{"content_id":"vtlcmvz9pi","slug":"sehando-kim-jeong-hui-jeju-exile-meaning","locale":"id","schema_type":"Article","category":"knowledge_base","category_name":"Basis Pengetahuan","title":"Sehando: Pengasingan Kim Jeong-hui di Jeju dan Makna Karya","summary":"Sehando adalah lukisan sastrawan yang dibuat Kim Jeong-hui pada 1844 saat diasingkan di Jeju, sebagai ungkapan terima kasih kepada Yi Sang-jeok yang tetap menjalin hubungan dengannya. Dengan membaca catatan penutup dan simbol pinus serta cemara, lalu membedakan karya asli dari tulisan apresiasi generasi berikutnya, kita dapat memahami alasan pembuatannya dan proses pewarisannya.","sponsorship_disclosure":null,"affiliate_disclosure":null,"commerce_disclosure":null,"author":{"name":"injoys","url":"https://injoys.com/ko/about"},"key_points":["Pada 1844, saat diasingkan di Jeju, Kim Jeong-hui melukis Sehando untuk muridnya, Yi Sang-jeok, yang telah mengirimkan buku kepadanya.","Catatan penutup itu mengibaratkan sikap Yi Sang-jeok yang tidak berubah meski keadaan berubah dengan pinus dan cemara.","Lukisan dan catatan penutup karya Kim Jeong-hui harus dibedakan dari tulisan apresiasi yang ditambahkan para sastrawan pada masa berikutnya.","Son Chang-geun menyumbangkan Sehando kepada Museum Nasional Korea pada 2020."],"content_markdown":"세한도 adalah lukisan karya 김정희 yang dibuat saat ia diasingkan di 제주 pada **1844년**. Buku-buku yang dikirim muridnya, 이상적, memungkinkan pertukaran ilmu tetap berlangsung di tengah keterasingan. 김정희 mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui gambar dan tulisan. Karya ini dikenang sebagai gambaran hubungan yang tidak berubah meski menghadapi cobaan.\n\nCatatan dan penjelasan dari 우리역사넷 dan 국립중앙박물관 yang digunakan dalam tulisan ini diperiksa pada Oktober 2026.\n\n## Latar belakang pengasingan 김정희 ke 제주\n\n김정희 diasingkan ke 제주 pada 1840 karena tersangkut dalam kasus 윤상도. Kasus tersebut menyangkut penyelidikan dan penghukuman atas dugaan kejahatan berat. Peristiwa ini berkaitan dengan perebutan kekuasaan dalam politik yang didominasi keluarga-keluarga berpengaruh pada akhir masa Joseon.\n\n김정희 adalah cendekiawan sekaligus seniman kaligrafi dan lukis yang menggunakan nama pena 추사 dan 완당. Ia berhubungan dengan para cendekiawan dinasti Qing serta mempelajari ilmu pengetahuan dan kaligrafi. Pengasingan ke 제주 merupakan hukuman yang mengharuskannya hidup jauh dari tugas pemerintahan.\n\nPenjelasan museum menyebut hukuman saat itu sebagai *wiri anchi*. Ini adalah bentuk pengasingan dengan pagar di sekeliling tempat tinggal untuk membatasi pergerakan. Dalam keadaan itu pun, buku-buku tetap dikirimkan melalui 이상적.\n\n## Titik balik berkat kiriman buku dari 이상적\n\nAlasan langsung pembuatan karya ini adalah buku-buku yang dikirim 이상적. 이상적 adalah seorang penerjemah bahasa Mandarin. Berkat hubungannya dengan para cendekiawan dinasti Qing, ia memperoleh buku-buku berharga.\n\nMenurut 우리역사넷, buku-buku yang dikirim lebih dahulu adalah 『만학집』 dan 『대운산방문고』. Tahun berikutnya, ia mengirim 『황조경세문편』. 김정희 berterima kasih karena 이상적 tetap memperhatikannya dengan sungguh-sungguh meskipun ia telah kehilangan kekuasaan.\n\nTitik balik di sini bukan berarti masa pengasingannya berakhir. Pertukaran melalui buku berlanjut menjadi ungkapan terima kasih melalui lukisan. Karya ini merekam hubungan yang tetap terjaga dalam keterasingan.\n\n## Makna tulisan pengantar 세한도\n\nTulisan pengantar adalah teks yang ditulis 김정희 untuk menjelaskan langsung alasan ia membuat lukisan itu. Teks tersebut terletak di sebelah kiri gambar dan menjadi dasar untuk menafsirkan maknanya. Di dalamnya, sikap 이상적 diibaratkan dengan pohon pinus dan sipres yang bertahan dalam hawa dingin.\n\n\u003e Sang Bijak baru memujinya setelah hawa dingin datang. Sikapmu kepadaku tidak bertambah sebelumnya dan tidak berkurang sesudahnya.\n\u003e\n\u003e Tulisan pengantar 김정희 pada 〈세한도〉\n\nInti bagian ini adalah bahwa hubungan mereka tidak berubah meskipun keadaan berubah. Bukan berarti kesulitan itu baru menumbuhkan kesetiaan 이상적. Bagian ini dapat dibaca sebagai ungkapan bahwa kesetiaannya tampak jelas dalam keadaan sulit.\n\n*Sehan* dalam judul berarti dinginnya puncak musim dingin. Makna itu berlandaskan perumpamaan pinus dan sipres dalam 『논어』. Dalam lukisan ini, hawa dingin juga dapat dibaca sebagai cobaan berupa pengasingan.\n\n## Penggambaran rumah, pinus dan sipres, serta ruang kosong\n\nKomposisi lukisan ini sederhana, berpusat pada sebuah rumah dan pepohonan. Tidak ada tindakan tokoh atau adegan peristiwa tertentu yang digambarkan. Jejak tinta dan ruang kosong membangun suasana musim dingin.\n\nLukisan kaum cendekiawan adalah seni lukis yang mengungkapkan pengetahuan dan pemikiran mereka. Dalam karya ini, judul dan tulisan juga menjadi unsur penyampai makna. 국립중앙박물관 menyebut goresan kasar dari kuas kering sebagai salah satu cirinya.