---
title: "Sasaran Imunisasi HPV Nasional 2026: Anak Laki-Laki Kelahiran 2014 dan Ketentuan Vaksinasi Liburan Musim Panas"
locale: id
category: how_to
category_name: "Panduan"
translation_status: reviewed
license: cc_by
author: "injoys"
source_url: https://injoys.com/en/articles/2026-korea-hpv-vaccination-eligibility-schedule
published_at: 2026-08-03T13:15:24+09:00
---

# Sasaran Imunisasi HPV Nasional 2026: Anak Laki-Laki Kelahiran 2014 dan Ketentuan Vaksinasi Liburan Musim Panas

> Pada 2026, mulai 6 Mei, anak laki-laki kelahiran 2014 untuk pertama kalinya termasuk dalam sasaran imunisasi HPV nasional. Artikel ini merangkum persyaratan dukungan bagi anak perempuan usia 12–17 tahun dan perempuan berpenghasilan rendah usia 18–26 tahun, jadwal 2 atau 3 dosis berdasarkan usia saat vaksinasi pertama, vaksin yang ditanggung, serta cara memeriksa fasilitas kesehatan.

## Key Points

- Mulai 6 Mei 2026, anak laki-laki kelahiran 2014 untuk pertama kalinya termasuk dalam sasaran dukungan imunisasi HPV nasional.
- Pada 2026, dukungan bagi perempuan mencakup mereka yang lahir pada 2008–2014 serta perempuan berpenghasilan rendah yang lahir pada 1999–2007.
- Jika vaksinasi pertama dimulai sebelum ulang tahun ke-15, umumnya diberikan 2 dosis; jika dimulai pada atau setelah ulang tahun ke-15, diberikan 3 dosis.
- Meskipun jeda vaksinasi lebih lama daripada periode yang direkomendasikan, vaksinasi tidak perlu diulang dari awal dan cukup dilanjutkan hingga dosis yang tersisa selesai.
- Vaksin yang ditanggung pemerintah dan fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk vaksinasi harus diperiksa melalui Asisten Imunisasi.

Perubahan terbesar dalam Program Imunisasi Nasional HPV 2026 adalah **anak laki-laki kelahiran 2014 untuk pertama kalinya termasuk dalam sasaran penerima dukungan**. Dukungan dimulai pada 6 Mei 2026, dan pada 24 Juli, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menganjurkan vaksinasi remaja dengan memanfaatkan liburan musim panas.

Artikel ini merangkum sasaran dukungan pemerintah, jumlah dan interval dosis, vaksin yang didukung, serta penanganan apabila vaksinasi terlambat, berdasarkan informasi per 3 Agustus 2026. Sebelum vaksinasi, status kelayakan dan ketersediaan vaksin harus diperiksa kembali melalui Bantuan Imunisasi dan fasilitas medis yang ditunjuk.

## Sasaran dukungan gratis pada 2026

Sasaran dukungan Program Imunisasi Nasional HPV 2026 dibedakan berdasarkan tahun kelahiran, jenis kelamin, dan status sebagai kelompok berpenghasilan rendah. Sasaran program ditentukan berdasarkan tahun kelahiran, tetapi apakah seseorang memerlukan 2 atau 3 dosis ditentukan berdasarkan **usia sebenarnya dalam tahun penuh pada tanggal vaksinasi pertama**.

| Kategori | Sasaran pada 2026 | Ketentuan utama |
|---|---|---|
| Anak laki-laki | Lahir pada 1 Januari~31 Desember 2014 | Baru didukung mulai 6 Mei 2026 |
| Remaja perempuan | Lahir pada 1 Januari 2008~31 Desember 2014 | Berdasarkan tahun kelahiran yang termasuk remaja perempuan usia 12~17 tahun |
| Perempuan berpenghasilan rendah | Lahir pada 1 Januari 1999~31 Desember 2007 | Perlu verifikasi status sebagai penerima bantuan jaminan kebutuhan hidup dasar, kelompok berpenghasilan hampir terendah, dan sebagainya |

Perempuan berpenghasilan rendah mungkin perlu menyerahkan dokumen pendukung, seperti surat keterangan penerima bantuan atau surat keterangan kelompok berpenghasilan hampir terendah, apabila statusnya tidak dapat diverifikasi melalui informasi administrasi. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis mengenai dokumen yang diperlukan sebelum berkunjung.

