{"content_id":"ugmdbbyq43","slug":"salt-march-1930-gandhi-background-and-results","locale":"id","schema_type":"Article","category":"case_study","category_name":"Studi Kasus","title":"Mars Garam Gandhi 1930: Latar Belakang dan Hasil","summary":"Mars Garam Gandhi pada 1930 merupakan perlawanan tanpa kekerasan terhadap hukum garam kolonial. Aksi ini memicu pembangkangan sipil di seluruh negeri dan perundingan pada 1931, tetapi tidak langsung menghasilkan kemerdekaan ataupun penghapusan pajak garam secara menyeluruh.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Gandhi memilih garam sebagai sasaran perlawanan karena garam merupakan kebutuhan pokok yang tak bisa ditinggalkan bahkan oleh orang miskin.","Mars yang dimulai pada 12 Maret 1930 berujung pada pelanggaran hukum garam di Dandi pada 6 April.","Pembangkangan sipil terus berlangsung meskipun Gandhi ditangkap pada 5 Mei 1930.","Pakta Gandhi-Irwin pada 5 Maret 1931 merupakan kesepakatan penghentian gerakan sebagai imbalan atas konsesi terbatas.","Keberhasilan Mars Garam terletak pada partisipasi massa dan dimulainya perundingan, dan harus dibedakan dari tercapainya kemerdekaan secara langsung."],"content_markdown":"Pawai Garam merupakan perlawanan nonkekerasan Gandhi dan warga India terhadap undang-undang garam kolonial pada 1930. Gerakan ini berlanjut meski menghadapi penangkapan dan penindasan. Peristiwa ini dikenang karena berujung pada pembangkangan sipil di seluruh negeri dan perundingan pada 1931.\n\nCatatan Rajghat dan Gandhi Heritage Portal diperiksa pada November 2026.\n\n## Latar belakang pajak garam menjadi isu perjuangan kemerdekaan\n\nGaram merupakan kebutuhan pokok yang juga harus dikonsumsi orang miskin. Pemerintah kolonial Inggris memonopoli produksi garam dan memungut pajak. Undang-undang garam juga membatasi tindakan penduduk untuk memperoleh garam sendiri.\n\nGandhi menghubungkan persoalan garam dengan ketidakadilan pemerintahan kolonial. Alasannya dijelaskan dalam surat yang dikirim kepada Wakil Raja Irwin pada 2 Maret 1930. Ia mengkritik pajak garam dari sudut pandang masyarakat miskin. Ia menjelaskan bahwa perjuangan kemerdekaan pun harus berangkat dari persoalan orang miskin. [Selected Letters of Mahatma Gandhi](https://www.mkgandhi.org/ebks/selected_letters.pdf)\n\nTujuan politiknya lebih luas daripada penghapusan pajak garam. Dalam pertemuan Lahore pada akhir 1929, Kongres Nasional India menetapkan kemerdekaan penuh sebagai tujuan. Pada 26 Januari 1930, ikrar kemerdekaan diucapkan di berbagai wilayah India. Pelanggaran undang-undang garam menjadi titik awal untuk mewujudkan tujuan ini melalui tindakan sehari-hari. [Kronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal](https://www.gandhiheritageportal.org/background-to-the-salt-satyagraha), [Kronologi Rajghat](https://rajghat.gov.in/chronology)\n\n## Apa itu nonkekerasan dan pembangkangan sipil\n\nNonkekerasan dalam Pawai Garam merupakan prinsip melawan tanpa menyakiti pihak lawan. Gandhi mengembangkan metode perlawanan ini saat menentang diskriminasi terhadap orang India di Afrika Selatan. Pawai Garam merupakan contoh penerapan pengalaman tersebut dalam gerakan massa di India. [Uraian Stanford tentang Gandhi](https://kinginstitute.stanford.edu/gandhi-mohandas-k)\n\n| Konsep | Makna | Hubungan dengan Pawai Garam |\n| --- | --- | --- |\n| Ahimsa | Prinsip nonkekerasan yang tidak menyakiti makhluk hidup lain | Dasar tindakan yang tidak menyerang pihak lawan |\n| Satyagraha | Pemikiran perlawanan Gandhi yang bermakna berpegang teguh pada kebenaran | Cara melawan kekuasaan yang tidak adil tanpa kekerasan |\n| Pembangkangan sipil | Perlawanan dengan melanggar secara terbuka hukum yang dianggap tidak adil | Mempertanyakan legitimasi hukum melalui pelanggaran undang-undang garam |\n| Swaraj | Bermakna pemerintahan sendiri | Tujuan kemerdekaan penuh yang diusung Kongres Nasional India saat itu |\n| Swadeshi | Gerakan yang mengutamakan penggunaan produk dalam negeri | Berkaitan dengan boikot kain asing dan penggunaan kain tenun tangan dalam negeri |\n\nNonkooperasi dan pembangkangan sipil berbeda dalam cara bertindak. Menolak membeli kain asing merupakan salah satu bentuk nonkooperasi. Mengambil garam yang dilarang merupakan pembangkangan sipil yang secara langsung melanggar hukum. Selama pawai, Gandhi menyerukan kedua tindakan tersebut. [Salt Satyagraha and Dandi March](https://www.mkgandhi.org/articles/salt_satya.php)\n\n## Kronologi dari keberangkatan hingga perjanjian\n\nTanggal dimulainya Pawai Garam berbeda dengan tanggal pelanggaran undang-undang garam. Gerakan terus berlanjut setelah aksi di Dandi. Kronologi berikut membedakan pawai, penangkapan, dan perundingan.\n\n| Tanggal | Peristiwa | Catatan rujukan |\n| --- | --- | --- |\n| 2 Maret 1930 | Gandhi mengirim surat kepada Wakil Raja Irwin untuk memberitahukan rencana pelanggaran undang-undang garam | Kronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal |\n| 12 Maret 1930 | Berangkat dari Sabarmati Ashram menuju Dandi | Kronologi Rajghat |\n| 6 April 1930 | Pelanggaran undang-undang garam di Dandi | Kronologi Rajghat |\n| 5 Mei 1930 | Penangkapan Gandhi | Kronologi Rajghat |\n| 26 Januari 1931 | Pembebasan Gandhi | Kronologi Rajghat |\n| 5 Maret 1931 | Penandatanganan dan pengumuman Perjanjian Gandhi-Irwin | Kronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal |\n| 29 Agustus 1931 | Berangkat ke Inggris untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar Kedua | Kronologi Rajghat |\n\nKelompok inti yang mendampingi Gandhi saat berangkat berjumlah **78 orang**. Rajghat mencatat bahwa orang-orang lain juga berada dalam barisan keberangkatan. Karena itu, angka 78 tidak boleh dipahami sebagai jumlah seluruh peserta gerakan. Kronologi yang sama mencatat jarak pawai sejauh 241 mil. [Kronologi Rajghat](https://rajghat.gov.in/chronology), [Kronologi perjanjian](https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact)\n\n## Bagaimana pelanggaran undang-undang garam di Dandi menjadi titik balik\n\nPengambilan garam di Dandi merupakan pembangkangan terbuka terhadap hukum kolonial. Gandhi berpidato di desa-desa selama perjalanan menuju tujuan. Pawai ini juga merupakan kegiatan pengorganisasian untuk menjelaskan maksud pelanggaran undang-undang garam. Perjalanan itu sendiri menjadi kesempatan untuk menghimpun pendukung.\n\nGandhi melanggar undang-undang garam di Dandi pada 6 April 1930. Setelah itu, pelanggaran undang-undang garam berlanjut di wilayah lain. Orang dapat bergabung dengan gerakan tanpa harus ikut dalam barisan pawai tertentu. Sebab, mereka dapat menentang undang-undang yang sama di daerah masing-masing. [Repression, backfire, and the theory of transformative events](https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html)\n\nPembangkangan sipil meluas melampaui persoalan garam. Kongres Nasional India juga mengorganisasi perlawanan terhadap undang-undang lain dan ekonomi kolonial. Uraian Divisi Publikasi Pemerintah India mencatat tindakan berikut.