\n\n| Unsur gambar | Ciri yang dapat diamati | Pedoman penafsiran |\n|---|---|---|\n| Rumah | Bangunan sederhana tanpa sosok manusia | Jangan memastikan bahwa ini adalah rupa tempat tinggalnya yang sebenarnya di pengasingan |\n| Pinus dan sipres | Pepohonan di kedua sisi rumah | Hubungkan dengan perumpamaan tentang sikap yang tidak berubah dalam tulisan pengantar |\n| Ruang kosong | Area sekitar yang tidak diisi rincian pemandangan | Bedakan bahwa kesan terasing dan sunyi merupakan tafsir visual |\n| Goresan kuas kering | Jejak tinta kasar dengan sedikit air | Baca sebagai cara mengungkapkan suasana musim dingin |\n\nNama pohonnya berbeda menurut penjelasan masing-masing sumber. 우리역사넷 menyebut pinus Korea, sedangkan 국립중앙박물관 menyebut arborvitae oriental. Perbedaan nama itu saja tidak mengubah simbol utama karya ini.\n\n## Linimasa dari pembuatan hingga donasi\n\nKarya yang semula merupakan hadiah untuk seseorang ini diwariskan sebagai gulungan yang memuat tulisan dari berbagai masa. Tahun pembuatan karya dan tahun penulisan tanggapan atasnya berbeda. Linimasa berikut memisahkan peristiwa-peristiwa utama yang dapat dipastikan.\n\n| Tahun | Peristiwa | Sumber |\n|---|---|---|\n| 1840 | Awal pengasingan 김정희 ke 제주 | 우리역사넷 |\n| 1844 | Pembuatan karya untuk diberikan kepada 이상적 | 우리역사넷 |\n| 1845 | Penulisan tanggapan oleh 16 cendekiawan dinasti Qing | Penjelasan koleksi 국립중앙박물관 |\n| 1848 | Akhir pengasingan 김정희 di 제주 | 우리역사넷 |\n| 1914 | Penambahan tulisan oleh pemiliknya, 김준학 | Penjelasan koleksi 국립중앙박물관 |\n| 1944 | 손재형 mendapatkan kembali karya tersebut di Jepang | Penjelasan koleksi 국립중앙박물관 |\n| 1949 | Penulisan tanggapan oleh 정인보·이시영·오세창 | Penjelasan koleksi 국립중앙박물관 |\n| 31 Desember 1974 | Penetapan sebagai Pusaka Nasional | 국가유산포털 |\n| 2020 | 손창근 menyumbangkannya kepada 국립중앙박물관 | Penjelasan koleksi 국립중앙박물관 |\n\nDi Jepang, karya ini pernah dimiliki 후지쓰카 지카시(藤塚隣), seorang peneliti 김정희. Seniman kaligrafi 손재형 mendapatkan kembali karya itu darinya. Setelah kemudian berpindah melalui 손세기 dan 손창근, karya tersebut disumbangkan kepada museum.\n\nNama resminya saat ini adalah 김정희 필 세한도. Dalam sumber-sumber lama, karya ini disebut Pusaka Nasional No. 180. Di 국가유산포털, status kepemilikannya tercatat sebagai milik negara.\n\n## Membedakan karya asli dari tanggapan yang ditambahkan kemudian\n\n김정희 tidak membuat seluruh gulungan panjang itu sekaligus. Menurut museum, panjang keseluruhan gulungan saat ini adalah 1,469.5cm. Panjang itu juga mencakup tulisan yang ditambahkan pada berbagai masa serta bagian-bagian kosong.\n\n| Bagian | Penulis dan waktu | Peran sebagai catatan |\n|---|---|---|\n| Lukisan dan tulisan pengantar | 김정희, 1844 | Menunjukkan alasan pembuatan dan maksud senimannya |\n| Tanggapan dari dinasti Qing | Para cendekiawan dinasti Qing, 1845 | Menunjukkan tanggapan cendekiawan di luar negeri pada masa itu |\n| Tulisan 김준학 | 김준학, 1914 | Menunjukkan tanggapan pemiliknya pada masa kemudian |\n| Tanggapan dari Korea modern | 정인보·이시영·오세창, 1949 | Menunjukkan penerimaan karya setelah kembali ke Korea |\n\n### Apakah susunan gulungan sama dengan urutan waktunya\n\nTulisan yang secara fisik berada di depan bukanlah yang paling tua. Di bagian depan gulungan terdapat tulisan 김준학 dari 1914. Setelah itu barulah karya 김정희 dari 1844.\n\nPerbedaan ini juga perlu diperhatikan saat memberi keterangan pada gambar digital. Gambar utuh dan gambar yang dipotong hanya untuk menampilkan sebagian karya memiliki cakupan dokumentasi yang berbeda. Saat mengutip tulisan tanggapan, nama penulis dan tahun penulisannya perlu dicantumkan bersama.\n\n## Catatan dan penafsiran\n\nAlasan pembuatan karya dapat dipastikan melalui tulisan pengantar, tetapi tidak semua simbolnya dapat ditetapkan secara pasti. Perkataan yang ditinggalkan seniman dan penjelasan penafsir memiliki dasar bukti yang berbeda. Pembedaan berikut menjadi pedoman untuk membaca karya ini sebagai catatan sejarah.\n\n### Hal-hal yang dapat dipastikan dari catatan\n\nTulisan pengantar menyampaikan bahwa 이상적 mengirim buku. Teks itu juga menunjukkan bahwa 김정희 sangat menghargai sikap 이상적 yang tidak berubah. Tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian mencatat bagaimana orang lain membaca karya ini.\n\n### Penafsiran yang diterima secara umum\n\n우리역사넷 dan penjelasan museum mengaitkan pinus dan sipres dengan keteguhan prinsip serta kesetiaan. Keduanya juga mengaitkan komposisinya yang sederhana dengan ciri lukisan kaum cendekiawan. Namun, hal itu tidak berarti makna setiap rincian gambar sudah dapat dipastikan.\n\n### Hal-hal yang masih belum pasti\n\nMuseum tidak memastikan siapa pemilik cap persegi bertuliskan 장무상망. Menurut penjelasannya, siapa yang membubuhkan cap itu juga belum jelas. Penjelasan yang dengan pasti mengaitkan pohon tertentu dengan tokoh tertentu pun harus dibedakan dari isi tulisan pengantar.