Liburan musim panas bukanlah kriteria kelayakan atau batas waktu dukungan yang terpisah. Vaksinasi dianjurkan karena jadwal lebih mudah diatur dibandingkan selama semester sekolah, sedangkan kelayakan sebenarnya untuk memperoleh dukungan gratis ditentukan berdasarkan ketentuan program nasional dan status kelayakan pada tanggal vaksinasi.

## Perubahan bagi anak laki-laki kelahiran 2014

Anak laki-laki kelahiran 2014 dapat menerima dukungan Program Imunisasi Nasional HPV mulai 6 Mei 2026. Sebelumnya, dukungan terutama diberikan kepada anak perempuan pada usia yang sama, tetapi sejak 2026 satu kohort kelahiran anak laki-laki baru dimasukkan.

Laki-laki juga dapat terdampak kanker anus, kanker penis, kanker orofaring, dan kutil kelamin yang dapat disebabkan oleh infeksi HPV. Vaksin HPV bukan vaksin untuk mengobati infeksi yang sudah terjadi, sehingga manfaat pencegahan lebih dapat diharapkan jika vaksinasi diberikan sebelum terpapar virus.

Hal-hal yang perlu diperiksa oleh orang tua atau wali adalah sebagai berikut.

- Pastikan anak lahir pada 2014.
- Pastikan vaksinasi dilakukan pada atau setelah 6 Mei 2026.
- Pastikan fasilitas medis yang ditunjuk menyelenggarakan imunisasi nasional bagi anak laki-laki.
- Pastikan jenis dan stok vaksin yang didukung pemerintah.
- Jika ada riwayat vaksinasi HPV sebelumnya, beri tahu fasilitas medis mengenai tanggal vaksinasi dan jenis vaksinnya.

## Ketentuan 2 dan 3 dosis berdasarkan usia saat vaksinasi pertama

Jumlah dosis vaksin HPV tidak hanya ditentukan berdasarkan usia saat ini, tetapi juga berdasarkan **usia dalam tahun penuh pada hari menerima vaksin HPV pertama**.

| Waktu vaksinasi pertama | Jumlah dosis secara umum | Jadwal yang dianjurkan |
|---|---:|---|
| Sebelum ulang tahun ke-15 | 2 dosis | Dosis kedua 6~12 bulan setelah dosis pertama |
| Pada atau setelah usia 15 tahun | 3 dosis | 0·1·6 bulan atau 0·2·6 bulan, tergantung jenis vaksin |
| Kondisi imunokompromais | Umumnya 3 dosis | Memerlukan penilaian tenaga medis sesuai penyakit, kondisi pengobatan, dan jenis vaksin |

### Interval yang perlu diperhatikan untuk 2 dosis

Remaja sehat yang memulai vaksinasi sebelum ulang tahun ke-15 umumnya menerima 2 dosis. Interval yang dianjurkan antara kedua dosis adalah 6~12 bulan.

Jika interval antara dosis pertama dan kedua kurang dari 5 bulan, vaksinasi mungkin tidak diakui lengkap hanya dengan 2 dosis sehingga dosis tambahan mungkin diperlukan. Jika jarak tanggal terlalu singkat atau catatan sebelumnya tidak jelas, riwayat vaksinasi harus diperiksa terlebih dahulu di fasilitas medis.

### Jadwal 3 dosis

Jika vaksinasi pertama diberikan pada atau setelah usia 15 tahun, umumnya diperlukan 3 dosis.

- Untuk vaksin bivalen, jadwal 0·1·6 bulan biasanya digunakan.
- Untuk vaksin kuadrivalen dan 9-valen, jadwal 0·2·6 bulan biasanya digunakan.
- Interval minimum jadwal 3 dosis umumnya adalah 4 minggu antara dosis pertama dan kedua, 12 minggu antara dosis kedua dan ketiga, serta 5 bulan antara dosis pertama dan ketiga.

Jika vaksinasi diberikan dengan interval yang terlalu singkat dibandingkan interval yang dianjurkan, dosis tersebut mungkin tidak sah. Oleh karena itu, penting untuk tidak memajukan jadwal secara sembarangan.

