juli 2026 adalah menyelesaikan pelaporan dan pembayaran paling lambat 27 Juli, memastikan secara tepat apakah Anda termasuk objek pelaporan, serta menyusun data penjualan dan pembelian berdasarkan bukti. Khususnya pada 2026, ada hal-hal yang dapat memengaruhi tiap jenis usaha, seperti penguatan sanksi tambahan terkait faktur pajak, kewajiban penyampaian bagi usaha penciptaan konten media, pengawasan pelaku usaha dengan nama samaran, dan batas kredit pajak masukan dianggap untuk mobil bekas, sehingga pemeriksaan final sebelum pelaporan diperlukan.

PPN adalah pelaporan yang berulang, tetapi kelalaian atau kekeliruan kecil dapat berujung pada sanksi tambahan. Cara paling aman adalah menyusun dokumen lebih awal daripada tepat sebelum batas waktu, serta memanfaatkan panduan Hometax dan tinjauan ahli pajak secara bersamaan.

## FAQ

### Kapan batas akhir pelaporan PPN bulan Juli 2026?
Periode pelaporan dan pembayaran PPN bulan Juli 2026 adalah dari 1 Juli 2026 hingga 27 Juli. Batas akhir semula adalah 25 Juli, tetapi karena pada tahun 2026 jatuh pada hari Sabtu, pelaporan dan pembayaran dapat dilakukan hingga hari kerja berikutnya, yaitu Senin, 27 Juli.

### Siapa saja yang wajib melaporkan PPN bulan Juli 2026?
Pihak utama yang menjadi sasaran adalah badan usaha, wajib pajak orang pribadi dengan status pengusaha kena pajak umum, pengusaha kena pajak sederhana yang menerbitkan faktur pajak pada semester pertama 2026, serta pelaku usaha yang beralih dari pengusaha kena pajak sederhana menjadi pengusaha kena pajak umum per 1 Juli 2026. Untuk memastikan apakah Anda termasuk sasaran, perlu memeriksa pemberitahuan pelaporan di Hometax dan jenis perpajakan usaha Anda.

### Apakah pengusaha kena pajak sederhana juga harus melaporkan PPN pada Juli 2026?
Pengusaha kena pajak sederhana umumnya melaporkan sekali setahun, tetapi jika menerbitkan faktur pajak pada semester pertama 2026 atau beralih menjadi pengusaha kena pajak umum per 1 Juli 2026, dapat menjadi sasaran pelaporan bulan Juli. Lebih aman untuk memastikan apakah Anda wajib melapor melalui Hometax.

### Apakah pelaporan PPN dapat dilakukan sendiri melalui Hometax?
Ya. Pelaku usaha dapat melakukan pelaporan elektronik melalui Hometax Badan Pajak Nasional. Namun, jika memiliki banyak pelanggan, penjualan melalui platform, tarif nol persen, kredit pajak pembelian yang dianggap, perubahan jenis perpajakan, atau kesalahan faktur pajak, sebaiknya mendapatkan peninjauan dari kuasa pajak.

### Data penjualan apa yang harus disiapkan saat pelaporan PPN?
Anda harus menyiapkan riwayat penerbitan faktur pajak elektronik, penjualan kartu kredit, penjualan struk tunai, buku penjualan tunai, data penyelesaian dari aplikasi pengantaran, marketplace terbuka, dan perusahaan PG, pendapatan platform, serta dokumen terkait ekspor atau tarif nol persen. Penjualan dari berbagai kanal mudah mengalami duplikasi dan kelalaian, sehingga perlu dicocokkan.

### Syarat apa yang diperlukan untuk mendapatkan kredit pajak masukan PPN?
Pengeluaran harus terkait dengan usaha, harus ada bukti yang memenuhi syarat seperti faktur pajak, slip kartu kredit, atau struk tunai, dan tidak boleh termasuk item yang dibatasi untuk dikreditkan menurut peraturan perundang-undangan. Pengeluaran pribadi atau biaya terkait mobil penumpang kecil non-operasional dapat dibatasi pengkreditannya.

### Apakah sanksi tambahan terkait faktur pajak diperketat pada tahun 2026?
Menurut panduan pelaporan 2026 yang diberikan, diinformasikan bahwa tarif sanksi tambahan terkait faktur pajak fiktif atau palsu dinaikkan dari 3% menjadi 4%. Penerapan sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis transaksi dan persyaratan peraturan, sehingga sebelum melapor perlu memeriksa panduan terbaru Badan Pajak Nasional dan ketentuan hukum pajak.

### Apakah YouTuber atau kreator juga perlu memperhatikan hal tertentu saat pelaporan PPN?
Pencipta konten media seperti YouTuber, streamer, dan kreator harus membedakan jenis penjualan seperti pendapatan iklan, biaya sponsor, donasi, dan dana penyelesaian dari platform. Pada tahun 2026, perlu juga memastikan apakah kewajiban penyampaian daftar penjualan tunai berlaku.

### Jika laporan sudah diserahkan, apakah pembayaran juga sudah selesai?
Tidak. Penyerahan laporan PPN dan pembayaran pajak adalah prosedur yang terpisah. Jika ada pajak yang harus dibayar, pembayaran harus diselesaikan dalam batas waktu pelaporan, dan jika pembayaran terlambat, dapat timbul sanksi tambahan keterlambatan pembayaran.

### Apa yang harus diperiksa terlebih dahulu sebelum pelaporan PPN bulan Juli 2026?
Yang pertama harus dipastikan adalah apakah Anda termasuk wajib lapor. Setelah itu, sebaiknya periksa secara berurutan periode yang dilaporkan, data penjualan, data pembelian, kemungkinan kredit pajak, kesalahan faktur pajak, dokumen yang harus diserahkan berdasarkan jenis usaha, dan jumlah yang dapat dibayarkan.

## Sources

- [Hometax Badan Pajak Nasional](https://www.hometax.go.kr)
- [Badan Pajak Nasional](https://www.nts.go.kr)
- [Pusat Informasi Perundang-undangan Nasional Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai](https://www.law.go.kr/법령/부가가치세법)
- [Pusat Informasi Perundang-undangan Nasional Undang-Undang Kerangka Pajak Nasional](https://www.law.go.kr/법령/국세기본법)

## Images

![Kalender, dokumen, grafik laptop, dan koin untuk persiapan pelaporan PPN](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/redirect/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjA5OCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--08122b0c0a91fbb2bb2477dccd6c29bf7dafbb9d/ai-fa2fae2c.webp)
![Ilustrasi pelaporan PPN dengan timbangan, dokumen e-commerce, struk, paket, dan daftar cek](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/redirect/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjEwNCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--37c8d00c82c6af13ef30b3d61ce9a9a15c960daa/ai-35ce4d45.webp)