\n\n## Makna membaca karya ini saat ini\n\nKarya ini menjadi sumber yang menunjukkan bahwa pertukaran ilmu tetap berlangsung selama pengasingan. Karya ini juga merupakan contoh bagaimana pengiriman buku oleh seorang penerjemah berkaitan dengan penciptaan seni. Tulisan-tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian memperlihatkan cara karya ini diterima pada berbagai masa.\n\n- Dalam sejarah seni, karya ini menunjukkan bagaimana gambar dan tulisan bersama-sama membentuk makna.\n- Dalam sejarah pertukaran pengetahuan, karya ini menunjukkan hubungan yang membawa buku dan manusia melintasi batas negara.\n- Dalam riwayat kepemilikannya, karya ini menunjukkan proses perubahan hadiah pribadi menjadi koleksi publik.\n\n## Pertanyaan yang sering diajukan\n\n### Kepada siapa 김정희 memberikan lukisan ini\n\nIa memberikannya kepada 이상적, muridnya yang juga seorang penerjemah. 이상적 mengirim buku kepada 김정희 selama pengasingannya di 제주. Karya ini merupakan ungkapan terima kasih atas hubungan yang tidak berubah itu.\n\n### Apakah rumah dalam lukisan adalah rumah sebenarnya di tempat pengasingan\n\nPenjelasan yang diperiksa tidak cukup untuk memastikan bahwa lukisan itu menggambarkan kembali tempat tinggal yang sebenarnya. Ada rumah dalam gambar, tetapi tidak ada penjelasan yang membuktikan lokasi spesifiknya. Tempat pembuatan karya harus dibedakan dari tempat yang digambarkan.\n\n### Apa perbedaan tulisan pengantar dan tulisan tanggapan\n\nTulisan pengantar adalah teks 김정희 yang menjelaskan alasan pembuatan karya. Tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian ditulis oleh cendekiawan lain setelah melihat karya itu. Jika keduanya dikutip sebagai perkataan 김정희, penulis masing-masing akan tercampur.\n\n### Apakah karya ini dibuat setelah masa pengasingan berakhir\n\nKarya ini dibuat pada 1844, ketika pengasingan di 제주 masih berlangsung. Masa pengasingan di 제주 berakhir pada 1848. Pembuatan karya ini tidak berarti hukumannya saat itu juga berakhir.\n\n### Di mana karya ini disimpan sekarang\n\nKarya ini disimpan oleh 국립중앙박물관. 손창근 menyumbangkannya pada 2020. Untuk mengetahui apakah karya aslinya sedang dipamerkan, periksa informasi pameran terbaru dari museum.","content_html":"\u003cp\u003e세한도 adalah lukisan karya 김정희 yang dibuat saat ia diasingkan di 제주 pada \u003cstrong\u003e1844년\u003c/strong\u003e. Buku-buku yang dikirim muridnya, 이상적, memungkinkan pertukaran ilmu tetap berlangsung di tengah keterasingan. 김정희 mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui gambar dan tulisan. Karya ini dikenang sebagai gambaran hubungan yang tidak berubah meski menghadapi cobaan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCatatan dan penjelasan dari 우리역사넷 dan 국립중앙박물관 yang digunakan dalam tulisan ini diperiksa pada Oktober 2026.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#latar-belakang-pengasingan-%EA%B9%80%EC%A0%95%ED%9D%AC-ke-%EC%A0%9C%EC%A3%BC\" class=\"anchor\" id=\"latar-belakang-pengasingan-김정희-ke-제주\"\u003e\u003c/a\u003eLatar belakang pengasingan 김정희 ke 제주\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e김정희 diasingkan ke 제주 pada 1840 karena tersangkut dalam kasus 윤상도. Kasus tersebut menyangkut penyelidikan dan penghukuman atas dugaan kejahatan berat. Peristiwa ini berkaitan dengan perebutan kekuasaan dalam politik yang didominasi keluarga-keluarga berpengaruh pada akhir masa Joseon.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e김정희 adalah cendekiawan sekaligus seniman kaligrafi dan lukis yang menggunakan nama pena 추사 dan 완당. Ia berhubungan dengan para cendekiawan dinasti Qing serta mempelajari ilmu pengetahuan dan kaligrafi. Pengasingan ke 제주 merupakan hukuman yang mengharuskannya hidup jauh dari tugas pemerintahan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan museum menyebut hukuman saat itu sebagai \u003cem\u003ewiri anchi\u003c/em\u003e. Ini adalah bentuk pengasingan dengan pagar di sekeliling tempat tinggal untuk membatasi pergerakan. Dalam keadaan itu pun, buku-buku tetap dikirimkan melalui 이상적.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#titik-balik-berkat-kiriman-buku-dari-%EC%9D%B4%EC%83%81%EC%A0%81\" class=\"anchor\" id=\"titik-balik-berkat-kiriman-buku-dari-이상적\"\u003e\u003c/a\u003eTitik balik berkat kiriman buku dari 이상적\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eAlasan langsung pembuatan karya ini adalah buku-buku yang dikirim 이상적. 이상적 adalah seorang penerjemah bahasa Mandarin. Berkat hubungannya dengan para cendekiawan dinasti Qing, ia memperoleh buku-buku berharga.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMenurut 우리역사넷, buku-buku yang dikirim lebih dahulu adalah 『만학집』 dan 『대운산방문고』. Tahun berikutnya, ia mengirim 『황조경세문편』. 