\n\n- Pelanggaran undang-undang garam dan kehutanan\n- Penolakan membayar pajak\n- Boikot kain asing\n\nPemerintah kolonial merespons dengan perintah yang memperluas kewenangan penangkapan dan penuntutan. Gandhi juga ditangkap pada 5 Mei 1930. Namun, penahanannya tidak mengakhiri seluruh gerakan. [Civil Disobedience Movement dari Divisi Publikasi Pemerintah India](https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html)\n\n## Perlawanan dan pemberitaan internasional setelah penangkapan Gandhi\n\nSetelah Gandhi ditangkap, para pemimpin lain melanjutkan perlawanan. Demonstrasi di fasilitas garam Dharasana merupakan salah satu contoh utama. Sarojini Naidu menyerukan agar para peserta tetap mematuhi prinsip nonkekerasan. Pemimpin perempuan pun memimpin kelanjutan gerakan.\n\nPartisipasi perempuan tidak terbatas pada kepemimpinan. Gandhi menganjurkan perempuan untuk berdemonstrasi di depan toko minuman beralkohol dan toko kain asing. Bentuk partisipasi lebih luas daripada berjalan kaki hingga Dandi. Penduduk bergabung dengan gerakan melalui boikot, demonstrasi, dan tindakan lainnya. [Uraian Divisi Publikasi Pemerintah India](https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html), [Salt Satyagraha and Dandi March](https://www.mkgandhi.org/articles/salt_satya.php)\n\nDi Dharasana, polisi menindak keras para demonstran nonkekerasan. Wartawan Amerika Serikat Webb Miller menyaksikan dan melaporkan kejadian tersebut. Laporannya tersebar hingga ke luar negeri dan mengungkap respons pemerintah kolonial. Perhatian internasional dinilai sebagai salah satu dampak politik Pawai Garam. [Penelitian gerakan sosial oleh Hess dan Martin](https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html)\n\n## Capaian dan keterbatasan Perjanjian Gandhi-Irwin 1931\n\nPerjanjian Gandhi-Irwin bukanlah dokumen yang menetapkan kemerdekaan. Perjanjian ini merupakan kesepakatan sementara yang diumumkan pada **5 Maret 1931**. Penghentian gerakan dipertukarkan dengan konsesi terbatas dari pemerintah kolonial. Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi Kongres Nasional India untuk mengikuti perundingan konstitusional berikutnya. [Kronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal](https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact)\n\n| Isu | Isi kesepakatan | Batasan dalam penafsiran |\n| --- | --- | --- |\n| Pembangkangan sipil | Kongres Nasional India menyetujui penghentian gerakan | Bukan berarti melepaskan tuntutan kemerdekaan itu sendiri |\n| Tahanan politik | Pembebasan tahanan terkait pembangkangan sipil nonkekerasan | Bukan kesepakatan untuk membebaskan seluruh tahanan tanpa syarat |\n| Garam | Penduduk di dekat pantai diizinkan memproduksi garam untuk konsumsi sendiri | Bukan penghapusan penuh pajak garam di seluruh negeri |\n| Penjualan garam | Pembatasan penjualan di luar desa tetap berlaku | Bukan izin untuk mengedarkan garam secara bebas di seluruh negeri |\n| Perundingan politik | Keikutsertaan Kongres Nasional India dalam Konferensi Meja Bundar | Tidak menjamin penyerahan kedaulatan segera |\n| Tindakan polisi | Tuntutan penyelidikan atas tindakan polisi tidak diterima | Bukan kesepakatan yang mengungkap pertanggungjawaban atas penindasan |\n\nKetentuan dalam tabel mengikuti penjelasan dan catatan mengenai perjanjian di The Nehru Archive. Khususnya, perlu dibedakan siapa yang berhak dibebaskan dan sejauh mana produksi garam diizinkan. Memperluas makna izin terbatas menjadi pemulihan hak di seluruh negeri akan mengubah kesimpulan. [A Note on the Provisional Settlement](https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n)\n\nTidak semua rekan Gandhi puas dengan perjanjian tersebut. Nehru mengkhawatirkan kemungkinan pembatasan kebebasan dalam urusan pertahanan, hubungan luar negeri, dan keuangan. Meski demikian, ia menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati harus dipatuhi. Dukungan terhadap perjanjian hadir bersamaan dengan kritik terhadap isinya.\n\nGandhi kemudian menghadiri Konferensi Meja Bundar Kedua. Namun, perundingan tersebut tidak menyelesaikan persoalan kemerdekaan. Divisi Publikasi Pemerintah India menyebutkan bahwa kesepakatan runtuh setelah ia kembali. Pada 1932, pembangkangan sipil dan penindasan kembali berlangsung. [Catatan Nehru pada 4 Maret 1931](https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n), [Uraian Divisi Publikasi Pemerintah India](https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html)\n\n## Persoalan yang ditunjukkan surat Gandhi dan balasan kantor wakil raja\n\nKedua pihak berbeda bahkan dalam dasar penilaian terhadap pelanggaran undang-undang garam. Gandhi mempersoalkan penghidupan masyarakat miskin dan legitimasi pemerintahan kolonial. Sekretaris wakil raja mengutamakan pelanggaran hukum dan risiko terhadap ketertiban umum. Tindakan yang sama dijelaskan dengan logika yang berbeda.\n\n| Catatan | Logika utama | Sikap yang terlihat |\n| --- | --- | --- |\n| Surat Gandhi pada 2 Maret 1930 | Beban masyarakat miskin dan kritik terhadap pemerintahan kolonial | Pemberitahuan bahwa ia akan secara terbuka melanggar hukum yang tidak adil |\n| Balasan sekretaris wakil raja pada Maret 1930 | Kekhawatiran terhadap pelanggaran hukum dan ketenteraman umum | Memandang tindakan yang direncanakan sebagai persoalan ketertiban hukum |\n\nSurat Gandhi dapat ditemukan di Gandhi Heritage Portal. Portal tersebut menautkan Kumpulan Karya Gandhi jilid 43, halaman 2~8. Kronologi latar belakang yang sama juga memuat balasan sekretaris wakil raja. Teks surat tersebut juga dapat ditemukan dalam Selected Letters of Mahatma Gandhi.\n\nMembaca catatan-catatan ini bersama-sama memperjelas persoalan dalam perlawanan tersebut. Gandhi tidak menyembunyikan rencananya untuk melanggar hukum. Kantor wakil raja mempersoalkan bahwa tindakan itu melanggar hukum. Perbedaan kedua sikap ini terletak pada pembedaan antara keberadaan hukum dan legitimasinya. [Kronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal](https://www.gandhiheritageportal.org/background-to-the-salt-satyagraha), [Kumpulan surat Gandhi](https://www.mkgandhi.org/ebks/selected_letters.pdf)\n\n## Catatan dan penafsiran\n\nPeristiwa yang telah terkonfirmasi harus dibedakan dari penilaian atas dampaknya. Kronologi digunakan untuk memastikan tanggal keberangkatan, penangkapan, dan perjanjian. Surat menunjukkan alasan yang dikemukakan para pihak pada saat itu. Penelitian menjelaskan dampak gerakan berdasarkan catatan-catatan ini.