## Penanganan apabila vaksinasi terlambat

Meskipun interval vaksinasi HPV menjadi lebih panjang daripada periode yang dianjurkan, **tidak perlu mengulang vaksinasi dari awal**. Dosis yang sebelumnya diberikan secara sah tetap berlaku, dan vaksinasi dilanjutkan dengan dosis yang tersisa.

Misalnya, meskipun dosis kedua tidak diterima dalam waktu 6~12 bulan setelah dosis pertama, dosis pertama tidak perlu diulang. Setelah catatan vaksinasi diperiksa, vaksinasi dilanjutkan dengan dosis kedua. Namun, hal-hal berikut harus diperiksa secara terpisah.

- Dosis yang diberikan dengan interval terlalu singkat mungkin memerlukan dosis tambahan.
- Jika catatan vaksinasi sebelumnya tidak dapat dikonfirmasi, tenaga medis harus menilai riwayat vaksinasi dan jadwal selanjutnya.
- Biaya vaksinasi setelah batas usia atau status kelayakan dukungan pemerintah berakhir tidak otomatis ditanggung. Karena itu, tanyakan kepada pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis sebelum dukungan berakhir.
- Jika hamil di tengah rangkaian vaksinasi, dosis yang tersisa umumnya ditunda hingga setelah melahirkan, sehingga hal ini harus diberitahukan kepada tenaga medis.

## Perbedaan vaksin yang didukung gratis dan vaksin 9-valen

Program Imunisasi Nasional tidak hanya menentukan penerima, tetapi juga jenis vaksin yang didukung.

| Jenis vaksin | Status dukungan pemerintah | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|---|
| Vaksin HPV bivalen | Digunakan dalam cakupan dukungan pemerintah bagi perempuan yang memenuhi syarat | Perlu memeriksa ketersediaan di setiap fasilitas medis |
| Vaksin HPV kuadrivalen | Digunakan bagi sasaran dukungan pemerintah | Perlu memeriksa vaksin yang didukung bagi anak laki-laki kelahiran 2014 dan stok di setiap fasilitas |
| Vaksin HPV 9-valen | Tidak termasuk dalam dukungan biaya Program Imunisasi Nasional | Jika dipilih, biaya vaksinasi ditanggung sendiri |

Jika penerima yang memenuhi syarat dukungan gratis memilih vaksin 9-valen, vaksinasi tersebut tidak diproses sebagai vaksinasi gratis dalam program nasional. Sebelum vaksinasi, pastikan dengan jelas nama produk vaksin, status dukungan pemerintah, dan biaya yang harus ditanggung sendiri kepada fasilitas medis.

Vaksinasi dianjurkan diselesaikan dengan jenis vaksin yang sama jika memungkinkan. Jika vaksin sebelumnya tidak tersedia atau jenis produknya tidak diketahui, jangan mengulang vaksinasi dari awal secara sembarangan. Tunjukkan catatan vaksinasi kepada tenaga medis, lalu tentukan dosis berikutnya.

## Cara mengatur jadwal vaksinasi selama liburan musim panas

Jika memulai dosis pertama selama liburan musim panas, waktu vaksinasi berikutnya juga harus dihitung.

1. Periksa melalui Bantuan Imunisasi apakah terdapat catatan vaksinasi HPV sebelumnya.
2. Periksa jadwal 2 atau 3 dosis berdasarkan usia dalam tahun penuh pada tanggal vaksinasi pertama.
3. Pastikan fasilitas medis yang ditunjuk memiliki vaksin yang diinginkan dan didukung pemerintah.
4. Untuk jadwal 2 dosis, catat waktu dosis kedua 6~12 bulan kemudian di kalender.
5. Untuk jadwal 3 dosis, rencanakan sekaligus waktu 1 atau 2 bulan dan waktu 6 bulan sesuai jenis vaksin.

Semua dosis tidak harus diselesaikan selama liburan musim panas. Khususnya, pada jadwal 2 dosis yang dimulai sebelum usia 15 tahun, dosis kedua harus diterima 6~12 bulan kemudian. Karena itu, jangan memperpendek interval untuk menerima kedua dosis selama masa liburan.

## Memeriksa rumah sakit dan vaksin melalui Bantuan Imunisasi

Melalui fitur pencarian fasilitas medis yang ditunjuk pada Bantuan Imunisasi, pengguna dapat memilih wilayah dan jenis vaksinasi untuk mencari fasilitas yang berpartisipasi dalam Program Imunisasi Nasional.