김정희 berterima kasih karena 이상적 tetap memperhatikannya dengan sungguh-sungguh meskipun ia telah kehilangan kekuasaan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTitik balik di sini bukan berarti masa pengasingannya berakhir. Pertukaran melalui buku berlanjut menjadi ungkapan terima kasih melalui lukisan. Karya ini merekam hubungan yang tetap terjaga dalam keterasingan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#makna-tulisan-pengantar-%EC%84%B8%ED%95%9C%EB%8F%84\" class=\"anchor\" id=\"makna-tulisan-pengantar-세한도\"\u003e\u003c/a\u003eMakna tulisan pengantar 세한도\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eTulisan pengantar adalah teks yang ditulis 김정희 untuk menjelaskan langsung alasan ia membuat lukisan itu. Teks tersebut terletak di sebelah kiri gambar dan menjadi dasar untuk menafsirkan maknanya. Di dalamnya, sikap 이상적 diibaratkan dengan pohon pinus dan sipres yang bertahan dalam hawa dingin.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eSang Bijak baru memujinya setelah hawa dingin datang. Sikapmu kepadaku tidak bertambah sebelumnya dan tidak berkurang sesudahnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTulisan pengantar 김정희 pada 〈세한도〉\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eInti bagian ini adalah bahwa hubungan mereka tidak berubah meskipun keadaan berubah. Bukan berarti kesulitan itu baru menumbuhkan kesetiaan 이상적. Bagian ini dapat dibaca sebagai ungkapan bahwa kesetiaannya tampak jelas dalam keadaan sulit.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cem\u003eSehan\u003c/em\u003e dalam judul berarti dinginnya puncak musim dingin. Makna itu berlandaskan perumpamaan pinus dan sipres dalam 『논어』. Dalam lukisan ini, hawa dingin juga dapat dibaca sebagai cobaan berupa pengasingan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#penggambaran-rumah-pinus-dan-sipres-serta-ruang-kosong\" class=\"anchor\" id=\"penggambaran-rumah-pinus-dan-sipres-serta-ruang-kosong\"\u003e\u003c/a\u003ePenggambaran rumah, pinus dan sipres, serta ruang kosong\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKomposisi lukisan ini sederhana, berpusat pada sebuah rumah dan pepohonan. Tidak ada tindakan tokoh atau adegan peristiwa tertentu yang digambarkan. Jejak tinta dan ruang kosong membangun suasana musim dingin.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLukisan kaum cendekiawan adalah seni lukis yang mengungkapkan pengetahuan dan pemikiran mereka. Dalam karya ini, judul dan tulisan juga menjadi unsur penyampai makna. 국립중앙박물관 menyebut goresan kasar dari kuas kering sebagai salah satu cirinya.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eUnsur gambar\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eCiri yang dapat diamati\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePedoman penafsiran\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Unsur gambar\"\u003eRumah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri yang dapat diamati\"\u003eBangunan sederhana tanpa sosok manusia\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pedoman penafsiran\"\u003eJangan memastikan bahwa ini adalah rupa tempat tinggalnya yang sebenarnya di pengasingan\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Unsur gambar\"\u003ePinus dan sipres\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri yang dapat diamati\"\u003ePepohonan di kedua sisi rumah\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pedoman penafsiran\"\u003eHubungkan dengan perumpamaan tentang sikap yang tidak berubah dalam tulisan pengantar\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Unsur gambar\"\u003eRuang kosong\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri yang dapat diamati\"\u003eArea sekitar yang tidak diisi rincian pemandangan\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pedoman penafsiran\"\u003eBedakan bahwa kesan terasing dan sunyi merupakan tafsir visual\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Unsur gambar\"\u003eGoresan kuas kering\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Ciri yang dapat diamati\"\u003eJejak tinta kasar dengan sedikit air\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Pedoman penafsiran\"\u003eBaca sebagai cara mengungkapkan suasana musim dingin\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eNama pohonnya berbeda menurut penjelasan masing-masing sumber. 우리역사넷 menyebut pinus Korea, sedangkan 국립중앙박물관 menyebut arborvitae oriental. Perbedaan nama itu saja tidak mengubah simbol utama karya ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#linimasa-dari-pembuatan-hingga-donasi\" class=\"anchor\" id=\"linimasa-dari-pembuatan-hingga-donasi\"\u003e\u003c/a\u003eLinimasa dari pembuatan hingga donasi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKarya yang semula merupakan hadiah untuk seseorang ini diwariskan sebagai gulungan yang memuat tulisan dari berbagai masa. Tahun pembuatan karya dan tahun penulisan tanggapan atasnya berbeda. Linimasa berikut memisahkan peristiwa-peristiwa utama yang dapat dipastikan.