\n\n### Fakta yang terkonfirmasi melalui catatan\n\nKronologi resmi mencatat pawai 1930 dan perundingan 1931 secara terpisah. Surat Gandhi menunjukkan bahwa pelanggaran undang-undang garam telah diberitahukan sebelumnya. Catatan perjanjian memuat konsesi terbatas terkait garam. Hal ini tidak sesuai dengan penjelasan bahwa pajak garam dihapus sepenuhnya segera setelah pawai. [Kronologi Rajghat](https://rajghat.gov.in/chronology), [Kronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal](https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact)\n\n### Penilaian yang sama dalam penelitian dan uraian sejarah\n\nMeluasnya partisipasi masyarakat dinilai sebagai capaian utama Pawai Garam. Divisi Publikasi Pemerintah India menekankan penyebaran pembangkangan di seluruh negeri. Penelitian Hess dan Martin membahas partisipasi di dalam negeri dan perubahan opini publik di luar negeri. Kedua penjelasan menghubungkan aksi di Dandi dengan gerakan selanjutnya. [Uraian Divisi Publikasi Pemerintah India](https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html), [Penelitian Hess dan Martin](https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html)\n\n### Perbedaan penilaian dan keterbatasan verifikasi\n\nCapaian perundingan berbeda menurut tolok ukur yang digunakan. Dimulainya perundingan merupakan capaian politik, tetapi kemerdekaan belum terwujud. Catatan Nehru pun menunjukkan pengakuan atas capaian kesepakatan sekaligus kekhawatiran.\n\nPerubahan opini publik internasional juga sulit dipastikan dengan angka yang tepat. Hess dan Martin menunjukkan bahwa tidak ada survei opini publik yang mengukur dampaknya saat itu. Penyebaran pemberitaan dan besarnya perubahan opini publik merupakan persoalan yang berbeda. Catatan yang diperiksa juga tidak cukup untuk menghitung persentase kontribusinya terhadap kemerdekaan. [Penilaian Nehru atas perjanjian](https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n), [Penelitian Hess dan Martin](https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html)\n\n## Maknanya bagi pemahaman pembangkangan sipil saat ini\n\nPawai Garam merupakan contoh bagaimana beban hidup dapat mendorong partisipasi politik. Garam sebagai sesuatu yang akrab dalam keseharian membuat persoalan pemerintahan kolonial menjadi konkret. Partisipasi di berbagai daerah menjadikan gerakan ini lebih luas daripada pawai seorang pemimpin. Hubungan ini merupakan penafsiran berdasarkan catatan dan penelitian sebelumnya.\n\nMetode nonkekerasan Gandhi kemudian juga memengaruhi gerakan hak sipil Amerika Serikat. Martin Luther King Jr. menyatakan pengaruh metode Gandhi terhadap dirinya. Pada 1959, ia mengunjungi India untuk memahami prinsip tersebut secara lebih mendalam. Hal ini harus dipandang sebagai pengaruh gerakan nonkekerasan Gandhi secara keseluruhan. [India Trip dari Stanford](https://kinginstitute.stanford.edu/india-trip)\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Apakah Pawai Garam dan Pawai Dandi merupakan peristiwa yang sama\n\nKedua nama tersebut merujuk pada peristiwa yang sama. Dandi adalah desa pesisir tempat Gandhi melanggar undang-undang garam. Namun, Satyagraha Garam dapat merujuk secara lebih luas hingga mencakup pembangkangan selanjutnya.\n\n### Kapan Pawai Garam dimulai\n\nPawai dimulai pada 12 Maret 1930. Pelanggaran undang-undang garam di Dandi terjadi pada 6 April. Tanggal keberangkatan harus dibedakan dari tanggal pelanggaran hukum.\n\n### Mengapa Gandhi memilih garam\n\nGaram merupakan kebutuhan pokok yang juga harus dikonsumsi orang miskin. Gandhi menghubungkan pajak garam dengan beban masyarakat miskin. Ia memilih pelanggaran undang-undang garam sebagai tindakan konkret untuk berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan.\n\n### Mengapa terjadi penangkapan meski gerakannya nonkekerasan\n\nTidak menggunakan kekerasan berbeda dengan mematuhi hukum yang berlaku saat itu. Peserta gerakan secara terbuka melanggar undang-undang garam. Pemerintah kolonial menindak pelanggaran tersebut dan menangkap para peserta.\n\n### Apakah gerakan berakhir ketika Gandhi ditangkap\n\nGerakan terus berlanjut setelah Gandhi ditangkap pada 5 Mei 1930. Di Dharasana, para pemimpin lain melanjutkan demonstrasi. Pembangkangan sipil selain pelanggaran undang-undang garam pun meluas.\n\n### Apakah perjanjian 1931 menghapus pajak garam\n\nPerjanjian tersebut tidak menghapus pajak garam di seluruh negeri. Penduduk di dekat pantai diizinkan memproduksi garam secara terbatas. Pembatasan penjualan di luar desa tetap berlaku.\n\n### Apakah India langsung merdeka berkat Pawai Garam\n\nIndia tidak merdeka segera setelah Pawai Garam. Kemerdekaan India terwujud pada 1947. Capaian langsung gerakan 1930~1931 adalah meluasnya partisipasi dan dimulainya perundingan.\n\n### Apakah gerakan ini dapat dianggap dipimpin Gandhi seorang diri\n\nGandhi merupakan pemimpin utama yang mengorganisasi keberangkatan. Namun, peserta di berbagai daerah dan para pemimpin lain juga melanjutkan gerakan. Kepemimpinan Sarojini Naidu dalam demonstrasi lanjutan merupakan salah satu contohnya.","content_html":"\u003cp\u003ePawai Garam merupakan perlawanan nonkekerasan Gandhi dan warga India terhadap undang-undang garam kolonial pada 1930. Gerakan ini berlanjut meski menghadapi penangkapan dan penindasan. Peristiwa ini dikenang karena berujung pada pembangkangan sipil di seluruh negeri dan perundingan pada 1931.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCatatan Rajghat dan Gandhi Heritage Portal diperiksa pada November 2026.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#latar-belakang-pajak-garam-menjadi-isu-perjuangan-kemerdekaan\" class=\"anchor\" id=\"latar-belakang-pajak-garam-menjadi-isu-perjuangan-kemerdekaan\"\u003e\u003c/a\u003eLatar belakang pajak garam menjadi isu perjuangan kemerdekaan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eGaram merupakan kebutuhan pokok yang juga harus dikonsumsi orang miskin. Pemerintah kolonial Inggris memonopoli produksi garam dan memungut pajak. Undang-undang garam juga membatasi tindakan penduduk untuk memperoleh garam sendiri.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGandhi menghubungkan persoalan garam dengan ketidakadilan pemerintahan kolonial. Alasannya dijelaskan dalam surat yang dikirim kepada Wakil Raja Irwin pada 2 Maret 1930. Ia mengkritik pajak garam dari sudut pandang masyarakat miskin. Ia menjelaskan bahwa perjuangan kemerdekaan pun harus berangkat dari persoalan orang miskin. \u003ca href=\"https://www.mkgandhi.org/ebks/selected_letters.pdf\"\u003eSelected Letters of Mahatma Gandhi\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTujuan politiknya lebih luas daripada penghapusan pajak garam. Dalam pertemuan Lahore pada akhir 1929, Kongres Nasional India menetapkan kemerdekaan penuh sebagai tujuan. Pada 26 Januari 1930, ikrar kemerdekaan diucapkan di berbagai wilayah India. Pelanggaran undang-undang garam menjadi titik awal untuk mewujudkan tujuan ini melalui tindakan sehari-hari. \u003ca href=\"https://www.gandhiheritageportal.org/background-to-the-salt-satyagraha\"\u003eKronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://rajghat.gov.in/chronology\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#apa-itu-nonkekerasan-dan-pembangkangan-sipil\" class=\"anchor\" id=\"apa-itu-nonkekerasan-dan-pembangkangan-sipil\"\u003e\u003c/a\u003eApa