### Urutan pemeriksaan

1. Akses Bantuan Imunisasi dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.
2. Buka pencarian fasilitas medis yang ditunjuk melalui menu pengelolaan imunisasi.
3. Pada kategori imunisasi nasional, pilih HPV atau infeksi human papillomavirus.
4. Masukkan kriteria wilayah, seperti provinsi atau kota metropolitan serta kota, kabupaten, atau distrik, lalu lakukan pencarian.
5. Periksa informasi fasilitas medis dan vaksin yang tersedia dalam hasil pencarian.
6. Sebelum berkunjung, hubungi fasilitas medis untuk memastikan kembali bahwa penerima dapat divaksinasi dan stok vaksin tersedia.

Informasi yang ditampilkan di situs web mungkin berbeda dari stok pada hari kunjungan. Khususnya jika menginginkan vaksinasi bagi anak laki-laki atau produk tertentu, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kepada fasilitas medis sebelum membuat janji atau berkunjung.

## Hal-hal yang perlu diketahui sebelum dan sesudah vaksinasi

- Pada hari vaksinasi, beri tahu tenaga medis mengenai riwayat vaksinasi, alergi, penyakit yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, obat yang sedang dikonsumsi, dan status kehamilan.
- Remaja dapat pingsan selama proses vaksinasi. Setelah vaksinasi, duduk atau berbaring untuk observasi selama waktu yang diarahkan oleh fasilitas medis.
- Nyeri, kemerahan, pembengkakan di lokasi suntikan, atau demam dapat terjadi.
- Jika terjadi gejala alergi berat, kesulitan bernapas, atau perubahan kesadaran, segera dapatkan penanganan darurat.
- Vaksin HPV tidak mencegah 100% seluruh jenis HPV dan semua kanker terkait serta tidak mengobati infeksi yang sudah ada.
- Meskipun vaksinasi telah diselesaikan, pemeriksaan kanker serviks yang sesuai dengan usia dan pedoman tetap harus dijalani pada masa mendatang.

## Tabel pemeriksaan utama

| Pertanyaan pemeriksaan | Kriteria penilaian |
|---|---|
| Apakah anak laki-laki kelahiran 2014? | Pastikan apakah termasuk sasaran dukungan baru mulai 6 Mei 2026 |
| Apakah perempuan kelahiran 2008~2014? | Pastikan termasuk sasaran dukungan pemerintah untuk remaja perempuan |
| Apakah perempuan kelahiran 1999~2007? | Pastikan status sebagai penerima bantuan jaminan kebutuhan hidup dasar atau kelompok berpenghasilan hampir terendah |
| Apakah berusia kurang dari 15 tahun pada tanggal vaksinasi pertama? | Umumnya berlaku jadwal 2 dosis |
| Apakah berusia setidaknya 15 tahun pada tanggal vaksinasi pertama? | Umumnya berlaku jadwal 3 dosis |
| Apakah vaksinasi terlambat? | Lanjutkan dosis yang tersisa tanpa mengulang vaksinasi dari awal |
| Apakah menginginkan vaksin 9-valen? | Karena tidak didukung pemerintah, periksa biaya yang harus ditanggung sendiri |
| Apakah rumah sakit untuk vaksinasi sudah ditentukan? | Cari melalui Bantuan Imunisasi, lalu hubungi untuk memastikan stok vaksin |

## FAQ

### Siapa anak laki-laki yang dapat menerima vaksinasi HPV gratis pada 2026?
Sasarannya adalah anak laki-laki yang lahir antara 1 Januari hingga 31 Desember 2014, dan dukungan tersebut dimulai pada 6 Mei 2026. Sebelum vaksinasi, perlu dipastikan di fasilitas medis yang ditunjuk apakah termasuk penerima dukungan pemerintah dan apakah stok vaksin tersedia.

### Apakah anak laki-laki kelahiran 2013 juga dapat menerima dukungan pemerintah pada 2026?
Sasaran dukungan bagi anak laki-laki yang baru diumumkan pada 2026 adalah mereka yang lahir pada 2014. Kriteria yang sama tidak otomatis berlaku bagi anak laki-laki dengan tahun kelahiran lain kecuali ada pengumuman perluasan tersendiri, sehingga perlu dikonfirmasi melalui situs Bantuan Vaksinasi atau pusat kesehatan masyarakat setempat.