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eTahun\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeristiwa\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003eSumber\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1840\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eAwal pengasingan 김정희 ke 제주\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003e우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1844\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePembuatan karya untuk diberikan kepada 이상적\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003e우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1845\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenulisan tanggapan oleh 16 cendekiawan dinasti Qing\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003ePenjelasan koleksi 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1848\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003eAkhir pengasingan 김정희 di 제주\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003e우리역사넷\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1914\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenambahan tulisan oleh pemiliknya, 김준학\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003ePenjelasan koleksi 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1944\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003e손재형 mendapatkan kembali karya tersebut di Jepang\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003ePenjelasan koleksi 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e1949\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenulisan tanggapan oleh 정인보·이시영·오세창\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003ePenjelasan koleksi 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e31 Desember 1974\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003ePenetapan sebagai Pusaka Nasional\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003e국가유산포털\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Tahun\"\u003e2020\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peristiwa\"\u003e손창근 menyumbangkannya kepada 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Sumber\"\u003ePenjelasan koleksi 국립중앙박물관\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cp\u003eDi Jepang, karya ini pernah dimiliki 후지쓰카 지카시(藤塚隣), seorang peneliti 김정희. Seniman kaligrafi 손재형 mendapatkan kembali karya itu darinya. Setelah kemudian berpindah melalui 손세기 dan 손창근, karya tersebut disumbangkan kepada museum.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNama resminya saat ini adalah 김정희 필 세한도. Dalam sumber-sumber lama, karya ini disebut Pusaka Nasional No. 180. Di 국가유산포털, status kepemilikannya tercatat sebagai milik negara.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#membedakan-karya-asli-dari-tanggapan-yang-ditambahkan-kemudian\" class=\"anchor\" id=\"membedakan-karya-asli-dari-tanggapan-yang-ditambahkan-kemudian\"\u003e\u003c/a\u003eMembedakan karya asli dari tanggapan yang ditambahkan kemudian\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e김정희 tidak membuat seluruh gulungan panjang itu sekaligus. Menurut museum, panjang keseluruhan gulungan saat ini adalah 1,469.5cm. Panjang itu juga mencakup tulisan yang ditambahkan pada berbagai masa serta bagian-bagian kosong.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv class=\"overflow-x-auto\"\u003e\u003ctable\u003e\n\u003cthead\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003cth\u003eBagian\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePenulis dan waktu\u003c/th\u003e\n\u003cth\u003ePeran sebagai catatan\u003c/th\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/thead\u003e\n\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Bagian\"\u003eLukisan dan tulisan pengantar\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penulis dan waktu\"\u003e김정희, 1844\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran sebagai catatan\"\u003eMenunjukkan alasan pembuatan dan maksud senimannya\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Bagian\"\u003eTanggapan dari dinasti Qing\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penulis dan waktu\"\u003ePara cendekiawan dinasti Qing, 1845\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran sebagai catatan\"\u003eMenunjukkan tanggapan cendekiawan di luar negeri pada masa itu\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Bagian\"\u003eTulisan 김준학\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penulis dan waktu\"\u003e김준학, 1914\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran sebagai catatan\"\u003eMenunjukkan tanggapan pemiliknya pada masa kemudian\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\n\u003ctd data-label=\"Bagian\"\u003eTanggapan dari Korea modern\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Penulis dan waktu\"\u003e정인보·이시영·오세창, 1949\u003c/td\u003e\n\u003ctd data-label=\"Peran sebagai catatan\"\u003eMenunjukkan penerimaan karya setelah kembali ke Korea\u003c/td\u003e\n\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\n\u003c/table\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-susunan-gulungan-sama-dengan-urutan-waktunya\" class=\"anchor\" id=\"apakah-susunan-gulungan-sama-dengan-urutan-waktunya\"\u003e\u003c/a\u003eApakah susunan gulungan sama dengan urutan waktunya\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTulisan yang secara fisik berada di depan bukanlah yang paling tua. Di bagian depan gulungan terdapat tulisan 김준학 dari 1914. Setelah itu barulah karya 김정희 dari 1844.