itu nonkekerasan dan pembangkangan sipil\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eNonkekerasan dalam Pawai Garam merupakan prinsip melawan tanpa menyakiti pihak lawan. Gandhi mengembangkan metode perlawanan ini saat menentang diskriminasi terhadap orang India di Afrika Selatan. Pawai Garam merupakan contoh penerapan pengalaman tersebut dalam gerakan massa di India. \u003ca href=\"https://kinginstitute.stanford.edu/gandhi-mohandas-k\"\u003eUraian Stanford tentang Gandhi\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eKonsep\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eMakna\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eHubungan dengan Pawai Garam\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Konsep\"\u003eAhimsa\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePrinsip nonkekerasan yang tidak menyakiti makhluk hidup lain\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungan dengan Pawai Garam\"\u003eDasar tindakan yang tidak menyerang pihak lawan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Konsep\"\u003eSatyagraha\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePemikiran perlawanan Gandhi yang bermakna berpegang teguh pada kebenaran\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungan dengan Pawai Garam\"\u003eCara melawan kekuasaan yang tidak adil tanpa kekerasan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Konsep\"\u003ePembangkangan sipil\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003ePerlawanan dengan melanggar secara terbuka hukum yang dianggap tidak adil\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungan dengan Pawai Garam\"\u003eMempertanyakan legitimasi hukum melalui pelanggaran undang-undang garam\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Konsep\"\u003eSwaraj\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eBermakna pemerintahan sendiri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungan dengan Pawai Garam\"\u003eTujuan kemerdekaan penuh yang diusung Kongres Nasional India saat itu\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Konsep\"\u003eSwadeshi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Makna\"\u003eGerakan yang mengutamakan penggunaan produk dalam negeri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Hubungan dengan Pawai Garam\"\u003eBerkaitan dengan boikot kain asing dan penggunaan kain tenun tangan dalam negeri\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eNonkooperasi dan pembangkangan sipil berbeda dalam cara bertindak. Menolak membeli kain asing merupakan salah satu bentuk nonkooperasi. Mengambil garam yang dilarang merupakan pembangkangan sipil yang secara langsung melanggar hukum. Selama pawai, Gandhi menyerukan kedua tindakan tersebut. \u003ca href=\"https://www.mkgandhi.org/articles/salt_satya.php\"\u003eSalt Satyagraha and Dandi March\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#kronologi-dari-keberangkatan-hingga-perjanjian\" class=\"anchor\" id=\"kronologi-dari-keberangkatan-hingga-perjanjian\"\u003e\u003c/a\u003eKronologi dari keberangkatan hingga perjanjian\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eTanggal dimulainya Pawai Garam berbeda dengan tanggal pelanggaran undang-undang garam. Gerakan terus berlanjut setelah aksi di Dandi. Kronologi berikut membedakan pawai, penangkapan, dan perundingan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTanggal\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeristiwa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eCatatan rujukan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e2 Maret 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eGandhi mengirim surat kepada Wakil Raja Irwin untuk memberitahukan rencana pelanggaran undang-undang garam\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e12 Maret 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eBerangkat dari Sabarmati Ashram menuju Dandi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e6 April 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePelanggaran undang-undang garam di Dandi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e5 Mei 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenangkapan Gandhi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e26 Januari 1931\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePembebasan Gandhi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e5 Maret 1931\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenandatanganan dan pengumuman Perjanjian Gandhi-Irwin\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tanggal\"\u003e29 Agustus 1931\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eBerangkat ke Inggris untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar Kedua\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan rujukan\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eKelompok inti yang mendampingi Gandhi saat berangkat berjumlah \u003cstrong\u003e78 orang\u003c/strong\u003e. Rajghat mencatat bahwa orang-orang lain juga berada dalam barisan keberangkatan. Karena itu, angka 78 tidak boleh dipahami sebagai jumlah seluruh peserta gerakan. Kronologi yang sama mencatat jarak pawai sejauh 241 mil. \u003ca href=\"https://rajghat.gov.in/chronology\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact\"\u003eKronologi perjanjian\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#bagaimana-pelanggaran-undang-undang-garam-di-dandi-menjadi-titik-balik\" class=\"anchor\" id=\"bagaimana-pelanggaran-undang-undang-garam-di-dandi-menjadi-titik-balik\"\u003e\u003c/a\u003eBagaimana pelanggaran undang-undang garam di Dandi menjadi titik balik\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePengambilan garam di Dandi merupakan pembangkangan terbuka terhadap hukum kolonial. Gandhi berpidato di desa-desa selama perjalanan menuju tujuan. Pawai ini juga merupakan kegiatan pengorganisasian untuk menjelaskan maksud pelanggaran undang-undang garam. Perjalanan itu sendiri menjadi kesempatan untuk menghimpun pendukung.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGandhi melanggar undang-undang garam di Dandi pada 6 April 1930. Setelah itu, pelanggaran undang-undang garam berlanjut di wilayah lain. Orang dapat bergabung dengan gerakan tanpa harus ikut dalam barisan pawai tertentu. Sebab, mereka dapat menentang undang-undang yang sama di daerah masing-masing. \u003ca href=\"https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html\"\u003eRepression, backfire, and the theory of transformative events\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePembangkangan sipil meluas melampaui persoalan garam. Kongres Nasional India juga mengorganisasi perlawanan terhadap undang-undang lain dan ekonomi kolonial. Uraian Divisi Publikasi Pemerintah India mencatat tindakan berikut.