### Bagaimana menentukan apakah vaksin HPV diberikan dua atau tiga kali?
Secara umum, jika vaksinasi pertama dilakukan sebelum ulang tahun ke-15, vaksin diberikan 2 kali, sedangkan jika dilakukan pada atau setelah ulang tahun ke-15, vaksin diberikan 3 kali. Jika mengalami kondisi penurunan kekebalan tubuh, 3 dosis mungkin diperlukan tanpa memandang usia saat vaksinasi pertama, sehingga harus mengikuti penilaian tenaga medis.

### Jika melewatkan waktu yang dianjurkan setelah vaksinasi pertama, apakah vaksinasi harus diulang dari awal?
Tidak. Meskipun sudah berlalu lebih lama daripada interval yang dianjurkan, vaksinasi sebelumnya yang sah tetap berlaku sehingga cukup melanjutkan dosis yang tersisa. Sebaliknya, jika interval vaksinasi terlalu singkat, dosis tambahan mungkin diperlukan.

### Apakah kedua dosis vaksin dapat diselesaikan selama liburan musim panas?
Untuk jadwal 2 dosis yang umum, dianjurkan agar terdapat jeda 6~12 bulan antara dosis pertama dan kedua. Jika jarak antara kedua dosis kurang dari 5 bulan, dosis tambahan mungkin diperlukan. Oleh karena itu, interval tidak boleh dipersingkat secara sepihak demi menyelesaikannya selama liburan.

### Apakah vaksin HPV 9-valen juga gratis?
Vaksin HPV 9-valen tidak termasuk dalam dukungan biaya Program Imunisasi Nasional. Jika memilih vaksin 9-valen, biaya vaksinasi harus ditanggung sendiri, sehingga nama produk dan biayanya perlu dikonfirmasi terlebih dahulu di fasilitas medis.

### Apakah semua perempuan berusia 18~26 tahun termasuk sasaran vaksinasi gratis?
Tidak. Berdasarkan ketentuan 2026, perempuan kelahiran 1999~2007 harus memenuhi kualifikasi sebagai penerima tunjangan jaminan kebutuhan dasar, kelompok berpenghasilan rendah tingkat kedua, atau kategori berpenghasilan rendah lainnya. Jika tidak dapat diverifikasi melalui informasi administratif, dokumen bukti mungkin diperlukan.

### Di mana dapat mencari rumah sakit yang menyediakan vaksinasi?
Pencarian dapat dilakukan dengan memilih wilayah dan kategori vaksinasi HPV pada menu pencarian fasilitas medis yang ditunjuk di situs Bantuan Vaksinasi milik Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea. Setelah mencari, sebaiknya hubungi fasilitas medis tersebut melalui telepon untuk memastikan apakah vaksinasi tersedia bagi sasaran terkait dan apakah stok vaksin yang diinginkan tersedia pada hari itu.

### Jika sudah menerima vaksin HPV, apakah pemeriksaan kanker serviks tidak perlu dilakukan?
Tidak. Karena vaksin HPV tidak mencegah semua jenis HPV, perempuan yang telah menyelesaikan vaksinasi pun harus tetap menjalani pemeriksaan kanker serviks sesuai pedoman nasional dan usia pada masa mendatang.

## Sources

- [Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea](https://kdca.go.kr/)
- [Informasi vaksinasi dari Asisten Vaksinasi](https://nip.kdca.go.kr/irhp/infm/goVcntInfo.do?menuCd=132&menuLv=1)
- [Cari institusi medis yang ditunjuk oleh Asisten Vaksinasi](https://nip.kdca.go.kr/irhp/mngm/goVcntMngm.do?menuCd=335&menuLv=3)
- [Materi panduan resmi vaksinasi HPV dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea](https://www.kdca.go.kr/bbs/kdca/42/306373/download.do)

## Images

![Anak perempuan dan laki-laki membawa ransel di depan klinik vaksinasi dengan kalender](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6NTIyOCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--dd3f92441b560681a594ea5e627b57e9b9160b61/ai-a5548026.webp)
![Ilustrasi vaksin HPV, alat suntik, jadwal dosis, dan aplikasi peta fasilitas kesehatan](https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6NTIzNCwicHVyIjoiYmxvYl9pZCJ9fQ==--7d0f1b6270b9ea4e232209bd0c6adf1414b0b27f/ai-6f9a111e.webp)