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePerbedaan ini juga perlu diperhatikan saat memberi keterangan pada gambar digital. Gambar utuh dan gambar yang dipotong hanya untuk menampilkan sebagian karya memiliki cakupan dokumentasi yang berbeda. Saat mengutip tulisan tanggapan, nama penulis dan tahun penulisannya perlu dicantumkan bersama.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#catatan-dan-penafsiran\" class=\"anchor\" id=\"catatan-dan-penafsiran\"\u003e\u003c/a\u003eCatatan dan penafsiran\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eAlasan pembuatan karya dapat dipastikan melalui tulisan pengantar, tetapi tidak semua simbolnya dapat ditetapkan secara pasti. Perkataan yang ditinggalkan seniman dan penjelasan penafsir memiliki dasar bukti yang berbeda. Pembedaan berikut menjadi pedoman untuk membaca karya ini sebagai catatan sejarah.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-hal-yang-dapat-dipastikan-dari-catatan\" class=\"anchor\" id=\"hal-hal-yang-dapat-dipastikan-dari-catatan\"\u003e\u003c/a\u003eHal-hal yang dapat dipastikan dari catatan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTulisan pengantar menyampaikan bahwa 이상적 mengirim buku. Teks itu juga menunjukkan bahwa 김정희 sangat menghargai sikap 이상적 yang tidak berubah. Tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian mencatat bagaimana orang lain membaca karya ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#penafsiran-yang-diterima-secara-umum\" class=\"anchor\" id=\"penafsiran-yang-diterima-secara-umum\"\u003e\u003c/a\u003ePenafsiran yang diterima secara umum\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e우리역사넷 dan penjelasan museum mengaitkan pinus dan sipres dengan keteguhan prinsip serta kesetiaan. Keduanya juga mengaitkan komposisinya yang sederhana dengan ciri lukisan kaum cendekiawan. Namun, hal itu tidak berarti makna setiap rincian gambar sudah dapat dipastikan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#hal-hal-yang-masih-belum-pasti\" class=\"anchor\" id=\"hal-hal-yang-masih-belum-pasti\"\u003e\u003c/a\u003eHal-hal yang masih belum pasti\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eMuseum tidak memastikan siapa pemilik cap persegi bertuliskan 장무상망. Menurut penjelasannya, siapa yang membubuhkan cap itu juga belum jelas. Penjelasan yang dengan pasti mengaitkan pohon tertentu dengan tokoh tertentu pun harus dibedakan dari isi tulisan pengantar.\u003c/p\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#makna-membaca-karya-ini-saat-ini\" class=\"anchor\" id=\"makna-membaca-karya-ini-saat-ini\"\u003e\u003c/a\u003eMakna membaca karya ini saat ini\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKarya ini menjadi sumber yang menunjukkan bahwa pertukaran ilmu tetap berlangsung selama pengasingan. Karya ini juga merupakan contoh bagaimana pengiriman buku oleh seorang penerjemah berkaitan dengan penciptaan seni. Tulisan-tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian memperlihatkan cara karya ini diterima pada berbagai masa.\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDalam sejarah seni, karya ini menunjukkan bagaimana gambar dan tulisan bersama-sama membentuk makna.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eDalam sejarah pertukaran pengetahuan, karya ini menunjukkan hubungan yang membawa buku dan manusia melintasi batas negara.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eDalam riwayat kepemilikannya, karya ini menunjukkan proses perubahan hadiah pribadi menjadi koleksi publik.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2\u003e\n\u003ca href=\"#pertanyaan-yang-sering-diajukan\" class=\"anchor\" id=\"pertanyaan-yang-sering-diajukan\"\u003e\u003c/a\u003ePertanyaan yang sering diajukan\u003c/h2\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#kepada-siapa-%EA%B9%80%EC%A0%95%ED%9D%AC-memberikan-lukisan-ini\" class=\"anchor\" id=\"kepada-siapa-김정희-memberikan-lukisan-ini\"\u003e\u003c/a\u003eKepada siapa 김정희 memberikan lukisan ini\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eIa memberikannya kepada 이상적, muridnya yang juga seorang penerjemah. 이상적 mengirim buku kepada 김정희 selama pengasingannya di 제주. Karya ini merupakan ungkapan terima kasih atas hubungan yang tidak berubah itu.