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003ePelanggaran undang-undang garam dan kehutanan\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePenolakan membayar pajak\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eBoikot kain asing\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003ePemerintah kolonial merespons dengan perintah yang memperluas kewenangan penangkapan dan penuntutan. Gandhi juga ditangkap pada 5 Mei 1930. Namun, penahanannya tidak mengakhiri seluruh gerakan. \u003ca href=\"https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html\"\u003eCivil Disobedience Movement dari Divisi Publikasi Pemerintah India\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#perlawanan-dan-pemberitaan-internasional-setelah-penangkapan-gandhi\" class=\"anchor\" id=\"perlawanan-dan-pemberitaan-internasional-setelah-penangkapan-gandhi\"\u003e\u003c/a\u003ePerlawanan dan pemberitaan internasional setelah penangkapan Gandhi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSetelah Gandhi ditangkap, para pemimpin lain melanjutkan perlawanan. Demonstrasi di fasilitas garam Dharasana merupakan salah satu contoh utama. Sarojini Naidu menyerukan agar para peserta tetap mematuhi prinsip nonkekerasan. Pemimpin perempuan pun memimpin kelanjutan gerakan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePartisipasi perempuan tidak terbatas pada kepemimpinan. Gandhi menganjurkan perempuan untuk berdemonstrasi di depan toko minuman beralkohol dan toko kain asing. Bentuk partisipasi lebih luas daripada berjalan kaki hingga Dandi. Penduduk bergabung dengan gerakan melalui boikot, demonstrasi, dan tindakan lainnya. \u003ca href=\"https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html\"\u003eUraian Divisi Publikasi Pemerintah India\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.mkgandhi.org/articles/salt_satya.php\"\u003eSalt Satyagraha and Dandi March\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDi Dharasana, polisi menindak keras para demonstran nonkekerasan. Wartawan Amerika Serikat Webb Miller menyaksikan dan melaporkan kejadian tersebut. Laporannya tersebar hingga ke luar negeri dan mengungkap respons pemerintah kolonial. Perhatian internasional dinilai sebagai salah satu dampak politik Pawai Garam. \u003ca href=\"https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html\"\u003ePenelitian gerakan sosial oleh Hess dan Martin\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#capaian-dan-keterbatasan-perjanjian-gandhi-irwin-1931\" class=\"anchor\" id=\"capaian-dan-keterbatasan-perjanjian-gandhi-irwin-1931\"\u003e\u003c/a\u003eCapaian dan keterbatasan Perjanjian Gandhi-Irwin 1931\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePerjanjian Gandhi-Irwin bukanlah dokumen yang menetapkan kemerdekaan. Perjanjian ini merupakan kesepakatan sementara yang diumumkan pada \u003cstrong\u003e5 Maret 1931\u003c/strong\u003e. Penghentian gerakan dipertukarkan dengan konsesi terbatas dari pemerintah kolonial. Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi Kongres Nasional India untuk mengikuti perundingan konstitusional berikutnya. \u003ca href=\"https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact\"\u003eKronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eIsu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eIsi kesepakatan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eBatasan dalam penafsiran\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003ePembangkangan sipil\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003eKongres Nasional India menyetujui penghentian gerakan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eBukan berarti melepaskan tuntutan kemerdekaan itu sendiri\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003eTahanan politik\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003ePembebasan tahanan terkait pembangkangan sipil nonkekerasan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eBukan kesepakatan untuk membebaskan seluruh tahanan tanpa syarat\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003eGaram\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003ePenduduk di dekat pantai diizinkan memproduksi garam untuk konsumsi sendiri\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eBukan penghapusan penuh pajak garam di seluruh negeri\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003ePenjualan garam\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003ePembatasan penjualan di luar desa tetap berlaku\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eBukan izin untuk mengedarkan garam secara bebas di seluruh negeri\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003ePerundingan politik\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003eKeikutsertaan Kongres Nasional India dalam Konferensi Meja Bundar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eTidak menjamin penyerahan kedaulatan segera\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isu\"\u003eTindakan polisi\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Isi kesepakatan\"\u003eTuntutan penyelidikan atas tindakan polisi tidak diterima\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Batasan dalam penafsiran\"\u003eBukan kesepakatan yang mengungkap pertanggungjawaban atas penindasan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eKetentuan dalam tabel mengikuti penjelasan dan catatan mengenai perjanjian di The Nehru Archive. Khususnya, perlu dibedakan siapa yang berhak dibebaskan dan sejauh mana produksi garam diizinkan. Memperluas makna izin terbatas menjadi pemulihan hak di seluruh negeri akan mengubah kesimpulan. \u003ca href=\"https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n\"\u003eA Note on the Provisional Settlement\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTidak semua rekan Gandhi puas dengan perjanjian tersebut. Nehru mengkhawatirkan kemungkinan pembatasan kebebasan dalam urusan pertahanan, hubungan luar negeri, dan keuangan. Meski demikian, ia menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati harus dipatuhi. Dukungan terhadap perjanjian hadir bersamaan dengan kritik terhadap isinya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGandhi kemudian menghadiri Konferensi Meja Bundar Kedua. Namun, perundingan tersebut tidak menyelesaikan persoalan kemerdekaan. Divisi Publikasi Pemerintah India menyebutkan bahwa kesepakatan runtuh setelah ia kembali. Pada 1932, pembangkangan sipil dan penindasan kembali berlangsung. \u003ca href=\"https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n\"\u003eCatatan Nehru pada 4 Maret 1931\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html\"\u003eUraian Divisi Publikasi Pemerintah India\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#persoalan-yang-ditunjukkan-surat-gandhi-dan-balasan-kantor-wakil-raja\" class=\"anchor\" id=\"persoalan-yang-ditunjukkan-surat-gandhi-dan-balasan-kantor-wakil-raja\"\u003e\u003c/a\u003ePersoalan yang ditunjukkan surat Gandhi dan balasan kantor wakil raja\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKedua pihak berbeda bahkan dalam dasar penilaian terhadap pelanggaran undang-undang garam. Gandhi mempersoalkan penghidupan masyarakat miskin dan legitimasi pemerintahan kolonial. Sekretaris wakil raja mengutamakan pelanggaran hukum dan risiko terhadap ketertiban umum. Tindakan yang sama dijelaskan dengan logika yang berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eCatatan\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eLogika utama\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSikap yang terlihat\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan\"\u003eSurat Gandhi pada 2 Maret 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Logika utama\"\u003eBeban masyarakat miskin dan kritik terhadap pemerintahan kolonial\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sikap yang terlihat\"\u003ePemberitahuan bahwa ia akan secara terbuka melanggar hukum yang tidak adil\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Catatan\"\u003eBalasan sekretaris wakil raja pada Maret 1930\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Logika utama\"\u003eKekhawatiran terhadap pelanggaran hukum dan ketenteraman umum\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sikap yang terlihat\"\u003eMemandang tindakan yang direncanakan sebagai persoalan ketertiban hukum\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eSurat Gandhi dapat ditemukan di Gandhi Heritage Portal. Portal tersebut menautkan Kumpulan Karya Gandhi jilid 43, halaman 2~8. Kronologi latar belakang yang sama juga memuat balasan sekretaris wakil raja. Teks surat tersebut juga dapat ditemukan dalam Selected Letters of Mahatma Gandhi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMembaca catatan-catatan ini bersama-sama memperjelas persoalan dalam perlawanan tersebut. Gandhi tidak menyembunyikan rencananya untuk melanggar hukum. Kantor wakil raja mempersoalkan bahwa tindakan itu melanggar hukum. Perbedaan kedua sikap ini terletak pada pembedaan antara keberadaan hukum dan legitimasinya. \u003ca href=\"https://www.gandhiheritageportal.org/background-to-the-salt-satyagraha\"\u003eKronologi latar belakang di Gandhi Heritage Portal\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.mkgandhi.org/ebks/selected_letters.pdf\"\u003eKumpulan surat Gandhi\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#catatan-dan-penafsiran\" class=\"anchor\" id=\"catatan-dan-penafsiran\"\u003e\u003c/a\u003eCatatan dan penafsiran\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePeristiwa yang telah terkonfirmasi harus dibedakan dari penilaian atas dampaknya. Kronologi digunakan untuk memastikan tanggal keberangkatan, penangkapan, dan perjanjian. Surat menunjukkan alasan yang dikemukakan para pihak pada saat itu. Penelitian menjelaskan dampak gerakan berdasarkan catatan-catatan ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#fakta-yang-terkonfirmasi-melalui-catatan\" class=\"anchor\" id=\"fakta-yang-terkonfirmasi-melalui-catatan\"\u003e\u003c/a\u003eFakta yang terkonfirmasi melalui catatan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKronologi resmi mencatat pawai 1930 dan perundingan 1931 secara terpisah. Surat Gandhi menunjukkan bahwa pelanggaran undang-undang garam telah diberitahukan sebelumnya. Catatan perjanjian memuat konsesi terbatas terkait garam. Hal ini tidak sesuai dengan penjelasan bahwa pajak garam dihapus sepenuhnya segera setelah pawai. \u003ca href=\"https://rajghat.gov.in/chronology\"\u003eKronologi Rajghat\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact\"\u003eKronologi perjanjian di Gandhi Heritage Portal\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#penilaian-yang-sama-dalam-penelitian-dan-uraian-sejarah\" class=\"anchor\" id=\"penilaian-yang-sama-dalam-penelitian-dan-uraian-sejarah\"\u003e\u003c/a\u003ePenilaian yang sama dalam penelitian dan uraian sejarah\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eMeluasnya partisipasi masyarakat dinilai sebagai capaian utama Pawai Garam. Divisi Publikasi Pemerintah India menekankan penyebaran pembangkangan di seluruh negeri. Penelitian Hess dan Martin membahas partisipasi di dalam negeri dan perubahan opini publik di luar negeri. Kedua penjelasan menghubungkan aksi di Dandi dengan gerakan selanjutnya. \u003ca href=\"https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html\"\u003eUraian Divisi Publikasi Pemerintah India\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html\"\u003ePenelitian Hess dan Martin\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#perbedaan-penilaian-dan-keterbatasan-verifikasi\" class=\"anchor\" id=\"perbedaan-penilaian-dan-keterbatasan-verifikasi\"\u003e\u003c/a\u003ePerbedaan penilaian dan keterbatasan verifikasi\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eCapaian perundingan berbeda menurut tolok ukur yang digunakan. Dimulainya perundingan merupakan capaian politik, tetapi kemerdekaan belum terwujud. Catatan Nehru pun menunjukkan pengakuan atas capaian kesepakatan sekaligus kekhawatiran.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePerubahan opini publik internasional juga sulit dipastikan dengan angka yang tepat. Hess dan Martin menunjukkan bahwa tidak ada survei opini publik yang mengukur dampaknya saat itu. Penyebaran pemberitaan dan besarnya perubahan opini publik merupakan persoalan yang berbeda. Catatan yang diperiksa juga tidak cukup untuk menghitung persentase kontribusinya terhadap kemerdekaan. \u003ca href=\"https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n\"\u003ePenilaian Nehru atas perjanjian\u003c/a\u003e, \u003ca href=\"https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html\"\u003ePenelitian Hess dan Martin\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#maknanya-bagi-pemahaman-pembangkangan-sipil-saat-ini\" class=\"anchor\" id=\"maknanya-bagi-pemahaman-pembangkangan-sipil-saat-ini\"\u003e\u003c/a\u003eMaknanya bagi pemahaman pembangkangan sipil saat ini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003ePawai Garam merupakan contoh bagaimana beban hidup dapat mendorong partisipasi politik. Garam sebagai sesuatu yang akrab dalam keseharian membuat persoalan pemerintahan kolonial menjadi konkret. Partisipasi di berbagai daerah menjadikan gerakan ini lebih luas daripada pawai seorang pemimpin. Hubungan ini merupakan penafsiran berdasarkan catatan dan penelitian sebelumnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMetode nonkekerasan Gandhi kemudian juga memengaruhi gerakan hak sipil Amerika Serikat. Martin Luther King Jr. menyatakan pengaruh metode Gandhi terhadap dirinya. Pada 1959, ia mengunjungi India untuk memahami prinsip tersebut secara lebih mendalam. Hal ini harus dipandang sebagai pengaruh gerakan nonkekerasan Gandhi secara keseluruhan. \u003ca href=\"https://kinginstitute.stanford.edu/india-trip\"\u003eIndia Trip dari Stanford\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-pawai-garam-dan-pawai-dandi-merupakan-peristiwa-yang-sama\" class=\"anchor\" id=\"apakah-pawai-garam-dan-pawai-dandi-merupakan-peristiwa-yang-sama\"\u003e\u003c/a\u003eApakah Pawai Garam dan Pawai Dandi merupakan peristiwa yang sama\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKedua nama tersebut merujuk pada peristiwa yang sama. Dandi adalah desa pesisir tempat Gandhi melanggar undang-undang garam. Namun, Satyagraha Garam dapat merujuk secara lebih luas hingga mencakup pembangkangan selanjutnya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#kapan-pawai-garam-dimulai\" class=\"anchor\" id=\"kapan-pawai-garam-dimulai\"\u003e\u003c/a\u003eKapan Pawai Garam dimulai\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePawai dimulai pada 12 Maret 1930. Pelanggaran undang-undang garam di Dandi terjadi pada 6 April. Tanggal keberangkatan harus dibedakan dari tanggal pelanggaran hukum.