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-rumah-dalam-lukisan-adalah-rumah-sebenarnya-di-tempat-pengasingan\" class=\"anchor\" id=\"apakah-rumah-dalam-lukisan-adalah-rumah-sebenarnya-di-tempat-pengasingan\"\u003e\u003c/a\u003eApakah rumah dalam lukisan adalah rumah sebenarnya di tempat pengasingan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePenjelasan yang diperiksa tidak cukup untuk memastikan bahwa lukisan itu menggambarkan kembali tempat tinggal yang sebenarnya. Ada rumah dalam gambar, tetapi tidak ada penjelasan yang membuktikan lokasi spesifiknya. Tempat pembuatan karya harus dibedakan dari tempat yang digambarkan.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apa-perbedaan-tulisan-pengantar-dan-tulisan-tanggapan\" class=\"anchor\" id=\"apa-perbedaan-tulisan-pengantar-dan-tulisan-tanggapan\"\u003e\u003c/a\u003eApa perbedaan tulisan pengantar dan tulisan tanggapan\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eTulisan pengantar adalah teks 김정희 yang menjelaskan alasan pembuatan karya. Tulisan tanggapan yang ditambahkan kemudian ditulis oleh cendekiawan lain setelah melihat karya itu. Jika keduanya dikutip sebagai perkataan 김정희, penulis masing-masing akan tercampur.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#apakah-karya-ini-dibuat-setelah-masa-pengasingan-berakhir\" class=\"anchor\" id=\"apakah-karya-ini-dibuat-setelah-masa-pengasingan-berakhir\"\u003e\u003c/a\u003eApakah karya ini dibuat setelah masa pengasingan berakhir\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarya ini dibuat pada 1844, ketika pengasingan di 제주 masih berlangsung. Masa pengasingan di 제주 berakhir pada 1848. Pembuatan karya ini tidak berarti hukumannya saat itu juga berakhir.\u003c/p\u003e\n\u003ch3\u003e\n\u003ca href=\"#di-mana-karya-ini-disimpan-sekarang\" class=\"anchor\" id=\"di-mana-karya-ini-disimpan-sekarang\"\u003e\u003c/a\u003eDi mana karya ini disimpan sekarang\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKarya ini disimpan oleh 국립중앙박물관. 손창근 menyumbangkannya pada 2020. Untuk mengetahui apakah karya aslinya sedang dipamerkan, periksa informasi pameran terbaru dari museum.\u003c/p\u003e\n","tags":["Zaman Joseon","Warisan budaya"],"faqs":[{"question":"Kapan dan di mana 세한도 dilukis?","answer":"김정희 melukisnya pada 1844 saat menjalani pengasingan di 제주. Itu adalah tahun ke-10 pemerintahan 헌종 pada masa 조선."},{"question":"Mengapa 김정희 memberikan lukisan itu kepada 이상적?","answer":"Karena ia berterima kasih kepada 이상적 yang tetap mengirimkan buku-buku berharga selama ia diasingkan. Kolofon lukisan itu sangat menghargai sikap 이상적 yang tidak berubah meskipun keadaannya berubah."},{"question":"Apa arti kata 세한?","answer":"Kata itu berarti dinginnya pertengahan musim dingin. Dalam karya ini, kata tersebut ditafsirkan sebagai lambang cobaan berupa pengasingan."},{"question":"Di mana letak kolofon dan apa yang dijelaskannya?","answer":"Kolofon yang ditulis 김정희 berada di sebelah kiri lukisan. Kolofon itu menjelaskan bahwa ia menerima buku dari 이상적 dan alasan ia membuat lukisan tersebut."},{"question":"Apakah pohon-pohon dalam lukisan itu pohon pinus dan pinus Korea?","answer":"우리역사넷 menjelaskannya sebagai pohon pinus dan pinus Korea. 국립중앙박물관 menjelaskannya sebagai pohon pinus dan cemara Cina. Kedua penjelasan itu sama-sama menafsirkan pohon pinus dan cemara sebagai lambang sikap yang tidak berubah."},{"question":"Apakah seluruh gulungan panjang itu dibuat oleh 김정희?","answer":"Gulungan itu terdiri dari lukisan dan kolofon karya 김정희 yang kemudian ditambah tulisan kesan para sastrawan dari masa berikutnya. Tidak semua tulisan pada gulungan yang ada sekarang dapat dianggap sebagai tulisan 김정희."},{"question":"Kapan karya itu ditetapkan sebagai Harta Nasional?","answer":"Tanggal penetapan yang tercatat di 국가유산포털 adalah 31 Desember 1974. Nama resminya adalah 김정희 필 세한도."},{"question":"Di mana karya itu disimpan sekarang dan siapa yang menyumbangkannya?","answer":"Karya itu sekarang disimpan di 국립중앙박물관. 손창근 menyumbangkannya pada 2020."},{"question":"Apakah rumah dalam lukisan itu benar-benar tempat tinggal 김정희 selama pengasingan?","answer":"Berdasarkan catatan dan penjelasan yang telah diperiksa, tidak dapat dipastikan bahwa rumah itu merupakan penggambaran ulang tempat tinggalnya yang sebenarnya. Fakta bahwa lukisan itu dibuat di 제주 tidak menjelaskan identitas rumah dalam lukisan tersebut."