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-gandhi-memilih-garam\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-gandhi-memilih-garam\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa Gandhi memilih garam\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eGaram merupakan kebutuhan pokok yang juga harus dikonsumsi orang miskin. Gandhi menghubungkan pajak garam dengan beban masyarakat miskin. Ia memilih pelanggaran undang-undang garam sebagai tindakan konkret untuk berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#mengapa-terjadi-penangkapan-meski-gerakannya-nonkekerasan\" class=\"anchor\" id=\"mengapa-terjadi-penangkapan-meski-gerakannya-nonkekerasan\"\u003e\u003c/a\u003eMengapa terjadi penangkapan meski gerakannya nonkekerasan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTidak menggunakan kekerasan berbeda dengan mematuhi hukum yang berlaku saat itu. Peserta gerakan secara terbuka melanggar undang-undang garam. Pemerintah kolonial menindak pelanggaran tersebut dan menangkap para peserta.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-gerakan-berakhir-ketika-gandhi-ditangkap\" class=\"anchor\" id=\"apakah-gerakan-berakhir-ketika-gandhi-ditangkap\"\u003e\u003c/a\u003eApakah gerakan berakhir ketika Gandhi ditangkap\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eGerakan terus berlanjut setelah Gandhi ditangkap pada 5 Mei 1930. Di Dharasana, para pemimpin lain melanjutkan demonstrasi. Pembangkangan sipil selain pelanggaran undang-undang garam pun meluas.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-perjanjian-1931-menghapus-pajak-garam\" class=\"anchor\" id=\"apakah-perjanjian-1931-menghapus-pajak-garam\"\u003e\u003c/a\u003eApakah perjanjian 1931 menghapus pajak garam\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePerjanjian tersebut tidak menghapus pajak garam di seluruh negeri. Penduduk di dekat pantai diizinkan memproduksi garam secara terbatas. Pembatasan penjualan di luar desa tetap berlaku.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-india-langsung-merdeka-berkat-pawai-garam\" class=\"anchor\" id=\"apakah-india-langsung-merdeka-berkat-pawai-garam\"\u003e\u003c/a\u003eApakah India langsung merdeka berkat Pawai Garam\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIndia tidak merdeka segera setelah Pawai Garam. Kemerdekaan India terwujud pada 1947. Capaian langsung gerakan 1930~1931 adalah meluasnya partisipasi dan dimulainya perundingan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-gerakan-ini-dapat-dianggap-dipimpin-gandhi-seorang-diri\" class=\"anchor\" id=\"apakah-gerakan-ini-dapat-dianggap-dipimpin-gandhi-seorang-diri\"\u003e\u003c/a\u003eApakah gerakan ini dapat dianggap dipimpin Gandhi seorang diri\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eGandhi merupakan pemimpin utama yang mengorganisasi keberangkatan. Namun, peserta di berbagai daerah dan para pemimpin lain juga melanjutkan gerakan. Kepemimpinan Sarojini Naidu dalam demonstrasi lanjutan merupakan salah satu contohnya.\u003c/p\u003e\n","tags":["Pajak","Gerakan kemerdekaan","Pembangkangan sipil"],"faqs":[{"question":"Apakah Pawai Garam dan Pawai Dandi merupakan peristiwa yang sama?","answer":"Keduanya merujuk pada peristiwa yang sama. Dandi adalah desa pesisir tempat Gandhi melanggar Undang-Undang Garam. Satyagraha Garam dapat merujuk secara lebih luas hingga mencakup pembangkangan sipil yang menyusulnya."},{"question":"Kapan Pawai Garam dimulai?","answer":"Pawai berangkat dari Ashram Sabarmati pada 12 Maret 1930. Pelanggaran Undang-Undang Garam di Dandi terjadi pada 6 April 1930."},{"question":"Mengapa Gandhi menentang pajak garam?","answer":"Garam merupakan kebutuhan pokok yang juga harus dikonsumsi oleh masyarakat miskin. Gandhi mengaitkan pajak garam dengan beban yang ditanggung masyarakat miskin. Ia memilih pelanggaran Undang-Undang Garam sebagai tindakan nyata untuk berpartisipasi dalam gerakan kemerdekaan."},{"question":"Berapa orang yang ikut pada awal Pawai Garam?","answer":"Kronologi Rajghat mencatat bahwa Gandhi berangkat bersama 78 rekan dari ashram dan lainnya. Angka 78 bukanlah jumlah seluruh peserta pembangkangan sipil di seluruh negeri."},{"question":"Berapa jarak Pawai Garam?","answer":"Kronologi Rajghat mencatat jarak dari Ahmedabad ke Dandi sejauh 241 mil. Angka ini merupakan catatan mengenai rute pawai tahun 1930."},{"question":"Apakah pembangkangan sipil tanpa kekerasan merupakan unjuk rasa yang mematuhi hukum?","answer":"Pembangkangan sipil adalah perlawanan dengan secara terbuka melanggar hukum yang dianggap tidak adil. Dalam Pawai Garam, Undang-Undang Garam sengaja dilanggar. Tanpa kekerasan berarti prinsip bertindak tanpa menyerang pihak lawan."},{"question":"Apakah gerakan terus berlanjut setelah Gandhi ditangkap?","answer":"Perlawanan terus berlanjut setelah Gandhi ditangkap pada 5 Mei 1930. Di Dharasana, para pemimpin lain memimpin unjuk rasa tanpa kekerasan. Pembangkangan sipil juga meluas ke tindakan selain pelanggaran Undang-Undang Garam."},{"question":"Apakah perempuan juga berpartisipasi dalam gerakan Pawai Garam?","answer":"Perempuan berpartisipasi dalam gerakan melalui unjuk rasa lanjutan, boikot, dan kegiatan lainnya. Sarojini Naidu mengambil peran kepemimpinan dalam unjuk rasa di Dharasana. Peran perempuan tidak boleh dibatasi hanya pada barisan pawai awal."},{"question":"Kapan Pakta Gandhi-Irwin diumumkan?","answer":"Pakta ini ditandatangani dan diumumkan pada 5 Maret 1931. Pakta tersebut merupakan kesepakatan sementara yang mencakup penghentian pembangkangan sipil dan konsesi terbatas dari otoritas kolonial."},{"question":"Apakah Pakta Gandhi-Irwin menghapus seluruh pajak garam?","answer":"Pajak garam tidak dihapus sepenuhnya di seluruh negeri. Penduduk di dekat pesisir diizinkan memproduksi garam secara terbatas. Pembatasan penjualan di luar desa tetap berlaku."},{"question":"Apakah Pawai Garam langsung membawa kemerdekaan bagi India?","answer":"India merdeka pada 1947. Hasil langsung Pawai Garam adalah meluasnya partisipasi masyarakat dan dimulainya perundingan. Hal ini tidak dapat disamakan dengan kemerdekaan yang langsung tercapai."},{"question":"Bagaimana rekan-rekan Gandhi menilai pakta tersebut?","answer":"Pakta tersebut mendapat dukungan sekaligus kritik. Nehru mengkhawatirkan kemungkinan pembatasan kebebasan dalam bidang pertahanan, hubungan luar negeri, dan keuangan. Pada saat yang sama, ia menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati harus dipatuhi."},{"question":"Mengapa Pawai Garam dikenal secara internasional?","answer":"Pawai dan demonstrasi lanjutan diberitakan oleh media luar negeri. Khususnya, laporan Webb Miller tentang Dharasana mengungkap penindakan keras oleh otoritas kolonial. Namun, belum ditemukan jajak pendapat dari masa itu yang mengukur besarnya perubahan opini publik internasional."},{"question":"Apa pengaruh perlawanan tanpa kekerasan Gandhi terhadap generasi berikutnya","answer":"Martin Luther King Jr. mengakui pengaruh metode Gandhi terhadap dirinya. Pada 1959, ia mengunjungi India untuk memahami prinsip nonkekerasan secara lebih mendalam. Pengaruh ini berkaitan dengan gerakan Gandhi secara keseluruhan, termasuk Pawai Garam."}],"sources":[{"url":"https://rajghat.gov.in/chronology","title":"Rajghat Samadhi Committee, Life Events of Mahatma Gandhi","type":"data_point"},{"url":"https://www.gandhiheritageportal.org/background-to-the-salt-satyagraha","title":"Gandhi Heritage Portal, Background to the Salt Satyagraha","type":"source"},{"url":"https://www.mkgandhi.org/ebks/selected_letters.pdf","title":"Selected Letters of Mahatma Gandhi, Surat yang dikirim kepada Raja Muda pada 2 Maret 1930","type":"source"},{"url":"https://www.gandhiheritageportal.org/gandhi-irwin-pact","title":"Gandhi Heritage Portal, Gandhi Irwin Pact","type":"source"},{"url":"https://publicationsdivision.nic.in/catalog/view/theme/default/images/new_ngm_final/timeline/pages/page14.html","title":"Biro Penerbitan Pemerintah India, Civil Disobedience Movement","type":"source"},{"url":"https://www.mkgandhi.org/articles/salt_satya.php","title":"Salt Satyagraha and Dandi March","type":"source"},{"url":"https://nehruarchive.in/documents/a-note-on-the-provisional-settlement-4-march-1931-6jl1n","title":"The Nehru Archive, A Note on the Provisional Settlement, 4 Maret 1931","type":"source"},{"url":"https://documents.uow.edu.au/~/bmartin/pubs/06mobilization.html","title":"David Hess·Brian Martin, Repression, backfire, and the theory of transformative events, 2006","type":"source"},{"url":"https://kinginstitute.stanford.edu/gandhi-mohandas-k","title":"Stanford Martin Luther King, Jr. Research and Education Institute, Gandhi, Mohandas K.","type":"source"},{"url":"https://kinginstitute.stanford.edu/india-trip","title":"Stanford Martin Luther King, Jr. Research and Education Institute, India Trip","type":"source"}],"images":[{"id":2505,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mzg4NjQsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--b5ce212d4c442b877652c5c3d87e9ec22ed1b354/ai-f351f7e1.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"흰옷을 입은 사람들이 지팡이를 짚고 기와지붕 건물 옆 강변 흙길을 따라 길게 행진하는 뒷모습","caption":"1930년 3월 12일 시작된 소금 행진은 식민지 소금법에 맞선 비폭력 저항이었다.","description":null},"en":{"alt":"White-clad marchers, some with walking sticks, follow a riverside dirt path past tiled-roof buildings.","caption":"The Salt March began on March 12, 1930, as a nonviolent challenge to colonial salt laws.","description":null},"ja":{"alt":"白い衣をまとった人々が、杖をつきながら瓦屋根の建物の脇を通り、川沿いの土の道を進む後ろ姿","caption":"1930年3月12日に始まった塩の行進は、植民地の塩法に対する非暴力の抵抗だった。","description":null},"es":{"alt":"Manifestantes vestidos de blanco avanzan por un camino junto al río, pasando casas con tejados de tejas.","caption":"La Marcha de la Sal comenzó el 12 de marzo de 1930 como resistencia no violenta a las leyes coloniales de la sal.","description":null},"id":{"alt":"Peserta berpakaian putih menyusuri jalan tanah di tepi sungai, melewati bangunan beratap genteng.","caption":"Pawai Garam dimulai pada 12 Maret 1930 sebagai perlawanan tanpa kekerasan terhadap hukum garam kolonial.","description":null},"pt":{"alt":"Manifestantes vestidos de branco seguem por um caminho de terra à beira do rio, passando por casas com telhados de telha.","caption":"A Marcha do Sal começou em 12 de março de 1930 como resistência não violenta às leis coloniais do sal.","description":null},"zh-hant":{"alt":"身穿白衣的行進者背向觀者，部分人拄著木杖，沿河畔土路經過瓦頂建築，隊伍延伸至遠方。","caption":"1930年3月12日開始的食鹽進軍，是對殖民地鹽法的非暴力抵抗。","description":null},"de":{"alt":"Weiß gekleidete Marschierende ziehen auf einem Uferweg an Häusern mit Ziegeldächern vorbei, einige mit Stöcken.","caption":"Der Salzmarsch begann am 12. März 1930 als gewaltfreier Widerstand gegen die kolonialen Salzgesetze.","description":null}}},{"id":2506,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6Mzg4NzAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--a90c3c8387c174a3d8986bc6f1adf4e974a4dc08/ai-715b38fb.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"소금이 하얗게 굳은 단디 해안에서 사람들이 몸을 굽혀 소금을 줍고, 젖은 땅 위로 발자국이 이어진다.","caption":"1930년 4월 6일 단디에서의 소금법 위반은 식민 통치에 대한 공개적 불복종이었다.","description":null},"en":{"alt":"People bend to gather salt on Dandi’s salt-crusted shore, with footprints crossing the wet ground.","caption":"Breaking the salt law at Dandi on April 6, 1930, was an act of open defiance against colonial rule.","description":null},"ja":{"alt":"塩が白く固まったダンディーの海岸で人々が身をかがめて塩を拾い、湿った地面に足跡が続いている。","caption":"1930年4月6日のダンディーでの製塩法違反は、植民地支配に対する公然たる不服従だった。","description":null},"es":{"alt":"Varias personas recogen sal en la costa de Dandi, entre costras salinas y huellas sobre el suelo húmedo.","caption":"Violar la ley de la sal en Dandi el 6 de abril de 1930 fue un acto de desafío abierto al dominio colonial.","description":null},"id":{"alt":"Orang-orang membungkuk memungut garam di pesisir Dandi yang berkerak garam, dengan jejak kaki di tanah basah.","caption":"Pelanggaran hukum garam di Dandi pada 6 April 1930 merupakan pembangkangan terbuka terhadap kekuasaan kolonial.","description":null},"pt":{"alt":"Pessoas se curvam para recolher sal na costa de Dandi, entre crostas salinas e pegadas no chão molhado.","caption":"Violar a lei do sal em Dandi em 6 de abril de 1930 foi um ato de desafio aberto ao domínio colonial.","description":null},"zh-hant":{"alt":"人們在丹迪覆著白色鹽殼的海岸彎腰採鹽，潮濕的地面上留下一串腳印。","caption":"1930年4月6日在丹迪違反鹽法，是對殖民統治的公開抗命。","description":null},"de":{"alt":"Menschen sammeln gebückt Salz an Dandis salzverkrustetem Ufer; Fußspuren durchziehen den nassen Boden.","caption":"Der Bruch des Salzgesetzes in Dandi am 6. April 1930 war ein Akt offenen Ungehorsams gegen die Kolonialherrschaft.","description":null}}}],"published_at":"2026-11-06T19:46:42+09:00","updated_at":"2026-11-06T19:46:42+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/salt-march-1930-gandhi-background-and-results"}