}],"sources":[{"url":"https://contents.history.go.kr/mobile/kc/view.do?code=kc_age_30\u0026levelId=kc_r300670","title":"Uriyeoksanet dari Komite Penyusunan Sejarah Nasional: Sehando","type":"source"},{"url":"https://www.museum.go.kr/MUSEUM/contents/M0501000000.do?relicRecommendId=623104\u0026schM=view","title":"Koleksi pilihan kurator Museum Nasional Korea: Sehando","type":"source"},{"url":"https://heritage.go.kr/heri/cul/culSelectDetail.do?ccbaAsno=0001800000000\u0026ccbaCpno=1111101800000\u0026ccbaCtcd=11\u0026ccbaKdcd=11\u0026pageNo=1_1_1_0","title":"Portal Warisan Nasional: Sehando karya Kim Jeong-hui, Harta Nasional","type":"data_point"},{"url":"https://www.museum.go.kr/MUSEUM/contents/M0202030000.do?exhiSpThemId=570115\u0026listType=list\u0026menuId=past\u0026schM=view","title":"Pameran terdahulu Museum Nasional Korea: Sehan, kehijauan yang tak berubah bahkan di tengah musim dingin","type":"source"}],"images":[{"id":1700,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjU4ODgsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--b9a3f7fa9e0a72ff6cfd18efb7cc43b71042e4f0/ai-163d4f15.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"눈 내린 제주 해안의 초가집 앞에서 한 사람이 책 꾸러미를 내려놓고, 다른 사람이 집 앞에 서 있다.","caption":"김정희는 제주 유배 중 책을 보내준 이상적에게 감사하며 세한도를 그렸다.","description":null},"en":{"alt":"A person sets down a bundle of books outside a thatched house on a snowy Jeju coast as another stands nearby.","caption":"Kim Jeong-hui painted Sehando in gratitude to Yi Sang-jeok for sending books during his Jeju exile.","description":null},"ja":{"alt":"雪の残る済州の海岸で、茅葺きの家の前に一人が本の包みを置き、もう一人が立っている。","caption":"金正喜は済州への流刑中に本を送ってくれた李尚迪への感謝を込めて『歳寒図』を描いた。","description":null},"es":{"alt":"Una persona deja un paquete de libros ante una casa de techo de paja en la costa nevada de Jeju; otra está cerca.","caption":"Kim Jeong-hui pintó Sehando para agradecer a Yi Sang-jeok los libros que le envió durante su exilio en Jeju.","description":null},"id":{"alt":"Seseorang meletakkan bungkusan buku di depan rumah beratap jerami di pesisir Jeju yang bersalju; seorang lain berdiri dekat rumah.","caption":"Kim Jeong-hui melukis Sehando sebagai ungkapan terima kasih kepada Yi Sang-jeok yang mengirim buku selama pengasingannya di Jeju.","description":null},"pt":{"alt":"Uma pessoa deixa um embrulho de livros diante de uma casa de palha na costa nevada de Jeju, enquanto outra está por perto.","caption":"Kim Jeong-hui pintou Sehando em agradecimento a Yi Sang-jeok pelos livros enviados durante seu exílio em Jeju.","description":null},"zh-hant":{"alt":"積雪的濟州海岸旁，一人在茅草屋前放下成捆的書，另一人站在屋前。","caption":"金正喜在濟州流放期間，為感謝李尚迪寄書而創作《歲寒圖》。","description":null},"de":{"alt":"An der verschneiten Küste Jejus legt jemand ein Bücherbündel vor einem strohgedeckten Haus ab; eine weitere Person steht dort.","caption":"Kim Jeong-hui malte Sehando aus Dankbarkeit für die Bücher, die Yi Sang-jeok ihm während seines Exils auf Jeju schickte.","description":null}}},{"id":1701,"url":"https://injoys.com/rails/active_storage/blobs/proxy/eyJfcmFpbHMiOnsiZGF0YSI6MjU4OTAsInB1ciI6ImJsb2JfaWQifX0=--f93fd050c881771e4cca2a7de709ea060dc567a8/ai-022ac3b8.webp","is_representative":false,"generation_method":"ai_semi","license":"ai_generated","mime_type":"image/webp","width":1536,"height":1024,"translations":{"ko":{"alt":"제주 돌담이 보이는 소박한 방에서 책을 곁에 두고 낮은 탁자에 집과 나무를 그리는 뒷모습","caption":"세한도의 송백은 처지가 달라져도 변함없던 이상적의 태도를 상징한다.","description":null},"en":{"alt":"A figure seen from behind paints a house and trees at a low table beside stacks of books in a spare Jeju room.","caption":"The evergreens in Sehando symbolize Yi Sang-jeok’s loyalty despite Kim Jeong-hui’s changed circumstances.","description":null},"ja":{"alt":"済州の質素な部屋で、本を傍らに置き、低い机に向かって家と木を描く後ろ姿。","caption":"『歳寒図』の松と柏は、境遇が変わっても変わらなかった李尚迪の態度を象徴する。","description":null},"es":{"alt":"Una figura de espaldas pinta una casa y árboles en una mesa baja, junto a unos libros, en una austera habitación de Jeju.","caption":"Los árboles perennes de Sehando simbolizan la lealtad de Yi Sang-jeok pese al cambio de circunstancias de Kim Jeong-hui.","description":null},"id":{"alt":"Sosok membelakangi penonton melukis rumah dan pepohonan di meja rendah, di samping tumpukan buku, dalam ruang sederhana di Jeju.","caption":"Pepohonan hijau abadi dalam Sehando melambangkan kesetiaan Yi Sang-jeok meski keadaan Kim Jeong-hui berubah.","description":null},"pt":{"alt":"De costas, uma figura pinta uma casa e árvores numa mesa baixa, ao lado de livros, em um cômodo simples em Jeju.","caption":"As árvores perenes de Sehando simbolizam a lealdade de Yi Sang-jeok apesar da mudança na situação de Kim Jeong-hui.","description":null},"zh-hant":{"alt":"濟州一間簡樸的書房裡，一人背對觀者，在低桌旁伴著書冊描繪房屋與樹木。","caption":"《歲寒圖》中的松柏象徵李尚迪在金正喜處境改變後依然不變的情誼。","description":null},"de":{"alt":"Eine Person malt mit dem Rücken zum Betrachter an einem niedrigen Tisch ein Haus und Bäume; daneben liegen Bücher.","caption":"Die immergrünen Bäume in Sehando stehen für Yi Sang-jeoks Treue trotz Kim Jeong-huis veränderter Lebensumstände.","description":null}}}],"published_at":"2026-10-08T20:19:15+09:00","updated_at":"2026-10-08T20:19:17+09:00","license":"cc_by","translation_status":"reviewed","available_locales":["ko","en","ja","es"],"data_locales":["ko","en","ja","es","id","pt","zh-hant","de"],"url":"https://injoys.com/en/articles/sehando-kim-jeong-hui-jeju-exile-meaning"}